(Freelance) Ghost Melody (Chapter 3)

ghost-melody

Title                 : Ghost Melody Chapter 3

Author             : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating             : PG 13+

Genre              : Horror, School Life, Romance

Main Cast        : Yoona dan Baekhyun

Pairing             : Baekhyun dan Yoona

Other Cast       : Chen, Sehun, dan Kai

Quote              : Sing a song and i will come to you…just wait for me…

Disclaimer       : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

Credit Poster   : kissmedeer @posterdesigner.wordpress.com

A.N                 : WARNING SIDERS menjauh, TRUE READERS ayoook merapat, buat barisan dan selamat menikmati fanficku ini ^^ agak sedih sih, memang aku ini masih pemula tapi ada beberapa readers yang cuma baca pas chapter-chapternya lagi seru, padahalkan harusnya koment juga di chapter sebelumnya. FYI, aku selalu membalas tiap komentar kalian, jadi komentar kalian yang membangun sangat aku tunggu dan pastikan kalian membaca balasanku ditiap koment ya, hehehe ini cara ku bisa berhubungan dengan readersku. Hehehe….baca juga fanficku yang lain/ceilah promosi nihye/ kayak Music Box, Tears in Heaven tidak terlalu buruk loh, bahkan ada surprise di akhir cerita yang tidak bisa kalian tebak tentunya. Untuk Twins Sister chapter 6 aku sudah selesai mengupdatenya… ^^ tunggu dipublish ya…untuk yang kangen fanfic angstku pairing LuYoon tunggu update-annya ya udah ah cuapcuap authornya, Happy reading ^^

Yoona POV

“Seperti nyanyian seseorang lebih tepatnya gumaman yang dinyanyikan,” jelasku kepada Baekhyun, Luhan dan Sehun yang sudah mulai mendekati gedung musik tua itu, saat kami berempat membukanya dan saat aku coba untuk memasuki gedung musik itu mendahului Baekhyun, Luhan dan Sehun oppa,,,tiba-tiba ”Arghhhhh!!! TIDAK!!!!! JANGAN!!!!” teriakku….Jangan dekati aku, pergi kalian semua!!! Usirku pada semua hantu dari dalam gedung musik yang tua itu.

 

“Yoona kau kenapa? Kau tidak apa-apa kan?” tanya Sehun oppa yang berlari mendekat padaku dia khawatir, Luhan juga ikut kaget tetapi bukan karena dia melihat penampakan tetapi karena teriakanku sebelumnya. Bagaimana bisa aku berdiam diri saja saat melihat puluhan arwah gentayangan berada di gedung musik tua itu, ada yang sedang menggantung dari tiang-tiang gedung dan menjulurkan lidahnya, ada juga beberapa hantu wanita yang berdiri dipojok kanan gedung yang memakai baju hanbok putih dengan darah yang bercecaran dimana-mana dari perutnya yang ternyata bolong serta bisa aku lihat rambut yang panjang tergerai, sementara di beberapa kursi penonton yang menghadap kearah panggung aku hanya bisa melihat arwah itu dengan tatapan ngerinya karena selain dari penampakan wujudnya arwah yang berada di gedung musik tua yang sedang terduduk dikursi penonton itu mengeluarkan suara tangisnya yang mencekam, selain itu baru aku sadari arwah wanita-wanita berhanbok dengan perutnya yang bolong mengeluarkan darah itu sedang menimang sesuatu benar sekali dugaanku mereka sedang menimang bayi yang aku curigai tidak mungkin bayi yang masih hidup, suara bayi-bayi itu tak kalah meraung dengan suara arwah-arwah yang sedang menangis terisak-isak dengan kedua bola mata nya yang ternyata mengeluarkan darah segar yang pekat dari kedua rongga matanya memekik gendang telingaku, membuatku otomoatis menutup telingaku dengan menangkupkan kedua tanganku ditelingaku dan bergidik ngeri, Baekhyun langsung memelukku mencoba menenangkanku sementara wajahku masih bisa melihat mereka semua dalam gedung musik tua itu, tiba-tiba kulihat sosok arwah Chen oppa mendekatiku melihat aku yang ketakutan dan sepertinya dia tahu aku takut lalu diapun kembali ke kerumunan arwah itu dan seketika arwah-arwah tersebut menghilangkan penampakkannya, aku pun lega melihat gedung musik tua itu menjadi kosong kembali seperti sedia kala setelah Chen oppa mengusir(?)/setankokngusirsetan//plaak/>,< teman-temannya yang bergentayangan di gedung musik tua ini. Chen oppa melirik wajahku kembali dan sudah bisa melihat aliran darahku kembali lancar dan tidak sedikitpun raut ketakutan terpasang diwajahku.

