Mission Become Love (Chapter 2)

Image

Tittle : Mission Become Love

Author : Kiddotiara

Genre : Romance, Fantasy

Main Cast :

–          SNS D Im Yoona

–          EXO K Oh Sehun

Support Cast : Find them by yourself

                                                                  Rating : PG 13

Length : Chaptered

Disclaimer : Cast belong to God. And, the story is mine

Warning : Typo, Alur, Feelnya ga dapet

A/N : Annyeong Haseyo ^^/ kali ini aku bawa FF Mission Become Love. Maaf ya jika feel nya kurang dapet, atau alur nya ga jelas. Aku masih belum bisa kayak Author-author lain. Karya mereka bagus-bagus. Sedangkan aku biasa aja. Jeongmal Mianhaeyo T-T Hope you like it :’)

Mianhae ini aku ngepostnya terlalu lama T-T karena kemarin-kemarin aku sibuk (?) *abaikan dan juga aku lagi terkena WB hiks T-T

Thanks for Poster Lee Yongmi (Cafeposterart.wordpress.com)

Don’t Bash this pairing, okay ? because it just Fanfiction ^^

Oh iya, disini ceritanya umurnya sama semua ^^

Happy Reading readers ^^/

-Mission Become Love-

Sinar orange mulai menyapa dunia setelah beberapa jam lamanya mengumpat dibalik sinar bulan. Seorang Namja ia terlihat masih terlelap dalam dunia mimpi. Hingga suara teriakan membangunkannya ia dari mimpinya.

“AAAAAA!” Teriak seseorang.

“Suara siapa itu ? mengangguku saja.” Ucap namja itu sambil menaruh tangannya ke arah kiri.

Sehun POV

“Suara siapa itu ? mengangguku saja.” Ucapku itu sambil menaruh tangannya ke arah kiri dengan malas.

“Tunggu seperti ada yang ganjil.” Ucapku beranjak bangun.

“Sejak kapan Umma tidur bersamaku ? bukankah Umma tidur bersama Appa di kamar mereka.” Ucapku dengan menaikkan alis kananku.

“AAAAA! Sehun!” Teriak seseorang.

“Itu suara Umma, lalu siapa orang ini ?” Tanyaku pada dirisendiri.

Ku coba memberanikan membuka selimut yang menutupi orang tersebut. Tiba-tiba ada orang tersebut beranjak bangun.

Aku mengernyitkan dahi.

“Siapa kau ? Mengapa kau ada di kamarku ?” Tanyaku pada seorang yeoja yang ada disampingku.

“S-siapa kau ?” Tanyanya kembali.

“Hei! Harusnya kau menjawab pertanyaanku!” Protesku.

“Dan kau tertidur bersama-ku.” Ucapku dengan pelan.

“MWO ?!?!” Ucap yeoja itu dengan

“Kau tertidur bersamaku Yeoja Aneh.” Ucapku.

“AIGO?!?! Apa yang kau lakukan padaku ?” Tanyanya sambil menarik selimut.

“Astaga, kau berlebihan sekali. aku tak melakukan apapun padamu. Yeoja Aneh.” Jawabku dengan malas.

“Kau yang aneh, namja Pabo!” Protesnya.

“SEHUNN!” Teriak seseorang kembali.

“Kyaa! Suara Umma. Apa yang terjadi ?” Ucapku sambil berdiri.

“Dan kau… ikut denganku!” Ucapku dingin sambil menarik tangan Yeoja yang ada di sampingku.

Aku mulai berjalan dengan malas.

“Sehuna! Lihat serangga itu. Umma sangat takut. Kyaa !” Ucap Umma ketakutan.

“Astaga! Hanya ini ? Umma tau hanya karena serangga ini Umma membangunkanku!” Protesku pada Umma.

“Lihat sudahku bunuh serangga ini!” Ucapku dengan malas.

“Ah… akhirnya…Umma tak perlu lagi membangunkanmu.” Ucap Umma dengan lega.

“Sekarang beritahu aku, siapa yeoja ini. Dan mengapa ia ada di kamarku.” Tanyaku dingin.

“Aigo! Umma lupa memberitahumu untuk tidur di kamar sebelah. Karena kau pulang terlalu malam. Dan Umma tak tega jika membangunkan Im Yoona.” Jawab Umma.

“Astaga Umma, dia siapa ?” Tanyaku kembali.

