(Freelance) The First Snowflakes – The Beginning

the-first-snowflakes-3

Title                 : The First Snowflakes-The Beginning

Author             : Quorralicious

Length             : Threeshoot

Rating             : 15+

Genre              : Happy Romance

Main Cast        :

  • Xiumin EXO
  • Yoona SNSD

Supporting cast:

  • Luhan EXO
  • Jessica SNSD

Pairing             :  Xiumin dan Yoona

Quote              : Love isn’t that easy

Disclaimer       : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

Credit Poster   : by deelovely04 art @highschoolgraphics.wordpress.com

A.N                 : WARNING SIDERS tolong menjauh, ne? SIDERS Go Away!!! True READERS silahkan baca.. ^^ Untuk yang comment silahkan tunggu jawaban koment dariku yah, kalian bisa bertanya banyak hal bahkan menebak kelanjutan ff ku yang berchapter. Happy reading

Yoona POV

“Aduh.. jangan sampai menciprat wajahku! Hati-hati dong, kan dingin!” jerit Jessica saat salju menciprat ke wajah dan rambutnya, aku hanya mengekeh pelan melihat ekspresinya yang konyol itu pasalnya akulah yang membuat salju itu terbang tepat pada wajah dan rambutnya itu.”Hahahah.. siapa suruh kamu ingin memancing di tengah musim dingin seperti ini?” keluhku sambil terus mencoba membuat lubang diantara bongkahan es di tempat memancing.” Aku kan hanya ingin menghibur dirimu yang baru putus dari Luhan, toh ini semua demi kebaikanmu juga kan?” ucap Jessica jengkel, karena sahabatnya itu seakan-akan menyalahkan dirinya yang justru mencoba membantu Luhan, si brengsek yang berani-beraninya berselingkuh dengan Sooyoung di depan mataku. Aku memang mengerti maksud baik dari Jessica sahabatku yang sangat baik itu, hanya saja sulit bagiku untuk melupakan Luhan.

Flashback ON

Author POV

“Apa yang sedang kalian lakukan?!!!” teriak Yoona saat menghampiri sepasang kekasih yang sedang bermesraan, dan laki-laki dari pasangan itu adalah Luhan-kekasihnya-,”Yoo,,Yoona maafkan aku, aku sudah tidak ingin bersamamu lagi hidupku sudah cukup membosankan saat aku bersamamu, kau adalah gadis yang paling membosankan yang menjadi kekasihku.Aku ingin kita putus” Ucap Luhan dengan polosnya melontarkan seluruh unek-uneknya selama dia menjadi kekasih Yoona, justru ucapannya itu semakin membuat luka dalam hati Yoona kata-kata nya yang menusuk hingga kedalam relung dadanya bagaikan sebuah garam yang sengaja Luhan taburkan diatas luka hatinya yang belum sembuh karena sebenarnya Yoona sudah mengetahui sejak lama perselingkuhan yang dilakukan Luhan, kerena Yoona ingin mempertahankan hubungannya ini dia menutup sebelah matanya terhadap sikap Luhan si playboy yang terus menerus bergonta ganti pacar selama masih menjadi kekasih Yoona.

Yoona masih mencintai namja yang menyatakan cintanya itu saat musim panas, dia juga tidak lupa bagaimana gigihnya perjuangan Luhan saat ingin menjadikan Yoona sebagai pacaranya, si namja playboy ini tentunya  mengeluarkan segala cara dan semua rayuan gombalnya khas nya untuk meluluh lantakkan dunia Yoona yang sebelumnya  baik-baik saja tanpa kehadiran Luhan. Musim gugur ini dengan tenangnya Luhan memutuskan hubungan yang baru seumur jagung itu. Hal yang semakin membuat Yoona geram adalah alasan Luhan yang tak masuk akal dimana dia menjadikan kepolosan Yoona sebagai salah satu alasannya ingin segera putus dengan Yoona, Yoona begitu menjaga dirinya serta keperawanannya yang Yoona anggap sebagai mahkota yang harus ia jaga sampai dia menuju ke pernikahan nantinya. Selama menjadi kekasih Yoona, Luhan bahkan tidak segan-segan menggunakan kartu kredit Yoona untuk membayar semua kencan yang dia lakukan dengan pacar-pacarnya yang lain, keberanian Luhan tidak sampai sana saja, hari ini hari disaat Luhan dengan mudah mengucapkan kata perpisahan untuk Yoona, Luhan menggunakan mobil Yoona pemberian appanya itu untuk menjemput Sooyoung. Selama ini yang Luhan bisa lihat dari Yoona adalah kekayaaannya saja, bukanlah cinta yang Luhan inginkan selama dia menjadi kekasih Yoona. Yoona yang terlalu baik itu tidak bisa membalas kata-kata Luhan yang kejam dan menusuk itu, airmatanya mulai menetes mewakili sakit hatinya yang sudah membuncah dalam dadanya.

