Possessive

poster3

 

 

Cats : Yoona GG

            Lay EXO

Other cats : Kris EXO

                      Yuri GG

Genre : Romance

Author : Yoonafika98

poster : IraWorlds Art

Rating : PG 17

 

Disclaimer : Seperti biasa ,tokoh menggunakan idol kpop dan oc, Karakter tokoh Is Mine

Note : Hai-Hai dateng nih dengan Ff gaje ku namun buka BS (brother and Sister). Sebagai selingan agar tidak bosen dengan BS yee 😀

 

So CRL And Enjoy this FF ^^

 

Happy reading

 

Warning# Sedikit kasar bahasa nya!!

Gadis dengan Jeans putih dan mantel pink bergaris, berjalan cepat hingga sesekali menabrak orang yg berpapasan dengan nya, tidak peduli orang yang di tabraknya mengumpat ia terus berjalan menuju tujuan nya. Tepat ketika ia menaik lift seorang wanita mungkin sebaya dengan nya menghadang jalan gadis itu.

“Sudah saya katakan Direktur sedang rapat, Nona bisa menunggu nya di ruangan direktur” Gadis itu menghela nafas kasar, lalu menatap tajam yeoja bertubuh mungil yg menghalangi jalan nya.

“Tidak bisa, aku harus menemui namja sialan itu sekarang” yeoja bertubuh mungil itu dengan sigap menahan tubuh yeoja yg di panggilnya nona itu lalu sedikit mendorong nya keluar lift.

“Maaf Nona Yoona, Direktur sudah memperingati saya jangan ada yang mengganggu rapat penting itu” Dengan sekali hentakan yeoja yg di panggil Yoona itu menorong yeoja di hadapan nya, dan segera masuk ke dalam lift.

“Aku lupa gadis itu punya julukan Strong, Aishhh punggung ku”

 OoOoOoOoO

“Sekian yg saya sampaikan, mohon agar kerja sama antara perusahaan kita berjalan lancar jika___”

BRAK !!

Semua terkejut ketika seorang gadis dengan kasar membuka pintu ruangan, bahkan pajangan dinding bergetar. Namja pirang dengan jas hitam itu pertama tersadar dari keterkejutannya ketika di rasa sang tunanganlah yg mengebrakan pintu itu, jujur ini bukan kali pertama nya tapi sungguh ia benar-benar malu kali ini.

“Maaf semua saya permisi dulu” ujar namja pirang itu lalu menarik kasar tunangannya keluar ruangan.

“Hey ayolah Yoona kau sudah berapa kali membuat pintu itu rusak, ada apa lagi sekarang?? Kenapa kau selalu membuat ku malu hah!” cecar namja pirang itu ketika mereka berada di koridor kantor yg sepi, gadis yg di panggil Yoona itu menatap sinis namja pirang yg di anggap Tunangan sialan nya itu.

“Kau benar-benar namja sialan, Sudah ku katakan jangan pernah memata-matai ku dengan namja-namja kekar itu” Namja pirang a.k.a Lay menghela nafas berat, ia menduga bahwa kali ini ketahuan lagi ,memang dia selalu mengawasi tunangan nya dengan mengirim anak buah nya untuk mengikuti kemana pergi nya sang tunangan.

“Yoona-ya itu demi kebaikan mu juga, aku tak mau kau terluka, kau taukan jaman sekarang banyak sekali orang jahat” Yoona menghempaskan tangan Lay yg memegang tangan nya kasar.

“Lay bisa kah kau sekali saja tidak berlebihan seperti ini, aku bukan lagi Yoona kecil mu seperti dulu, aku sudah menjadi Yoona dewasa”

“Kalo begitu menikahlah dengan ku, supaya setiap hari aku bisa memantau mu” kali ini helaan nafas kasar yg terdengar.

“Aku masih Kuliah Lay”

“Apa salah nya jika kau kuliah!”

“AKU INGIN MENIKMATI MASA KULIAH KU DULU!”

