(Freelance) Is It Love?

isitlove

Is It Love?

By Lee Yoon Ji

Casting

YoonA || Chen

Supporting

Random Idols

Genre

Happy | Romance | Friendship

Length

Oneshot

Rating

Teen

Disclaimer

Cast milik Tuhan. Cerita murni milik saya. Sorry for typo.

Poster by lluviallee  at highschoolgraphics.wordpress.com

**

Prolog

Kesunyian dan kegelapan yang menyelimuti kamar itu di pecahkan oleh sebuah cahaya terang dan beberapa gesekan jari pada sebuah layar tablet berwarna biru yang masih terus menyala hingga jam menunjukkan pukul 11 malam. Sepasang mata yeoja masih sibuk ‘berkeliaran’ menyusuri baris demi baris tulisan yang terpampang pada tablet namjachingu-nya yang sudah terlelap terlebih dahulu sejak 2 jam yang lalu.

Srrkkkkk

Bunyi selimut bergesekan dengan tubuh itu langsung membuat mata si yeoja waspada. Masih dalam kegelapan bisa di lihatnya sosok tinggi namjachingu-nya itu sudah berdiri tegap di hadapannya dengan sebuah senyum samar yang hanya bisa dilihat oleh dirinya.

Wae oppa? Apa aku terlalu berisik hingga kau terbangun?”. Tanya Yoona sambil meletakkan tablet yang tadi di genggamnya di atas meja dan mulai berdiri mensejajari Chen. Chen tersenyum lalu menggeleng pelan dan mulai melingkarkan lengannya pada pinggang ramping milik Yoona.

Aniooppa hanya terkejut karena yang oppa peluk justru guling, bukan pinggangmu”. Jawab Chen setengah bercanda sambil menarik Yoona ke dalam pelukannya.

**

-Yoona-

Aku berjalan menuju wastafel yang berada di ujung koridor lantai dua SM University dengan perasaan suntuk yang semakin membesar sejak 1 menit yang lalu aku di usir dari kelas Park sonsaengnim karena ketahuan tertidur. Jelas saja. Beberapa hari ini waktu tidur ku berkurang banyak karena kebiasaanku membaca FanFiction sebelum tidur. Terdengar gila memang, tapi ini kenyataannya. Aku tidak percaya ada orang-orang di luar sana yang membuat sebuah cerita fiksi mengenai diriku dan Jong Dae, namja yang sudah menjadi sahabatku sejak kecil. Aku dan Jong Dae sekolah di SM University yang merupakan salah satu sekolah musik paling terkenal di Seoul. Untuk beberapa kesempatan aku dan Jong Dae akan tampil di beberapa acara penting sekolah maupun acara-acara besar lainnya, bahkan Lee Soo Man sangjaengnim yang merupakan pemilik SM Entertainment sudah berjanji akan merekrut kami berdua ketika kami lulus nanti, itulah sebabnya kami sudah memiliki beberapa fans.

“Yoona~yaa, akhir-akhir ini kulihat kau selalu mengantuk dan bahkan kau ketiduran di kelas, apa kau tidak apa-apa?”. Tanya Sooyoung yang sudah meneguk orang juice-nya. Aku mengangguk lalu mulai ‘menyatukan’ kepalaku dengan meja makan di cafetaria. Kudengar Sooyoung menghela nafasnya tapi kemudian dia sudah terlihat bersemangat sambil melambai-lambai ke arah pintu masuk café. Aku mengikuti pandangannya dan melihat sosok jangkung Zitao sudah tersenyum pada Sooyoung.

Annyeong”. Sapa Zitao sambil menarik kursi di samping Sooyoung. Aku hanya mengangkat tangan untuk membalas sapaan namja China-Korea itu karena rasa kantuk yang tadi menyerangku di kelas kembali datang dan aku rasa aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi.

“Dimana Jong Dae?”. Tanya Sooyoung ketika aku merasa aku sudah hampir terlelap. Saraf-sarafku langsung ‘terbangun’ ketika mendengar nama namja yang selama 19 tahun ini menjadi sahabatku.

“Masih di kelas, berkutat dengan tab…O! Itu dia”. Zitao mengarahkan telunjuk panjangnya pada sebuah sosok namja yang baru saja kami bicarakan. Aku menghela nafas kecil yang kuyakini tidak di sadari oleh Sooyoung dan Tao karena masih sibuk melambai-lambaikan tangan mereka pada sosok Jong Dae.

“Aku mau ke rest room dulu”. Kurasakan tangan hangat Jong Dae sudah menggenggam lenganku yang terayun ke depan. Tatapan dua pasang mata lain juga mengikuti ku dan mau tidak mau aku kembali berbalik dan mendapati Jong Dae sedang melemparkan tatapan khawatirnya.

Waeyo? Kau sakit?”. Tanya Jong Dae sambil menempelkan punggung tangan kanannya pada dahiku. Sebuah desiran aneh langsung menyelinap dalam jantungku ketika mata Jong Dae juga menatapku dengan intens. Aku langsung menggeleng dan menurunkan tangan namja itu pada dahiku dan bergegas menuju pintu keluar café. Ahhhh ini gila!.

