(Freelance) Drabble : Madness

thumbyoo-vert

 

Madness.

Author: Dinda Halimbar (twtr:@dindahalimbar)

Starring:Im Yoona & Oh Sehun.

Genre : Angst & Sad.

Rating : PG-13

Disclaimer : Hello all:).Nice to meet u!This is my first drabble,especially for yoongexo cast^^

So,hopefully this is not too weird to u ,to understand:D.Sorry for the bad picture:(

Cast belongs to their God,family,and maybe yours(?). (P.S : ITALIC FONT MEANS  FLASHBACK ,‘STRANGE’ WORDS,and SOME THINKING)

Published in personal wordpress too:)

Happy reading,guys!

***

“Kau mencoba berselingkuh dariku,huh?” Oh Sehun berteriak,menumpahkan semua rasa kesalnya kepada gadis yang berada di depannya tersebut.

“Demi Tuhan,Oh Sehun!Aku tidak pernah berselingkuh darimu.Memangnya kau pikir aku gadis seperti apa?” Sang gadis,Im Yoona juga tak kalah berteriak.Ia lelah atas perkelahian ini.Ia lelah di bentak karna sesuatu yang tidak pernah ia lakukan sekalipun.

“Jangan mencoba berbohong,Im Yoona!Aku tahu semuanya,aku bahkan melihatnya dengan mata kepalaku sendiri!” Muka lelaki itu memerah.Ia benar-benar tersulut emosi.

Yoona menutup mulutnya.Air matanya jatuh secara perlahan.Ini bukan Oh Sehun yang dikenalnya selama ini.Ini bukan Sehun yang berjanji akan selalu ada buatnya.Ini bukan Sehun yang akan selalu percaya kepadanya…ini bukan Sehunnya..

“Aku capek Sehun-ah.Mau sampai kapan kita bertengkar seperti ini?Aku sudah memberitahumu bahwa semua yang aku lakukan bersama Luhan kemarin itu bukan apa-apa.Aku hanya mencoba membantunya membuat skripsi akhir.Tidak ada yang terjadi,percayalah sedikit kepadaku!” Suara gadis itu bergetar.Sungguh memekikan telinga.Sehun hanya terlalu di kuasai oleh amarah,sehingga ia tidak bisa merasakan nada sendu gadis itu.

“Oh,iya?Kau meminta aku percaya kepadamu atas semua yang kau lakukan?.Sekarang aku bertanya kepadamu,bagaimana mungkin seorang yang sudah memiliki kekasih,menginap di rumah lelaki lain?Apakah itu wajar?Apakah itu yang kau kategorikan sebagai ‘membantu’?” ujar Sehun sarkas.Ia benar-benar tidak peduli,yang ia iginkan hanya penjelasan gadis itu sekarang.

Yoona makin menatap nanar Sehun.Sehunnya benar-benar sudah tidak ada lagi…

Tiba-tiba dunia gadis itu berubah.Perasaanya berubah,ia menjadi sangat sedih sekarang.Entah kenapa Yoona tiba-tiba menangis.Masih dengan  menatap Sehun,gadis itu menangis.Air matanya bercucuran tanpa henti.

Sehun gelagapan.Ia tidak pernah melihat Yoona seperti ini sebelumnya.Ada apa dengan Yoona ? Semenit lalu gadis itu masih baik-baik saja,walaupun sedikit di kuasai amarah.Tapi sekarang?Ia malah menangis dengan  kerasnya sambil menatap wajah lelaki itu.Sungguh aneh bukan?

“Yoona-ah,kau kenapa?” tanya Sehun sambil memegang pundak gadis itu.

Yoona masih menangis tanpa memperdulikan pertanyaaan Sehun.

“Yoona,Im Yoona” Sehun kembali menggerakkan pundak Yoona.Ia sangat khawatir dengan gadis itu,walaupun sebenanrnya ia memang masih sangat marah.