“Nikmati saja aku tidak akan mengganggu mu”

“TAPI KAU MENGGANGGU KU”

“JANGAN PERNAH MEMBANTAH KU NONA IM” kali ini Yoona melemas, bentakan tadi cukup membuatnya tersadar bahwa kini sang tunangan tengah marah besar, perlahan Yoona mudur namun dengan cepat Lay menarik tangan nya hingga mereka berpelukan. Yoona sedikit meringis ketika deru nafas Lay menerpa kulit leher nya lalu beralih deru nafas Lay mengenai wajah nya, ia membayangkan jika kali ini Lay kembali mengurung nya di apartement namja itu. Well siapa Lay? Jangan salah dia ibarat penguasa Uang, seorang pengusaha muda 27 tahun yg berasal dari China mereka dulu adalah seorang sahabat, Lay asli orang China namun ketika berumur 17 tahun pindah ke Korea, karna alasan sahabat kecil nya kembali ke Negara asal nya Korea. Siapa lagi jika bukan Yoona sahabat kecil nya tapi ketika dewasa berganti status menjadi Kekasih lalu Tunangan. Bertahun-tahun mereka selalu bersama, hanya 2 tahun mereka tidak bersama, hidup Lay sudah sangat hampa saat Yoona pindah ke Negara asal nya.

Tapi bagaimana dengan Yoona? Gadis berumur 24 tahun yg keseharian nya di penuhi oleh Lay bahkan ibu dan ayah nya sudah menyerahkan anak nya pada Lay.

 Gadis itu sesungguh nya sangat mencintai Lay tapi dengan sikap namja itu yg terbilang sangat Posesif dan tak mau di bantah cukup membuat nya sangat frustasi dan merasa tidak mau melanjutkan hubungan nya dengan Lay. Kadang dia selalu bersikap kasar pada Lay,berbicara kasar dan yg paling Lay tidak suka adalah ketika Yoona mendiami nya itu sampai membuat Lay jengkel dan juga frustasi. Tapi dengan kesabaran Lay menghadapi sikap kasar Yoona dan juga kesabaran Yoona yg menghadapi sikap posesif Lay mampu membuat hubungan mereka bertahan Walau tersendat-sendat dengan pertengkarang kecil mereka.

Keduanya tersengal-sengal saat mengakhiri ciuman mereka yg cukup panas itu, Lay beralih memegang kedua pipi Yoona yg merona merah, Lalu mengecup sekilas bibir Yoona yg masih basah.

“Mianhaeyo!”

OoOoOoOoO

Dua gadis dengan beda warna kulit itu berjalan riang dengan membawa map di genggaman masing-masing.

“Yoongie, apa Lay masih sama?” Yoona menghentikan langkah nya sejenak lalu menatap Yuri sahabat nya.

“Maksud mu?”

“Hehehe….maksud mu apa bocah itu masih sama seperti dulu, selalu bersikap posesif pada mu, Ingat?”

“Owhh itu, dia sama malah sekarang sangat parah” Yuri tersentak.

“Mho! Jeongmalyo? Maksud mu Lay lebih protect pada mu?” Yoona mengangguk santai.

“Biar ku tebak, belum satu jam kau menghubungi nya….”

And the Galaxy Galaxy Ohh!!

“Sudah ku duga”

“Mho tebakan ku benar… Hahahahhaa” Tawa Yuri pecah seketika, Yoona meringis kesal lalu dengan terpaksa dia mengangkat telepon nya yg siapa lagi jika bukan dari Lay.

“Yeobseo”

…………..

“Ini bahkan belum sejam tuan Lay”

…………..

“Aku tak ada waktu”

…………..

“Iya berhenti berbicara, aku akan ke sana” dengan cepat Yoona mematikan panggilan nya tanpa menghiraukan Lay yg masih mengoceh.

“Hahaha… aku tak mengerti hahaha kenapa itu bisa terjadi hahaha…. Yoona tolong aku, perut ku sakit sekali Hahahahha………”

“Yuri-ah tau kan jika aku pemegang sabuk hitam taun lalu?” Saat itu juga Yuri menghentikan tawa nya meski harus tersedat-sedat karna menahan tawa

, tawa itu berubah menjadi tersenyum kecil kemudian gadis bermarga Kwon itu berjalan menyusul gadis bermarga Im yg sudah terlebih dahulu berjalan meninggalkan nya.

OoOoOoOoO

Suasana pesta yg di gunakan untuk pertemuan-pertemuan pembisnis terkenal dan pembisnis yg di kenal tersukses itu tampak begitu mewah, dengan diiringi music klasik dan dekoran ruangan nya yg terkesan mewah dengan gaya Eropa. Di sudut ruangan dekat Koki yg sedang menyaji makanan mewah itu terdapat gadis cantik dengan Gaun coklat tua nya, hiasan kalung emas dan high heels dengan warna sepada dengan kalung nya, rambut coklat nya yg di geraikan menambah kesan anggun dan mewah dari penampilan gadis itu. Bahu putih nya yg sengaja di perlihatkan Nampak membuat semua namja-namja pengusaha yg tampan itu melirik genit kearah nya  dan tanpa di duga membuat sang namja yg sedari tadi di sebelahnya langsung menyampirkan jas hitam milik namja itu.

