(Freelance) Ghost Melody (Chapter 5)

ghost-melody

Title                 : Ghost Melody Chapter 5

Author             : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating             : PG 17+

Genre              : Horror, School Life, Romance

Main Cast        : Yoona dan Baekhyun

Pairing             : Baekhyun dan Yoona

Other Cast       : Chen, Sehun, dan Kai

Quote              : Run away!!!

Disclaimer       : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

Credit Poster   : kissmedeer @posterdesigner.wordpress.com

A.N                 : WARNING SIDERS menjauh, TRUE READERS ayoook merapat, buat barisan dan selamat menikmati fanficku ini ^^  makasih yang sudah ninggalin jejak komentnya dichapter sebelumnya. Baca koment kalian satu persatu dan balas semuanya bikin tenagaku terisi lagi, my vitamins… hehehe… hayo disini siapa yang masih ngerasa bingung karena chapter sebelumnya? Bentar lagi semuanya kayaknya bakalan kebuka, jadi sedih bentar lagi fanfic ini akan selesai… T_T ratingnya aku naikin drastis soalnya ada banyak kejadian yang sadis, yang nggak kuat baca beginian mending jangan baca ya daripada ntar ngebash aku. heeheehee

Previously on Chapter 4th

“Baekhyun??!! Baekhyun?!! Kamu kenapa? Baekhyun?!! Dokter tolong, dok, Baekhyun kenapa dok!!” pekik Yoona histeris

 

Yoona terlihat begitu kaget dengan perubahan yang terjadi pada tubuh Baekhyun yang masih terbaring itu, jari-jari tangan kanannya yang sedang digenggam Yoona mulai bergerak-gerak pelan membuat Yoona kegirangan setengah mati, tetapi setelah itu tubuhnya mengejang diatas ranjang dna tenaga yang sudah mengisi jari-jari Baekhyun mulai menghilang kembali diiringi dengan nafasnya yang mulai tersengal-sengal melihaat keadaan Baekhyun yang seperti itu Yoona panik, “Baekhyun??!! Baekhyun?!! Kamu kenapa? Baekhyun?!! Dokter tolong, dok, Baekhyun kenapa dok!!” pekik Yoona histeris tangan kirinya tetap mencoba memegangi tangan Baekhyun yang sudah terkulai lemas kembali sementara tangan lainnya memencet alat untuk memanggil dokter dan suster.

“Kenapa dengan Baekhyun dok,?”  tanya Yoona diluar kamar setelah dokter datang dan mencoba memeriksa keadaan Baekhyun,”Kita masih harus menganalisanya Yoona-ssi, hanya saja saya tidak ingin memberikan harapan muluk, sepertinya anda dan keluarga Baekhyun-ssi harus segera mempersiapkan mental untuk keadaan yang terburuk,” ucap dokter yang menangani Baekhyun barusan,”Sebagian besar organ didalam perutnya sudah tidak bisa berfungsi normal kembali, terlalu banyak syaraf-syaraf kecil yang terputus karena tulang rongga dada Baekhyun yang patah mengenainya. Hanya keajaiban yang bisa menyelamatkannya,” lanjut dokter tersebut mencoba menjelaskan dengan istilah yang bisa dimengerti oleh orang awam.

***

Sementara itu… ditempat yang berbeda tempat yang sangat indah yang sukar diungkapkan melalui kata-kata, terlihat dua orang sedang melepas rindunya dari kejauhan samar-samar terdengar isak tangis dari keduanya, lalu salah satunya agak memmelankan suaranya. “Sebentar eomma, aku tidak habis pikir bagaimana bisa aku kembali? Aku masih bisa mengingat seburuk apakah Sehun hyung melukaiku aku rasa aku tidak akan selamat,” ujarnya sambil tangannya tetap fokus menggenggam tangan eommanya itu dengan erat.

Lalu dia teringat Yoona, maafkan aku Yoonaa, bisakah kau menungguku sebentar lagi? Bisakah?, Eomma, aku masih merindukanmu tak bisakah aku hanya disini menemanimu dan bersamamu selalu?” rajuk Baekhyun, disatu sisi dia sangat ingin bertemu kembali dengan Yoona dan menceritakan segalanya tapi disisi yang lain kerinduannya terhadap eomma sudah sangat menghilangkan akal sehatnya dia ingin mati saja dan tinggal disini. “Aku tahu pasti eomma menyembunyikan sesuatu dariku,” ujarnya penuh curiga dengan sikap eommanya yang begitu menginginkan dia untuk segera ke dunianya, sementara sang eomma langsung berbalik membelakangi Baekhyun,”Kau adalah kunci dari semua masalah rumit yang terjadi sebelumnya,” ujarnya pelan,”Tapi eomma-“,

“Sudah jangan mengelak dari takdirmu,” potong eommanya itu sambil mendekati Baekhyun dan memeluknya lagi lebih erat dari sebelumnya seperti keduanya akan berpisah.

