(Freelance) Really Love Me? (Chapter 3)

really-love-me1

 

 

Tittle               :  Really love me?

Author            :  MuziDH

Cast                 :  Oh Sehun, Im Yoona

Other cast      :  find by yourself

Genre              :  Romance, school life

Rating             :  PG 15+ (maybe)

Length            :  Multichapter

A/N                 : Karna ini school life jadi kebanyakan latar tempat nya disekolah ya

maaf jessica aku buat jahat hihi

 

 

 

Review

“HEY IM YOONA KAU JANGAN BERANI MENDEKATI SEHUN LAGI!!”. Terdengar suara jessica dibelakang meja mereka berdua.

“wow mantan dan calon yeojachingumu memperebutkanmu sehun-ah” ujar chanyeol. Sehun langsung berdiri dari bangkunya.

 

+++

“mian sunbae aku hanya berteman saja karna ia teman sekelasku”. Jawab yoona dengan sopan sambil menundukan badannya.

“TAPI TADI AKU MELIHAT KAU DAN SE..”.Teriakan jessica terpotong karna sehun langsung menariknya dan membawa jessica pergi. Sedangkan yoona ia terpaku dengan kejadian didepannya tadi entah kenapa hatinya sakit melihat sehun yang menarik tangan jessica. Seluruh pasang mata di kantin memandangnya ini sangat memalukan pikirnya yoona pun langsung melesat pergi sambil menahan tangisnya diikuti hyoyeon dibelakangnya.

Sehun menarik jessica menuju lorong yang sepi lalu menghempaskan punggung  jessica hingga membentur tembok yang dingin itu.

“sunbae dengarkan aku!!”. ujar sehun “sehun kau sungguh tidak sopan”. Jawab jessica.

“untuk apa aku sopan pada perempuan sepertimu”. Jawab sehun sarkatis.

“sehun kau masih mencintaiku kan? Aku menyesal memutuskanmu ternyata kris hanya menjadikanku bahan taruhan saja” ucap jessica.

“cckk… dulu aku memang mencintaimu tapi sekarang rasa itu sudah tergantikan oleh rasa benciku, kau memang perempuan murahan!!”. Bentak sehun.

“APA KAU BILANG?!!”. Teriak jessica.

“apa kau tuli sunbae? Aku bilang kau perempuan murahan”. Ucapnya berbisik sehun pun langsung meninggalkan jessica. Saat baru beberapa langkah “dan satu lagi jika kau melakukan sesuatu pada yoona aku akan melakukan sesuatu padamu lebih dari apa yang kau lakukan padanya”. Ucap sehun tanpa melihat lawan bicaranya atau hanya sekedar menoleh ke belakang pun tidak, ia pun langsung melanjutkan langkahnya. Sedangkan jessica mempunyai pertanyaan didalam benaknya yaitu ‘apa hubungan sehun dengan yoona? Kenapa sehun seperti itu terhadap yoona?’ dan masih banyak lagi.

 

+++

Bel pulang tiba yoona berjalan keluar gerbang dengan lemas ia memikirkan bagaimana nanti kalau ia dicemooh oleh semua fans sehun karna saat dikantin tadi semua yeoja menatapnya sinis. Dan saat ia sudah sampai didepan gerbang ia melihat luhan yang sedang menggoda siswi siswi namun semua mengabaikannya yoona pun terkekeh dan menghampiri oppa nya.

“oppa apa yang sedang kau lakukan?”. Tanya yoona.

“tentu saja menunggumu yoong”. Jawab luhan. “tumben sekali kau pulang lebih cepat dariku? Dan kau malah menggoda para yeoja aku tau semua yeoja disekolahku memang cantik termasuk diriku oppa”. Ujar yoona sambil mempautkan kedua tangannya dan memejamkan mata, saat yoona membuka mata nya ia kaget luhan menghilang.

“yoong cepat masuk jangan mengobrol sendiri menakutkan saja kkkk”. Kekeh luhan dari dalam mobil.

“bukankah tadi luhan oppa berada didepanku? Jangan jangan tadi aku mengobrol dengan hantu hihi ah sudahlah”. Ujar yoona pada dirinya sendiri yoona pun langsung masuk ke dalam mobil. Sebenarnya tadi itu bukan hantu saat yoona sedang berbicara sambil menutup matanya luhan langsung masuk ke dalam mobilnya namja ini memang jahil.

Di dalam mobil yoona hanya diam saja karna ingat lagi dengan kejadian tadi dikantin sekolah. “tumben sekali kau tidak berisik yoong?”. Tanya luhan namun diabaikan oleh yoona. “baiklah tidak usah dijawab yoong karna oppa mahluk ghaib uggh”. Lanjut luhan lagi.

