(Freelance) Royal Beethoven : Polaris Kingdom (Before Story)

tumblr_n1cira7u1g1sbd8nbo1_1280

Title                 : Royal Beethoven: Polaris Kingdom (before story)

Author             : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating             : PG 15+

Genre              : Happy Romance

Main Cast        : Yoona SNSD dan Luhan EXO

Pairing             : Yoona dan Luhan

Quote              : please be my Princess!

Disclaimer       : It’s my imagination, MINE.. so don’t be ridiculous say that my fanfic is yours.

Credit Poster : CSJ Choi Seungjin artworker at yoongexo.wordpress.com

A.N                 : Annyeong^^ Quorra kembali dengan fanfic yang fawns tunggu-tunggu, maaf ya kalo kurang gereget gitu, semoga fanfic ini worth it bagi kalian yang nungguin, hehehe. Oia, mau ngingetin lagi yang pake tanda pagar itu dalam hati, dan karena flash back dipart ini akan sangat banyak, jadi yang tercetak miring itu flashbacknya ya. WARNING Typo bertebaran, Don’t copy my fanfic without my permission, Don’t BASH, Don’t be SIDERS, enggak suka pairingnya gak usah dibaca happy reading ^^

Yoona POV

#Dan aku menjauh lagi dari seorang pangeran lainnya, entah sampai kapan harus begini tetapi aku yakin ahjumma Taeng pasti memiliki alasan dibalik setiap ucapannya itu#

.

.

“Aku sudah mendaftarkanmu ke Royal Academy Calderra,” ujar ahjumma Taeng tiba-tiba, saat itu aku sedang fokus mempelajari bordiran sesuai dengan ajaran dari ahjumma Taeng. “Tapi kan mahal biaya untuk sekolah disana,” jawabku dengan ekspresi yang masih biasa saja,”Kau itu.. anak yang tidak bisa bersyukur!,” ketus ahjumma Taeng sambil pergi meninggalkanku yang masih terbengong-bengong mengartikan sikapnya itu.

Author POV

#Kau tak akan pernah bisa memilih dari ketujuhnya, rasakanlah penderitaan dariku, kau akan kubuat dekat dengan mereka namun tidak bisa memilih satu diantaranya, tidak akan pernah bahagia, tidak karena ulah kakekmu itu# geram ahjumma Taeng sambil memperlihatkan seringaian dibalik topi bundar yang dia pakai.

.

.

“Uhm ahjumma, sepertinya aku harus bekerja tambahan untuk membiayai keperluanku disekolah itu,” ahjumma Taeng hanya menaikturunkan bahunya, tanpa mau melihat kearahku yang sedang berdiri menunggu jawabannya dianak tangga rumahnya itu.

#hmmm kurasa dia mengijinkannya# aku pun mengangkat koper kecil menuju kereta kuda yang sengaja aku minta kepada Jun, anak yatim piatu disebelah rumah.

“Kakak Yoona, semoga perjalanannya aman,” teriaknya saat melihat kereta kudaku menjauh, dia melambai-lambaikan tangannya sebagai ucapan perpisahan.

.

.

.

Sementara itu di kerajaan Capella…

Raja Leeteuk perlahan-lahan membuka kelopak matanya yang masih terasa berat… tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulutnya yang terlihat memutih, pucat.

#Apa yang akan terjadi? Bagaimana kutukan Lady Rose ini akan bekerja?# ujar Raja Leeteuk, pikirannya kembali dipaksa untuk bekerja keras memikirkan hal tersebut, dia hanya tahu cerita dibalik alasan munculnya kutukan itu, tapi berupa apa kutukannya itu dia tidak bisa memprediksikannya,”Ayahanda, kau sudah bangun?” pekik Pangeran Kris saat menyadari ayahandanya Raja Leeteuk sudah membukakan matanya lemah, “Sebentar aku panggil ibunda,” ujarnya lagi..

“Ibunda ayah-,”

“Kau jangan teriak-teriak seperti itu Pangeran Kris,” potong ibunda Ratu Victoria yang masih kesal dengan tingkah laku anaknya itu, dipandangannya Pangeran Krislah membuat lelaki yang sangat dia hormati, dan dia sayangi itu menjadi sakit. Ibunda Ratu Victoria rupanya sudah berada diambang pintu dengan membawa segelas ramuan Sereh dan dedaunan lainnya serta madu untuk meningkatkan kembali stamina tubuh Raja Leeteuk, saat Pangeran Kris akan keluar memanggilnya.

“Maafkan ananda,” ujar Pangeran Kris yang langsung melangkah dengan gontai, tetapi..

