LOVELY SEONGSAENGNIM 9

LOVELY-SONGSAENIM-9

LOVELY SEONGSAENGNIM 9

Author : Firda Auliana

                                                            Cast      : Im Yoona

                                                                            EXO

                                                                            Lee Jong Suk

                                                            Other : —– secret —–

                                                            Genre    : Romance,Sad

A/N : FF ini adalah hasil pemikiran saya sendiri.kata kata motivasi di dalam ff ini. Banyak terinsirasi dari beberapa media

Desclaimer: Cast belong to God. But this story and poster are mine.By:Calistha Lee Art

                                                            Enjoy This!

Don’t be siders!

Plagiator? Doesn’t allowed here

WARNING : Typo,GAJE

 

HAPPY READING ^^

*****

Desember,bulan natal ini,bulan yang penuh dengan salju,pohon dan tentu saja Santa claus,yang membuat anak-anak berimajinasi bertemu santa dan menunggunya untuk membawakan sebuah hadiah untuk mereka.

Yoona kini tengah memasang beberapa pernak-pernik di pohon natalnya. Yeoja cantik ini,tak berhenti-hentinya tersenyum. Jongsuk,namja itu hanya menatap yoona dengan senyum menawannya. Ini bagaikan mimipi melihat sang pujaan berada di lingkupnya,melihat senyuman bahagia itu,dan menggenggam selalu. 

“Zoey” panggil jong suk,yoona berbalik memandang jong suk dengan senyumannya. Ia lalu menghampiri jongsuk yang tengah duduk di sofa

“ne,waeyo ?” jong suk menyandarkan kepalanya pada bahu yoona. Yoona tersentak kaget melihat perlakuan jongsuk.

“jangan pergi dariku zoey..,aku terlalu lemah tampamu” ujar jong suk lembut.

“mungkin jika kau tak ada,aku akan mati menjadi bangkai di tempat ini zoey. Kaki ini akan membusuk seiring kau meninggalkanku,ku mohon jangan tinggalkan aku,jeballyo” yoona tersenyum,ia menggenggam tangan jong suk.

“apa yang kau bicarakan harry,tentu saja aku tidak akan meninggalkanmu. Aku akan selalu berada di sismu dan tak akan membiarkanmu menjadi bangkai di sini” jong suk tersenyum. Ia memejamkan matanya merasakan hangatnya pelukan yoona yang sedang ia nikmati.

*****

“ ini dingin sekali..huhh..huhh..hachimm…” chanyeol mengusap hidungnya yang memerah,dinginnya musim salju membuat jerman di banjiri oleh dinginnya bulan desember ini. 

“ ini benar..benar.. bulan terburuk..hachimm..hachimmm” keluh chanyeol,suara bersinnya mampu membuyarkan lamunan sehun yang sedari tadi memandang keluar jendela hotel.

“ mungkin jika ada yoona,ini adalah bulan yang paling terindah” lirih sehun,jarinya ia tempelkan pada kaca hotel,dan membentuk sebuah tulisan hangul pada jendela yang di tutupi embun tersebut.

“snow ?” tanya chanyeol,sehun tersenyum kecil.

“snow.. yang berarti salju kalimat yang sangat yoona sukai. Baginya salju dapat membuatnya merasakan indahnya dunia,dia tak melihat dinginnya salju yang terus di keluhkan oleh kebanyakan orang,tetapi dia melihat bagimana salju itu turun dari langit biru dengan gerakan yang slow. Biasanya jika turun salju,yoona akan keluar untuk mengadahkan tangannya menikmati salju yang turun membasahi telapak tangannya. Melihatnya seperti itu,ia seperti bebas berada di dunia ini,dinginnya salju tak ia pedulikan,bahkan jika hidungnya sudah memerah,ia akan tetap berada di sana hingga yoona merasa lelah berada di tumpukan salju itu.”

“jika yoona berada di sisi kami,kami dapat merasakan hangatnya salju bersama yoona,tapi sejak ia telah pergi… semua hampa,aku bahkan tak merasakan dinginnya salju dan hangatnya sebuah air yang telah di panaskan. Terlihat aneh bukan ?” chanyeol yang sedari tadi diam hanya menatap sehun iba.

“apa kau yakin yoona berada di sini ?” tanya chanyeol

“walaupun aku tak terlalu yakin,tetapi aku harus yakin untuk yoona. Bagiku keyakinan dapat membawaku pada sebuah kenyataan…. sudahlah ayo kita turun ke lobi hotel,mungkin semua sudah menunggu kita,kajja” sehun melangkahkan kakinya meninggalkan chanyeol yang sibuk dengan pikirannya sendiri.

“ya, mungkin ada benarnya juga” chanyeol tersenyum,ia pun langsung berjalan keluar bersama sehun yang sempat ia kejar.

****

“harry..” panggil yoona,jong suk yang sedari tadi membaca buku, kini menatap yoona

“ apa kita boleh berjalan-jalan ? aku sangat ingin merasakan salju” ujar yoona seraya mengeluarkan wajah memelasnya. Jong suk tertawa seraya mengacak rambut yoona

“ kenapa tidak ? baiklah hari ini kita akan berjalan-jalan menikmati salju” pernyataan jongsuk dapat membuat yoona lompat-lompat kegirangan

“assa.. kajja sebelum badai salju datang” yoona bergegas mengambil mantelnya dan sepatu boot yang sangat elegant. Jong suk tertawa kecil melihat tingkah lucu yoona

“harry-ya palli.. kenapa kau masih duduk” ujar yoona denagn wajah kesalnya

“arra..arra.. jangan menujukkan wajah seperti itu zoey,kau terlihat jelek” yoona mempoutkan bibirnya,dilihatnya jong suk yang telah berjalan ke arahnya. Tiba-tiba jong suk menggenggam tangan yoona

“biar salju itu menghangat,kita harus seperti ini” yoona tersenyum,mereka pun pergi keluar dan berjalan menikmati salju

****

Kris,Luhan,dan Sehun memandang awan mendung dari jendela lobi,salju yang berjatuhan membuat ke tiganya di rundung rindu yang mendalam.

