(Freelance) Really Love Me? (Chapter 1)

really-love-me1

 

Judul               :  Really love me?

Author            :  MuziDH

Cast                 :  Oh Sehun, Im Yoona

Other cast      :  find by yourself

Genre              :  Romance, Little comedy

Rating             :  PG 15+ (maybe)

Length            :  Multichapter

A/N                 :  Sorry kalo ga memuaskan, ceritannya absurd, alurnya kecepetan,ganyambung sama judul atau apapun itu lah maklumin ya ini ff pertama aku dan aku baru ngerti kalo bikin ff itu susah padahal aku sering nuntut author2 buat nge post nya cepet wkwk sorry author author/? Please coment ya buat ff pertamaku dan tolong kasih kritik sarannya thanks,Happy Reading!

+++

“Aigoo seragam baruku ini sangat keren”. Ucap Yoona didepan cermin sambil membolak – balikan badannya.

“Yoona cepat turun sarapan dan bersiap – siaplah ke sekolah kau akan berangkat bersama luhan!!”. Teriakan nyonya im mengganggunya yang sedang mengagumi seragam baru nya itu.

Aissh eomma mengganggu saja yoona menggerutu dalam hati. “ne eomma aku akan segera ke bawah!”

Yoona sarapan seorang diri karna ia selalu yang paling telat saat sarapan. “Yoona cepatlah kenapa lama sekali aku bisa telat”. Teriak luhan sang kakak. “aissh kenapa semua orang di rumah ini selalu berteriak”. “ya termasuk kau, ayo cepatlah!”. Ucap luhan. Yoona menghabiskan susu nya dengan sekali tegukan. Luhan mengeluarkan mobilnya dari garasi dan yoona menunggu didepan rumahnya.

“SEOUL PERFORMING ART AKU DATANG!!!”. Teriak yoona menghiraukan luhan yang dari tadi memanggilnya untuk menyuruhya masuk ke dalam mobil. Kesabaran luhan sudah habis langsung menarik yoona kedalam mobil, adiknya ini memang aneh. “issh oppa kau sadis sekali”. Gerutu yoona namun tidak dihiraukan oleh luhan.

Sesampainya didepan sekolah sebelum turun dari mobil yoona berkata pada luhan ‘’oppa kalau kau pulang duluan jangan pernah menyentuh cheescake ku”. “lihat saja nanti, cepat turun!”. Balas luhan meleletkan lidahnya. Yoona turun dari mobil sambil menghentak – hentakan kakinya karna kesal dengan oppa nya itu.

+++

            “ Annyeong haseyo joneun Im Yoona imnida mohon bimbingannya, terimakasih”. Ucap yoona membungkuk seraya tersenyum memperkenalkan diri didepan kelas. Lee songsaenim menghela nafas saat ia hanya menemukan satu bangku kosong yang diapit oleh dua berandalan dikelasnya yaitu oh sehun dan park chanyeol. “okay im yoona kau duduk disitu”.ucap lee songsaenim menunjuk kursi yang diapit oleh dua berandalan kelas itu. “ah baiklah”. Yoona pun menuju tempat duduknya lalu mengeluarkan alat tulisnya tanpa sengaja yoona menyenggol pulpen rilakkuma kesayangannya dan menggelinding kearah kanan atau lebih tepatnya bangku sehun. Saat yoona akan menulis ia merasa ada yang kurang lalu dia mencoba mengingat apa yang kurang itu setelah berpikir cukup lama akhirnya ia ingat!-_-

Aissh bagaimana ini aku hanya membawa pulpen itu karna eomma belum membelikanku alat tulis baru-_- Ucap yoona dalam hati sambil mengotak – atik isi tas nya. Lalu yoona berpikir lebih baik meminjam sajalah, saat ia menoleh kekanan ia tidak yakin meminjam pada orang itu karna dari raut wajahnya yang dingin dan tidak berekspresi itu pastilah pelit dan sombong pikirnya. Lalu ia menoleh kekiri dan mendapati seorang namja sedang tertidur saat yoona akan membangunkannya untuk meminjam pulpen

