(Freelance) Royal Beethoven : Aurora Kingdom

royalbeethoven

Title                 : Royal Beethoven: Aurora Kingdom

Author             : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating             : PG 15+

Genre              : Happy Romance

Main Cast        : Yoona SNSD dan D.O EXO

Pairing             : Yoona dan D.O (Kyungsoo)

Quote              : please be my Princess!

Disclaimer       : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

Credit Poster   : Hyunji at Highschoolgraphics.wordpress.com

A.N                 : Kalian sudah menikmati before story Pangeran Sehun kan? Nah sekarang giliran Pangeran Kyungsoo untuk memperlihatkan charmnya saat bertemu Yoong eonnie. Yang masih belum ngerti jalan ceritanya tolong baca prolog dulu ne, maaf ya yang part YoonHun kemarin terlalu cepat alurnya semoga part yang ini tidak terlalu cepat.Jadi ini adalah cerita sebelumnya, setiap Pangeran sudah bertemu dengan di setiap pekerjaannya, sebelum ketujuh pangeran bersekolah bersama dan ketemu Yoona di Royal Academy Calderra.WARNING Typo bertebaran, Don’t BASH, Don’t be SIDERS dan ingat tanda #kalimat# ini berarti kalimat atau dialognya hanya ada dalam pikiran saja, enggak suka pairingnya gak usah dibaca happy reading ^^

Aku paling menyukai pekerjaanku ini, setibanya aku di kerajaan Aurora ini aku langsung bisa menemukan alamat Flora Shop yang tidak jauh dari taman alun-alun kerajaan. “Yoona, bisakah kau mencarikan bunga baby breaths sepertinya kita kekurangan bunga itu, padahal kan itu untuk pelengkap hiasannya,” ujar Nyonya Lee,”Baik, Nyonya,” jawabku sigap akupun membawa keranjang bunga seperti hari-hari sebelumnya untuk memetik bunga di hutan yang ada digunung Clerk.

***

“Yang Mulia Pangeran Kyungsoo, hari ini anda dijadwalkan untuk mengumpulkan hewan-hewan liar yang terlantar dihutan untuk diberi makan,” ujar pengawal pribadinya pengawal Kang saat Pangeran Kyungsoo memintanya untuk membacakan jadwal selanjutnya. “Baiklah kalau begitu ayo kita pergi sekarang sebelum hari menjadi malam,” ujar Pangeran Kyungsoo langsung memerintah pengawal lainnya yang ditugaskan memelihara kudanya untuk segera menyiapkan kuda dan perlengkapannya.

**

Suasana hutan tenang yang bisa terdengar hanya kicauan burung-burung yang terbebas dialam liar, keluarga Kerajaan Aurora ini sangat mencintai alam dan sekitarnya jadi wajar saja jika keasrian bisa terlihat di wilayah kerajaan ini. Pohon-pohon besar dan rindang bisa ditemukan dengan mudah di kerajaan ini, apalagi jika memasuki hutannya disana terdapat pohon-pohon yang beranekaragam dan manfaat dari masing-masing pohon yang bermacam-macam.

Begitu juga dengan rerumputan dan bunga-bunga yang ada di hutan ini, semuanya begitu  mudah ditemui disini tidak heran jika Yoona sangat menyukainya suasana hutan ini, dia sangat senang jika Nyonya Lee sudah menyuruhnya untuk memetik bunga di hutan ini. Rupanya Pangeran Kyungsoo juga sangat menantikan jadwalnya ini jadwalnya untuk memasuki kawasan hutan yang selalu membawa kegembiraan dalam hatinya.

“Sini Peter, Gorky, Cathy, Sharon dan Bonie aku sudah disini dengan makanan kalian masing-masing,” panggil Pangeran Kyungsoo. Seperti jadwal sebelumnya Pangeran Kyungsoo memanggil semua pimpinan hewan liar di hutan kerajaan ini, yang dia panggil Peter disini adalah seekor Serigala buas yang menguasai semua kawasan hutan disebelah selatan tetapi sayangnya Serigala jantan lain sudah mengalahkannya dan membawa kawanannya pergi, membuat dia terluka baik secara fisik maupun kejiwaan, Gorky adalah seekor harimau putih yang memimpin kawanan harimau putih lainnya yang berkuasa di kawasan hutan sebelah Timur, Bonie adalah burung hantu betina yang terlantar karena banyak orang jahat yang memburu kelompok burung hantu lainnya termasuk pasangannya si Juna.

