(Freelance) Royal Beethoven : Chapter I (Introduction)

tumblr_n1fjzxuyoL1sbd8nbo1_1280_2

Title                 : Royal Beethoven: Chapter I (Introduction )

Author             : Quorralicious

Length             : Chaptered

Rating             : PG 15+

Genre              : Happy Romance

Main Cast        : Yoona SNSD dan Kai, Kris, Lay, Sehun, Suho, Luhan dan D.O EXO

Pairing             : Yoona dan ??? EXO

Quote              : please be my Princess!

Disclaimer       : Cerita murni khayalanku dan cast hanya milik Tuhan dan Keluarganya

Credit Poster   : Choi Seungjin ART at yoongexo.wordpress.com

A.N                 : Tada!! Quorra lagi deg-degan nih ngajuin jadi author tetap tapi takut nggak keterima #curcol, ohiya kali aja ada yang mau nanyain ff atau kenalan lebih deket ma aku kalian bisa follow twitterku di @defiyanti1608 ntr aku follback, hehehe. Aku juga udah bikin wp pribadi, quorralicious.wordpress.com #promosi jadi kalau update-an nya lama disini kalian bisa check di wp aku ya.WARNING Typo bertebaran, Don’t BASH, Don’t be SIDERS, enggak suka pairingnya gak usah dibaca happy reading ^^

Di Royal Academy Calderra

Royal Academy Calderra ini adalah tempat pendidikan bagi para putra dan putri bangsawan tak terkecuali dengan para Pangeran, ketujuh Raja sengaja mendirikan Royal Academy Calderra ini karena ramalan masa depan yang terbaca di mimpi Raja Leeteuk sebelumnya, karena itulah ketujuhnya sepakat untuk mendidik putra mereka bersama-sama.

Royal Academy Calderra ini tidak begitu jauh dengan keadaan sekolah modern yang ada pada zaman sekarang, Royal Academy Calderra juga mengharuskan siswanya untuk menggunakan seragam sekolah yang harganya selangit dan juga terdapat jajaran staff pengajar yang khusus didatangkan dari luar Milky Way.

Sekolah ini terdiri dari 7 bangunan utama yang masing-masing memiliki dua lantai, atas dan bawah. Gedung utama dikhususkan untuk aula yang sangat besar tempat pihak sekolah mengadakan sebuah event besar seperti upacara kelulusan, atau event lainnya yang besar, gedung ini biasa dinamakan sebagai gedung Cataleya karena bentuknya yang unik yang menyerupai bentuk versi besar dari anggrek Cataleya.

Gedung kedua ini adalah gedung yang menjadi pusat olahraga para siswanya, dimana semua olahraga bisa dilakukan oleh para siswanya saat jam pelajaran olahraga. Gedung ini juga diliputi fasilitas lainnya yang menunjang olahraga seperti lapangan untuk bermain polo, bermain golf dan kolam renang untuk berenang. Olahraga lainnya yang sekarang sangat terkenal didunia modern belum dikenali oleh para penduduk Milky Way.

Gedung ketiga adalah gedung yang berisi ruangan pengajar dan ruangan Kepala Sekolah yakni Mr. Yuk Sungjae. Gedung ini juga tidak terlalu jauh dari gedung keempat tempat belajar para siswa yang sengaja dibangun saling berhubungan agar memudahkan para siswa dan para pengajar untuk saling berinteraksi.

Gedung kelima adalah gedung perpustakaan yang sangat megah dan mewah, terdiri dari tiga lantai dimana semua dindingnya dilengkapi oleh lemari yang dijejali banyak buku. Gedung ini menyimpan banyak buku yang tersebar di dunia, gedung ini juga dilengkapi kursi dan meja serta banyak lampu untuk memudahkan para siswa belajar, disini juga terdapat ruangan membaca khusus untuk para siswa kelas Stargaze yakni para Pangeran.

Gedung keenam adalah cafetaria yang sengaja dibuat diantara gedung keempat dan gedung ketujuh, cafetaria ini sangat lengkap dan memiliki banyak menu favorite para keluarga kerajaan dan bangsawan. Penyedia makanannya pun bukan sembarang orang melainkan chef yang sudah lolos uji coba dari ketujuh Raja, maklum mereka sangat melindungi ananda-ananda mereka karena itulah chef nya pun harus mereka yang pilihkan.

