(Freelance) Oneshot : Breakeven

tumblr_n0oq3u5Pe61sbd8nbo1_500

Tittle : Breakeven

Author : Dinda Halimbar (twtr: dindahalimbar)

Strarring : Im Yoona & Oh Sehun (Other cast find it by yourself😀 )

Genre : Romance,Angst,Sad

Rating : PG-13

Lenght : Oneshoot.

Note:  Credit poster goes to Choi Seungjin eonnie:D

Heyho everyone:D this is my first yoongexo oneshoot.Cerita ini terinspirasi dari novel Ilana Tan,Sunshine becomes you.Udah pada baca belum?keren banget kan novelnya??hehe.Yang jelas ini purely mine!Bener-bener aku bikin sendiri.So i hope u guys like it:D

p/s:Mohon maaf buat typo yang bertebaran^^

Happy reading~

***

Gadis itu merapatkan mantel hitam yang melekat indah di tubuh sempurnanya.Udara sedang dingin sekarang,ia tidak ingin mengambil resiko untuk berlama-lama di luar dengan mantel yang kebesaran.Dengan langkah tegas ‘gadis’ itu,Im Yoona memasuki apartement bernuansa coklat milik mereka.Hmm,’mereka’ tepatnya apartement miliknya dan seorang yang telah mengisi hari-harinya selama 3 tahun belakangan ini,Oh Sehun.

“Kau lama sekali” sesaat sebuah suara mengagetkannya.”Aku tak akan selama ini jika seorang Oh Sehun ‘yang terhormat’ mau mengantarkanku” balas Yoona dengan nada sedikit sinis.Sehun tertawa lepas.”haha,maafkan aku Yoong.Perusahaan benar-benar sibuk sekarang,aku harus menyelesaikan dokumen ini malam ini juga”

“terserah apa katamu”

“kau marah?”

“menurutmu?” tanya Yoona semakin sinis.Sehun sungguh menahan  tawanya ”baiklah,aku minta maaf lain kali aku akan mengantarkanmu kemanapun dan kapanpun yang kau mau”

Yoona menghela napas kasar,sungguh..lelaki ini benar-benar membuatnya plin-plan,ia sangat ingin marah terhadap Sehun tetapi lelaki itu memiliki 1000 cara untuk membuatnya membuang amarahnya jauh-jauh.Menyebalkan bukan?

“Kau sudah makan?” tanya Yoona akhirnya.Sehun tersenyum kecil,siasatnya berhasil.Si gadis ‘Im’ tidak marah lagi padanya.

“Belum” balas Sehun.”Tunggulah sebentar,aku akan memasak sup untuk kita”

Yoona dengan cekatan menaruh bahan-bahan yang di perlukan untuk sup-nya.Rambut coklat yang tadi ter-urai indah,kini sudah membentuk sebuah ‘cepolan’.Tangannya bergerak lincah,entah memotong-motong wortel atau merebus kentang.Sehun hanya diam mengamati gadis itu bergerak.Dokumen-dokumen yang sedari tadi membuatnya pusing,kini terabaikan oleh seorang gadis  berparas dewi tersebut.

***

“Bagaimana studio mu?” tanya Sehun.Yoona mengadahkan kepalanya,menatap seorang Oh Sehun.”Baik”jawabnya datar.”Tetapi salah satu muridku akan mengikuti lomba koreografi di China”

“Kapan?”

“dua minggu lagi”

Sehun memasang muka kesal.”Dan itu berarti kau juga harus ikut-kan?”.Yoona memutar bola matanya perlahan,Sehun benar-benar manja malam ini.”Aku harus menemaninya,Sehun”

“Kenapa bukan Hyoyeon noona saja?kenapa harus kau?” tanya Sehun . Yoona membuang napasnya kasar”Ini kompetisi besar,semua pelatih harus ikut.Lagipula aku hanya pergi 3 hari,bukan seminggu seperti yang lainnya” jelas Yoona.

Sehun tersenyum kemenangan.”Bagus kalau begitu”.Yoona hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya kesal.”Kau sudah selesai?”tanya Yoona mengalihkan topik.

Kekasihnya itu mengangguk dan langsung meneguk segelas air di meja.Yoona berdiri dari duduknya dan mulai membersihkan meja serta menempatkan alat makan yang mereka gunakan ke tempat pencucian piring di dapur.

Sesaat setelah selesai mencuci piring kotor,ia menuju ke ruang duduk apartemennya.Terlihat Sehun sedang duduk di sofa sambil menikmati acara TV.Yoona kemudian ikut menududukan dirinya di samping sang kekasih.

Tatapan mata rusanya menyapu wajah Sehun.”Kau sudah menyelesaikan dokumenmu?”.Sehun masih tetap fokus dengan acara TV.Yoona yang merasa diabaikan langsung memukul pelan lengan lelaki itu.

“aww”Sehun meringis kesakitan.”sudah,May!Aku Sudah mengerjakan semuanya”

Gadis itu kemudian terkekeh.

“Aku ingin tidur” kata Yoona.”Kalau kau masih ingin menonton,lanjutkan saja”

Sehun menatap gadisnya sejenak,kemudian dengan cepat lelaki itu mengambil remote dan memencet tombol power.Seketika TV  di ruang duduk mati.Dengan cekatan lelaki itu menarik tangan Yoona hingga mereka sama-sama berdiri.Setelah itu,lelaki berambut pirang tersebut merangkul gadisnya menuju kamar mereka.

“Memangnya kau bisa tidur tanpaku?” tanya Sehun dengan nada mengejek.Yoona menggelengkan kepalanya pasrah “sayangnya tidak bisa”.

Mereka berdua tertawa bersama dan saling memeluk satu sama lainnya hingga keduanya tenggelam dalam mimpi masing-masing.

***

“Kau lembur lagi?” tanya Yoona ketika Sehun sedang memakan sarapannya.Pagi ini seperti biasa,mereka berdua duduk di ruang makan sambil memakan masakan andalan Yoona,Omelet Bread.

“Sepertinya” Sehun menelan rotinya.”tetapi berharap saja semoga mr.Lee mempunyai mood yang baik hari ini sehingga semua karyawannya bisa pulang tepat waktu”

Yoona tersenyum simpul sambil kemudian merapikan dasi Sehun.Matanya menilai penampilan sang kekasih saat ini,setelan jas dan celana hitam,kemeja biru beserta dasi merahnya.Sehunnya tampak luar biasa dan sempurna setiap hari.

“Kau akan ke studio kan?” tanya Sehun.

Yoona mengangguk,tangannya masih sibuk merapikan dasi Sehun.”Berhubung mobilku masih di bengkel,aku akan memesan taxi.Untuk pulangnya aku bisa meminta tumpangan Hyoyeon oenni atau yang lainnya.Kau tak perlu mengantar atau menjemputku”

Sehun telah menyelesaikan makannya.Dengan sekali gerakan,lelaki tinggi itu mengambil tas kantornya dan kemudian berjalan bersama Yoona sampai ke ambang pintu apartemen mereka.Dikecupnya kening gadis May itu dan saling mengucapkan kata perpisahan yang sebenarnya lebih menyerupai kata-kata penyemangat.

Setelah Sehun pergi,Yoona mendapati dirinya sendirian di apartemen ini.Gadis itu melangkahkan kaki ke kamar tidurnya dan kemudian berganti baju.Setelah siap dengan tas latihan,Yoona berjalan menuju lantai bawah apartement.Taxi dan studio sudah menunggunya,jadi tak ada alasan untuk berlama-lama.

“Antarkan aku ke Infinity n’ Beyond studio,pak” kata Yoona kepada supir taxi yang akan mengantarkannya ke studio tari-nya.

“baik,aghassi”

***

Yoona menjadi penari sudah lebih dari 5 tahun,tetapi ia baru mempunyai studio tarinya sendiri setelah kuliahnya selesai,tepatnya 3 tahun yang lalu.Berkat studionya pula Yoona mengganti profesi sebagai instruktur,bukan sebagai penari utama lagi.Sebenarnya studio itu hasil karya dan kerja samanya bersama sahabat-sahabat sepenari-nya.Sahabat semasa Yoona kuliah dulu,sahabat yang terpaksa mengikuti perintah orang tua mereka untuk masuk universitas yang tentunya sama sekali tidak diinginkan mereka.

