[Freelance] Belief In Love

belief in love

Belief in Love

by rizuki07

main cast Kim Jongin – Im Yoona

other cast Lee Hyukjae – Kris Wu – Jung Jessica

genre Married Life – Romance

rating PG-15

disclaimer This fanfiction is purely my own. Cast belong’s God. I just borrowed the names of characters and places. Don’t plagiat this FF!

Please keep RCL – Hope you like it

Happy reading

2013©rizuki07

 

Di depan rumah yang cukup besar, terlihat seorang wanita tengah berjalan mondar-mandir seraya mengusap-usap kedua tangannya karena hawa dingin yang ia rasakan. Ia kembali memperhatikan ke arah jalan yang tampak sepi, kemudian melihat ke arah jam tangan yang dikenakannya. Siapapun yang melihatnya, jelas dapat menyimpulkan bahwa wanita itu sedang menunggu seseorang.

Tak berapa lama kemudian, terlihat dari arah kanan ada sebuah mobil yang melaju perlahan hingga akhirnya berhenti tepat di depannya. Seorang pria bergegas keluar dari dalam mobil, lalu menghampirinya.

“Yoona, apa yang sedang kau lakukan di sini?”

Wanita bernama Yoona itu hanya tersenyum tipis menanggapi pertanyaan yang dilontarkan oleh pria yang tidak lain adalah suaminya.

“Tentu saja menunggumu pulang, Kai,” ucapnya menjawab pertanyaan suaminya, Kim Jongin atau yang akrab dipanggil Kai.

Kai tersenyum. Melihat tubuh istrinya yang sedikit mengigil, pria itu langsung melepas jasnya, lalu memakaikan pada tubuh Yoona untuk menghangatkannya.

“Untuk apa menungguku di luar? Kau bisa menungguku di dalam, di luar sangat dingin,” ucap Kai cemas.

Mendengar nada cemas dari suaminya itu, justru membuat Yoona tersenyum kecil.

“Kenapa?” tanya Kai bingung.

“Aku senang, jika kau mengkhawatirkanku,” jawab Yoona polos.

Kai pun tersenyum mendengar penuturan istrinya tersebut. “Kau ini. Sudah pasti aku akan selalu mengkhawatirkanmu. Kau adalah wanita yang sangat kucintai.”

Usai melontarkan kalimat pujian tersebut, pria itu mendaratkan sebuah kecupan di kening Yoona. Sikapnya itu membuat Yoona kembali tersipu. Wajahnya tampak bersemu merah.

Kajja, kita masuk lalu segera tidur,” ajak Kai seraya merangkul Yoona.

Yoona mengangguk lalu berjalan bersama Kai memasuki rumah mereka.

+ + +

Suara detak jam dinding terdengar begitu keras di telinga Kai. Semula matanya yang sudah terpejam, kini justru terbuka diiringi tubuhnya yang terbangun dari posisi tidur. Entah kenapa, malam ini Kai sulit untuk tidur.

Kedua matanya menoleh ke arah Yoona yang tampak tertidur nyenyak di sampingnya. Kai memperhatikan dengan seksama setiap bagian dari wajah istrinya. Mata indah yang kini tengah terpejam, kemudian bibir mungilnya yang terlihat sangat manis ketika sedang tidur, membuat wajah Kai tersipu memandangi kecantikan yang dimiliki oleh istrinya. Kai tidak habis pikir, istrinya itu tetap terlihat cantik walaupun sedang dalam kondisi tidur.

Perlahan tangannya membelai lembut rambut halus Yoona. Ia kembali mendaratkan kecupan pada kening Yoona tanpa sepengetahuan istrinya tersebut. Kai membuka selimut lalu berjalan keluar dari kamar dengan langkah yang begitu pelan agar tidak membangunkan istrinya. Pria itu berjalan menuju ruang makan.

Kai membuka pintu lemari es, kemudian mengambil air dingin untuk diminum. Setelah meneguk minumannya sampai habis, ia terduduk di salah satu kursi ruang makan. Wajahnya yang semula tampak cerah tiba-tiba berubah murung. Kai sedang memikirkan sesuatu. Sejak kepulangannya dari tempat bekerja, ia berusaha menutupi kondisi hatinya yang tidak terlalu baik di hadapan Yoona. Kai kembali teringat dengan ucapan Eunhyuk, sahabat sekaligus rekan kerjanya.

+

“Kau yakin Yoona tidak berselingkuh?”

Kai menoleh tajam ke arah Eunhyuk yang tengah menikmati satu cup kecil mie instant. Bersama Eunhyuk, Kai sedang bekerja lembur sehingga mengharuskannya untuk makan malam di tempat bekerja.

“Apa maksudmu?” tanya Kai dengan nada meninggi. Cup mie instant yang sedang disantap ia letakkan sejenak di meja kerjanya.

“Ah, maaf. Sepertinya aku salah bicara . . .” ujar Eunhyuk cepat lalu berusaha kabur meninggalkan Kai.

Kai menarik lengan Eunhyuk hingga sahabatnya itu berhenti. “Apa yang tidak kuketahui tapi kau mengetahuinya?”

Eunhyuk menggigit bibirnya, lalu menunduk dan memohon agar Kai melupakan apa yang sudah Eunhyuk ucapkan. Tapi, Kai terlanjur penasaran dan terus memaksa Eunhyuk untuk menceritakan semuanya. Karena tidak bisa menolak permintaan sahabatnya tersebut dan akibat dirinya yang kelepasan bicara, Eunhyuk menceritakan semuanya pada Kai.

“Kau melihat Yoona pergi dengan seorang pria?” tanya Kai kaget.

Eunhyuk mengangguk pelan, sangat pelan. Ia bisa merasakan hawa panas dari Kai.

“Ah, kurasa bukan Yoona. Aku pasti salah orang,” ujar Eunhyuk kemudian untuk meredam emosi Kai.

Namun, bukannya mereda, emosi Kai justru memuncak. “Kau jangan mempermainkanku! Sejak tadi perkataanmu berubah-ubah dan tidak konsisten!”

“Baiklah, itu memang Yoona yang sedang pergi dengan pria lain!” bentak Eunhyuk.

“MWO?! Kau pasti salah orang!”

Eunhyuk mendecak kesal. “Aish, kau menyuruhku untuk kosisten dan aku sudah mengatakannya sekali lagi bahwa wanita yang kulihat itu memang istrimu, Yoona.”