.

.

.

Di sudut sekolah terlihat seorang guru sedang bersama dengan murid laki-lakinya meski seharusnya seorang guru dan murid harus berhubungan baik tetapi keduanya ini terlihat lebih dari guru dan murid, lalu murid-yang bername tag Choi Junhong berkata,”Ehey, jangan begitu Kai hyung aku sangat yakin kau sebentar lagi akan menjadi kakak iparku, atau.. haruskah aku memanggilmu kakak ipar mulai dari sekarang?” godanya kepada seorang guru laki-laki yang ternyata adalah Kai Seonsaengnim,”Tapi aku tidak begitu percaya diri, setiap melihat kakakmu nyaliku menjadi ciut,ya meski aku tahu bagaimana perasaannya padaku selama setahun kami bersama,” sahutnya,”Tapi kau bisa memanggilku ipar, asal jangan disekolah ya,” lanjutnya lagi disertai dengan senyuman yang mengembang dari bibirnya. Rupanya Choi Junhong ini adalah murid tahun ketiga di SMA, karena setelah selesai sekolah dia dan teman-temannya melanjutkan pembelajaran di sesi Studi Malam hingga pukul 8 malam.

.

.

“Aku tidak tahu sampai kapan Baekhyun akan seperti itu Luhan-ah,” Yoona menyandarkan kepalanya dibahu Luhan yang sedang duduk disampingnya sambil terisak-isak sesekali tangan kanannya menghapus airmata yang mengalir dipipinya,”Sabarlah Yoona, aku yakin dia pasti bisa bertahan hidup dia masih harus menjagamu disini,” sahut Luhan pelan mencoba menenangkan yeoja yang sedang menangisi kekasihnya ini-yeoja yang dia cintai. “Aku tidak sanggup terus menerus melihatnya dalam keadaan seperti ini Luhan-ah, Aku tidak mau jika dia tiba-tiba muncul dalam penampilan seperti Chen oppa (maksudnya jadi arwah yang meninggal),” ujar Yoona. “Daripada kita hanya menunggu Baekhyun untuk memberitahu kita siapa yang membuatnya seperti itu, lebih baik kita mencari tahunya sendiri bagaimana?” usul Luhan sambil mendorong pelan kepala Yoona yang masih bersandar di bahunya kemudian dia berdiri dan tersenyum mencoba mengembalikan kembali semangat Yoona. “Bagaimana kalau kita memulainya dengan mencari Minseok kerumahnya?kemarin kita tidak sempat kerumahnya karena kita, eh lebih tepatnya aku yang masih shock saat tahu mengenai Sehun hyung yang berkaitan dengan murid bernama Choi Minho”

Saat sore hari…

Di sebuah rumah dalam perumahan elite, seorang yeoja berparas cantik terlihat sedang memasak dia dengan rajinnya memotongi sayuran dan sesekali mengecek penanak nasi disampingnya dan di lemari atasnya sengaja dia letakkan handphone yang masih tersambung dengan telpon yang datang beberapa menit yang lalu,”Sudah kubilang kau jangan mau sendirian dirumah jika adikmu belum pulang, sayang,” terdengar suara namja dengan berat mendesah, sudah habis cara namja tersebut untuk membujuk seorang Choi Sooyoung-calon tunangannya untuk pergi ke apartmentnya saja daripada sendirian dirumahnya tanpa ada adiknya, sepertinya karena itulah dia sengaja menelpon Sooyoung yang sibuk berkutat dengan bahan makanan di dapurnya.