Cathy ini adalah seekor Hyena yang terperangkap di karang hutan yang saat itu Pangeran Kyungsoo temukan dan selamatkan, kaki Cathy terluka sehingga dia tidak bisa mencari makan sendiri, dan terakhir ada Sharon seekor orangutan muda yang hidup sendiri karena kedua orangtuanya tertembak mati oleh pemburu, sepertinya peraturan kerajaan Aurora kurang begitu tegas sehingga kasus seperti ini masih selalu terjadi dan membuat Pangeran Kyungsoo harus turun tangan untuk menangkap para pemburu yang telah mengancam hewan-hewan liar kesayangannya ini.

Bahkan ayahandanya Raja Ryeowook sendiri yang memerintahnya untuk menyelesaikan masalah hutan itu, biasanya bukan hanya dia sendiri yang memberi makanan untuk para penghuni hutan itu ayahandanya Raja Ryeowook terkadang ikut menemaninya, hanya saja saat ini Raja Ryeowook tengah sakit sehingga hanya Pangeran Kyungsoo yang ditemani para pengawalnya saja.

Mereka mengerti akan panggilan Pangeran Kyungsoo ini tak lama setelah panggilannya semua hewan liar yang dia panggil mulai bermunculan dan mulai mengelilingi Pangeran Kyungsoo dan para pengawalnya, para pengawalnya mundur pelan karena ketakutan sementara Pangeran Kyungsoo justru mendekati mereka sambil membawa makanan mereka masing-masing. Tiba-tiba dia mendengar suara teriakan yang tak jauh dari tempat mereka berkumpul.

“Arghh… TOLONG!!!!” samar-samar terdengar suara seorang yeoja yang bersumber dari tempat yang tidak jauh darinya, “sepertinya suaranya berasal tak jauh dari air terjun itu”, gumam Pangeran Kyungsoo sebelum akhirnya dia pergi mencari asal suara itu untuk membantu yeoja yang membutuhkan pertolongannya.

Pangeran Kyungsoo sangat kaget saat melihat seekor beruang liar sudah bersiap untuk mencakar yeoja yang berada tepat dibawahnya dalam posisi meringkuk ketakutan meski untuk ukuran beruang madu tubuh beruang ini tidaklah terlalu besar, sepertinya beruang ini bukan berasal dari wilayah ini aku tak bisa mengenalinya gumam dia saat memerhatikan lebih detil bentuk dan kontur dari tubuh beruang madu yang masih muda ini.’

Tidak ada cara lain yang bisa Pangeran Kyungsoo lakukan untuk menolong yeoja tersebut, diapun mengeluarkan aura yang berbeda dari tubuhnya, lalu sesaat kemudian tubuhnya sudah mengeluarkan bau yang tidak biasa di indera penciuman manusia biasa, sedangkan pada hewan liar seperti beruang ini bau ini bagaikan obat penenang yang tidak membahayakan, dalam sekejab mata beruang madu liar inipun menjadi lebih jinak, seringaian menghilang dari wajah beruang madu ini lalu si beruangpun pergi meninggalkan Yoona, Pangeran Kyungsoo dan para pengawal kerajaan.

Yoona hanya bisa menatap takjub melihat kejadian yang dilihat oleh kedua mata kepalanya itu, wajah kagetnya tidak bisa dia sembunyikan apalagi jika mulutnya itu masih menganga karena saking kagetnya, perasaaan Yoona saat ini bercampur aduk antara kaget dan senang, kaget dengan serangan beruang yang tiba-tiba saat dia sedang memetik bunga baby breaths, kaget dengan kemampuan seorang namja yang berparas enak dipandang ini juga senang karena akhirnya namja yang terlihat seram saat dia mencoba menjauhkan beruang itu bisa tersenyum didepannya saat namja tersebut membantunya untuk berdiri,”Gwenchana agashhi?” tanyanya sambil melihatku dari ujung kepala sampai ujung kaki memastikan benar-benar bahwa aku baik-baik saja,”Ne, gwenchana. Gomawoyo,” sahut Yoona pelan sambil mencoba berdiri dan membersihkan rumput-rumput yang menempel saat dia terjatuh tadi.