“Dia Im Yoona, anak teman Umma. Ibu nya menitipkannya karena harus pergi keluar Negri.” Jelas Umma padaku.

“Jam berapa sekarang ?” Ucapku pada Umma.

“Aigo! Kau sudah terlambat Sehun. Cepat mandi!” Perintah Umma.

“Yoona-ya, kau juga harus segera mandi, untuk sekolah pagi ini. Kau satu sekolah dengan Sehun.” Perintah Umma pada anak Yeoja yang bernama Im Yoona itu.

“Baik Umma.” Ucap yeoja itu segera menjauh dariku.

“MWO ?! Dia satu sekolah denganku ?” Kagetku.

“Cepat mandi! Apa kau ingin di hukum.” Perintah Umma.

-^^-

Yoona POV

“Ini sarapan untuk kalian berdua.” Ucap Umma sambil duduk di meja makan.

“Umma, sepertinya aku sudah terlambat. Aku berangkat!” Pamit Sehun.

“Sehun, kau berangkat bersama Yoona!” Perintah Umma.

“Ish! Baiklah. Cepat! Aku sudah terlambat.” Ucap Sehun dingin.

“Umma, aku berangkat!” Pamitku.

“Ne, hati – hati!” Ucap Umma.

“Cepat naik, atau kau akan aku tinggalkan!” Protes Sehun.

“Ne, ne.” Jawabku sambil mengerucutkan bibir mungilku.

-^^-

“Astaga, macet sekali!” Kesalku.

“Bagaimana jika kita terlambat ?” Tanyaku pada Sehun.

“Kita akan di hukum.” Jawabnya singkat.

“Kau memang Namja Pabo yang sangat menyebalkan.” Ucapku sambil ngerucutkan bibir mungilku.

“Terserah kau saja Yeoja Aneh.” Ucapnya sambil melajukan motornya dengan sangat cepat.

“SEHUN!!’

“Apa kau ingin membunuhku ?” Teriakku.

“Apa kau ingin kita terlambat, bodoh! Berpeganglah pada pinggangku.” Ucapnya.

“Hm, baiklah!” Ucapku sambil memeluk pinggangnya.

Jujur saja, aku sangat takut dengan keadaan ini.

“Hei, bisakah kau tidak terlalu berlebihan!” Ucapnya sambil terkekeh.

“Aku takut pabo!” Ucapku tetap memeluk pinggangnya.

“Kan senang bukan jika aku peluk seperti ini ? dan mungkin ini cara nakalmu! Huh.” Protesku.

“Diam, atau aku akan melajukannya lebih cepat lagi.” Ucapnya.

“Ne… ne.” Jawabku dengan malas.

Namja Pabo menyebalkan.

-^^-

“Mati! Kita akan di hukum.” Ucap Sehun mengagetkanku.

“Bagaimana ini ?” Bisikku pada Sehun.

“Baiklah! Ayo.” Ucap Sehun sambil menarik tanganku.

“Oh Sehun! Kau terlambat 15 menit. Dan kau harus di hukum.” Ucap Jung Songsaenim.

“Dan kau murid baru disini ?” Tanya Jung Songsaenim padaku.

“Ne Songsaenim.” Ucapku sambil menunduk.

“Kalian berdua di hukum. Berdiri di lapangan sampai jam pelajaran pertama selesai!” Perintah Jung Songsaenim.

“Baik Songsaenim.” Ucap kami berdua sambil berjalan menjauhi gerbang.

“Berapa lama kita akan dihukum eoh ?” Tanyaku pada Sehun.

“Sekitar 30 menitan.” Jawabnya.

“Hm, Baiklah.” Ucapku.

“Berapa lama kau akan tinggal di rumahku hm ?” Tanyanya.

“Setelah ibuku pulang dari luar Negri, hehe.” Jawabku sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal.

“Yeoja Aneh.” Ucapnya dengan nada pelan.

“Aku mendengarnya hm!” Protesku.

“Yeoja Aneh!” Ucapnya dengan nada lebih tinggi.

“Kau Namja Pabo!” Teriakku.

“Kau Yeoja Aneh!” Teriaknya.

“Aneh!”

“Pabo!”

“Aneh, pabo!”

“Pabo, menyebalkan!”

“Sehun, Im Yoona. Hukuman kalian ditambah 10 menit.” Ucap seseorang.

Aku membalikkan badanku.

“MWO?!?!” Kagetku.