PLUKK

seseorang melempar sebuah pulpen mengenai kepalanya dan ternyata itu adalah pulpen kesayangannya, lalu si orang itu berkata “jangan membangunkannya dia akan memakanmu”.ucap laki – laki itu tanpa menoleh ke arah yoona. “ah kau yang menemukan pulpenku? Terimakasih…terimakasih..terimakasih oh…se..hun”.ucap yoona sedikit berteriak sambil membaca name tag sehun. “hey! Murid baru bisakah kau diam dasar tidak tau malu”.ucap seorang murid perempuan sambil mendelik ke arah yoona. Yoona hanya mempoutkan bibirnya lalu berbisik ke arah sehun “terimakasih oh sehun”. Yoona tersenyum tulus. Dan sehun membalas senyuman yoona.

“HEY SEMUA SEHUN TERSENYUM!!”. Tiba – tiba chanyeol bangun dan berteriak seperti itu semua murid menatapnya heran sedangkan sehun kembali memasang ekspresi datarnya lagi. “sudah jangan dengarkan dia, fokus pada pelajaran paling dia hanya bermimpi pasti beberapa detik kemudian dia akan tertidur lagi”.ucap lee songsaenim  dan ternyata benar chanyeol sudah tertidur pulas lagi di mejanya semua murid hanya menggelengkan kepalanya termasuk lee songsaenim yoona pun terkekeh dan sehun biasa hanya memasang wajah datarnya itu.

Bel istirahatpun tiba yoona tidak ke kantin karna ia tidak punya teman untuk ke kantin.

“Hai Im Yoona namaku Kim Hyoyeon mau pergi kekantin bersama”. Ucap seorang yeoja menghampiri bangku yoona.

“oh hai hyoyeon tentu saja mau ayo!!”. Balas yoona dengan riang.

Yoona makan bersama dengan hyoyeon tertawa bersama dan mereka langsung akrab padahal mereka baru saja berkenalan beberapa menit yang lalu suasana kantin damai namun semua berubah setelah sehun dan chanyeol datang suasana kantin dipenuhi oleh teriakan teriakan para yeoja dan itu sedikit mengganggu yoona.

“hyoyeon-ah sebenarnya mereka itu siapa? Kenapa para yeoja disini meneriakan namanya apa mereka tampan padahal menurutku mereka jelek huuh” hyoyeon menginjak kaki yoona. “yak! Kenapa kau malah menginjak kakiku”. Rintih yoona. “mereka dibelakangmu im yoona” ucap hyoyeon sedikit berbisik. “biarkan saja aku tidak peduli”. Balas yoona acuh dan melanjutkan makannya.

“hey murid baru apa kau tidak takut pada kami?” ucap chanyeol dibelakang yoona.

“untuk apa aku takut? Kita kan sama sama menuntut ilmu dan belajar di sekolah ini”

“heh yeoja bodoh tidak ada yang berani melawan kami karna terpesona dengan ketampanan kami” ucap chanyeol lagi dengan pede nya.

“cih pede sekali kau bahkan oppa ku lebih tampan”

Saat chanyeol akan membalas ucapan yoona sehun langsung menariknya “ayo tidak ada waktu untuk berdebat dengannya”

Yoona menyadari bahwa semua yeoja ditempat itu menatapnya benci dan ia juga sempat bertatapan dengan oh sehun dan ia tidak tau apa arti dari tatapan itu “hyoyeon ayo kita makan ditempat lain saja”

+++

Beberapa hari kemudian

Sehun sangat sulit didekati namun beberapa hari ini yoona sudah mulai sedikit dekat(?) mungkin dengan sehun. Dan sekarang tepatnya jam 9 malam yoona baru pulang karna ia mengerjakan tugas bersama dirumah hyoyeon saat ini ia sedang duduk di sebuah halte menunggu luhan untuk menjemputnya.