“Siapa na-“

“Pangeran ayo jadwalmu yang lain sudah menunggu,” sergah Pengawal Kang saat Yoona akan menanyakan namanya, gerombolan pengawal yang menjaga Pangeran Kyungsoo dan Pangeran Kyungsoo pun pergi meninggalkan Yoona yang dirasakan sudah dalam situasi aman, tanpa sepengetahuan para pengawalnya Pangeran Kyungsoo memerintahkan Bonie si burung hantu betina untuk menjaga dari kejauhan yeoja yang tidak dikenalnya itu.

.

.

Yoona dibiarkan sendiri, meski dia masih bingung dengan kejadian yang menimpanya hari ini dia tetap melanjutkan pekerjaannya memetik bunga baby breaths dengan rajinnya, “Pangeran?” gumam Yoona disela-sela kesibukannya memetik bunga, keranjang untuk membawa bunga-bunga tersebut perlahan-lahan mulai penuh, Yoona pun kembali ke toko bunga sebelum matahari kembali ke peraduannya.

**

“Wah banyak sekali bunga yang kau petik ini,” puji Nyonya Lee sambil menyunggingkan senyumnya saat dia melihat Yoona dengan tangannya yang memegangi sekeranjang penuh bunga baby breaths. “Sepertinya jika aku terus mempekerjakanmu aku tidak akan pernah khawatir akan kekurangan stock bunga lagi, ah sayangnya Song Jihyo hanya cuti dua minggu untuk melahirkan anak keduanya,” keluh ujar Nyonya Lee,”Lagipula aku hanya dikontrak dua minggu saja disini Nyonya Lee, pekerjaan lain menungguku,” jawab Yoona sambil tersenyum lembut, lalu Yoona pun pergi kebagian belakang toko bunga untuk mengambil seember air dan vas bunga yang cukup tinggi untuk dijadikan tempat bunga-bunga yang aru dipetiknya itu agar tidak mudah layu.

.

.

Di istana…

“Pangeran Kyungsoo, bagaimana keadaan di hutan tadi siang?” tanya ayahandanya Raja Ryeowook saat Pangeran Kyungsoo menghadapnya di singgasana kerajaan memang sudah menjadi kebiasaan dan kewajiban seorang Pangeran untuk selalu melaporkan kegiatannya setiap hari hal ini untuk memudahkan sang Raja dalam hal mengecek jadwal putranya tersebut, apakah dia menuruti semua jadwalnya atau tidak. “Tadi siang dihutan cukup tenang ayahanda, semuanya berjalan lancar dan bisa kupastikan tidak akan ada lagi para pemburu yang berani merusak alam kita apalagi hewan-hewan liar kita,” jawab Pangeran Kyungsoo dengan garis matanya yang tegas membuat sang Raja puas dengan jawabannya.

Saat Pangeran Kyungsoo hendak berdiri dihadapan Raja Ryeowook, Raja Ryeowook yang memang pada dasarnya sangat sensitif bisa melihat gelagat dan wajah anaknya yang terlihat berbeda. “Puteraku Kyungsoo, kenapa wajahmu terlihat berseri-seri dan bahagia seperti itu?” ujar Raja Ryeowook saat ini sang Raja tidak menampilkan sosok Raja yang harus dihormati sang Pangeran melainkan menjadi sosok sang ayah yang harus mengenali anaknya dan memerhatikan anaknya yang sedang dalam masa pubertas ini.

“Ah tidak ayahanda, wajahku biasa saja, hanya saja… ah tidak” jawab Pangeran Kyungsoo sambil menutupi wajahnya dengan tangan kanannya pertanyaan ayahandanya ini justru malah semakin membuat semburat merah dipipinya semakin kentara saja terlihat dipipinya yang putih mulus itu. Mendengar jawaban anandanya yang terpotong itu membuat Raja Ryeowook tersenyum gemas melihat tingkah anaknya yang sedang pubertas ini, dia sangat yakin tebakannya kali ini akan benar,”Kau bertemu seorang gadis cantik ya?” goda sang Raja sambil terkekeh senang menggoda anandanya itu sampai-sampai sang Raja membuat kursi singgasananya bergoyang-goyang akibat kekehannya itu,mendengar godaan ayahandanya itu membuat Pangeran Kyungsoo serba salah, tiba-tiba…

