(Freelance) The First Snowflakes – Middle

the-first-snowflakes-3

Title                 : The First Snowflakes-Middle

Author             : Quorralicious

Length             : Threeshoot

Rating             : 15+

Genre              : Happy Romance

Main Cast        :

  • Xiumin EXO
  • Yoona SNSD

Supporting cast:

  • Luhan EXO
  • Jessica SNSD

Pairing             :  Xiumin dan Yoona

Quote              : Love isn’t that easy

Disclaimer       : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

Credit Poster   : by deelovely04 art @highschoolgraphics.wordpress.com

A.N                 : WARNING SIDERS tolong menjauh, ne? SIDERS Go Away!!! True READERS silahkan baca.. ^^ Untuk yang comment silahkan tunggu jawaban koment dariku yah, kalian bisa bertanya banyak hal bahkan menebak kelanjutan ff ku yang berchapter. Happy reading

YoonA POV

Setelah kecanggungan mendera kami berdua selama dua jam ini ah akhirnya aku bisa keluar dari ruangan mobilnya yang membuat aku kepanasan itu, padahal air conditioner berfungsi dengan baik.

“Maaf Yoong jika aku seegois ini aku ingin mengakhiri pertemananku denganmu,” ucap Xiumin dengan pandangan dinginnya saat mengucapkan hal se-absurd dan sepenting itu wajahnya tetap datar mengekspresikan betapa dia tidak peduli dengan perasaan dan jantungku yang selalu berdegup kencang saat bersamanya.

Serangan mendadak ini bagaikan sebuah bom Hirosima dan Nagasaki periode kedua yang membom hatiku ya padang hatiku yang sedang indah-indahnya bermekaran karena benih cintaku yang tumbuh karena Xiumin, aku terdiam tidak menjawab pertanyaannya kami berdua tenggelam dalam pikiran masing-masing dan jika aku bisa membaca pikiran seseorang sepertinya yang paling aku ingin tahu adalah perasaannya kepadaku, karena aku masih tidak mengerti dengan jalan pikirnya itu baru tadi pagi dia kelihatan ceria dan senang saat aku ikut berlibur dengannya. Lalu kenapa sikapnya berubah drastis seperti ini? Dua bulan ini pertemanan kami berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti bahkan aku sudah menganggap bahwa selama dua bulan ini aku merasa aku sedang berkencan dengan Xiumin ya meskipun tanpa adanya kontak fisik, aku sangat yakin hubunganku dengannya sudah melebihi hubungan biasa dalam pertemanan.

Hari sudah menjelang malam masih belum ada perubahan dalam sikap Xiumin dia masih dingin terhadapku, hanya saat dia membantu membawakan koper, atau menanyakan aku ingin makan malam dengan apa dia berbicara denganku, ekspresinya yang datar tidak bisa ditebak membuatku ingin sekali menanyakan kenapa dia mengucapkan hal itu disaat perjalanan menuju pantai ini.

Udara masih terasa dingin saat aku mencoba menghirup udara segar sambil menunggu makan malam disiapkan, meski musim dingin sudah berganti menjadi musim semi tetapi untungnya aku masih menggunakan mantel yang agak tebal. Xiumin tidak mengikutiku berjalan-jalan diluar, biasanya dia mengikuti keluar untuk sekedar berbincang denganku-mengenai film tentunya hatiku saat ini bisa dikatakan sedang dalam tahap diliputi rasa sedih yang mendera sejak Xiumin mengatakan hal yang aku benci saat dimobilnya tadi.