-Author-

“Aku yakin seratus persen Kim Jong Dae. Yoona membaca semua tulisan itu. Tulisan yang kau posting di blog fanfiction itu”. Sooyoung menunjuk layar tablet Jong Dae yang menampilkan berbaris-baris tulisan rapi dengan sebuah header sebagai judul sebuah blog.

“Writernya Choi Sooyoung… kau yakin itu nama penaku?”. Tanya Jong Dae sambil menunjuk sebuah nama yang berbunyi ‘Deer’. Sooyoung mengangguk dengan tegas dan membuat Jong Dae menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi.

“Tapi…Yoona bukan tipe yeoja yang senang membaca. Dia bahkan pernah melemparku dengan sepatu ketika aku menyodorkannya sebuah buku karya Sir Arthur Conan Doyle”. Bantah Jong Dae. Sooyoung terkikik kecil lalu mengangkat bahunya.

-Jong Dae-

Aku menatap kosong lembar kerja Microsoft Office yang sejak berjam-jam lalu hanya terbuka tanpa sedikitpun bertambah isinya. Kepalaku benar-benar sakit dan aku tahu itu semua adalah dampak dari pembicaraanku dengan Sooyoung kemarin sore. Aku tidak bisa dengan mudahnya percaya bahwa seorang Im YoonAh, yeoja yang sejak kecil menjadi sahabatku ternyata juga membaca cerita yang kubuat mengenai hubungan spesial kami. Bukan dalam kenyataan, hanya dalam fanfic karena aku tahu selama ini Yoona selalu menganggapku sebagai saudara laki-lakinya. Tidak lebih.

Dert…

Getar ponsel yang memecah kesunyian kamar yang kutempati itu langsung membuat tanganku bergerak untuk mencari benda canggih tersebut. Kulihat nama Yoona terpampang jelas pada layar dengan sebuah ikon surat yang menandakan bahwa yeoja itu mengirimiku sebuah pesan.

From : Yoona

Jong Dae~yaa, aku bosan di rumah. Apa kau mau menemaniku mencari cd musik di mall?

Tanpa sadar aku tersenyum membaca isi pesan Yoona. Dengan cepat aku meraih kunci mobil dan membalas pesan Yoona.

To : Yoona

Tunggu aku di depan pintumu 5 menit lagi

-Author-

Toko musik yang berada di lantai 2 pusat perbelanjaan besar di Korea itu sedikit ramai ketika sosok Yoona dan Jong Dae memasuki area dalam toko. Beberapa siswa yang masih memakai seragam sekolah terlihat menunjuk keduanya bergantian bahkan ada yang terang-terangan meminta tanda tangan mereka.

“Aku tidak tahu kalau kita sepopuler ini”. Ucap Jong Dae tepat di telinga Yoona yang masih sibuk mencari-cari disc musik yang diinginkannya. Yoona mendengus setuju lalu langsung menarik Jong Dae ketika di tangannya sudah ada 2 keping disc yang sepertinya dari tadi ia cari.

“Aku juga”. Ucap Yoona ketika dirinya dan Jong Dae sudah keluar dari toko musik dan memutuskan untuk makan siang di sebuah restoran. Pelayan yang sedari tadi sudah menatap Yoona dan Jong Dae seakan keduanya adalah daging lezat langsung tertunduk malu ketika Yoona menyerahkan daftar menu yang ingin dirinya dan Jong Dae pesan dan pergi bergegas meninggalkan keduanya.

“Jong Dae~yaa”. Panggil Yoona ketika Jong Dae sibuk dengan sesuatu di tabletnya. Jong Dae mengangkat kepalanya dari tablet dan menatap Yoona dengan bingung.

“Apa aku boleh bertanya sesuatu?”. Jong Dae mengangkat bahu tanda mengiyakan pertanyaan Yoona dan sedikit terusik dengan keseriusan yang dipancarkan mata sahabatnya itu. Im YoonAh jarang bersikap serius di hadapannya.

“Fanfiction…kau tahu kan?…” Jong Dae mengangguk dan Yoona terlihat menarik nafas panjang sebelum bisa melanjutkan perkataannya “…aku tidak sengaja membacanya beberapa hari yang lalu dan fanfiction itu…mengenai kita. Apa kau juga membacanya? Maksudku, sekedar melihatnya?”. Jong Dae bisa melihat semburat merah muncul di pipi Yoona ketika yeoja itu menyelesaikan pertanyaan yang ia rasa tidak pernah ingin Yoona ungkapkan.

-Yoona-

“Aku melihatnya beberapa kali, kau tahu…saat aku membuka situs fanfiction khusus untuk SM Entertainment, tapi aku tidak sempat membacanya, menurutku itu terlalu konyol”. Aku tertawa kering mendengar jawaban yang keluar dari mulut Jong Dae. Begitukah? Semua cerita romantis yang dibuat penggemar tentang kami berdua dirasanya konyol?. Kalau begitu dalam kasus ini hanya aku yang menganggapnya menyenangkan?.