“Ananda, jangan pergi dulu,” tangan Raja Leeteuk menahannnya untuk pergi.

“Mungkinkah, kekuatanmu untuk memprediksi masa depan sudah bisa kau gunakan lagi?” tanya Raja Leeteuk, susah payah dia mengucapkan kalimat yang singkat itu, tubuhnya masih lemah.

“Ananda juga kurang begitu tahu ayahanda, yang pasti ananda bermimpi bertemu seseorang dan dia mengucapkan sesuatu tetapi ananda tidak ingat persisnya apa yang dikatakannya, dan bagaimana paras yeoja itu,” jawab Pangeran Kris, mendengar kata yeoja itu membuat Raja Leeteuk terperangah.. kaget.. sepertinya masa depan yang dia prediksikan akan terjadi saat ketujuh Raja sudah tiada itu salah besar, sepertinya masa depan yang dulu itu bisa terjadi saat ini.

“Kau sepertinya harus segera bertemu dengan seorang gadis muda,,,

sepertinya dia seusiamu,..

dia ada di Milky Way ini,..

Surainya panjang, berwarna hitam legam..

Dan yang pasti adalah dia sangat menyukai teh hijau,” Raja Leeteuk mengucapkannya dengan pelan, membuat pangeran Kris yang berdiri jauh darinya mendekatinya bahkan mendekatkan telinganya dibibir ayahandanya itu.

“Baik, ayahanda.. aku akan mencarinya,” jawab Pangeran Kris dengan mantap.

#Sepertinya yang dimaksud ayahanda adalah yeoja yang kutemukan menangis di upacara Penobatan Pangeran Mahkota tempo hari# ujar Pangeran Kris.

.

.

.

“Akhirnya aku bisa kembali ke kerajaan Polaris untuk sementara waktu, sebelum memulai lagi sekolahku dengan berakhirnya musim panas ini. Sepertinya aku harus membeli beberapa perlengkapan sekolahku di kerajaan Polaris nanti,” gumam Yoona senang, wajah sumringahnya tidak henti-hentinya dia umbar saat pamit, dan mengucapkan perpisahan kepada keluarga Nino, yang sudah menampungnya saat dia bekerja di kerajaan Capella.

.

.

“Tuanku yang Mulia Pangeran Luhan,” tegur Pengawal Ji meski dia melihat Pangeran Luhan sedang asyik dengan kuas dan kertas kanvas didepannya itu, “Iya, ada apa pengawal Ji?” jawab Pangeran Luhan matanya tetap dia fokuskan pada kerta kanvas putih dimana tangannya bergerak lincah menorehkan warna-warna campuran yang ada di paletnya itu.

“Sepertinya anda harus segera mempersiapkan pantai Polaris untuk keenam Pangeran lainnya,” Pangeran Luhan yang sedang membuat gambaran ombak di kanvasnya itu menghentikan kegiatan tangannya, “Keenam Pangeran?” tanyanya sedikit agak lupa,

“Iya Pangeran, keenam Pangeran lainnya. Bukankah tuanku yang Mulia sudah menjanjikan sesuatu pada keenam Pangeran itu?” ucap Pengawal Ji mencoba mengingatkan Pangeran dihadapannya itu.

”Ke pantainya nanti saja ya, saat ini matahari masih terlalu terang dan bisa-bisa membakar kulit kita nantinya,” tolak Pangeran Luhan halus, memang benar seperti yang dia katakan musim panas saat ini lebih panas ketimbang musim panas tahun lalu, “Kalau begitu nanti saja, dua atau tiga hari sebelum kita kembali masuk ke Royal Academy Calderra! Bagaimana?” kembali Pangeran Kyungsoo melontarkan idenya itu yang akhirnya disetujui oleh keenam Pangeran lainnya.

“Pengawal Kang dan Song tadi menemui saya, Yang Mulia Pangeran. Mereka berdua menyampaikan pesan dari kedua Pangeran mereka Pangeran Kyungsoo dan Pangeran Kai sepertinya mereka begitu bersemangat dengan ide bermain di pantai…” jelas Pengawal Ji, dilihatnya wajah Pangeran Luhan itu sedang mencoba mengingatnya.

“Oh ya, aku sudah ingat sekarang. Tapi aku masih tetap ingin melukis,” keluh Pangeran Luhan,

“Kalau begitu, kita bawa saja kertas kanvas, dan alat-alat lukis lainnya,” ujar Pengawal Ji.