Aku sangat membenci ucapannya untuk mengakhiri pertemanan dengannya aku sudah sangat nyaman dengan keberadaannya disampingku, dengannya aku bisa melepaskan rasa sedihku, dengannya aku bisa melupakan Luhan yang mengkhianatiku, dengannya aku bisa tertawa bersama saat kita menonton bersama di bioskop, dengannya aku bisa merasa terlindungi karena dia selalu ada saat aku membutuhkannya atau berada dalam bahaya. Perasaan yang sejak tadi aku tahan mulai menumpuk, menumpuk membentuk sebuah tumpukan rasa kesal, benci dan ingin rasanya aku menyalahkan keadaaan, keadaan dimana aku tidak memberanikan diri untuk menyatakan cinta ini terlebih dahulu. Seharusnya aku memintanya menjadi kekasihku terlebih dahulu sebelum dia mulai bosan dengan pertemanan kami berdua, seharusnya seperti itu. Saat aku ingin melampiaskan kekesalanku dan penyesalanku yang sudah memuncak ini tiba-tiba Xiumin memanggilku dari arah villanya dan mengajakku untuk makan malam bersama.

***

Setelah suapan yang ketiga aku yang sudah mulai tidak tahan dengann suasana dan keadaan serta tangis yang sedari tadi aku tahan membuatku angkat bicara memecahkan keheningan yang sengaja kami berdua buat. “Apa salahku? Kenapa kamu seperti ini padaku, tapi aku tidak ingin berhenti menjadi temanmu Xiumin-ah, aku membencinya jadi tolong bisakah kamu melupakan permintaanmu itu padaku, aku akan menganggap bahwa kamu tidak pernah berkata seperti itu padaku dan kita akan berteman kembali,” lirihku sambil menunduk membiarkan airmata yang sedari tadi aku tahan mengalir deras, seperti inilah hatiku dan sepenting inilah keberadaanmu dihatiku, Xiumin-ah jangan pernah berharap untuk menghentikan pertemanan kita ujarku dalam hati.

Karena aku menunduk aku akhirnya tidak bisa melihat ekspresi kaget Xiumin dengan jawabanku, kurasa dia merasa bersalah sekarang dan pastinya ingin aku melupakan kejadian itu, tetapi aku salah dia malah memegang tanganku dan pergi sebentar entah kemana aku mencuri pandang melihat punggungnya yang sudah jauh dari meja makan saat dia kembali dia mengatakan kembali suatu hal yang aku benci, lagi-lagi kata-kata itu,

“Maaf  Yoong jika aku seegois ini aku ingin mengakhiri pertemananku denganmu,”

Hening, aku tidak mau lagi menjadi pemecah keheningan yang mulai aku sukai karena aku tidak ingin merasa terpaksa untuk menjawab lagi pertanyaan bodoh itu, lalu kudengar lagi suaranya ah dia mulai mencari alasan, tetapi  kelanjutan kalimatnya itu membuatku terperangah kaget bagaimana dia bisa seperti ini?

“Aku tidak ingin menjadi temanmu Yoong,”

.

.

.

Satu detik

Dua detik

Ah waktu berlalu terasa begitu lama, ujarku lagi sementara tanganku sudah mulai menghapus sisa-sisa tangisku tadi.

“Maafkan aku tidak ingin menjadi temanmu lagi, karena aku hanya ingin menjadi kekasihmu Yoong-ah, maaf jika aku egois mengkhianati pertemanan kita tapi sungguh aku mencintaimu hati, jantung dan mata ini sudah tidak bisa membohongi perasaanku padamu. Maukah kau menjadi kekasihku-namja bodoh yang justru membuat calon kekasihnya menangis karena dia begitu gugup untuk menyatakan perasaannya, maukah kau menjadi kekasihku Yoong-ah?”

Xiumin langsung berlutut dihadapanku dia menengadah dan memberikan bunga mawar berwarna merah padaku, tangannya mencoba meraih pipiku sehingga akupun mendekatkan wajahku padanya tangannya yang lembut itu menghapus semua airmata dipipiku lalu senyuman manisnya pun mengembang lalu dia membuang nafas yang tertahan sejak tadi dia menyelesaikan kalimat pernyataan cintanya itu,”tahukah kau betapa aku ketakutan tadi saat mendengarmu menangis karena ucapanku itu? sangat menyakitkan sehingga aku hanya bisa diam memikirkan kembali apa aku benar-benar bisa membahagiakanmu, aku akan berusaha membahagiakanmu selalu, Yoong-ah.” Pungkasnya sambil memegangi tanganku yang sudah mulai berkeringat dingin karena perasaanku yang telah sukses dia campur aduk, airmataku menetes lagi tetapi kali ini adalah airmata haru yang keluar dari pelupuk mataku betapa aku sangat memimpikan ini semua dalam hidupku.

