“Conflict of Love-7”

conflictoflove

“Conflict of Love – 7″

Perfectbaek // EXO’s Kim Jongin – GG’s Im Yoona – EXO’s Oh Sehun // school-life, romance, friendship, pg 13+

[First I Second I Third I Fourth I Fifth I Sixth I Seventh

PREVIEW;
Sesudah pulang bekerja, Yoona yang diantar Minhyuk untuk pulang bertemu dengan Kai yang sedang menunggu dia didepan halaman kostnya.Awalnya Yoona sempat kebingungan, bagaimana bisa pria itu menunggunya hingga larut malam seperti ini. Kebingungan Yoona semakin bertambah ketika Kai dengan lantangnya berkata “Aku menyukaimu!”

Yoona terbangun dari tidurnya, ketika menguap dengan malasnya dia mengambil ponsel yang sedari malam dia charge. Dia terkaget ketika ada panggilan masuk tak terjawab, sekitar lima kali. Dia terbangun dan berjalan menuju kamar mandi ketika dia tahu bahwa pria itu yang meneleponnya.

Omong – omong semalam Yoona menolak permohonan Kai. Dia tak mau menerima lelaki itu hanya berlandaskan dendamnya selama ini, mungkin memang Yoona nyaman hanya saja untuk menjadi kekasih dan untuk saat ini bukan waktu yang pas. Dia dilanda gelisah, hatinya galau ketika melihat raut kecewa yang tergambar jelas di wajah sunbaenya itu. Dengan langkah sempoyongan, Kai memasuki mobil dan melajukannya dengan sangat kencang.

Yoona merasa sangat bersalah, tapi dia akan lebih merasa dosa ketika dia menerima Kai hanya sebagai rasa kasihan saja. Apalagi mengingat tentang keluarganya, Yoona masih merasa kesal dan sakit hati. Dia bertekad untuk tak menyakiti Kai karena apa? Jika dia menyakiti mereka, apa bedanya dia dengan mereka? Sama saja bukan?

Gadis itu memantapkan hatinya untuk menahan segala dendam yang dia rasakan selama ini walaupun sulit dia akan tetap mencobanya.

Pagi ini terasa lebih dingin dari pagi sebelumnya, bisa Yoona rasakan dinginnya sampai menusuk tulang. Dengan sedikit meniupi lengannya, Yoona merekatkan mantel yang dipakainya. Sesampainya di bus, dia sedikit menyandarkan kepala dan tertidur sejenak. Wajar saja, semalam dia kerja lembur dan hanya tidur beberapa jam karena mengerjakan tugas Kimia.

Karena bosan, dia meraih headset dan memasangnya.

Sehun, pagi ini dia dengan nekat ingin menaiki bus. Alasannya, dia kebosanan ketika menunggu Luhan mandi. Dia paham betul jika kakaknya yang satu itu suka menghabiskan waktu yang lama didalam kamar mandi. Dengan sangat terpaksa, Sehun menaiki bis hanya karena dia belum menyalin tugas Bahasa Inggris.

Dia tak ingin dimarahi guru killer itu bagaimanapun nakalnya Sehun, dia selalu mengerjakan tugas walaupun hanya menyontek alias menyalin hasil orang lain. Daripada tidak sama sekali? Setidaknya dia ada sedikit usaha, pikirnya.

Lelaki itu semakin menyipitkan mata ketika melihat seorang gadis yang tertidur dengan pulasnya. “Bukankah itu Yoona?” ucapnya dalam hati. Sayang dia tak satu bis, dia hanya bisa melihat Yoona dari kaca jendela bis sebelah. Sebuah keberuntungan karena Sehun duduk didekat jendela, dia bisa melihat betapa lucunya wajah Yoona ketika tertidur.

Lamunan nya buyar ketika suara dering ponsel terdengar, dengan cepat Sehun mengangkatnya. “Aku berangkat duluan Hyung..maaf”

“Habis lama, aku ada tugas maaf ya” ucap Sehun dengan sedikit kesal terdengar dari intonasi pembicaraannya. Sesudah itu dia tersenyum lagi ketika memandangi wajah Yoona sambil menopang dagunya.

Tiffany, pagi ini dengan cerianya dia berdandan cantik. Dengan rambut ikal bergelombang dia membiarkan rambut panjangnya terurai dengan poni khas menutupi jidat. Dia melangkah keluar rumah dan memamerkan senyuman indah yang disinyalir bisa membuat seluruh pria mencair. Misalnya saja Baekhyun.

Lelaki itu semakin menambah senyumannya ketika Tiffany tiba didalam mobilnya. “Maaf menunggu lama..”

Baekhyun tersenyum sambil sedikit mengacak rambut Tiffany, “Kesekolah saja dandan seperti yang mau ke pesta, dasar!”