Hello hello, moshi moshi, ciao ciao, Busy busy
Everytime, a iga beep beep beep beep

Ponsel yoona berbunyi dan itu dari luhan sang kakak

“Yoong maafkan oppa sepertinya oppa akan pulang malam karna motor oppa mogok”

“Aissh oppa jadi aku bagaimana?”

“kau pulang sendiri tidak apa – apa ya? Dan hati – hati kau sendiri dirumah hahaha”

“yak! Yak! Aku tidak mau sendiri oppa”

“yasudah ajak siapapun itu temanmu”

Yoona memutuskan untuk pulang sendiri daripada ia jamuran menunggu oppanya fighting yoona-ah tidak akan ada apa – apa itu yang diucapkannya dalam hati, saat yoona sedang jalan sendirian di pinggir jalan (yaelah masa ditengah-_- #okesip) yoona mendengar suara langkah kaki seseorang dibelakangnya ia melepaskan tasnya secara perlahan berencana untuk memukul orang itu dengan tasnya saat yoona berbalik untuk memukulnya namun sayang seribu sayang ia malah terpeleset dan jatuh ke pelukan namja itu, yoona menengadahkan wajahnya untuk melihat siapa namja itu dan ternyata oh ternyata itu adalah sehun dengan wajahnya yang dipenuhi luka lebam dan sudut bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah.

“omo! Sehun-ssi kau baik – baik saja?”

“tck pertanyaan aneh” sudah tau wajahnya babak belur begini masih bertanya baik baik saja.

“benar juga sih, baiklah aku bantu” saat yoona akan menyampirkan tangan sehun ke bahunya sehun malah mengerang sakit. “ada apa?” tanya yoona. Sehun menunjuk bahu kirinya “aigoo bahumu terluka parah sebaiknya kita kerumah sakit saja”. “tidak usah” balas sehun. “baiklah kerumahku saja aku akan mengobatimu” ujar yoona seraya membantu sehun berjalan.

Mereka sudah sampai dirumah yoona, yoona mendudukan sehun di sofa nya lalu yoona berlari ke lantai atas mengambil peralatan P3K untuk mengobati sehun saat yoona kembali betapa kagetnya dia melihat sehun yang sudah bertelanjang dada yoona langsung terdiam ditempat dan dengan bodohnya ia terus memperhatikan sehun jangan ditanya lagi sekarang wajah yoona sangat lucu. “hey jangan memperhatikanku terus, wajahmu itu sangat aneh dan kau jadi mengobatiku tidak?” yoona langsung sadar dan berjalan dengan tampang kesal “sialah sehun-ssi”.

Yoona POV

Issh  menyebalkan kenapa dia bertelanjang dada didepan perempuan sih ah iya mungkin agar aku lebih leluasa(?) untuk mengobatinya positive thinking saja yoong  dan dengan bodohnya aku malah memperhatikannya arrghh pasti wajahku sangat aneh sampai dia mengataiku seperti itu, aku berjalan menghampirinya dengan tampang kesal aku mengobatinya dengan tangan yang bergetar bukan karna aku tidak bisa mengobatinya hanya saja jantungku berdetak sangat cepat apa kau tau jarak kami sangat dekat saat ini. Dan dia malah memasang tampang datarnya. Setelah aku mengobati wajahnya yang terluka tadi aku langsung beralih pada luka dibahunya “yoona-ssi wajahmu sangat lucu tadi HAHAHA” sehun tertawa terbahak – bahak “yak! Diam kau tidak ada yang lucu” balasku sambil menekan – nekan lukanya dengan kapas. “yak! Yak! Sakit bodoh” ucap sehun. “aku tidak peduli”aku terus menekan – nekan luka dibahunya. “jika kau tidak berhenti aku akan menciummu”

“MWO?!! BAIKLAH BAIKLAH AKU BERHENTI!!”.teriaku sambil buru buru mengobatinya lalu menjauhi sehun dan luka dibahunya sudah ku bereskan.

“HAHAHA tenang saja aku hanya bercanda”.ujarnya sambil tertawa terbahak bahak

“yak! Yak! Jangan tertawa cepat pakai bajumu!”