“Tanganmu dingin sekali kau sakit Yoong-ah?” tanyanya sambil mencoba berdiri,”Akan aku bawakan mantelku, tunggu sebentar,” ujarnya sambil mencoba beranjak dari hadapanku, aku hanya bisa menahannya dengan tanganku yang mulai gemetaran menahan rasa gugupku,”Aku juga mencintaimu, sejak kita pertama bertemu disaat salju pertama muncul saat kau menyelamatkanku,” ucapku menjawab pertanyaannya setelah begitu lama aku mengumpulkan keberanianku.

Xiumin POV

Saat aku berlutut meraihnya aku sudah membulatkan tekadku untuk menghadapi syndromeku dan saat ini tujuan dari hidupku ada dua yakni membahagiakan yeoja yang ada dihadapanku ini dan menyembuhkan syndrome ini. Untung saja tangan dan tubuhku tidak menggigil lagi saat aku memegang tangannya entahlah hanya hangat yang bisa kurasakan saat itu. Haruskah aku mengatakan mengenai syndromeku ini pada Yoong saat ini? Atau lebih baik menunggu waktu yang tepat? Tapi sampai kapan? Sampai Yoona salah paham dan mengira aku sudah tidak mencintainya karena aku menghindari skinship dengannya? Oh tidak! Jangan sampai hal itu terjadi.

Akupun mencoba mengangkat wajahnya, kupegang dagunya itu lalu kudekatkan dengan wajahku, aku menahan tubuhku yang bergetar hebat tetapi… Ya Tuhan ada apa dengan tubuhku ini? Gumamku dalam hati, sesaat setelah itu tubuhkupun limbung dan akupun tak sadarkan diri.

Gelap… yang bsia kurasakan hanya gelap, dan samar-samar terdengar suara Yoona memanggil-manggil namaku…

Author POV

“Xiumin!! Xiumin-ah!! Kau kenapa?” pekik Yoona kaget karena tadi Xiumin yang masih sadar dan mendekatkan wajahnya dengan Yoona tiba-tiba tak sadarkan diri. Yoona minta tolong kepada penjaga villa keluarga Xiumin untuk membantunya mengangkat tubuh Xiumin ke kamar.

“Xiumin-ah, kau kenapa?” gumam Yoona sambil mengusap-usap pelan wajah Xiumin dengan handuk kecil yang sudah basah karena air hangat, Yoona yang selalu menunggui Xiumin langsung tetidur disamping tubuh Xiumin yang masih terbaring.

.

.

.

Pagi menjelang…

Xiumin mulai membuka matanya, saat dia menoleh ke samping kanannya dia bisa melihat wajah yeoja yang sangat dia cintai itu sedang terlelap tidur disampingnya, Kau pasti sangat lelah menungguiku semalaman, ujar Xiumin yang mencoba untuk bangkit perlahan karena tidak ingin mengganggu Yoona yang masih tertidur, saat tangan Xiumin akan ditarik dari tangann Yoona yang semalaman tadi terus menggenggam tangann Xiumin, Yoona pun terbangun.

”Xiumin ah, kau sudah bangun? Gwenchana?” tanya Yoona buru-buru beranjak dari bangun dari tidurnya meski dia masih setengah sadar, dipegangnya dahi  Xiumin yang memang tidak panas sama sekali, Xiumin tidak demam dan juga sepertinya dia tidak sakit tapi kenapa dia tidak sadarkan diri? Pertanyaan itulah yang selalu mengealyuti pikiran Yoona semalaman,”Ah aku sudah tidak apa-apa Yoona-ya, kau kembalilah tidur,” ujar Xiumin meminta Yoona untuk tidur di kasur dimana ia sedang berbaring tadi,”Tidak mau, aku masih mengkhawatirkan kamu, kamu mau bubur? Akan aku masakkan bubur ya,” ujar Yoona menolak perintah Xiumin untuk tidur kembali.