Mereka sudah sampai di rumah dan yoona langsung keluar dari mobil tanpa mengucapkan sepatah kata pun biasanya yeoja itu mengoceh tidak jelas saat keluar mobil namun sekarang berbeda. “ada apa dengan anak itu?”. Gumam luhan.

Luhan sedang bersantai ria di sofa nya sambil membaca sebuah majalah otomotif “uhh membosankan tumben sekali anak itu tidak keluar kamar sedari tadi”. Gumam luhan. “ah aku lapar aku akan memesan pizza”. Gumamnya lagi lalu menelepon pizza delivery.

“yoong apa kau mau pizza? Oppa sudah membelinya”. Ujar luhan sambil mengetuk pintu kamar yoona.

“aku sedang tidak ingin bercanda oppa”. Teriak yoona dari dalam.

“yasudah kalau tidak mau oppa akan makan sendiri”

“silahkan saja”. Teriak yoona dari dalam lagi.

Setelah puas bergalau di kamarnya yoona pun menjadi lapar(?) ia pergi menuju meja makan, tidak ada apapun disana hanya ada sebungkus kotak pizza namun bungkusnya saja, ya bungkusnya. yoona pun langsung melesat menuju oppa nya

“yakk!! Oppa kau makan pizza tidak mengajakku”. Teriak yoona didepan luhan yang sedang menonton tv.

“heuh aku sudah menawarimu tapi kau malah menganggapku bercanda, yasudah aku habiskan sendiri”. Jawab luhan dengan santainya.

“oppa aku lapar”. Ujar yoona mempoutkan bibirnya.

“ya kau tinggal makan saja yoong”. Ujar luhan.

“apa kau tega oppa hanya menyediakan bungkus pizza itu”. Ujar yoona dengan wajah yang sangat menyedihkan.

“ah mian yoong kau masak sendiri saja ya”. jawab luhan

“oke baiklah”. Yoona pun langsung pergi meuju dapur. “tumben sekali dia tidak melawan mungkin dia sedang pms, ah sudahlah”. Gumam luhan

Setelah selesai makan ramen, ya karna di lemari makanannya hanya ramen ya sudahlah karna ia sangat lapar. Yoona kembali ke kamarnya dan ia memutuskan untuk bermain dengan laptopnya fangirling idolanya ya karna hanya fangirling lah ia bisa melupakan kegalauan (bener kaga? wkwk) namun ternyata itu tidak berhasil yoona tetap saja mengingat hal tadi ia berguling guling tidak karuan diatas kasurnya karna ia berguling terlalu kencang dan akhirnya yoona terjatuh dari kasur.

“uggh appo”. Keluh yoona sambil memegang pantatya. “kenapa aku berguling guling tidak jelas?!! Ini karna kau oh sehun sialan paboya!!!”. Lanjutnya lagi sambil sedikit berteriak frustasi mengacak kasurnya(?).

+++

Malam hari tiba yoona keluar dari kamarnya dan oppanya masih saja bermalas malasan di sofa yoona pun menghampiri luhan. “yak oppa apa kau tidak lelah hanya bersantai santai sambil membaca majalah itu?!!” “dimana mana bersantai itu mengasikan yoong”. Jawab luhan masih tetap membaca majalahnya. “tapi mataku bosan melihatmu seperti itu oppa”. Balas yoona. “baiklah oppa sudah selesai membaca majalah ini tolong kau kembalikan pada sehun yoong”

“MWO?!! Jadi majalah ini bukan milikmu? Kau sungguh tidak bermodal oppa, aku tidak mau!”. Ujar yoona melipatkan tangannya didada.

“oppa akan memasak makan malam dan tidak akan memberikan makanan padamu jika kau tidak menuruti perintahku yoong haha”.jawab luhan meleletkan lidahnya.

“baiklah baiklah aku akan menurutimu oppa”. Balas yoona daripada ia tidak makan malam yasudahlah.

Yoona pun membuka pagar rumahnya dan berjalan menuju rumah sehun disebelah rumahnya ternyata pagar rumah sehun tidak dikunci ia pun langsung masuk saja. Yoona mengetuk pintu rumah sehun namun tidak ada jawaban apapun dari dalam ia pun mengetuk lagi namun tetap saja tidak ada jawaban, sekarang kesabarannya sudah diujung tanduk “YAKK OH SEHUN CEPAT BUKA PINTU JIKA TIDAK AKU AKAN MEMBUANG MAJALAHMU INI!!!”. Teriak yoona sambil menggedor gedor pintu rumah sehun.