“pakaikan aku”

“aku tidak mau kau sudah besar!!”

“baiklah, kau tidak usah berteriak.” Ujar sehun sambil memakai bajunya.

“kau menyebalkan sih”

Yoona POV END

            Yoona membalas perkataan sehun dengan berteriak sedangkan sehun dengan nada yang amat kalem. Setelah sehun memakai bajunya kembali, yoona sudah merasa aman dan duduk dipinggir sehun.

“sehun-ssi kau mau minum teh?”

“aku tidak suka teh”

“lalu kau mau minum apa?”

“tidak usah”

“huuh yasudah” keheningan menyelimuti mereka selama beberapa menit dan yoona sangat membenci keheningan atau kesunyian lalu ia ingat pertanyaan untuk sehun yang dari tadi ia simpan.

“sehun-ssi kenapa kau bisa seperti ini?” tanya yoona dengan nada pelan.

“apa aku harus menceritakannya?”

‘’tentu saja” balas yoona

“kenapa kau ingin tau?”

“issh ceritakan saja!” jawab yoona dengan nada kesal

“aku mengikuti balapan liar dengan taruhan jika yang kalah harus menyerahkan motornya pada yang menang dan saat aku hampir sampai finish lawanku yaitu kris sunbae menendang motorku hingga aku terjatuh”

“aissh curang sekali dia.” Ujar yoona mengacungkan kepalan tangannya.

“jangan memotong ceritaku”

“baiklah lanjutkan”

“lalu bahuku mendarat duluan di aspal, aku tidak terima dia menang karna dia curang dan aku malah dikeroyok oleh gengnya itu motorku diambil paksa aku pulang dengan jalan kaki, aku berjalan dibelakang perempuan lalu dia berbalik aku tahu dia pasti akan memukulku dengan tasnya ku peluk saja yeoja itu dan apa kau tau yeoja itu terpeleset”

“kau menyindirku sehun-ssi?” ucap yoona mempoutkan bibirnya lucu.

“tidak”

“sehun-ssi kenapa kau disekolah sangat dingin tapi disini tadi kau tertawa terbahak – bahak”. Sehun terdiam ia juga tidak tau kenapa saat bersama yeoja disebelahnya ini ia bisa tertawa seperti tadi entahlah ia tidak mau mempedulikan itu.

“aku tidak tau”. Balas sehun acuh

“baiklah aku tidak akan bertanya lagi”. Balas yoona melipatkan tangannya di dada.

“yoona-ssi kemana orangtuamu?” dan sekarang malah sehun yang bertanya-_-

“orangtuaku pergi kejepang tadi sore”

“lalu kemana kakak atau adikmu?”

“aku tidak punya adik dan oppaku akan pulang malam karna motornya mogok”

“oh begitu ya”

“apa kau tidak mau berterimakasih padaku?”

“aku lupa, terimakasih yoona-ssi”

“panggil aku yoona saja tidak usah pakai embel – embel ssi”

“baiklah terimakasih yoona saja”

“aissh tidak begitu juga!!”

“aku harus pulang yoona annyeong”. Saat sehun baru setengah berdiri ia kembali duduk karna terpotong oleh ucapan yoona.

“tunggu, sehun temani aku ya aku takut sendirian dirumah”. Ujar yoona mengedipkan matanya. “baiklah sebagai ucapan terimakasih aku akan menemanimu”

“IYEEEE!!”

“tutup mulutmu jangan berteriak ini sudah malam”

“sehun rumahmu dimana?”

“disebelah rumahmu”. Jawab sehun. “mwo?! Kenapa aku tidak menyadarinya padahal aku sudah pindah beberapa hari yang lalu”. Balas yoona.