Xiumin yang masih terduduk diranjangpun, “Ada hal lain yang harus kau ketahui Yoona, dan aku sangat yakin kau pasti akan menderita karena hal ini,” Yoona merengutkan keningnya, tidak mengerti apa maksud dari pembicaraan Xiumin,”Kau masih ingatkan semalam aku hampir menciummu?” pertanyaan apa ini, pertanyaan konyol ini justru membuat Yoona malu dan semburat merah menghiasi pipinya itu,”Hm… terus?” jawab Yoona tidak ingin berlama-lama membahas topik yang membuatnya malu itu.

”Aku.. tidak bisa melakukannya,” ungkap Xiumin pelan, Yoona diam mencoba menunggu penjelasan Xiumin lebih lanjut lagi,”Aku memiliki syndrome tidak bisa skinship dengan yeoja manapun Yoona-ya,”

“apa maksudmu itu?” tanya Yoona

“Dan sepertinya aku akan membuatmu menunggu untuk melakukan skinship lebih jauh denganku, padahal kau sudah menjadi yeojachinguku,” ucap Xiumin yang sukses membuat Yoona kembali malu dan sekaligus mengingatkan bahwa dia sudah menjadi milik Xiumin.

Lalu Xiumin pun menjelaskan kepada Yoona syndrome yang dimilikinya itu, lalu alasan kenapa Xiumin bisa memiliki syndrome itu. Yoona mendengarkan dengan seksama, lalu pandangan dan raut wajahnya berubah menjadi raut wajah iba karena dia mendengarkan bagaimana seorang ibu yang telah meahirkan namja yang dia cintai itu justru menyiksanya sedemikian rupa. Tanpa Xiumin sangka justru reaksi Yoona berkebalikan dengan Xiumin perkirakan.

“Tenang saja Xiumin-ah, aku akan membantumu.. aku yakin kita bisa melewati ini semua bersama dan bisa mempertahankan hubungan kita,” ujar Yoona.

.

.

**

Setelah kejadian di villa itu, Yoona dan Xiumin menjadi sangat dekat meskipun skinship yang mereka lakukan tidak bisa lebih dari sekedar berpegangan tangan. Yoona pun semakin gencar mencoba memperbaiki penyakit psykis lelaki yang sudah menjadi namjachingunya selama 3 bulan itu, Yoona sudah mencoba untuk memegang Xiumin beberapa kali dipundaknya, dikepalanya, dibahunya, tetapi hasilnya tetap sama Xiumin selalu berakhir tak sadarkan diri

“Xiumin-ah, mataku kelilipan!” teriak Yoona dari dapur, Xiumin yang tengah memasangkan ring gordenpun segera beranjak,”Ada apa sayang? Sini aku coba tiup,” ujar Xiumin sambil membalik tubuh Yoona yang sedang menghadap kompor, Xiuminpun mendekatkan wajahnya ke mata Yoona agar bisa meniup mata Yoona yang sedang kelilipan, pandangan mata mereka beradu membuat Yoona malu, Yoona memundurkan langkahnya yang justru membuatnya hampir terjatuh, untung saja tangan Xiumin dengan cepat memeganginya dari belakang.