”Kalian sedang membicarakan apa? Boleh aku tahu?” tanya seorang yeoja yang baru saja memasuki ruangan singgasana sang Raja, terlihat sebuah mahkota melekat dirambutnya yang setengah terurai dan setengah terkepang, tangannya sibuk memegangi teh camomile kesukaaan suami sekaligus Rajanya itu,”Tidak Ratuku, hanya saja aku rasa ananda kita sedang jatuh cinta,” ucap sang Raja lagi menjawab pertanyaan sang Ratu yang biasa dikenal sebagai Ratu Luna ini, mendengar hal yang diucapkan dari mulut sang Rajanya itu membuat pandangan sang Ratu seketika beralih pada anandanya yang masih tertunduk malu, disimpannya di meja dekat kursi Raja teh camomile yang sedari tadi dia pegang.

”Anandaku Kyungsoo-ah, siapa gadis yang telah memikat hatimu itu nak?” tanya ibunya lembut disertai tawa dari Raja Ryeowook yang masih menggoda anaknya itu,”Uhm.,. aku juga tidak tahu siapa dia Ibunda, yang pasti dia sangat cantik seperti seorang Dewi,” jawaban anandanya ini justru malah membuat kekehan sang Raja semakin menajdi jika saja Ratu Luna tidak mengingatkannya untuk menjaga karismanya sebagai Raja di hadapan anandanya itu tentu saja Raja yang sedang terhibur oleh sikap malu-malu anandanya ini akan berguling-guling memegangi perutnya itu.

”Kau bahkan tidak tahu nama gadis yang memikat hatimu? Terlalu*gaya Rhoma Irama,” ujar Raja Ryeowook,”Aku bertemu dengannya saat dihutan tadi ayahanda, jadi aku tidka sempat menanyakan namanya,” kilah Pangeran Kyungsoo yang mulai jengkel dengan sikap ayahandanya itu, melihat raut masa wajah anandanya itu Ratu Luna pun meminta Raja Ryeowook untuk berhenti tertawa,”Sudahlah yang Mulia, jangan kau goda ananda kita lagi, lihat itu wajahnya sudah cemberut dan masam begitu,” ujar Ratu Luna mencoba mengembalikan suasana tenang,”Kau pergilah mandi anandaku,” titah ibunda Ratu, Pangeran pun kembali ke peraduannya untuk membilas tubuhnya yang sudah terasa lengket karena keringatnya.

Senyuman terpancar dari wajah Pangeran, Ah memang benar apa yang dikatakan ayahanda bagaimana bisa aku lupa untuk menanyakan nama pemilik dari paras cantik itu, gumam Pangeran Kyungsoo dengan tangannya yang masih sibuk membuka satu persatu helai pakaiannya itu, tak lama kemudian gemericik air sudah terdengar dari luar kamar mandi menandakan Pangeran Kyungsoo sedang mandi.

Sementara itu di toko bunga, Yoona masih teringat akan kejadian dihutan.

“Mana mungkin dia juga Pangeran?” gumam Yoona yang masih tak percaya, baru saja dia bertemu dengan Pangeran Sehun di Kerajaan Altair dan sekarang dia bertemu lagi dengan seorang Pangeran Kerajaan Aurora, ah rupanya dewi keberuntungan sangat berpihak padanya pikir Yoona.Pangeran? kata itu selalu membuat Yoona teringat akan Pangeran Sehun.

FLASHBACK ON

“Aku menyukaimu, sudah hampir dua minggu ini aku memerhatikanmu dan kurasa sikap dan sifatmu yang memancarkan ketulusanmu inilah yang membuatku seperti ini,” ungkap Pangeran Sehun dalam bisikannya masih terlihat malu-malu dengan ungkapan cintanya sendiri.

.

.

.

“Maaf tuanku yang Mulia hamba tidak berani melebihi kodrat hamba sebagai penduduk di Milky Way ini, maaf hamba tidak bisa menerima cinta Yang Mulia Pangeran Sehun ini,  tidak pernah terbersit sedikitpun untuk menghinakan Tuanku yang Mulia dengan penolakan saya ini, hanya saja…” Yoona tidak melanjutkan kata-katanya,#hanya saja… terlalu banyak rintangan yang akan menghadang kita berdua, Pangeran Sehun. Aku hanyalah gadis biasa yang sudah tidak mempunyai orangtua, aku takut cemoohan rakyatmu bukan karena aku takut hinaan mereka, hanya saja aku tidak ingin mengotori image Tuanku yang mulia dihadapan rakyat kerajaan Altair ini# langkah Yoona semakin mantap dia berlari menuju kamarnya dan segera membawa pergi koper yang sudah dipenuhi oleh pakaiannya itu, meski berat tetapi Yoona masih melangkahkan kakinya.