“Sudah ku kata kan cari gaun setengah lengan” Bisik halus namja itu ketika ia menyampirkan jas nya ke bahu gadis milik nya. Im Yoona nama gadis itu yg kini tengah menahan kesal nya

“Tadi kau bilang suka dengan gaun ini bodoh!”

“Aku hanya memuji mu di hadapan rekan ku saja sayang, setelah itu kau seharus nya mengganti gaun nya”

“Kau berlebihan, bukan hanya aku saja yg memperlihatkan bahu seperti ini Lay”

“Tapi Kau terlihat paling cantik dan sexy di mata mereka Im Yoona”

“sungguh, itu hal biasa aku tak mau memakai jas mu, aku sudah berdandan cantik dan memakai gaun mahal dengan warna indah ini demi pesta ini lalu kau merusak gaun ku dengan jas hitam mu?”

“Kau tau kan Yoong aku tak suka di bantah?” lirih Lay dingin

 Yoona menghela nafas kasar, ia sangat dan sungguh frustasi menghadapi sikap Lay yg seenak nya. Yoona melepas jas Lay yg berada di bahu nya lalu melempar asal ke Lay yg tengah menatap nya tajam.

“Begini lebih baik, aku tak merasa kedinginan tuan Lay jadi terima kasih atas jas mu, Chagi” ujar Yoona dengan intonasi suara yg agak tinggi, sengaja agar semua mendengarkan nya. Lay hanya tersenyum kikuk dan beralih menatap Yoona tajam, tak bisa di bayangkan gadis itu merasa berpuluh-puluh jarum menusuk retina nya, ia hanya bisa menatap Lay dengan tampang bodoh nya, menyerahkan semuanya yg terjadi saat tangan putih itu mulai menyengkramnya  dan menyeret nya kasar ke luar.

“Tak bisa di bayangakan, kita pulang Im Yoona”

“Hey apa salah ku?”

“Kau salah! karna Berani melawan ku?”

“Siapa kau? Kau hanya orang egois,keras kepala. Kau bukan ibu ku kau__”

“Kau Milik ku! Kau hanya milik ku Im Yoona kau tak dengar, GADIS INI MILIK KU” nafas Lay tersengal usai berteriak seperti orang bodoh, bahkan orang di sekitar mereka sempat menghentikan langkah nya hanya untuk menatap mereka.

“Dasar Brengsek!”

“Kita pulang!” Yoona tak berontak, ia sejujurnya sudah takut melihat mata Lay yg sudah memerah menahan amarah nya.

“jangan menatap ku begitu, mianhae Yoona jeongmal mianhae”

Bruk!!

Pintu mobil tertutup, Lay berlari kesisi pintu mobil satunya

Yoona hanya diam saat Lay menggengam tangan nya. Merasa tak ada balasan namja itu mulai menjalankan mobil nya membelah jalanan kota  Seoul.

“Kita sampai!” ujar Lay pelan tanpa menoleh kearah Yoona, tidak ada sahutan Lay akhirnya menoleh dan melihat Yoona tertidur dengan posisi memunggungi nya. Dengan pelan Lay membalikan tubuh Yoona, sedikit terkejut karna mata gadis milik nya itu terlihat basah.

‘ya tuhan, apa aku sudah sangat berlebihan?’ Batin Lay, lalu namja itu keluar mobil dan langsung membopong Yoona menuju apartemen nya.

Kedua orang tua Yoona berada di China untuk mengurus perusahaan nya dan kedua orang tua gadis itu pula sudah mempercayai dirinya untuk menjaga putri satu-satu nya keluarga Im, memang Yoona punya apartemen sendiri perberian Ayah nya tapi Lay lebih memilih membawa gadis itu ke Apartemen nya, hanya sekedar bisa menjaga Yoona agar tetap di dekat nya saja sih alasan namja itu membawa nya ke Apartemen nya.

“Eunggghhh……” Yoona melengguh saat Lay membaringkan tubuh nya di ranjang.

“Lay-ah….” Lay hanya tersenyum dan mulai membuka sepatu Yoona serta gaun nya namun Yoona menahan tangan namja itu saat sudah akan membuka tali gaun Yoona.