Kai menata nafasnya yang menderu kencang. Kemudian, ia menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya. Usaha yang dilakukan untuk menenangkan diri.

“Pria itu, secara postur lebih tinggi darimu. Aku melihat mereka berdua sedang asyik berbicara di salah satu kafe yang ada di pusat perbelanjaan,” ucap Eunhyuk kemudian.

“Kapan kau melihatnya?” tanya Kai.

“Seminggu yang lalu . . .”

+

“Seminggu yang lalu?”

Kai terdiam sejenak. Ia mencoba mengingat kejadian seminggu yang lalu. Wajahnya tampak serius.

“Seminggu yang lalu . . . bukankah Yoona pergi mengunjungi kedua orang tuanya?” gumam Kai lirih.

“Kai . . .”

Pria itu melonjak kaget saat mendengar suara yang memanggilnya. Kedua matanya tertuju pada Yoona yang sudah berdiri di sampingnya. Wanita itu tengah mengusap-usap kedua matanya sembari menguap karena masih mengantuk.

“Yoona, kenapa kau bangun?” tanya Kai masih dengan wajah kagetnya.

Dengan energi yang belum terkumpul sepenuhnya, Yoona berusaha menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Kai. “Seharusnya aku yang bertanya padamu. Kenapa kau ada di sini? Kau tidak tidur?”

“Aku hanya ingin mengambil air minum saja,” jawab Kai cepat.

“Hanya mengambil air minum, kenapa lama sekali?” tanya Yoona.

Kai tersenyum. Kemudian beranjak dari posisi duduknya.

“Baiklah, kita kembali ke kamar,” ajak Kai seraya membopong tubuh Yoona dan sukses membuat Yoona menjerit karena kaget.

“Kau ini, tidak perlu melakukan hal ini kan?” tanya Yoona tersipu.

Kai mencium pipi Yoona dan kembali membuat wajah istrinya tersebut memerah. Keduanya pun berjalan menuju kamar mereka.

 

ooOoo

Suara kicauan burung di pagi hari, sukses membangunkan Kai yang masih tidur di kamarnya. Perlahan ia membuka kedua matanya, kemudian memalingkan wajahnya ke arah samping. Ia tidak melihat sosok istrinya. Ya, seperti biasa, Yoona memang sudah bangun lebih awal dibandingkan dirinya. Itulah kewajiban yang memang harus dilaksanakan oleh seorang istri. Apalagi jika bukan menyiapkan sarapan untuk keduanya.

Kai termenung sejenak setelah beranjak dari posisi tidurnya. Pria itu masih terduduk di ranjangnya.

“Sudahlah. Lebih baik aku tidak terlalu memikirkan cerita dari Eunhyuk. Aku percaya jika Yoona tidak berselingkuh di belakangku,” gumam Kai meyakinkan diri.

Kai bergegas merapikan selimut, kemudian bersiap-siap untuk pergi bekerja. Selesai mandi, Kai mengenakan jas yang biasa ia kenakan, kemudian keluar dari kamar untuk menikmati sarapan yang sudah disiapkan oleh Yoona.

Bukan Kai namanya jika tidak memperlakukan istrinya dengan mesra. Pria itu tidak langsung segera duduk di kursinya, melainkan justru memeluk Yoona yang sedang mengoles selai di atas roti.

“Pagi istriku . . .” sapa Kai dengan nada mesra. Kemudian mendaratkan ciuman di pipi kanan Yoona. Istrinya itu hanya tersenyum, seolah sudah biasa dengan rutinitas yang dilakukan Kai padanya setiap pagi.

“Apa tidurmu semalam nyenyak?” tanya Yoona.

“Tentu. Setiap malam tidurku selalu nyenyak karena ditemani oleh seorang bidadari,” jawab Kai kembali memuji Yoona.

“Sudah hentikan. Lebih baik segera makan sarapanmu,” ucap Yoona.

Kai mengangguk. Keduanya pun menyantap hidangan sarapan roti dan segelas susu yang sudah disajikan di meja makan oleh Yoona.

Di sela-sela kegiatan sarapan mereka, Kai diam-diam terus mengawasi gerak-gerik Yoona. Kai ingin menanyakan perihal apa yang dikatakan Eunhyuk kemarin, namun dirinya merasa ragu karena takut jika menyinggung perasaan Yoona. Walaupun ia percaya jika Yoona tidak berselingkuh, tetap saja ia terpengaruh oleh ucapan Eunhyuk dan memikirkan apa yang dikatakan oleh sahabatnya kemarin.

“Ada apa?” tanya Yoona bingung saat melihat suaminya terdiam.

Kai tersadar dari lamunannya dan menggeleng cepat ke arah Yoona. “Tidak ada apa-apa.”

Kai memutuskan untuk mengabaikan ucapan Eunhyuk dan kembali bersikap biasa. Pria itu tampak mempercepat kegiatan sarapannya dan bergegas berangkat ke kantornya. Yoona sendiri tidak lupa mengantarkan suaminya sampai depan pintu rumah.

DRRT! Saat Yoona sedang menutup pintu rumah, tiba-tiba ponselnya berdering. Wanita itu langsung mengambil ponselnya dan mendapati ada panggilan masuk.

Yeoboseyo . . .”

“. . .”

“Tidak. Ada apa, Kris?”

“. . .”

“Makan siang bersama? Tentu aku mau.”

“. . .”

“Baiklah, kita bertemu di Heaven.”

KLIK! Yoona mematikan ponselnya lalu bergegas kembali melanjutkan pekerjaan rumahnya sebagai seorang istri.

Tanpa sepengetahuan Yoona, rupanya Kai belum benar-benar berangkat ke kantornya. Pria itu masih berdiri di depan pintu rumah dengan raut wajah yang tampak shock.Pembicaraan yang baru saja dilakukan oleh Yoona, Kai mendengarnya.

+ + +

“Kris?”

Kai mengangguk pelan mendengar Eunhyuk menanyakan hal yang baru saja ia ceritakan padanya. Keduanya tengah mengobrol di ruang kerja Kai.

“Mungkinkah itu nama dari pria yang kulihat bersama Yoona?” tanya Eunhyuk.

“Entahlah,” jawab Kai cuek. Kemudian wajahnya terdiam sejenak, seolah sedang memikirkan sesuatu.

“Ada apa?” Eunhyuk penasaran dengan perubahan raut wajah Kai.

