I’ll Be Waiting

Image

Title : I’ll Be Waiting

Author : kiddotiara

Genre : Romance

Rating : PG

Length : Oneshoot

Main Cast : SNSD Im Yoona

EXO K Oh Sehun

Support Cast : Bisa dilihat di FF ini (?) ._.v

Disclaimer : Semua Cast milik Tuhan YME kecuali, Sehun milik Author (?) /plakk

*gampar Whirlwinds

Author Note : Annyeong Haseyo *tebar bunga* /? Siapa yang YooHun shipper angkat kakinya *eh tangannya. Author membawa FF YoonHun nih ‘-‘)/. Maaf jika FF ini Gak jelas atau apa ._. tapi ini murni karya Author. Don’t Bash, Okay ? Jangan lupa tinggalkan komentar ya ‘-‘)/ Gomawo ^^

 

Warning!!! Typo dan ada tulisan yang tidak sesuai dengan EYD.

 

-I’ll Be Waiting-

Author’s POV

 

Seorang gadis cantik duduk dengan manisnya di bangku taman. Ya, gadis ini berbeda dengan gadis yang lain. Ia lebih memilih menghabiskan waktunya bersama buku-bukunya. Gadis itu bernama Im Yoona. Gadis cantik yang sering sekali ke pergi Taman ini. Entah apa yang ia cari, atau apakah ia menunggu seseorang ? Yang jelas ia lebih memilih menghabiskan waktunya untuk membaca buku. Berbeda dengan gadis yang berusia sebaya dengannya. Yang lebih memilih menghabiskan waktunya untuk berbelanja dibanding membuang waktu untuk sekedar pergi ke Taman dan membaca buku.

Yoona’s POV

Hari ini adalah musim gugur. Musim yang sangat aku sukai dan aku tunggu-tunggu. Di musim ini aku bertemu degan seorang namja. Ya, meski sudah 10 tahun yang lalu. Tapi yang jelas aku masih ingat saat aku bertemu dengan namja tersebut.

-Flashback-

Seorang anak yeoja yang manis duduk dibangku taman sambil menangis. Entah mengapa ia menangis. Tiba-tiba seorang namja kecil yang melihatnya menangis. Sepertinya ia akan menenangkannya atau hanya akan menganggunya. Ya, seperti itulah anak namja. Anak namja itu duduk di samping anak yeoja tersebut.

“Hei, mengapa kau menangis ? Apa yang membuatmu menangis ?” Tanya  anak namja tersebut kepada anak yeoja itu.

“Hiks… Hiks… Hiks…”Tangis anak yeoja itu.

“Hei! Jawab pertanyaanku! Mungkin benar anak yeoja itu cengeng. Hanya bisa menangis.” Ucap anak namja itu.

“Yak, aku tidak cengeng!” Elak anak yeoja itu.

“Tapi kau malah menangis, bukan menjawab pertanyaanku.” Protes anak namja itu.

“Baiklah, aku menangis karena aku merindukan ibu ku” Jawab anak yeoja itu sambil menunduk.

“Kemana ibu mu ?” Tanya anak namja itu.

“Ibu ku sudah pergi” Jawab anak yeoja itu sambil meneteskan airmata.

“Pergi ? Pergi kemana ?” Tanya anak namja itu polos.

“Ia, sudah tiada. Ia sudah pergi untuk selama-lamanya. Hiks… Hiks…”Jawab anak yeoja itu.

“Mianhaeyo, aku tidak tahu. Mian sudah membuatmu menangis kembali.”Ucap anak namja itu menunduk.

“Gwenchanayo, itu bukan salahmu.” Ucap anak yeoja itu.

“Sudahlah, jangan menangis. Apa kau ingin melihat ibu mu di atas sana sedih ? Jika kau seperti ini. Ia pasti sedih melihatmu menangis seperti ini. Jika kau ingin melihatnya bahagia maka kau harus berjanji untuk tidak menangis.” Ucap anak namja itu.

“Baiklah, aku berjanji.” Ujar anak yeoja itu menunduk.