“Mau apa kau?” tanya Yoona gugup saat tersadar sepenuh nya. Lay hanya tersenyum sembari melanjutkan membuka gaun Yoona.

“Diamlah sayang, kau memakai tank top kan? Jadi santai saja, aku menyayangi mu, aku mencintai mu, aku sangat peduli pada mu, kau pioritas utama ku. Jadi aku tidak akan membuat mu terpuruk dengan mengambil hal yg paling berharga dari mu kecuali jika kita sudah menikah” Yoona sedikit tersentuh dengan perkataan Lay, ia mungkin akhir-akhir ini sedikit bisa menerima  sikap Lay yg Posesif pada nya, posesif berarti sangat cinta, pasti di suatu hubungan jika tidak ada bumbu kecemburuan atau perhatian dri setiap pasangan pasti tidak akan lengkap, apalagi jika mereka saling menghiraukan dan tak peduli satu sama lain itu bukan pasangan kekasih nama nya, apa aku benar?

Tapi Salah nya jika sifat Lay yg sangat amat berlebihan itu sama saja membuat Yoona kembali kesal dan tak suka sifat posesif Lay.

“Besok sore aku menunggu mu di taman Biasa Eoh!” Bisik Lay pelan sembari menciumi Bahu putih Yoona, tangan nya memeluk erat pinggang Yoona dari belakang, mereka kini tengah berbaring bersama dengan posisi Yoona memunggungi Lay, dan Lay memeluk nya dari belakang. Yoona menghiraukan ucapan Lay, mungkin namja itu akan sibuk dan bisikan tadi hanya angin lalu saja, lagi pula besok sudah musim dingin ia tak mau memakai berlapis-lapis pakaian.

Dengan tiba-tiba Lay membalik tubuh Yoona dan setelah tatapan mereka bertemu Lay dengan terburu-buru mencium Bibir Yoona ganas, Yoona membelalakan mata nya bahkan mata nya tak sempat tertutup sangking kaget nya, ia dapat melihat mata Lay yg terpejam, yg sibuk melumat bibir nya , Yoona merasakan tubuh nya memanas, ia tak pernah di cium Lay seintim ini apalagi dengan posisi berbaring.

‘Bodoh, apa ini yg ia sebut menghormati?’ batin Yoona

OoOoOoOoO

Lay menolak semua ajakan rekan nya untuk makan malam, ia sudah berjanji sore ini akan mengajak wanita tercinta nya untuk berkencan. Lay menjilat bibirnya yg kering ketika ia sedang berlari menuju parkiran.

“Aishh aku sudah terlambat membuat kejutan” setelah masuk mobil Lay langsung meraih ponselnya dan menekan tombol 1 sebagai panggilan cepat untuk menghubungi Yoona. Tak berapa lama menunggu dengungan ponsel, suara merdu itu terdengar di telinga Lay.

“Yeobseo!!”

“Chagi-a kau dimana?” lirih Lay tanpa basa-basi.

“Aku sebentar lagi ada kelas malam, memang nya kenapa?” Lay menatap layar ponsel nya sejenak, lalu kembali berbicara.

“Astaga apa kau lupa tentang ucapan ku kemarin” ujar Lay sembari menancap gas menuju kampus Yoona.

“ucapan yg mana” Lay meringis, gadis nya ini memang pikun dan ceroboh, makanya ia harus memberi dua pengawal untuk memata-matainya.

“Sudah lupakan aku akan ke kampus mu”

“Mho? Lay tapi__

Tut…tut…tut

“Apa dia akan kemari?” Yuri bertanya saat melihat raut wajah Yoona yg terkejut setengah bingung itu.

“Iya!”

“Lalu?”

“Entahlah, aku tak tau kekacauan apa lagi yg akan di buat anak itu” Yuri mengangguk.

“Baiklah kita tunggu saja.” Yoona meletakan kembali ponsel nya di dalam tas, sedikit merenung namun semua itu buyar saat suara aneh yg berasal dari pengeras suara yg biasa di pakai kampus nya.

“Kepada Noona yg bernama Im Yoona, hari ini tidak ada kelas malam untuk mu dan segeralah menghampiri tunangan mu di sumber suara terima kasih”

“Sudah kuduga ini kekacauan nya Yul” Yoona menahan kesalnya sembari melihat orang-orang yg kini menatap nya.