“karna kau sangat bodoh”

“sudahku bilang aku tidak bodoh!!” teriak yoona. “sudahku bilang jangan berteriak.” Balas sehun. “habis kau sangat menyebalkan sih.” Keheningan kembali menyelimuti mereka, mereka hanya saling diam dan bergelut dengan pikirannya masing masing entah apa yang mereka pikirkan. “ahh aku bosan sehun bagaimana kalo kita menonton film saja?” ujar sambil meregangkan otot otot nya. “boleh film apa?”. Tanya sehun. “film horror bagaimana?”. Ujar yoona riang. “oke siapa takut!”. Jawab sehun.

“im yoona apa kau yakin akan menonton film itu?”. Tanya sehun. “tentu saja, memangnya kenapa? Kau takut ya?”. Balas yoona sambil menunjukan smirknya. “tidak! Hanya saja kalau kau takut……kau jangan memeluku”. Ujar sehun meleletkan lidahnya. “aissh seperti drama saja dan kau sangat kepedean tuan oh”

Setelah perdebatan kecil itu mereka langsung duduk di sofa dan bersiap untuk menonton film itu. film sudah berjalan selama 20 menit dan sekarang yoona sudah mulai ketakutan ia memeluk lututnya dan sedikit bergetar sedangkan namja disebelahnya ini tidak menampilkan ekspresi ketakutan sama sekali, apa dia tidak ketakutan dengan film ini, itu yang dipikirkan yoona. Saat yoona mengulurkannya tangannya untuk memeluk sehun namun ia urungkan karna mengingat perkataan sehun tadi jadi ia kembali memeluk lututnya lagi dan menundukan kepalanya ia tidak mau melihat film didepannya ini.

Yoona mengira sehun fokus pada film itu padahal sedari tadi sehun terus memperhatikan yoona dengan sudut matanya dan sehun juga melihat kejadian yoona yang akan memeluknya.

GREP

Karna sehun tidak tega melihat yeoja itu bergetar ketakutan jadi ia memeluknya menyembunyikan kepala yoona(?) di dadanya agar tidak melihat scene scene mengerikan di film itu yoona yang kaget dipeluk sehun hanya pasrah saja karna ia benar benar ketakutan sekarang.

“sehun-ah aku takut matikan film itu cepat!!”. Ujar yoona hampir menangis.

“sudahku bilang kan”. Balas sehun mengambil remote dan langsung mematikan film itu.  Yoona melepaskan pelukannya pada sehun “terima kasih”. ujarnya sambil menunduk entah itu karna ia malu atau apa. “hey kenapa kau menunduk? Kau malu?” yoona langsung mendongkakan wajahnya “tidak!!”. Jawab yoona tegas dan memalingkan wajahnya ke arah lain.

“yoona-ya”. Panggil sehun. “wae?!!”. Ujar yoona menatap sehun sambil melotot(?) sehun mendekatkan wajahnya ke arah yoona, saat yoona akan mundur sehun langsung menahannya dan sehun terus memperkecil jarak diantara mereka “k..kau mau apa?”. Sehun menghiraukan pertanyaan yoona dan terus mendekatkan wajahnya pada yoona dan sekarang hidung mereka bersentuhan yoona pun memejamkan matanya dan pasrah dengan apa yang akan terjadi bibir mereka bersentuhan sehun mengulum bibir tipis yoona, ia hanya pasrah tidak membalas tidak juga menolaknya namun kegiatan mereka terhenti karna suara ketukan pintu

TOK…TOK…TOK

Yoona mendorong dada sehun untuk menjauh darinya “kau yang buka!”. Ujar yoona. “kenapa aku? Kau kan pemilik rumah ini”. Balas sehun tidak setuju. “karna aku takut itu hantu,ayolah”. Ucap yoona. Sehun pun pergi untuk membuka pintu, sialan oh sehun dia mencuri ciuman pertamaku!! Ucap yoona dalam hati dengan perasaan yang menggembu gembu jika ini adalah film animasi pasti sudah ada asap yang keluar dari kedua telinganya dan wajah yang merah.

Sehun membuka pintu nya dan nampaklah seorang namja dengan tampilan yang lusuh dan wajah yang dipenuhi oli oli seperti mau berperang saja. “ahh luhan hyung?”tanya sehun. “hei kau sehun? Sudah lama tidak bertemu bagaimana kabarmu?” ujar luhan masuk tak lupa juga dia menutup pintu.