“Sebentar, tapi kan.. para penduduk tidak boleh tahu aku ada ditempat umum,” sergah Pangeran Luhan, saat dia ingat satu-satunya peraturan yang tidak boleh dia bantah, peraturan yang dibuat setelah kakak Raja L  bunuh diri karena dia berhubungan dengan seorang yeoja.

“Lalu, bagaimana dengan janji anda kepada keenam Pangeran lainnya?” tanya Pengawal Ji.

“Kita harus mengganti pakaian kita dengan pakaian biasa, pakaian yang digunakan para pendudukku,” jawab Pangeran Luhan,”Ouh iya, tolong kau kirim seseorang untuk pergi keenam kerajaan lain, katakan pada keenam Pangeran ‘Aku mengundang mereka untuk bermain dipantai Polaris dan sedang mempersiapkan kebutuhan mereka tetapi dengan syarat, mereka harus memakai pakaian biasa dan tidak boleh dikenali oleh siapapun saat dipantai’,” ujar Pangeran Luhan sambil melangkah pergi menuju ke kediamannnya yang tidak jauh dari ruang seni dimana mereka berbincang-bincang tadi, sementara Pengawal Ji hanya mengangguk mantap kemudian melangkah keruangan lainnya.

“Bagaimana dengan ini?” tanya Pangeran Luhan saat dia sudah mengganti pakaiannya, dia juga melihat pakaian keenam pengawalnya dan pengawal Ji sudah berganti. “Tetap saja Tuanku yang Mulia terlihat seperti Pangeran, dengan paras tampan anda itu sulit untuk menyembunyikannya,” goda Pengawal Ji yang disambut kekehan kecil dari Pangeran Luhan yang tersipu malu karena pujiannya.

.

.

“Anda mau melanjutkan lukisan anda disini Tuanku Yang Mulia?” Pangeran Luhan yang masih memandangi pantai indah didepannya itu hanya bisa menganggukan kepala saat Pengawal Ji meletakkan kuas, papan lukis, kertas kanvas putih dan alat-alat lukis lainnya serta satu buah kursi untuk dia duduk dan melukis pemandangan..

“AAH!! Aku lebih suka ini, lukisanku akan lebih baik jika aku melihat pemandangan ini langsung,” seru Pangeran Luhan smabil membentang tangannya mewakili perasaannya yang bahagia dengan kebebasan yang dia punya saat ini.

.

.

.

“Ayahanda, Yang Mulia pernah mengatakan sekali bahwa janji seorang namja adalah sesuatu yang harus ditepati bukan” tanya Pangeran Luhan sebelum mengganti pakaiannya,

“Iya, ananda sebagai seorang namja harus menepatinya,” jawab Raja Donghae,

#kalau begitu bisakah ayahanda memberikanku ijin untuk berada dimuka umum? Aku berjanji tidak akan membiarkan penduduk Polaris mengenaliku, aku masih mengingat peraturan itu yang kurasa sangat konyol#

Hanya hening..

Tidak ada suara diantara keduanya setelah kalimat pembuka yang diucapkan Pangeran Luhan dan jawaban Raja Donghae tadi.

Pengawal Ji hanya bisa tersenyum, dia sudah terbiasa dengan suasana ini. Suasana dimana hanya ada ayah dan anak yang saling berbicara melalui pikiran mereka.

#Baiklah ayahanda akan mengijinkannya, kau berjanji pada keenam teman Pangeranmu itu bukan? Gunakanlah pantai pribadi kerajaan Polaris dengan baik, Tapi kau sepertinya tidak perlu mengatakan kalau peraturan yang dibuat kakekmu itu konyol# Raja Donghae tersenyum..

#Tapi kan memang begitu pada kenyataannya, bagaimana bisa seorang Raja dicintai penduduknya tanpa penduduknya tahu bagaimana rupa dari Raja dan Pangeran yang akan memerintah kerajaannya itu# Pangeran Luhan merengutkan keningnya, kedua alisnya saling bertaut dan bibirnya, ah.. dia mempoutkan bibirnya yang tidak kalah seksi dengan ayahandanya Raja Donghae.

#Aku tahu, kau sangat tidak setuju karena kau tidak tahu alasan dari kakekmu membuat peraturan ini, semuanya karena Lady Rose# raut wajah Raja Donghae seketika berubah saat sebuah nama yang tidak dikenali Pangeran Luhan dia ucapkan.

#yah sudahlah, kau pergi siapkan keperluan teman-teman Pangeranmu itu, dan jangan buat masalah,# pungkas Raja Donghae, dia mendekati anaknya yang masih kebingungan dengan kalimat yang tidak sengaja dia ucapkan itu, ditepuknya punggung Pangeran Luhan,

#Nanti lambat laun kau juga akan tahu dengan sendirinya# Raja Donghae tersenyum pada Pangeran Luhan dan kembali ke singgasananya, memeriksa setiaplaporan yang diberikan penasihat Kerajaan.