Saat Jessica mendengar hal tersebut dari curahan hati Yoona dan melihat ekspresi Yoona sahabatnya yang sedih itu membuat Jessica ingin mengangkat sedikit kesedihan Yoona, dan sampailah mereka di tempat pemancingan musim dingin tersebut. Niatan Jessica sih bagus, ingin menenangkan hati Yoona yang masih sakit itu dengan menghabiskan waktu bersama dengan memancing, tetapi kenyataannya berbanding terbalik justru Yoona menjadi sangat lelah karena dia harus membuat lubang pancingan yang tentunya bukan pekerjaan mudah bagi seorang yeoja seperti Yoona.

Flashback OFF

Drrt…drrrt… handphone Jessica bergetar, rupanya Jessica lupa dia telah mengubah handphonenya menjadi mode getar membuat puluhan panggilan dari Kris pacarnya itu menjadi puluhan missedcalls dalam kotak teleponnya karena tidak terangkat olehnya. “Aku sedang bersama Yoona.” Jawab Jessica sambil menganggukan kepalanya. “Iya cerewet, aku akan coba meyakinkannya agar bisa mengijinkanku pergi. “Aku tutup ya, bye.” Ucap Jessica sambil menutup telepon dari Kris. “hmm.. Yoona.. Mianhae… sepertinya-“ belum juga Jessica melanjutkan kalimatnya Yoona sudah memotong kalimatnya itu dan berujar,”Gwenchana, pergilah… aku yakin itu hal yang sangat penting jika berhubungan dengan Kris oppa,” sahut Yoona mengerti maksud pembicaraan Jessica di telepon.”Tapi aku..” ujar Jessica,”Sudahlah tidak apa-apa, aku baik-baik saja kok.” jawab Yoona lagi meyakinkan Jessica sahabatnya itu untuk segera pergi. “Ya, terima kasih Yoona-ya, eomma Kris datang tiba-tiba dari Amerika dan ingin segera bertemu denganku, sepertinya akan menjadi sebuah pertemuan yang serius dengan beliau.” Jelas Jessica pelan, dia tahu dia baru saja mengecewakan Yoona yang baru saja putus itu membuat Jessica menjadi semakin tidak enak sebenarnya.