“Tapi, kurasa sepertinya memang dia orangnya. Tadi, aku tidak sengaja mendengar percakapan Yoona melalui ponsel. Dia memang sempat menyebutkan nama ‘Kris’ lalu seperti mengiyakan ajakan orang yang sedang meneleponnya itu untuk makan siang bersama,” ujar Kai.

CTAK!Eunhyuk menjentikkan jarinya dan memasang wajah dengan ekspresi layaknya detektif yang sedang menangani suatu kasus.

“Ayo kita cari tahu,” usul Eunhyuk tiba-tiba.

“Caranya?” tanya Kai penasaran.

Eunhyuk menyipitkan kedua matanya ke arah Kai. “Kita ikuti Yoona. Tujuannya untuk mencari tahu kemana saja dia pergi jika kau sedang bekerja. Untuk memastikan jika dia memang tidak berselingkuh di belakangmu.”

“Yoona tidak mungkin berselingkuh!” bantah Kai.

“Aish, sudahlah! Lebih baik segera telepon Yoona dan tawarkan padanya untuk makan siang bersama. Sekarang sudah waktunya untuk makan siang bukan?” ucap Eunhyuk seraya memperhatikan jam di ruang kerja Kai.

Kai menahan kesal atas sikap sahabatnya. Eunhyuk benar-benar bersi keras jika istrinya itu berselingkuh. Kai meraih ponsel yang diletakkan di meja kerjanya, kemudian menekan satu nomor melalui daftar cepat.

Yeoboseyo . . .”

“Ah, istriku?”

Ada apa?

“Aku ingin mengajakmu makan siang bersama hari ini. Bisakah kau datang ke kantorku?”

Mianhae, sebenarnya aku ingin. Tapi, saat ini aku sedang makan siang bersama seseorang.

TUT. TUT. Kai tercengang. Raut wajahnya terlihat shock sehingga membuat Eunhyuk menatapnya bingung.

“Ada apa?”

“Terputus,” ucap Kai dengan nada cemas.

“Dia sengaja mematikan ponselnya?” tanya Eunhyuk kaget.

Kai masih tidak percaya dengan kejadian yang baru saja menimpanya. “Katanya dia sedang makan siang bersama seseorang. Tapi, aku tidak tahu dengan siapa karena tiba-tiba sambungan kami terputus.”

Eunhyuk tersenyum menyeringai. “Sudah kuduga. Pasti dengan pria bernama Kris itu.”

“Tidak mungkin,” balas Kai membela istrinya.

“Kau tahu tempat yang akan didatangi Yoona untuk makan siang? Bukankah kau sempat mencuri dengar pembicaraan Yoona tadi pagi?” tanya Eunhyuk mengabaikan kondisi Kai yang masih shock.

Kai terdiam sejenak. Mencoba mengingat kembali peristiwa tadi pagi.

“Baiklah, kita bertemu di Heaven”

“Aku tahu! Kafe Heaven,” ucap Kai setengah berteriak.

“Bagus. Kita ke sana sekarang dan kita buktikan ucapanku tidak mungkin salah,” ajak Eunhyuk.

Kai mengangguk pelan. “Tapi, aku tetap berharap jika ucapanmu salah.”

“Kita lihat saja nanti,” ucap Eunhyuk seraya tersenyum menyeringai.

Mata Kai menoleh tajam ke arah Eunhyuk yang seolah tanpa dosa mematahkan kepercayaan Kai terhadap Yoona. Keduanya bergegas meninggalkan perusahan dan pergi menuju Kafe Heaven.

+ + +

“Aish, kenapa terputus?”

Yoona memperhatikan ke arah layar ponselnya yang tiba-tiba gelap. Ia mencoba menyalakan kembali ponselnya, tapi ternyata baterai ponselnya habis.

“Ada apa?”

Yoona menoleh ke arah pria yang duduk di hadapannya. Saat ini, ia tengah menikmati makan siang bersama dengan pria yang secara fisik berparas tampan dan berperawakan tinggi.

“Bukan apa-apa, Kris. Baterai ponselku habis,” ucap Yoona.

Pria bernama Kris itu hanya mengangguk-angguk menanggapi jawaban Yoona. “Apakah, tadi suamimu yang menelepon?”

Ne. Dia ingin mengajakku makan siang bersama. Tapi, aku sendiri sudah ada janji denganmu,” jawab Yoona cuek seraya menyantap pesanannya.

“Kau tidak mengatakan apapun pada suamimu tentang rencana kita makan siang bersama?” tanya Kris kaget.

Yoona menggeleng pelan seraya terkekeh.

“Hei, jika suamimu salah paham bagaimana? Nanti dia berpikir jika kita—”

“Selingkuh? Mana mungkin Kai berpikir seperti itu,” potong Yoona sambil tertawa.

Kris pun tidak bisa menahan tawanya saat melihat ekspresi Yoona. Keduanya pun melanjutkan kegiatan makan siang mereka. Tanpa disadari, dari kejauhan ada dua pria yang tengah memperhatikan mereka. Dua pria itu tidak lain adalah Kai dan Eunhyuk. Ekspresi wajah Kai, sudah jelas jangan ditanyakan lagi. Kemarahan tampak terlihat jelas di wajah Kai. Sementara Eunhyuk, tanpa memikirkan perasaan sahabatnya, ia justru terlihat senang karena dugaannya benar.

“Kau lihat? Ucapanku benar bukan? Yoona memang sedang pergi dengan seorang pria. Itu artinya, dia berselingkuh,” ucap Eunhyuk yang terdengar tidak menenangkan Kai, namun justru memperkeruh suasana hati Kai.

Tangan Kai mengepal. Pria itu menggeram menahan amarahnya yang kini memuncak.

Eunhyuk mungkin baru menyadari jika perkataannya salah. Saat berusaha menepuk bahu Kai untuk menenangkan sahabatnya tersebut, Kai justru sudah melenggang pergi meninggalkan kafe. Sedetik kemudian ada perasaan bersalah tergurat di wajah Eunhyuk. Sebelum menyusul Kai, Eunhyuk kembali memperhatikan Yoona yang masih asyik bersenda gurau dengan pria yang tidak mereka kenal itu.

“Aku turut prihatin, Kai,” gumam Eunhyuk lalu bergegas pergi meninggalkan kafe.