“bagaimana dengan rencana kita ?” tanya luhan. Mereka kini tak melihat salju lagi melainkan saling menatap

“ kita harus mencarinya hari ini juga,tapi lebih baik kita membawa 5 orang dulu,jika kita semua ikut. Nanti kita malah di curigai” ujar kris,luhan dan sehun mengangguk setuju

“ lebih baik kita membawa chanyeol dan baekhyun, sebab yang lainnya harus menunggu chen dan lay yang demam . aku takut jika mereka tak di jaga,bisa-bisa bertambah parah” sehun menatap luhan dan kris,meminta persetujuan

“ hmm.. itu lebih baik,tapi bukankah chanyeul sedang flu ?”

“ dia yang bilang sendiri ingin mencari yoona”

“lebih baik kita segera bergegas tak baik menunda waktu,bisa-bisa kesempatan kita hilang”

“aku akan menghubungi yang lainnya,kalian bersiaplah duluan” ujar sehun seraya mengeluarkan ponselnya. Sedangkan kris dan luhan tengah memakai mantel mereka. mantel putih dengan bulu coklat menjadi pilihan kris untuk keluar mencari yoona di jerman,sedangkan luhan memilih warna abu-abu dan sehun dia memilih wana coklat.

Dari arah samping terlihat chanyeol dan baekhyun yang sudah bersiap dengan mantel mereka.

“ apa kita naik mobil untuk mencari yoona ?” tanya chanyeol

“tidak,lebih baik kita berjalan, terlalu banyak resiko jika kita naik mobil di tengah salju seperti ini” kris berjalan keluar di ikuti sehun,luhan,chanyeol dan baekhyun.

Sekitar 30menit mereka berjalan,mereka memilih beristirahat di sebuah taman yang sangat indah. Walaupun bunga-bunga dan tumbuhan di tutupi salju,tetapi keindahan taman tersebut tak luntur.

“ di sini benar-benar dingin “ keluh baekhyun seraya menggosok kedua tangannya.

“apa di sini ada cafe ? kita bisa mati kedinginan jika seperti ini” tanya chanyeol

“ ada, di depan taman ini ada cafe yang menjual minuman hangat” ujar luhan,chanyeol beranjak dari tempatnya dan segera ke cafe yang di katakan luhan. Cafe yang bergaya klasik itu,mampu membuat siapa saja yang melihatnya menjadi sangat tenang karna saat kita memasukinya,kita akan langsung mendengar suara biola dan piano yang sangat merdu.

“excuse me,can you give me five coffe” dengan hanya bermodalkan bahasa inggris,chanyeol dapat bangga pada dirinya sendiri,hitung-hitung ia bisa berbahasa asing walaupun bukan bahasa jerman. tak perlu berlama-lama,kini di depan chanyeol sudah ada empat coffe,ia pun membayarnya. Chanyeol melihat lima coffe yang berada di hadapannya, lalu mendesah pelan seraya mengambil ponselnya

“yoeboseyo”

“waeyo ?”

“ luhan-ah kalian kesini saja,aku terlalu malas untuk membawa coffe ini”

“mwo..ya !! kau mau kami mati kedinginan disini”

“kau tau dari pada aku kesana dan mati kedinginan bersama kalian,lebih baik kalian menghangatkan diri kalian disini. Segelas coffe tak akan mampu menghangatkan kalian. Cepatlah kesini,jika tidak jangan salahkan aku jika aku hanya membawa gelas kosong” chanyeol langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku dan memutuskan hubungan telfon dengan luhan secara sepihak.

Sambil menunggu,chanyeol langsung mengambil sebuah tempat yang dapat menampung ke empat temannya nanti. Tak peduli jika mereka datang atau tidak,yang penting chanyeol tidak akan susah payah keluar dan merasakan dinginnya salju.

Di tempat lain,luhan mendesah kasarr

“waeyo ? “ tanya baekhyun

“chanyeol,dia menyuruh kita untuk ke caffe itu,dia terlalu malas untuk mengantarkannya kepada kita”

“ tskk.. kebiasaan malasnya memang tak akan pernah hilang. Bagaimana bisa anak itu mempunyai pacar,jika sepert itu” kesal baekhyun

“ sudahlah lebih baik kita kesana,hitung-hitung kita bisa menghangatkan tubuh kita” ujar kris

“kau sama saja dengan anak ini” keluh luhan. Sehun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat ke tiga temannya ini.

Chanyeol memainkan rubiknya dengan resah,ia terus memutarnya dengan kesal

“aish.. kenapa ini susah sekali,sedangkan luhan dia dapat meminkannya hanya dalam waktu 5 menit.. ahh sudahlah” cahnyeol melempar rubiknya dengan kesal. Tak berapa lama suara lonceng pintu cafe tersebut berbunyi,terlihatlah Kris,Luhan,Sehun dan Baekhyun. Chanyeol mengangkat tangannya,memberikan tanda jika ia disini. tapi tangan chanyeol secara perlahan-lahan menurun,wajahnya terlihat sangat kaget,bukan Kris,Luhan,Sehun dan Baekhyun yang terfokus dalam pengelihatnnya,melainkan seseorang yang sangat ia kenal.