Yoona POV

Tinggallah aku disini sendiri meratapi mimpi burukku juga takdirku yang jelek ini. Bagaimana tidak bisa kuucapkan seperti itu, dalam hidupku aku hanya menginginkan satu namja yang mengisi hidupku ini tetapi ternyata namja itu mengubah dan merusak hidupku serta benar-benr membuatku jatuh sepertinya bahkan aku tidak akan bisa untuk jatuh cinta lagi. Ditengah dinginnya tempat ini, perlahan butiran kristal dari pelupuk mataku mulai menetes membentuk anak sungai dipipiku yang mulus ini, disaat ini saat aku menikmati kesendirianku tiba-tiba ada yang mengetuk tendaku,”Ya, ada apa?” tanyaku dari balik tenda,”Aku dan teman-temanku kekurangan gas untuk membuat ramyun, bisakah anda meminjami kami gas anda?” tanya seorang namja diluar tenda.”Oh, ya, tidak masalah. Ini gas nya.” Sahutku dari dalam sambil menyodorkan gas kecil kepada namja itu, kudengar ucapan namja itu “Gomawoyo, nanti aku kembalikan” kemudian langkah namja itu terdengar menjauh dari tenda tempatku berbaring lalu tiba-tiba, seseorang membekapku dari belakang dan mulai menyeretku dari tendaku itu aku mencoba berteriak dengan mulutku terbekap yang ada hanya seperti lirihan kecil yang tak mungkin terdengar orang lain, kulihat wajahnya dan aku sangat yakin dia adalah seorang namja, dia mulai sibuk menyimpulkan tali di kaki dan tanganku dan aku tahu ini adalah kesempatan bagiku untuk berteriak lagi,”Tolong!! Tolong!! Tolong aku, Tolong.. !!!” namja itu terlihat kaget mendengarku berteriak, lalu dia pun membekapku kembali, menutup mulutku dengan saputangannya yang diikatkan dan mulai menggotong tubuhku ke pundaknya meski aku sudah mencoba lepas darinya.

Buuk,, buk,, sesuatu benda mengenai kepalanya dan membuatnya jatuh tersungkur ke tanah yang ditutupi salju,”Kau baik-baik saja kan?” Tanya seorang namja yang memegang kayu balok untuk memukul kepala si penculik, seperti tersihir aku hanya diam dan memandangi namja itu memiliki rambut cokelat muda dan wajah yang putih dan kecil ganteng sekali, sepertinya kalau dia casting untuk sebuah drama di Korea ini pasti dia akan lolos karena wajahnya yang ganteng, aah apaan aku ini baru juga aku diselamatkan dari penculikan sudah berpikir yang bukan-bukan.”Agashhi? kau baik-baik saja!” ujarnya lagi mulai panic karena aku tidak menjawab pertanyaannya itu, dia mukai melambai-lambaikan tangannya didepan wajahku mencoba mencari kesadaranku, dan “Ah iya, maaf tadi aku masih sedikit shock.” Ujarku berbohong, masa aku harus bilang kalau tadi aku memandanginya karena sedang melamunkan dia? Kan tidak lucu. “Syukurlah kalau kau baik-baik saja, kau sendirian ya?” tanyanya sambil kemudian melihat anggukanku sebagai jawaban dari pertanyaannya, “kalau tahu begitu tadi aku sudah mengajakmu makan ramyun di tendaku, ada banyak temanku yang menunggu disana, kau mau ikut?” ajaknya sambil tersenyum manis sekali,”Tapi bagaimana dengan orang ini?” tanyaku sambil menunjuk seorang namja yang sedang tergeletak tak sadarkan diri diatas tanah.”Tidak usah khawatir, aku akan menelpon dulu polisi hutan sekarang, 15 menit kemudian pasti mereka sampai, kau tunggu saja di tendamu.” Ujarnya lagi sambil sibuk mencari sesuatu dalam jaket tebalnya itu, ah rupanya dia mencari seutas tali lalu dia ikatkan tali tersebut untuk kaki dan tangan si penjahat barusan, aku hanya diam melihatnya tanpa melangkahkan kakiku kearah tenda.”Kau, masih disini?” tanyanya setelah selesai mengikat erat tubuh penjahat itu,”I..I..Iy..Iyaa.. aku takut ada apa-apa lagi ditendaku, jadi aku menunggu disini saja.” Jawabku sambil memasukkan tanganku yang mulai gemetar ke saku celanaku karena kedinginan sarung tanganku jatuh ditenda saat penculik tadi mencoba membopongku.”Kau pasti akan kedinginan jika kau ikut menunggui polisi hutan untuk datang,” ucapnya sambil menunjukkan tanganku yang terlihat kedinginan meski sudah aku masukan tanganku ke saku celana,”Lalu aku harus bagaimana?” tanyaku lagi, “kalau begitu lebih baik begini saja,” jawabnya sambil membopong tubuh lelaki itu kearah tendaku, wow selain ganteng dan baik dia juga sangat kuat. Tanpa kusadari, hatiku yang terluka mulai menemukan pengobatnya, setelah aku bertemu dengan namja yang terlihat hanya punggungnya ini aku mulai bisa melupakan Luhan juga kenanganku bersamanya, jantungku berdegup kencang bukan untuk Luhan lagi, melainkan untuk namja yang bahkan namanya pun aku belum tahu.