+ + +

Setibanya kembali di kantor, Kai tidak bisa mengendalikan emosinya. Konsenstrasi bekerjanya buyar seketika. Kai tidak bisa fokus. Berusaha keras mengesampingkan masalah pribadinya, tetap saja pemandangan Yoona dengan pria yang tidak ia kenal masih terngiang dalam kepalanya.

“Arrgh!” runtuk Kai kesal.

Nafas Kai menderu kencang. Pria itu menjatuhkan tubuhnya di kursi kerjanya. Matanya terpejam. Kai berusaha mengatur suasana hatinya.

Eunhyuk yang berada di luar ruang kerja Kai hanya bisa memandangi dari kaca, tanpa berani mendatanginya. Ia tahu, saat ini sahabatnya tersebut sedang membutuhkan waktu untuk sendiri.

“Maaf, Tuan Lee . . .”

Eunhyuk menoleh ke arah wanita yang tidak lain adalah sekertaris pribadi Kai, Sekertaris Park. Kai sendiri adalah seorang general manager dari perusahaan milik kedua orang tuanya yang bergerak di bidang pengembangan produk-produk elektronik. Sedangkan Eunhyuk merupakan kepala divisi pemasaran.

“Ada apa, Sekertaris Park?”

“Nyonya Kim datang,” jawab Sekertaris Park.

“Nyonya Kim? Maksudmu Yoona?” tanya Eunhyuk memastikan.

Sekertaris Park mengangguk. Tak lama kemudian Yoona sudah tiba di depan ruang kerja Kai. Eunhyuk tampak kaget melihat kehadiran istri Kai tersebut.

“Eunhyuk-ah,” sapa Yoona.

Eunhyuk tidak membalas sapaan Yoona, namun justru menghalangi langkah Yoona yang mendekati pintu ruang kerja Kai.

“Ah, kau ingin bertemu Kai? Sepertinya, dia sedang sibuk,” ucap Eunhyuk seraya memaksakan diri untuk tersenyum.

Yoona mengernyitkan dahinya. “Benarkah? Tapi, aku ingin bertemu sebentar saja. Tidak lama.”

“Ah, sebaiknya jangan!” teriak Eunhyuk. Yoona dan Sekertaris Park dibuat kaget oleh suaranya yang tiba-tiba meninggi.

Yoona justru semakin penasaran atas sikap Eunhyuk yang dinilainya berlebihan. Wanita itu kemudian mencari kesempatan agar bisa lepas dari halangan Eunhyuk. Gerakan Yoona memang gesit. Pria itu pun tidak berhasil menghentikan Yoona yang kini berhasil masuk ke ruang kerja Kai.

“Pasti akan ada badai di ruang kerja Kai,” celetuknya lirih.

Yoona masuk ke ruang kerja Kai dengan senyum di wajahnya. Wanita itu memperhatikan suaminya yang tengah tertunduk.

“Kai,” panggil Yoona. Kemudian ia berjalan mendekati meja kerja Kai.

Namun bukannya membalas sapaan istrinya, Kai justru memutar kursi kerjanya dan kini duduk membelakangi Yoona. Kontan sikapnya tersebut membuat langkah Yoona terhenti.

“Untuk apa kau ke sini?” tanya Kai dingin.

DEG! Yoona menyadari ada perubahan sikap pada Kai. Tapi, ia tidak mau terlalu memikirkannya dan mencoba bersikap biasa terhadap suaminya.

“Kenapa justru bertanya? Sudah jelas aku ingin bertemu denganmu,” jawab Yoona.

Kai terdiam. Tanpa diketahui Yoona, wajahnya kembali terlihat muram, hanya saja ia tak ingin Yoona melihatnya.

“Sekarang sudah bertemu, lebih baik kau segera pulang,” ucap Kai.

“Kau marah padaku?” tanya Yoona kemudian. Wanita itu memang hafal kebiasaan Kai jika sedang marah. Membelakangi orang yang membuatnya marah dan selalu berkata dingin pada orang tersebut.

Kai tidak menjawab. Pria itu masih berupaya keras menahan rasa kesalnya.

“Jika kau marah padaku, karena aku menolak ajakan makan siang bersamamu, aku minta maaf. Sebelumnya aku sudah ada janji dengan seseorang, jadi—”

“Cukup! Kau tidak perlu mengatakan apapun padaku. Pulanglah!” suruh Kai dengan nada dingin.

Yoona yang sedari tadi ikut menahan emosi, akhirnya tidak sanggup dan menumpahkan semua kekesalannya pada sikap Kai yang begitu dingin.

“Baik. Jika itu maumu, aku pamit. Sejak tadi aku sudah berusaha bersikap baik padamu. Aku tidak tahu apa yang membuatmu begitu dingin padaku. Tapi, sikapmu ini telah menyinggung perasaanku!” bentak Yoona lalu keluar dari ruang kerja Kai.

BRAK! Pintu ruang kerja Kai sengaja dibanting oleh Yoona hingga sukses membuat Eunhyuk dan Sekertaris Park menatap kaget. Apalagi saat mendapati raut wajah Yoona yang terlihat memerah setelah meluapkan emosinya.

Yoona menoleh ke arah pintu ruang kerja Kai. Wanita itu bingung dengan sikap suaminya yang tiba-tiba berubah 180 derajat.

“Ada apa dengannya? Tadi pagi masih bersikap manis, kenapa sekarang bersikap dingin seperti itu?” cerca Yoona kesal.

“Sudah jelas karena kau berselingkuh . . .” celetuk Eunhyuk lirih.

MWO?” Yoona menoleh cepat ke arah Eunhyuk saat mendengar pria itu mengatakan sesuatu.

“Ah, tidak. Aku tidak mengatakan apa-apa,” elak Eunhyuk. Kemudian memperhatikan raut wajah Yoona. Sepertinya wanita itu tidak mendengar ucapannya. Pria itu pun bernafas lega.

“Sudahlah. Lebih baik kau pulang,” lanjut Eunhyuk.

Yoona menghela nafas. Kemudian melenggang pergi meninggalkan kantor Kai.

Diam-diam, dari balik ruang kerja, Kai terus mengawasi Yoona hingga istrinya tersebut pergi.

+ + +

Sepulang bekerja, Kai sepertinya masih memikirkan dugaan perselingkuhan yang dilakukan Yoona tadi siang. Pria itu tidak langsung pulang ke rumah, melainkan pergi untuk minum soju di salah satu tempat makan yang biasa berdiri di tepi jalan. Eunhyuk yang merasa khawatir dengan kondisi Kai, sengaja ikut agar bisa mengawasi sahabatnya tersebut.