“aigoo luhan oppa ada apa dengan wajahmu? Kau habis berperang?” tanya yoona terkaget. “ya! oppa habis membantu tukang bengkel karna dia sangat lama memperbaiki motorku” yoona hanya ber oh ria. Yoona melirik tangan luhan yang berada dipundak sehun. “hey kalian saling mengenal?”tanya yoona. “ya kami teman lama yoong, dan sekarang sehun berteman dengan adikku dunia sangat sempit ternyata” balas luhan. Yoona terbengong mendengarkan penjelasan luhan dan sehun ah ia biasa saja. “ah sehun kau tidak melakukan apapun pada adikku kan?”. Tanya luhan pada sehun.

Sehun POV

Aishh kenapa luhan hyung malah bertanya seperti itu aku jadi ingat kejadian tadi padahal aku berusaha melupakannya entah kenapa aku terpesona dengan bibir pink nya itu dan tiba tiba aku menciumnya apa yang kulakukan tadi? Aku tidak mengerti!! “ah tentu saja tidak kau tenang saja hyung.” Jawabku sambil tersenyum kaku lebih tepatnya aku gugup sekarang.

Sehun POV END (pendek amat sehun pov nya-_- biarkanlah wkwk)

“ah baiklah karna sudah ada luhan hyung aku akan pulang”. Ujar sehun pada yoona.

“terimakasih oh sehun”. Jawab yoona sambil tersenyum menatap sehun. Sehun sediki terpaku dan menatap yoona dengan intens mereka bertatapan cukup lama namun akhirnya sehun sadar “ehm…ya” sehun pun langsung pulang tidak lupa juga berpamitan pada luhan.

 

+++

            Sekarang yoona sedang tidur diatas ranjangnya ah lebih tepatnya melamun sambil memperhatikan langit langit dikamarnya ia memikirkan kejadian tadi dia sangat malu bila besok bertemu dengan sehun padahal dia sekelas. “bagaimana ini apa aku harus pindah sekolah? ah itu tidak mungkin”. Gumam yoona. Tidurlah im yoona tidurlah ucapnya lagi dalam hati sambil berusaha tertidur.

Diwaktu yang sama di lain tempat seorang namja sedang berusaha untuk tidur namun rasa kantuk tak kunjung datang padanya karna ia memikirkan hal yang sama dengan yoona ya kejadian ia yang mencium yoona ia terus bertanya pada dirinya sendiri kenapa ia mencium yeoja itu dan parahnya lagi itu ciuman pertamannya walaupun sehun bad boy tapi ternyata bibirnya masih suci dan itu sebelum mencium yoona, sehun mengacak rambutnya frustasi.

Esok paginya dirumah yoona terlihat luhan dan yoona sudah bersiap pergi ke sekolah “yoong kau buka gerbangnya” ucap luhan sambil memasuki mobilnya. yoona membuka pintu gerbangnya sedikit kesusahan “aissh sialan si ikan lohan itu tega sekali menyuruhku membuka gerbang besar ini” saat pintu terbuka sedikit yoona langsung melototkan matanya karna sehun dengan motornya melewati rumah yoona ia kembali menutup gerbangnya dan langsung berlari memasuki mobil jantungnya berdebar sangat kencang “yak kenapa kau tutup lagi? ” tanya luhan kesal. “oppa kau saja yang buka gerbangnya sangat berat” luhan keluar dari mobil untuk membuka gerbang besar itu lalu yoona? Dia memegang dadanya jantungnya tidak berhenti beredetak hanya dengan melihat sehun saja oh itu hal terkonyol dalam hidupnya mungkin.