“Ini..” kataku sambil menyodorkan kopi panas agar menghilangkan dingin dan dahaganya setelah membopong seorang namja yang perawakannya lebih besar darinya.”Gomawoyo,” katanya sambil menyambut kopi yang baru saja kuseduh itu.”hmm, kenapa kau sendirian begini di tenda pemancingan?” tanyanya memulai pembicaraan yang sedari tadi hanya ada keheningan diantara kita berdua.”Tidak, tadinya aku bersama sahabatku tetapi dia ada urusan jadi dia pergi duluan, karena sudah terlanjur membuat lubang pancingan yang sangat susah ini akupun memutuskan untuk tinggal disini.” Jawabku sambil mengarahkan tanganku dan menunjuk lubang pancingan yang ada di tengah tendaku.”Ouh begitu rupanya, hehehe.” Kekehnya memecahkan kecanggungan antara kita,”Terima kasih ya sudah membantuku, aku tidak tahu akan dibawa kemana jika tidak ada kau yang membantuku.” Kataku mengucapkan rasa syukur dan terimakasihku atas bantuannya.”Ah tidak apa-apa, tadi itu setelah aku meminjam gas darimu aku masih tidak terlalu jauh dari tenda ini,” jawabnya,”Ouh begitu ya, jadi kau masih bisa mendengar teriakanku, ah benar-benar beruntung sekali aku ini. Eh?!” seruku,”kenapa?” tanyanya bingung,”Lalu gas yang tadi kupinjamkan kepadamu kau kemanakan?” tanyaku,”Oh, Eh? Oh ya, kemana ya?” katanya sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu, tingkahnya terlihat konyol dimataku, akupun tersenyum.”Tidak apa-apa kok, tapi mungkin kita harus mencari tenda lain untuk meminjami kita gas lagi.” Sahutku, kulihat diapun ikut tersenyum.”Siapa namamu?” tanyanya agak ragu,”Aku Im Yoon-a…” jawabku sambil menyodorkan tanganku,”Aku Kim Minseok, tetapi teman-temanku selalu memanggilku Xiumin.” Jawabnya terlihat ragu-ragu namun akhirnya dia menjabat tanganku,”Ah.. Kim Minseok-ssi…” ujarku sambil mengangguk-anggukan kepala.

Tak lama setelah percakapan dan perkenalan kami berdua itu, mobil polisi datang dan membawa namja yang sudah terikat itu, kedua polisi itu meminta maaf atas ketidaknyamanan ini mereka juga memberitahukan kalau kejadian ini sering terjadi. “Lalu setelah ini kita mau bagaimana?” Tanya Minseok-ssi,”Paling aku hanya kembali dengan aktivitasku di tenda, Minseok-ssi” jawabku enteng,”Tidak boleh, berbahaya jika kau kembali ditendamu sendirian, ayo ikutlah denganku.” Ajaknya,”Lalu bagaimana dengan tendaku?” tanyaku,”Ah tidak apa-apa kau tinggalkan saja, nanti pagi kita kembali kesini. Ambil saja barang berharga dan keperluanmu secukupnya.” Katanya sumringah sangat tahu aku mau diajak olehnya.”Baiklah kalau begitu aku bereskan dulu barangku secukupnya, kurasa teman-temanmu yang lain masih menunggumu….dan gas itu,Minseok-ssi” ujarku sambil tersenyum,”hehehe, tapi sebelumnya kita ke tenda yang lain dulu ya, meminjam gas lagi.” Ujar Minseok ssi.