“hei namja pemalas” luhan menyandarkan chanyeol dari lamunannya,ia berdiri tepat di depan pandangan chanyeol

“hei chanyeol..” luhan mengibaskan tangannya di depan chanyeol yang masih melamun

“nde ?..” chanyeol tersadar dan langsung berdiri dari duduknya,ia melihat ke seluruh penjuru ruangan,tapi tak menumukan seseorang yang ia lihat tadi

“kau mencari siapa cahnyeol-ah ?” ujar sehun

“aniya.. aku tadi seperti  melihat teman lamaku” bohong chanyeol

“apa tadi aku salah lihat ? mungkin karna aku terlalu merindukan yoona,makanya aku berhalusinansi” batin cahnyeol,ia pun bergabung bersama teman-temannya yang sedari tadi sudah duduk duluan.

“kau.. apa yang kau katakan di telfon tadi hah ?” chanyeol hanya nyengir mendengar perkataan luhan

“ hehehe… jangan marah luhan-ah.. aku hanya malas saja keluar,kau taukan di sana terlalu dingin”

“ck.. dasar manusia pemalas, jangan banyak alasan “ teriak baekhyun tepat di telinga chanyeol. Chanyeol mengusap telinganya

“ kalian seperti anak kecil saja” ujar sehun,luhan dan baekhyun lansung memberikan death glare mereka ke sehun. Kris yang melihat itu hanya cuek dan menikmati coffe panasnya dan membaca sebuah buku ,ia terlalu sibuk mengurusi perkelahian sepeleh ini

neukkimi wa nae ane deureowa jakku nae gaseume chaolla neoui sumsorijocha saranghalsurok saranghaeseo haengbokhae sarangi wa nae mameul humchyeoga da irheodo naneun joha niga haneun malcheoreom naegen deullyeo “ dentingan piano dan suara seorang yeoja mampu membuat kris mengalihkan perhatiannya pada buku yang berada di tangannya.

“suara itu ?” gumam kris. kris mulai mempertajam pendengarannya

sarangi wa nae mameul humchyeoga da irheodo naneun joha saranghalsurok saranghaeseo haengbokhae nunbichi malhajanha simjangi sorichigo itjanha gamchuryeogo haebwado momdo maeumdo sumgil gosi eobtjanha suara lembut itu bercampur dengan dentingan piano,membuat kris langsung berdiri,ia berlari mengelilingi caffe dan mencari sumber suara itu. Luhan,sehun,chanyeol,dan baekhyun yang melihat kris,mulai berdiri dan mengejarnya.

“kris –ah,waeyo ?” tanya sehun,kris masih terus menolehkan kepalanya mencari suara itu

“kris-ah gwenchana ?” tanya sehun lagi

“dengarkan suara itu sehun luhan” walaupun tak mengerti apa maksud kris,mereka berdua mulai menajamkan telinga mereka

nalsumcheoreom deulsumcheoreom naneun tto neol bureugo isse neon jaseogui geukcheoreom han momin geotcheoreom tto nareul wonhago isseo”

“bukankah ini lagu Navi yang menjadi soundtrack drama 49 days” ujar baekhyun

“bukan lagunya,tapi suaranya,dengarkan baik-baik Byun Baekhyun” teriak kris,baekhyun tertegun,baru kali ini kris berteriak padanya biasanya ia hanya kesal tanpa berteriak.

Flashback

Yoona menghampiri luhan yang tengah bermain piano,di belakangnya ada sehun dan kris yang mengikuti yoona menuju ruang musik keluarga

“luhan-ah “ panggil yoona,luhan menghentikan permainannya kemudian menatap yoona

“ajari aku,aku ingin bisa bermain seperti mu” luhan tersenyum,ia lalu menepuk tempat duduk yang berada di sampingnya,menyuruh yoona untuk duduk.

“ baiklah.. kau ingin lagu apa ?” tanya luhan kepada yoona

” emmm…aku ingin lagu Navi ..judulnya Neukkimi Wa” luhan mengagguk. Dengn pelan,jari-jari luhan memikan piano tersebut.

“tunggu.. jika hanya suara piano,itu sangat membosankan”

“ne sehun benar,menyayilah yoong,itu akan sangat menarik” yoona memikirkan perkataan sehun dan kris

“tapi suaraku sangat jelek,aku tak percaya diri jika menyanyi,jangan membuatku terlalu berharap kris” keluh yoona.luhan mengusap bahu yoona dengan sayang

“ siapa bilang suaramu jelek,kau tau walaupun suaramu tak semerdu dan tak sebagus para penyanyi terkenal,tetapi bagi kami,suaramu sangat istimewa. Suaramu punya sesuatu yang sangat khas dan itu hanya ada di dalam dirimu. Kau harus percaya yoong” yoona tersenyum,kini dentingan piano kembali berbunyi,dan di saat itu pula yoona menyanyi denagn suara yang sangat indah

 

“neukkimi wa nae ane deureowa jakku nae gaseume chaolla neoui sumsorijocha saranghalsurok saranghaeseo haengbokhae sarangi wa nae mameul humchyeoga da irheodo naneun joha niga haneun malcheoreom naegen deullyeo

nalsumcheoreom deulsumcheoreom naneun tto neol bureugo isse neon jaseogui geukcheoreom han momin geotcheoreom tto nareul wonhago isseo

sarangi wa nae mameul humchyeoga da irheodo naneun joha saranghalsurok saranghaeseo haengbokhae nunbichi malhajanha simjangi sorichigo itjanha gamchuryeogo haebwado momdo maeumdo sumgil gosi eobtjanha”

perlahan-lahan dentingan piano itu menjadi lebih tenang hingga tak terdengar suaranya lagi. Kris,luhan sehun tersenyum kepada yoona

“suaramu terlalu indah yoong,apa ku bilang,kalau suara mu itu bagus” luhan mengacak rambut yoona

“kau terlalu berlebihan luhan,itu bahkan tak ada apa-apanya” senyum yoona mengembang seraya rona merah yang mewarnai pipinya. Mereka ber-empat tertawa bersama di tengah kebersamaan.