“Hukuman kalian ditambah 10 menit.” Ucap Jung Songsaenim.

“Wae ?” Tanyaku.

“Kalian terlalu berisik.” Jawab Jung Songsaenim.

“Ini salahmu.” Kesalku pada Sehun.

“Salahmu!” Elaknya.

“Huh! Kau namja menyebalkan!”

Aku mengendus kesal.

-^^-

“Annyeong Haseyo!”

“Mianhae, kami terlambat.” Ucap Sehun.

“Apa kau murid baru ?” Tanya Park Songsaenim.

“Ne Songsaenim.”

“Silahkan perkenalkan namamu. Dan kau Sehun, silahkan duduk di bangku mu.” Perintah Park Songsaenim.

“Annyeong Haseyo. Im Yoona imnida. Kalian bisa memanggilku Yoona atau Yoong. Bangapta.” Ucapku.

“Silahkan duduk di bangkumu Yoona. Kau bisa duduk bersama Kim Taeyeon!” Perintah Park Songsaenim sambil menunjuk ke arah bangku itu.

“Ne Songsaenim.” Ucapku sambil berjalan menuju bangku itu.

“Annyeong Haseyo. Kim Taeyeon imnida. Kau bisa memanggilku Taeyeon atau Taeng.” Ucap yeoja yang bernama Taeyeon.

“Bangapta Taeyeon.” Ucapku.

-^^-

“Yoona, kau sangat cantik sekali.”

“Yoong, maukah kau ke kantin bersamaku.”

“Yoona, bolehkan aku meminta nomor handphone mu ?”

“Yoona, aku menyukaimu.”

Aku hanya terkekeh mendengar apa yang mereka bicarakan.

“Dan sekarang aku harus berpikir bagaimana, caranya untuk menanam seratus biji bunga ini.” Gumamku dalam hati.

“Aku tak mengetahui tempat – tempat disini.” Gumamku dalam hati.

“Hei Yoona-ya!” Panggil seseorang.

“Annyeong Taeyeon!”  Sahutku.

“Apa yang kau lakukan disini ?” Tanya Taeyeon.

“Hanya duduk saja.” Jawabku.

“Bagaimana jika aku menemanimu berkeliling di sini. Bukankah kau baru di sini ?” Tawar Taeyeon.

“Hm, ne. Kajja!” Ajakku pada Taeyeon.

Sehun POV

“Sehun Oppa, saranghae!”

“Sehun, mari ke kantin bersamaku!”

“Sehun kau sangat tampan!”

“Sehun aku menyukaimu!”

“Sehun, bolehkan aku meminta nomor Handphone mu.”

Kata – kata yang sering ku dengar hampir setiap hari itu membuatku muak. Entah apa yang mereka lakukan, aku tak pernah mengubrisnya.

“Tunggu Yeoja Aneh itu pergi bersama Kim Taeyeon.”

“Akan kemana ia ?” Gumamku dalam hati.

“Hei Sehuna!” Teriak seseorang yang membangunkan lamunanku.

“Ada apa ?” Tanyaku pada namja bertubuh tinggi.

“Yeoja yang bersamamu tadi, dia siapa ?” Tanya namja bertubuh pendek.

“Dia anak teman Ummaku. Wae ?” Jawabku.

“Ia sangat cantik.” Ucap namja berkulit hitam.

“Hm.”

“Bisakah kau mendekatkan ku padanya ?” Ucap namja bertubuh pendek.

“Maksudmu ?” Tanyaku.

“Aku menyukainya.” Jawab namja bertubuh pendek.

“Kami juga menyukainya, hei Baekki.” Ucap namja bertubuh tinggi dan berkulit hitam.

“Jika kalian menyukainya, silahkan saja. Tapi, berusahalah mendekatinya sendiri!” Ucapku sambil pergi.

“Eh Sehuna!” Teriak namja bertubuh pendek.

Aku tak menghiraukannya, kakiku sudah tak ingin melangkah ke arah mereka.

“Aku tak ingin merusak persahabatan kami.” Gumamku dalam hati.

“Aku penasaran dengan Yeoja Aneh itu. Ia dimana sekarang ?”

“Lebih baik aku mencarinya.” Ucapku sambil berjalan.

Sepertinya aku melihat mereka…

Aku melihat dua orang yeoja sedang berjalan bersama.

“Itu mereka!”

“Lebih baik aku mengikuti mereka.” Ucapku pelan sambil bersembunyi.