Sehun oppa dan Baekhyun masih memegangiku yang masih merinding melihat kesekitar gedung, padahal aku sudah merasa aman disini, kulihat arwah Chen oppa tersenyum manis padaku aku sangat yakin, jika dia masih hidup dia pasti adalah idola disekolahnya pantas saja jika banyak yang iri akan dirinya, penampakan Chen oppa saat ini, dia tidak seperti sebelumnya yang berwujud menyeramkan saat ini penampilan dia seperti anak sekolahan biasa tanpa ada kesan menyeramkannya hanya saja arwahnya yang melayang itu masih bisa ditembus olehku.”Sebenarnya untuk apa kita kesini lagi Sehun hyung?” tanya Baekhyun penasaran akan jalan pikir Sehun karena mengajak mereka ke gedung musik tua ini, “Aku ingin memperkenalkan Chen pada kalian,” ujar Sehun oppa dengan tenangnya, meski Sehun oppa tidak bisa melihat Chen oppa tapi aku tahu saat namanya disebut oleh namja yang berkulit pucat itu Chen oppa kemudian mendekat tepat disamping Sehun oppa. “Ouh begitu maksudmu hyung,” ucap Luhan dan Baekhyun serempak,”Ya begitulah, kemarin aku sudah memikirkan maksud Chen mengirimi kalian mimpi-mimpi yang berulang kali itu, ternyata aku baru mengingatnya kejadian yang sama terjadi juga pada murid sekolahan dua tahun sebelumnya, hanya saja aku terlambat mengetahuinya seseorang sudah terlanjur meregang nyawa.” Jelas Sehun oppa,”Apa maksud oppa?” tanyaku merengut mewakili pertanyaan yang ada dibenak Baekhyun dan Luhan yang fokus mendengarkan.

”Maksudku, sepertinya kejadian 5 tahun yang lalu dan 2 tahun yang lalu akan terulang kembali seperti kejadian saat Chen menjadi korban pembully-an,” lanjut Sehun dalam penjelasannya itu sekilas kulihat arwah Chen oppa memasang wajah datar dan hanya mengangguk-anggukan kepala mengamini semua yang dikatakan Sehun oppa.”Oh aku mengerti oppa, sepertinya semua yang oppa duga mengenai hal itu benar adanya karena saat ini kulihat arwah Chen oppa mengangguk-angguk seakan membenarkan semua yang kau ucapkan.” jawabku menyimpulkan semua yang kulihat. “Jadi, ada yang aneh tidak disekitar kalian?” tanya Sehun oppa sambil memandangi kami bertiga, “sepertinya tidak,” jawab Baekhyun cepat. Suasana gedung musik itu sudah tidak terlalu menyeramkan bagiku, bahkan menurutku lebih aman disini ketimbang ditempat lain disekolah karena arwah Chen oppa pasti akan mengusir hantu-hantu lainnya saat kami datang mengunjunginya, meski dia sudah meninggal tapi aku bisa tahu Chen oppa itu semasa dia hidup adalah orang yang periang dan hangat serta baik hatinya, jahat sekali orang yang membunuhnya, pikirku saat kami berempat kembali lagi ke gedung musik tua dan bisa kulihat arwah Chen oppa yang berada dibelakang piano.