Flashback end

“Yoona.. ia berada di sini kris,aku sangat kenal suara ini,ini suara yoona” ujar luhan,sehun berbalik dan langsung menghampiri seorang pelayan

“excuse me,can you tell me the voice,who is singing song ?” tanya sehun pada pelayan tersebut

“ya.. the voice from room VIP “ sehun langsung menghampiri ke empat temannya

“suara itu dari ruangan VIP yang berada di atas” mereka pun berlari menaiki tangga dan menuju ruangan VIP,tapi mereka langsung di hadang oleh 2 orang ber jas hitam

“sorry, this is VIP Room,you are more disburse go into this room” ujar pria berjas tersebut

“lebih baik kalian masuk,aku akan membayarnya” ujar baekhyun, mereka pun berjalan masuk duluan tapi sesaat kris memberikan dompetnya pada baekhyun.

“pakailah uangku,aku tak ingin kau kesusahan” setelah berbicara,kris,luhan,sehun dan chanyeol masuk ke dalam ruang VIP tersebut

“apa dia kira aku tak mempunyai uang.. tsk.. Awas kau kris Wu” rengut baekhyun

****

Jongsuk mengajak yoona ke dalam cafe langganannya

“zoey,lebih baik kita beristirahat dulu. Udara disini sangat dingin,aku tak ingin kau sakit” yoona mengangguk.

“harry,kau masuklah dulu,aku mau memperbaiki sepatuku” ujar yoona,jong suk tersenyum

“ cepatlah zoey,jangan terlalu lama di luar,kau bisa mati membeku. Arraso”

“ arrasso” jongsuk masuk ke dalam meninggalkan yoona yang sedang memperbaiki sepatu bootnya.

“ ah selesai “ yoona menegakkan badannya dan mulai berjalan masuk, tapi di depannya ada 4 pria yang mempungungi yoona dan sepertinya yoona harus mengantri masuk karna ke 4 pria tersebut masih berada di dapannya. Tak berapa lama ke 4 pria tersebut masuk dan yoona pun ikut masuk melewati mereka dan berjalan berlawanan arah. Yoona mengambil ponselnya saat ia merasakan ponsel itu bergetar,ternyata sebuah pesan masuk dari jong suk

“ aku ada di ruangan VIP,lantai atas”  

Yoona melangkahkan kakinya menuju ruangan yang di maksud jongsuk,2 orang yang berjas hitam membukakan pintu ruangan tersebut,di dalam sudah ada jongsuk yang menunggunya di depan piano putih. Yoona menghampiri jongsuk

“harry” jongsuk menepuk bangku yang berada di sampingnya,yoona yang mengerti maksud jong suk,mulai duduk di sampinganya.

“ayo kita bermain bersama,aku yang bermain sedangkan kau yang bernyanyi”

“a..aku tidak tau bernyanyi” jong suk menggenggam tangan yoona dengan erat

“kau tau,sewaktu kita menikah dulu,kau mennyikan lagu untukku,dengan suara merdumu mampu membuat semua para tamu besorak gembira untukmu. Aku tahu kau bisa zoey” dentingan piano mulai bermain,yoona bingung harus menyanyikan apa,tapi sebuah lagu kini muncul sendiri dari bibirnya

 neukkimi wa nae ane deureowa jakku nae gaseume chaolla neoui sumsorijocha saranghalsurok saranghaeseo haengbokhae sarangi wa nae mameul humchyeoga da irheodo naneun joha niga haneun malcheoreom naegen deullyeo “ yoona bernyanyi dengan semaksimal mungkin.

“luhan-ah “

“ajari aku,aku ingin bisa bermain seperti mu”

“ baiklah.. kau ingin lagu apa ?”

” emmm…aku ingin lagu Navi yang judulnya Neukkimi Wa”

“tunggu.. jika hanya suara piano,itu sangat membosankan”

yoona begetar,sebuah bayangan tergambar di benaknya. Seorang yeoja dan tiga orang namja yang berada di sekitarnya. Keringat dingin mulai membanjiri tubuhnya

 

sarangi wa nae mameul humchyeoga da irheodo naneun joha saranghalsurok saranghaeseo haengbokhae nunbichi malhajanha simjangi sorichigo itjanha gamchuryeogo haebwado momdo maeumdo sumgil gosi eobtjanha

“ne sehun benar,menyayilah yoong,itu akan sangat menarik”

“tapi suara sangat jelek,aku tak percaya diri jika menyanyi,jangan membuatku terlalu berharap kris”

“ siapa bilang suaramu jelek,kau tau walaupun suaramu tak semerdu dan tak sebagus para penyanyi terkenal,tetapi bagi kami,suaramu sangat istimewa. Suaramu punya sesuatu yang sangat khas dan itu hanya ada di dalam dirimu. Kau harus percaya yoong”

 “nalsumcheoreom deulsumcheoreom naneun tto neol bureugo isse neon jaseogui geukcheoreom han momin geotcheoreom tto nareul wonhago isseo”