“Begitu? Hmm, kalau kuingat-ingat, memang terasa sedikit konyol. Bagaimana bisa mereka membuat cerita seperti itu tentang kita kan?”. Jong Dae mengangguk sambil menarik sedotan orang juice-nya dan tanpa sadar aku bisa merasakan sebuah batu bata besar baru saja melesak masuk ke dalam dadaku. Meninggalkan sebuah bekas yang tak akan pernah tertutupi hingga aku yakin bahwa Jong Dae mungkin punya perasaan yang sama seperti yang aku rasakan.

-Author-

Sooyoung menarik nafas panjang mendengar cerita Jong Dae tentang pertanyaan Yoona kemarin mengenai fanfiction.

No pabo ya?”. Tanya Sooyoung sambil mengetuk puncak kepala Jong Dae yang sukses membuat namja itu meringis dan mencoba membalas perlakuan Sooyoung barusan kepadanya.

“Apa yang harus kulakukan Shiksin? Mengakui bahwa aku yang membuat cerita-cerita itu? Seolma~~”. Jong Dae mendorong tablet birunya ke hadapan Sooyoung dan memperlihatkan sebuah penggalan komentar dari username bernama ‘Alligator’. Sooyoung menggeleng pelan lalu menatap Jong Dae dengan serius.

“Setidaknya kau tidak bisa menjelek-jelekkan ceritamu sendiri. Paling tidak kau bisa mengatakan bahwa kau tidak punya pendapat karena kau belum membacanya, jika begini aku yakin Yoona akan merasa bahwa kau tidak punya perasaan lebih padanya”. Jong Dae mengangkat alisnya dengan tinggi.

Mworagu? Apa maksudmu Choi Shiksin?”. Sooyoung mendengus tidak sabar lalu langsung membuka menu pesan di ponselnya dan mempelihatkan sebuah chat percakapan antara dirinya dan Yoona.

S : Jadi kau mau mengatakan kalau kau menyukai Jong Dae?

Y : Apa itu salah? Aku lelah Sooyoung~ah, sungguh! Semua hal dalam fanfiction itu…itu semua tepat seperti fantasi yang selama ini ku khayalkan

S : Tentu saja tidak salah. Kalau begitu kenapa kau tidak mengatakannya secara langsung pada Jong Dae?

Y : Kau gila? Dia bahkan menyebut semua cerita itu ‘konyol’. Kau tahu betapa malunya aku kalau ketika aku mengungkapkan perasaanku dan ternyata dia tidak mempunyai perasaan yang sama seperti yang kurasakan.

-Jong Dae-

Aku hanya bisa menatap layar ponsel Sooyoung dengan perasaan campur aduk antara senang, bingung dan yang lebih besar, tidak percaya. Jadi selama ini Yoona juga menyimpan perasaan terhadapku?.

“Jadi…apa yang menurutmu harus kulakukan? Katakan Choi Shiksin!!”. Sooyoung terlihat bingung melihat tingkahku namun sedetik kemudian dia terlihat tenang. Tidak salah Yoona punya sahabat seperti dirinya.

“Katakan padanya kalau kau menyukainya! Apa lagi yang kau tunggu Kim Jong Dae? Kau akan menjadi namja terbodoh yang menyia-nyiakan perasaan seorang yeoja yang selama ini di idolakan oleh para namja”. Sooyoung lagi-lagi mengetuk puncak kepalaku namun kali ini aku tidak membalasnya. Dia benar. Aku akan menjadi namja bodoh jika sampai membiarkan perasaan Yoona hanya ‘mengambang’ kosong. Aku harus ‘menghirupnya’.

**

Epilog

Chen tersenyum keesokan paginya ketika melihat layar tablet birunya menyala bersamaan dengan munculnya berbaris-baris kalimat yang ia hafal betul maksud dan isinya. Diam-diam di tekannya sebuah menu dan mengetuk beberapa kali layar tabletnya tersebut. Diketiknya sebuah username yang sudah ia gunakan sering kali untuk memposting cerita dan mencari cerita mana yang tadi di baca kekasihnya.

Your Action Is Success

Is It Love?

Deleted

END.

Another fanfic dalam fanfic. Hahaha. Maafkan kegajean author yang akhir-akhir ini suka kumat ya, hahaha. Ini ff pertama yang pairingnya Yoona-Chen dan harus author akui susah banget dapat feelnya #cielehhh. Ya sudahlah, daripada author makin banyak ngomong, akhir kata…tolong tinggalkan koment!!! Hahaha. Annyeong ^^.

 

23 thoughts on “(Freelance) Is It Love?

  1. Huaa.. Suka ceritanya.. Daebak.. Tapi gak serunya sih, sooyoung eonnie udah keburu ngasih tau kalau yoona eonnie punya perasaan ke chen oppa.. Jadi aja, ketegangan pun menghilang.. Hwaiting

    Annyeong^^

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s