”hey, kenapa kau tidak menjawabnya?” tanyanya lagi gelisah,”Ne, oppa tenang saja aku mendengarmu kok, hanya saja aku sedang fokus untuk membuat Nasi Kare dan Soup Kimchi terbaik untuk Junhong,” sahutnya enteng sambil mencolekkan gochujang kedalam Soup kimchi yang menurut yeoja dengan rambut panjangnya yang terkepang ini kurang pedas untuk selera Junhong adik semata wayangnya,”Iya oppa tahu kau sedang memasak dan sibuk,” ujar laki-laki diseberang telpon lirih,”Kalau begitu kenapa kau sangat resah khawatir seperti ini? Tidak biasanya kau seperti ini oppa,” ujar yeoja itu lagi,”Entahlah aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja,” lirihnya dengan desahan yang sangat berat seakan memikul semua tanggung jawab yang terjadi pada keluarga yeojanya itu,”Hm baiklah,kurasa aku menemukan solusi untuk keresahanmu.

Datanglah kesini dan ayo makan malam bersama, dua jam lagi Junhong datang,” ucap wanita itu,”Bolehkah?”goda namja itu seakan memikirkan maksud yang lain,”Eits, kita belum menikah oppa, kau jangan berpikir yang bukan-bukan dasar nakal,” sergah yeoja mengerti maksud dan tujuan pembicaraan yeoja itu,”Baiklah, tapi jangan kau tutup telpon ini ya?” bujuknya,”Tidak oppa, kau harus menyetir untuk kerumahku ini, dan aku tidak ingin kau kecelakaan karena tidak mau  menutup telpon ini. Aku baik-baik saja,” tegas yeoja yang bernama Sooyoung itu, matanya berbinar seakan Kai bisa melihat kesungguhannya kalau dia memang baik-baik saja dirumahnya yang memang tidak bisa disebut jaraknya dekat dengan kediaman namjanya itu.

Setelah sambungan ditutup terdengar suara-suara aneh dipintu belakang rumah yeoja tersebut sangat disayangkan pendengaran yeoja tersebut sangat tidak peka, lalu tiba-tiba kedua tangan asing itu membekap mulutnya yang kontan membuat Sooyoung meronta-ronta ingin melepaskan diri, perawakannya yang sama-sama jangkung dengan sang pelaku tidak membuat dia bisa melarikan diri dari tangan sang pelaku, dia tidak bisa melihat wajah pemilik kedua tangan yang membekapnya ini tertutupi oleh masker hitam yang terpasang sempurna. “Aku akan membuatnya merasakan hal yang menyakitkan akan kehilanganmu, sama seperti yang kurasakan dulu,” geramnya memperlihatkan matanya yang tajam menusuk.

Setelah geraman itu gencaran tangannya merobek apron yang dikenakan Sooyoung, kemudian dia mulai menjilati leher Sooyoung dengan bengisnya dia merobek atasan berwarna hitam yang membungkus bagian atas tubuh Sooyoung sehingga kancing yang terpasang diblus itu berjatuhan akibat tarikan tangan namja bengis itu, tangannya tidak berhenti disana saja karena beberapa detik kemudian dia menggerayangi tubuh yeoja yang sudah ada didepannya itu yeoja itu mencoba untuk berteriak meminta pertolongan tetapi tangan namja itu tetap membekap mulutnya sementara tangan lainnya masih sibuk menggerayangi dan sukses membuat yeoja itu berpenampilan telanjang bulat dihadapannya.

Namja itu kemudian mengambil lakban dari tas yang dia selendangkan dan menutup mulut Sooyoung dengan lakban itu kemudian dengan bebas dia mengambil mahkota Sooyoung dengan begitu kasar dan cepat membuat bercak darah terlihat jelas di ubin lantai rumah Sooyoung, dia merasa ngilu disekitar pahanya itu akibat perlakuan kasar pria asing. Karena dia menangis terus namja itu kemudian menamparnya beberapa kali di pipi kiri dan kanan membuat pipinya memerah bengkak. Sooyoung hanya bisa menangis menahan sakit jiwa dan raganya kemudian diapun tak sadarkan diri dengan keadaan masih telanjang bulat, tak lama setelah itu namja itu kabur setelah mendengar suara deru mesin mobil mendekati garasi depan rumah Sooyoung, dia kabur melalui pintu belakang rumah Sooyoung.

Sementara disaat yang bersamaan… dirumah Minseok.