“Pengawal Ji, dipantai pribadi kerajaan ini tidak ada penjual makanan atau minuman, bisakah kau meminta para chef kerajaan menyiapkannya untuk besok? Tidak apa-apa aku sendiri disini, kau pergilah sampaikan perintahku,” titah Pangeran Luhan, tangannya sudah bersiap menyapukan kembali warna-warna yang menari diatas kanvas putihnya itu.

Pangeran Luhan saat ini sedang terbuai cerita dalam lukisannya itu meski hanya menggambarkan pemandangan pantai diiringi dengan warna lembayung merah karena saat itu matahari akan kembali keperaduannya, digantikan oleh malam. Warna oranye keungu-unguan dan biru tua mendominasi diatas kanvas dimana Pangeran sedang melukis, jika saja Pangeran Kris yang menggelari dirinya sendiri dengan sebutan Picasso melihat ini, tentu saja dia akan marah dan kesal. Kenapa? Karena tentu saja, lukisan yang dibuat Pangeran Luhan sepnuh hati itu lebih baik ketimbang lukisan-lukisan Pangeran Kris, meski banyak.. namun kualitasnya tidak sebanding dengan lukisan Pangeran Luhan.

Tanpa Pangeran Luhan sadari, seseorang sudah memaasuki wilayah pantai pribadi kerajaan, yeoja itu sudah siap dengan pakaian santainya memasuki pantai dan hendak berenang ke laut dengan gembiranya. Tentu saja Pangeran Luhan tidak bisa melihatnya karena Pangeran Luhan terlalu memfokuskan dirinya pada lukisannya, dia begitu mendedikasikan lukisan ini karena lukisan ini akan menjadi lukisan untuk hadiah ulang tahun ibunda Ratunya Jessica.

“Tolong!!”

“Tolong!!”

Indera pendengaran Luhan berfungsi dengan baik, dia mendengar seseorang meminta tolong padanya, tapi siapa? Inikan pantai pribadi kerajaan? Kenapa bisa ada orang lain masuk? Ujar Pangeran Luhan dalam hatinya, saat dia membalikkan badannya dia bisa melihat kepala seseorang sedang menyembul lalu hilang kembali dipermukaan air, Pangeran Luhan pun langsung berlari kearah laut dan menceburkan dirinya demi menolong seseorang yang tenggelam itu.

Pangeran Luhan POV

#hah, siapa itu?#

Aku mencoba mengidentifikasi pemilik suara itu dengan menggunakan kemampuan telepatiku, tapi aku tidak bisa mendengar siapa-siapa.

Saat aku membalikkan badanku bisa kulihat kepala seseorang sedang timbul tenggelam dilaut, sepertinya dia terkena arus pecah dari laut ini. Aku pun langsung berlari menuju arah kepala seseorang yang bisa kulihat itu.

Semakin dekat, aku semakin bisa melihat wajahnya yang sesekali muncul itu. Seorang yeoja? Siapa dia?

BYURR!!

Cipratan air terlihat menciprat kesegala arah saat aku menerjunkan diriku langsung dari karang-karang yang tak jauh dari sana, dari tempatnya hampir tenggelam.

“To…longg!”

Aku berenang mendekat kearahnya,  dia sudah tenggelam saat aku mencarinya dipermukaan laut. Lalu aku pun menahan nafasku dan menyelam mencari sosoknya yang sudah tidak terlihat dipermukaan air, matanya tertutup dia sudah kehilangan kesadaran. Aku berenang cepat menuju kearahnya dan menyeretnya naik keatas permukaan, kupegang pinggangnya agar aku bisa membawa tubuhnya yang sedang tidak sadarkan diri itu.

.

.

“Nona,, Nona,, bangun!” seruku panik, aku berkali-kali menggoyang-goyangkan badannya tetapi dia tidak kunjung sadarkan diri, kudekatkan telingaku kedadanya mencoba mencari detak jantung, #ah untung masih hidup# aku mencoba mengeluarkan isi air laut yang sepertinya banyak dia minum saat dia hampir tenggelam, kurapatkan jari-jari dikedua tanganku dan kutekan-tekankan kedadanya berusaha membantu detak jantunya normal kembali.