“suaramu terlalu indah yoong,apa ku bilang,kalau suara mu itu bagus”

“kau terlalu berlebihan luhan,itu bahkan tak ada apa-apanya”

Yoong memegang kepalanya yang sangat sakit,jong suk yang menyadarinya mulai mengguncang tubuh yoona

“zoey,gwenchana ? zoey” jongsuk terus menguncang tubuh yoona. Air mata yoona mulai turun,tangannya masih terus menekan kepala yang berdenyut dengan kencang

“sa..kit..hiks..hiks.. sakit.. sakit… harry” isak yoona,jong suk membawa yoona ke dalam pelukannya. tepat saat itu,pintu ruangan tersebut terbuka memperlihatkan kris,luhan,sehun dan chanyeol. Kris berlari ke arah jongsuk lalu menariknya dan langsung menghajar wajah itu.

“harry.. apa yang kalian lakukan pada suamiku” teriak yoona,dengan langkah cepat,ia menghampiri jong suk yang terbaring akan pukulan kris,ia tak peduli dengan rasa sakit yang masih menghujani kepalanya. Di benaknya hanya ada harry yang tengah kesakitan

“yoong..  dia orang jahat,dan dia bukan suamimu” ujar sehun,ia menghampiri yoona dan mengelus kepalanya.tapi belum saja 5 detik yoona langsung menepis tangan sehun

“ yoong..? namaku bukan yoong tapi namaku zoey lee” teriak yoona. Luhan mengenggam kedua bahu yoona

“nama mu  Im Yoona,bukan Zoey Lee, aku, Luhan,Kris dan Sehun adalah suamimu yoong” ujar luhan seraya menunjuk sehun dan kris. Luhan mencoba menyadarkan yoona. Jong suk menyeringai di balik wajah lemahnya

“luhan,sehun,kris.. aku tak mengenal kalian”

“zoey.. kau ingat foto yang pernah ku tunjukkan padamu sayang” yoona memperhatikan wajah luhan,sehun kris. Tak berapa lama yoona langsung menggelengkan kepalanya,ia mundur hingga punggunya mengenai tembok

“p…pergi..pergi pembunuh.. PERGI.. KALIAN PEMBUNUH” teriak yoona,ia menarik rambutnya menahan rasa sakit yang terus menghujani-nya

“yoong apa yang kau katakan..?”

“kalian PEMBUNUH..KALIAN MEMBUNUH ORANG TUAKU,KAKAKKU dan ADIKKU..APA SALAH MEREKA.. hikss.. Pergi..PERGI..” teriak yoona di sela tangisannya. Luhan sehun dan chanyeol menatap yoona dengan tatapan sedih. Kris mencengkram kerah baju jong suk

“apa yang kau lakukan pada yoona,bajingan ?” geram kris,jong suk tertawa kecil

“haha.. aku hanya sedikit memberikan ingatan baru padanya” ujar jong suk. Kris kini sudah tak dapat menahan emosinya,ia terus memukul jong suk secara bertubi-tubi. Tiba-tiba dari arah belakang 5 orang pria ber-jas datang segera menahan kris,luhan,sehun dan chanyeol

“urus mereka” jong suk berdiri menggunakan tongkatnya,ia berjalan menuju yoona yang masih menunduk

“zoey.. ayo kita pergi sayang.. aku tak ingin kau terlalu lemah. Mereka akan segera di urus” jong suk membantu yoona berdiri,ia menggandeng yoona menuju jalan keluar. Kris,luhan sehun dan chanyeol terus memberontak

“yoona Im Yoona..” teriak chanyeol,saat melihat punggung yoona semakin jauh

****

Kris yang sedari tadi melihat yoona,mulai memberontak. Sikunya langsung memukul perut pria ber-jas yang terus menahannya. Luhan sehun dan chanyeol tak mau kalah mereka menghajar para pria ber jas tersebut. Meresa lawannya sudah lemah,mereka langsung keluar berharap dapat mengejar jongsuk dan yoona.

“kris,luhan sehun,chanyeol.. di sini,cepatlah” teriak baekhyun dari dalam mobil,saat di lihatnya. Kris luhan sehun,chanyeol sudah berada di luar cafe

“ baekhyun-ah kau dapat dari mana mobilmu,seingatku kita dari tadi tak membawa mobil” ujar chanyeol

“sudahlah jangan banyak bicara,naiklah, teman-teman kita sudah duluan mengejar mobil jongsuk” tanpa tunggu lama ke empatnya langsung masuk kedalam mobil,kris menginjak gas dan mempercepat laju mobil baekhyun yang di ambil alih oleh dirinya. Di depan mobil mereka, sudah ada mobil tao dan xiumin. Chanyeol menghubungi xiumin dan tao

“yoboseyo”

“ ada apa chanyeol ?” tanya mereka bersamaan

“ mobil kami sudah berada di belakang kalian, tolong beri kami jalan,agar kami bisa menghadang mobil itu” setelah memutuskan sambungan telfon,mobil kris membelah di antara mobil tao dan xiumin. Kini mobil kris tepat berada di belakang mobil hitam itu,sedangkan mobil tao dan xiumin berada di belakang mobil kris.

