Everything Has Changed (Part 2)

Untitled-req(deernaura) Title: Everything Has Changed Author: DeerNaura Main Cast: Im YoonA|Oh Sehun|Xi Luhan Other Cast: Find in the story~ Genre: *little bit* sad, Romance Rating: T Length: Chaptered Disclaimer: Semua cast milik tuhan Poster by: Tifftania unnie. Gomawo😀 WARNING: Typo,AU,gaje,feel gak dapet,alur kecepetan Luhan POV Aku memandangi Yoona sebentar. Wajahnya sangat manis. Jangan sampai kau mencintai yeojachingu sahabatmu sendiri Xi Luhan! ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Author POV Keesokannya, Yoona menghampiri Sehun di perpustakaan. “Annyeong Tuan Oh. Masih belajar eoh?” sapanya. “Annyeong Nona Im. Tentu saja, aku belajar supaya menjadi orang sukses dan membangun pernikahan kita kelak.” tawa Sehun. “Ya! Sudahlah, jangan bercanda Tuan Oh. Oh iya, tadi kita dipanggil Chanyeol dikelas. Kajja.” pipi Yoona memerah seketika. Sehun mencubit kecil pipinya. “Appo.” kesal Yoona. Dikelas, Luhan dan sahabat Sehun, Chanyeol sedang berbincang-bincang oh tentunya dengan Sooyoung. “Ya mereka datang.” teriak Chanyeol. “Ada apa?” tanya Sehun menghampiri Chanyeol. “Appa-ku mempunyai lima tiket gratis berlibur di pulau Jeju. Minggu depan kita kan libur, nah bagaimana kalau kita jalan-jalan?” ucap namja tinggi itu. “Bagus juga. Aku ikut.” jawab Luhan melirik kearah Yoona berharap yeoja itu ikut. “Aku ikut deh. Daripada gak kemana-mana.” tambah Yoona. Dalam hati Luhan senang. “Ah jika Yoona ikut aku bisa lebih mengenalnya.” gumam Luhan. “Aku juga ikut.” Seru Sooyoung dan Sehun. “Siapkan liburan kalian! Aku balik dulu!” jawab Chanyeol mengambil tasnya. “Luhan-ah, bagaimana kalau kita beli Bubble Tea di kedai depan?” tawar Sehun. Luhan mengangguk. “Kami pergi ne.” pamit Luhan melihat Yoona dan Sooyoung. Kedua yeoja itu mengangguk. “Sooyoung-ah, bagaimana kalau kau temani aku belanja untuk liburan nanti? Aishh aku sudah lama tak ke Jeju!” seru Yoona. “Seneng karena ke Jeju apa senang karena liburan bersama Sehun?” goda Sooyoung. “Ya itu juga sih, hehehe.” Yoona hanya terkekeh. “Sooyoung-ah, bagus ini atau ini?” tanya Yoona melihatkan dress yang ia pilih. “Bagus yang warna pink Yoong, cocok untukmu.” jawab Sooyoung. Setelah berbelanja mereka pulang ke rumah masing-masing. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Tak terasa seminggu sudah mereka lewati. Sekarang kelima sahabat baru itu sudah siap pergi ke Jeju. Yoona POV “Yoong! Sudah bawa perlengkapan untuk berlibur?” tanya umma. “Sudah umma. Aku pamit ne. Annyeong.” pamitku. “Hati-hati.” pesan Umma. Aku pergi menuju Bandara. Well untuk ke Jeju kami memakai pesawat dan membutuhkan waktu 1 jam. “Sudah lama menunggu?” tanyaku pada Chanyeol, Luhan, dan Sooyoung. “Mana Sehun?” tanyaku lagi. “Sehun lagi ditoilet.” ujar Luhan. Tidak lama setelah itu, Sehun kembali. Kami segera menaiki pesawat. Sehun POV Saat kami sampai di Jeju, kepalaku mendadak pusing. Oh tuhan, penyakitku mengapa kambuh disaat bersenang-senang. Aku takut Yoona mengkhawatirkanku. Sekedar pemberitahuan, bahwa aku sebenarnya mengidap Leukimia. Tetapi hanya orangtua ku dan Luhan yang tahu. Aku kasihan kepada Yoona jika ia tahu aku mengidap penyakit ini. Aku tak mau dia sedih karenaku. “Wae Sehun-ah? Mengapa kau lemas sekali? Ini indah bukan?” girang Yoona menarik pergelangan tanganku. “Ah tunggu, aku mau mengambil sapu tangan dulu. Kalian duluan lah. Aku menyusul.” jawabku. “Huh ya sudah. Kau tahu Villa nya kan?” tanya Chanyeol. Aku mengangguk. Mereka duluan memasuki Van. Tetapi Luhan tidak mengikuti mereka. Dia menghampiriku. “Penyakitmu kambuh bukan?” Luhan menepuk pundakku. “Ne. Kumohon jangan beritahu mereka.” mohonku. Luhan mengangguk. “Beri obat penenang saja Sehun-ah. Tetapi …. sampai kapan aku harus menutupi penyakitmu pada mereka terutama Yoona?” tanya Luhan. “Sampai aku telah tiada.” jawabku dengan senyum renyah. “Ya! Kau bisa sembuh Sehuna!” bentak Luhan. Sontak seluruh mata tertuju pada kami. “Sssst …! Diamlah. Itu tak mungkin Han. Kecil kemungkinan.” jawabku. “Sudahlah lebih baik aku menikmati sisa hidupku.” aku meninggalkan Luhan. Sesampainya di