“Taeyeon-ah, bolehkah aku pergi ke toilet sebentar ?” Tanya Yoona pada Taeyeon.

“Tentu. Aku akan menunggumu di Perpustakaan ne.” Jawab Taeyeon.

“Ne, sampai berjumpa. Kekeke.” Ucap Yoona sambil terkekeh.

“Lebih baik aku mengikuti Yeoja Aneh itu.” Ucapku sambil melihat mereka dari tempat persembunyianku.

Yoona POV

“Baiklah, sepertinya aku harus sudah mulai menanam seratus biji bunga itu.” Gumamku dalam hati.

“Menanamnya di Taman.” Gumamku lagi.

Aku melihat sekelilingku. Melihat ke berbagai sudut arah.

“Sepertinya sepi.” Ucapku pelan.

“Aku harus mulai mengubah wujudku menjadi seorang peri.” Ucapku pelan.

Tring…

“Berapa biji bunga yang harus ku tanam sekarang ?” Ucapku sambil mulai terbang dengan sayapku.

“Mungkin sepuluh.”

“Baiklah.”

Tring…Tring… dan Tring…

“Hei!” Panggil seseorang.

“Astaga! Mengapa ada yang melihatku dalam wujud seperti ini.” Gumamku dalam hati.

“Ternyata kau adalah seorang Peri.” Ucapnya.

“Kau bisa melihatku ?” Ucapku sambil mencoba membalikkan badanku.

Mataku membulat sempurna.

“K-kau N-namja Pabo!” Kagetku.

“Wae ?” Tanyanya.

Ia sama sekali tak memandangku.

“Kau bisa melihat wujudku yang seperti ini ?” Jawabku sambil menatapnya.

“Entahlah.” Ucapnya singkat.

Dia memang Namja Pabo yang sangat menyebalkan.

“Ku mohon, jangan beritahu siapapun tentang ini.” Mohonku padanya.

“Baiklah, tapi kau harus memenuhi syaratku.” Ucapku.

“Syarat ? Mwo ?” Tanyaku sambil mencoba merubah wujudku.

Tring…

Aku berubah menjadi seorang manusia kembali.

Ia menatapku.

“Kau harus selalu mengikutiku, kemanapun.” Jawabku.

“Hanya itu ? Baiklah.” Ucapku.

“Oke.” Ucapnya sambil berlalu.

Tet… Tet…

“Sehuna! Tunggu aku!” Ucapku sambil berlari.

Dan ada sesuatu yang menghalangiku…

Aku tak dapat menyeimbangkan tubuhku dan…

Aku menutup mataku.

“Tunggu sepertinya ada yang menahanku ?” Gumamku dalam hati.

Aku membuka mataku perlahan.

Mataku terbelalak.

Sehun menahanku ?

“T-teri-ma k-ka…” Ucapku menggantung.

Ia mendekat wajahnya ke wajahku…

Semakin dekat…

10 cm

5cm

Dan

Hingga dera nafas kami terasa…

“Kau Nampak bodoh!” Ledeknya sambil mencoba menjatuhkanku lalu berlalu dihadapanku.

“Ish kau namja menyebalkan…” Aku mengendus kesal lalu berusaha untuk berdiri, sambil memegang pinggangku yang sakit.

“Mengapa namja seperti dia, harus ada di dunia ini ?!” Kesalku.

“Awas saja aku akan membalasnya.” Ucapku.

Aku berjalan dengan perlahan.

“Baiklah sepertinya aku harus ke kelas, mungkin Taeyeon sudah kembali ke kelas.” Ucapku.

-^^-

Sehun POV

“Apa aku menyukai Yeoja Aneh itu ?”

“Tidak mungkin!”

“Aku tak boleh menyukainya.”

“Sehun!” Panggil seseorang.

Aku membalikkan wajahku kebelakang.

“Ada apa ?” Tanyaku.

“Apa kau melihat Im Yoona ?” Tanya orang itu.

“Ne, sepertinya ia akan ke kelas. Lebih baik kau ke kelas saja.” Jawabku sambil berlalu.

“Ne, terimakasih.” Teriaknya.

-^^-

Tet… Tet…

“Baiklah, apa kalian mengerti tentang pelajaran hari ini ?” Tanya Lee Songsaenim.

“Sekarang, kalian boleh pulang.” Ucap Lee Songsaenim sambil berjalan keluar.