“Kai . . .”

Kai tidak menjawab. Pria itu terus menuangkan soju ke dalam gelas berukuran kecil. Entah sudah berapa botol yang dihabiskan Kai. Pria itu sudah dalam kondisi mabuk.

“Tidak kusangka—” Kai tersenyum miris dalam kondisi mabuknya. “Pernikahan kami yang sudah berlangsung selama 2 tahun harus ternodai oleh perselingkuhan yang dilakukan Yoona.”

Eunhyuk mulai khawatir. Apalagi saat melihat Kai kembali memesan sebotol soju dan mulai menuangkan kembali ke dalam gelasnya.

“Hei, hentikan! Kau ini sudah terlalu banyak minum,” ucap Eunhyuk seraya menahan tangan Kai.

Kai menepis tangan Eunhyuk. “Kau jangan ikut campur!”

Eunhyuk tidak kehabisan akal untuk menghentikan kegiatan minum Kai. Pria itu langsung merebut sebotol soju dan gelas yang dipegang Kai. Kemudian, ia meletakkan uang pembayaran di meja lalu menarik Kai pergi untuk pulang ke rumah. Eunhyuk tahu, Yoona pasti menunggu Kai. Bagaimana pun juga, ia turut bertanggung jawab atas permasalahan yang terjadi antara Kai dan Yoona.

+ + +

Waktu menunjukkan tepat jam 11 malam. Yoona mulai diliputi perasaan gelisah. Sudah semalam ini tapi suaminya tak kunjung pulang. 3 jam Yoona berdiri di depan pintu rumahnya. Sayang, tanda-tanda kedatangan Kai belum terlihat juga.

“Kenapa semalam ini belum pulang?” gumam Yoona lirih seraya mengusap-usapkan kedua tangannya. Yoona tidak peduli dengan hawa dingin di luar rumah. Ia hanya ingin menunggu suaminya pulang. Walaupun sikap Kai tadi siang sangat dingin padanya, Yoona tetap tidak bisa meninggalkan kebiasaannya untuk menunggu Kai pulang.

Tak berapa lama kemudian, terdengar suara deru mobil yang perlahan mendekat. Yoona menyipitkan kedua matanya karena silau lampu mobil yang sudah berhenti di sisi kanannya. Yoona kaget saat melihat Eunhyuk keluar dari mobil Kai, kemudian memapah suaminya yang sudah dalam kondisi mabuk berat.

“Astaga! Kai!” seru Yoona panik seraya membantu Eunhyuk untuk memapah Kai ke dalam rumah.

Kai segera dibaringkan di kamarnya. Yoona sendiri merasa terkejut dengan kondisi Kai tersebut. Tidak seperti biasanya, Kai pulang dalam kondisi mabuk berat.

“Sebenarnya ada masalah apa?” tanya Yoona pada Eunhyuk.

Eunhyuk terdiam. Ia sendiri tidak bisa mengatakan apapun pada Yoona.

“Sebaiknya, kau tanyakan sendiri pada Kai,” jawab Eunhyuk. “Aku pamit.”

Sepeninggalan Eunhyuk, Yoona memandangi raut wajah suaminya yang terlihat kelelahan. Yoona menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya. Ia berusaha bersikap tenang. Kemudian ia menarik selimut untuk menghangatkan tubuh suaminya tersebut.

“Kai, ada apa denganmu?” tanya Yoona penasaran. Sikap Kai telah membuat Yoona merasa cemas dan khawatir.

Namun, sepertinya suara Yoona justru terdengar keras bagi Kai. Pria itu tampak mengerjapkan kedua matanya, walaupun masih dalam kondisi mabuk.

“Kai . . .” Yoona memanggil pelan suaminya saat melihat Kai tampak memperhatikan ke arahnya.

“Kenapa?” Kai mulai berucap seraya meneteskan air matanya. “Aku begitu percaya padamu, tapi kenapa kau mengkhianatiku?”

Yoona mengernyitkan dahinya. Ia tidak mengerti dengan ucapan yang keluar dari mulut Kai.

“Apa maksudmu?” tanya Yoona semakin penasaran. “Apakah aku telah membuat kesalahan?”

Yoona mencoba mengusap pelan kepala Kai. Namun suaminya tersebut justru menepis tangannya dengan keras.

“Jangan bicara lagi padaku!” bentaknya keras.

Buliran air mata yang semula ditahan itu pun akhirnya turun membasahi wajah cantik Yoona. Wanita itu hanya menatap nanar ke arah punggung suaminya yang kini kembali membelakanginya. Rasa bingung itu terus menyelimuti pikirannya. Ia terus berpikir apakah ia membuat kesalahan sehingga suaminya begitu marah dan tidak mau bicara lagi dengannya. Bagi Yoona, permasalahan yang menimpanya dan Kai kali ini, sepertinya bukan masalah kecil.

ooOoo

Sejak Kai melihat Yoona sedang bersama pria lain di belakangnya, Kai terus bersikap dingin. Yoona berulang kali meminta penjelasan terhadap sikap Kai yang dinilainya berubah, namun tak kunjung mendapat jawaban dari Kai sendiri.

Selama satu minggu terakhir ini, setiap pagi Kai menolak untuk sarapan bersama. Pria itu memilih langsung pergi ke kantornya. Tidak ada lagi sikap mesra yang biasa ia tunjukkan pada Yoona di setiap paginya. Tidak berhenti di sini saja perubahan sikap Kai. Pria itu menjadi sering pulang larut malam dalam keadaan mabuk berat. Dan, Eunhyuk lah yang selalu kerepotan mengantarkan Kai pulang ke rumah.

Yoona selalu menangis tiap kali melihat perubahan sikap Kai tersebut. Hatinya bagai dirujam seribu pisau, amat terasa sakit. Sampai sekarang pun, ia belum mengetahui penyebab perubahan sikap Kai yang menjadi dingin terhadapnya.

+ + +

“Sebenarnya apa salahku padanya?”

Yoona tampak frustasi saat bercerita dengan Kris. Keduanya tengah berada di salah satu taman yang lokasinya tidak terlalu jauh dari rumah Yoona.