“Hahaha, benar sekali dan sekarang kau bisa berdiri dan menghampiri namja yg sedang di kerubuni para yeoja itu” refleks Yoona menoleh pada Yuri dan matanya menangkap Lay yg melabaikan tangan kearah nya dengan senyum yg terkesan tebar pesona itu.

“Sayang , kajja aku menunggu mu untuk kencan kita hari ini”

Sialan kau Lay

Yoona menghampiri Lay dan menarik tangan namja itu menjauh.

“sampai jumpa gadis-gadis, semoga kencan kami berjalan sukses, doakan kami” Teriak Lay di tengah tarikan Yoona yg semakin kencang.

Yoona terus menggerutu di mobil, sehingga Lay harus memutar music agar telinga nya tak harus mendengar gerutuan Yoona yg memuakan.

“Yoona mulai saat ini jangan ada kelas malam” Yoona tersentak dan refleks melihat Lay yg dengan santai memperhatikan jalan.

“tapi aku sangat sibuk jika kelas siang, aku hanya bisa kelas pagi dan malam Lay.” Namja itu masih memperhatikan jalan dan tak berniat menjawab protesan Yoona.

“Aishhh kau menyebalkan, apa saat ini kau akan menjadi namja pembohong? Aku membenci mu”

“Kapan aku berbohong?”

“Jika kita sudah menikah, kau bilang tidak akan mengganggu kuliah ku”

“Ya sudah, ayo kita menikah” Yoona menghela nafas frustasi, menyebalkan bukan? Namja itu selalu mempermainkan nya.

“Yakk!! Bodoh aku serius Lay….” Lay menghela nafas kasar, entahlah sebenar nya dia hanya bercanda soal Yoona tidak harus mengikuti kelas malam, sebenar nya ia hanya ingin Yoona di sisi nya setiap hari.

“Baiklah, tapi aku akan menjemput mu” Yoona mengangguk dan tersenyum. Setidak nya ia masih bisa melihat Yoona dari jauh dengan cara memata-matai gadis nya.

OoOoOoOoO

Benar saja setelah hari itu Lay jadi sering memata-matai gadis nya kemana pun ia berada, Lay tak ada pekerjaan sekarang ke kantor pun hanya untuk menanda tangani berkas-berkas penting, jadi ia punya waktu luang untuk menjaga gadis nya, tentu tanpa Yoona ketahun, dan Lay pun tak mau Yoona mengetahui nya.

Yoona termangu di sudut café tempat favorit nya bersama Yuri, gadis itu terus melirik jam dan ponsel nya berharap sahabat nya itu segera tiba, atau sekedar menghubungi nya bahwa ia akan terlambat.

“Aishh….. Yuri, yeoja berkulit coklat susu itu selalu membuat ku kesal.” Gerutu Yoona menatap Yuri yg berjalan menghampiri nya dengan terburu-buru.

“Ohh Yoongie Maaf kan aku, aku harus menunggu Kai menjemput ku dan maaf sekali aku datang kesini hanya ingin bilang aku ada acara bersama Kai jadi hari ini kita tidak bisa menikmati secangkir kopi dan bercerita lagi, hanya untuk hari ini saja” Yoona semakin menatap Yuri tajam.

“Oh Kai sudah menunggu ku, dia ada di depan aku pergi ya Yoona!!” tanpa menunggu jawaban Yoona, Yuri dengan langkah seribu berjalan kembali ke luar.

“Satu hal yg paling aku benci dari Yuri” lirih Yoona menatap sendu punggung Yuri yg sedang menaiki Motor ninja Kai kekasih nya.

Yoona meraih gelas kopi nya, dan menyeruput nya hingga tubuh Yoona kembali hangat di cuaca yg dingin ini.

Gadis itu kemudian menangkap pergerakan aneh dari salah satu pengunjung café di depan nya, merasa dari tadi namja itu selalu menatap nya namun Yoona tidak bisa melihat wajah namja itu dengan jelas karna tertutup topi hitam dan rambut pirang nya, tapi tunggu dulu. Yoona terus memperhatikan namja aneh itu dengan intens, ramput pirang mengingatkan nya pada seseorang.

Yoona berdiri dan hampir saja menghampiri namja itu kalau saja tidak muncul satu lagi namja aneh yg menarik tangan nya keluar café.

Tubuh namja itu terus mengeluarkan keringat dingin, saat gadis nya terus menatap nya intens, ia berusaha menyembunyikan wajah tampan nya di balik topi, namun tiba-tiba ada yg menarik gadis nya.

“Brengsek” gumam nya, tanpa menunggu lama ia segera mengejar mereka.