Villa. Aku terkesiap. Dibelakang villa ini langsung ada pemandangan Pantai dengan pasir yang indah. “Sehun-ah, indah bukan?” tanya Yoona menghampiriku. “Lebih indah dari pemandangan buku-bukumu itu eoh?” Yoona terkekeh. “Ya, bahkan lebih indah darimu.” godaku. “Ya! Kau!” Yoona segera mengejarku yang sudah berlari lebih dulu. Luhan POV Aku melihat dari kejauhan Sehun dan Yoona yang sedang bermain di Pantai. Sedangkan Chanyeol dan Sooyoung sedang menata villa. “Luhan! Apa yang kau lihat?” tanya Sooyoung. Aku terkejut. “Ah ani.” Aku segera membetulkan posisiku tidak menghadap jendela. “Kau menyukai Yoona bukan?” glek. Tepat sasaran. “Ah … menurutmu?” tanyaku balik. “Menurutku iya.” ucapnya yakin. “Ya, aku menyukainya. Tidak. Aku mencintainya. Tapi sepertinya hanya Sehun dihatinya.” gumamku melihat mereka menyipratkan air satu sama lain. “Yah kau harus bersabar. Cinta tak harus memiliki.” jawab Sooyoung. “Sama seperti aku. Aku mencintai Chanyeol tapi dia tidak pernah peka memang.” Sooyoung mendengus kesal. “Ya! Ada apa?” tanya Chanyeol tiba-tiba. “Ani.” jawabku dan Sooyoung. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Tak terasa 3 hari kami sudah menginap di Jeju. Sangat mengasyikkan. Malam ini malam terakhir kami di Jeju. Kebetulan aku sekamar dengan Sehun. Saat aku sedang di luar bermain game dengan Chanyeol, Sehun memanggilku. “Hyung aku mau bicara sebentar.” ujarnya. “Ada apa?” tanyaku. Aku mengikutinya kedalam kamar. “Tolong … jaga Yoona, Hyung. Jaga dia.” tiba-tiba wajahnya murung. “Aku baru ingat kata dokter bahwa usiaku hanya tinggal sebulan menurutnya. Aku tak ingin dia terpuruk. Aku tahu kau menyayanginya Hyung.” jelas Sehun. Setetes air mata keluar dari pelupuk matanya. “Apa yang kau bicarakan Sehun-ah …” kataku bingung. “Aku tahu kau mencintai Yoona, hyung. Sudah tercetak jelas dimatamu saat memandangnya. Maka saat aku dipanggil tuhan nanti, kau harus menjaganya. Ingat?” pesan Sehun. Sungguh aku sangat takut melihat suasana ini. Sehun adalah sahabatku. Aku akan merasa kehilangan jika ia pergi selamanya. “Baiklah …” aku mendesah kecil. Aku tak tahu perasaanku sekarang. Antara senang dapat memiliki Yoona atau sedih akan ditinggal Sehun. “Gomawo hyung. Gomawo.” Sehun memelukku. ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Sepulang dari Jeju, Sehun dirawat dirumah sakit. Mendengar kabar itu aku, Yoona, Sooyoung, dan Chanyeol selalu menjenguknya sepulang kuliah. Yoona di kampus juga berubah drastis. Ia lebih sering termenung. Tidak ceria seperti biasanya. “Yoong … mau pergi ke rumah sakit? Hm?” tawarku menepuk bahunya. “Tentu, Han.” jawabnya mengikutiku. Di Rumah Sakit, kami disambut oleh Sehun yang koma. “Se-se-Sehun-ah … hiks … mengapa kondisimu seperti ini … hiks … hiks …” Yoona menangis sejadi-jadinya. Aku terdiam. Membeku ditempat. “Jangan tinggalkan aku Sehun-ah … hiks … hiks … kau berjanji selalu disisiku kan?! hiks …” Yoona memegang tangan Sehun erat. “Yoong …” hatiku tercabik-cabik melihat Yoona menangis. Reflek aku memeluknya erat. Entah kerasukan apa, Yoona menangis dipelukanku. “Sudah lebih tenang?” tanyaku. “Ne. Gomawo Luhan-ah.” ucapnya dengan mata yang membengkak. “Uljima … kau harus berdoa untuk kesembuhan Sehun, Yoong.” ucapku. “Sebenarnya Sehun sakit apa Han? Tolong beritahu aku. Jebal.” Yoona memohon kepadaku saat kami keluar dari ruang rawat Sehun. Oh tuhan bantu aku. Apakah aku harus memberi tahunya? “Kau harus memberitahunya Hyung. Ini sudah saatnya.” tiba-tiba terdengar suara Sehun ditelingaku. “Gomawo hyung sudah membuatnya berhenti menangis. Andai aku bisa mengusap airmatanya. Tetapi rasanya tubuhku susah digerakkan.” Suara Sehun terdengar lagi. “Ingat hyung kata-kataku? Jaga Yoona, jangan membuatnya menangis untuk kedua kalinya. Aku memang bodoh membuat yeoja yang kusayang menangis seperti ini.” “Apapun yang terjadi jagalah dia. Ini permintaan terakhirku hyung. Dan tolong berikan ia surat yang kuberi kepadamu dua hari yang lalu. Buat ia melupakanku agar aku tenang Disana.” Sekelebat bayangan Sehun lewat didepanku. Waktu terasa berhenti. “Oh …. Sehun …” ucapku. Suaraku tercekat.