Orang tua Yoona pada dasarnya tidak pernah mempermasalahkan putrinya yang seorang penari,mereka hanya meminta agar Yoona dapat kuliah seperti anak-anak pada umumnya.”Menari itu bukan pekerjaan,Yoona-ah.Kau harus bisa bersikap lebih rasional” kata ayahnya pada saat itu.

Berbekal rasa cinta kepada kedua orang tua-nya,gadis itu akhirnya menjadi mahasiswi di salah satu universitas terkemuka di Korea Selatan dengan mengambil jurusan arsitektur,yang kemudian membuatnya bertemu dengan seorang pria yang menjadi dunia-nya saat ini,Oh Sehun.

Yoona dan Sehun bertemu pertama kali pada acara perkenalan mahasiswa baru.Sehun yang notabene adalah seniornya di universitas,langsung mengajak Yoona mengobrol.Mereka membicarakan banyak hal,di mulai dari obsesi Yoona yang menjadi seorang penari,keluarga Sehun yang sebagian besar terjun ke dunia bisnis dan hal-hal kecil lainnya.Setelah berkencan beberapa kali di malam minggu,Sehun akhirnya meminta Yoona menjadi kekasihnya.Tentunya gadis Im itu menerima dengan sepenuh hati dan raganya.

Yoona masih ingat kata-kata yang sehun utarakan kepadanya.Saat itu seluruh kota Seoul sedang dilanda hujan,sedangkan dirinya dan sehun sedang berada di salah satu bistro ramyun kecil di daerah gangnam district.

flashback

“Aku tahu aku bukan lelaki seperti Jongin yang mudah mengungkapkan rasa cintanya atau bahkan seperti Luhan hyung yang romantis,tetapi aku hanya aku Yoona.Aku menyayangimu sepenuh hatiku.” Sehun membasahi bibirinya sejenak dan kemudian melanjutkan, “ Aku ingin membuatmu bahagia Yoona,dan aku ingin kau yang membuatku tersenyum setiap harinya” Sehun menyelesaikan kata-katanya dengan mantap.Tak ada nada ragu sedikitpun,mata elangnya menembus iris madu gadis itu.

“Aku tak tahu hal-hal apa yang bisa membuatmu tersenyum”.Gadis itu menelan ludah,”tetapi biarkan aku mencobanya Sehun,ajari aku!” tutur Yoona.Gadis itu tersenyum menatap Sehun.Senyum lelaki itu mengembang,ternyata Yoona memiliki perasaan yang sama dengannya.

Mereka kemudian mendekatkan wajah satu sama lain dan akhirnya ciuman hangat itu terjadi.Ini memang bukan ciuman pertama Sehun maupun Yoona.Tetapi,lelaki itu bersumpah ia tidak pernah merasakan sensasi ini selain bersama Yoona.Rasanya nyaman dan hangat sekali.

Setelah beberapa detik mereka menjauhi wajah masing-masing dan saling tersenyum bahagia.

flashback

Dentingan ponsel mengagetkannya.Dengan cepat ia meraih ponsel-nya di tas dan kemudian memainkannya.Ternyata ada pesan baru.

From: april-ku

Berita baik!Mr.Lee sedang bahagia hari ini,sehingga aku bisa pulang tepat waktu.Aku akan menjemputmu pukul 5 sore dan mungkin kita bisa mencari restoran untuk makan malam,agree?

Gadis itu tersenyum lebar melihat isi pesan yang diterimanya barusan.Jari-jarinya menari indah di atas ponsel putih-nya untuk membalas pesan Sehun.

To : april-ku

Ayayy captain!:D

Yoona melirik jam di atas dinding,pukul 4 .15 kurang dari sejam lagi Sehun akan menjemputnya.Gadis itu kemudian melatakkan lagi ponsel putihnya ke tas di sudut ruangan.Kelasnya baru saja selesai sekitar 3 menit yang lalu.Dirinya kemudian berjalan menuju ke sudut lainnya,tempat sebuah perangkat sound system terpasang.Detik berikutnya lagu milik Ludovico Enaudi-Fairytale mengalun lembut memenuhi ruangan latihan itu.

Yoona menggerakan tubuhnya dengan anggun dan sangat lembut.Ia bergerak seakan hidupnya hanya untuk menari.Melodi lagu yang menggema di ruangan itu telah merasuki,jiwanya,mengontrol gerakan dan pikirannya.Demi tuhan,ia selalu ‘hilang kendali’ saat menari , terlebih menari dengan lagu ini.

Ia sangat menyukai lagu ini,hanya dengan melodi ini Yoona bisa sepenuhnya menari.Hanya dengan dentingan piano ini ia bisa menjiwai tariannya,dan hanya dengan symphoni ini ia merasa bahwa dirinya terlahir untuk menari.

***

Sehun melangkahkan kakinya di sebuah koridor sempit di salah satu studio kecil.Matanya dengan seksama menatap satu per satu pintu yang ada di koridor tersebut.Ia tersenyum lebar ketika mendapat ruangan yang ia cari-cari,ruangan bertuliskan ‘Contemporer’ di pintunya.Dengan perlahan ia memutar kenop pintu dan mulai memasuki ruangan itu.Pintu ruangan terbuka,sebuah lagu langsung memenuhi telinganya.Matanya menangkap siluet seseorang yang tengah menari lincah.Tidak salah lagi,itu gadisnya..gadisnya sedang menari dengan elegan,,,gadisnya bergerak anggun,,ga..ga..disnya sempurna.

“Jangan lupakan aku” ucap Sehun ketika Yoona menyelesaikan tarinya.Gadis itu terkejut,bagaimana bisa Sehun berada disini?sejak kapan?

“Yaa!Kenapa kau ada disini?” tanya Yoona heran.Sehun tersenyum kecil.”Aku sudah disini sejak 15 menit yang lalu,kau saja yang terlalu sibuk dengan duniamu”

“Tunggu sebentar!Aku akan mandi dan setelah itu kita bisa pulang bersama” sahut Yoona sambil buru-buru menuju shower room di ujung koridor.

Lelaki itu memilih duduk diam disalah satu sofa yang terletak di pojok ruangan.Ia kemudian tenggelam dalam bayang-bayang tarian Yoona.Ia sangat suka ketika Yoona menari,gadis itu seperti mencurahkan semua jiwa-raganya untuk tariannya tersebut.Ia suka melihat Yoona dengan antusias menonton acara tari di TV maupun saat live performance .

Sehun ingat pertama kali ia bertatapan dengan mata rusa milik gadis itu.Yoona saat itu tengah menjadi mahasiswi baru di kampusnya.Ia sungguh menertawakan dirinya waktu itu,di saat dirinya dengan malu-malu mengajak Yoona berbicara untuk pertama kalinya.Yoona adalah tipe gadis yang mudah akrab dengan orang lain,dan Sehun sangat suka hal itu.Bersama Yoona,ia bisa menjadi dirinya sendiri.Ia bisa makan sebanyak yang ia mau,ia bisa tertawa selama yang ia mau,dan ia bisa bercerita tanpa cela selama apapun kepada gadis itu.

Mereka menertawakan banyak hal bersama.Bahkan kepada hal-hal yang tidak lucu sekalipun.Sehun menemukan pelengkap jiwanya dari diri Yoona.Ya,,Yoona adalah dunianya sekarang.

***

“lama menunggu tuan Oh?” tanya Yoona.Ia sudah selesai mandi,dan saat ini sedang menatap Sehun sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk kecil.

“Kau lama sekali!Apa saja yang kau lakukan disana?Jangan bilang kau melanjutkan tarianmu di kamar mandi tadi” Sehun berdiri dari duduknya sambil melipat kedua tangannya.

Yoona meringis kecil.Lelaki ini benar-benar….”Apa yang kau bicarakan hah?Aku tidak segila itu”

Sehun tertawa.”Ya,siapa tahu kan?”

“Aku ingin makan di Hilton”Sela Yoona cepat.Moodnya rusak gara-gara seorang Oh Sehun,”dan kau harus menurutinya” gadis itu melebarkan matanya sambil bersedekap.

Sambil menahan tawanya yang-demi-tuhan-tidak-mau-berhenti ia mengangguk-angguk pasrah.Dengan cepat tangannya meraih tangan Yoona yang bersedekap.

“Jangan cemberut begitu!Kita ingin ke Hilton,bukan ke penjara”.Lelaki itu langsung mengambil tas latihan Yoona dan menggiring pemiliknya untuk turun ke lantai dasar.