“Aku tidak selingkuh,Oh Sehun!Kau bisa bertanya kepada Luhan langsung” ujar Yoona sambil sesenggukan.Sungguh,ia tak tahu apa yang tejadi dengan dirinya sendiri.Yang ia rasakan ,dirinya tiba-tiba merasa sangat sedih Intinya ia hanya ingin menangis sekarang.

Sehun memegang pipi gadis itu.”Sebaiknya kita jangan membicarakan hal ini dulu,Yoona-ah.Kendalikan dulu emosimu”.

Yoona mengangguk dan detik berikutnya,Sehun telah memapah tubuh lemah gadis itu menuju kamar mereka.

***

“Putri anda mengidap bipolar,nyonya” kata dokter .

Kwon Yuri  tertegun.Putri kecilnya mengidap bipolar?

Matanya kemudian menyapu kearah gadis kecil yang sedang bermain boneka di ujung ruangan.Gadis cantik itu terlihat sangat bergembira dengan bonekanya.Di tatapnya Yoona kecil itu dengan tatapan haru.

“Kenapa bisa dokter?apa penyebabnya?” tanya Yuri.

Dokter tersebut menghela napas.”Menurut tes psikologi,anak anda terlalu sering merasa kecewa.Ia sering sekali ber-ekspektasi lebih tetapi harapannya tidak sesuai dengan yang ia inginkan.Ini juga bisa terjadi karena kurangnya kasih sayang orang tua”

Yuri menangis,menangis yang benar-benar menangis.

Ia tidak menyangka,semua yang ia lakukan terhadap gadis kecilnya itu akan berbuah seperti ini.Semua yang ia lakukan,termasuk sibuk kerja dari pagi sampai malam,tidak menonton pertunjukan drama Yoona,tidak pernah makan bersama putrinya…dan masih banyak lagi…

“Apa tidak bisa di sembuhkan dok?” tanya Yuri penuh harap.Ia sadar ini semua karna kesalahannya,karna perbuatannya Yoona menderita seperti ini.Ia dan suaminya,Im Sangjoo telah berpisah semenjak Yoona berusia 3 tahun,sekarang gadis kecilnya itu berusia 6 tahun.Karna perpisahannya pula,Yuri harus bekerja siang sampai malam demi sang putri tunggal.

Dokter itu menatap Yuri dengan intens.”Untuk saat ini,bipolar belum bisa di sembuhkan,nyonya.Penyakit ini sangat sulit di hilangkan karna ini merupakan gangguan kejiwaan,dan belum ada obat khusus untuk menghilangkannya.Paling-paling Cuma obat penenang dan terapi-konsultan dengan para psikiater”

“Bagaimana dengan luar negeri?pasti mereka punya sesuatu untuk menyembuhkan penyakit itu”

“Tidak ada yang bisa kita lakukan,nyonya.Anda hanya harus membawa Yoona ke psikiater,tetapi hal itu belum menjamin kesembuhan  Yoona.Terapi itu hanya untuk membuat ia terbiasa dengan keadaanya nanti” kata dokter sambl menggelengkan kepala.

Yuri menatap miris sang putri yang sedang tersenyum lebar kepadanya.Hatinya sakit sekali…bagaimana bisa seorang gadis kecil seperti itu bisa menanggung hal seberat ini…

Semakin matanya menatap Yoona,hatinya semakin menyalakan dirinya sendiri…

“Apa yang harus aku lakukan,dokter?” tanya Yuri akhirnya.Ia benar-benar frustasi sekarang…

“Anda harus membimbingnya,nyonya.Anda harus selalu berada untuknya,mendengar setiap keluhannya atau melakukan hal yang bisa membuatnya bahgia.Saat-saat seperti itulah yang ia butuhkan.Ia membutuhkan kasih sayang orang tua,walau menurut kasus anda,ia hanya mempunyai seorang ibu,tetapi,hal itu tidak menjadi masalah,selama ia bisa merasa bahagiabersama anda.”