“La,,La,,La…do, re, mi, fa, sol, la, si doooo, La, La, La, do, re, mi fa….” kudengar suara Sehun oppa dan Luhan yang melakukan pemanasan pada tenggorokannya, sudah beberapa hari ini kami berempat selalu bersama dan berteman baik dan untuk kabar baiknya ternyata Luhan yang dikenal akan suara emasnya akan bergabung dengan ekstrakurikuler yang baru aku bentuk bersama Baekhyun.”Kalian benar-benar yakin tidak ada yang mengganjal, mungkin saja ada sesuatu yang tidak biasa seperti murid yang selalu hadir setiap saat menjadi jarang ke sekolah,” ujar Sehun oppa menanyakan kembali perihal mimpi itu, kami bertiga tidak menggubris perkataannya karena sedang sibuk berlatih untuk kompetisi minggu depan, kami bertiga memutuskan untuk menyanyikan lagu Our Love yang dinyanyikan oleh  boyband yang saat ini sedang terkenal sampai ke belahan bumi lainnya, Super Junior. Baekhyun yang bertugas mengaransemen lagunya kembali dan memainkan alat musik sementara aku dan Luhan bertugas mendaftarkan grup ke kompetisi tersebut dan memikirkan konsep yang akan kita tunjukkan bersama, arwah Chen oppa tersenyum melihat kami menyanyi bersama-sama dengan bahagia. Saat istirahat dari latihan kami yang sudah memakan waktu satu jam itu, mataku tak bisa lepas dari benda unik yang tergantung ditas Sehun Oppa,”Oppa, ini milikmu? Kwiyowoo…” ujarku sambil memegang boneka rilakkuma berwarna cokelat terang yang sedang menggendong tas, lucu sekali,pikirku..”Ah bukan, itu bukan milikku,”sergah Sehun oppa, dia terlihat canggung saat aku mencoba memainkan boneka gantungannya itu dan langsung memasukkan gantungan tasnya itu kedalam tasnya agar aku tidak memeganginya lagi, Dasar pelit gerutuku dalam hati karena merasa kesal dengan sikapnya yang seperti itu.

.

.

.

“Baekhyun, ayo makannya cepat waktu istirahat sebentar lagi habis,” tegurku pada Baekhyun yang dengan santainya melahap pelan nasi goreng kimchinya, entah apa yang ada didalam pikiran namjachinguku itu sejak tadi dia melamun menatap kosong dengan mulutnya yang masih mengunyah pelan. “Ne, ahjumma…” sahutnya pelan seperti tidak suka dengan teguranku, tumben sekali dia menyahut dengan nada itu padaku.”Kenapa denganmu?” dengan ekspresi terkejutku yang tak bisa kusembunyikan darinya, melihatku seperti itu dia merasa bersalah,”Mianhae, aku sedang banyak pikiran, tidurku tidak nyenyak membuatku bad mood hari ini,” ujarnya lagi yang terlihat masih lemas membuatku semakin khawatir, “tapi kan tidak seharusnya seperti itu,”gumamku kecewa. Luhan tidak ikut makan dengan kami karena dia harus membereskan pekerjaan dari Kai Seonsaengnim untuknya di ruang guru, akhirnya hanya aku berdua makan dengan Baekhyun saja dengan moodnya yang sepertinya hanya ingin membuatku emosi membuatku menjadi canggung dengannya.

Baekhyun POV

Mimpi itu kembali lagi, aku setengah mati mencoba untuk bangun dari mimpi burukku itu. Yoona-ya maafkan aku, maafkan sikap burukku hari ini aku tidak berniat memperlakukanmu sedingin ini tetapi aku memang membutuhkan waktu untuk sendiri, memikirkan maksud dari mimpi yang semalam aku lalui.

