(Freelance) Ficlet : What Is Love? (Sequel Of Call Me)

what-is-love

Title : What Is Love?

Author : YDH

Cast : Byun Baekhyun || Im Yoona

Genre : Comedy, Romance

Length : Oneshot (Sequel Call Me)

Credit Poster : Priskila at EXOShiDae Fanfiction

Note : ini diaa sequell nyaaa.. seneng  bgt bnyk yg suka ff nyaa >< makanya ngebut buatnya. Maaf ya klo kependekan. Dan satu lagi, kyknya bkl ada sequel dari ini. Hahaha. Udh lah tinggalkan komen!!!

***

“Silahkan, Nyonya Byun.”

Yoona mendesis pasrah kemudian mengambil ice cream yang diberikan Baekhyun untuknya. Ia tidak habis pikir, kenapa dirinya harus terjebak seperti ini? Harusnya ia tidak datang ke taman kampus tadi.

Tapi jika tidak datang, dirinya akan dibuat resah tentang khayalannya yaitu namja ini terus menunggunya sampai larut. Oh, khayalannya memang terlalu tinggi. Lagipula untuk apa khawatir pada seseorang yang selalu memberikan senyuman padanya ini?

Sepertinya ia juga sudah bodoh menerima ajakan senior gila yang telah menciumnya. Hanya karena kecupan singkat, ia dapat tunduk padanya. Namun sepertinya, ia sudah tidak tunduk lagi pada namja itu. Lihat saja sedari tadi, kelakuan menyebalkan namja itu membuat Yoona jengkel.

“Jadi, Nyonya-”

“Jangan panggil aku Nyonya Byun. Margaku Im.”

“Tapi, margamu akan berubah menjadi Byun nantinya. Jadi, sama saja kan?”

“Tidak-akan-pernah.”

Baekhyun meringis. Di cuaca yang bagus begini kenapa ada petir yang mengelilingi kepala Yoona? Bodoh, ia memang terlalu berlebihan. Tapi, jika kalian melihat Yoona yang sedang menatap Baekhyun sinis sesekali menyuapkan ice creamnya asal, sepertinya kalian akan berpikiran sama seperti Baekhyun.

“Oh, jadi apa? Bagaimana kalau, Chagiya~”

Mata Yoona nyaris keluar dari tempatnya. Tangan kurusnya memukul lengan Baekhyun keras. “Andwe~!”

Baekhyun mengaduh kesakitan. Gadis itu benar-benar kuat, pikirnya. Jujur saja, ia tipe namja yang agak..eum..tidak terlalu kuat. Ania. Lebih tepatnya lemah. Terbukti dari berbagai macam pukulan yang lumayan keras –menurutnya- dari temannya Chanyeol yang pasti direspon sakit oleh Baekhyun.

Tentu saja, itu memang sakit. Namun, Baekhyun langsung memutar matanya kesal ketika Chanyeol dengan entengnya berkata Lemah! Pukulan seperti itu tidak terasa! Tak lupa dengan cengiran jahilnya membuat Baekhyun ingin menonjok wajahnya saat itu juga. Cukup! Kenapa jadi pindah topik?!

“Bagaimana kalau, Yeobo~”

Satu sendok penuh ice cream mendarat dengan asal kemulut Yoona. Sangking kesalnya mendengar panggilan menjijikan itu, ia jadi tidak bisa menikmati ice cream kesukaannya. “Apa yang kau katakan barusan, hah?!”

“Tapi, Yoona ada-”

“AP-”

DEG

Yoona membeku. Tangan Baekhyun memegang kedua pipinya lalu salah satu ibu jari namja itu mengusap ujung bibirnya. Lagi, tubuh Yoona terasa dialiri listrik dan lagi-lagi itu semua hanya karena perlakuan senior gilanya.

“Aku hanya ingin memberitahumu kalau ada sisa ice cream diujung bibirmu.” Baekhyun tersenyum yang akhirnya menjadi tawa, bibir namja itu dengan maksimal berbentuk persegi panjang. “Jadi, bagaimana kalau aku memanggilmu, Yoongie?”

Yoona masih tidak percaya apa yang baru saja terjadi. Kemana kekesalan itu? Kenapa cepat sekali reda hanya karena sentuhan namja itu diwajahnya?

Dengan wajah memerah karena malu, Yoona menarik tas selempangnya lalu mulai melangkahkan kakinya menjauh dari Baekhyun. Ia sungguh malu saat ini. “Terserah!”

“Yak! Yak!” Baekhyun menghela nafas, namun diakhiri dengan senyum menawannya. Sebenarnya ia juga tidak percaya apa yang dilakukannya. Itu gerakan spontan.

Dan Baekhyun harus berterima kasih atas gerakan spontannya itu. Ia melirik ibu jarinya, tempat dimana bibir gadis itu membekas. Dengan senyum merekah, ia mencium ibu jarinya itu. Kembali, Baekhyun tidak bisa menahan senyumnya.