“Jinjja ? Kau harus berjanji padaku!” Ucap anak namja tersebut sambil mengangkat cari kelingkingnya.

“Ne” Ucap anak yeoja mengangkat jari kelingkingnya dan mengaitkannya.

“Aku berjanji akan menjagamu.” Ujar anak namja itu.

“Jinjja ?” Tanya anak yeoja itu.

“Ne, siapa namamu ?” Jawab anak namja itu.

“Yoongie, Kau ?” Ucap anak yeoja.

“Nama yang bagus. Namaku Hunnie.” Ucap anak namja itu.

“Kyaa… Namamu lucu sekali” Ucap anak yeoja itu.

“Gomawo, bagaimana jika kita bermain ?” Tawar anak namja itu.

“Cheonma, bermain ? Bermain apa ?” Tanya anak yeoja.

“Bermain…” Ucap anak namja itu menggantung sambil mengambil bando anak yeoja dan berlari.

“Hei Hunnie, kembalikan bando ku! Yak, kau nakal sekali” Ucap anak yeoja mengejar anak namja itu.

 

-Flashback End-

Aku bertemu dengan namja yang bermana Hunnie tersebut. Dia adalah namja yang selalu menjagaku. Aku berharap bisa bertemu dengannya kembali. Tapi mungkin itu hanya khayalanku saja. Mungkin dia sudah melupakanku. Walau dia memang pernah berjanji…

-Flashback-

Dua orang anak sedang duduk di bangku Taman. Hanya hening tidak ada yang berani memulai pembicaraan. Hingga pada akhirnya, seorang anak namja membuka suara.

“Hm, Yoongie. Boleh aku bicara sesuatu ?” Tanya anak namja itu menunduk.

“Waeyo Hunnie ? Ada apa ?” Jawab anak yeoja itu bingung.

“Sepertinya aku tak bisa menjagamu kembali” Ucap anak namja itu tetap menunduk.

“Mwo ? Waeyo ? “ Tanya anak yeoja itu sambil meneteskan airmata.

“Aku harus pergi ke Amerika, karena orangtua ku akan bekerja disana.” Jawab anak namja itu menunduk, ia tak mau melihat anak yeoja itu menangis.

“Mwo ? Apakah kau akan melupakan ku ? Melupakan janji mu untuk menjaga ku, melupakan semua kenangan yang kita lalui ?” Ucap anak yeoja terisak.

“Yoongie, berhenti menangis! Apa kau melupakan janji mu ? Aniyo, aku tidak akan melupakan itu. Dengar Yoongie aku berjanji pada saat aku kembali ke Seoul, orang pertama yang akan kutemui adalah kau Yoongie.” Ucap anak namja itu.

“Jinjja ?” Tanya anak yeoja itu menatap anak namja

“Ne! Aku janji. Pegang janjiku Yoongie.” Jawab anak namja itu

 

-Flashback End-

 

Tuhan… Sungguh aku merindukannya. Pertemukan aku kembali dengannya Tuhan… Hanya itu lah harapan ku sekarang. Hunnie lah yang membuatku mengerti tentang arti sebuah penantian. Karena Hunnie aku mengerti arti hidup. Setiap aku merindukannya maka aku akan ke taman ini hanya sekedar untuk mengingatnya.

Tiba-tiba datanglah seorang namja. Dia dating menghampiriku.

“Hei Bolehkah aku duduk di sini ?” Tanya namja itu.

“Ne” Jawabku singkat.

“Gomawo, Apa yang kau lakukan disini ?” Tanya namja itu.

“Hanya duduk dan membaca buku. Kau ?” Jawabku.

“Aku orang baru disini. Bisakah kau menemaniku untuk berkeliling ? Oh ya, siapa nama mu ?” Tanya namja itu.

“Baiklah. Namaku Im Yoona. Kau ?” Jawabku.

“Namaku Oh Sehun. Kajja!” Ajak namja itu sambil berdiri.

“Kajja” Ucapku.

Di perjalanan hanya hening. Hingga akhirnya Sehun membuka pembicaraan.