“Sejak hari itu, saat aku makan siang bersamamu, Kai terus diam dan bersikap dingin padaku. Aku sudah berupaya menanyakan padanya. Tapi, reaksinya tetap sama. Kai terus diam dan tidak mau berbicara sedikitpun denganku,” ujar Yoona. Isak tangis mulai terdengar. Yoona tak kuasa menahan kesedihannya. Sejak menikah dengan Kai, masalah kali ini sepertinya yang paling rumit dibandingkan masalah-masalah mereka sebelumnya.

Kris terdiam. Ia melihat Yoona tampak menunduk sedih. Perlahan tangannya mengusap pelan bahu Yoona.

“Mungkin . . .dia sedang ada masalah di kantornya,” ucap Kris berusaha menenangkan Yoona.

“Kurasa tidak. Jika dilihat dari sikapnya, Kai sepertinya marah padaku. Saat dalam kondisi mabuk, dia pernah mengatakan kenapa aku mengkhianatinya. Aku tidak tahu apa maksud dari perkataannya itu . . .” balas Yoona lesu.

“Tenanglah. Semua pasti akan baik-baik saja,” lanjut Kris menenangkan. “Aku akan mengantarmu pulang. Sepertinya kau kurang sehat, kau tampak pucat.”

Yoona mengangguk. Diakuinya, akhir-akhir ini Yoona memang merasa kurang enak badan. Tanpa sepengetahuan Kai, Yoona sudah tiga kali muntah-muntah tanpa sebab. Ia memang sering merasa mual belakangan ini. Mungkin karena terlalu stress dengan permasalahan yang sedang menimpanya dan Kai.

Kris berjalan lebih dulu menuju mobilnya. Namun tanpa disangka . . .

BRUK!Secepat mungkin Kris menoleh ke belakang. Ia terkejut saat mendapati Yoona sudah tergeletak tak sadarkan diri. Ya, Yoona jatuh pingsan.

“Yoona!” seru Kris panik.

Ia mencoba menyadarkan Yoona, tapi hening. Wanita itu sama sekali tidak merespon panggilannya. Kris membopong tubuh Yoona dan bergegas membawa wanita tersebut ke rumah sakit untuk segera mendapatkan pertolongan.

+ + +

Eunhyuk sedang mengajak Kai untuk makan siang bersama di sebuah restoran yang lokasinya tidak terlalu jauh dari tempat mereka bekerja.

“Kau masih bertengkar dengan Yoona?” tanya Eunhyuk penasaran saat melihat Kai hanya diam dan tidak bersuara.

Kai tidak menjawab. Pandangannya terus tertuju pada jalan raya.

“Mau sampai kapan kau bersikap seperti ini? Bukankah sudah seminggu kau bersikap dingin pada istrimu? Selesaikanlah masalahmu dengan baik-baik. Kau jangan berdiam diri terus dan memilih untuk menyimpannya sendiri. Jika Yoona tidak diberitahu apa kesalahannya, jelas dia tidak akan pernah tahu dan terus merasa tersiksa dengan sikapmu,” ucap Eunhyuk panjang lebar.

Telinga Kai terasa panas mendengarnya. Pria itu langsung menoleh tajam ke arah Eunhyuk. “Kau jangan ikut campur! Lebih baik, urusi saja urusanmu sendiri!”

Eunhyuk mulai terpancing emosi dengan balasan Kai terhadapnya.

“Kau ini! Aku sudah berbaik hati karena aku ingin kau dan Yoona berbaikan. Bisakah kau tidak bersikap seperti anak kecil!” bentak Eunhyuk kesal.

“Memangnya siapa yang membuat masalah menjadi runyam seperti ini?” balas Kai menyalahkan Eunhyuk.

Eunhyuk berdecak. “Baik. Memang aku yang sudah membuat masalahnya bertambah runyam. Tapi, seharusnya kau bisa kendalikan emosimu sendiri. Sejak awal aku memberitahumu jika Yoona berselingkuh, kau sudah bersi keras jika kau percaya padanya. Kenyataannya, saat kau melihat sendiri Yoona bersama pria lain, kau langsung menyimpulkan jika Yoona memang berselingkuh. Jika aku jadi kau, akan kutanyakan lebih dulu pada Yoona sebelum menyimpulkan sesuatu atau memberi kesempatan pada Yoona untuk menjelaskannya.”

Kai tertegun. Apa yang dikatakan Eunhyuk ada benarnya.

Eunhyuk masih memperhatikan Kai yang terus terdiam. Konsentrasi mengemudinya menjadi terganggu. Eunhyuk tidak menyadari jika ada seorang wanita yang akan menyeberang di depan sana. Begitu kembali fokus memperhatikan jalan,  Eunhyuk kaget saat wanita tersebut sudah menyeberang di jalur tempat ia mengemudikan mobilnya.

CKIT! Eunhyuk menginjak rem dalam-dalam. Berusaha menghentikan laju mobilnya yang cukup kencang. Tubuh kedua pria itu sedikit terdorong ke depan, untungnya mereka mengenakan seat belt. Namun, berbeda dengan wanita malang yang hampir saja tertabrak mobil Eunhyuk. Wanita itu sudah terduduk lemas di jalan raya, persis di hadapan mobil Eunhyuk.

Kai dan Eunhyuk bergegas keluar dari mobil dan menghampiri wanita tersebut.

“Maafkan aku, Nona. Apa kau baik-baik saja?” tanya Eunhyuk panik.

Wanita berambut pirang itu mengangguk seraya tersenyum. Wajahnya terlihat kaget. Namun secara fisik, kondisi wanita itu baik-baik saja. Tidak mengalami luka sama sekali.

Kai memperhatikan secarik kertas yang dipegang oleh wanita tersebut. Sepertinya, tertulis sebuah alamat di sana.

“Apa kau sedang mencari alamat rumah?” tebak Kai tiba-tiba dan berhasil membuat wajah wanita tersebut berubah cerah.

Ne, aku sedang mencari alamat ini . . .” ucapnya seraya menyodorkan kertas yang sedang dipegangnya.

Kai dan Eunhyuk membaca alamat yang tertera di kertas tersebut.

“Aku tahu tempatnya,” ucap Eunhyuk. Kemudian bersama Kai, keduanya membantu wanita tersebut beranjak dari posisinya.

“Aku bisa mengantarkanmu ke sana,” lanjut Eunhyuk.

“Terima kasih,” balas wanita itu.