Kedua mobil itu saling adu cepat,kris terus mengambil kesepatan agar bisa berada di depan mobil hitam itu. Ia menaikkan kecepatan hingga berada tepat di samping mobil tersebut,mobil kris terus menyelinap hingga akhirnya ia dapat berda di depan mobil hitam tersebut. Perkiraan kris salah,ia kira mobil hitam itu akan berhenti tetapi,mobil itu terus melaju dengan kencang

BRUKKK…

Mobil hitam itu langsung terjungkir balik tepat pada saat itu sebuah tangan tergeletak tak berdaya dengan tetesan darah yang terus mengalir. Yoona,yeoja itu tergeletak tak berdaya di basahi darahnya. Salju putih itu kini menjadi merah karna sebuah darah yang mengenangi salju tersebut.

Kris menatap tak percaya melihat mobil itu

 “YOONA” teriak Kris,Luhan,sehun,Baekhyun,dan chanyeol bersamaan. walaupun mendapatkan luka yang tidak besar,mereka terus berlari. Sehun berlari duluan,ia membuka pintu mobil yang sudah tak hancur.

“yoona..yoona ireona” sehun menggapai tubuh yoona yang basah karna darah. Ia menangis memeluk tubuh yoona. Luhan terduduk lemah,ia mengusap wajah yoona dari darah yang terus mengalir,mata itu tertutup sempurna,membuat luhan tak dapat menahan tangisannya

“YOONA… IREONA..IREONA” Teriak luhan, hujan salju itu bercampur dengan darah yang terus menglir. Chanyeol,baekhyun, xiumin dan tao tak dapat menahan kesedihannya. Apalagi saat dilihatnya tubuh yeoja yang di sayangi nya itu,Terbujur kaku

****

Jong suk terdiam di rumahnya. Tangannya bergetar hebat saat telfon itu terjatuh dari tangannya.  Saat ia mereima telfon,jika mobil yang yoona tumpangi kecelakaan

“ seharusnya aku ikut denganmu zoey,agar kita bisa mati bersama-sama” mata jongsuk berkaca-kaca.

Saat keluar dari cafe,jongsuk memasukkan yoona ke dalam mobil yang berbeda darinya. Bukan karna ia takut kedatangan Kris,Luhan,sehun,Baekhyun,dan chnayeol,melainkan ia harus mengurus surat kepindahan dirinya dengan yoona,karna persebunyiannya telah di ketahui oleh mereka semua. Perkirannya jika mereka akan di bunuh duluan oleh suruhannya tadi,tapi dugaannya salah,mereka bahkan masih hidup dan mendapatkan yoona kembali.

“ apa ini semua telah berakhir ?” tanya jong suk pada dirinya sendiri

“tidak ini belum berakhir,aku harus memulainya lagi” tiba-tiba seorang namja dengan jaket hitam dan topi hitam datang di depan jong suk. Jongsuk tersenyum sinis

****

Kris berlari keruangan UGD, ia terus menggendong yoona dengan panik ,baju yang ia pakai kini telah basah oleh darah yoona. Di belakang kris,sehun dan luhan terus mengikutinya dengan langkah tak kalah khwatir. Tak berapa lama para suster dan seorang dokter langsung memabaringkan yoona di kasur pasien

“yoona..yoona bertahanlah..jeballyo” ujar luhan sedih. Seorang suster menyuruh kris,luhan dan sehun untuk keluar. Walaupun ada perlawanan dari sehun yang tak ingin keluar, tapi Dengan berat hati akhirnya mereka keluar saat dokter mengatakan jika mereka terus berada di dalam,operasi ini tak akan berjalan lancar.

Di ruangan putih tersebut,terbaring yoona yang sangat lemah. Para suster terus membersihkan darah yoona. Dokter itu terus memeriksa urat nadi yoona,merasa urat nadi itu terus melemah,dokter langsung memerintahkan suter untuk mengambil alat elektrokardiogram.

 

Dengan cepat para suster menyiapkan elektrokardiogram lalu sang dokter meletakkannya di dada yoona dalam kehintungan ke 3,dan dia angkat kembali. Yoona masih belum menunjukkan tingkat kesadaran  Selama hitungan itu,yoona belum menandakan kehidupannya atau tanda-tanda detak jantungnya.

Pada saat akhir sang dokter terlihat panik sesekali ia melihat monitor yang tak menampilkan menapilkan garis-garis kehidupan jantung yoona. Kini monitor itu menampilkan garis hijau panjang

 

Tiit…tittt…………

 

****

 

1 Week Letter. Seoul. Korea Selatan

 

Luhan terduduk di sebuah bangku, kris dan sehun lalu menghampiri luhan dan duduk di sampingnya. Mereka menatap bintang malam yang sangat indah.

“malam yang indah,dan bintang yang indah” ujar sehun

“ya.. jarang-jarang kita bisa melihat bintang di tengah natal ini,apa lagi di korea,kau taukan bintang sangat jarang terlihat” balas sehun. Kris yang sedari tadi diam,kini menunjuk salah satu bintang yang paling terang

“ lihatlah bintang itu,sangat terang bukan ?” luhan dan sehun melihat bintang yang di arahkan kris

“ya,itu sangat terang. Aku yakin itu pasti mereka yang melihat kita dari atas sana” luhan tersenyum pedih,tampa ia sadari air mata itu turun membasahi pipinya.

“aku sangat merindukannya.” Sehun pun ikut menangis. Ia teringat seseorang yang paling ia sayangi telah meninggalkannya di dunia ini.

“kita semua pasti merindukan mereka. Semoga mereka di berkati oleh Tuhan. Kami menyayangi kalian” kris menahan air mata yang akan jatuh,ia tak ingin terlihat lemah di hadapan luhan dan sehun.

“ aku juga menyayangi kalian”  Kris,Luhan dan Sehun memalingkan tatapannya menuju seorang yeoja yang telah berdiri di samping kris. Ia menapakkan senyumannya yang membuat ke tiga orang itu terpesona.