***

“Ini steak terbaik di Seoul” Yoona memakan steak-nya dengan lahap.Seakan dirinya tak akan bisa bertemu lagi dengan makanan itu.

“Pelan-pelan,kau bisa tersedak” ucap Sehun.Ia menatap sang kekasih dengan ekspresi heran-dan tak percaya.Bagaimana mungkin gadis seukurus ini bisa makan 2 porsi steak dan lasagna di saat yang bersamaan? Okay,mungkin Sehun sudah mengenal Yoona selama 3 tahun.Tetapi menurutnya 3 tahun belum cukup untuk menghilangkan rasa tidak-percayanya terhadap pola makan gadis shiksin tersebut.

“Hey,kau tidak makan?” tanya Yoona.Sehun yang tersadar langsung melanjutkan makannya yang sempat tertunda.

Yoona memperhatikan keadaan sekitar.Suasana restoran ini cukup ramai tetapi tetap tenang.

Tiba-tiba dadanya bergemuruh hebat,ia tidak tahu apa yang terjadi.Gadis itu kemudian memperhatikan sang kekasih yang saat ini tengah melahap makanannya.Sehun tidak boleh tahu,ia harus segera pergi dari sini.

Yoona menarik napas dalam dan kemudian membuangnya dengan sekali hentakan.Berharap dengan begitu rasa sakit di dadanya bisa hilang.Gadis itu mencoba memasang muka se-biasa mungkin ketika berbicara dengan Sehun.”Aku harus ke toilet,tunggu sebentar!” kata Yoona sambil melangkahkan kakinya ke toilet yang terletak di dekat pintu masuk.

Sehun mengangkat alis dan bahunya bergantian.Kemudian dengan tatapan acuh tak acuh ia kembali melanjutkan makannya.

***

Di sisi lain,Yoona tengah meringkuk kesakitan di dalam toilet.Akhir-akhir ini rasa sakit yang di dadanya semakin sering terjadi.Entah apa yang menimpa dirinya..gadis itu sungguh tak tahu.

Gadis itu benar-benar tenggelam dalam rasa sakitnya.Sehun belum boleh tahu hal ini!.Setidaknya ia masih berharap semoga apa yang di dirasakannya tidak seburuk apa yang ia pikirkan selama ini.

Sedikit demi sedikit wajah cantiknya mulai terangkat,rasa sakit di dada gadis itu perlahan menghilang.Yoona mengatur napas,perasaannya sudah jauh lebih baik saat ini.Detik berikutnya kaki jenjang milik gadis ‘may’ itu perlahan keluar dari salah satu bilik toilet.Ia kemudian merapikan sedikit tatanan rambut dan lipstic peach-nya.

Dengan langkah tegas,gadis itu kembali menuju ke tempat duduk di mana seorang Oh Sehun tengah menunggunya…

***

Yoona sedang memeluk lututnya di salah satu sudut kamar.Air mata tak henti-hentinya menghiasi wajah gadis itu.Tangannya sedari tadi masih memeluk sebuah al-kitab putih.Berbagai macam doa ia panjatkan kepada sang ‘maha esa’,berharap semoga semua kejadian yang menimpanya hanya mimpi.Ia sungguh tak tahu harus berlabuh kemana,atau kepada siapa…tetapi kemudian ia teringat kepada alkitab putih yang terletak di samping tempat tidurnya,dari situlah akhirnya kegiatan ini berlangsung secara terus menerus,di mana dirinya meringkuk di sudut kamar,memeluk alkitab,menikmati terangnya bulan di dalam kesunyian dan kegelapan kamar tidurnya.

Sehun tidak pernah tahu apa yang menimpanya selama ini,atau bahkan yang di rasakan gadis itu.Yoona hanya terlalu pintar menyembunyikan semua.Ia bisa bertampang biasa saja di depan Sehun padahal yang ia rasakan lebih dari ‘biasa’.

Semua berlalu sangat cepat.

Tepat 2 minggu lalu ia menemukan hidupnya hampir hancur.Dokter mendiagnosis bahwa dirinya menderita penyakit jantung.Jantungnya semakin lama akan semakin melemah.Dokter belum tahu kapan tepatnya hal ini bisa terjadi,di tambah lagi riwayat keluarganya yang sama sekali tidak mempunyai keturunan penyakit jantung.Tetapi mereka memprediksikan hal ini terjadi karna latihan keras Yoona yang tak mengenal waktu.

Waktu itu Yoona sedang berada di China untuk menemani Lay,salah satu murid di studio tarinya yang sedang mengikuti lomba koreografi Internasional.Semuanya baik-baik saja sampai akhirnya ia merasakan sakit yang luar biasa di dadanya.Sebenarnya Yoona sudah mengalami hal ini berulang-ulang,tetapi rasa sakit yang di deritanya saat itu benar-benar membuat dirinya tidak bisa berkutik.Rasanya lebih sakit di banding sebelum-sebelumnya.

Akhirnya di hari ke-2,gadis itu langsung memutuskan untuk kembali ke Korea.Setibanya di negeri ginseng tersebut,ia langsung menuju rumah sakit untuk memeriksakan keadaannya.Dan akhirnya sang dokter memberi diagnosa tentang keadaannya saat itu,bahwa jantungnya lemah, dan akan semakin melemah jika gadis itu tetap menjalani aktifitas ‘menari’nya seperti biasa.

Sehun memang belum tahu apa-apa tentang hal ini.Tetapi demi Tuhan,bukannya ia ingin menyembunyikan ini semua,tetapi ia hanya belum siap…dan juga belum bisa…

Ia belum siap untuk menerima reaksi Sehun..,ia bahkan masih belum bisa menerima kejadian yang menimpanya…

Karna penyakit ini ia bisa saja tidak akan menari lagi,karna penyakit ini ia bisa kehilangan Oh Sehun-nya…

Sungguh,ia tidak bisa hidup tanpa Sehun ataupun menari.Menurutnya ‘mereka’ berdua adalah  dunia sekaligus oksigennya.Tanpa mereka,Yoona bukan apa-apa.

***

Sehun tidak pernah tidur nyenyak selama seminggu belakangan ini.Ia memang tipe seseorang yang sangat peka terhadap keadaan sekitar.Bergerak sedikit saja maka laki-laki itu akan langsung terbangun.Ia tidak buta dan tidak bodoh.Ia tahu bahwa gadis yang tidur di sampingnya akan selalu bangun pukul 2 tepat dan gadis itu berakhir dengan meringkuk di sudut kamar.

Awalnya ia pikir mungkin Yoona hanya terbangun dan tidak bisa kembali tidur,makanya gadis itu memilih membaca Alkitab untuk pengantar tidurnya.Tetapi yang ia dapati,kebiasaan ini berlangsung secara terus-menerus selama 1 minggu akhir-akhir ini.Bahkan gadis itu memeluk lututnya sambil menangis sesenggukan.Sangat aneh jika kita mengatakannya sebagai pengantar tidur,bukan?.Pasti gadis itu sedang mempunyai banyak masalah sehingga ia melampiaskan semuanya ke-doa di  setiap malam.Ya..pasti itu…

Sehun pada dasarnya termasuk tipe orang yang tidak ingin mencampuri urusan orang lain.Menurutnya,hal itu sangat tidak perlu di lakukan.Well,setiap orang berhak melakukan apa saja yang mereka mau,tanpa harus di ketahui orang lain,kan?

Jadi, setiap malam  ia hanya bisa mendengar sang kekasih menangis dan  menangis.Ia tidak pernah bertanya ada apa ke gadis itu,bukannya tidak peduli.Menurutnya Yoona perlu waktu sendiri,tanpa-nya atau bahkan tanpa orang lain..Sendiri,benar-benar sendiri…

Maka disinilah dia,terbaring di tempat tidur dalam posisi miring ke kanan sementara gadis-nya sedang meringkuk di sudut kamar di sebelah kirinya.Gadis itu menangis seperti hatinya benar-benar hancur.Ia menangis seperti sudah menyimpan semuanya sejak lama.Ia menangis seperti..entahlah…seseorang yang sangat mememohon kepada Tuhan.Terkadang,Sehun yang mendengarnya ikut menetaskan air mata mendengar ke-lirihan suara tangis gadis itu.Seakan-akan Sehun juga mengalami semua yang di alami gadis itu..dan rasanya sakit sekali….