-To Be Continued-

Bagaimana readers? Ancurkah? Aku tak bisa berkata apa-apa, yang penting comment. Annyeong *pergi gandeng Chanyeol*😄

13 thoughts on “Everything Has Changed (Part 2)

  1. .itu sehun nya bnar2 ud meninggal nhe d’ff nhe? Masa sihc? Aigoo thor, gk rela bnget kalau sehun bkal mati😥 kyak gtu.
    Alurnya brasa kcepatn gt truz momentnya jg rada kurang.. But, I like too.. Next chapternya ud ad blum?🙂

  2. .itu sehun nya bnar2 ud meninggal nhe d’ff nhe? Masa sihc? Aigoo thor, gk rela bnget kalau sehun bkal mati😥 kyak gtu.
    Alurnya brasa kcepatn gt truz momentnya jg rada kurang.. But, I like too.. Next chapternya ud ad blum?

  3. sehunnya meninggal?? huwaaa…. gak rela!!!!!
    tapi baik sehun ataupun luhan, dua2nya aku suka… jadi gak papa deh, entar kalo sehunnya masih hidup, yoona bingung mau pilih siapa? jadi lebih baik sehun meninggal aja biar kalo endingnya luyoon, sehun gak jadian ama siapa-siapa #kejam *digampar Whirlwinds*
    hhehehe soalnya gak rela liat sehun jadian ama cwek lain selain yoona…. bener deh!
    next chap jangan lama-lama thor… luyoonhun jjang!!!

  4. bgs koq thor..
    kira2 yoona ntr bs nerima kehadiran luhan ga ya stlh sehun pergi…
    huaaaaah.. di tggu kelanjutanx thor

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s