Gedung ketujuh ini dinamakan Stargaze, Stargaze adalah gedung favorit para siswa, karena digedung inilah para siswa bisa melihat dengan jelas penampakan ketujuh Pangeran yang sama-sama tampan. Gedung ketujuh ini adalah gedung Stargaze tempat para Pangeran belajar dan mengembangkan kemampuan mereka masing-masing karena itulah tidak heran jika gedung ini memiliki ruangan lain selain ruang belajar yang sangat besar, diantaranya adalah Ruangan panas, dimana Pangeran Sehun bisa mengembangkan kekuatannya, ruangan anti suara, dimana Pangeran Lay bisa melatih kemampuan pendengaran jarak jauhnya dan ruangan lainnya yang bisa digunakan dengan bebas oleh para Pangeran.

Pendidikan untuk level selanjutnya akan dimulai, para siswa masuk keruang kelasnya masing-masing begitu juga dengan para Pangeran yang memasuki kelas Stargaze. Ruangan kelas Stargaze ini tidak terlalu berbeda dengan ruang kelas lainnya yang sangat mewah.

“Akhirnya.. kita belajar lagi setelah melewati liburan yang panjang ini,” ujar Pangeran Kai sambil duduk di sofa yang sudah disiapkan dikelas. Sofa berwarna cokelat tua itu terlihat sangat empuk dengan tempat pegangan tangannya yang lembut disisi kanan dari sofa cokelat yang besar itu terdapat meja kecil yang sengaja diletakkan disana sebagai tempat menyimpan buku.

“Aku senang kita kembali belajar bersama,” sahut Pangeran Sehun senang dengan suasana kelasnya. Sama seperti Pangeran Kai diapun duduk di sebuah sofa sebelah kanan Pangeran Kai, Pengawal Yoo pun mengikutinya.

“Argh.. hari kembalinya tugas menumpuk,” Pangeran Suho mendecak kesal karena liburannya kali ini terasa begitu cepat, dia masih teringat akan Yoona. Bahkan pakaian buatan Yoona untuknya dia simpan dengan baik.”Kalian sudah datang?” tanya Pangeran Suho lagi saat melihat Pangeran Lay, Luhan, Kris dan Kyungsoo keluar satu persatu dari balik pintu kelas mereka Stragaze yang berukirkan bunga-bungaan kecil disetiap sudutnya.

“Ya, kami tadi berpapasan digerbang sekolah, jadi sekalian saja bersama-sama ke kelasnya,” cerita Pangeran Kyungsoo dengan wajah datarnya. Pangeran Kyungsoo langsung duduk di sofa yang terdapat disebelah kiri Pangeran Kai,”Kau sudah tahu kabar berita hari ini?” tanya Pangeran Kyungsoo dengan begitu percaya dirinya, #pasti dia tahu sesuatu yang menarik# pikir Pangeran Kris sambil memerhatikan kalimat yang akan terlontar dari mulut Pangeran Kyungsoo.

Dirinya tidak langsung duduk di sofa seperti para Pangeran lainnya yang sudah duduk manis, tetapi dia langsung duduk di meja hias yang sengaja diletakkan didekat jendela, tergambar jelas siluet tubuhnya dibayang-bayang yang diciptakan sinar matahari yang masuk kedalam melalui celah jendela ukuran cukup besar yang sengaja dicat putih itu, sinar matahari itu terhalang oleh tubuhnya yang duduk dimeja tadi.

“Aku mendapatkan sebuah kabar bahwa ada seorang yeoja yang akan masuk ke kelas kita Stargaze karena kepintarannya,” jelas Pangeran Kyungsoo.

“MWORAGU?!” seru Pangeran Kai, Kris, Sehu, Suho, Luhan dan Lay yang hampir bersamaan, sudah lama sekali mereka menginginkan keberadaan siswa lainnya, karena sepertinya kelas mereka kurang seru jika hanya mereka bertujuh saja selama bertahun-tahun ini.