“Eomoni, bisakah kita menemui Minseok sudah lama dia tidak masuk sekolah,” Yoona menjelaskan tujuan kedatangannya kerumah Minseok,”Apa maksud kau? Bukannya Minseok sedang berlatih untuk Lomba Menulis Karya Ilmiah?” Eomma Minseok berbalik menanyakan keberadaan putranya Minseok, Yoona dan Luhan tentu saja tersentak kaget mendengarnya bagaimana bisa Minseok sebenarnya tidak ada dirumah? Berarti selama ini firasat Yoona mengenai Minseok memang benar, ada sesuatu yang ganjal mengenai Minseok ini. “Oh begitu Eomoni kami tidak tahu kalau dia akan mengikuti lomba, hehehe maklumlah kami tidak terlalu pintar dikelas, kalau begitu kami pamit ya,” jawab Yoona berbohong karena tidak ingin membuat ibu Minseok khawatir, sebenarnya Yoona hanya ingin meyakinkan pada dirinya sendiri Minseok temannya itu baik-baik saja, Luhan yang mengerti tujuan Yoona pun ikut mengangguk.

***

Di rumah Sooyoung

Saat Kai sedang mematikan mesin mobilnya dia melihat bayangan seseorang yang berlari menjauh kearah jalanan Kai sangat yakin seseorang itu keluar dari rumah Sooyoung membuatnya mencurigai orang itu, tetapi saat dia berniat mengejar orang tersebut sebuah tangan memegangi pundaknya,”Ouh Hyung sedang apa kau disini? Nuna mengajakmu makan malam bersama?” tanya si pemilik tangan itu yang tak lain adalah Choi Junhong calon adik iparnya,”Ah iya, tadi aku sangat mengkhawatirkan kakakmu karena itu kakakmu kesal dan menyuruhku untuk datang saja agar memastikan dia baik-baik saja,” jawab Kai yang masih belum hilang rasa terkejutnya karena sapaan Junhong dari belakangnya,”dan jangan kau lakukan itu lagi, itu menakutkan,” lanjut Kai sambil menatap tangan Junhong yang masih bertengger dipundak Kai membuat Junhong menarik tangannya mengerti maksud Kai.

“Sooyoung ah, kami datang, apa makanannya sudah siap?” teriak Kai dari pintu depan bersamaan dengan Junhong yang memanggil nunanya itu,”Nuna aku pulaang,,,” teriak Junhong memastikan Nunanya itu mendengarnya dari ruang dapur, keduanya sibuk melepas sepatu saat akan memasuki ruangan tamu rumah itu, namun tidak ada jawaban dari Sooyoung.

Kai dan Junhong membelalakan matanya seakan sepasang mata keduanya akan keluar dari peraduannya, keduanya dengan sigap menghampiri tubuh Sooyoung yang terlihat mengenaskan, Sooyoung tidak sadarkan diri mengingat berapa banyak beban yang harus diterimanya saat seseorang asing memerkosanya. “Sooyoung!! Sooyoung kau kenapa? Sooyoung bangun, kumohon bukalah matamu!” seru Kai panik melihat keadaan Sooyoung yang tak sadarkan diri dengan keadaan telanjang bulat.

Junhong dengan sigap mengambil selimut menutupi tubuh kakaknya itu lalu menelpon ambulans dan polisi, keduanya tahu betul apa yang sudah terjadi pada yeoja yang sangat mereka sayangi itu bagaimana tidak bercak-bercak noda darah masih bisa terlihat dan sudah mulai mengering disekitar tubuh Sooyoung. Mereka yang memang pada dasarnya tidak bisa melihat arwah tidak menyadari ada seorang arwah cantik yang memerhatikan ketiganya, sebenarnya sejak tadi si namja bengis itu melakukan hal jahat pada Sooyoung arwah yeoja itu sudah ada disana, yeoja itu seakan diingatkan akan kejadian yang menimpanya kejadian yang membuatnya memilih untuk mengakhiri hidupnya saja, saat namja itu memerkosanya Sooyoung dia bergumam lirih Sudahlah sayang, sudahi rasa dendammu itu aku tidak ingin ada lagi yeoja yang mengakhiri hidupnya karena hal yang sama terjadi padaku apalagi jika itu karena engkau, Sehunie.

 

Sehun POV

Aku sudah melakukannya Hyun, uri Seohyunie aku sudah membalaskan dendammu sudah tidak ada lagi kepedihan yang harus kau rasakan sayang, aku tersenyum puas sendiri sembari memandangi fotoku dengan seorang yeoja yang kucintai, yeoja itu masih ada didalam pikiranku menggelayutiku dengan kenangan indah bersamanya saat hidupnya belum direnggut bajingan sialan itu.