***

Yoona terlihat pucat pagi itu.Semalam  ia memang tidak mendapat tidur yang cukup.Sehun hanya mencoba bersikap biasa saja,setelah selama ini harus terbangun di karenakan gadis itu.

“Wajahmu pucat” ujar Sehun membuka suasana.Well,biar bagaimanapun ia tetap khawatir tentang keadaan gadis itu.

Yoona menatap sehun sambil tersenyum kaku.”Aku hanya tidak tidur nyenyak semalam”

Sehun mendengus dalam  hati.Banyak yang kau lakukan miss.Im..kau  bukan hanya tidak nyenyak dalam  tidurmu,kau bahkan sama sekali tidak memejamkan mata,kau juga menangis,kau juga berdoa semalaman…kau. juga ini…kau juga itu…entahlah …

“oh..”Sehun  mengangguk-angguk.Kemudian semuanya kembali diam.Yoona sibuk menggoreng telur sedangkan Sehun tenggelam dalam pikirannya sendiri.

Mereka sarapan dalam diam.Sehun maupun Yoona tak tahu sejak kapan rasa canggung melanda mereka berdua.Ia mengangkat bahu acuh tak acuh,kemudian melanjutkan makannya.

Mereka sedang berada di ambang pintu ketika Sehun bertanya.”Kau akan ke studio lagi?”

Ekspresi muka gadis itu berubah.”Iii..yaa”.Yoona mengangguk.

“Hati-hati di jalan.Jangan lupa mengunci rumah ketika keluar,hati-hati saat menyebrang,dan pastikan kau melakukan pemanasan sebelum  memulai kelasmu”ujar Sehun panjang lebar.Tangannya teralih mengusap rambut gadis itu.

Yoona hanya tersenyum lebar sambil mengangguk.Sesaat tangannya memegang tangan Sehun yang sedang mengusap kepalanya,ia menyesap tangan itu dalam-dalam.Wangi khas Sehun,wangi yang selalu menjadi ‘ekstasi’-nya,wangi yang akan selalu ia rindukan.Tiba-tiba tetes air matanya jatuh,membasahi tangan Sehun yang ia genggam.

Gadis itu segera tersadar kemudian tangannya melepaskan tangan Sehun,setelah itu ia menghapus air matanya cepat sambil tertawa miris.”Aku terlalu melankolis,bukan?Aku rasa ini gara-gara drama yang aku nonton tadi malam”.

Sehun menatap Yoona dengan tatapan tidak percaya.Ada apa dengan Yoona-nya?.

Dengan sekali gerakan  lelaki itu menarik Yoona kedalam  dekapannya,menghapus jarak di antara mereka berdua,mencium gadis itu dengan segenap jiwa-raganya.

Mereka masih saling berciuman.Masih saling menumpahkan rasa sayang mereka dengan sebuah tautan bibir yang manis.Ritme mereka semakin bertambah,Sehun menuntut lebih.Mereka semakin panas,hingga tiba-tiba Yoona melepaskan tautan mereka.

“Kau harus ke kantor” ucapnya dengan nada yang bisa di bilang  tidak ramah.

Sehun menaikkan alis kirinya.Baru 5 menit yang lalu Yoona menangis di hadapannya sekarang gadis itu malah bersikap sedikit sinis seperti itu.

Akhirnya Sehun mengalah,di kecupnya kening Yoona dan kemudian melangkahkan kakinya keluar apartemen mereka dan  mulai menyusuri jalanan Seoul .

***

Yoona menghembuskan napas pelan sehabis kepergian Sehun.Benar-benar ia tidak pernah menyangka akan seperti ini.

Ia adalah  tipe gadis pengkhayal.Menurutnya khayalan dapat membuatnya mengalami banyak hal,bahkan kejadian yang tidak masuk akal sekalipun.

Sedari dulu,ia suka sekali mengkhayal tentang kehidupannya dan Sehun  jika menikah nanti,bagaimana mereka akan mengurus anak-anak mereka,atau bahkan bagaimana mereka menggendong cucu-cucu  mereka.Tapi yang namanya khayalan akan selalu menjadi khayalan,bukan?

Haha pernikahan….,tidak mungkin..aku dan Sehun tidak mungkin menikah…. Sehun  tidak  akan mau menikahi gadis penyakitan sepertiku.

Air mata merembes jatuh ke pipi gadis itu.Liat sekarang!ia sungguh cengeng ,bukan?.

Semuanya berbeda sekarang,keadaannya tidak sama lagi seperti dulu.Gadis itu bahkan kehilangan khayalan-khayalan  indahnya.Menurutnya terlalu banyak ber-khayal akan semakin membuatnya sadar bahwa khayalan-khayalan tersebut tidak akan menjadi kenyataan.Hidupnya benar-benar berada di titik paling rendah.

Setiap detik gadis itu bernapas,maka setiap detik pula ia akan merasa bahwa semua ini percuma.Semua usahanya untuk bertahan hidup sia-sia.Segala obat maupun terapi yang ia jalani secara diam-diam  tidak ada gunanya lagi.Ia toh,akan mati juga.

Gadis itu menghembuskan  napas.Well,saatnya terapi sekarang!

***

“Bagaimana,dokter?apakah ada perkembangan?”

Dr.Xi Luhan terlihat menghembuskan napasnya perlahan.”Keadaan anda akan semakin membaik jika kita menambah frekuensi terapi dan menaikkan dosis obat,nona”.Yoona melengos.

“Anda tidak perlu takut seperti itu dokter” Yoona  tersenyum.”Aku  tahu  bahwa semua yang kita lakukan,obat-obatan,terapi atau apapun  itu tidak ada gunanya.Anda tak perlu bersikap bahwa seolah-olah keadaanku membaik dan aku akan segera sembuh.”.Air mata gadis itu jatuh.”Hidupku tak akan lama lagi dr.Xi,aku akan mati”.Yoona terduduk dilantai,pertahanan gadis itu hancur.Bayang-bayang hidup bahagia bersama Sehun semakin memudar.

Luhan menatap nanar gadis yang baru menjadi pasiennya selama hampir sebulan belakang ini.Ia sudah banyak menangani kasus-kasus penyakit Jantung.Tetapi,menurutnya kisah gadis ini yang paling menyedihkan.Menderita penyakit mematikan seperti itu karna kegiatan  yang dicintainya?you’ve got  to be kidding me.

Lelaki itu menenangkan Yoona yang tengah terduduk lemas di lantai.Pundak gadis itu masih tidak beraturan,ia masih terisak.

“Sudah  Yoona-ssi,sudah..jangan menangis lagi” Luhan menangkat tubuh rapuh Yoona ke arah sofa di belakang meja kerjanya.

“Jangan pernah bilang kau akan mati sebentar lagi,jangan!Semuanya akan mati Yoona.Semua benda hidup di dunia ini akan mati,bahkan aku ataupun orang yang masih sehat sekalipun.Hidup akan terus menemui kematian,kau hidup untuk mati!Aku pun begitu,kita semua begitu.Kita tidak pernah tahu apa yang terjadi di depan.Bisa saja aku mati lebih dulu dibandingkanmu.Tuhan bekerja di jalan yang misterius,Yoona”

Gadis itu masih terisak,namun nafasnya mulai stabil.Keadaan nya jauh lebih baik sekarang.Luhan masih setia menatap gadis itu,menunggu reaksi apa yang di berikan Yoona kepadanya nanti.Tiba-tiba gadis itu menatap matanya dengan tatapan sendu.

“Aku takut Luhan!Aku takut” Yoona berkata dengan nada suara yang belum pernah lelaki itu dengar sebelumnya.Suaranya lirih,tersirat kelelahan,ketakutan,menyerah dan masih banyak lagi.

Luhan tersenyum.Mencoba menenangkan gadis dihadapannya ini.”Tidak ada yang perlu di takutkan.Kau punya Tuhan dan  hidup yang luar biasa.Cobalah untuk mengerti hal itu,maka kau tak akan pernah merasa takut lagi” .

Yoona mengangguk lemah.Mungkin dr.Xi ada benarnya,mungkin ia hanya terlalu taku t dengan yang namanya kematian.Yoona merutuki kebodohannya dalam diam.