“Berita itu memang benar, ditahun ajaran baru ini akan ada siswa baru disini,” sela Oh seonsaengnim saat dirinya masuk ke kelas dan mendengar suara ribut-ribut para Pangeran dikelas. Di kelasnya, Oh seonsaengnim bebas memanggil nama para Pangeran tanpa harus ada embel-embel Pangeran atau sekedar penghormatan, karena dia adalah guru dari para Pangeran.

“Kris, mau sampai kapan kau bersikap tidak sopan duduk manis disana?” sindir Oh seonsaengnim yang kemudian membuat Pangeran Kris beranjak dari duduknya dan  terduduk di sofa yang sudah disiapkan oleh pengawalnya, pengawal Kim. Jika sudah dihadapkan dengan sikap gurunya itu, lelaki yang bersikap dingin ini selalu terdiam dan menuruti semua perintah gurunya itu.

“Lalu dimana siswa baru itu Saem?” tanya Pangeran Lay dengan tenang, disertai riuh dari segala penjuru arah di kelas, suara riuh dari para Pangeran yang juga penasaran dan saling mempertanyakan dimana jawaban itu hanya guru nya lah yang tahu.

“silahkan, kau sudah bisa masuk,” ujar Oh seonsaengnim kemudian..

Seorang siswa baru itu masuk, rupanya dia adalah seorang yeoja wajahnya masih menunduk malu dan sesekali tangan kanan dan kirinya saling bertaut menahan rasa malunya, penampilannya terlihat sederhana dibalik seragam sekolahnya itu, dia menggunakan bando tosca untuk memastikan rambutnya tidak menutupi wajahnya yang ayu itu.

.

.

.

“Dia?!!” seru Pangeran Suho dengan mulut yang membulat sempurna, saat dilihatnya seorang yeoja yang dikenalnya saat liburan itu memasuki kelas Stargaze yang diringi oleh Pengawal Kang yang sedang membawakannya sofa untuk Yoona duduk.

“IM YOONA???!!!” teriak Pangeran Sehun, Kyungsoo, Suho bersamaan, yeoja yang dipanggilnya itu akhirnya mendongakkan wajahnya, agar bisa melihat empu dari suara-suara yang memanggilnya dengan penuh rasa kaget itu. Yoona membelalakan matanya dia sangat sadar posisinya saat ini sedang tidak baik. “Yoong?!” ujar Lay agak pelan, suaranya berhasil membuat pandangan Yoona beralih padanya dan dia tersenyum melihat Lay temannya sekelas dengannya, setidaknya Yoona tidak terlalu sendirian dikelas yang penuh Pangeran lain ini.

Ya, selama ini Yoona hanya tahu dia bisa berpindah sekolah ke Royal Academy Calderra, dia tidak tahu bahwa dia akan masuk ke kelas yang sama dengan para Pangeran yang pernah ditemuinya saat dia bekerja, kelas Stargaze. Dia hanya bisa menatap para Pangeran dengan wajah gugupnya itu, dia menarik sudut-sudut bibirnya dan mencoba untuk tersenyum ditengah kecanggungannya.

“Naneun, Im Yoona imnida, jalbuthakdeurimnida.” Ucap Yoona memperkenalkan dirinya didepan kelas sambil membungkuk sempurna 90 derajat.

“Namanya Yoona?” seru Pangeran Kai,Pangeran Kai sudah bertemu dengan Yoona dua minggu yang lalu hanya saja dia tidak sempat untuk menanyakan siapa namanya. Seketika Pangeran Kris ingat nasihat yang diberikan ayahandanya itu. Berikan perhatianmu pada seorang gadis yang tiba-tiba masuk dalam kehidupan Pangeranmu, termasuk kehidupan teman-teman Pangeranmu. Tapi jangan cintai dia.

“Oh jadi dia bernama Im Yoona,” simpul Pangeran Luhan sambil mengingat-ingat kejadian pertemuannya dengan yeoja yang diperkenalkan didepan kelas itu, Im Yoona-yeoja yang sempat membuat hatinya berdegup kencang meski dia bisa menebak bahwa Im Yoona inilah yang juga membuat hati Pangeran Sehun dan Pangeran Kyungsoo bergejolak.