“Kris, aishhh kenapa kau menarik ku tiba-tiba?”

“Mianhae, Yoona-ya bagaimana klo kita kencan hari ini eohh?” Yoona langsung menatap Kris tajam, pasalnya sekarang ia tau dan sadar sekarang ia berada di level awas!

Apalagi Kris sekarang merangkul pundak nya menuntun nya berjalan menuju sungai han, panas yg ia rasakan dan gelisah terus membayangi pikiran. Satu-satu nya orang yg tidak mau ia temui, sejujurnya ia trauma dan berusaha bersikap tenang di hadapan namja yg terobsesi pada nya, yg kerap kali berbuat kasar padanya.

“Yoona kau tambah cantik, tapi kenapa akhir-akhir ini kau menghindari ku di kampus?” Yoona gugup, ia tak tau harus menjawa apa.

“itu a..aku tidak menghindar dari mu hanya saja akhir-akhir ini aku sibuk” balas Yoona berusaha memberikan senyum terbaik pada Kris yg kini menatap nya intens.

“Owhh baiklah, ku pikir kau takut pada namja sialan itu”

“Kris!!” refleks Yoona mendorong dada Kris saat namja itu melangkah semakin mendekat dan Yoona tidak bisa berkutik karna namja itu menahan punggung nya. Ayolah namja brengsek dan penggoda seperti Kris tidak seharusnya Yoona panggil teman. Namja itu terus mendekati Yoona dan menggoda nya, dan jika Lay tidak sigap pada saat itu, mungkin saat Kris mengajak Yoona ke apartemen nya, gadis itu akan berakhir di ranjang Kris. Namun bukan Lay nama nya jika tidak bersikap sigap menjaga gadis milik nya.

“Yoona!”

‘ya tuhan, Lay tolong aku’ Yoona memejamkan matanya, dan Kris menyeringai saat melihat itu, ia terus mendekatkan wajah nya ke wajah Yoona. Dan satu lagi, Yoona tidak pernah melawan pada Kris atau sekedar memberontak, kenapa? Karna namja sinting itu kerap memaksa nya dan hampir sama sikap nya seperti Lay. Tapi entah kenapa jika bersama Kris ia merasa takut, namun lain hal dengan Lay. Sekejam-kejam nya Lay, namja itu tak pernah memukul nya, tidak seperti namja kasar seperti Kris. Owh tuhan, bagaimana hidup  di temani dua orang namja yg satu teman sejak kecil sekaligus tunangan nya yg Posesif dan yg lain adalah namja yg terobsesi pada nya. Tidakah hidup ku sempurna, pikir Yoona.

“YAK! JAUHKAN TANGAN MU DARI GADIS KU BRENGSEK” Kris dan Yoona tersentak kaget karna teriakan keras itu, mereka langsung menoleh kebelakang dan mendapati Lay tengah berdiri tegap menatap mereka sangar. Kris balas menatap Lay tajam, dan pada saat itu Yoona sudah merasakan atmosfer mengerikan di antar keduanya. Ia beringsut lebih menjauh dan harus terhenti saat Lay mencengkram lengan nya kasar.

“Tetap disini noona!” lirih nya dingin, Woahh bahkan Yoona bisa melihat api berkobar di mata Lay saat namja itu menatap nya tajam.

“lebih baik mundur atau kau mati di tangan ku, tuan Wu” ujar Lay setengan membentak dan menatap dengan sorotan tajam yg selama ini membuat siapa pun tidak bisa berkutik dengan tatapan maut Lay.

“Santai saja tuan Lay? Kau berfikir Yoona adalah gadis mu? Kau tidak melihat tatapan mata ketakutan gadis itu saat melihat mu?” balas Kris sinis.

Lay melangkah semakin mendekat kearah Kris, sedangkan di belakang namja itu ada Yoona yg secara percuma menahan Lay untuk tidak memukul Kris.

BUKK!!

Lay dengan ilmu bela diri nya secara membabi buta memukuli wajah Kris hingga namja itu terjatuh dan saat Kris mendongak ia sudah di hadang lagi oleh kepalan tangan Lay.

“Brengsek kau, ini untuk membuat mu sadar Yoona adalah milik ku.

BUKK!

“Ini untuk semua wanita yg sudah kau campakan”

BUKK!

“Dan ini untuk gadis ku Im Yoona”

BUKK! BUKK! BUKK!