#Ah sepertinya ini tidak akan berhasil# aku agak ragu untuk melakukannya, tetapi nyawa seseorang menjadi taruhannya, aku tidak boleh bertindak gegabah apalagi saat aku kembali melihat wajahnya, meski terlihat pucat tetapi wajahnya sangat menawan, parasnya sangat cantik justru membuat jantungku berdebar tak menentu. Tanpa kusadari pipiku merona hanya dengan melihatnya saja, bahkan jantungku memompa dua kali lebih cepat dari biasanya, jika aku melakukan CPR (nafas buatan) seperti yang Chris Seonsaengnim ajarkan setidaknya aku bisa mengeluarkan semua air laut dan membantunya bernafas.

Kucoba mencari cara lain, kufokuskan telepatiku, mendengar suara-suara pikiran orang yang ada disekitar pantai ini, tetapi nihil. Pantai pribadi ini memang hanya diperuntukkan untuk keluarga kearajaan dan tamunya, lalu kenapa dia ada disini?

Akhirnya aku tekankan bibirku diatas bibirnya setelah aku meraup oksigen yang cukup banyak dimulutku, lalu saat sudah yakin bibir kami saling terkunci, aku meniupkan udara yang kusimpan dimulutku itu. Kulakukan itu beberapa kali disertai tekanan tanganku didadanya.

.

.

“AH akhirnya..!”seruku saat kulihat mulut yeoja itu mengeluarkan air yang lumayan banyak, pasti dia meminum air lautnya banyak.

Matanya mengerjab-ngerjab ketakutan..

“Di,, dimana aku,, inikah surga?” pertanyaan konyol mulai keluar dari mulutnya itu.

“Ya nona, kau telah meninggal,” godaku, perasaanku mengatakan bahwa dia spesial untukku, entah mengapa.. dadaku serasa akan keluar dari peredarannya dan meledak-ledak tak karuan saat bibir kami bertemu. Aku hanya bisa tersenyum padanya.

“Hanya bercanda, kau masih hidup.” Ujarku kemudian membantunya untuk duduk..

“Neomu gomawoyo,” ujarnya sambil memalingkan wajahnya kesegala penjuru arah, ah..

“Kau juga menyusup kesini?” tanyanya heran saat melihatku, #Aku yakin dia tahu ini adalah wilayah pantai kerajaan yang bersifat pribadi, lalu berani-beraninya dia kesini# dengusku dalam hati.

.

.

“Kamu jangan duduk saja disana, ayo cepat sembunyi,” seruku padanya, saat suara dari Pengawal Ji dan pengawal lainnya bisa kudengar dari kejauhan.

#Sebentar lagi kita sampai, aku yakin tidak lupa membawa kue buatan Ibunda Ratu kan# pikir salah satu pengawal.

#Aigoo, Panasnya. Kenapa para Pangeran ingin sekali berpanas-panas ria seperti ini ya# keluh salah satu pengawal lainnya.

.

.

Tanganku menarik tangan yeoja itu, hingga kami bersama –sama berlari menjauh dari bibir pantai dan pergi agak menjorok kedalam wilayah pantai lainnya dimana banyak smak belukar diantaranya.

“Kenapa kau bawa aku kesini? Aku mau..”

Shuttt… ucapku, telunjukku mendarat dibibirnya memerintahkannya untuk diam, karena para pengawal sedang kelabakan dan panik mencariku yang tiba-tiba menghilang. Aku tidak bisa membiarkan yeoja ini ada diwilayah pantai pribadi dan ketahuan oleh para pengawalku, bisa-bisa dia dihukum oleh ayahanda.

Apalagi jika ayahanda tahu bahwa yeoja ini sudah melihatku, Pangeran Luhan dari kerajaan Polaris.

“Kau ini kenapa sih?” tanya yeoja itu,

“Aku mau pergi,” rutuknya mulai kesal, bisa kutahu dari tatapan matanya yang sudah berubah.

#apa yeoja yang ada disamping saat ini benar-benar tidak memikirkan apa-apa? Kenapa aku tidak  bisa mendengar suara pikirannya? Yang bisa kudengar hanyalah suara pikiran para pengawal yang benar-benar panik mencariku#

“AKU HARUs..”

Kalimatnya terpotong, dia terlalu berisik sehingga aku takut sekali kami akan ketahuan oleh pengawalku, jadi aku bekap bibirnya dengan bibirku (Terinspirasi Prime Minister and I). Matanya membulat sempurna saat bibirku kutekankan dibibirnya, dia kemudia melihat manik mataku yang sangatlah dekat dengannya. Tatapan mata kami saling beradu seolah-olah terpesona dan tertawan oleh kecantikan dan ketampanan paras kami masing-masing. Bisa kulihat semburat merah itu terpatri jelas dipipinya yang mulai meroba karena ciumanku, baru kali ini aku mencium seorang yeoja. Ini adalah ciuman pertamaku, dan kuharap ini adalah ciuman pertama juga baginya karena kurasa usia kami tidaklah terpaut begitu jauh.