“Everyone will meet death,not just you.It’s all depend how you faced the whole world.Hiduplah dengan bahagia,Yoona-ssi.Maka usaha kerasmu terhadap ini semua atau bahkan kematian mu tak akan sia-sia.Well..sekali lagi,kematian adalah rahasia Tuhan yang paling mutlak”

Yoona tersenyum  cerah sembari menghapus sisa-sisa air mata di pipinya.Terimakasih buat dr.Luhan yang awalnya sebagai ahli penyakit jantung yang kini merangkap sebagai motivatorp-nya.

“terimakasih dr.Xi,terimakasih.Aku tidak pernah merasa serapuh ini sebelumnya” ucap Yoona . Luhan kembali tersenyum simpul.”Tidak papa nona,senang dapat membantu anda”

“Yoona,just Yoona.”balas Yoona.

“baiklah Yoona-ya,mari kita memulai terapinya” ujar Luhan.

***

Sehun menatap heran pegawai resepsonis di depannya.Bagaimana bisa Yoona tidak ada di studio ini?ia sangat ingat,tadi pagi gadis itu mengatakan akan pergi ke studionya,tetapi sang resepsionis mengelak dengan tegas.

“Miss.Im tidak ada di sini tuan” jawab sang resepsionis yang bername-tag ,Kim Haejin.

“Sudah kau periksa?mungkin saja ia sedang keluar atau sesuatu.Aku ingat betul,ia mengatakan akan pergi ke studio hari ini”ujar Sehun tegas,membuat Kim Haejin sedikit ketakutan.

“Sudah tuan.Semua absen hari ini sudahku periksa,bahkan data kemarin.Lagipula,sejak tadi aku tidak melihat Miss.Im datang”.

Kemana Im Yoona?tidak biasanya ia pergi tanpa kabar seperti ini.Sehun bergegas mengambil handphone di saku  jas nya.

Di dialnya berapa nomor,kemudian dirinya tersambung dengan gadis itu.

Yeobseyo” kata gadis itu di ujung telepon.

“Yoona-ah,odio?”tanya Sehun cepat.Well,harusnya ini menjadi sebuah kejutan.Ia awalnya akan mengejutkan Yoona dengan datang secara tiba-tiba ke studio,dan akan mengajak gadis itu makan siang bersama.Tapi apa daya,sang target ternyata tidak berada di tempat.

Aku..”.Gadis itu menelan ludah,kemudian dengan cepat berbicara.”Kau sendiri dimana?”

Sehun menghembuskan napasnya perlahan.”Aku sedang berada di Infinity,kau dimana sebenarnya?”

Di ujung sana,Yoona gelagapan.Sehun??berada di Infinity??

Aku akan menyusul sebentar lagi.Tunggu saja!

Sehun kembali terheran.Gadis itu bahkan tidak menjawab ketika di tanya “ada dimana” . Yoona benar-benar aneh akhir-akhir ini.

Lelaki itu menghela napasnya.Kemudian dengan suara datar ia berbicara.”Tidak usah!Kita langsung bertemu di Warmhug cafe saja.”Sehun mematikan handphonenya dan kemudian berjalan keluar.

***

Mereka lebih banyak diam sejak tadi.Tidak ada percakapan seru seperti biasanya.Baik sang lelaki maupun perempuan,masih tenggelam dalam pikiran masing-masing.

Sehun menatap segelas cokelat hangat yang baru di hidangkan oleh seorang waitress tadi.Ia tidak berniat meminumnya atau bahkan merasakan kehangatan minuman itu di telapak tangannya.Fikirannya buyar,ia tidak tahu harus bagaimana.

Yoona sedari tadi hanya diam.Beberapa puluh menit yang lalu,Sehun menelponnya dan memberitahu bahwa dirinya tengah berada di Infinity,sekarang gadis itu mendapati bahwa dirinya dan Sehun sedang duduk bagai patung di salah satu cafe.

Gadis itu sadar,Sehun menyimpan sesuatu.Tidak biasanya lelaki itu diam seperti ini.Ia tahu betul betapa tidak sukanya Sehun terhadap hal-hal canggung,sehingga lelaki itu akan selalu mencari cara untuk mencairkan suasana.

Tapi sekarang?Sehun bahkan tidak menatapnya sedikitpun.Pandangannya hanya terus terfokus kepada secangkir cokelat hangat di meja.

Yoona menggeleng,tidak!Ia tidak tahan dengan situasi seperti ini…ia harus membuka pembicaraan.Maka dari itu dengan perasaan sedikit canggung,ia mulai menatap Sehun.

“Kau kenapa tadi ke Infinity?”

Sehun mendongak menatap sang kekasih yang tengah menatapnya dengan ekspresi datar.”Aku hanya ingin mengajakmu makan siang”

“Kenapa kau tak memberitahuku atau menelponku sebelumnya?Kau tak perlu capek-capek kesana,kan?” tanya Yoona.Dirinya kemudian menyesap caramel mocchachino yang tadi dipesannya.

Sehun mengerjap sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.”Awalnya itu sebuah kejutan,sampai tiba-tiba aku datang dan kau tidak berada disana” jawab Sehun sambil mulai meminum cokelat panasnya.”Kau kemana sebenarnya?”

Yoona hampir saja tersedak.Ini pertanyaan yang paling ia takutkan sedari tadi,pertanyaan yang jika ia jawab akan membongkar semuanya…

“A.aa..ku”  Yoona menelan ludah.”Aku hanya bertemu teman lama” jawab gadis itu akhirnya.

Sehun menaikkan satu alis kirinya.”Nugu?”

“Kim Taeyeon”.Hanya Taeyeon ,satu  nama yang pertama kali terlintas di pikirannya.

Sehun mengangguk mengerti.

Tetapi lelaki itu merasa janggal.Tidak mungkin Taeyeon…Ia kenal betul bahwa sahabat Yoona semasa SMA itu,tinggal di Amerika mengikuti sang suami,Baekhyun.Taeyeon biasanya akan kembali ke Korea pada hari-hari besar saja,seperti Natal,Chuseok,atau mungkin liburan.Tetapi sekarang?Yoona mengatakan bahwa Taeyeon tengah berada di Korea dan baru saja bertemu dengannya.Okey,ini memang bulan Desember dan Natal akan segera tiba,tetapi itu masih 2 minggu lagi,dan sebagai seorang istri dari Byun Baekhyun yang tidak memiliki waktu banyak alias workaholic,itu tidak mungkin terjadi.Seorang Kim Taeyeon tidak akan datang secepat ini.

***

Sudah beberapa minggu berlalu,Yoona masih saja mengikuti terapi dari Luhan.Ia dengan cermatnya mengatur semua sehingga bisa berjalan seperti keinginannya.

Gadis itu akan selalu ke studio di pagi hari dan pergi ke rumah sakit setelah makan siang bersama Sehun.

Dirinya sedih…karna penyakit ini,ia harus melepaskan beberapa kelas menarinya,ia harus selalu dihadapkan dengan berbagai macam obat setiap harinya,dan yang paling ia sesalkan bahwa ia harus terus membohongi Oh Sehun.

Sesungguhnya,Yoona benci membohongi Sehun.Ia benci menceritakan hal-hal yang sebenarnya tidak pernah terjadi.

Tetapi setiap dirinya mulai tidak sanggup lagi untuk berpura-pura,harapan baru langsung muncul.Harapan yang membuatnya berpikir bahwa semuanya akan baik-baik saja dan ia akan segera sembuh.Harapan yang akhirnya mengembalikan semua khayalan-khayalan yang sempat hilang dari dirinya.Harapan yang membuatnya yakin bahwa ia akan menikah dan kemudian hidup bahagia bersama Oh Sehun…

Pada akhirnya,Yoona akan selalu berbohong kepada Sehun dengan segala harapan-harapan yang berada di kepalanya…

***

Sehun menatap heran sebuah tabung kecil berisi berbagai macam obat tersebut.Awalnya ia hanya ingin mencari sirup obat batuk di nakas kecil di dapur,kemudian sebuah  tabung transparan itu muncul dan mengalihkan dunianya.

Dirinya mencermati baik-baik setiap butir obat di dalamnya.Sepertinya,ini obat khusus dari dokter dan tidak di perbelikan secara umum,mengingat tidak ada keterangan merek obat yang tertera di tabung itu.

Matanya kemudian menatap sebuah tulisan kecil di atas tutup tabung tersebut,Myocardial Infarction.