Akupun merengutkan keningku jika mengingat seorang Kai yang berani-beraninya mengambil kegadisan yeojachinguku, memintanya untuk menciumku saja aku membutuhkan waktu yang lama untuk mengumpulkan keberanian itu, lalu dia dengan beraninya merampas Hyunie dariku, dengusku kesal jika memikirkannya. “Akan aku sakiti orang-orang disekitarnya dengan perlahan hingga dia bisa merasakan kehilangan seperti yang aku rasakan beberapa tahun ini, kesendirianku ini, perasaan sepi ini sebentar lagi akan kau rasakan Kai, tunggu saja,” ujarku sambil mencari sebuah boneka gantungan kenangan dari Hyun, tapi aku tidak bisa menemukannya lalu akupun memukul cermin tak bersalah yang ada didepanku.

Author POV

Sejak pulang dari kunjungannya kerumah Minseok, firasat Yoona semakin menjadi tidak baik ditambah kondisi Baekhyun yang tadi dia lihat masih belum terlihat perkembangannya. Yoona dirumahnya sudah sangat terbiasa dengan hantu-hantu yang mendiami rumahnya bahkan dia seakan sudah berteman baik dengan mereka, saat Yoona sampai kerumahnya Yoona mendengar lagi suara pisau yang memotongi sayuran dan sesekali terdengar suara air yang sedang direbus dengan cueknya Yoona pergi ke lantai atas kearah kamarnya sambil berseru,”Ahjumma, masak supnya yang enak ya, jangan lupa bersihkan kembali!” pekiknya dari arah kamarnya sambil mengganti bajunya, tiba-tiba dua orang anak kecil muncul setelah dia mengganti baju seragamnya dengan kaos membuat Yoona terperangah kaget dan hampir terjungkir ke ujung ranjangnya yang runcing itu untung saja keseimbangan tubuhnya bagus.

”Yah! Sudah nuna bilang dari dulu kalau mau mendatangi Nuna tolong jangan tiba-tiba seperti ini!!! Yoona memarahi kedua hantu itu sambil menolak pinggang kearah dua hantu cilik itu, meski dia tahu maksud hantu itu hanya ingin mengajak Yoona main karena mereka kesepian,”Nuna sudah tidak mempunyai mood bagus untuk menemani kalian main, huh” dengusnya melipat tangannya kedada lalu membaringkan dirinya kekasurnya yang empuk.

Sudah beberapa hari ini Yoona tidak bisa tidur, bukan karena ajakan main kedua hantu cilik ataupun kemunculan 3 hantu baru dirumahnya melainkan karena dia beberapa hari ini tidak bisa menemukan arwah Chen dimana-mana begitu juga Luhan temannya. Yoona sudah mencoba berbagai cara agar dia bisa tidur, dimulai dari memejamkan matanya sambil menghitung domba seperti yang orang-orang sarankan, meminum segelas susu-bahkan Yoona meminumnya dua gelas supaya lekas tidur tapi hasilnya nihil.

Pada akhirnya Yoona hanya bisa bermain dengan hantu-hantu yang bersahabat dirumahnya itu meski pada awalnya mereka sangat menyeramkan hanya saja sejak Yoona tahu alasan mereka mati membuat perasaan takut Yoona beralih menjadi simpati, ahjumma yang memasak didapurnya itu sebelum dia meninggal merupakan seorang rumah tangga namun suaminya berselingkuh dengan adiknya sendiri kenyataan ini dia terima dari seorang temannya yang melihat suaminya beserta adiknya sedang bermesraan nahasnya saat itu dia sedang memasak didapur dan berita itu membuat dirinya ceroboh dan membuat gas dari kompor didapurnya itu meledak dan mengenai dirinya serta membakar rumahnya dan menewaskan dirinya yang terperangkap dalam kebakaran itu.

Dua hantu cilik yang mengajak Yoona tadi itu adalah kakak beradik yang meninggal akibat kekerasan yang diterima dari ayah mereka seorang pemabuk, penjudi saat itu si kakak sedang dipukuli oleh ayahnya membuat adiknya mencoba melepaskan tubuh kakaknya dari tangan sang ayah yang sedang memukuli kakaknya itu hingga kakaknya tidak sadarkan diri membuat ayahnya menepis tubuhnya dengan kuat membuat tubuhnya terhempas kesudut lemari kayu yang runcing dan melukai kepalanya sehingga dia meninggal, kakaknya yang sudah tidak kuat akan menyiksaan ayahnya pun turut meninggal.

