(Freelance) Oneshot : Am I Your Harley Quinn?

FYlLbtWk

 

Tittle : Am I Your Harley Quinn?

Author : Aegyorawr

Cast : Im YoonA – Kris Wu

Genre : Drama, Fantasi.

Length : Oneshot.

 

Langit gelap pulau Jeju menemani perjalanan pulang Yoona dan Sooyoung. Kedua gadis ini tak pernah sedikitpun memikirkan tentang cinta, mereka tak pernah sedikitpun memikirkan lelaki. Mereka berdua bisa dikatakan gadis yang hampir mendekati sempurna, tak sedikit lelaki yang ingin menjadi pendamping hidup mereka. Dengan umur yang bisa di katakan sudah cukup matang untuk menjalin sebuah hubungan serius, Yoona dan Sooyoung malah sibuk dengan pekerjaannya.

“Soo…” Suara Yoona menghamburkan bayangan Sooyoung. Sooyoung yang tengah asik dengan headphone-nya mengalihkan pandangannya pada Yoona. “Hmm..” Yoona menggaruk kepalanya seakan memikirkan sesuatu. “Sampai kapan kita seperti ini?” Sooyoung mengangkat sebelah alisnya seolah tak mengerti dengan ucapan Yoona. “Kau tau maksudku Soo.” Sooyoung mengangkat bahunya. Yoona dan Sooyoung kembali pada kesibukannya masing-masing. Tak ada yang membuka suara mereka hanyut dalam imajinasi mereka masing-masing.

Yoona dan Sooyoung bukan tak menyukai pria, hanya saja mereka masih sedikit enggan memulai hubungan yang baru. Masa lalu mereka tak bisa dikatakan indah, dalam kata lain mereka sedikit trauma untuk menjalin cinta dengan seorang lelaki.

Yoona masih teringat jelas bagaimana mantan kekasihnya menyakitinya, Yoona masih teringat jelas bagaimana mantan kekasihnya memperlakukannya, Yoona masih teringat jelas bagaimana cinta yang Yoona berikan tak pernah bermakna sedikitpun bagi Luhan-mantan kekasihnya- Yoona tau ia jauh dari kata wanita cantik, Ia jauh dari kata seksi, Ia jauh dari kata sempurna. Yoona tak bisa membenci Luhan, entah karena Ia terlalu mencintai Luhan atau memang Yoona terlahir dengan hati malaikat. Seberapa kasar Luhan memperlakukan Yoona, Ia masih saja selalu memberikan senyuman tulus untuk Luhan saat mereka bertemu. Dalam cerita cinta Yoona dan Luhan entah siapa yang meninggalkan siapa, semuanya berubah dengan sangat singkat. Hari dimana Yoona seharusnya bahagia, hari dimana seharusnya Luhan menjadikan Yoona seorang putri malah berbalik bagaikan boomerang untuk Yoona. Yoona menemukan Luhan dengan wanita lain, dan Luhan tak berniat sedikitpun untuk menahan Yoona lebih kuat lagi seakan Luhan memang sudah ingin berpisah dengan Yoona. Tak ada kata putus, tak ada kata kata dimana hubungan ini harus di akhiri dan dari sana Yoona sudah cukup mengenal cinta, cinta itu sangat menyakitkan, baginya.

Kini 4 tahun telah berlalu, selama 4 tahun Yoona tak pernah menjalin hubungan dengan lelaki lain sementara Luhan sudah berganti wanita entah untuk berapa kali dan Yoona tak ingin repot-repot memikirkan itu.  Yoona tak bisa seperti ini, dimana orang tuanya selalu bertanya “Sampai kapan kau akan sendiri?” “Mana pacarmu?” dan pertanyaan-pertanyaan lainnya. Yoona bosan dengan semua pertanyaan itu, hingga akhirnya Ia berniat untuk membuka hatinya untuk seseorang yang baru.

Kris, lelaki yang di kenal Yoona akhir-akhir ini menarik sedikit perhatian Yoona. Awalnya Kris selalu menceritakan mantan kekasihnya, dimana Yoona merasa posisi Kris yang di alaminya saat ini sama dengan posisinya 4 tahun lalu. Yoona pada awalnya hanya menganggap Kris seseorang yang asik di ajak berbicara, dalam kata lain Yoona hanya menganggap Kris hanya teman bicara. Kris banyak mencurahkan isi hatinya, kesakitan hatinya yang di tinggalkan kekasihnya untuk seseorang yang lebih dari Kris. Kris tak pernah menyalahkan siapa-siapa dia hanya sedang berada di bawahnya bumi, dimana seseorang merasa Ia lah yang paling tersakiti. Tak pernah sedikitpun Yoona memikirkan akan Kris, atau Yoona yang akan mencintai Kris sampai Sooyoung menceritakan sesuatu yang sedikitnya bisa di tebak olehnya.