“Baiklah, Nona . . .” Kai berusaha menanyakan nama wanita tersebut.

“Jessica, panggil saja aku Jessica,” balasnya seraya tersenyum.

“Baiklah, Jessica. Ikutlah bersama kami. Akan kuantar kau ke alamat rumah itu,” balas Eunhyuk.

Jessica, wanita itu tersenyum seraya mengangguk pelan. Karena insiden tersebut, rencana makan siang Kai dan Eunhyuk ditunda.

Selama perjalanan, Eunhyuk berusaha membuka pembicaraan dengan Jessica.  Kai hanya memandangi sahabatnya dengan senyum. Ia sudah hafal kebiasaan Eunhyuk saat ingin berkenalan dengan wanita, terlebih wanita secantik Jessica.

“Apa itu alamat kerabatmu? Sepertinya, kau baru tiba di Korea,” tanya Eunhyuk sok bersikap akrab. Kai tak kuasa menahan tawanya mendengar ucapan yang keluar dari mulut Eunhyuk.

Jessica tersenyum, kemudian menggeleng pelan. “Bukan. Ini alamat rumah tunanganku.”

Raut wajah Eunhyuk seketika berubah muram. Kai semakin tidak bisa menahan rasa tawanya. Sepertinya, harapan Eunhyuk untuk berkenalan lebih jauh dengan Jessica pupus sudah, lantaran wanita tersebut ternyata sudah bertunangan.

DRRT! Terdengar dering ponsel yang cukup keras dalam mobil Eunhyuk. Kai dan Eunhyuk melirik sekilas ke arah Jessica. Wanita itu buru-buru mengeluarkan ponsel dari dalam tas.

Yeoboseyo . . .”

“Pasti tunangannya yang menelepon,” bisik Kai meledek Eunhyuk.

Eunhyuk menatap tajam ke arah Kai sembari mengurucutkan bibirnya. Kai tertawa kecil, sementara Eunhyuk mengalihkan pandangannya kembali ke arah jalan.

“RumahSakit Seoul? Baiklah, aku akan segera ke sana,” ucap Jessica.

“Apa terjadi sesuatu?” tanya Eunhyuk penasaran setelah mendengar percakapan Jessica.

“Bisakah kau mengantarku ke rumah sakit Seoul? Sepupu tunanganku jatuh pingsan dan sekarang sedang dirawat di sana,” pinta Jessica kemudian.

Kai dan Eunhyuk saling memandang satu sama lain.

“Baiklah. Aku akan mengantarkanmu,” balas Eunhyuk seraya tersenyum. Ia pun mempercepat laju mobilnya.

Tidak sampai setengah jam, mobil yang dikemudikan Eunhyuk sampai di Rumah Sakit Seoul. Jessica bergegas turun dari dalam mobil, diikuti oleh Kai dan Eunhyuk. Atas permintaan Jessica, kedua pria itu bersedia mengantarnya sampai ke ruang tempat sepupu tunangan Jessica dirawat.

Jessica memperhatikan ponselnya, membaca nama ruangrawat inap sepupu tunangannya dirawat. Sementara Kai dan Eunhyuk hanya mengikuti di belakangnya sambil memandangi sekeliling mereka.

Setelah berhenti di depan sebuah kamar VIP, Jessica tampak memperhatikan sejenak nama pasien yang terpajang di depan pintu. Kai dan Eunhyuk kembali saling memandang. Perhatian mereka juga tertuju pada papan nama yang terpajang di depan pintu. Seketika mata keduanya terbelalak saat melihat nama tersebut.

“Kim Yoona? Kenapa namanya bisa sama dengan istrimu?” tanya Eunhyuk kebingungan.

“Mungkin hanya kebetulan,” jawab Kai tak kalah kagetnya.

Jessica yang mendapati Kai dan Eunhyuk tidak segera masuk, kembali keluar untuk mengajak kedua pria tersebut yang masih berdiri di luar ruang. “Masuklah.”

Kai dan Eunhyuk tidak berkata lagi dan mengikuti ajakan Jessica. Keduanya pun masuk ke dalam ruang tersebut. Mereka tampak memperhatikan ke arah Jessica yang sedang berbicara dengan seorang pria yang tengah terduduk di samping ranjang pasien. Pria itu lalu beranjak dari posisinya dan berjalan menghampiri Kai dan Eunhyuk.

Raut wajah Kai dan Eunhyuk seketika berubah setelah melihat dengan jelas sosok pria yang kini sudah berdiri di hadapan mereka.

“Ka . . Kau . . .” Kai tampak kaget saat mengetahui pria tersebut tidak lain adalah pria yang ditengarai menjalin hubungan gelap dengan istrinya belakangan ini. Eunhyuk sendiri hanya berdiri mematung tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Keduanya terlalu shock. Bagaimana bisa Yoona menjalin hubungan gelap dengan seorang pria yang sudah bertunangan?

“Ternyata Kai rupanya, aku kira siapa.”

Kai mengernyitkan dahinya. Eunhyuk langsung menyikut lengan Kai. “Kenapa dia bisa mengenalmu?” bisik Eunhyuk.

“Maaf, bagaimana kau bisa tahu namaku? Apa kita pernah bertemu sebelumnya?” tanya Kai bingung.

“Kai . . .”

Kai dan Eunhyuk menoleh ke arah wanita yang sedang setengah terbaring di ranjang pasien. 

“YOONA?!” teriak Kai dan Eunhyuk bersamaan. Ya, ternyata sepupu tunangan Jessica yang dimaksud adalah Yoona, yang tidak lain adalah istri Kai.

Kai kembali memperhatikan ke arah pria yang berdiri di hadapannya. “Jadi— kau sepupu Yoona?”

Pria itu mengangguk seraya tersenyum. “Annyeong haseyo, Kris imnida. Ini pertama kalinya kita bertemu secara langsung. Dulu aku hanya melihatmu dari foto pernikahan kalian yang Yoona tunjukkan padaku.”

“Kenapa reaksi kalian berdua begitu kaget? Kali ini apalagi yang kalian sembunyikan dariku?” tanya Yoona dengan nada kesal, terlebih lagi saat melihat Eunhyuk yang tampak tersenyum lebar tanpa dosa.

Kai mendaratkan tatapan tajamnya ke arah Eunhyuk. “Kau benar-benar . . .”