“Oh Seonsaengnim, kenapa dia ada dikelas ini?!” tanya Pangeran Kris tak kalah kagetnya dengan Pangeran lainnya. Seakan mewakili semua pertanyaan para Pangeran yang masih menatap Yoona dengan pandangan tidak percaya mereka, untung saja mereka masih bisa mengendalikan mulut mereka dengan mengatupkannya lebih cepat, sehingga tidak membulat lagi.

Suasana kembali tenang setelah Oh seonsaengnim menandakan bahwa dia akan memulai pelajaran saat itu juga, Yoona dipersilahkan duduk diantara Pangeran Kai dan Pangeran Kyungsoo yang masih menatap dirinya dengan tatapan-kau-sungguh-membuatku-gila-karena-kehadiranmu-sekarang.

Pangeran Luhan yang sudah tidak seheboh tadi tidak bisa berhenti memikirkan Yoona yang berada tak jauh dari sofanya, dia sangat yakin Pangeran lain pun tidka bisa berkonsentrasi dengan pelajaran hari ini, karena mental mereka yang masih shock dengan kehadiran sosok Yoona. Meski suasana dari luar tampak tenang, tapi percayalah sesungguhnya pangeran Luhan sangat tahu pasti bagaimana teman-temannya itu masih membicarakan Yoona dalam pikiran mereka yang menari-menari.

#Dia benar-benar nyata, sekarang aku tahu namanya. aku harus segera mendekatinya# Pangeran Kai menoleh kearah Yoona masih dengan tatapannya yang dalam, beberapa hari ini dia menyesali tidak menanyakan nama yeoja yang sempat ditemuinya saat pernikahan Lee Jieun tapi, dia bisa memastikan bahwa dia memiliki banyak waktu untuk berbicara dengan Yoona.

#Terasa seperti mimpi saja, mengingatkanku bagaimana dia menolak cintaku begitu saja# Pangeran Sehun masih menundukkan kepalanya meski sekali-sekali dia mengarahkan wajahnya kearah yeoja yang duduk tak jauh darinya, dilihatnya Pangeran Kai dan Pangeran Kyungsoo yang begitu intens menatap yeoja yang saat ini merebut hatinya dengan sukses.

***

Yoona POV

#Agak ragu aku melangkahkan kaki kedalam ruangan kelas yang tampak megah dari luar, kupegang erat ujung rokku yang setinggi lutut itu seragam yang baru kubeli lusa kemarin, saat aku bertemu dengan seseorang yang memikat hatiku, aku bahkan belum tahu namanya namun kurasa dia bukan lah seorang pangeran seperti keenam Pangeran lainnya yang kutemui dalam tiga bulan ini#

Akupun mengumpulkan keberanianku, kukepalkan tanganku kedadaku. Dan bisa kudengar suara Oh seonsaengnim memanggilku untuk segera masuk dan memperkenalkan diri. Aku menundukkan kepalaku karena masih malu, dan saat aku mendongakkan wajahku yang sedari tadi menunduk bisa kulihat hanya ada tujuh orang namja dikelas Stargaze ini-ya begitulah setiap orang menyebut kelas ini.

#Lay?# saat kudengar disela-sela suara ribut para Pangeran lain aku bisa mendengar suara Lay memanggilku, Yoong. Aku hanya bisa mendesah perlahan, sayup-sayup bisa kudengar bisikan-bisikan namja-namja yang ada di kelas ini, #sepertinya, akan sulit untuk mematuhi larangan ahjumma Taeng# desahan kecil kukeluarkan saat kulihat seseorang yang berhasil membuat debaran jantungku semakin tidak beraturan itu, bahkan namanya saja aku tidak tahu.

Semua wajah namja yang kulihat ada dikelas ini sudah bisa kukenali, karena memang ini bukanlah pertemuan pertama bagi kami berdelapan, dan sebagian besar yang kutahu adalah Pangeran dari kerajaan lainnya di Milky Way ini seperti Pangeran Sehun, Pangeran Kyungsoo, Pangeran Suho, Pangeran Kris dan Pangeran Lay.

Lalu, apakah kedua namja yang sedari tadi hanya berdiam diri itu juga merupakan seorang pangeran di kerajaannya?