“Xi..Xiumin-ah, YEAAAAAY!!! Kau tidak pingsan kan? Akhirnya YEAH!!!” teriak Yoona kegirangan, Xiumin yang masih bingung dengan perkataan Yoona hanya bisa memandangi yeojachhingunya itu yang masih dia pegangi, “Akhirnya kau tidak kenapa-kenapa sayang!” seru Yoona lagi, belum juga Xiumin menjawabnya bibir Yoona sudah mendarat di pipinya yang chubby itu, akhirnya Xiumin sadar bahwa syndromenya saat ini sudah tidak muncul lagi dan tubuhnya bahkan tidak bereaksi apa-apa saat Yoona menciumnya, hanya saja jantungnya berdetak 3 kali lebih kencang, dipeluknya yeojachhingu yang baru bisa dia peluk selama tiga bulan berpacaran dengannya.

.

.

“Kenapa sih dengan kalian ini, tujuannya kan kita makan malam bersama disini,” omel Jessica sambil memperhatikan dua sejoli yang sedari tadi nempel (emang perangko) tidak bisa terpisahkan, Yoona menyandarkan kepalanya ke pundak Xiumin begitu juga dengan Xiumin yang menyandarkan kepalanya ke kepala Yoona yang bersandar itu, Jessica kesal melihat pasangan yang romantis ini sedari tadi keduanya hanya berbicara berdua dan Jessica tidak dianggap sama sekali bagaikan obat nyamuk bagi mereka, huh gumam Jessica sambil menyilangkan tangannya yang kemudian meminum Ice Greenteanya itu.

“Ahh what a lovely couple,” ujar Kris yang baru sampai di restaurant.”Ah kau sudah datang oppa, mana popo untukku,” ujar Jessica manja yang langsung disambut dengan ciumin kiss ke bibirnya. “Akhirnya kau datang juga oppa, huhuh sedari tadi aku hanya obat nyamuk bagi mereka,” isak Jessica kesal sambil menunjuk pasangan Yoona dan Xiumin yang duduk depan mereka, Kris hanya bisa tertawa renyah membayangkan bagaimana penderitaan Jessica tunangannya itu yang diacuhkan keduanya.

”Tidak apa-apalah sekarang kan ada oppa, lagian beri mereka waktu Jess mereka kan baru bisa saling bersentuhan saat ini,” jawab Kris penuh pengertian. Jessica dan Kris tahu sekali Yoona dan Xiumin baru bisa menjadi pasangan seperti pada umumnya, karena itulah terkadang Jessica merasa iba pada temannya itu karena harus menunggu Xiumin untuk sembuh dari traumanya.

“Kau sudah pesankan makanan kesukaanku?” tanya Kris yang membolak-balikkan buku menu didepannya,”Sudah oppa, mereka juga sudah,” jawab Jessica, tak lama kemudian datanglah makanan yang mereka pesan, kedua pasangan ini seperti sedang berkompetisi, kompetisi untuk pasangan mana yang paling romantis, terlihat Jessica sedang menyuapi Kris sementara Kris sedang memotong daging steak untuk Jessica.

Sementara Yoona dan Xiumin tidak kalah sibuk dengan makanan mereka keduanya memesan spagetthi,”Yoona—aaaaa~” ujar Xiumin sambil menggulungkan pasta yang panjang didepannya itu memerintahkan Yoona untuk membuka mulutnya,”AA,” Yoona membuka mulutnya dan pasta itu sukses dia makan, sementara Xiumin memakan ujung dari pasta yang Yoona makan,, Sluuuuurppp slurrrp Xiumin menarik pastanya kedalam mulutnya membuat ujung pasta yang ada dimulut Yoona ikut tertarik dan chu~ mereka saling cium, membuat Jessica dan Kris yang sedari tadi sibuk dengan steak mereka hanya bisa membuka mulut mereka yang membulat sempurna mereka kalah romantis rupanya, Yoona dan Xiumin hanya bisa terkikik melihat ekspresi wajah Kris dan Jessica.

.

.

“Xiuminie… kau sedang dimana?” tanya Yoona saat menelpon namjachingunya itu,”tolong belikan sabun dan shampoo ya saat pulang nanti,” ujarnya lagi kemudian, selama mereka berpacaran mereka memilih untuk tinggal seatap selain karena visi Yoona yang ingin memulihkan trauma Xiumin juga karena memang Yoona benar-benar sedang jatuh cinta dengan namja yang penuh aegyo ini.