Author POV

#Kurasa aku sudah memutuskan hal dengan benar#

#Aku tidak boleh mencintainya#

#Kau hanya gadis biasa dari kerajaan Polaris Yoona-yah, jangan kau berani mencintainya#

Pikirannya dipenuhi oleh semua kata-kata ini, semuanya hanya untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia telah memutuskan sesuatu yang benar. Meski tidak bisa dia pungkiri jantungnya mulai berdetak dua kali lipat dari biasanya saat Pangeran Sehun menariknya ke koridor yang sepi itu dan kata-kata ungkapan cinta Pangeran Sehun masih terngiang-ngiang ditelinganya. Jika saja Pangeran Sehun menahannya untuk pergi pastinya dia pasti akan mencoba untuk menumbuhkan benih-benih cintanya itu, hanya saja melihat Pangeran Sehun membiarkannya pergi begitu saja membuat Yoona tidak yakin akan cinta Pangeran Sehun dan lebih memilih pergi menuju tujuan selanjutnya yakni di kerajaan Aurora ini.

FLASHBACK OFF

“Dua setengah bulan lagi kita bisa kembali dari liburan musim panas ini,” ujar Pangeran Lay-matanya tidak bisa lepas dari buku pengetahuan yang sedang dia baca,”Ya, masih lama sekali liburan kita kali ini,” ujar Pangeran Kai dengan riang,”Bagaimana kalau kita berlibur di pantai? Kerajaan Polaris kan memiliki pantai yang indah,” tutur Pangeran Kyungsoo dengan wajahnya yang ceria, membuat Pangeran-Pangeran lainnya yang berada satu ruangan menoleh padanya-memang dia terkenal akan sosoknya yang penuh kasih sayang tapi bukan berarti sifatnya periang seperti saat ini membuat kaget teman-teman Pangerannya itu.

“Pangeran Kyungsoo kau ini kenapa?” tanya Pangeran Sehun ya meskipun Pangeran Sehun belum bisa melupakan ungkapan cintanya yang ditolak gadis biasanya tapi dia tidak bisa menolak ajakan teman-teman Pangerannya untuk sekedar bermain diruangan baca kerajaan Aurora milik Pangeran Kyungsoo itu.”Aku hanya sedang bahagia saja karena melihat sesosok Dewi,” jawab Pangeran Kyungsoo masih dengan wajahnya yang kian berbinar-binar bahagia, “Bagaimana bisa kau bertemu dengan seorang Dewi? Ayahandaku saja tidak bisa,” bantah Pangeran Kris yang sedari tadi diam menekuri buku-buku yang menurutnya menarik disudut ruang baca itu.

“Tapi kan seorang Dewi juga bisa menjadi sesosok manusia yang menawan,” sela Pangeran Kyungsoo sambil menaiki tangga ruang baca untuk mengambil buku-buku favoritnya yang terletak dilemari lantai dua diruang baca itu. “Kau benar-benar terlihat senang, aku turut bahagia melihat perubahan dalam dirimu Pangeran Kyungsoo,” ujar Pangeran Suho tulus yang disertai anggukan keenam teman Pangerannya itu, membuat Pangeran Kyungsoo semakin bahagia melihat respon temannya itu, ketujuhnya kemudian melanjutkan sesi percakapan mereka yang smeapt terputus tadi,”Ke pantainya nanti saja ya, saat ini matahari masih terlalu terang dan bisa-bisa membakar kulit kita nantinya,” tolak Pangeran Luhan halus, memang benar seperti yang dia katakan musim panas saat ini lebih panas ketimbang musim panas tahun lalu, “Kalau begitu nanti saja, dua atau tiga hari sebelum kita kembali masuk ke Royal Academy Calderra! Bagaimana?” kembali Pangeran Kyungsoo melontarkan idenya itu yang akhirnya disetujui oleh keenam Pangeran lainnya.

.

.

.