“Tunggu!” Eunhyuk mengangkat kedua tangannya, menghalangi tangan Kai yang sudah bersiap ingin mendaratkan pukulan di wajahnya. “Aku tidak tahu jika dia adalah sepupu Yoona.”

Yoona, Kris dan Jessica saling memandang satu sama lain. Mereka tidak mengerti dengan pembicaraan Kai dan Eunhyuk.

“Ada apa?” tanya Yoona penasaran.

Kai menggigit bibirnya. Ia merasa malu karena sudah salah paham terhadap istrinya sendiri. “Sebenarnya—”

Setelah Kai menceritakan semua dugaan Eunhyuk tentang Yoona yang berselingkuh dan peristiwa keduanya yang memergoki Yoona memang tengah berduaan dengan Kris di kafe Heaven seminggu yang lalu, tawa Yoona pun meledak. Begitu juga dengan Kris dan Jessica yang ikut tertawa mendengar penuturan Kai.

“Pendapat macam apa itu? Mana mungkin aku berselingkuh dengan sepupuku sendiri?” tanya Yoona dengan tawanya.

Kai semakin tertunduk malu. Sedetik kemudian kembali menatap tajam ke arah Eunhyuk yang ikut tersenyum malu.

“Makanya sudah kubilang tanyakan dulu pada istrimu,” bisik Eunhyuk pada Kai.

“Kau sendiri yang memaksakan pendapatmu jika istriku memang berselingkuh!” bentak Kai kesal. Kedua pria itu kembali berdebat menyalahkan satu sama lain.

“Sudahlah. Kita lupakan kesalahpahaman ini,” ucap Kris melerai perdebatan antara Kai dan Eunhyuk. “Maafkan aku, karena telah membuatmu beranggapan bahwa Yoona berselingkuh di belakangmu.”

Kai menggeleng. “Tidak. Akupun juga bersalah karena telah salah paham terhadapmu. Ini karena aku tidak tahu jika kau adalah sepupu Yoona. Istriku sendiri tidak pernah bercerita tentangmu.”

Yoona menyipitkan kedua matanya saat mendapat tatapan dari Kai yang ikut menyalahkannya. “Baiklah, aku juga ikut bersalah dalam masalah ini.”

Semuanya pun tertawa mendengar ucapan Yoona tersebut.

“Oh iya, kenapa kau bisa dirawat di rumah sakit? Apa yang terjadi?” tanya Kai kemudian. Wajahnya terlihat cemas.

“Ah, soal itu— selamat Kai. Sebentar lagi, kau akan segera menjadi seorang ayah,” jawab Kris.

Wajah Kai berubah cerah. Kemudian ia menatap Yoona yang tampak tersenyum. “Benarkah?”

Yoona mengangguk. “Sudah dua minggu.”

Tanpa ragu, Kai langsung memeluk Yoona. Semua kekesalan yang ada pada dirinya seketika menghilang setelah mendengar kabar kehamilan Yoona.

“Aku senang sekali mendengarnya. Terima kasih istriku,” ucap Kai.

Yoona pun tidak kalah bahagianya dengan Kai. Wanita tersebut tidak berhenti tersenyum

“Andai saja jika aku yang mendengarnya sendiri dari dokter, bukan dari Kris,”

“Siapa suruh kau menuduhku berselingkuh dan bersikap dingin padaku selama satu minggu ini?” cerca Yoona menumpahkan kekesalannya.

Kai tersenyum. “Ne, arraseo. Aku yang salah. Maafkan aku. Aku tidak akan mengulanginya lagi.”

Yoona terdiam sejenak, kemudian menatap Kai dalam-dalam. “Kumohon, kau jangan pernah meragukan perasaan cintaku padamu. Aku tidak mungkin berselingkuh di belakangmu. Selamanya, aku hanya mencintaimu, Kai,” tutur Yoona.

Kai mengangguk. “Aku percaya. Aku pun juga sangat mencintaimu, Yoona.”

Keduanya saling menatap satu sama lain. Perlahan wajah keduanya mendekat. Bibir keduanya hampir tidak ada jarak lagi.

“Boleh saja kalian ingin melakukannya. Tapi, jangan lupa jika masih ada kami di sini,” potong Eunhyuk tiba-tiba.

Mata Kai dan Yoona terbelalak. Kemudian menoleh tajam ke arah Eunhyuk yang tampak menjulurkan lidah ke arah keduanya.

“LEE HYUKJAE!!”

Eunhyuk langsung lari terbirit-birit keluar dari ruang inap Yoona untuk menyelamatkan diri. Kris dan Jessica hanya tertawa melihat kejahilan Eunhyuk yang berhasil menggagalkan ciuman yang akan dilakukan oleh Kai dan Yoona.

Walau sempat kesal, kini Kai dan Yoona kembali saling menatap. Keduanya berencana untuk melanjutkan kembali apa yang tertunda. Menyadari jika mengganggu suasana romantis, Kris dan Jessica berjalan keluar untuk meninggalkan sepasang suami istri di hadapan mereka tersebut.

“Mulai sekarang, aku akan selalu percaya padamu. Saranghae . . .”

Nado saranghae . . .

Kai mendekatkan wajahnya ke arah Yoona dan mendaratkan sebuah kecupan manis tepat di bibir Yoona. Setelah berhasil melakukan ciuman mesra tersebut, keduanya saling berpelukan. Kai tidak lupa untuk mengusap pelan perut Yoona yang kini sudah ada buah hati mereka. Keduanya tersenyum bahagia. Mereka akan menjaga mahligai rumah tangga keduanya dengan dilandasi oleh rasa saling percaya, dan tentunya kekuatan cinta mereka yang tidak akan pernah pudar sampai kapanpun, selamanya.

THE END-

Annyeong, salam kenal ^^
Terima kasih sudah mau membaca FF YoongEXO pertama saya
Jangan lupa komentarnya ya, semoga kalian suka
Kamsahamnida ^^

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

26 thoughts on “[Freelance] Belief In Love

  1. Eunhyuk oppa
    Ngmporin
    Jdi slah sangka kai oppa
    Tpi kaii oppa
    Knpa ngg percya sma yoona unnie
    Hahaha
    Bgus thor ff
    Dpt feel ny
    D tnggu ff slnjutny
    Fighting😀

  2. mang udah curiga dari awal Yoong gak mungkin selingkuh, gara2 Eunhyuk ngompor2in, malu sendirikan jadinya… Tp untung masalahnya udah slesai.. Ddaebaklah…

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s