“Kemarin Kris menemuiku, dia menanyakan tentangmu. Aku bilang saja kau sudah punya pacar.” Yoona terdiam, ketika seorang lelaki bertanya tentang siapa pacar seorang wanita itu artinya sedikitnya lelaki itu menaruh sedikit perhatian pada wanita itu, begitulah pikiran Yoona.

“Apa dia menyukaiku?” Yoona bertanya dengan sedikit ragu-ragu. “Aku kira begitu. Bagaimana denganmu? Akhir-akhir ini kalian sedang dekat bukan?” Yoona mengangkat bahunya.

Yoona memang ingin membuka hatinya tapi hatinya tak pernah sepenuhnya menyetujui Kris. Yoona tau ia memang menyukai Kris tapi ada satu bagian di dalam diri Yoona yang tak menyetujui itu.

Semakin lama Kris semakin memperlihatkan perhatiannya pada Yoona, Yoona suka bagaimana cara Kris membuat Yoona merasa menjadi  special. Yoona suka cara Kris mendekatinya, Yoona suka semua yang di lakukan Kris hingga akhirnya Yoona sadar bahwa Ia memang telah jatuh pada pesona Kris. Yoona mencintai Kris.

Yoona tau ini terlalu cepat, Yoona tau ia tak seharusnya mencintai Kris secepat ini. Ini tak benar bagi dirinya tapi di sisi lain Yoona memang benar-benar jatuh hati pada Kris. Yoona tak suka bertele-tele itu mengapa Ia dengan tak tau malunya menerima Kris yang menyatakan bahwa Kris menyukai Yoona.

Di awal hubungan Yoona dan Kris berjalan selayaknya pasangan kekasih lain. Kris sangat pandai membuat Yoona tersenyum, Kris sangat ahli membuat Yoona bahagia hingga membuat Yoona benar-benar mencintai Kris. Keluarga Yoona memang tak bisa disebut keluarga yang baik-baik saja, Ia termasuk anak ‘Broken Home’ Ia tak terlalu banyak berharap pada keluarganya terlebih ayahnya, hubungannya dengan ayahnya tak bisa di katakan baik. Yoona sedikitnya menyalahkan ayahnya atas kematian Ibunya. Dan Yoona sedikitnya membenci seorang wanita yang saat ini bersanding dengan Ayahnya menjabat sebagai seorang istri dan ibu-tiri untuk Yoona. Yoona menemukan sisi lain dari Kris, Yoona merasa Kris seperti Kakak yang bisa melindunginya, menjadi Ayah yang menyayanginya begitulah pikiran Yoona saat ini pada Kris. Yoona benar-benar berharap penuh pada Kris. Yoona benar-benar telah memberikan seluruh hatinya pada Kris.

Hari demi hari Yoona jalani bersama Kris, semua baik-baik saja pada awalnya sampai Kris mulai membuat Yoona sedikit merasakan ragu. Kris pernah salah memanggil namanya, Kris memanggil Yoona dengan sebutan “Tiff.” Tiffany, mantan kekasih Kris yang pernah Kris ceritakan pada Yoona. Yoona tau Kris benar-benar mencintai Tiffany, Yoona tau Kris dan Tiffany sudah lama menjalin cinta hingga sedikitnya Yoona berfikir bahwa Ia hanya dijadikan pilihan terakhir Kris. Yoona merasakan hatinya sedikit sakit, setelah sekian lama hatinya tertutup, luka yang dulu pernah Luhan buat kini mulai terbuka lagi saat Yoona merasa bahwa Kris masih benar-benar mencintai Tiffany.

Yoona tak jarang bertanya pada Kris, apakah Kris benar-benar mencintai Yoona. Dan dengan bodohnya Yoona selalu percaya dengan apa yang di ucapkan Kris. “Aku memang belum melupakan Tiffany seutuhnya, tapi aku mencintaimu.” Kurang lebihnya itulah kata-kata yang selalu keluar dari mulut Kris.

Yoona mencoba mengacuhkan keraguan hatinya, Ia meyakinkan hatinya bahwa suatu saat nanti Kris akan mencintainya. Yoona tak suka terlihat lemah, Yoona tak suka di pandang rapuh, Yoona tak ingin seorangpun mengetahui dirinya yang sedang merasakan satu rasa yang disebut patah hati. Yoona telah terbiasa bersikap pura-pura, pura-pura menyukai apa yang di katakan orang-orang di sekelilingnya. Yoona tak ingin mengecewakan orang-orang di sekitarnya terlebih lagi Yoona merasa bahwa dirinya tak berhak untuk bersedih. Yoona merasa tak begitu pantas untuk menangis. Entah karena apa, Yoona selalu tak membiarkan air matanya jatuh di depan orang banyak.