Yoona sampai di kelas lalu duduk di bangkunya ia saat ia menoleh ke arah kanan betapa kagetnya dia ternyata sehun sedang menatapnya yoona menjadi salah tingkah jantungnya berdetak cepat lagi “ahh.. selamat pagi sehun” ucap yoona berusaha menyembunyikan kegugupannya sedangkan sehun hanya menatapnya heran. Lalu yoona kembali menghadap ke depan dan bernafas lega karna sehun tidak menatapnya lagi ah ia harus pindah tempat agar tidak jantungan lagi. “chanyeol-ssi bolehkah kita bertukar tempat?” tanya yoona. “tidak mau tempat ini adalah surgaku untuk tidur” jawab chanyeol dengan ekspresi yang berlebihan. Aissh kenapa dia berlebihan sekali ujar yoona dalam hati sambil mengerungkan wajahnya. “ayolah jebal aku akan mentraktirmu 2 porsi jjangmyeon”

“2 porsi tidak cukup untukku”

“baiklah 3 porsi?” tanya yoona sambil menunjukan puppy eyes nya. “baiklah aku merasa tidak tega melihat puppy eyes mu” ujar chanyeol dengan wajah sok nya “iyee!! Terimakasih chanyeol” teriak yoona. Sehun yang mendengar teriakan yoona langsung menoleh kenapa mereka bisa akrab itulah yang dipikiran sehun.

Semua yeoja di kantin menatap meja yoona dan hyoyeon ya karna disitu terdapat park chanyeol yang melahap makanannya seperti orang kelaparan. “yoona kenapa kau mengajak chanyeol?” tanya hyoyeon sambil berbisik “ya begitulah,nanti saja aku jelaskan” jawab yoona. Yoona menatap chanyeol dengan mulut terbuka “chanyeol kau makan seperti orang kelaparan saja” chanyeol tidak menghiraukan yoona. Bel masuk pun tiba semua murid masuk ke kelasnya masing masing termasuk yoona dan hyoyeon sedangkan chanyeol pergi begitu saja setelah mengahbiskan 3 porsi jjangmyeon tanpa mengucapkan terimakasih dasar tidak tau malu gerutu yoona.

Chanyeol dan sehun mereka selalu telat masuk kelas terlihat disana chanyeol memegang perutnya yang kekenyangan itu “ternyata yoona sangat baik, dia mentraktirku 3 porsi jjangmyeon” ujar chanyeol sambil menutup mata merasakan perutnya yang kenyang itu. “terserah kau saja lah, aku malas ke kelas kita ke atap saja kajja” sehun dan chanyeol pun menuju atap.

Saat mereka sudah sampai diatap chanyeol mengeluarkan rokok dari sakunya namun ditahan oleh sehun “tahan dulu yeol setidaknya sampai kenaikan kelas” ujar sehun sambil menunjuk cctv dengan dagunya. “aissh baiklah”

“AAARGH SUNBAE SAKIT AKU TIDAK MENDEKATI MEREKA AKU HANYA INGIN BERTEMAN SAJA”. Tiba tiba terdengar suara teriakan seorang yeoja. Dan sehun sangat panik karna mengenal suara yeoja itu.

-TBC-

Segini aja dulu ya mohon comment buat ff pertama ku ya kalo respon nya baik bakal aku lanjut secepatnya oh ya kalian masih pusing sama ceritanya ya? Nanti dijelasin di chapter selanjutnya entah chapter berapa wks oke thank you /deep bow/

78 thoughts on “(Freelance) Really Love Me? (Chapter 1)

  1. Kissing nya dikit banget -_- pdhal itu kan lmpunya udah padem kenpa nggak lebih aishh *yadong
    Si luhan itu ganggu aja ih,, knpa pakek pulang. Tidur di bengkel sana aja hahah😀
    Itu suara siapa? Yoona? Next read~

  2. wwiihh KEREN Thor😉 Tapi alurnya kecepetan ._. Dasar Sehun evil, ngambil First kiss Yoong :3
    It yg di bully Yoong eonnie yahh? Pnasran sma kLanjutannya >,<

  3. Eh? Itu Yoona yg dibully? Aigoo… Tu Sehun nakal amat ya ngerebut first kiss org smbarangan, tu Yoong jg gak nolak… Ckckck

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s