Dan akhirnya pintu terbuka namun yang keluar adalah seorang yeoja paruh baya  yang memakai celemeknya saat yoona akan memaki orang itu langsung ia urungkan “ahh maafkan aku ahjumma, apa sehun ada?” ujar yoona dengan cengirannya. “nuguseyo?”. Tanya wanita itu. “Im yoona imnida teman sehun” jawab yoona sambil menunduk 90 derajat. “ahh silahkan masuk sehun ada dikamarnya”. Ujar wanita itu ramah. “terimakasih ahjumma”. Ujar yoona menundukan badannya.

Yoona pun memasuki rumah sehun dan mencari dimana kamar sehun akhirnya ia menemuka pintu dengan tulisan ‘oh sehun’ yoona hanya terkekeh “seperti anak tk saja”. Gumam yoona. Yoona pun mengetuk pintu kamar itu “masuk”. Jawab sehun dari dalam. Yoona membuka pintunya dan memasuki kamar sehun namun tak ada seorangpun didalam “hoi oh sehun eoddiga?”. Gumam yoona dan keluarlah sehun dari kamar mandi didalam kamarnya dengan handuk yang hanya menutup bagian bawahnya. Yoona melototkan matanya dan langsung berlari keluar kamar lalu langsung bersandar didepan pintu sambil memegangi dadanya yang berdetak sangat cepat.

“yak! Kembalikan majalahku!!”. Teriak sehun dari dalam. Asish kenapa tadi aku tidak langsung simpan saja majalah ini paboya ucap yoona dalam hati. “kenapa kau tau aku akan mengembalikan majalahmu?” teriak yoona dari luar. “karna aku mendengar teriakanmu tadi saat diluar rumah”. Jawab sehun. “kenapa kau tidak membukannya dan malah ibumu yang membukanya?!!”

“karna aku sedang mandi bodoh!!”

“aissh cepatlah pakai bajumu!!”

“kau terus mengajakku bicara bodoh”

“aku tidak bodoh pabo!!”

“kau membuatku bingung bodoh”

“aissh aku menyerah”. Ujar yoona menyandarkan punggungnya pada pintu kamar sehun. tanpa yoona sadari sehun membuka pintu kamarnya dan inilah yang terjadi yoona terjungkal kebelakang dan punggungnya siap membentur lantai yang sangat empuk Itu namun untungnya sehun menangkap yoona dengan cepat mereka bertatapan cukup lama dan akhinya yoona lah yang memotong eye contact antara mereka lebih dulu.

“yak! Kenapa kau tiba tiba membuka pintu?!!”. maki yoona.

“kenapa kau malah bersandar didepan pintu kamarku? Itu bukan salahku!!”

“seharusnya kau bilang lebih dulu sebelum membuka pintu mu bodoh!!”

“kau lebih bodoh!!”

“aku bisa gila!!”. Teriak yoona frustasi.

“kau memang sudah gila”. Jawab sehun.

Saat yoona akan membalas perkataan sehun tiba tiba datanglah nyonya oh “ada apa sehun-ah? Apa terjadi sesuatu?”

“ahh aniyo eomma kita sedang latihan debat untuk test nanti”. Jawab sehun dengan cengirannya.

“apakah benar yoona-ssi?”. Tanya eomma sehun pada yoona.

“ah itu tidak….” jawaban yoona terpotong karna sehun menginjak kakinya. “ah maksudku benar ahjumma kita sedang berlatih hihi”. Lanjut yoona dengan senyuman dipaksakan.

“baiklah kalo begitu lanjutkan latihan kalian” nyonya oh pun kembali ke dapur sehun dan yoona bernafas lega.

“itu salah kau Kenapa kau harus berteriak”. Ujar sehun dengan sedikit berbisik. “kau juga membalas dengan berteriak”. Jawab yoona dengan berbisik juga. Saat yoona akan membisikan sesuatu pada sehun dan ternyata sehun juga akan membisikan sesuatu pada yoona dan jadilah mereka bertatapan, keheningan menjalar di kamar sehun, keheningan itu pecah oleh suara nyonya oh dan mereka kembali sadar(?) “sehun-ah makan malam sudah siap cepat turun dan ajak yoona juga”. Teriak nyonya oh dari ruang makan.