“Hm, Yoona. Bolehkan aku memanggilmu ‘Yoongie’ ?” Tanya Sehun.

DEG! Panggilan itu mengingatkan ku pada Hunnie. Aku sangat merindukannya.

“Hei Yoongie! Mengapa kau melamun ?” Tanya Sehun.

“Hm, tentu saja boleh. Apakah aku boleh memanggilmu ‘Hunnie’ ?” Jawabku sambil tersenyum.

“Hunnie ? Tentu, Yoongie.” Ucapnya sambil tersenyum.

“Kajja! Mari kita berkeliling kembali” Ajakku.

-I’ll Be Waiting-

Sehun’s POV

Entah mengapa saat bersama dengan Im Yoona. Mengingatkanku pada Yoongie, gadis yang ku temui 10 tahun yang lalu. Apa ia sudah melupakanku. Entah lah.

“Yoongie, aku berjanji akan mencarimu!” Batinku.

Aku akan pergi ke Taman kembali untuk berjalan-jalan. Apakah ada Im Yoona di sana ? Ku harap ada Im Yoona disana.

Yoona’s POV

Hari ini, hari terakhir musim gugur. Kya… padahal aku ingin masih terus musim gugur. Karena di musim ini aku bertemu dengan Hunnie, itulah yang menyebabkanku menyukai musim gugur.

Sepertinya aku melihat Sehun. Yak, sepertinya benar.

“Hunnie!” Panggilku

“Hei Yoongie, kita bertemu kembali.” Ucap Sehun.

“Ne, kkk~” Ucapku

“Bagaimana jika kita berjalan-jalan ?” Ajak Sehun.

“Baiklah, Kajja!” Ucap ku bersemangat.

“Kajja!” Jawab Sehun tak kalah bersemangat.

Author’s POV.

Im Yoona dan Oh Sehun kini semakin dekat, karena kejadian itu. Yoona dan Sehun sering pergi bersama, entah ke Toko Buku atau hanya berjalan-jalan, dan tak lupa mereka selalu pergi bersama ke Taman.

Yoona’s POV

Oh Sehun namja yang sangat tampan, dia baik dan ramah. Dia mengingatkanku pada ‘Hunnie’ Apa aku menyukainya ? Ah, tidak. Bagaimana dengan Hunnie. Ah entahlah, aku sendiri masih bingung dengan perasaanku.

Sehun’s POV

Im Yoona, kau tahu. Kau itu sangat cantik dan manis. Mungkin aku harus melupakan Yoongie, dan beralih pada Im Yoona. Mungkin Yoongie sudah lupa denganku. Aku Mencintainya, apa aku harus mengungkapkannya sekarang ? Baiklah aku akan mengungkapkannya sekarang. Dan kebetulan aku membawa gitar, akan ku  buat dia menjadi wanita paling beruntung.

“Yoongie!” Panggilku.

“Ne Hunnie ?” Sahut Yoona

“Bolehkan aku bicara sesuatu ?” Tanya ku

“Ada apa Hunnie ? “ Jawabnya.

Jreng… Jreng…

She’s ma babe
Saehayange sonkette yeah
Nokabarin Chocolatte dda
you’re walking into my door
jomdeo neolnaege boyeojwo (don’t lie) soljighae jindamyeon (gonna be easy)
dan hanbeondo neukkil su eobsdeon dalkomhan hamoni

(EXO – My Lady) don’t be too late

“Hm, Yoongie. Aku memang tidak sempurna, aku memiliki banyak kekurangan. Untuk itu aku membutuhkanmu untuk melengkapi kekuranganku itu. Would you be Mine Yoongie ?” Ucapku bertekuk lutut

“Hm, Yeah. I Would Hunnie.” Ucapnya tersipu malu.

“Gomawo Yoongie.” Ucapku berusaha memeluknya.

“Ne, haha. Cheonma Hunnie. Sepertinya aku tak dapa bernafas.’ Ucapnya terkekeh.

“Ah, Mianhaeyo. Bolehkah aku sekarang memanggilmu ‘Chagi’ ?” Tanya ku.

“Tentu Chagi-ya.” Jawabnya.