Dahinya mengkerut.Sehun sadar,bahwa nilai biologi-nya tidak begitu bagus,sehingga ia kurang mengerti apa maksud tulisan tersebut.Tetapi ia tahu bahwa kata Infarction merujuk pada kata Serangan.

Tiba-tiba ia teringat suatu hal.Detik berikutnya,Sehun tengah merogoh saku celana trainingnya dan kemudian mengambil benda hitam tersebut.

Sesaat Sehun merutuki kebodohannya barusan,sekarang sudah era digital dan ia tidak memanfaatkan hal itu?Yang benar saja!

Kemudian tangannya bergerak mengetik kata ‘Myocardial Infarction’ di search engine.Dirinya bertambah terkejut saat mengetahui apa maksud dari kata barusan.

A.pa??Serangan Jantung??

***

Yoona terbangun dengan rasa sakit di dadanya.Semuanya terasa gelap,ia susah untuk bernapas.

Gadis itu berusaha mengontrol setiap tarikan napasnya,mecoba meredam rasa sakit itu.Tetapi tidak ada khasiatnya,sama saja..ia tetap merasa sakit…

Mata ‘rusa’ gadis itu menyapu dinding kamar sambil melihat jam,pukul 3 malam.Ia menolah ke kiri,Sehun tengah tertidur lelap.Ia harus segera keluar dari kamar ini!Ia harus meminum obatnya sesegera mungkin.

Dengan langkah hati-hati namun cepat,Yoona berjalan menuju dapur,tempat dimana ia menyimpan obat-obatnya.

Gadis itu terkejut ketika ia tidak melihat obatnya di tempat biasa.Tangannya masih sibuk mencari-cari sementara dadanya semakin sakit,air mata sudah hampir keluar dari pelupuk gadis itu.

“Kau mencari apa Yoona?”.

Suara Sehun mengagetkan gadis itu.Ia benar-benar terkejut,Oh Sehun sedang melihatnya dengan keadaan seperti ini?Sehun melihatnya dengan ‘serangan’ seperti ini?
Ia sungguh tidak tahu harus berbuat apa.Sakit di dadanya ini telah membutakan semuanya.

“Hey..hey kau kenapa?” tanya Sehun gelagapan.Lelaki itu dengan cekatan langsung memegang pundak dan keningnya bergantian.”Kau baik-baik saja?”

Yoona berusaha tetap tersenyum sambil sedikit membungkuk,untuk mengurangi rasa sakitnya.”Aa..ku ti..dak pa..pa Sehun,,ah” air mata gadis itu jatuh.”Ak..u ha..nya per..lu men.caari obat..ku” kata Yoona dengan susah payah.

Sehun berlali kecil menuju kamar tidurnya,dan beberapa detik kemudian ia kembali dengan membawa sebuah tabung kecil.

“maksudmu ini?”tanya Sehun sambil menggoyang-goyangkan tabung tersebut,menimbulkan suara kecil akibat beberapa butir obat di dalamnya.

Yoona mengambil tabung itu dengan tangan gemetar.Ia tidak peduli,darimana Sehun mengetahui tentang obatnya tersebut.Yang ia pedulikan sekarang adalah ia harus segera meminum obat,sehingga lelaki itu tidak perlu melihatnya dalam keadaan seperti ini lebih jauh lagi.

Keadaan gadis itu jauh lebih baik sekarang.Ia sudah bisa bernapas dengan sedikit lega,walau tidak bisa ia pungkiri bahwa dadanya masih sakit.

Sedari tadi,Sehun hanya menatap gadis itu dengan tatapan datar.Ia memang ingin tahu apa yang terjadi antara obat yang ia temukan kemarin dengan kejadian yang menimpa Yoona malam ini.

Dirinya sadar,ia tidak boleh seeogis itu.Yoona perlu istirahat.Ia tidak boleh bertanya apa-apa kepada gadis itu malam ini.

Dengan wajah setenang mungkin,Sehun mulai merangkul gadis itu.”Kita tidur sekarang.Kau butuh istirahat”.

Yoona mengangguk lemah di dalam pelukkan lelaki itu.Ia hanya berharap,semoga semuanya akan baik-baik saja…ya hanya itu.

***

“Perasaanmu sudah baikkan?”.

Yoona baru saja bangun tidur 3 menit yang lalu,tiba-tiba Sehun datang membawa nampan berisi berbagai macam makanan.Hari ini hari minggu,sehingga Sehun tidak perlu repot-repot bekerja.

“Jauh lebih baik” jawab Yoona sambil tersenyum simpul.Dirinya kemudian mulai memakan satu persatu makanan yang di bawa Sehun.

Lelaki itu masih menatap Yoona dengan tatapan datarnya.Melihat sang kekasih makan membuat dirinya ingat akan kejadian semalam.Tapi belum saatnya untuk membicarakan hal itu,kondisi Yoona masih belum stabil.

“Aku akan membersihkan ini semua,kau istirahat saja di kamar” kata Sehun setelah Yoona selesai makan.Lelaki itu dengan sigap menaruh piring dan gelas sisa ke atas nampan.Ia lalu berjalan keluar sampai tiba-tiba Yoona berbicara.

“Aku sakit Sehun-ah.” Kata Yoona lirih.Tidak!ia tidak tahan lagi dengan semuanya.Sehun harus tahu tentang hal ini,persetan jika lelaki itu akan meninggalkannya atau tidak.Ia muak!ia muak hidup di dalam kebohongan selama ini.

Sehun mematung sambil membelakangi Yoona.

“Jantungku lemah!.Itu sebabnya aku mendapat ‘serangan’ tadi malam,dan obat yang kau temukan itu juga obatku.Untuk menghilangkan rasa sakit” kata Yoona.

Sehun berbalik.Menatap wajah gadis itu dengan perasaan yang campur aduk.Ia tidak menyangka bahwa gadis itu memiliki penyakit mengerikan seperti ini.

Lelaki itu duduk di pinggir ranjang dan menggenggam  tangan gadisnya.”Se.se.jak kapan?” tanya Sehun terbata-bata.

“Hampir 2 bulan yang lalu”

Sehun melepaskan genggaman tangannya.”Ini sudah 2 bulan terjadi dan kau baru memberitahuku sekarang?” Suara lelaki itu meninggi.

“Maafkan aku Sehun” Yoona menggenggam tangan lelaki itu.”Aku ingin memberitahukan semua kepadamu,tapi aku takut.” Yoona menggigit bibir,mencoba menghalau air mata jatuh di pipinya.

“Apa yang kau takutkan?”

“Aku takut kau akan meninggalkanku karna penyakit ini,aku takut semua impianku tak akan terwujud karna penyakit ini..aku takut Sehun-ah!Aku tersesat!Aku kehilangan arah!” jawab gadis itu.Ia sekarang membiarkan air matanya jatuh.

Sehun menenggelamkan Yoona kedalam pelukannya,mencoba menenangkan gadis rusanya tersebut.”Uljjima,Yoong.Aku tak akan kemana-mana.Aku tak akan pergi dari sisimu.Kita sudah melewati banyak masalah bersama,kau tak perlu khwatir!”

Tangisan gadis itu semakin kencang.Ia salah selama ini!Ia salah..

Dengan bodohnya ia terus membohongi Sehun,padahal sang kekasih dengan setia masih terus bersamanya.Yoona merasa bahwa dia adalah kekasih yang paling tidak tahu diri di bumi.Bisa-bisanya ia menyembunyikan ini semua dan berkata bahwa semua baik-baik saja.

Kalau di pikir-pikir,Sehun punya hak.Ia berhak meninggalkan Yoona karna penyakitnya itu.Tetapi Sehun berbeda.Ia akan selalu bersama Yoona sampai Tuhan berkata selesai.

Sehun berbeda…dan harusnya Yoona menyadari itu sejak awal.

“Aku ingin sekali memberitahumu sejak lama.Tapi setiap niat itu muncul,tiba-tiba aku merasa bahwa aku bisa sembuh dan  semuanya bisa normal,sehingga aku tak perlu memberitahumu dulu.”kata Yoona.