.

.

“Ini  sabun dan shampoo pesananmu Nyonya,” ujar Xiumin saat dirinya masuk kedalam rumah dipeluknya yeoja yang sudah menyambutnya diruang tamu itu,”Ah,, aku kangen kamu Yoona-ya,” gumam Xiumin saat memeluk Yoona sambil menghirup aroma tubuh Yoona yang sangat dia kenali itu,”Baru juga sehari kamu tidak ketemu aku Xiumin-ah,” decak Yoona,”Ayo mandi dulu sana,” perintah Yoona yang sudah melepaskan pelukan Xiumin itu, lalu diapun kembali kedapur melanjutkan omelete spesialnya dan nasi kare untuk Xiumin.

Grep

Yoona merasakan sepasang tangan tengah memeluknya dari belakang,”Xiuminie jangan nakal, ayo cepat mandi,” ujar Yoona yang tahu pasti siapa empu dari kedua tangan yang tengah memeluknya itu,”Ah~~ sebentar Yoona-ya, aku masih kangen kamu, aku rindu suaramu aku rindu untuk memelukmu,” Xiumin melancarkan aegyonya kepada Yoona yang masih mengaduk-aduk bumbu kare dipanci. Kedua tangan Xiumin masih memeluk Yoona bahkan lebih erat, Yoona mengalah, dia tahu Xiumin tetap tidak akan melepaskan pelukannya itu.

“Saranghaeee~” ucap Xiumin tepat dibelakang  telinga Yoona disertai tiupan dari mulutnya membuat desahannya terdengar jelas oleh Yoona, saat Yoona akan menoleh bibir Xiumin sudah menantinya disana, Xiumin pun mencium Yoona. Saat keduanya tengah asyik berpagutan….

Ting…. Tong….!!!

Ting… Tong…!!!

Bel rumah Yoona berbunyi, membuat keduanya menghentikan ciuman mereka yang sedang asyik-asyiknya..

Yoona melangkah menuju pintu rumahnya meninggalkan Xiumin yang masih berdiri didapur..

Saat Yoona membukakan pintu rumahnya itu, dalam sekejap raut wajahnya menggambarkan rasa kagetnya itu, dilihatnya dari atas sampai bawah tamu yang mengunjungi rumahnya itu, dia masih tidak percaya apa yang dilihatnya. Buru-buru dia menutup lagi pintu rumahnya, Untuk apa Luhan datang kerumahku lagi? Gumam Yoona, “Yoona,siapa yang datang?” teriak Xiumin dari arah dapur sementara Luhan yang berada dibalik daun pintu rumah Yoona juga sudah memanggil-manggilnya, bahkan dia berani melontarkan kata sayang..

“Yoona!”

“Yoona sayang!”

“Buka pintunya aku mau bicara denganmu!” teriak Luhand ari balik pintu sambil terus memencet bel rumah Yoona.

Suara bel yang berbunyi membuat Xiumin bingung,”Yoona-ya kenapa kau tidak buka pintunya? Buka saja pintunya..” teriak Xiumin lagi smabil mengaduk-aduk bumbu kare yang sudah siap dinikmati itu…

To be continue

p.s: Gimana? Gaje kah? Mian.. aku lagi buntu idenya, ahhahaa…

35 thoughts on “(Freelance) The First Snowflakes – Middle

  1. Oalahh lulu ngapain lagi tuh mauu ktmu sama yoona , ?? Ciee xiumin syndromnya udah ilang nih , skrng bwaannya nempel2 mulu sama yoona mlahan kok kyaknya jd pervert deh :p