Sehun mengusap tekuk lehernya “kajja”. Ajak sehun “ah tidak usah aku makan dirumah saja” ujar yoona dan langsung pergi disusul sehun dibelakangnya dengan menggerutu “yeoja keras kepala”. Saat yoona melewati ruang tengah dan disana ada nyonya oh “yoona-ssi kajja makan malam bersama kami”. Tawar nyonya oh. “ah terimakasih ahjumma tidak usah”. Jawab yoona. “ehh kemarilah” ucap nyonya oh sambil menarik yoona ke ruang makan. “ah baiklah”.jawab yoona dengan ramah ia tidak mungkin menolak karna nyonya oh sudah terlanjur menariknya “apa ku bilang”.  Ujar sehun pelan dan yoona hanya mengkerutkan wajahnya.

Suasana diruang makan rumah sehun sangat hangat karna  mereka saling bercanda gurau “ah ahjumma sepertinya kakakku jamuran menungguku, biarkan sajalah hihi” “memangnya siapa nama kakakmu?”

“luhan, im luhan”. Jawab yoona, “mwo?!! Im luhan? Teman kecilmu sehun-ah?”.tanya nyonya oh pada sehun. “nde eomma”. Jawab sehun. “ohh ternyata dunia ini sangat sempit”. Ujar tuan oh. “yak yoona-ya kau adalah perempuan pertama yang memasuki kamar sehun selain diriku”. Ujar nyonya oh. “ah jinjja?!! Padahal disekolah dia sering menggoda siswi siswi uhh”. Cibir yoona sedangkan sehun yang sedang menjadi bahan pembicaraan hanya bisa menggerutu dalam hati “rumahmu dimana yoona-ya?”. Tanya tuan oh. “disebelah rumah ini hihi”. Jawab yoona. “ahh jadi tetangga baru itu kau yoona-ya?”. Tanya nyonya oh. “ah nde ahjumma”. Jawab yoona. “ah ahjumma sebearnya tadi itu kami tidak sedang latihan debat, sehun menginjak kaki ku dia menyuruhku untuk berbohong mianhae ahjumma”. Lanjut yoona lagi. “tenang saja,aku sudah tau”. Jawab nyonya oh.

“IYE??!!”. Ujar sehun dan yoona berbarengan.

“kita juga pernah mengalami masa seperti kalian, benar kan yeobo?”. Ujar nyonya oh pada tuan oh disebelahnya sehun dan yoona hanya bisa menggerutu tidak jelas.

Makan malam yoona dirumah sehun selesai “terimakasih ahjussi ahjumma atas makan malamnya, makan malamnya sangat enak”. Ujar yoona sambil membungkukkan badannya. “ah tenang saja, yoona-ya lain kali makan bersama kami lagi eoh”. Ucap nyonya oh. “baik ahjumma, aku pulang dulu ahjussi ahjumma annyeong”. Ujar yoona lalu pulang ke rumahnya disebelah.

“sehun-ah lain kali ajak yoona lagi eoh, dia tipe orang yang hangat eomma menyukainya kapan kalian berpacaran?”. Ujar nyonya oh yang berhasil membuat sehun hampir terjungkal kesamping(?) “eomma kami saja baru kenal beberapa minggu yang lalu”. Jawab sehun. “aishh sehun-ah eomma juga pernah muda”. Ucap nyonya oh. “ah terserah kau sajalah eomma” ujar sehun langsung memasuki kamarnya. “mereka sangat cocok”. Gumam nyonya oh.

Sedangkan dirumah yoona “aku pulang”. Ujar yoona saat memasuki rumahnya. “yak im yoona kenapa kau sangat lama?! Jadi makanan oppa habiskan saja”. Ujar luhan.

“habiskan saja oppa asal jangan sampai kau makan dengan piring piringnya juga karna kau bukan debus, aku sudah makan dirumah sehun tadi”. Oces yoona meleletkan lidahnya.

“yak!! Aisshh awas kau yoong”. Gerutu luhan. “kau mau apa oppa? Aku tidak takut hahaha annyeong”. Yoona pun melesat ke kamarnya.

Setelah selesai membersihkan dirinya yoona pun beranjak tidur dan sepertinya ia melupakan kegelisahan hatinya saat siang tadi dan yoona pun terlelap menuju alam mimpinya.

+++

Keesokan harinya saat jam 5.50 pagi yoona sudah siap pergi sekolah luhan yang baru saja bangun dari tidurnya._. kaget melihat yoona yang sudah siap berangkat sekolah “tumben sekali anak itu sudah siap sekolah sepagi ini”. Gumam luhan. “kenapa dia sangat bersemangat sekali padahal kemarin dia seperti orang gila ah mungkin dia memang gila”. Gumam luhan lagi sambil memandangi yoona yang sangat bersemangat melebihi semangat para tentara korea dalam  bertempur.