Kau salah menilai orang Byun Baekhyun, kau dan teman-temanmu jangan dekati dia… aku hanya ingin memperingatkanmu kau berada disisi yang salah…

 

Kata-kata itu selalu terngiang-ngiang ditelingaku seperti kaset yang diputar dikepalaku, ya suara itu selalu suara yeoja itu yang mendengungkan kalimat tersebut. Kalimat yang aku dengar di mimpiku, ketika itu….

“Yoona-ya, jangan bergerak kumohon… kumohon jangan bergerak dari tempat tersebut..” isakku saat melihat Yoona yang hendak lompat dari atap gedung musik yang tua itu, entah mengapa kulihat dia-Yoonaku- teerlihat sedang berbincang dengan seseorang sambil terisak-isak dan sepertinya dia sedang menuruti dan mendengarkan seseorang disampingnya yang dapat aku pastikan adalah arwah, karena aku tak melihat ada seseorang lain selain aku dan Yoona disana, kucoba untuk menghentikan tindakan Yoona yang sangat agresif itu, ketakutanku memuncak saat kaki kanan Yoona mulai melangkah dan mencoba terjun dari atap gedung musik yang lumayan tinggi itu… kupercepat langkahku mendekatinya namun aku terlambat, dia sudah melangkah jauh dan akan jatuh dari atap,”Yoona-ya andwaeee!!!!!” teriakku ketakutan sambil mencoba menangkap tangannya yang menopang seluruh tubuhnya, aku sendirian tidak bisa menahannya dan saat tanganku terlepas akupun terbangun dengan iringan kalimat yang mendengung-dengung itu.

.

.

.

Yoona POV

“Dia sepertinya hantu baru di sekolah ini,” ujarku saat mata pelajaran Matematika sedang berlangsung, sekarang aku sudah mulai membiasakan diri dengan makhluk bukan manusia yang dinamakan hantu itu. Semakin kuperhatikan lagi ternyata baju yang dikenakan adalah baju seragam kami yang lama sebelum diganti oleh baju seragam kami yang sekarang kami pakai, meski wajahnya sangat menakutkan dan sama sekali tidak enak dipandang ( karena matanya hanya ada satu sementara mata kirinya sudah bolong, hidungnya terlihat patah dan mengeluarkan darah-darah kental yang menetes ke lantai kelasku dari kepalanya yang remuk itu pula aku bisa melihat bongkahan daging lunak berwarna putih yang biasa orang sebut otak itu terlihat sangat jelas saat dia membelakangiku, jalannya terseok-seok menuju arah jendela kelas yang tertutup) dia tidak memalingkan wajahnya lagi kearahku hingga aku mencoba melihat gesture wajahnya itu kubayangkan raut wajahnya jika dia tidak mengalami  luka-luka separah itu, mungkinkah dia ini hantu bunuh diri yang meloncat dari jendela? Pikiranku terlalu jauh melayang, bukannya fokus pada pelajaranku yang dibawakan oleh Choi Seonsaengnim aku malah memperhatikan arwah dikelasku, seorang namja yang tidak kukenal meski dia adalah sunbaeku, arwah itu sangatlah sibuk meloncat dari jendela kelas lalu datang kembali dia meloncat lagi dan datang lagi, lama-lama pemandangan ini membuatku menjadi jengah dan risih, 10 menit lagi saat pelajaran IPA yang dibawakan oleh Kim Kai seonsaengnim, guru IPA sekaligus wali kelas kami, ah pasti sebentar lagi dia akan menyebut absensi lagi satu persatu, keluhku mengetahui kebiasaan guru muda yang merupakan wali kelasku itu,

“Ahn Jaewook!”

“Hadir!”

“Byun Baekhyun!”

“Hadir!”

“Cho Kyuhyun!”

“Hadir!”

“Choi Siwon!”

“Hadir!”

“Eunhyuk!”

“Hadir!”

……………..

“Im Yoona”

“Hadir!” jawabku.