Bibir Tiffany seketika mengerucut kesal, “Tak usah cemberut, nanti aku cium!” seketika itu juga Tiffany melemparkan pandangan keluar jendela dengan berlagak tak mendengar. Disisi lain sebuah tawa terdengar kencang.

Yoona terbangun ketika bus berhenti didepan halte. Dengan senyuman cerah, dia memberikan senyum kepada supir bus. Masih mendengarkan musik, Yoona melangkah pelan ke sekolah karena ternyata sekolah masih terlihat sepi. Tak dia sadari, ternyata Sehun diam – diam mengikutinya. Sehun bahkan bingung, kenapa Yoona tak masuk ke kelas dia malah melangkah kearah lain.

Karena penasaran, Sehun mengikuti Yoona dan ternyata Yoona masuk ke tempat mereka bertemu pertama kali. Sehun jadi tertawa karena ditempat ini mereka dipertemukan, waktu itu dia kepergok ciuman dengan Jinri.

Yoona naik kelantai atas, dan Sehun masih mengikutinya. Namun, Sehun tak ikut keluar dia hanya mengintip Yoona dibalik pintu. Mata Sehun sedikit terbelalak ketika Yoona berdiri diantara pipa – pipa dekat balkon sekolah itu. “Dia ini mau bunuh diri atau apa?”

Bahkan kini Yoona merentangkan kedua lengannya, baik kini Sehun sudah tak bisa untuk tinggal diam. Sehun berlari dan menarik lengan Yoona. Alhasil, Yoona terjatuh dan menimpa badan Sehun. Seperti yang kalian tahu posisi mereka sekarang. Bukan sebuah kesengajaan jika bibir mereka saling bersentuhan, mata mereka berdua sama – sama terpejam. Badan mereka pun tak bergerak sama sekali, entah karena menikmati atau justru terkaget.

“Maaf…”

Hanya kata itu yang terucap dari mulut Sehun ketika dia menyadari bahwa Yoona lebih cepat tersadar dan bangun dari posisi tadi. Dengan wajah kaget dan mata yang berair dia berlari meninggalkan Sehun sendirian. Bahkan lelaki itu pun masih kaget dengan kejadian tadi.

Baik, mood Yoona pagi ini buruk sekali. Sambil menangis dia berlari menuju kelas, untung saja suasana disekolah belum ramai. Tiffany dan Baekhyun yang sudah tiba ikut terkaget ketika melihat Yoona dari kejauhan yang sudah banjir air mata. “Eh, bukannya itu temanmu ya?” Tiffany mengangguk dan pamit pergi menyusul Yoona.

“Hei, kau kenapa Yoong?” Tiffany duduk disebelah bangku Yoona sambil menggoyangkan lengan Yoona. “First kissku!!” teriak Yoona sambil menangis tersedu – sedu. Tiffany semakin mendekatkan bangkunya dan menggoyangkan badan Yoona lebih keras dari sebelumnya. “Eh, eh apa ini maksudnya?”

Yoona terbangun dan menceritakan kejadian tadi.

Mata Yoona tak bisa lepas ketika dia melihat Kai dengan santainya bergandengan dengan Krystal. Tak bisa dipungkiri kini hati gadis itu sedang merasakan panasnya api cemburu. Apalagi Kai tak mau kembali menatapnya, dia malah cuek dan mengganggap Yoona tak ada.

“Jadi, maksud semalam itu apa?”

Tiffany dan Jihyun saling memandang, “Apa maksudmu?” ucap mereka berbarengan. Yoona menggeleng dan mengambil menu makan lalu pergi duduk dibangku biasa. Selera makan Yoona sedang tak enak, dia merasa sebal dan perutnya menolak habis – habisan makanan enak dihadapannya kini.

Diam – diam mata Yoona melirik kearah genk EXO yang berada disana. Jarak meja mereka hanya terpisah tiga meja. “Dia kenapasih?” tanya Jihyun dan hanya mampu dijawab oleh angkatan bahu Tiffany.

Yoona semakin tak berselera ketika dia melihat Sehun, bahkan pria itu sedang meliriknya dari kejauhan. Bisa – bisanya dia memandang wanita lain padahal sedang ada Jinri sunbae disana pikir Yoona. Tak mau merusak mood kedua sahabatnya, Yoona pamit pergi. Bisa Tiffany dan Jihyun lihat ternyata Sehun juga ikut membubarkan diri dari sahabatnya itu.

“Apa mereka….”

Jihyun menggeleng pelan, “Entahlah..,”

Yoona yang merasa diikuti langsung berbalik dan menyerang Sehun dengan pertanyaan, “Mau apa sunbae mengikutiku?” Sehun terlihat kebingungan, dia bisa menebak jika Yoona pasti sangat marah bisa dia tebak dari nada dia bicara. “Itu…, euh soal tadi”

“Tak ada yang perlu dibicarakan” lalu Yoona melenggang pergi lagi.