“Yoona, kemari bisakah kau menjaga meja kasir sebentar saja? Persediaan kertas kado dan plastik bunganya sudah menipis, dan aku lebih senang memilih sendiri coraknya, jadi kau tunggu disini melayani para pembeli,” perintah Nyonya Lee saat Yoona sedang merawat bunga-bunga yang terpajang indah didepan toko bunga.

“Baik Nyonya Lee, kau bisa dengan tenang berbelanja yang percayakan semuanya padaku,” ucap Yoona dengan percaya diri, Yoona langsung membereskan peralatan untuk merawat bunganya itu dan membersihkan tangannya yang sudah berlumuran tanah yang gembur.

“Ada yang bisa saya bantu tuan?” tanya Yoona dihadapan seorang namja yang sepertinya seumuran dengannya namja tersebut sedang menunduk memandangi dengan bingung bunga-bunga yang ada didepannya itu,”Oh iya, aku sedang mencari sesuatu untuk ibundaku,” jawab namja tersebut kepalanya masih menunduk memandangi bunga mawar merah yang terpajang indah,”Ibunda?” Yoona tersentak kaget saat mendengar jawaban namja itu, dia sangat yakin namja didepannya ini pasti adalah Pangeran karena hanya keluarga kerajaanlah yang memanggil ibunya ibunda dan ayahnya ayahanda, begitu juga sebutan Raja dan Ratu kepada anaknya yakni ananda.

“Maaf Pangeran saya sudah lancang memanggil anda tuan saja,” ucap Yoona lagi, bibirnya bergetar karena takut namja yang dia pastikan Pangeran itu akan marah, saat mendengar yeoja yang sedari tadi disampingnya ini memanggilnya Pangeran, Pangeran Kyungsoo mendongakkan wajahnya dia berdiri tegak kembali dan bersiap untuk tersenyum untuk menenangkan yeoja yang dipastikan sedang gemetaran karena kelancangannya itu,

”Tidak ap-“ sekarang justru giliran Pangeran Kyungsoo yang tersentak kaget saat melihat paras yeoja disampingnya itu, paras yang sangat dia kenali walau hanya bertemu sekali saja, paras yang selama ini menemani mimpinya yang indah dikala dia tidur,”Kau? Agasshi yang dihutan itu kan?” tanya Pangeran Kyungsoo saat dia sudah kembali tenang dari rasa kagetnya itu, Yoona juga kaget saat melihat wajah dari namja itu ah dia namja yang membantuku saat dihutan benar rupanya, dia adalah seorang Pangeran. “Yoona-imnida tuan,” jawab Yoona cepat sambil membungkuk penuh hormat pada sosok Pangeran didepannya ini,

“Lalu bisakah kau pilihkan bunga untukku?” tanya Pangeran Kyungsoo sambil menahan semburat merah itu keluar dari pipinya yang putih, dia mencoba menahan rasa gugupnya dan tersenyum pada Yoona,”Oh iya, bagaimana kalau ini saja? Saya tahu nama Ratu Kerajaan Aurora ini adalah Ratu Luna yang artinya bulan jadi saya rasa bunga ini cocok untuk Ratu,” jelas Yoona sambil memberikan bunga anggrek bulan yang mempunyai cabang yang banyak, dan disetiap cabang itu bermekaran bunga-bunga anggrek yang berwarna putih,”Warna putih melambangkan kasih sayang tulus Tuanku Pangeran,” jelas Yoona lagi, “Baiklah aku akan membeli bunga ini, tolong kau sertakan pita dipotnya ya,” pinta Pangeran Kyungsoo sambil mengikuti Yoona yang masuk kedalam toko bunga untuk menghiasi pot bunga anggrek bulan itu disana.

“Kau sepertinya bukan penduduk kerajaan ini?” tanya Pangeran Kyungsoo memulai pembicaraan diantara keheningan mereka berdua karena sosok Yoona sudah disibukkan dna terhanyut pada pekerjaannya menghiasi pot itu dengan cantiknya,”Ah, iya tuanku Yang Mulia, saya pendatang baru disini. Sebenarnya saya hanya pekerja pengganti di toko bunga ini, saya  berasal dari kerajaan Polaris,” jawab Yoona agak tergagap karena kaget dengan pertanyaan Pangeran Kyungsoo yang tiba-tiba.