“Okay. Chagi, Chagi, Chagi, Chagi, Chagi, Cha-“ Ucapku terputus karena Yoona memegang bibir ku.

“Stt… Kau sudah tua, bersikaplah dewasa Ahjussi /? haha” Ucapnya tertawa.

“Aku masih muda Ahjumma, jangan memanggilku Ahjussi. Lihat ini lucu eoh ?” Ucapku beraegyo.

“Kau sendiri memanggilku Ahjumma, huh. Baiklah, Tuan. Oh memang lucu.” Ucapnya sambil mengerucutkan bibirnya.

“Hei Chagi-ya, kau sangat cantik bila mengerucutkan bibirmu.” Ucapku terkekeh sambil memandanginya.

“Baiklah, aku akan terus seperti ini.” Ucapnya terus mengerucutkan bibirnya.

“Aku akan terus memandangi mu.” Ucapku terus memandanginya.

“Hei Ahjussi, berhenti memandangiku. Jika kau menyukaiku aku tidak akan tanggung jawab.” Ucapnya menjulurkan lidah.

“Bukankah. aku sudah menyukaimu Ahjumma. Haha.” Ucapku terus memandanginya.

“Im Yoona dan Yoongie, sifat mereka sama. Dan itu yang menyebabkan aku menyukainya.” Gumamku dalam hati.

“Hei Ahjussi, mengapa kau melamun ? Kau pasti memikirkan betapa cantiknya Yeojachingumu ini kan ? haha” Ucapnya tertawa.

“Baiklah Ahjumma, jangan terlalu percaya diri. Aku hanya sedang memikirkan sesuatu.” Ucapku menjulurkan lidah.

“Apa yang kau pikirkan ?” Tanyanya serius.

“Kau tahu dulu aku bertemu dengan seorang anak yeoja di taman ini. Dan aku pernah berjanji padanya bahwa aku akan menjaganya, tetapi… saat beberapa minggu aku mengenalnya. Aku harus pergi ke Amerika karena orangtuaku akan bekerja disana. Akupun meninggalkan janji bahwa saat aku kembali ke Seoul. Aku akan mencarinya. Dan sekarang aku mencari anak yeoja yang bernama ‘Yoongie’ untuk menepati janjiku. Dan itu juga sebabnya aku memanggilmu Yoongie.” Ucapku

“K-kau Hunnie ?” Ucapnya menantapku, sepertinya ia sedang menahan Kristal-kristal itu keluar.

“Kau Yoongieku ? Aku sangat sangat merindukanmu Yoongie.” Ucapku memeluknya.

“Aku pun Hunnie. Akhirnya aku bisa bertemu denganmu.” Ucapnya dalam pelukanku.

“Aku berjanji tidak akan meninggalkanmu lagi.” Ucapku memeluknya lebih erat.

“Jinjja ?” Tanyanya melepaskan pelukanku.

“Ne. Hm, bagaimana jika kita pulang eoh ? Sepertinya Hari sudah sangat sore.” Ajakku.

“Ne Hunnie.” Ucapku

-I’ll Be Waiting-

Sehun’s POV

Hari ini menjadi hari paling special bagiku, di mana aku bertemu kembali dengan Yoongie. Dan menjadi Namjachingunya.

Tiba-tiba appaku memanggilku.

“Sehun” Panggil appaku.

“Ne, ada apa ?” Jawabku.

“Sehun kau akan appa jodohkan dengan anak teman appa.” Ucap appaku.

“Mwo ? Aniyo, aku tidak mau.” Ucapku.

“Kau berani membangkang terhadap appamu ini.” Ucap appaku dengan emosi.

“Baiklah appa aku mau.” Ucapku pasrah.

“Bagaimana dengan Yoongie ? Tapi aku tidak bisa menolak perjodohan ini.” Gumamku dalam hati.

“Sekarang kita akan pergi ke rumah calon istrinya.” Ucap appaku.

“Ne, appa” Ucapku.

Yoona’s POV

Mungkin hari ini aku menjadi yeoja paling beruntung karena aku memiliki seorang Namjachigu seperti Oh Sehun. Namja tampan yang sangat sangat baik.