Sehun merengkuh wajah Yoona dengan kedua tangannya.Dengan lembut dan penuh keyakinan,ia menatap iris madu gadis itu.”Aku tahu mungkin aku bukan motivator yang baik,tetapi aku siap kapan saja kau membutuhkan bahuku,Yoona” Sehun menghela napas perlahan,membuat rona merah di pipi gadis itu.”Kita hadapi semua bersama  ya? Tak ada lagi kebohongan,tak ada lagi perasaan ragu.Hanya kau dan aku”

Yoona mengusap air matanya perlahan….,untuk sekian kali lagi ..ia salah..ia merasa salah,telah membohongi Sehun.

“Aku janji,Sehun.Sampai kapanpun,aku janji kita akan terus mencintaimu.Pegang kata-kataku”

Sehun tersenyum kecil.Di dekatkannya wajah Yoona dengan dirinya,kemudian dengan perlahan bibir mereka bertemu.

“Aku mencintaimu,Im Yoona”

***

One year later..

Lelaki itu meremas perlahan jas hitamnya.Ia benar-benar merutuki jantungnya yang tidak bisa diam.

Kim Jongin atau Kai,tertawa perlahan di sebelah lelaki itu.

Dengan perlahan,Kai mencondongkan tubuhnya ke Sehun.”Jadi sang mempelai pria gugup?Aku tak sabar melihat reaksi mempelai wanita ketika melihat pasangannya seperti ini”.

Sehun memutar bola matanya.”Aku menyesal telah menjadikanmu pendamping pria,sungguh”

Kai tertawa kecil dan kemudian kembali berdiri tegak.

Suasana Gereja itu hening ketika musik dimainkan,Yoona sang mempelai wanita berjalan anggun di samping sang ayah.

Gadis itu mengumpat sepatu high heels yang dipakainya,ia benar-benar tidak biasa memakai sepatu yang bermodel seperti itu.

“Jangan biarkan aku jatuh,appa” kata Yoona sedikit berbisik.Tuan Im hanya tersenyum kecil.

“Tidak akan,sayang”

Yoona meremas tangan ayahnya.Ia benar-benar gugup,entah karna hari ini adalah hari pernikahannya atau karna ia tidak ingin jatuh karna sepatu sialan ini.

Gadis itu menghembuskan napas lega ketika ia sampai di altar,itu artinya ia tidak perlu berjalan lagi.Tuan Im mencium kedua pipi dan kening gadis itu dan kemudian meyerahkan tangan Yoona ke Sehun.

Sehun agak sedikit ‘ingin tertawa’ ketika merasakan tangan Yoona yang begitu dingin,namun akhirnya ia sadar bahwa ia juga sama gugupnya dengan gadis itu.

“Hadirin sekalian,kita berkumpul di hari yang megah ini untuk menyaksikan bersatunya Oh Sehun dan Im Yoona”kata Pendeta memulai upacara pembaktian,

Sehun mengikuti ucapan Pendeta itu dengan hati-hati,ia tidak ingin membuat kesalahan hari ini.

“Aku Oh Sehun,menerimamu Im Yoona.Untuk saling memiliki dalam susah dan senang,saat kaya ataupun miskin,ketika sehat maupun sakit”

Yoona menimpahi.”Untuk saling mencintai dan saling menghargai.Selama kami berdua hidup,aku terima”

“Aku terima”

Semua tamu bertepuk tangan meriah ketika mendengar sepasang manusia itu saling mengucap janji.Tak terkecuali dengan kedua orang tersebut.

Yoona dan Sehun masih berpegang tangan dan masih saling bertatapan,mereka benar-benar tidak menyangka.Setelah semua yang terjadi,kebohongan,ketidak pastian,dan harapan-harapan palsu,gadis itu akhrinya bisa mewujudkan mimpi indahnya.Mimpi yang awalnya hanya berupa bunga tidur dan hanya terjadi di dalam pikirannya.

Akhirnya,mimpi itu kenyataan…ia menikah dengan Oh Sehun.

“Anda bisa mencium pengantinnya”

Kedua sejoli tiu mulai mendekatkan wajah.

“Aku mencintaimu”kata Sehun.

Yoona tersenyum simpul.”Aku mencintaimu”

Tepuk tangan  dan riuhan orang tua,sahabat,keluarga,dan tamu-tamu lainnya mengiringi ciuman manis Sehun dan Yoona.

Tetapi..entah mengapa,Yoona merasa bahwa ini tak akan bertahan lama….

***

Semuanya nampak menikmati acara resepsi pernikahan Yoona dan Sehun.Ada yang berdansa,ada yang sedang mengambil makananan,ada yang mengobrol.

Yoona hanya mampu tersenyum melihat semua tamu-tamunya bahagia.Ia saat ini sedang berdiri di pojok halaman sambil menatap orang-orang tersebut bergantian.Sehun tengah mengobrol bersama teman-temannya,entah mengobrol masa kuliah mereka dulu atau bisnis.Yoona tadi sudah berkenalan dengan semua teman Sehun yang hadir,tetapi ia merasa bosan dan akhrinya memilih untuk menikmati waktu sendiri.

Dari jauh ia menatap sesosok Luhan beserta Seohyun dengan putri kecil mereka.Yoona tersenyum simpul,melihat keluarga kecil itu.

“Selamat eonnie,atas pernikahanmu” kata Seohyun riang.”Ne,terimakasih Seohyun-ah”.Yoona memeluk gadis itu.Tak ketinggalan putri kecil mereka,Xi Haejin.

Luhan memeluk Yoona singkat sambil menepuk pundak Yoona perlahan.Ia kemudian menatap gadis itu sambil..entahlah ia hanya membayangkan betapa rapuhnya gadis itu dulu..,tetapi gadis itu mampu bangkit dan sekarang ia hidup bahagia bersama orang yang ia cintai…Luhan tahu,gadis itu masih menyimpan ketakutan…ia tidak sepenuhnya bahagia atas pernikahan ini…Luhan juga tahu bahwa semakin lama jantung gadis itu akan semakin melemah,sehingga ia harus mendapatkan donor segera..ia tahu semua itu!Tapi gadis itu sungguh luar biasa,gadis dengan kemampuan ‘akting’ tersembunyi itu,mampu menyembunyikan semua dibalik senyumannya…Yoona hebat…

“Terimakasih Luhan,atas semua yang kau lakukan terhadapku.Aku tak akan berada di titik ini tanpamu” Yoona mengusap air matanya yang jatuh.

Luhan tersenyum “Itu tugasku.Sudah seharusnya aku memberikan yang terbaik,bukan?”

Yoona mengangguk sambil tertawa kecil.

Tiba-tiba Haejin menarik-narik ujung jas Luhan,sambil merengek minta pulang.Luhan dengan cekatan langsung menggendong gadis kecil itu.

“Eonnie,Haejin sudah mengantuk.Kami pulang dulu ya…”kata Seohyun.

“Kami pulang dulu Yoona.Sekali lagi,selamat atas pernikahanmu dengan Sehun.Annyeong” Luhan beserta keluarga kecilnya berbalik pulang,menyisakan Yoona sendiri.

“Pengantin wanita,mau berdansa denganku?”.Yoona tiba-tiba dikagetkan oleh suara berat  Sehun,lelaki yang baru berapa jam yang lalu menjadi suaminya.

Sehun menyodorkan tangannya kehadapan gadis itu.Yoona tersenyum kemudian menerima sodoran tangan lelaki itu dan detik kemudian Sehun telah membawa istrinya di tengah-tengah kerumunan orang yang tengah berdansa.

Lagu milik Mariah Carey-Because You Loved Me memenuhi halaman.

Yoona dan Sehun berdansa dengan indah,seperti mereka adalah satu-satunya pasangan yang paling sempurna di dunia.

“Gerakanmu lumayan bagus” kata Yoona dengan nada mengejek.Kemudian gadis itu tertawa kecil.

“Kau pikir hanya kau saja yang bisa berdansa?aku juga bisa” ucap Sehun sinis.

Mereka berganti gerakan.Tangan Yoona mengalungi leher Sehun sedangkan tangan Sehun tengah melingkar sempurna di pinggang gadis itu.

“Hari ini banyak sekali yang datang” ujar Sehun.”Aku tidak pernah menyangka bahwa Baekhyun mau jauh-jauh datang dari Amerika untuk pernikahan kita.Padahal jadwal kerjanya tidak memungkinkan”

Yoona mengangguk.”Betul sekali.Taeyeon juga sedang hamil,tetapi dia tetap datang.Aku rasa kita harus mengantarnya ke bandara besok siang”

Kini gantian Sehun yang mengangguk.