Baiklah, Sehun menyerah mungkin Yoona butuh waktu sendiri.

Hari ini Yoona tak pergi ke halte bus seperti biasa, karena memang hari ini Minhyuk berjanji untuk menjemputnya. Katanya dia akan mentraktir Yoona ice cream, sesuai janjinya hari – hari kemarin.

“Hei, kenapa kau cemberut hm?”

Yoona naik dibelakang kemudi dan memakai helm yang Minhyuk beri, “Ayolah, ajak aku pergi dan coba naikkan moodku!”

Minhyuk hanya mengangguk dan menjalankan sepeda motornya ke pusat perbelanjaan di Myeongdong. Tak mereka sadari ternyata Kai mengikuti mereka dari belakang, Kai tak rela melihat Yoona dengan asiknya bermain dengan lelaki lain. Bahkan Kai tak suka melihat Yoona tersenyum kalau bukan dia alasan Yoona untuk tersenyum.

Yoona benar – benar berterimakasih kepada Minhyuk, lelaki ini benar – benar menghiburnya. Minhyuk mentraktir ice cream, mengajaknya makan, dan bahkan kini dia membelikan Yoona sebuah phonecase yang sama dengan Minhyuk. Layaknya seorang couple, lengan Yoona bergandeng manis dilengan Minhyuk.

Minhyuk memang menyayangi Yoona, dia hanya menganggap Yoona sebagai adiknya saja tak lebih. Karena rasa sayang Minhyuk hanya untuk Jiyoung, ya walaupun gadis kasar itu belum menyadarinya.

Yoona merajuk ingin melakukan photobox kepada Minhyuk, lelaki itu menolak habis – habisan karena dia tak suka difoto. Akhirnya, karena demi menyenangkan Yoona dia menyetujuinya. Setelah melihat hasil foto, mereka berdua malah tertawa dan memilih untuk mencetak hasil foto mereka. Sambil menunggu, Yoona membuka pembicaraan.

Thanks for today, Oppa!” ucap Yoona sambil tersenyum manis. Minhyuk tertawa dan merasa geli melihat Yoona sedikit melakukan aegyo yang menurut dia sangat menggemaskan itu. “My pleasure, Yoong!”

Tanpa mereka sadari, ternyata Kai sudah tak tahan dan memilih pergi dari sana. Diperjalanan dia hanya mengomel tak jelas, perasaan cemburu itu semakin besar ketika melihat Yoona berhasil tersenyum dengan pria lain.

“Ayo pulang!” ucap Minhyuk menarik lengan Yoona. Yoona mengangguk sambil sedikit menyeruput orange juice yang dia beli di kedai tadi. Tanpa mereka sadari, hari sudah mulai gelap. Yoona merasa sangat senang hari ini, setidaknya dia melupakan sedikit beban yang dia pikul dari hari kemarin.

Dipikirannya hanya ada Kai, Sehun, Kai, Sehun. Dua lelaki itu berhasil bermain didunia Yoona. Awalnya Yoona menolak, tapi semakin dia menolak malah semakin terbuka lebar hati Yoona untuk mereka berdua. Ya, walaupun Yoona belum tahu siapa nanti yang berhasil merebut hatinya. Tapi setidaknya dia terhibur dengan datangnya Minhyuk.

Yoona melepas sepatu dan memasuki rumah, ketika itu juga dia kaget bukan main saat melihat Sehun tiba – tiba berada didalam rumah dengan senyuman konyol yang dia berikan untuk Yoona.

“Bagaimana bisa dia masuk? Ah!!!! sialan…mau apalagi sih pria ini!!!!!!!!!!” rutuk Yoona kesal dalam hati.

*TBC*

Mumpung ada waktu, aku sedikit curahin semua ide diotak aku haha. Malah absurd gak? Maaf loh udah jarang nulis jadi agak kaku lagi :DDD
Btw, thanks buat doa kalian dipostan aku kemarin! Maaf gabales satu2 tapi yang jelas aku baca dan ah…..speechless amin banget doanya makasih sekali lagi! bighug({})
Thanks for reading! Don’t forget to leave your comment~

Advertisements

78 thoughts on ““Conflict of Love-7”

  1. Tyta yoona nggak terlalau pendendam juga yaaa…
    Suka yoonnyuk moment nyaa..
    Sebeel is liat sehun and kai yg udah pd punya cew malah saling ngrebut yoona..  ‎​​​(˘͡˛ ˘͡ ) 3-|♧˚˚°Ĥυ̲̣̥uf†̥t˚˚°♧#:-S rumit

  2. Pingback: [Series] “Conflict of Love-11″ | YoongEXO

  3. Pingback: [Series] ‘Conflict of Love-10″ | YoongEXO

  4. Pingback: Conflict of Love-9 | YoongEXO

  5. Pingback: “Conflict of love-8″ | YoongEXO

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s