“selamat pagi oppa aku pergi lebih dulu, annyeong”. Ucap yoona dengan semangat sambil melambaikan tangannya.

“kenapa dia aneh sekali? Kenapa aku mempunyai adik seperti dia? Kenapa aku berbicara sendiri? Aissh ini konyol aku kan akan pergi mandi, kenapa….aissh sudahlah”. Gumam luhan yang menyebut adiknya aneh padahal dirinya sendiri pun aneh dan luhan pun bergegas mandi.

Yoona berjalan melewati koridor sekolah dengan tersenyum riang tak lupa juga menyapa teman temannya dan para sunbaenya padahal sekolah masih sepi jadi yoona menyapa siapa? Entahlah….(?) yoona kira dia yang datang pertama dikelasnya namun ternyata sudah ada sehun yang sedang berselca didepan jendela kelas mungkin itu agar ia terlihat lebih putih dan menawan seperti selebriti di iklan iklan cosmetic(?) okay lupakan kembali pada yoona, ia pun terkekeh ternyata namja seperti sehun bisa berselca seperti itu yoona pun diam diam menghampiri sehun dan ikut bergaya dibelakangnya dengan gaya cute nya im yoona.

“yak! Im yoona bila kau ingin berfoto denganku bilang saja tidak usah menjadi penampakan dalam selca ku yang menakjubkan ini”

“berhenti menganggap dirimu menakjubkan bahkan kulkasku lebih menakjubkan karna terdapat banyak makanan”. Balas yoona padahal di kulkasnya itu kosong.

“aku tidak percaya”. Ucap sehun menggelengkan kepalanya.

“kalau kau tidak percaya datang saja kerumahku!”

“untuk apa aku datang ke rumahmu?!”

“tentu saja untuk membuktikan ucapanku”

“baiklah baik aku terpaksa datang kerumahmu kali ini”. Jawab sehun sebenarnya sehun tidak terpaksa karna ia ingin memakan cemilan gratis dirumah yoona. Sedangkan yoona menatap sehun sinis dan sehun juga membalas dengan tatapan sinis juga saat mereka sedang bergelut dengan mata mereka(?) chanyeol pun muncul dengan siulan yang terdengar sangat memaksakan mungkin itu karna ia tidak bisa bersiul, miris sekali….

“upss sepertinya aku mengganggu kalian tenang saja hanya menyimpan tas ku dan kembali keluar”. Ujar chanyeol dan langsung saja sehun dan yoona mengalihkan tatapan sinisnya pada chanyeol. Chanyeol yang bingung harus melakukan apa hanya bisa menampilkan cengiranya “ah maaf sepertinya aku salah bicara”.gumam chanyeol lagi yang langsung kocar kacir tidak karuan dan pergi entah kemana.

Yoona pun duduk di bangkunya dan sehun keluar mungkin menyusul chanyeol entah akan diapakan si chanyeol itu aku juga tidak tahu(?) namun sehun bukan menyusul chanyeol melainkan pergi ke kamar mandi karena saat sekian lama ia bertatapan dengan yoona tadi ternyata sehun sedang menahan pipisnya(?) tiba tiba terdengar suara siulan seperti siulan chanyeol tadi disebelahnya

“aissh kenapa aku tidak bisa bersiul memalukan sekali” gumam orang itu dan sehun semakin yakin kalau orang itu chanyeol

“hoi park chanyeol kau sedang apa?”. Teriak sehun yang sudah memakai celananya.

Chanyeol yang sudah tau itu suara sehun pun menjawab “menurutmu aku sedang apa?!” dan chanyeol malah balik bertanya. “menurutku kau sedang…aissh menjijkan cepatlah ayo ambil makanan di kantin dan pergi keatap tenang kita bayar kapan kapan saja”. Jawab sehun sedikit berteriak.

“aku tidak mau kita sudah 4 kali tidak bayar”

“tenang saja ahjumma itu sudah lupa”

“ah baiklah kajja”. Jawab chanyeol. “jangan lupa kau sleting celanamu”. Ujar sehun. “kenapa kau tau aku lupa menyeleting celanaku?”. Tanya chanyeol. “aku selalu melihat sletingmu terbuka saat keluar dari kamar mandi”. Jawab sehun dengan santainya.

“yakk kenapa kau tidak memberitahuku?!!”. Ucap chanyeol

“aku kira kau sengaja membukannya”

“YAK!!”

“ayolah berbicara diluar saja”. Ujar sehun. Lalu sehun dan chanyeol pun keluar bersamaan dari dalam kamar mandi.