Aku tidak ingin melepaskan bibirku ini, sepertinya begitu juga dengan dirinya. Kubiarkan bibirku yang asyik diatas permukaan bibirnya yang lembut itu, tanpa kusadari aku malah memiringkan kepalaku mencari posisi yang pas agar kami masih bisa saling memagut, #Demi Tuhan!< apa yang sudah aku lakukan dengan yeoja yang baru aku temui ini, #

Kesadaranku kembali, aku melepaskan bibirku dari bibirnya seraya berbisik,”Kamu jangan berisik lagi,” jari telunjukku mengisyaratkan agar dia menutup mulutnya.

.

.

Kami berdua akhirnya menemukan jalan belakang yang tidak dijaga oleh pengawal,

“Terima kasih,” ujarnya lagi saat dia tahu maksudku membuatnya sembunyi bersamaku disemak belukar tadi. Baru juga aku mau menanyakan namanya, bisa kudengar suara-suara para pengawal yang sudah mencari disekitar gerbang belakang.

“Pergilah,” titahku padanya, membuatnya perlahan-lahan semakin menjauh, hanya punggungnya yang bisa kulihat dan bayangnya pun semakin tidak bisa kulihat seiring jarak diantara kami semakin melebar.

“Tuanku Yang Mulia,rupanya anda disini? Kami mencari anda ditempat anda melukis tadi,” tegur Pengawal Ji yang sudah berada dibelakangku, bisa kupastikan dia tidak akan bisa melihat sosok yeoja itu. Aku hanya tersenyum..

“Aku mencari udara segar, oleh karena itu aku kesini. Ayo kembali kesana, lukisanku belum selesai,” ajakku pada para Pengawal.

.

.

.

Yoona POV

“Ahhh hari ini panas sekali, rasanya akan menyegarkan jika aku berenang,” ujarku sekembalinya dari belanja keperluanku dipusat kerajaan, aku menyimpan belanjaanku dikamarku, lalu aku pun keluar kembali.

Rumahku jauh dari pantai jadi aku tidak pernah kesana sekalipun, aku tidak tahu bagaimana bentuk Pantai Polaris yang terkenal akan keindahannya itu. Kakiku melangkah dengan sendirinya ke arah pantai meski cukup jauh, tetapi aku ingin sekali liburanku terakhir ini bisa kuhabiskan dipantai, tapi… karena musim panas sepertinya banyak sekali yang berlibur dipantai Polaris ini, hmm.. aku menghela nafasku, saat mengetahui sepertinya aku tidak akan bisa berenang jika terlalu banyak orang seperti ini.

Aku melangkah menjauhi pantai yang sangat ramai itu, lurus… kejalan yang lurus, dengan harapan aku bisa menemukan spot yang lebih tenang.

Aku menemukan sebuah tempat yang sangat indah, dan gerbang yang menghalanginya pun terbuka lebar (bekas para pengawal yang pergi) segera saja aku menceburkan diri kearah pantai yang tak jauh dari gerbang utama, meski bisa kulihat ada orang lain diarea pantai ini setidaknya aku tidak sendiri disini.

Pertama kali aku berenang aku sangat senang, karena baru kali ini aku menikmati indahnya pantai yang menjadi buah bibir seluruh penduduk kerajaan Polaris ini. Sengaja aku tidak berenang terlalu jauh dan hanya sebatas pinggang saja, tetapi ada arus lain yang bisa kurasakan disekitar kakiku, arus itu berputar-putar disekitar kakiku yang jenjang ini lalu perlahan-lahan tubuhku ini seakan ditarik oleh arus tersebut meski kucoba berenang tetap nihil, yang ada malah kakiku menjadi kram karena aku belum pemanasan terlebih dahulu. Dan setelah ini aku sangat yakin aku akan tenggelam, dengan menjejakkan kakiku yang tidak kram kucoba menymbul ke permukaan mencoba mencari pertolongan..

“TOLONG!!blep,, blep.. aku kembali tenggelam, lalu kuusahakan naik ke permukaan kembali, setidaknya hingga seseorang yang tadi ada disekitar pantai ini juga bisa mendengarku.

.

.

Akupun tak sadarkan diri.

.

.