Yoona hanya bisa menganga, tidak ada orang di sekitar sini. Hanya kendaraan yg berlalu lalang mungkin tidak akan menolong nya. Dan Lay, namja itu tidak membawa orang-orang kekar nya, Ohh astaga apa yg harus ku lakukan. Batin Yoona

Mata Yoona melebar saat dari arah depan segerombolan namja kekar berjalan menghampiri mereka, dan Lay masih terus memukuli Kris hingga terpental. Tadi nya Yoona akan bernafas lega karna ia kira namja kekar itu adalah pengawal Lay, namun ia harus menelan pil pahit saat melihat ternyata namja-namja itu tengah membantu Kris berdiri. Dan beralih menatap Lay tajam. Yoona panic, ia menghampiri Lay dan menarik namja itu agar mundur, karna tidak mungkin Lay harus melawan tiga namja kekar itu sekaligus. Lagi pula ilmu bela diri Lay masih di bawah rata-rata.

“Lay kumohon, mundur lah kau tidak mungkin melawan mereka” ujar Yoona panic

“Tidak sayang, aku akan mengatasi mereka. Percayalah pada ku” dan setelah Lay menyelesaikan ucapan nya, namja itu sudah di serang namja-namja kekar asuhan Kris. 3 lawan 1 tidak adil bukan?

“Lay….”

Hujan membasahi tanah Seoul sore itu, langit mendung  dengan kasar menutup jalan bagi Matahari yg ingin tersenyum cerah, dan siapa sangka hujan selalu mengakhiri segalanya.

“Lay…” sejak tadi Yoona terus bergumam nama Lay, sembari tangan nya membersihkan luka-luka yg cukup banyak di wajah Lay. Tentu saja Lay kalah tadi, dan saat hujan turun orang-orang yg memukuli Lay langsung menghentikan pukulan nya dan pergi sembari memapah Kris yg sama lemah nya akibat pukulan Lay dan sedikit pukulan dari Yoona di bagian selangkang nya, tentu saja Kris semakin lemah setelah Yoona menendak titik kelemahan lelaki.

“Aku tidak apa-apa sayang” lirih Lay lemah sambil tangan nya mengusap lembut surai gadis itu.

“Kau harus ke rumah sakit sekarang” Lay menahan lengan Yoona saat gadis itu akan bangkit dan meraih ponsel nya.

“Tidak sayang, kau yg mengobati nya saja sudah cukup”

“Tapi luka mu cukup dalam Lay” namja itu menggeleng pelan lalu menarik lengan Yoona agar lebih dekat dengan nya.

“Aku tidak apa-apa! Jadi kau bisa menjelaskan sesuatu?” Yoona menautkan alis nya bingung.

“Menjelaskan apa”

“Kenapa kalian bersama?” Yoona memputkan bibir nya dan menatap Lay sinis.

“Kau pikir aku bodoh eohh? Kau pasti tau, karna kau mengikuti ku” Mendadak Lay menjadi gugup, ia menggaruk kepalanya yg gatal.

“Kau tau!”

“Tentu saja” lalu Yoona melangkah mendekati Lay untuk meraih rambut pirang namja itu.

“Aku kenal rambut pirang ini” lanjut nya membuat Lay sedikit terkekeh meski harus merasa ngilu pada ujung bibir nya saat tertarik untuk tersenyum.

“Berarti kau sangat mengenalku”

“tentu saja kau tunangan ku” Yoona membekap mulutnya, Lay semakin terkekeh dan menatap Yoona sedikit tak pecaya. Dari sekian lama akhirnya Yoona benar-benar mengakui dirinya sebagai tunangan. Biasanya gadis itu selalu mengatakan ‘Siapa kau? Kau bukan siapa-siapa, jangan mengatur hidupku seenak nya’ atau ‘kau hanya teman kecil ku Lay, dan untuk saat ini aku tidak mau mendengar kata tunangan’

Lay tidak bisa lagi menyembunyikan rasa senang nya, lantas namja itu beringsut sedikit tertatih untuk memeluk Yoona.

