“Conflict of love-8”

conflictoflove

Conflict of Love-8

Perfectbaek // Oh Sehun EXO’s – Im Yoona GG’s – Kim Jongin EXO’s etc // school-life – romance – pg 17+(?)

[First I Second I Third I Fourth I Fifth I Sixth I Seventh I Eight]

….

PREVIEW

[Siang itu, Yoona yang menghabiskan waktunya bersama Minhyuk merasa senang karena setidaknya mood wanita itu naik, sesampainya dirumah alangkah kagetnya Yoona ketika melihat Sehun yang berada didalam rumahnya]

“Hai..” dengan senyuman bodoh Sehun menyambut Yoona yang sedikit memicingkan matanya. Yoona melangkah pelan sambil terus menunjuk Sehun, “Sunbae kenapa bisa disini?”

Yoona terus saja menunjuk sampai dia duduk disebelah Sehun, Sehun yang merasa aneh menyingkirkan lengan Yoona. “Aku dapat ini!” ucapnya sambil menggoyangkan ke kiri dan ke kanan. Yoona diam dan beberapa detik kemudian dia merogoh tasnya.

Ah…

Pantas saja, kunci rumahnya jatuh mungkin? Dan pria inilah yang menemukannya. Tapi, bagaimana bisa?

Sebelum dia dicercahi beribu pertanyaan Sehun sudah menjelaskannya. “Tadi, aku melihat kau dijemput siapa aku tak tahu..,”

“Dan aku melihat ini dijalan, ya sudah aku main kesini”

“Rumahmu lumayan rapi ya..,” ucap Sehun sambil menengguk habis teh buatan Yoona. Yoona mengangguk pasti sambil sedikit loncat ke atas sofa dan memeluk bantal, “Tentu saja, emangnya sunbae?” kikikan terdengar ditelinga Sehun.

“Heh bocah!”

Lantas Yoona menoleh dan sedikit mengangkat dagunya, “Apa?”

“Kau tidak kesepian?”

Sehun ikut terdiam dan ikut menggeser posisi duduknya. Dia melihat Yoona yang malah diam dan sedikit menunduk, apa ada yang salah dari ucapan Sehun? Ah, mungkin iya pikir Sehun. Bermaksud menenangkan Sehun kini mengelus pelan punggung gadis itu.

“Maaf.. aku tidak bermaksud membuatmu sedih”

Yoona masih saja diam, tak mau bergeming. Sehun menjadi serba salah, beberapa kali dia mengelus punggungnya Yoona hanya diam. “Hei, kau ini kenapa?”

Sehun berhasil membeku, dia kaget bukan main ketika melihat mata Yoona yang terlihat merah sekali. Kantung matanya jelas terlihat, bahkan kini matanya terlihat sedikit membengkak. Sungguh, parah sekali keadaan gadis ini.

Yoona berhasil tenang ketika Sehun memberikan sebuah pelukan, masih dengan mengelus punggungnya, Yoona tertunduk didada Sehun. Beberapa detik kemudian lengan Yoona membalas pelukan Sehun.

Sedikit terdengar isakan dibibir kecil Yoona.

“Jika kau membutuhkan seseorang, panggil saja aku. Mengerti?”

Yoona menarik tangan Sehun, seketika Sehun berhenti dan berbalik. “Ada apa? Yoong?”

Gadis itu tertawa dan sedikit meninju lengan Sehun, “Panggilan apa itu, enak saja!” seketika keduanya tertawa bersamaan. “Terimakasih soal yang tadi..,”

Sehun mengangguk dan sedikit mengacak rambut Yoona, “Ingat pesanku tadi kan?” Yoona mengangguk dan tersenyum. Pada saat itu juga, Sehun berpamitan pulang dan melaju kencang dengan mobilnya.

Yoona menutup rapat pintu gerbangnya.