Sehun dan chanyeol memasuki kantin dan sehun melihat yoona sedang makan bersama hyoyeon lalu sehun menghambpiri meja mereka dan tanpa permisi ia langsung duduk didepan yoona chanyeol pun mengikutinya dan duduk disebelah sehun.

“yak oh sehun apa yang kau lakukan disini?”. Tanya yoona menatap sehun sinis.

“ini tempat umum yoona-ah”. Jawab sehun. “sehun-ah tadi kau mengajakku makan diatap, kenapa malah disini bersama mereka lagi huh”. ujar chanyeol sambil menunjuk yoona dan hyoyeon didepannya.

“yak chanyeol-ah apa kau lupa aku sudah mentraktirmu 3 porsi jjangmyeon hah?!!”

“ah baiklah ampuni aku yoona-ya lain kali kau harus mentraktirku lagi eoh”. Ujar chanyeol yang tiba tiba memelas. “ehhm…sepertinya aku terlupakan disini”. Gumam hyoyeon. Yoona yang tersadar pun langsung menyangkalnya “ah maafkan aku hyoyeon, saranghaeyo”. Ujar yoona langsung memeluk hyoyeon. “aku hanya bercanda yoona-ya nado saranghaeyo”. Ujar hyoyeon membalas pelukan yoona. Sedangkan sehun dan chanyeol menatap aneh pada mereka. “kalian sangat aneh aku curiga dengan hubungan kalian”. Ujar chanyeol

“apa kalian berdua juga tidak aneh?!! Aku melihat kalian berdua keluar dari kamar mandi bersamaan!!”. Teriak hyoyeon. Sehun pun tersedak dan langsung meminum minuman milik yoona. “yak!!”. Teriak yoona. Sedangkan chanyeol panik ia langsung saja menutup mulut hyoyeon dengan tangannya hyoyeon pun langsung memberi perlawanan dan akhirnya tangan chanyeol terlepas darinya setelah ia menggigitnya, “singkirkan tangan besarmu dari kulitku yang halus ini”. Ujar hyoyeon. Chanyeol pun hanya bergumam tdak jelas.

“kalian berisik sekali dan kau chanyeol-ah kau telat menutup mulutnya”. Ujar sehun.

“apa saat kau berdebat dengan yoona tidak berisik eoh?!!”. Ujar chanyeol dan hyoyeon bersamaan. “kenapa kalian membawa bawaku”. Ucap yoona tidak setuju sedangkan chanyeol dan hyoyeon berdebat lagi saling menuduh kau yang mengikuti kata kataku, untuk apa aku mengikuti kata katamu ahhh dan apapun itu.

“kalian berisik sekali sebaiknya berdebat ditempat lain!!, mengganggu saja”. Teriak salah seorang ahjumma dikantin itu.

“baiklah ahjumma kami akan pergi, kajja”. Jawab chanyeol dan mereka berempat pun berdiri untuk meninggalkan kantin.

“dan kau chanyeol-ah jangan lupa kau bayar hutang padaku”. Teriak ahjumma itu lagi. “sehun-ah ternyata ahjumma itu masih mengingatnya”. Bisik chanyeol pada sehun. “entahlah”. Jawab sehun. “tapi kenapa dia tidak menyebut namamu?”. Tanya chanyeol. “entahlah”. Jawab sehun lagi. “apakah kau tdak ada jawaban selain entahlah?!!” “ehhm…entahlah”. jawab sehun mengedikan bahunya tidak peduli. “AISSH”

Mereka berempat pun bingung kehilangan arah dan tujuan(?) “chanyeol-ah kita keatap saja bagaimana?”. Tanya sehun. “tujuan awal kita kan keatap dan kenapa kau malah menghampiri meja mereka?!” “hehe maafkan aku”.ujar sehun. “bolehkah kami ikut?”. Ujar yoona dengang wajah berseri mengedipkan matanya. “tidak dengan dia”. Balas chanyeol sambil menunjuk hyoyeon. “kau menantangku lagi?!!”. ujar hyoyeon sedikit berteriak. “kalian jangan berdebat disini, teruskan perdebatan kalian diatap saja”. Ujar sehun. Mereka berempat pun pergi menuju atap.