Kudengar dengan seksama Kim Seonsangnim sedang sibuk mengecek absen lagi hari ini, lalu saat tiba giliran teman baikku Kim Minseok.

“Kim Min Seok!”

…….

“Kim Minseok!”

……..

“Kim Minseok tidak hadir di sekolah lagi? Sudah seminggu lebih dia tidak hadir tanpa memberikan keterangan yang jelas pada sekolah. Ada yang tahu tentang  Kim minseok ini?” tanya Kim Kai merespon cepat saat anak didiknya sudah tidak ada dibawah kendalinya dia sendiri akan merepotkan dirinya sendiri untuk mencari tahu keberadaan anak didiknya itu, tiba-tiba,, deg! Aku teringat kata-kata Sehun oppa lusa kemarin, ”Kalian benar-benar yakin tidak ada yang mengganjal, mungkin saja ada sesuatu yang tidak biasa seperti murid yang selalu hadir setiap saat menjadi jarang ke sekolah,” Ah, aku baru menyadarinya, memang ada yang ganjal akhir-akhir ini. Akupun mengsms Luhan yang duduk dikursi depan dikelas dan Baekhyun yang bersebelahan dengan bangku Luhan, aku sengaja mengsms mereka semuanya saja agar aku tidak usah berbicara dengan Baekhyun, aku masih kesal dengan sikap dia hari ini.

To: Baekhyun<010998825432>, Luhan<010010289744>Sehun Oppa<010229896556>

Subject: mimpi

Content: Aku tahu kejadian mengganjal apa yang dimaksud oleh Sehun oppa, sepulang sekolah kita harus ke gedung musik terlebih dahulu, aku akan menghubungi Sehun oppa untuk menyusul kita. Dia adalah Minseok, korban selanjutnya.

Ada balasan dari keduanya

Re: Baekhyun<010998825432>, Luhan<010010289744>

Subject: mimpi

Content: Baiklah, ayo kita kesana.. (Baekhyun),Ne.. Yoona-yah (Luhan)

Tidak ada balasan dari Sehun oppa, aku sedikit bingung namun aku mencoba berpikiran positif mungkin saja dia sibuk dengan kegiatan kuliahnya. Semua pelajaran telah selesai tepat dengan bunyi bell yang berbunyi, semua siswa melonjak kesenangan karena hari yang membosankan telah berkurang dalam seminggu ini, akupun segera membereskan buku ku dan bergegas pergi keluar kelas dan sebuah tangan menahanku pergi saat aku sedang melewati pintu kelas,”Yoona, tunggu aku.” Ujar Luhan, ah rupanya dia Luhan aku kira siapa yang memegang tanganku barusan,”Baekhyun mana?” tanyaku sambil mencari sosok Byun Baekhyun tapi seberapa keras aku mencari tidak bisa kutemukan dia,”Ah, mungkin dia ke toilet dulu?” tebak Luhan secara acak, “lebih baik kita pergi duluan saja, Luhan-ah, kajja!” ajakku seraya mengangguk menyetujui permintaannya untuk pergi bersama.

”Kau sudah tahu arti dari mimpimu itu?” tanya Luhan penuh penasaran, memang benar namja temanku ini terlihat sangat penasaran segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia mistis dia selalu menjadi orang nomor satu yang paling antusias mendengarkan cerita-ceritanya maka tidak heran jika hal yang berbau misteri seperti ini pun dia sangat menyukainya.”Well, sebenarnya bukan maksud dari mimpi itu, maksudku aku tahu kejadian yang dialami Chen telah menimpa seseorang dikelas kita? Minseok sudah seminggu lebih tidak masuk sekolah karena itu aku mencurigai seseorang telah membully nya dan Chen sepertinya dia melihat dan pastinya tahu siapa pelakunya,” jelasku panjang lebar sambil mengambil langkah besar ke arah gedung musik tua, meski aku terlihat antusias berbicara dengan Luhan perlahan aku merindukan sosoknya dan mulai menyesali sikapku padanya yang terlalu kekanak-kanakan.