Yoona mencoba bersikap bersahabat dengan tiga hantu baru ini, hantu pertama dia temukan di ruang jemuran rumahnya yang berada diloteng rumah saat dia menjemur seragamnya sebuah tangan memegangnya membuat Yoona terjatuh dan mundur merangkak dari sosok yang menyeramkan itu hantu tanpa wajah membuat Yoona bertanya-tanya bagaimana peristiwa dia meninggal hingga dia menjadi hantu tanpa wajah seperti ini, sedangkan untuk hantu kedua dia temukan saat dia akan pergi ke minimarket terdekat saat itu malam hari dan Yoona bisa mendengar rintihan pelan di sudut taman rumahnya itu dan dia melihat hantu yeoja itu tengah bersedih sesenggukan.

Saat dia mencoba mendengarkan cerita meninggalnya hantu kedua itu tiba-tiba aura dingin menerpanya, angin-angin mulai bermunculan disertai dengan suara dedaunan yang saling bergesekkan padahal Yoona sangat yakin saat itu dia sedang diruang tengah dimana TV masih dia nyalakan,”ah TV itu sudah dimatikan oleh siapa?” Yoona memandang semua hantu yang berkumpul mengelilinginya dengan pandangan menuding membuat mereka menggelengkan kepala hampir bersamaan sehingga terlihat konyol cara mereka menolak tudingan yang diarahkan pada mereka yang memang tidak mematikan TV nya,

”Yoona-ya…” suara namja memanggil manggil namanya, sangat pelan membuat Yoona tidak langsung bisa mendengarnya,

”Yoona…” masih terdengar pelan tapi setidaknya suaranya sudah terdengar jelas,

“Yoona..”

“Ini aku Yoona,”

Yoona penasaran siapa yang memanggilnya itu tangannya otomatis menyimpan telunjuknya dimulutnya mencoba menenangkan suasana yang masih ribut karena para hantu itu tidak terima dengan tudingan Yoona perihal TV itu, “Suuut diam,” titah Yoona pada mereka membuat suasana rumah seketika hening,”Yoona ini aku,” suara itu muncul kembali lebih keras dari sebelumnya dan disertai dengan sesenggukan.

“Kau sudah melupakan aku? Ini aku Yoona-ya,” bulu kuduk Yoona merinding dibuatnya, dia kenal betul siapa pemilik suara ini, mungkinkah dia? Kumohon jangan, kumohon jangan dia jangan dia, buatlah pemilik suara itu bukan seperti yang kupikirkan saat ini, Yoona terlihat gelisah dan beradu dengan pemikirannya sendiri ditengah keheningan yang diciptakan sahabt-sahabat hantunya. Setelah suara itu datang lagi, barulah Yoona seketika berlari kearah kamarnya lalu mencari handphonenya yang biasa dia letakan dimeja samping kasurnya,”Luhan, aku didatangi olehnya…” ujarnya ditelpon saat dia mendengar Luhan menjawab telponnya meski masih terdengar dari suaranya Luhan masih mengantuk,”Kau didatangi oleh siapa Yoona-ya?” tanya Luhan mencoba sadar dari tidurnya, yang dia dengar bukanlah jawaban melainkan tangisan, tangisan Yoona,”Yoona, siapa dia?yang mendatangimu siapa? Tanya Luhan panik,

“Aku sudah tidak bisa hidup lagi didunia ini, hidupku sudah tidak berharga. Jadi, tolong biarkan aku menyusul Minho adikku, oppa…” lirihnya sambil memelas memohon namja disampingnya itu yang hanya memandanginya nanar dan sedih melihatnya.

To Be Continue

P.S: makin gak bikin penasaran kan? Rasa penasaran kalian sudah terbayar kan? Pasti pada tahu kan siapa Choi Junhong, makasih sudah baca fanfic ini.. ^^ aku sudah balas semua koment kalian sebelumnya terima kasih banyak atas semua vitamins yang kalian berikan *bow bareng Kai*

41 thoughts on “(Freelance) Ghost Melody (Chapter 5)

  1. Oohhhh mulai kbaca nih ,, jd ini semua itu pembalasan dendam sehun ke kai atas semua yg udah kai perbuat d masa lalu. ,, trus yg manggil2 yoona siapa ?? Sehun atau minseok ???

  2. wwwiihh KEREN Thorrr 😀
    Aiisshh jinjaa it Sehun Oppa jahat sekaliii >,< Ksian Sooyoung Eonniee yg gak tau apa''😮 Trus it suara spa yg ngomong sma Yoong Eonnie ?
    Pnasaran sma kLanjutannya !!!😀

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s