“Oh begitu, pantas saja kau berbeda dengan yeoja pada umumnya,” ujar Pangeran Kyungsoo,”Maksud Tuanku yang Mulia pa ya?” tanya Yoona tak mengerti,”Kau lebih cantik,” puji Pangerna Kyungsoo singkat membuat pipi Yoona memerah, yeoja mana yang tidak akan senang jika dipuji oleh seorang namja tampan apalagi seorang Pangeran?

“Ini tuanku Yang Mulia hiasan untuk bunganya telah selesai,” ujar Yoona masih mencoba menghindari tatapan memuja dari Pangeran Kyungsoo, pipi Yoona masih terlihat merah menahan malu dan senang. “Ini untuk bayaran bunganya, terima kasih sudah menghiasnya senang bertemu dengan anda, sampai jumpa lagi.” Ujar Pangeran Kyungsoo sambil mengambil bunga yang ada ditangan Yoona membuat tangan keduanya saling bersentuhan, ada getaran hebat yang pangeran Kyunsgoo rasakan saat itu dadanya bergemuruh terlalu kuat karena detak jantungnya yang meningkat sementara kulit tangannya itu terasa seperti ada sengatan listrik yang dihantarkan oleh kulit tangan Yoona-gadis yang dia puja, kemudian Pangeran Kyungsoo terburu-buru berlari menuju kudanya yang sudah ada didepan toko bunga beserta para pengawalnya dia baru sadar bahwa dia terlalu terlambat menghadiri pesta ulang tahun ibundanya Ratu Luna. #Akhirnya aku tahu tempat dimana aku bisa menemukan yeoja yang bernama Yoona itu, sosoknya yang telah menghantui pikiranku dan mengganggu mimpiku disaat aku terlelap# gumam Pangeran Kyungsoo sambil tangannya fokus mengatur tarikan tali untuk kuda yang sedang ditungganginya itu sebuah senyuman terukir kembali diwajahnya.

.

.

.

.

“Maaf tuanku yang Mulia Pangeran Kyungsoo, Im Yoona sudah tidak bekerja disini lagi,” jawab Song Jihyo-pegawai lama yang sudah selesai dari cuti melahirkannya, Song Jihyo tahu sesaat setelah melihat sosok Pangeran Kyungsoo dari kejauhan karena dia juga melihat sosok suaminya Kang Gary yang menjadi pengawal pribadi Pangeran itu. Hmmm… hembusan nafas berat dikeluarkan oleh Pangeran Kyungsoo, kalau saja kemarin dia tidak disuruh ibundanya untuk pergi membeli kue di kerajaan Altair tentu saja dia pasti akan bertemu dengan sosok Yoona, dia sangat menyesalinya padahal keputusannya untuk lebih memprioritaskan perintah ibundanya itu sudah sangat benar, tapi kenapa dia sangat menyesalinya? Terlebih saat tahu dari Song Jihyo bahwa Yoona baru tadi pagi pergi membawa serta kopernya. “Yoona kau pergi kemana?” desahan nafas keluar dari mulut Pangeran Kyungsoo seiring dengan pertanyaannya itu.

To be continue

p.s: siapa pairing berikutnya menurut kalian??? Seperti yang quorra bilang komentar yang unik dan terbaik bisa sekalian merequest pairing berikutnya, entah itu yoonKris, LuYoon, SuYoon,LaYoon ataukah KaiYoon. Gak terima siders ya, please please…

85 thoughts on “(Freelance) Royal Beethoven : Aurora Kingdom

  1. Keren keren keren..
    4 jempol buat ff inii..
    Sumpah nyampe kebayang bayang ma ceritanya..
    Penuh imajinasii🙂

  2. Wuah..paengran yg romantis..Q bacax ampe senyum2 sendiri..suka bgt,krm disetiap chapter ada kisah cinta masing2 paengeran..suka suka suka

    • hehhehe makasih selalu koment and baca ff ku ini🙂
      hahahah ya ada bbrpa biasedku yg ku sempilkan disini termasuk suju oppadeul, krna aku elf.. hoho bgtu jg sama monday couple

  3. wwiihh KEREN !!!
    Critanya Kyungsoo sedihh jga yah, bru tau nmanya Yoong Eonnie sdah prgi Lgi😮 Trnyata it alasan Yoong Eonnie tolak Sehun Oppa
    Mau bcaa lagii critnyaa😀

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s