“Nona..!bangun!” samar-samar bisa kudengar suara seorang namja,

Dadaku terasa ditekan-tekan membuatku sesak, seakan air laut yang tak sengaja kuhirup itu masuk semakin jauh, tetapi tetap saja aku tidak bisa bangun aku masih berada dialam bawah sadarku lalu .. kurasakan udara masuk kemulutku dan membuatku bisa mengeluarkan air laut yang terlalu banyak aku minum saat aku hampir tenggelam.

.

.

“Di,, dimana aku,, inikah surga?” aku khawatir aku telah berada disurga karena aku hanya bisa melihat langit biru yang membentang dihadapanku, dan seorang namja berparas tampan yang kukira adalah seorang malaikat.

“Ya nona, kau telah meninggal,” jawabnya sambil tersenyum padaku, jawabannya itu sukses membuatku ketakutan, #aku masih ingin hidup!!# teriakku dalam hati, kurasa raut wajahku sudah sangat berubah sehingga bisa kudengar lagi dia berucap…

“Hanya bercanda, kau masih hidup.” Ujarnya kemudian membantunku untuk duduk..

“Neomu gomawoyo,” ujarku sambil memalingkan wajahku kesegala penjuru arah, ah..

“Kau juga menyusup kesini?” tanyaku heran saat melihatnya, #karena sepertinya aku yakin area ini bukan area umum dan aku telah melanggar peraturan akus angat tahu itu, kau bodoh Yoona-ya# rutukku dalam hati.

.

“Kamu jangan duduk saja disana, ayo cepat sembunyi,” serunya padaku tiba-tiba, dia menarik tanganku yang masih sangat lemas ini, hingga kami bersama –sama berlari menjauh dari bibir pantai dan pergi agak menjorok kedalam wilayah pantai lainnya dimana banyak smak belukar diantaranya.

“Kenapa kau bawa aku kesini? Aku mau..”

Shuttt… ucapnya, telunjuknya mendarat dibibirku seolah-olah memerintahkanku untuk diam,

“Kau ini kenapa sih?” tanyaku, tak ada jawaban darinya yang sedari tadi memandangi pantai melalui celah disemak belukar.

“Aku mau pergi,” rutukku mulai kesal, kurasa dia tahu aku semakin kesal, karena tatapan mataku sudah berubah.

“AKU HARUs..” teriakku tapi

Kalimatku terpotong, dia bekap bibirku dengan bibirnya (Terinspirasi Prime Minister and I). Membuat mataku membulat sempurna saat bibirnya dia tekankan dibibirku, aku kemudia melihat manik matanya yang sangatlah dekat denganku. Tatapan mata kami saling beradu seolah-olah terpesona dan tertawan oleh kecantikan dan ketampanan paras kami masing-masing. Kurasa dia bisa melihat semburat merah itu terpatri jelas dipipiku yang mulai menghangat  dan mulai merona karena ciumannya yang tiba-tiba, baru kali ini aku dicium seorang namja. #Ini adalah ciuman pertamaku, dan kuharap ini adalah ciuman pertama juga baginya karena kurasa usia kami tidaklah terpaut begitu jauh#

Dia sepertinya tidak ingin melepaskan bibirnya ini, begitu juga denganku. Dia malah membiarkan bibirnya yang asyik diatas permukaan bibirnku yang lembut, tanpa  dia sadari dia malah memiringkan kepalanya mencari posisi yang pas agar kami masih bisa saling memagut, #Demi Tuhan!< apa yang sudah aku lakukan dengan namja yang baru aku temui ini, #

Dia melepaskan bibirnya dari bibirku seraya berbisik,”Kamu jangan berisik lagi,” jari telunjuknya mengisyaratkan agar aku menutup mulut.

.

.

Kami berdua akhirnya menemukan jalan belakang yang tidak dijaga oleh pengawal,

“Terima kasih,” ujarku lagi saat aku tahu maksudnya membuatku sembunyi bersamanya disemak belukar tadi. Dia tidak menanyakan namaku, setelah ciuman pertamaku dia rebut, membuatku sangat sedih. Justru dia malah berteriak

“Pergilah,” teriaknya padaku, membuatku perlahan-lahan semakin menjauh,aku tidak ingin berbalik melihatnya, aku sangat kecewa karena dia hanya menyuruhku pergi begitu saja, sementara jantungku ini sudah dibuatnya berdebar sangat kencang.

.

.

.

.

Author POV

“Pangeran Luhan, kau sebentar lagi menyelesaikan lukisanmu untuk ibunda Ratu Jessica?” tegur Pangeran Kyungsoo tiba-tiba menghampiriku saat Pangeran lain sedang asyik dipantai. Aku hanya bisa mengangguk dan kembali menyapukan warna-warna dalam gambar ini, gambar seorang yeoja yang sedang berdiri menyamping dengan rambutnya yang panjang dan hitam legam.