Saat diatap yoona hanya memandangi pemandangan dari atas sana dan menikmati angin yang menerpa wajahnya. Sehun pun melihat apa yang dilakukan yoona langsung memnghampirinya “apa yang kau lakukan?”. Tanya sehun. “hanya menikmati angin yang menerpa wajahku”. Jawab yoona sambil memejamkan matanya menikmati angin itu. “ternyata dia sangat cantik”. Kata kata itu lolos begitu saja dari mulut seorang oh sehun. Yak apa yang kukatakan semoga dia tidak mendengarnya. “apa yang kau bilang?!!”. Tanya yoona dan ternyata yoona mendengarnya. “aku tidak bilang apapun”. Jawab sehun. “ah jinja?!! Aku mendengar kau bilang ternyata dia sangat cantik HAHA”. Ucap yoona. “kau jangan percaya diri dulu, maksudku perempuan yang disana itu”. Ujar sehun sambil menunjuk ke bawah. Yoona kira itu untuk dirinya apa ia salah berharap yang diucapkan sehun itu bohong. “apa kau mau menjadikannya sasaranmu?”. Tanya yoona. “kau tahu saja”

“kumohon sehun-ah berhentilah mempermainkan perempuan apa kau tau rasanya itu dipermainkan?”

“apa kau tau? Bahkan aku pernah dipermainkan oleh perempuan”. Yoona pun kaget ternyata seorang oh sehun pernah dipermainkan oleh seorang yeoja pasti yeoja itu sangat hebat dan satu hal yang entah kenapa itu menyakitkan bagi yoona yaitu pasti sehun sangat mencintai yeoja itu .

“dulu aku mengejar ngejarnya dan aku berhasil mendapatkannya namun ternyata ia diam diam berpacaran dengan seorang kris wu yang lebih kaya dariku setelah itu dia memutuskanku”. Cerita sehun.

“sepertinya perempuan itu sangat hebat sampai bisa mempermainkan seorang oh sehun”. Ujar yoona.

“dan apa kau tau siapa perempuan itu?” yoona pun hanya menggeleng.

“perempuan itu jessica jung” dan yoona pun langsung meralat kata katanya yang menyebut perempuan itu hebat setelah tau perempuan itu jessca sunbaenim.

“yoona-ah bolehkah kita berteman?”. Lanjut sehun. “tidak” dan wajah sehun pun langsung berubah masam “aku bercanda tentu saja boleh hehe”. Lanjut yoona. “jadi kita berteman?” dan yoona pun mengangguk sambil tersenyum. “tapi kau jangan menjahiliku lagi eoh”. Ucap yoona. “lihat saja nanti”. Jawab sehun dengan evil smile nya. “yak aku ralat, aku menolakmu menjadi temanku”. Ujar yoona. “tidak bisa diganggu gugat” “aissh kau menyebalkan sekali sehun-ah” dan perdebatan kecil pun terjadi. Tanpa mereka sadari seorang namja dibawah sana melihat mereka berdua dengan smirk diwajahnya.

“sehun-ah, yoona-ah kemarilah ada berita penting”. Teriak chanyeol. Mereka pun menghampiri chanyeol. “ada apa?”. Tanya yoona. “apa kalian tau? Aku dan hyoyeon sudah berbaikan dan memutuskan mejadi teman”. Jawab chanyeol. “apa ini yang kau sebut berita penting?”. Tanya yoona dengan wajah masamnya. “apa kalian tau? Aku dan yoona juga berteman, benar tidak?” yoona pun mengangguk dan mereka pun ber high five. “aku tidak percaya”. Ujar hyoyeon. “yak kau berani berbicara seperti itu hyoyeon-ah”. Ujar yoona dengan menatap tajam hyoyeon.

“aku bercanda yoona-ya hihi”. Ujar hyoyeon. “kalian tahu? 2 hari lagi sehun akan berulang tahun dan dia akan mentraktir kita ke bioskop”. Celetuk chanyeol. “ah jinja?!”. Ujar yoona. “yak chanyeol-ah kapan aku berbicara seperti itu?”. Ujar sehun tidak setuju. Sedangkan chanyeol hanya membalas dengan cengirannya. “jangan tersenyum sebaiknya kau berlatih bersiul dulu”. Dan wajah chanyeol pun berubah(?)

+++

Dua hari kemuadian mereka berempat sudah berada didepan bioskop, ini terjadi karna ucapan chanyeol yang menyesatkan padahal sebelumnya sehun tidak pernah berbicara akan traktir traktir atau apapun itu. Terjadi perdebatan antara mereka berempat sehun dan yoona ingin menonton DIVERGENT sedangkan chanyeol dan hyoyeon ingin menonton CAPTAIN AMERICAN dan jadilah mereka berpisah.