“Yoong! Mari pulang bersamaku.” Ucap namja bertubuh pendek yang bernama Baekhyun.

“Yoona, akan pulang bersamaku!” Ucapku spontan lalu menarik tangannya.

“Hei!” Teriak orang tersebut.

Aku tak menghiarukannya, aku tetap menarik tangan Yoona, dan berjalan.

“Cepat naik!” Perintahku pada Yoona.

“Baiklah.” Jawabnya sambil menaiki motorku.

Aku segera melajukan motorku dengan sangat cepat.

Yoona memeluk pinggangku dengan sangat erat, sepertinya ia takut.

-Keesokan harinya-

Tok… Tok…

“Sehun!” Panggil seseorang sambil mengetuk pintu kamarku.

“Ayo bangun!”

“Ne Umma!” Sahutku dengan malas sambil membuka pintu kamar.

“Cepat mandi! Liat Yoona sudah bersiap!” Perintah Umma.

“Ne, ne.” Ucapku dengan malas.

Yoon POV

“Sehun! Ini sarapan untukmu.” Ucap Yoona.

“Sepertinya aku tidak akan sarapan.”

“Ayo cepat, kau ingin kita terlambat!” Perintahnya sambil berlalu dihadapanku

Aku hanya mengendus kesal melihat tingkahnya.

“Hei! Cepat!” Peintahnya lagi.

“Menyebalkan!” Ucapku sambil mengikutinya.

“Sehun! Ia kau tidak boleh melajukan motormu dengan cepat lagi.” Perintahku.

“Hm.” Ucapnya singkat lalu, melajukan motornya dengan cepat.

“SEHUNA!!!” Teriakku sambil memegang pinggangnya dengan erat.

“Kau memang mungkin ditakdirkan untuk menjadi orang yang menyebalkan Sehuna! Huh” Kesalku.

“HAHA.” Tawanya.

Author POV

-Sesampainya di Sekolah-

“Hei Yoona-ya!”

“Kau sudah sampai ternyata.”

“Yoona-ya, aku menyukaimu.”

“Yoona-ya, apa hubunganmu dengan Sehun ?”

“Yoona-ya, mari ke kelas bersamaku.’

“Yoona-ya, kau sudah sarapan ?”

“Yoong, kau hari ini sangat cantik sekali.”

“Yoong, boleh aku meminta nomor Handphone mu ?”

Namja berkulit putih hanya mendengus kesal di tengah kerumunan orang – orang itu. Ia pun segera melangkah kan kakinya menjauh.

Yeoja berparas cantik hanya aneh melihat orang – orang di sekelilingnya lalu pandangannya focus kedepan, ke arah dimana sang namja itu menjauh.

“SEHUNA!!!”

“Tunggu aku!” Teriak yeoja berparas cantik, sambil mencoba menembus kerumunan orang – orang yang ada disekelilingnya tanpa memperhatikan arah jalannya.

Dan…

BRUK!!!

Yeoja berparas cantik itu menabrak seseorang.

-TBC-

Gimana readers ? tambah absurd atau gimana ? sekarang panjangkan kkk :p

Jangan lupa Komen dan Likenya biar aku semangat ngelajuntinnya T-T)9

Jeongmal Mianhae aku lama ngepostnya T-T

Author mau ngilang dulu~ papay (?) ‘-‘)/

Tring (?)

34 thoughts on “Mission Become Love (Chapter 2)

  1. untuk menjadi lebih baik itu bertahap loh.. buat bisa seperti apa yg kita harapkan itu bisa asalkan selalu berlatih dan terus berlatih. hehe /sok bijak/
    jangan ngomong gitu ya thor.. ffmu baguss. daebak.

    ne thor ditunggu next chap.. hwaiting !!!
    ^^

    • asikk ^^~~ aku suka kata katanya lho😀 gomawo amii ^^~~ tapi aku merasa seperti itu uou. mianhae ini balas komennya lama banget uou akhir akhir ini sibuk. ditunggu neee ^^~~~

  2. kyaa, daebak ^^ Sehun kyaknya udh mulai suka sma yoona hehe.-.^ itu yg yoona tabrak siapa? namja kah? ato yeoja? hmm. aku tnggu chap berikutnya ya chingu ^^ hwaiting ne ‘-‘)9

  3. daebak author, yoona ketauan sama sehun klo dy peri..trus yg d tabrak yoona siapa tuh? apakah ada penggemar lagi? hehe next author

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s