“Kenapa kau malah mewarnai rambut ibunda Ratumu hitam? Aish dasar kau ini, dia kan rambutnya berwarna blonde, masa kau tidak tahu?!” protes Pangeran Kai yang sepertinya sudha kelelahan bermain di pantai saat dia melihat warna rambut yeoja itu hitam.

#Ini bukan ibunda Ratu, dia adalah yeoja yang baru saja kuselamatkan dasar bodoh# dengusku dalam hati.

.

.

To be continue

P.S:yeah! Akhirnya kelar juga.. fiuh #lapkeringat.. siapa yang sudah siap dengan chapter 1 nya? Acungkan tangannya hehehe. Makasih sudah mengikuti ff ku yang gaje ini hehe dan amburadul ini secara typo dimana-mana.. heheh ditunggu RCLnya kalau tidak, chapter 1 yang sudah selesai gakkan aku minta publishin ke adminnya hahahaha #evilsmirk

100 thoughts on “(Freelance) Royal Beethoven : Polaris Kingdom (Before Story)

  1. Gak kebayang muka polos taeyeon jdi antagonis di ff ini..#berpikir keras..hehe..sejauh ini luhan paling selangkah di depan deh dibanding pangeran lain..udah nyosor aja tu rusa…eh..yoona kan jg rusa..aaahhh..pasangan rusa yg cute..suka suka suka..moment mreka b2 cucok bgt

  2. enak bngt punya kemampuan kyk Luhan n Donghae, bisa ngomong dari hati ke hati tanpa bicara scara lisan… Yaaahh… Jd bener Lady Rose Taeyeon tu Taeyeon yg merawat Yoong sjk kecil, jd Yoong dibesarin ma org jahat donk… Penasaran ma jati dirinya Yoong, spertinya dia bkn yeoja biasa… Huwaaa., first kissnya Yoong diambil Luhan oppa… Ni sih lbh mesra lg skinshipnya dari YoonKris… Bkal jd saingan paling beratnya Sehun… Aaaaaaaaa…. Sehun oppa kita hrs gimana? Luhan oppa yg jd saingan trberat oppa *teletubies hug bareng Sehun XD* Aduh jd bingung, HunHan 22nya biasku… Sy Windeer skaligus Fawn…

  3. Aku aku. Hehe😀
    Maf thor baru sempt baca. Ini semua gagara WiFi yang rusak, jadi ga bisa buka internet deh. Huuufftt
    Keren banget part nya luyoon🙂
    Di tunggu chapter 1nya…

    • hehehe asyikk smngt banget deh,, hehe chpter satunya intro nya kepanjangan.. jd agak ngbosenin gitu huhu, mian yaaa bila ga sesuai perkiraanmu yg bgtu excited gitu

  4. ahh eon,
    part LuYoon, bikin ngiri diantara lainnya, kemanisan ini part LuYoon,
    terus aku juga paling suka sama kekuatannya Luhan, bisa baca pikiran gitu (jadi keingat film vampire itu) eon tau kan? nahhh, itu luhan gak bisa baca pikiran yoong ya?? ahayde, baguslahhhh..
    jadi entar lulu penasaran sama yoong…

    ini udah akhir kan eon? tinggal tunggu full storynya, #gaksabar
    tapi, jadi rada khawatir nih, yoong kan bakal dekat sama ketujuh pangeran, tapi malah gak bisa milih salah satu diantaranya.. jadi entar kayak apa? pairnya siapa?
    ahh molla, tungguin eon aja mau baca alur FFnya kemana, ditungguuu eon full storynya^^
    semangat><keep.writing

    • annyeong heheh ^^ terlalu maniskah? hehehe gomawoo
      tp chapter satunya agak ngebosenin loh soalnya lbh ke intro lbh seru chapter duanya.. hahahaa
      ya yoonanya gak bisa dibaca pikirnnya ma lulu hehehe

  5. suka banget ceritannya….
    selain jalan ceritanya yang bagus, dan dapat banget feelnya, aku juga suka banget sama couple nya (luyoon), hehehe… maklum jiwa fawns ku lagi berkobar.😀
    endingnya harus luyoon author, hehehe….
    LuYoon Jjang……

    • anyyeong gomawo udh suka ma jalan ceritanya hehehe…
      km ngikutin dr prolog ga? viar makin seru bacanya dr prolog dlu ya

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s