“Yoona, sebentar lagi calon suamimu akan datang. Maka kau harus berdandan dengan cantik.” Ucap appaku saat aku akan menaikin tangga.

“Baik appa.” Ucapku pasrah.

“Sebenarnya aku  telah mengetahui ini sejak lama. Dan aku tidak bisa menolak perjodohan ini. Aku memang Babo.” Gumamku dalam hati.

-10 menit kemudian-

“Annyeong Haseyo Tuan. Im. bagaimana kabarmu ?” Ucap seseorang.

“Sudah datang rupanya Tuan. Oh. Aku baik, bagaimana mana denganmu ? Oh iya, ini adalah calon istri putramu Tuan. Oh.” Ucap appaku.

“Im Yoona Imnida” Ucapku dengan sopan.

“Kya, cantik sekali.” Puji ibu mertuaku.

Saat aku melihat namja yang akan dijodohkan dengan ku betapa terkejutnya aku…

“Sehun!” Ucapku kaget.

“Yoongie!” Ucapnya.

“Wah, ternyata kalian sudah saling mengenal. Dan ini bagus. Oh ya, acara pernikahan kalian akan dilaksanakan esok hari.” Ucap ayah mertuaku.

“Secepat itukah ?” Tanya Sehun.

“Lebih cepat lebih baikkan ?” Ucap appaku.

“Ne!” Ucapku serentak dengan Sehun.

“Kalian sangat cocok sekali.” Puji mertuaku.

Author’s POV

Terlihat dua orang mempelai wanita dan pria sedang ada di Balkon pernikahan mereka. Mereka sangat serasi sekali.

“Hei Sehuna, selamat menempuh hidup baru dan cepat mempunyai baby” Ucap pria berkulit hitam.

Kedua mempelai itu hanya tertawa.

“Sehuna, semoga baby mu tampan sepertiku.” Ucap pria bertubuh pendek

“Enak saja, pasti baby nya tampan sepertiku, Baekkie!” Protes pria bertubuh tinggi.

“Hei Baekyeol, pasti babynya tampan sepertiku!” Ucap pria berkulit hitam.

PLETAK! /? Bunyi suara jitakkan yang di berikan pria bertubuh pendek dan tinggi terhadap pria berkulit hitam.

“sudah-sudah jangan bertengkar disini. Hari ini hari spesial bagiku. Apa kalian ingin merusaknya.” Protes pengantin pria.

“Baiklah.” Ucap ketiga pria tersebut.

“Chanyeol, Kai mari kita pergi ke bawah.” Ucap pria bertubuh kecil

“Ne!” Ucap mereka serentak.

“Hei Yeobo, cepat kau lemparkan setangkai bunga itu!” Ucap pengantin pria.

“Baiklah” Ucap pengantin wanita.

Konon katanya, jika kita mendapatkan setangkai bunga dari pasangan pengantin kita akan cepat menikah.

“Yak, sudah ku lemparkan.” Ucap pengantin wanita

BUG! ternyata yang mendapat setangkai bunga itu adalah pria berkulit hitam. dia terkena lemparan di balik punggungnya. Pria berkulit hitam itu pun mengambilnya.

“Hei Kai, berikan bunga itu” Ucap pria bertubuh pendek

“Tidak mau, ini punyaku.” Ucap pria berkulit hitam.

“Baiklah Kai, apa kau ingin jitakkan dari kami lagi ?” Ucap pria bertubuh pendek dan tinggi.

“Sepertinya aku harus pergi.” Ucap pria berkulit hitam berlari.

“Hei tunggu! Kau Kai!” Ucap Pria bertubuh pendek dan tinggi serentak.

Sepasang pengantin hanya tertawa melihat tingkah laku mereka.

-SELESAI-

Kyaa… selesai juga… >3<

Oh ya, Author mau intro dong sama readers. Biar kita saling mengenal >3< di comment ya ><

Gomawo udah mau baca semuanya ^^

14 thoughts on “I’ll Be Waiting

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s