“apa kalian tak dingin di luar sini ?” sehun berdiri dan langsung memeluk yeoja itu

“yoong.. hikss.. bogoshippo” yoona menepuk punggung sehun,memberikan ketenangan pada suaminya ini.

“hei jangan terlalu cengeng oh sehun. Kau itu pria” ujar yoona. Sehun masih saja terus menangis di pelukan yoona.

“ jangan pergi lagi eoh,jangan inggalkan kami..” sehun mengusap ingusnya,seraya menatap yoona

“arra.. aku berjanji tak akan meninggalkan kalian lagi. ” yoona memcium pipi sehun,sehun tersenyum senang

“sudah jangan menangis lagi eoh.. kau tampak seperti anak kecil”

“ hei.. oh sehun,kau jorok sekali. Lihatlah ingus mu sampai meler seperti itu” ejek luhan

“Ya !! jangan membuatku malu  Xi Luhan”  luhan langsung lari dari amukan sehun. Mreka kini aling kejar mengejar meningglkan kris dan  yoona. Kris memeluk yoona dari belakang

“ gomawo.. gomawo masih ada di samping kami bertiga. Gomawo sudah bertahan demi kami. Gomawo yoongi” yoona mengusap lembut tangan kris

“ kau tau, jika kalian tak berada di sampingku,mungkin aku telah meninggalkan kalian saat ini. Tapi karna doa kalian.. tuhan dapat menolongku. Gomawo.. tampa kalian mungkin aku sudah berada di surga bersama halmonideul”  tetesan air  mata jatuh dari pelupuk mata yoona,ia terlalu terharu melihat perjuangan para suaminya saat ia terbaring lemah waktu itu.

Dokter itu keluar dari ruangan operasi seraya melepas maskernya. Wajahnya tampak sedih.

“who is Family ?” ujar dokter,

“we are her husband” ujar Kris,Luhan,Sehun secara serempak. Dokter itu tampak terkejut tapi kini terganti dengan raut wajah yang sedih

“what about the wife, our dockter ?” ujar sehun. Donkter hanya bisa menggelengkan kepalanya

“sorry, we’ve done our maximum, but another god wills.” Sehun langsung menerobos masuk ke dalam ruangan itu. Dapat dia lihat yeoja itu terbaring kaku,dengan wajah pucatnya. Baru saja seoang suster ingin menutup yoona dengan kain,tetapi sehun langsung menahan kain itu untuk tidak menutup yoona. Dokter mengangguk,suster itu pergi memberikan waktu kepada keluarga pasien,untuk melihatnya terakhir kali.

Sehun mengelus wajah yoona dengan tangan gemetar. Tangisan itu sudah terdengar sedari tadi. Luhan dan kris tak dapat menahan kesedihan mereka. mereka tampak terpukul melihat yoona yang telah tak bernyawa lagi. Kris memeluk yoona,ia terus berteriak di sela isakannya. Luhan.. ia menggenggam tangan yoona dengan pedih.

“yoona ireona..jeball…yoong” tangis luhan,ia mencium tangan yoona yang basah tecampur dengan air mata itu

“ yoona ireona.. kau telah berjanji tak akan meninggalkan kami kan ? kau yang bilang sendiri jika janji harus selalu di tepati. Kumohon bangunlah yoong. Changmin hyung,yunho hyung, aboeji dan eomma pasti sangat sedih melihatmu meninggalkannya.. ireona..” sehun mengguncang tubuh yoona seraya menumpahkan semua kesedihannya

“ yoong.. apa kau tega meinggalkan orang-orang yang kau sayangi ? mereka terlalu lemah tanpamu yoona. Tolonglah yoong..ireona… demi kami,demi kelurga kita yoong” luhan terus menggenggam tangan yoona,mencoba memberikan sesuatu ke ajaiban,agar yoona kembali walaupun itu tak akan mungkin terjadi

“tuhan,, tolong.. aku memohon kepadamu,sekali ini saja tuhan. Tolong bawa yoona kembali ke sisi kami dan ke keluarga kami. Dia terlalu baik untuk meningglkan kami. Kumohon tuhan” doa kris.. ia mencium puncak kepala yoona dengan air mata yang terus berlinang.

Chanyeol ,baekhyun ,Tao,Xiumin,Kai,Chen,Lay,Kyungsoo,dan Suho tampak menangis di luar ruangan. Mereka langsung datang saat chanyeol menelfon jika yoona telah di temukan dan terlibat kecelakaan. Doa tak henti-hentinya keluar dari mulut mereka

Jari itu bergerak.. perlahan-lahan mata itu terbuka secara pelan

“ K..Kris..Luhan..Sehun” ujar yoona pelan. Mereka sepertinya tak menyadari jika yoona telah sdar,mereka masih terus menangis sambil menunduk

“hei.. kalian itu pria.. jangan cengeng seperti ini” yoona mengusap kepala sehun yang berada di dekatnya. Sehun yang merasakan seseorang mengusap kepalanya mulai menegakkan kepalanya. Matanya langsung dapat menangkap wajah yoona yang tersenyum kepadanya

“yoona” teriak sehun. Kris dan luhan mengadahkan kepalanya. Betapa kagetnya mereka saat orang yang mereka sayangi kini telah tersadar kembali melihat dunia ini

“yoongi kau masih.. hidup? Ini bukan mimpikan ?..” ujar luhan tak percaya

“ania.. ini bukan mimpi luhan… doa kalian di dengar oleh tuhan”ujar yoona. Mereka bertiga langsung memeluk yoona. Sehun langsung menekan sebuah tombol,dan tepat pada saat itu dokter dan suster datang. Mereka tampak kaget melihat yoona,setau mereka yoona telah tiada 20 menint yang lalu.