Yoona dan sehun memasuki studio saat beberapa menit kemudian film pun dimulai mereka sangat bersemangat sekali karna sama sama menyukai film action

“sehun-ah film ini sangat seru!!!”. Ucap yoona sambil memukul bahu sehun. “kau tidak usah memukulku yoona-ah”. Ujar sehun sambil memegangI bahunya. “sudahlah diam aku tidak ingin berdebat denganmu disini”. Balas yoona kembali fokus pada film. “kau yang memulainya huuh”. Gumam sehun. Sehun menatap wajah yoona entah kenapa hatiku bergetar saat melihatnya sama seperti saat aku melihat jessica namun itu dulu, im yoona sepertinya aku akan segera menjadikanmu milikku dan aku berjanji tidak akan pernah mempermainkanmu gumam sehun dalam hati lalu kembali fokus pada film.

Sehun dan yoona lebih dulu keluar dari studio lalu menunggu chanyeol dan hyoyeon saat sedang menunggu terdengar suara krubukk krubukk(?) dan ternyata itu suara perut yoona “aissh memalukan”. Gumam yoona. Sehun pun menahan tawa nya. “apa itu suara perutmu im yoona? kkk”. Tanya sehun sambil menahan tawa nya. Dan yoona pun dengan polosnya hanya mengangguk.

“HAHAHA…..”. Sehun pun langsung tertawa dengang ganasnya(?) “yak berhenti tertawa oh sehun!!” “kau itu lucu sekali kajja kita makan”. Ajak sehun. “tapi kau yang membayarnya”. Ujar yoona. “tentu saja, kajja” merekapun pergi menuju tempat makan dan melupakan chanyeol dan hyoyeon._.

Saat mereka sedang makan yoona pun mengeluarkan sebuah kotak “sehun-ah ini hadiah dariku”. Ujar yoona sambil menyodorkan hadiahnya “tumben sekali” “yasudah kalau kau tidak mau, kembalikan”. Ujar yoona. “tidak aku akan menerimanya tenang saja” tiba tiba ponsel sehun berdering ternyata ada pesan masuk yang berisi

Sehun-ah cepat datang dilapang biasa, jika kau tidak datang aku akan melakukan sesuatu pada yeoja barumu itu.

“im yoona kajja kau harus pulang, aku akan mengantarmu” “tapi ada apa?”. Tanya yoona. “akan kujelaskan besok, ppali”. Sehun pun langsung mengambil hadiah dari yoona dan pergi, yoona pun menyusul dbelakang sehun. “im yoona ppali!”. Ujar sehun ia pun menarik tangan yoona agar berjalan dengan cepat. Ada apa dengannya ujar yoona dalam hati.

Sehun sudah sampai didepan rumah yoona “terima kasih untuk hari ini sehun-ah”. Ujar yoona tersenyum. “sama sama, cepat masuk disini sangat dingin” “baiklah annyeong” setelah itu sehun kerumahnya dan meyimpan hadiah yoona di sembarang tempat lalu langsung melesat ke lapangan untuk menemui kris. Ia sangat panik bahkan ia pun menerobos lampu merah karna kris tidak akan bermain main dengan kata kata nya. Setelah sampai “ada apa kau menyuruhku kemari?”. Tanya sehun. “aku akan mengajakmu balapan kembali dengan taruhannya seorang im yoona”. Ujar kris dengan senyum sinisnya. “MWO?!! Untuk apa kau menjadikannya taruhan dia tidak ada hubungannya dalam permasalahan kita!!”. Marah sehun dengan menarik kerah baju kris. “tentu saja ada, karna menurutku kau mencintainnya” ujar kris dengan santainya sehun pun perlahan melepaskan tangannya dari kerah baju kris.

“kau tau kan apa yang terjadi bila kau menolakku”. Ujar kris. “baiklah”

“jika aku yang menang akan kujadikan im yoona milikku pada satu malam, namun jika kau menang im yoona akan kukembalikan padamu”. Ucap kris. “aku mengerti”. Jawab sehun pasrah dan krispun menyeringai(?)

Sehun bertekad harus memenangkan balapan kali ini untuk meyelamatkan im yoona sahabatnya ah tidak orang yang baru dicintainya.

TBC

Maaf ya yang udah nunggu(emang ada? xd) perasaan ff ku udah kaya sinetron aja ya? Wks eh entah tiba2 muncul ide ngebuat mereka ber 4 sahabatan. mohon komen lagi ya aku terima kritik dan saran apapun, untuk siders ILYSM<3 hihi, mungkin ff ini akan tamat sekitar chapter 5an. Maaf bila ada typo, alur kecepetan itu udah pasti, dll. Sekali lagi makasih yang udah baca. /DEEP BOW/

43 thoughts on “(Freelance) Really Love Me? (Chapter 3)

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s