“Chagi, aku berjanji aku akan berubah menjadi namja yg kau inginkan, maafkan aku selalu berbuat kasar pada mu, aku tau kau sangat terkekang bersama ku jadi mulai saat ini aku akan sedikit membebaskan mu tapi aku tetap akan menjaga mu dari namja brengsek itu dan satu lagi terimakasih sudah memanggap ku sebagai tunangan mu” Yoona terbelalak kaget mendengar ucapan Lay yg begitu sedih sekaligus membuatnya bahagia, kenapa tidak dari dulu saja Lay sadar. Tapi mungkin Yoona akan berterima kasih pada Kris karna membuat namja nya sadar atau dirinyalah yg bodoh? Seharusnya dari dulu ia menunjukan bagaimana rasa cinta nya pada Lay. Jadi namja itu tidak harus bertindak posesif hanya karena takut kehilangan nya, owhh apa sejahat ini kah aku pada mu Lay’ Lirih Yoona, selanjutnya gadis itu menumpahkan tangisan nya di bahu Lay. Membuat namja itu mengeratkan pelukan nya.

“Aku mencintaimu, sampai aku mati Im Yoona”

SATU TAHUN KEMUDIAN

 

“Sayang dimana dasi merah ku” teriak namja pirang melirik istrinya yg sedang kerepotan menyiapkan sarapan, tunggu, hanya sarapan sudah repot bagaimana jika makan malam ?

“Pakai saja dasi lain, dia sudah di cuci”

“Sayang bantu aku memakainya” gadis itu_Yoona harus menghentikan kegiatanya, ia lekas menghampiri suami nya dan memakaikan dasi.

“cepat kau harus sarapan, setelah itu antar aku ke kampus” lirihnya setelah memakaikan dasi untuk suaminya.

“Baik, satu ciuman penuh sebagai balasan nya” Yoona mendengus sebal sembari melirik jam tangan nya.

“Aishhh kau ini” tanpa menunggu lama dan pasrah karna dia sudah terlambat kuliah, Akhirnya Yoona dengan cepat meraih tengkuk Lay dan menciumnya dalam.

Lay tersenyum dan balas meraih tengkuk Yoona agar mereka semakin dalam.

Setelah setahun akhirnya Yoona dan Lay sepakat untuk menikah. Lay menepati janji nya untuk tidak menggangu kuliah Yoona dan, tentu saja Lay harus menunda malam pertama mereka dan membuang jauh-jauh dulu untuk memiliki anak. Namun sialnya Lay masih posesif seperti dulu dan beda nya Yoona sekarang menyukai itu.

“Sayang setelah kuliah, kau hubungi aku, aku akan menjemputmu. Dan setelah itu kau tidak boleh kemana-mana sebelum aku pulang dari kantor” Yoona mengangguk-angguk kepalanya lucu sembari mulut penuh dengan makanan. Lay tersenyum melihat itu.

“Dan besok hari minggu kau ada acar bersama Yuri melihat pameran kan? Aku akan mengikuti mu”

“Terus saja seperti itu Lay, dan setelah di rumah aku akan menyiksa mu” ujar Yoona setelah menelan makanan nya.

“Baiklah, setelah itu kita berkelahi di atas ranjang” ujar Lay lalu namja itu segera berlari sebelum terkena tendangan Yoona.

“Aishhh namja bodoh sini Kau eohh!!!”

Yoona tersenyum sebelum mengejar Lay.

Apa kalian merasa risih dengan sikap posesif seorang namja? Tapi jangan khawatir, percayalah jika pacar kalian posesif itu artinya ia tak mau kehilangan kalian. Tapi jika sudah terlewat batas, silahkan tending pantat mereka.

By Im Yoona 8)

END

 

Gimana? Amburadul ye ceritanya. Silahkan tinggalkan komentar kalian di bawah ini, sekaligus dengan kritikan agar aku bisa memperbaikinya dan menjadi lebih baik. Tapi aku mohon jangan pedes-pedes macam netizen korea ya! Jika tidak aku akan melapor kalian pada pihak berwajib (peace V)

Ini ff sebelum aku Hiatus dan ff satunya klo aku keburu ngetik, BS (Series) aku akan post special krismes, jika tidak keburu, Di post nya nyusul sekaligus special Taun baru 2014. Terimakasih dan sampai jumpa.

SELAMAT TAUN BARU 2014, ngucapin dulu biarpun belum waktu nya ^^

55 thoughts on “Possessive

  1. Aigoo, critanya bgus n daebak. Neomu daebak! Neomu joha!
    Suka ma karakter Lay d’sni ❤
    feelnya dapet n alurnya pas!

    Keep writting thor!

  2. Pingback: 2nd YoongEXO Awards | YoongEXO

  3. FF nya bagus.. Ide ceritanya lucu dan menurut aku g mainstream.. Tapi bakal lebih bagus kalo lay nya krisss wkwkwk XD btw keep writing ya author!! Hwaiting

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s