“ tolong biarkan saya memeriksanya” ujar dokter tersebut mereka bertiga memberikan jalan untuk sang dokter. Dokter itu memeriksa urat nadi yoona,matanya dan juga tenggorokannya

“ini ke ajaiban.. tuhan telah mengabulkan doa kalian. kami tak menemukan gejala apapun dan sepertinya iangatan istri kalian telah kembali” ujar dokter itu,mereka bertiga bernafas lega,dokter itu pamit pulang dan membiarkan Chanyeol ,baekhyun ,Tao,Xiumin,Kai,Chen,Lay,Kyungsoo,dan Suho untuk masuk

“songsaengnim.. jangan tinggalkan..kami lagi..hiks..” tangis tao,mata pandanya itu kini memerah karna menangis.

“ne..saem..jangan pernah terluka lagi dan menutup matamu..” isak chanyeol,yoona tersenyum melihat anak muridnya yang kini tengah menangis

“arraso.. aku berjanji tidak akan pernah meningglkan kalian,sebagai seorang pria dewasa berhentilah menangis. Wajah tampan kalian akan hilang” canda yoona

“saem… “ kai menghapus air matanya dan ingus yang sedari tadi terus keluar. Tak berapa lama keluarga Im,Wu,Xi dan Oh datang melihat keadaan yoona yang sempat mendapatkan telfon dari ke tiga suami yoona.

“ekhmm.. tuan. Wu bisakah kita bergantian. Sedari tadi kau terus memeluknya. Ingatlah yoona bukan hanya istrimu” ujar luhan,kris hanya mengeluarkan cengirannya seraya melepaskan pelukan itu sedangkan yoona terkekeh pelan. Diantara para suaminya,luhan lah yang paling suka cemburu terhadap sehun dan kris.

luhan langsung membawa yoona ke pelukannya. merasakan hangatnya tubuh masing-masing di tengah dinginnya malam natal

 “aku sempat berfikir,kau akan meninggalkan kami dan bergabung bersama bintang-bintang itu. Tapi aku sangat bersyukur ternyata kau tak bersama mereka. walaupun mereka cantik dan terang,tetapi mereka sangat jauh dara jangkauan,dan aku tak ingin itu terjadi padamu,aku tak ingin kau jauh dari kami lagi” luhan mengeratkan pelukannya

“aku pun seperti itu lu,aku tak ingin aku jauh dari kalian. karna bagiku kalian adalah bulanku yang selalu menemani bintang ini setiap malam” mereka tak memperdulikan dinginnya salju yang melanda mereka. hanya ada sebuah kehangatan dan kasih sayang. Kris dan sehun menghampiri mereka.,mereka saling menggandeng bahu satu sama lain,dengan yoona berada di tengah luhan dan sehun,sedangkan kris ia berada di samping luhan. Malam yang dingin untuk keluar tetapi jika kalian bersama dengan orang yang kalian sayangii,malam ini pun kalian akan mersakan hangatnya dunia mengalahkan dinginnya salju yang melanda diri kalian.

“kajja kita masuk.. “ mereka pun masuk ke dalam rumah mewah mereka. menikmati hangatnya teh dan manisnya kue yang selalu ada di setiap natal.

****

Apa ada yang bertanya kemana Lee Jong Suk ? atau Apa Lee Jong Suk susah merelakan Yoona ?. jawabannya tentu saja tidak. Lihatlah seorang namja dengan kacamata hitamnya baru saja tiba di icheon airport,ia berjalan dengan sebuah tongkat dan sebuah rencana baru.

“ apa kabar korea selatan dan apa kabar yoona. Ku harap kau dapat menyambut kedatanganku ini” gumamnya,sebuah mobil hitam sudah ada di depannya,dapat ia lihat seorang namja yang memakai jaket hitam dan topi hitam, tengah menjemputnya,namja yang waktu itu hanya mengagguk saat jong suk telah masuk ke dalam mobil.

“ siapkan semuanya gikwang” ujar jongsuk pada namja itu. Namja bertopi hitam itu tersenyum miring,ia membuka topinya,dan terlihatlah seluruh wajahnya. Lee Gikwang,dialah namja itu

“baik hyung”

TBC

Annyeong kembali lagi saya datang menyambut anda. maaf ya kalau aku protect,aku cuman ingin kalian lebih menghargai karna seseorang. oh ya ini udah mau final lho … aku belum edit ff ini,maklumiya kalau banyak TYPO.. HEHEHE..

64 thoughts on “LOVELY SEONGSAENGNIM 9

  1. OMG Jong suk masih belum kapok aja yah… ini Gikwang lagi, pakai bantuin juga…

    awalnya aku kira ff ini cuma membahas masalah anak sekolahan, ternyata masalahnya rumit banget…

    keren… keren.. tinggal baca chap terakhirnya nih…

    gomawo firda-ssi sudah kasih password part 9 nya…

  2. Yehet. Jong suk nya di bikin end aja napa. Jadi benalu kok demen banget itu orang. Dia pengen di pukul luhan gege sepertinya.

    Same as usual, ceritanya bikin aku gereget !! Chap depan udah end kan yak?? Abis deh bahan geregetanku. Okelah author, ff mu daebak. Dengan pilihan kata yg tak bertele tele. Kurangnya cuma atu. Yaitu tokoh antagonis nya terlalu lama idup*ehehe.

    Udah deh ah, keep writing ^ ^

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s