Lagu kini berganti.Yoona tertegun,lagu ini…Fairytale.Lagu yang selalu menjadi kesukaannya saat ia menari.

Sehun menatap Yoona dalam,ia tahu gadis itu tengah terkejut mendengar lagu yang baru saja di putar.

“Gwencanayo?” tanya Sehun.Gadis itu hanya menangguk dengan senyuman indah.

Well,aku hanya merindukan saat-saat seperti dulu.Aku bisa menari tanpa di batasi oleh apapun atau bahkan tanpa takut apapun”

Sehun mencium kening Yoona,mencoba meredakan sedih yang dirasakan gadisnya.”Yang penting kau masih bisa berdansa di hari pernikahan kita,berdansa untukku”

Yoona benar-benar tidak tahu harus bagaimana.Ia adalah perempuan yang paling beruntung di dunia karna bisa bertemu  pria se-sempurna Oh Sehun.

“Kau tahu!aku tak butuh hidup 1000 tahun lamanya.Yang aku tahu hanya aku akan selalu  mencintaimu sampai kapanpun” kata Yoona.

Sehun menatap gadis itu intens.”Dari dulu aku tidak pernah percaya bahwa selamanya itu ada.Yang aku tahu,hanya aku mencintaimu,sekarang,dan semoga sampai nanti” Sehun menghela napas perlahan “Sampai aku tak bernapas lagi”

Mereka berganti gaya lagi.Kepala Yoona saat ini tengah bertengger di bahu Sehun…

Yoona tahu bahwa apa yang ia pikirkan dan rasakan tadi akan menjadi kenyatan..ini tak akan bertahan lama..waktu tadi Sehun mengajaknya berdansa,dadanya sudah sakit.Sangat sakit…

Ia juga bersyukur bahwa ia sudah mengucapkan terimakasih kepada Luhan,dokter yang selalu merawatnya.Firasatnya sedari tadi sudah tidak baik,sehingga ia lebih baik mengucapkan kata-kata terimakasih sebelum ia tidak bisa mengucapkannya lagi.

Hidup 1 tahun dalam penyakit ini membuat Yoona kuat.Ia tidak takut lagi dengan yang namanya kematian.Menurutnya,kematiannya bisa datang kapan saja,jadi ia tidak perlu takut.

Yoona memeluk erat leher Sehun,mencoba mengurangi rasa sakitnya.Sehun terheran dan berniat melepaskan pelukan mereka,tetapi Yoona menolak.Ia malah semakin memeluk erat suaminya tersebut.

“Gwencanayo?”tanya Sehun

“Tidak papa” kata Yoona dengan nada sebiasa mungkin “Aku hanya ingin berdansa dengan suamiku.Jadi jangan coba-coba untuk melepaskan tanganku ini”

Sehun tertawa kecil.Gadis itu memang luar biasa,bahkan di dalam suasana seperti ini ia bisa membuat Sehun ingin tertawa terus menerus.

Semakin lama,dada Yoona semakin bergemuruh.Ia tahu..waktunya tidak lama lagi…

Pikiran gadis itu terputar ke waktu-waktu yang telah ia jalani,hari pertama masuk sekolah,bertemu teman-teman baru,sampai akhrinya ia kuliah dan bertemu Oh Sehun,membangun studio tari miliknya bersama sahabat-sahabat yang lain…Itu sangat menyenangkan.

Yoona tersenyum,Tuhan selalu adil.

Memang hidupnya hanya sebentar,tetapi ia mempunyai kehidupan yang luar biasa.Orang tua yang menyayanginya sepenuh hati,teman-teman yang selalu ada untuknya,dan Oh Sehun yang selalu menjaganya….

Ia senang akan pergi dengan cara seperti ini..

Ia bahagia karna  ia akan pergi di pelukan sang suami,ia bahagia karna ia telah melaksanakan janjinya kepada Tuhan,yaitu dengan mencintai Oh Sehun sampai ia tidak bernapas lagi,terlebih lagi ia bahagia karna ia pergi pada saat ia menari untuk pernikahannya….

Yoona menarik napas dalam,dan kemudian menghembuskannya perlahan.Ini sudah saatnya pergi…

Air mata gadis itu jatuh,Sehun harus hidup bahagia tanpanya…tidak peduli apapun itu!Oh Sehun harus tersenyum untuk atau tidak untuk dirinya.

Gadis itu tersenyum.Kemudian ia berbisik.”Walaupun tidak ada hal di dunia ini yang kau percayai,percayalah bahwa aku mencintaimu sepenuh hatiku”

Mata gadis itu perlahan menutup,senyuman indahnya perlahan memudar…

Gadis itu telah pergi….

Sehun merasa bahwa pundaknya berat,ia kemudian mengangkat tubuh Yoona kehadapannya.Lelaki itu terdiam dalam waktu yang cukup lama…

Sampai akhirnya ia sadar,bahwa Yoona-nya sudah tak ada lagi.Yoona sudah pergi….

“YOONA”

***

Epilog

Seorang pria bertubuh tinggi itu sedang duduk di salah satu meja di pojok ruangan suatu hotel yang megah.Dirinya menatap tanpa minat seseorang yang tengah membaca pidatonya tersebut.

“Terimakasih Mr.Lee atas pidato sambutannya,sekarang marilah kita sambut orang yang menjadi CEO baru di dalam perusahaan kita,Tuan Oh Sehun”

Semua orang di dalam ruangan bertepuk tangan riuh.

Bagaimana tidak,seorang pria muda yang bahkan belum berumur 30 tahun telah menjadi CEO di salah satu perusahaan besar di Korea Selatan.

Sehun tersenyum kikuk,biar bagaimanapun ia adalah orang yang paling muda di tempat ini.

Lelaki itu berdehem sejenak “ Selamat malam hadirin sekalian” . Semua orang membalas sapaan Sehun.

“Aku tahu aku baru di tempat seperti ini,tetapi aku ingin mengucapkan terimakasih kepada semua orang yang telah mempercayakan jabatan ini kepadaku.Buat Mr.Lee,terimakasih atas semua pengalaman yang anda berikan,buat teman-teman dan keluarga yang selalu mendukungku,buat Han Ahjumma yang selalu membuat makan siang yang enak,dan buat Yoona yang selalu menemaniku dari jauh”.

Orang-orang di ruangan itu kontan membeku.

Siapa yang tidak tahu kisah pasangan Sehun-Yoona?pasangan yang dipisahkan oleh kematian di hari pernikahan mereka.

Sehun tersenyum “Seseorang pernah berkata kepadaku,bahwa ia tidak perlu hidup 1000 tahun lamanya,yang ia tahu bahwa ia mencintaiku sampai kapanpun”

***

HUAAAAA!Akhirnya selese juga nih FF,fiuhh*lapkeringat.

Ini sebenarnya udah lama banget bikinnya,Cuma karna faktor malas,sibuk dan lain-lain akhirnya jadi juga.Bahkan aku sampai bikin drabble dulu,hahah^^

Btw,sorry buat judul sama ff nya yang ga nyambung,hehehe

Oiya,aku pen ngucapin trimakasih buat orang-orang yg baca drabble ku yang madness kemarin:D,ga nyangka trnyata yang minat luamayn banyak,hehehe.Kalau untuk sequelnya aku masih belum tahu mau giamana,tapi insallah aku bikin kok:3

Ohiya,tadi pas adegan gerejanya tadi,aku pake scene dari breaking dawn ya!:)soalnya aku ga tau kata-katanya harus bgemana-,-

Finally,terimakasih buat orang-orang  yang nyempetin baca ff aku ini ya:D.Maaf kalo feelnya ga dapet,aku bingung banget soalnya harus gimana..ckckck

Don’t forget to RCL,annyeong^^

44 thoughts on “(Freelance) Oneshot : Breakeven

  1. Aku kira happy ending pas wktu hari pernikahan itu mereka so sweet banget😮 E trnyata yoona mati juga wktu hari penikahan itu sedih banget yak huhuhu *ambiltisu feel nya dapet banget thor bikin gua nangis sejadi-jadinya. Kerennn !!!

  2. Aaaaaaaaa aku nangis lg deh baca ff angst lg sumpah malem ini aku baca ff angst nangis anis ffnya bagus2 semua sih udh gitu angstnya itu ngenak bgt jadi yg baca juga ikutan nangis😥

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s