Di gedung musik tua itu kami berdua sudah agak lama aku menunggu didalam, yah aku dan Luhan hanya berdua saja tidak bisa kutemukan batang hidung orang yang menjadi kekasihku itu, “Byun Baekhyun, dimana kau?” tanyaku pada ruangan gedung musik yang tua berharap namja yang kucintai ini menunjukkan batang hidungnya.

10 menit…

15 menit…

20 menit…

25 menit…

30 menit…

60 menit…

Sudah sejam tapi Baekhyun tidak datang ke gedung musik yang saat ini hanya ada aku berdua dengan Luhan yang ketiduran disofa tua properti gedung ini. Bahkan Chen yang selalu hadir menemani kami latihanpun tidak menampakkan dirinya saat ini di gedung ini. Apa yang terjadi dengan mereka? Pikiranku mulai kalut dan memikirkan hal yang tidak-tidak, sudah belasan sms dan beberapa kali aku menelponnya tetap saja tidak ada jawaban.

“Luhan,.. Luhan! Bangun!” teriakku dengan nada yang keras sambil menggoyang-goyangkan badannya yang tengah tertidur pulas sementara aku sedang mengkhawatirkan Baekhyun dan Sehun oppa yang tidak kunjung datang, lama-lama sikapnya yang cuek itu membuatku jengah juga.”Sudahlah Yoong, jangan terlalu dipikirkan mungkin saja Baekhyun dan Sehun hyung ada urusan mendadak yang tidak bisa mereka tinggalkan, apa kau mau kita pulang saja sekarang?” tanya Luhan setengah sadar diri dari tidurnya dan masih mengucek-ngucek matanya itu. “Tapi entah kenapa perasaanku tidak enak sekali Luhan,” wajahku mulai memelas siap menitikkan airmata yang sedari tadi berkumpul dipelupuk mataku,”Aku takut terjadi apa-apa dengannya, dengan mereka berdua.” Ucapku pada Luhan,”Ya sudah kalau begitu, bagaimana kalau kita cari saja mereka ke rumah mereka masing-masing, kau tadi pagi bersama Baekhyun berangkat sekolahnya? Ayo sekarang kita ke parkiran saja, aku bawa mobil kok,” ujar Luhan yang iba melihat tatapanku yang mulai sendu karena terlalu banyak menangis.”Kajja,” ujarnya lagi sambil menungguku di pintu gedung musik yang tua itu.

Tiba-tiba…. seeeeeeeeeeeeerrr…. ada tiupan angin dari dalam gedung yang tertutup ini, mana mungkin ada desiran angin dari ruangan yang tertutup apalagi jika arahnya itu dari dalam, aku sangat yakin itu bukanlah desiran angin yang biasa baru saja aku memikirkannya tiba-tiba saja muncul arwah laki-laki dihadapanku, eh? Wajahnya sepertinya aku pernah melihatnya, aha! Aku ingat, dia adalah roh sunbae yang sedari tadi ada dikelasku. Luhan yang tidak tahu mengenai keberadaan arwah ini hanya tersenyum takut melihatku tersenyum sendiri kearah belakangnya, “Tenanglah Luhan, tidak apa-apa kok,” ujarku padanya saat aku membaca raut mukanya yang mulai panik, ya meski selama ini dia berteman dengan aku, Baekhyun dan Sehun oppa bahkan Chen oppa tetap saja karena dia tidak mempunyai kemampuan sepertiku justru hal ini membuatnya takut.