  2. anyeong eon,
    hhee naap y, aku ngeborong nih bacanya dan secepat kilat…
    jadi baeu komen dehhh, hhheee

    hahay XiuYoon, kyaa!! unyu gitu kalau baca mereka,
    XiuYoon kayak gugup-gugup gitu^^ hhhee
    dan terkhirnya? luhan datang lagi gitu?
    andwe!! lulu kan di FF ini playboy, jangan mau yoong, ntar disakitin lagi,

    izin lanjut baca lagi ya eon^^

    • wow km borongan bacanya? hahaha pdhl chapter sblumnya aku msh newbie gtu, msh gatau teknik nulos ff heheh,.jd terharu

  3. aduh kenapa hrs Luhan sih yg jd pengganggu… Gw sbgai fawn sekaligus windeer *gak da yg nanya* rasanya gak rela kalo Luhan jd tokoh antagonis,.. Tp biarlah kalo demi keperluan crita… Huwaaa… Xiumin udah sembuh dari syndromnya \(^0^)/… Emang the power of love tu dahsyat…

  4. Ah, Xiumin romantis banget-_- mentang” udah sembuh haha

    Luhan ngapain dateng dah? Lagi enak” ciuman padahal haha

    Next, thor^^

  5. huaaa…… XiuYoon so sweet bgt trus skinshipnya jga bnyk bgt
    pokoknnya serba bgt deh
    Tpi knapa Luhan dtng cri Yoona lgi? pke pnggil syng lgi…..
    huh pnsaran, next yah eonnie hwaiting~

  6. annyeong jg, author quorra yg cantik tunangannya sungmin suju, selingkuhannya sehun datang menjawab koment km hahahaa/plaak//sama sarapnya nih author…annyeong saeng, km lg ulangan ya? konsen dlu ulangan gih hahaha ntr aku ksh kado before storynya udh pd kelar semua deh hahahah

    abisnya tdnya mau sad ending tp ngliat yg pd koment pd ga mau sad jdnya happy ending kyaknya kbayang ga gombalnya xiumin pas nembak? hahahah

    hahahaa next chapter tunggu ya jgn lupa tinggalin jejaknya author ga suka siders klo msh ada yg siders author mau pundung ahhh

    km fokus belajar dlu

  7. Annyeooonnggggg readers cantik kekasih chanyeol datang *jalan ala miss world*#plak/reders sarap/
    eh, taunya xiumin td mau nembak yoona ya… -_-” koq blg gitu… kwkwkwkwkwkwkwk ngakak baca ni ff… ditunggu next chap. ne???

  8. Akhirnya Xiumin bsa smbuh dri pnyakitnya. .
    XiuYoon so sweet bgt .
    Eh, ngapain tuh luhan dteng k’rmh yoona ?
    Pnsaran thor. Next chapter jngan lma-lma ..

    • hahaha akhirnya ya syndrome dy udh hilang, hahaha mnurut author ni ff tergaje dan agak maksain,hahaha alurnya kecepatan tinggi ahhaha
      xiuyoon so sweet kan? hahaha ak aja nulis yg scene makan mie itu jd ktwa sndiri hahaha apalagi yg pas didapurnya/BLUSH/CAPSLOCK JEBOL
      hahahaa next chapter tunggu ya jgn lupa tinggalin jejaknya author ga suka siders klo msh ada yg siders author mau pundung ahhh

  9. Awalnya kaget thor qo xiumin bilang begitu ke yoona eonnie eh gakk taunya mauu nembak hihihihi…lucuuuu aku bacanya sampe ketawaaa guling-guling kesian jessica eonnie jd obat nyamuk hahahahahahhahahhaaha
    Haduhhh kenapa luhan oppa dateng lg mauu ngapain ya???
    Ditunggu ya thor🙂

    • hahahhahaa syukurlah fanfic ini ada yg suka, fiuh #lapkeringet
      thanks buat komentnya, heheehe ya kan ceritanya gugup gtu chingu jd kepotong omongn dianya, yoknanya malah udh nangis sgala,hahaha
      akhirnya jadian yehhh
      mreka bales jessica eonnie yang slalu romntis romantisan ddpan mreka yg ga bisa gt jd deh dbkin obt nyamuk hahaha

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s