Walau Kris selalu berlaku baik pada Yoona, namun tetap saja Yoona merasa Kris tidak benar-benar mencintai Yoona. Yoona merasa Ia telah salah menitipkan hatinya pada Kris, pada orang yang tak benar-benar mengharapkannya. Yoona mengutuk dirinya yang dengan mudahnya jatuh cinta pada Kris. Yoona mengutuk kebodohannya yang telah benar-benar percaya pada Kris namun disisi lain Yoona memang benar-benar mencintai Kris. Bagai tokoh di dalam sebuah novel yang berharap jalan cerita cintanya akan berakhir bahagia Yoona menjalani hari-harinya bersama Kris seperti tak ada sedikitpun keraguan pada Kris. Lagi-lagi Yoona selalu mencoba berpura-pura. Mungkin semua akan baik-baik saja pada akhirnya, pikirnya.

 

“Kau tau cerita Joker dan Harley Quinn?” Yoona mengerutkan dahinya seakan tak mengerti dengan pertanyaan Kris. Kris mengambil ponselnya, Yoona memperhatikan setiap pergerakan tangan Kris. Gambar seorang lelaki dan seorang perempuan yang tak bisa disebut indah melainkan seram terpampang jelas di layar ponsel milik Kris.

“Joker adalah musuh dari Batman, dia hanya manusia biasa namun dia bisa dikatakan gila. Singkatnya Ia di kurung di dalam rumah sakit jiwa dan bertemu dengan psikiater wanita bernama Harleen Quenzel. Harleen yang jatuh cinta pada Joker karena Joker selalu membuatnya tersenyum berubah menjadi seorang Harley Quinn yang rela melakukan apapun untuk Joker, termasuk membantu untuk membunuh Batman.” Kris dengan serius menceritakan setiap bagian-bagian yang Ia tahu tentang Joker dan Harley Quinn. Dan Yoona masih setia mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulut Kris tanpa berniat memotong Kris.

“Harley Quinn sebenarnya tak pernah mendapatkan perlakuan istimewa dari Joker, Ia malah seringkali di tendang oleh Joker. Namun karena rasa cintanya pada Joker Ia tak pernah mempermasalahkan itu.”

“Apa Joker mencintai Harley?”

“Aku tidak tau, kamu baca ini.” Kris menunjukan satu baris kalimat yang ada di dalam layar ponselnya “He using her.” Yoona membaca tulisan itu dengan sedikit rasa sakit dan pikirannya mulai tak bisa di katakan baik-baik saja.

“Joker hanya memperalat Harley, tapi Harley benar-benar mencintai Joker. Aku benar-benar menyukai tokoh Joker disini, kau mau menjadi Harley Quinn Yoong?”

DEG! Hati Yoona benar-benar tak baik, Ia seperti sebuah barang yang di lemparkan tinggi ke langit dan perlahan akan jatuh ke permukaan tanah dengan kerasnya kemudian hancur tanpa bisa di satukan kembali.

Saat ini yang ada di dalam pikiran Yoona adalah, apakah Ia merasakan posisi seperti Harley Quinn atau Kris memang seolah-olah memberi tau bahwa Yoona hanya alat bagi Kris. Kris adalah Joker dan Yoona adalah Harley. Sama seperti apa yang dilakukan Joker pada Harley “He using her.” Kris pada Yoona tampak tak jauh beda di pikiran Yoona. Kris mungkin hanya memanfaatkan Yoona, Kris mungkin menganggap Yoona sebagai seseorang yang bisa menemaninya disaat Ia kesepian. Kris mungkin tak pernah mencintai Yoona. Dan mungkin selamanya Yoona hanya akan menjadi bayang-bayang di hidup Kris sama seperti Harley di kehidupan Joker.  Yoona masih berharap jalan ceritanya tak seburuk itu. Yoona masih berharap Joker akan mencintai Harley.

“Dan akhirnya Joker merasa Ia mencintai Harley……” Kris melanjutkan ceritanya.

“Apa mereka hidup bahagia?” Kris tersenyum dan Yoona tak tau apa arti dari senyuman Kris.

“Joker mencoba membunuh Harley karena Joker merasa Ia mencintai Harley, Joker sepertinya tidak ingin mencintai Harley.”

Dan di akhir cerita Joker dan Harley Yoona benar-benar merasa bahwa Kris memang tidak secara langsung memberi tahunya bahwa Ia tak akan bisa mencintai Yoona, dan Yoona tak akan bisa memiliki Kris seutuhnya. Yoona memang berada di sekitar Kris tapi hati Kris jauh pergi bersama bayang-bayang Tiffany.

===== FIN =====

 

BAHAHAHHAHA random banget yah, maaf maklumin aja FF 3 jam :[

29 thoughts on “(Freelance) Oneshot : Am I Your Harley Quinn?

  1. Aku aku deg-deg an, aku kira kris bakal bunuh yoona eonni
    Bikin sequel thor
    Bikin yoona eonni bahagia
    Keep writing

  2. Sedih thor kalau emang kris gakk mencintai yoona eonnie dgn tulus yaudah jngn pura2 ygg adaa bikin luka lm terluka lg malah lukanya makin membesar hiks kesian yoona eonnie😥

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s