Sejenak aku terkesiap dengan pertanyaan yang muncul dibenakku saat ini,

#Mungkinkah#

Mulutku menganga lumayan lebar tak kusadari tujuh pasang mata sedang memandangiku begitu intens, padahal tidak ada yang salah dengan caraku duduk. Akupun menghempaskan tubuhku yang sedari tegang ke sandaran sofa yang empuk ini.

.

.

Suara bel sekolah berbunyi membuatku terlonjak kegirangan, akhirnya aku setidaknya bisa membebaskan dari banyak pasanga mata yang mengamatiku. Akupun membereskan alat tulisku dan bukuku diatas meja, saat kaki jenjangku bersiap melangkahkan kaki menuju pintu kelas.

.

“Tunggu!”  tangan kekar seorang namja yang duduk tak jauh dariku itupun menahan tanganku,

“Ya, ada apa?” jawabku agak menegang, aku sungguh tidak ingin berhadapan dengan namja didepanku ini, yang bisa kupastikan diapun seorang Pangeran. Aku masih mengingat bagaimana Pengawalnya itu memanggilnya Tuanku yang Mulia Pangeran. Sekilas ekor mataku menangkap sesosok namja yang menjadi pengawalnya itu sedang berdiri di dekat sofa yang tadi dia duduki itu.

“Kenapa kau begitu ketus? Aku hanya ingin berkenalan denganmu” godanya sambil mendekatkan dirinya padaku lagi,

“Pangeran Kai!” seru namja yang tak jauh darinya, rupanya keenam namja lainnya sedang memerhatikan diriku dan Pangeran yang baru aku tahu siapa namanya, Pangeran Kai. “Ah tidak seru!” Pangeran Kai kecewa karena ternyata Pangeran Kris sudah menginterupsinya. Aku hanya bisa menahan tawaku saat aku melihat ekspresi lucu yang dikelaurkan Pangeran Kai saat dia tahu pangeran Kris menginterupsinya.

“Aku Pangeran Kai, tapi kau bisa memanggilku Kai saja,” ujarnya lagi tersenyum ramah sambil mengulurkan tangannya menanti jabatan tanganku. “Ouh, aku Yoona,” jawabku sambil agak tersipu mengingat bagaimana pertemuan pertama kali saat pernikahan Lee Jieun teman Suzy, tangankupun terulur menjabat tangannya.

“Hei, Hei kau curang! Aku saja belum berkenalan dengannya,” seru Pangeran Kris mencoba menginterupsi lagi membuat Pangeran Kai hanya bisa memutarkan bola matanya perlahan, lalu melenggang keluar kelas dengan wajahnya yang merengut.

“Aku Pangeran Kris,” Pangeran Kris tersenyum,

“Terima kasih,” jawabanku membuat bingung seorang pangeran yang ada dihadapanku ini, dia menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu mencoba menerka apa maksud dibalik ucapan terima kasihku itu,”Untuk menenangkanku saat menangis,” sambungku membuat dia terangguk-angguk, mengerti maksud dari ucapanku. “Cheonmaneyo,” jawabnya.

Saat dia akan membuka topik pembicaraan yang baru lalu ketiga pangeran lainnya pun mendekatiku #Argh, kapan aku bisa keluar dari kelas ini, sebentar lagi pasti waktu istirahat berakhir# keluhku

“Yoonaya, akhirnya kita bertemu lagi,” sapa Pangeran Suho dengan wajah sumringahnya,”Aku sangat suka pakaian yang kau buat, membuatku sangat menjaganya,” sambungnya lagi, membuat perasaanku sangat lega. “hallo, pangeran Suho. Aku senang kau menyukai rancanganku,” Aku hanya bisa tersenyum simpul.

“Yoona-ssi! Kau, kenapa kau meninggalkan Aurora secara tiba-tiba?” protes Pangeran Kyungsoo yang berdiri di sebelah kiri sampingku,”Ah, iya. Maafkan aku. Saat itu aku terburu-buru untuk pergi ke kerajaan Avior,” Aku membungkukkan badanku berharap Pangeran Kyungsoo tidak protes lagi.

“Yoona…” lirihnya, aku sangat mengenal wajah ini. Wajah yang selama ini aku rindukan selama perjalananku.