Mataku dan matanya seperti sedang berbicara, yang dapat kumengerti dari tatapan kosong arwah itu adalah dia mengharapkan aku untuk mengikutinya. “Luhan, ayo kita ikuti arwah ini…” ujarku sambil cepat-cepat mengikuti arwah itu dan meninggalkan Luhan yang sedari tadi berdiri di pintu gedung, “YA!! YOONA-ya teganya kau meninggalkan aku,” teriak Luhan dari belakangku dia menyusulku sambil lari kocar kacir ke arahku, ehehehee aku mengekeh pelan melihat tingkahnya yang aneh bin ajaib itu, ternyata arwah ini melayang ke arah selatan gedung musik ini kamipun mengitari bagian belakang gedung dimana ada gedung lain yang tidak jauh dari gedung musik.

Sepanjang perjalanan aku melihat hal-hal yang berbau mistis yang sukar untuk kupercayai bahwa aku benar-benar melihatnya, selama ini  sebelum indera keenamku terbuka setiap kali aku membaca dongeng mengenai mitos hantu di negeriku ini di Korea aku selalu menertawakannya karena aku baru akan meyakini suatu hal kalau aku sudah bisa melihatnya, kalian tahu mitos populer di Korea? Nah aku baru saja mempercayai semua mitos-mitos tersebut yang sebelumnya aku tidak percaya hal itu nyata, saat aku mengikutinya mengelilingi gedung musik yang disertai teriakan Luhan yang aku tinggalkan begitu saja, di bawah pohon oak yang rindang aku bisa melihat sesosok hantu wanita muda yang cantik rupawan menurut buku mitos yang aku baca beberapa waktu yang lalu saat aku sedang iseng, ciri-ciri hantu yang kulihat saat ini persis dengan sosok hantu mitos yang khas negeri ini, orang-orang menyebutnya Cheonyeon Gwishin , hantu gentayangan yang tidak bisa kembali ke alamnya karena belum menyelesaikan tugasnya sebagai wanita saat dia masih hidup sudah dapat dipastikan hantu ini pasti meninggal saat muda dan belum menikah karena itu dia sangat suka berdiam dibawah pohon karena dengan begitu akan ada banyak pasangan kekasih yang sedang berpacaran dibawah pohon yang bisa dia hantui, dia akan menghantui pasangan-pasangan tersebut terutama wanita, sosok hantu wanita itu tertawa entah menertawakan siapa yang pasti suara tawanya yang membahana membuat bulu kudukku benar-benar berdiri dan sosok Baekhyun-kekasihku sangat aku rindukan disaat seperti ini, biasanya dia selalu ada disisiku menemaniku dan aku akan memeluknya jika aku ketakutan, Baekhyun-ah kau dimana? Lirihku, di sisi lain area luar gedung ini tepatnya diatas atap gedung lainnya yang tidak jauh dari gedung musik ini bisa kulihat sosok kuda bersayap yang terkenal sebagai mitos dari China yang dinamakan Chollima, sosok Chollima itu memperhatikanku dari jauh, melihat matanya yang menatapku dengan tatapan menusuknya walau dari kejauhan membuatku benar-benar merinding dibuatnya.

Saat aku akan melangkahkan kaki dengan cepat kulihat sesuatu benda menggelinding tepaat didepan kakiku sontak akupun berteriak dan seluruh tubuhku pun membeku karena melihat makhluk yang baru saja kulihat itu, hantu yang tidak memiliki lengan, kaki, kepala, mata, hidung atau bahkan mulut ah aku ingat sepertinya aku membaca makhluk satu ini dibuku yang kupinjam dari Kyuhyun,  Dal Gyal Gwishin atau telur hantu ini terkenal akan persembunyian dirinya yang pintar dan menakuti orang-orang dengan menggelinding didepan kakinya. Ah aku tidak suka ini, aku tidak suka melihat semua ini, huhuhu isakku saat hantu telur itu terus menerus menggelinding didepanku membuat putaran beruntunglah aku, namja yang tadi kutinggalkan itu kahirnya memunculkan batang hidungnya saat hantu telur itu akan melompat kearah pangkuanku dengan sekali tarikan dari Luhan aku berhasil berdiri kembali,”Kenapa kau terduduk bego dijalanan, bukankah kau harus mengikuti arwah tadi?” tanya Luhan tidak mengerti dengan tingkahku yang aneh menurutnya itu, mungkin tidak terlintas dipikirannya bahwa aku ini baru saja diserang hantu yang berbentuk seperti telur itu, ya bagaimana bisa dia melihatnya, dengusku dalam hati, kesal dengan ucapannya barusan sambil kubersihkan rokku yang terkotori tanah.