Yuri terdiam.Ia benar-benar akan berubah sekarang,ia akan menghabiskan waktu lebih banyak dengan putrinya .Ya,ia akan berubah…demi Yoona..demi oksigennya…

“Aku percaya Yoona bisa melewati ini semua,aku yakin…” ujar Yuri mantap.

***

Gadis itu menatap Cappucino Hazel Latte-nya dengan tatapan kosong.Terlalu banyak masalah sampai semuanya menjadi tidak bisa terpikirkan lagi.

Ia lelah.Sangat lelah,bahkan lebih lelah dari lari mengelilingi lapangan basket di kampus-nya selama 10 kali.

Sudah lebih dari 3 hari ia tidak bertemu Oh Sehun.Seseorang yang terus saja mengganggung pikirannya,membuat dirinya tersipu malu,terkadang merusak mood-nya,dan bahkan seseorang yang dengan berani ‘merebut’ hatinya.

Setelah insiden bertengkarnya dengan Sehun dan di akhiri dengan Yoona yang menangis hebat,dirinya tidak pernah bertemu lagi dengan pria itu.Sehun hanya bilang,bahwa mereka perlu waktu untuk bisa memahami semua yang terjadi.

Dirinya sadar,bahwa semua kesalahan terletak kepadanya.Ia yang memang awalnya menawarkan Luhan untuk membantu pria itu mengerjakan skripsi akhirnya.Waktu itu sedang hujan deras,sehingga Yoona terjebak di apartemen Luhan.Kemudian dengan tiba-tiba Sehun datang menjemputnya dengan amarah yang tertahan di mata lelaki itu.

Yah…pada akhirnya inilah Yoona,duduk diam menatap kopi-nya yang telah dingin sambil terus mencoba mencari tahu apa yang terjadi…

Dirinya kemudian teringat lagi tentang kejadian ‘menangisnya’ secara tiba-tiba malam itu.Ia tahu bahwa ‘gadis’ bipolar seperti dirinya memang tidak pantas untuk lelaki sempurna seperti Oh Sehun.Ia sadar dan mengerti..tetapi hatinya tidak bisa hidup tanpa lelaki itu..sehingga dengan pikiran dan hati yang berbeda,dirinya memilih untuk bertahan bersama Oh Sehun.

Gadis itu egois..ya,,dirinya egois..Ia tidak peduli dengan semuanya..ia bahkan tidak peduli tentang Sehun yang belum mengetahui keadaan aslinya…

Yang ia butuhkan hanya,seorang Oh Sehun terus bersamanya…

Ia terlalu sering di kecewakan sejak kecil sehingga dirinya tidak mau lagi merasakan kekecewaan..persetan dengan penyakit ‘sialannya’ ini…

Aku akan terus bersama Sehun..tidak peduli apapun yang terjadi….tidak peduli betapa dunia melarang ini semua…tidak peduli pendapat orang lain…karna aku sudah terlalu ‘gila’,karnanya,karna dunia,karna semua….

 

END.

 

Gimana-gimana???kependekkan yah?ga baik yah??aduhh maaf deh kalo begitu..maaf juga kalo misalkan ada typo or bad words…

Ini semua ff lho ya:D,jadi kalo ada sesuatu yang ‘aneh-aneh’ balik lagi,ini Cuma ff😀.Mohon RCL nya ya walaupun nelangsa kek gini…:D

Kalo ada sesuatu yang ingin di tanyakan atau gimana-gimana,bisa kontek ke twttr aku aja yaa yg ada diatas tadi..

Terimakasih🙂

30 thoughts on “(Freelance) Drabble : Madness

  1. Aaaa kurang panjang ffnya thor jadi kurang seru ini ada sequelnya ga??
    Semoga aja ada deh aku penasaran sama sehun nanti kslo udh tau penyakit yoona🙂 semoga aja mereka ga berpisah deh

  2. emm yoong mengidap bipolar,
    ahh sequel dong thor,
    pengen banget sehun tau keadaan yoong, tapi selalu ada buat yoong,
    adohh maap reader semakin ngawur aja,
    ditunggu karya yoongexo lainnya^^

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s