“Pangeran Sehun..” jawabku sambil mencoba tersenyum, aku sangat ingin memperlihatkannya senyuman terbaikku,”Apa kabarmu?” tanyaku mencoba seramah mungkin.

“Sangat buruk tanpamu,” Kontan saja semua Pangeran yang mendengarnya terkejut dan tersentak dari tempatnya masing-masing, kecuali namja yang terakhir kali kutemui itu, dia hanya bisa tersenyum kecil saat mendengar penuturan Pangeran Sehun itu.

Aku sangat tahu kenapa Pangeran Sehun bersikap murung dan berujar seperti itu, sepertinya.. aku telah sangat melukai hatinya.

“Maaf” hanya satu kata itu yang bisa aku ucapkan, aku tidak bisa mengatakan alasan kenapa aku tidak bisa bersamanya, lidahku sangat kelu untuk mengungkapkan kebenaran yang ada dihatiku ini. Mungkin juga karena aku tidak ingin ada seorangpun yang tahu mengenai perasaanku ini.

“Yoong!” terdengar teriakan Pangeran Lay saat melihatku berlari keluar.. dia sepertinya akan menyusul,..

Aku berlari kecil menuju pintu kelas, menghindari para Pangeran itu. Aku harus menenangkan hatiku ini, bisa-bisa aku gila karena mereka. Jantungku mulai berdetak tak karuan, dan hal ini terjadi bukan hanya karena satu orang saja tetapi ketujuhnya! #OMO! Apa yang harus aku lakukan# pikiranku mulai kalut, sulit sekali untuk menggambarkan apa yang ada didalam hati ini.

Ketujuhnya memberikan moment-moment yang bisa membuat hatiku berdebar, Pangeran Sehun dengan pernyataan cintanya yang ternyata diam-diam mengamatiku, Pangeran Kyungsoo yang bisa membuat hatiku berdebar karena keberaniannya saat dia menyelamatkanku dari beruang itu, Pangeran Suho ya meski dia terlalu cerewet setidaknya dia bisa membuatku nyaman saat aku tinggal diistananya.

Pangeran Kai, ah aku tidak bisa menjabarkannya hanya dengan kata-kata, sikapnya yang tiba-tiba itu selalu seperti letupan-letupan yang tidak bisa kau prediksikan, jantungku akan melemah jika aku terlalu banyak dekat dengannya. Pangeran Kris dengan kelembutannya yang bisa menenangkan hatiku yang sedang gundah, huhuhu. Dan Pangeran Lay, seorang sahabat.. yang tidak bisa tergantikan, dan namja yang diam itu? aku bahkan belum tahu namanya.

#Siapa namanya?#

Dia hanya memerhatikanku dari jauh, seolah-olah hanya pikirannya saja yang berkelebat.

Pangeran Luhan POV

Benar sekali, meski berapa kali aku mencoba memasuki pikirannya dan membacanya, aku hanya bisa mendengar pikiran-pikiran keenam teman Pangeranku yang sudah dipenuhi oleh seorang Im Yoona.

Author POV

Yoona keluar dari kelas, didalam perjalanannya menuju cafetaria yang cukup jauh itu sebuah tangan menahan tangannya kembali, tubuhnya diseret menuju kamar mandi yang tidak jauh dari sana. Mata Yoona mengerjap-ngerjap kaget karena tubuhnya diseret paksa masuk kedalam kamar mandi.

Tubuhnya dilemparkan oleh tangan-tangan yang sedari tadi memeganginya, sehingga dia jatuh tersungkur dihadapan yeoja-yeoja yang ternyata merekalah yang memeganginya itu.

“Kau! Kau siapa??! Kau tidak pantas berada disini, hah?!!” bentak yeoja yang berrambut kriting dengan wajah ovalnya itu,

“Kau tidak boleh berada di Stargaze itu!” bentak yeoja lainnya yang tak kalah galak dibanding yeoja kriting itu, “Bora! Bantu aku!” titahnya kepada yeoja lain yang berambut panjang berwarna kemerahan itu, diangkatnya tubuh Yoona yang masih lemas ini.