Akhirnya kubiarkan instingku berjalan lagi saat beberapa langkah kuambil, ternyata memang benar arwah itu sudah hilang sekarang. Apa yang harus aku lakukan? Tanyaku dalam hati, Aku sangat penasaran akan apa yang ingin dia tunjukkan, “Arghhhh…. aku kalah beberapa langkah darinya, kumohon muncullah lagi,” ucapku lagi sengaja memegang pelipisku mencoba untuk berkonsentrasi mencari keberadaan arwah itu, lalu “AAAAAHhhhhh…!!!!!!!!!!!!” teriak Luhan seketika karena melihat arwah sunbae itu sudah ada didepannya yang sedang menyimpulkan tali sepatunya itu. Ah untunglah kau datang lagi, terima kasih, ucapku dalam hati, akupun menyunggingkan senyum tipisku padanya mencoba berterima kasih padanya lewat ekspresiku karena dia telah bersedia muncul kembali. Tidak begitu jauh dari tempatku dan Luhan tadi yang nampak bingung dan takut tersesat aku lihat remang-remang cahaya dari sebuah gedung yang tepat berada disebelah selatan gedung musik itu, “Yoong, pintunya terkunci, sangat sulit kubuka pintu ini,” geram Luhan sambil menggertakkan giginya mencoba membuka pintu yang sangat kuat itu, saat dia menggeram terdengar suara-suara dari dalam seperti sengaja memperdengarkan kami suara-suara tersebut sebagai sebuah tanda bahwa ada seseorang disana, akhirnya terbuka juga pikirku saat melihat pintu sudah berhasil dibuka oleh arwah tadi, betapa terkejutnya aku saat melihat.,,

“Omo!! BAEKHYUN!!!!!! Kalian berdua kenapa????” teriakku terkejut, melihat tubuh namjachinguku yang terikat dengan seutas tali dibelakangnya dengan mata yang tertutup dan mulut menganga,

“YOONG!! kita harus cepat membawa mereka, masih bisa kurasakan hembusan hangat dari hidung mereka, tapi KITA HARUS CEPAT!!, seru Luhan menjongkokkan badannya, nadanya semakin meninggi melihatku hanya terdiam didepan tubuh kekasihku, tak terasa rintik hujan yang bersumber dari pelupuk mataku yang sudah penuh itu membanjiri pipiku membentuk anak sungai yang sudah tidak jelas karena luapan emosiku dan airmataku yang deras mengalir.

pasti ini ada kaitannya dengan smsku tadi siang, kuyakin ada sesuatu yang terjadi’ gumamku mencoba mencari celah dari setiap misteri yang ada, tetapi saat Luhan mengalihkan perhatiannya pada layar Handphonenya saat dia menghubungi polisi dan ambulans kurasakan sebuah tangan membungkam mulutku secara paksa dan kasar, siapa dia ini??Luhan TOLONGGGGGGGmmmmm, teriakku dalam keadaan mulut yang ditutupi oleh lakban mencoba menarik perhatian Luhan yang semakin jauh dari pandangaku karena tubuhku ditarik dari gedung tadi. Tanpa kusadari, sebuah benda yang mirip gantungan itu jatuh saat aku dipaksa memasuki sebuah mobil yang tak kukenali itu.

.

.

.

Siapa dia???

To be continue

P.S: dont be silent reader, dont bash, dont plagiat, OK? Ditunggu kritik dan sarannya ya, tidak usah takut aku orangnya easygoing kok..😀

59 thoughts on “(Freelance) Ghost Melody (Chapter 3)

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s