Di sepanjang perjalanan mencari pinjaman gas lain lalu menuju tendanya kami berdua mengobrol dan saling bercerita mengenai diri masing-masing, ada banyak persamaan antara kami berdua mulai dari tahun kelahiran yang sama jadi bisa dibilang kalau kita ini adalah teman, zodiak yang sama karena kami mempunyai bulan yang sama, hobby yang sama yakni membaca komik dan menonton film Box Office.  Sesampainya di tenda, akupun diperkenalkan oleh Minseok-ssi kepada lima orang temannya dan syukurlah teman-temannya menyambut hangat kehadiranku dalam kelompok pertemanan mereka. Sungguh mereka sangat menyenangkan dalam hal bermain, kami semalaman menyanyi dan menari disekeliling api unggun yang kami buat, bisa kudengarkan Minseok-ssi menyanyi dengan merdunya sambil tangannya sibuk memainkan gitar yang ada dipangkuannya, Sungguh beruntung yeoja yang menjadi pacarnya, eh loh kok aku memikirkan dia sampai sejauh itu(?) Tiba-tiba dia menarikku untuk berdiri dari bangku tempat kududuk.”Hai semuanya, Yoona teman baru kita akan menyanyikan sebuah lagi perkenalan, mari kita sambut Im Yoonaaa!” serunya sehingga membuat semua orang yang ada disana melihatku, karena terpaksa akupun membisikkan lagu favoritku saat ditempat karaoke, “Raindrop by IU” bisikku, kulihat di mengangguk pertanda dia tahu kunci gitar untuk lagu tersebut, saat gitar mulai memainkan nada awal aku sedikit gugup dan aku mulai bernyanyi ~Sonagiga naeryoonda, Nae Meoriwiro gapjagi maldo eobsi, jeojeobeoringenne…Oh raindrop Oh raindrop sarangi cham meojaraguna……~ saat aku menyanyikan lagu itu kulihat semua orang terhanyut oleh lagu yang kubawakan tangan mereka semuanya diangkat keatas dan melambai-lambai ke kiri dan ke kanan. Suasana yang hangat disini bisa kurasakan, aku sangat bahagia saat ini meski dikerumuni orang-orang yang belum kukenal lama tapi aku bisa merasa nyaman dan tahu bahwa mereka orang baik.

Hari sudah menjelang malam, kami semua harus kembali ke tenda untuk beristirahat ditenda yang cukup besar ini kami untuk kami bertujuh.”Yoona, kamu tidur disebelahku ya.” Ujar Minseok ssi sambil menepuk-nepuk bantal yang ada disampingny saat aku memasuki tenda,”Ouh, baiklah Minseok ssi.” Ujarku setengah berbisik karena takut mengganggu Sungmin, Siwon dan Eunhyuk yang sudah tertidur sementara Leeteuk dan Donghae masih menggosok gigi diluar tenda.”Minseok ssi? Hahahaha.” Ujarnya sambil memegangi perutnya yang sakit karena hari ini dia terlalu banyak tertawa,”Ayoolah meski kita baru kenal hari ini kuyakin kita bisa menjadi teman yang baik dikemudian hari, kau bisa memanggilku Xiumin.” Ujarnya lagi kepalanya menoleh ke sebelah kiri sambil melihatku dia tersenyum padaku,”ehm.. baiklah.. Xiu..Xiumin-ah.” Kataku kemudian, perbincangan kami berlanjut dengan asyiknya sampai lupa waktu tidur dan saat dia menceritakan kehidupan kuliahnya mataku sudah sangat terasa berat dan akupun memejamkan mata tanpa sepengetahuan Xiumin masih bisa kudengar dia memanggil namaku bingung karena aku tidak kunjung menyahutnya,”Yoona….”,”Yoona-ya..””ah rupanya dia sudah tidur,” kata Xiumin.