“Kau tidak pantas ada disana, jangan dekati pangeran-pangeran kami!” ancam yeoja berambut kriting dengan wajah ovalnya itu, tangannya tak kalah sibuk dengan mulutnya yang penuh bentakan itu. Ditariknya kerah Yoona yang berpita itu kemudian didorong Yoona kebawah hingga dia terjatuh lagi, dipukulnya kepala Yoona yang masih tersungkur itu. Sementara yeoja selain si kriting dan Bora itu kemudian mendaratkan kakinya tepat diperut Yoona, Yoona meringis kesakitan karena hentakan tendangan itu mendaratk di orga-organ vitalnya dibagian perut.

“iya! Jangan dekat-dekat dengan Pangeran kami!!” bentak yeoja bernama Bora itu geram dengan nada meninggi, tak mau kalah kasarnya dengan yeoja lainnya. Beberapa detik kemudian tangannya menempeleng pipi Yoona yang ada dihadapannya, membuat Yoona sedikit mengaduh dan kemudian diapun tak sadarkan diri.

BRAKKK!!!!

“YOONGIE!!!” teriak Pangeran Lay, matanya terbuka lebar membulat melihat kondisi yeoja yang disayanginya sudah sangat memprihatinkan, ditatapnya satu persatu wajah yeoja yang mengelilingi tubuh Yoona yang sudah tidak sadarkan diri itu.

“Kau tidak apa-apa kan Yoong?!” seru Pangeran Lay dari balik pintu, untung saja dia bisa mendengar teriakan dan bentakan yang diberikan yeojayeoja bermuka dua itu pada Im Yoona. Diangkatnya tubuh Im Yoona yang masih meringkuk menahan sakit akibat lututnya terkena benturan dengan lantai toilet dan juga karena rasa sakit akibat tendangan dan tempelengan dari yeoja-yeoja yang sama sekali tidak dikenalnya itu.

#Tidak ada waktu lagi untuk berurusan dengan yeoja-yeoja itu, aku harus segera ke klinik sekolah…#

To be Continue…

P.S: maaf lama, aku bingung bikin konflik untuk chapter I ini karena kebanyakannya sih masih introduction.. hehehe.. jangan lupa RCL nya ya.

134 thoughts on “(Freelance) Royal Beethoven : Chapter I (Introduction)

  1. Aigoo..yoong kayaknya milih luhan drpd yg lainnya..tp gk tau jg ntr krdepannya..
    Ngebanyangin sekolahnya ihh pengen bgt kayaknya sekolah disitu..

  2. Ga kerasa uda 12.00 am_WITA..baru baca chapter 1x aja Q udah deg2 ser..pairingx bax bgt yah..klo boleh semuax aja jdi namjax yoona..kan seru tu klo masing2 dri 7 pangeran ada kisah cinta masing2..aaahh..senneng baca ni ff..keren bgt

  3. Apa jgn2 yoona sama luhan?:(
    Kris di suruh ayahnya boleh deketin yoona tapi jgn sampe jatuh cinta? Berarti kris bukan yg di pilih yoona?
    Sumpah ffnya keren bikin penasaran terus😀

  4. Ampuun -_-V Aku baru nemu author yg daya imajinasinya se keren ini… sumvah demi apa, ff mu keren loh thor. Dapet pencerahan darimana siih ??/frustasi ga jelas.

    Aduh uda deh. Nyesel aku baru sekarang mampir ke ff ini. Yg penting ijin next dan keep writing ne ^ ^

    • hehehe jd malu, kbnyakan ngkhayalnya nih, makasih ya ^^
      btw km baca dr mana dlu say? bacanya dr prolog dlu lalu ke before storynya soalnya ceritanya smbung menyambung mnjdi satu, wkwkww..
      yah km slama ini kmna saja bru mampir ksni, wkwkwkwk udh chapter v part b juga, tp gpp, better to be late than never try it

  5. Aseeekkkk ,, mulai pda ngumpul nih yoona+7 pangeran :p wduh baru part 1 ajj yoona udah dbkin bngung buat nentuin prasaannya sama 7 pangeran itu , tp kyaknya yoona untuk skrng lebih milih luhan deh , tp gaa tau deh nanti2nya mlih siapa :p

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s