“Yak! Yoongie-ya~ Tunggu~”

“Tinggalkan aku!!”

.

.

.

“Aku ingin bertanya sesuatu.”

“Apa?”

Baekhyun tersenyum malu sebelum melanjutkan. Matanya sesekali melirik Yoona yang berjalan beriringan dengannya. Jika kalian tanya kenapa gadis itu bisa tetap berada didekatnya, jawabannya adalah : karena saat Yoona meninggalkannya di dekat kedai ice cream tadi, Baekhyun dengan cepat mengejar gadis itu dan memohon untuk melanjutkan acara kencan mereka.

Tidak. Tidak kencan bagi Yoona. Tapi hanya sekedar jalan-jalan. Tapi jika untuk Baekhyun. Sudah pasti namja itu menganggapnya kencan.

“Apa kau tahu apa itu jatuh cinta?”

Yoona agak tersentak mendengar kata cinta. Mengingat ciri orang jatuh cinta hanya terjadi didalam dirinya ketika ia berada di dekat Baekhyun. Dan sekarang, namja itu bertanya padanya? “Aku tidak terlalu pintar dalam urusan cinta karena aku belum pernah merasakannya.”

“Benarkah? Berarti kita sama?”

Yoona menoleh. “Apa? Kau belum pernah mengalaminya? Bukannya kau seorang playboy?”

Baekhyun ikut menoleh, membuat iris arangnya bertemu dengan mata rusa Yoona. “Ania. Tentu saja tidak. Aku benar-benar belum pernah merasakannya. Tunggu, kenapa kau bisa tahu aku seperti itu? Kau memperhatikanku ya? Ah, sudah bilang saja..”

Dengan cepat Yoona membuang muka. Berusaha menutupi semburat merah yang menghiasi kedua pipinya. Lagi-lagi karena namja ini. “Tidak! Apa-apaan kau ini!”

Takut Yoona mengambek lagi, Baekhyun memilih untuk tidak membalas. Ia memikirkan apa yang ingin ia lakukan.

Langkah Baekhyun terhenti, membuat Yoona ikut berhenti. Ia menatap Baekhyun lama. Namja itu sangat tampan dengan semilir angin yang menerbangkan rambutnya, dan juga daun yang berguguran sebagai backgroundnya.

Baekhyun menoleh kearah Yoona, menatap gadis itu tepat pada matanya. “Orang bilang, jantungmu akan berdebar ketika seseorang itu menatapmu tepat pada matanya. Apa itu benar?”

Yoona diam. Jantungnya  berdebar kencang ketika Baekhyun menatapnya seperti ini. Apa itu artinya..?

Perlahan Baekhyun meraih tangan Yoona, menggenggamnya. “Jantungmu akan tambah berdebar ketika orang itu menggenggam tanganmu atau melakukan skinship lainnya. Apa itu benar?”

Yoona kembali terdiam. Ya, jantungnya semakin cepat berpacu mengingat kejadian itu.

“Aku hanya ingin memberitahumu kalau ada sisa ice cream diujung bibirmu.”

Tangan Yoona yang digenggam Baekhyun kali ini berpindah posisi. Ia taruh tangan Yoona menuju dada kirinya, tepat berada di jantung. Yoona bisa merasakan debaran itu. Debaran yang sama seperti dirinya. Sangat cepat.

“Lalu, apa artinya ini?”

Yoona diam. Ia tidak tahu harus melakukan apa. Semua yang dikatakan Baekhyun benar.

Jantung Yoona terasa meloncat-loncat ketika ia baru menyadari wajah Baekhyun yang semakin mendekat. Namja itu memiringkan kepalanya sembari menatap bibir Yoona.

“Dan rasa itu semakin bergejolak ketika kau merasakan ciumannya.”

Sedetik setelah itu, bibir Baekhyun sukses mendarat di bibir mungil Yoona. Yoona dapat merasakan debaran jantung Baekhyun, sangat cepat karena tangannya masih berada di dada namja itu.

Dan akhirnya keduanya dapat merasakan gejolak itu, kupu-kupu beragam warna yang beterbangan didalam perutnya.

“Aku merasakannya, jatuh cinta.”

***

Huaaaa.. maap telat postnyaaa.. sbnernya udh jdi tpi giliran mau ngirim kuota abis jadi baru sekrng deh. Itu tulisan miring terakhir kata hati BaekYoon. Gimana? Bagus nggk? Hahaha. Oya, tenang smuanya bakalan ada sequel nya kok. Tetep komen lhoo..

47 thoughts on “(Freelance) Ficlet : What Is Love? (Sequel Of Call Me)

  1. Ampun dahh !
    Itu bang baek di ‘Call Me’ jail bener. Di sequel, malah sok polos-_-
    Huft~ Tapi aku suka pake banget sama ff yg kayak gini. Bikin lagi ya😉

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s