Xiumin POV

Kupanggil namanya “Yoona-ya..” beberapa kali kupanggil tidak ada jawaban dari dia yang berbaring disampingku, saat aku membalikkan badanku dan kulihat dia sudah tertidur memejamkan matanya dengan tenang terlihat bulu matanya yang lentik, aku tidak bisa tidur karena dia ada disampingku, entah mengapa selama ini aku memang kurang bisa dekat dengan seorang yeoja, yeoja manapun itu aku tetap bisa dekat terlalu lama dengan makhluk manis itu. Sejak kecil aku selalu dipukuli ibuku, apapun yang aku lakukan selalu salah dimata ibuku kebencian ibu terhadap ayah selalu dilampiaskan kepadaku sejak kecil sehingga meski dadaku berdegup kencang melihat kecantikan seorang yeoja aku tidak bisa mendekatinya apalagi menciumnya, menurut dokter kejiawaanku aku mengalami kebalikan dari syndrome mother complex ada suatu kondisi dimana aku tidak bisa dekat terlalu lama dengan makhluk yang disebut yeoja. Banyak yeoja yang menyatakan cintanya padaku, karena itulah pernah aku nekat untuk menjadikan salah satu diantara mereka menjadi yeojachingu ku saat kami berdua berpegangan tangan tiba-tiba syndromeku kambuh aku mulai menggigil seperti orang yang kedinginan meski saat itu adalah musim panas, aku memutukan hubunganku dengan yeoja itu meski berat hati karena sebenarnya aku memang mencintainya tetapi tubuhku selalu bersikap lain dengan keinginan hatiku sejak saat itulah aku mulai menjaga jarak dengan yeoja manapun juga, termasuk dari ibuku sendiri saat ini aku sudah pisah rumah darinya. Maka dari itu saat Yoona mengajak untuk berjabatan saat kami berkenalan sebenarnya aku agak ragu mengenai hal tersebut tetapi sepertinya tidak terlalu buruk dan syndrome anehku itu tidak kambuh saat aku berjabat tangan dengannya.

Pada akhirnya aku tidak bisa tertidur sama sekali, saat kudengar Yoona menguap aku buru-buru memejamkan mataku berpura-pura bahwa aku tidur lelap tadi malam, aku mengucek-ngucek kan mataku dan menyapanya,”Pagii Yoona, tidurmu lelap juga kan?” tanyaku,”Ne,” jawab Yoona sambil setengah mengantuk,”Aku harus pergi ke tendaku,”ujarnya yang kemudian pergi keluar dari tendaku meninggalkan diriku sendiri karena kelima temanku sudah mendaki ke puncak gunung sejak dari tadi pagi, mereka sempat mengajakku tapi aku menolaknya karena harus menjaga Yoona yang masih terlelap. Padahal aku sudah merencanakan untuk memancing bersamanya sejak semalam, saat aku masih belum bisa tertidur ah lebih baik aku mengikutinya saja dari belakang menghindari hal yang tidak diinginkan seperti kemarin, aku mengendap-ngendap mengikutinya dari belakang tanpa sepengetahuannya.

Yoona POV

Saat aku membuka mataku yang terpejam kulihat Xiumin masih tertidur dan kemudian ikut terbangun dan menyapaku, aku malu dengan wajahku yang pastinya akan sangat keliatan jelek kalau aku baru bangun pagi jadi aku pergi dari tendanya dan buru-buru ke tendaku, tetapi sesampainya di tenda kulihat Jessica dengan wajah sumringahnya sudah terduduk dengan Kris di tendaku kepalanya menengadah keatas saat tahu aku sudah datang,”Wow siapa ini Yoona? Kau, baru saja kutinggalkan sehari sudah dapat menggaet namja, peningkatan yang luar biasa!” serunya sambil tepuk tangan, apa maksudnya?aku tidak mengerti, barulah aku mengerti saat aku membalikkan badanku dan kulihat Xiumin sudah ada dibelakangku,”Eoh? Xiumin? Kau kesini mengikutiku?” tanyaku tanpa menghiraukan candaan Jessica yang sekarang mulai memanyunkan bibirnya itu membuat Kris yang ada disampingnya geli,”Eo, aku takut terjadi sesuatu padamu lagi makanya aku mengikutimu.” Jawabnya.”Kau siapanya Yoona?” Tanya Jessica begitu frontal,membuatku gelagapan karena semalam aku hanya memberitahu bahwa aku diserang orang tak dikenal dan seseorang membantuku tanpa me-mention bahwa dia adalah namja yang cute seperti Xiumin dan aku menginap ditendanya. Xiumin yang tidak tahu menahu mengenai hal ini malah berucap,”Yoona, ini ikat rambut dan bandomu ketinggalan untuk aku menemukannya dibantal sebelum aku mengikutimu diam-diam.” Kontan saja ucapannya ini membuat mulut Jessica menganga tidak percaya, dan berseru,”Kau menginap ditempatnya?!!” setengah teriak dia mengucapkan hal itu didepan Xiumin, huh sungguh memalukan buru-buru aku membekap mulutnya itu agar tidak mengoceh hal yang memalukan lagi, Kris dan Xiumin yang melihat tingkah kami berdua hanya bisa tertawa terpingkal-pingkal.

“Perkenalkan aku Xiumin,” kata Xiumin pada Jessica,”Aku Jessica.” jawab Jessica,”dan aku Kris, tunangan yeoja itu,” kata Kris sambil menunjuk Jessica yang ada didepannya.”Mwo??? tunangan, jadi acara keluarga yang sangat penting semalam itu adalah saat Kris melamarmu?” tanyaku tak percaya dengan apa yang telingaku dengar dari mulut Kris,”hehehe, ya Yoong ah, aku sudah bertunangan dengan Kris, tadinya aku ingin mengajakmu hanya saja eomma Kris itu sangat konservatif dia hanya ingin keluarga saja yang diundang, mianhae.” Jelas Jessica, akupun hanya mengangguk pelan, wah temanku sebentar lagi menikah sepertinya,”Chukkahamnida, Mrs. Wu.” Ledekku pada Jessica, Jessica hanya tersenyum malu-malu.

.

.

“Yoona-ya, ayo pergi.. keburu siang nih.” Teriak Xiumin padaku yang masih berkutat dengan koperku, hari ini Xiumin mengajakku berlibur ke villanya yang berada dipegunungan sudah lama aku tidak berlibur bahkan liburan keluargaku dua bulan yang lalupun tidak aku ikuti, jika kau menanyakan alasannya yak arena siapa lagi kalau bukan karena Luhan yang berengsek itu, saat berpacaran dengannya aku terlalu banyak menyia-nyiakan waktuku dan saat inilah aku seharusnya menggunakan waktuku sebaik mungkin.”Ne, Xiumin-ah, tunggu aku segera kesana.” Jawabku sambil menarik koper berwarna pinkku yang sangat kembung karena isinya sudah kejejali beberapa bajuku yang kuharap cukup untuk liburan selama tiga hari ini bersama Xiumin. Xiumin dengan cekatan mengambil koper dari tanganku dan memasukkannya kedalam bagasi mobil,”Ya, sekarang kita sudah siap. Yeah!! Let’s go!! Seru Xiumin sambil menancapkan kakinya pada gas mobil membuat mobil melaju cukup kencang.

Xiumin POV

Aku tahu hal ini tidak baik kulakukan, aku tidak ingin kejadian-kejadian sebelumnya terjadi pada Yoona, namun aku juga sepertinya mencintainya..

“Maaf, Yoong..”

TBC

p.s: kalau banyak yang penasaran ma lanjutnya, author lanjutin deh.. maaf ya kalau gaje, author lg butek nih..

22 thoughts on “(Freelance) The First Snowflakes – The Beginning

  1. anyeong eonie #bow
    hhee maaf ya sebelumnya baru komen, habis baru baca juga,
    izin lanjut baca y oen^^

    btw, kesel aku eon sama luhan #emosi.penuh😄

  2. aaaaaaaa lagi2 telat baca… beberapa hari ini, laptop-ku error😦 gimana dimarahin ortu lagi😦 *curcol* Next chap ditunggu ne??? Bner2 ditunggu… trus nunggu jg slah satu ff yoona,chen*lupa judul* yg chen-nya mati#plak salah ketabrak/? Ditunggu ne??

    • emng tdnya mau oneshoot tp dipikir pikir jdnya trlalu panjang gtu jd deh dibagi tiga, dtunggu ya biar tau jawabannya and ga penasarn

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s