Sehun berhasil membuat Yoona dibuat pusing olehnya, jujur saja mengapa pria itu jadi lebih menguasai otaknya dibanding Jongin. Ah,jangan bilang gadis itu menyukai Sehun? Tidak! Jangan sampai!

Beberapa kali dia menggelengkan kepala sambil menarik selimutnya, tak dipungkiri senyuman manis selalu merekah dibibir tipis gadis itu jika dia mengingat kejadian tadi.

Pagi itu Jongin dengan sengaja pergi pagi – pagi sekali. Dia bilang pada Soojung bahwa dia belum mengerjakan tugas Fisika yang hari ini akan dikumpulkan. Pada saat tiba disekolah, dia belum melihat siapapun. Keadaan sekolah sangat sepi, terbilang sepi karena memang hanya dia yang baru saja sampai disana.

Mengingat tugasnya, dia pergi ke perpustakaan untuk mengerjakan tugasnya itu.

Langkah Jongin memelan ketika dia melihat seorang gadis dipojok kanan sedang diam bahkan mungkin melamun tebak pria itu. Jongin mendekat dan menepuk bahu gadis itu. “Chogi..yo”

“Ah, kau rupanya”

Jinri, gadis itu terbelalak kaget untung saja tidak sampai meloncat kebelakang ketika mendapati Jongin duduk disebelahnya sambil mententeng buku tebal bertuliskan “Fisika”  itu.

“Tumben kau sudah datang..”cibir Jinri merendahkan.

Masih sambil mencatat hal penting Jongin membalas, “Jongin sekarang sudah bukan Jongin yang bandel lagi”

Tawa Jinri mengeruak ketika Jongin berbicara seperti itu, lantas saja Jongin mengerucutkan bibir kesal. “Tak usah tertawa seperti itu, Jinri-ssi”

“Eh, eh..maaf aku kan hanya bercanda”

Akhirnya Jinri menemani Jongin di perpustakaan, beberapa kali Jinri ikut menjelaskan cara pengerjaan soal itu. Jongin berterima kasih pada Jinri, setidaknya dia meringankan beban Jongin.

“Apa kau dekat dengan Sehun dikelas?”pertanyaan itu terlontar begitu Jongin berhasil menutup buku Fisikanya. Dia menoleh ke arah gadis itu, “Menurutmu?”

“Aku sudah tahu jawabannya..,” ujar Jinri memasukkan buku kedalam tasnya.

Jongin sedikit membenarkan tempat duduknya dan memulai pembicaraan, Jinri ikut diam dan menatap pada Jongin dengan tatapan seperti bertanya ada apa.

“Aku minta maaf soal waktu itu..,”

Jongin dan Jinri keluar dari perpustakaan, mereka sedikitnya merasa lega setelah membicarakan kesalahpahaman mereka selama ini. Jongin meminta maaf atas kesalahannya yang sudah mempermainkan Jinri begitupun Jinri yang meminta maaf karena selalu bertingkah seperti anak kecil dan membuat pria itu pusing.

Namun, baik Jinri maupun Jongin sudah tak ada apa – apa lagi. Mengingat Jongin sudah memiliki Soojung dan Jinri sudah memiliki Sehun mereka tak mau bertengkar lagi. Bahkan kini mereka berjanji akan menjadi teman baik.

Jongin juga sudah tak mau bertingkah bocah, dia sudah kelas 12 sekarang. Seharusnya dia bisa lebih dewasa dan bertingkah sewajarnya.

Keadaan sekolah sudah mulai ramai, dari kejauhan mereka bisa melihat Soojung. “Bukankah itu Soojung?” ucap Jinri.

Soojung berlari dari kejauhan dan menghampiri mereka, “Bagaimana? Sudah selesai tugasnya?”

Jongin tersenyum dan mengangguk. Jinri menambahkan, “Setidaknya dia bisa mengerjakan dua atau tiga soal Jung”

Kedua gadis itu tertawa, tapi tidak dengan Jongin ketika dia melihat Yoona berjalan menuju kelasnya.

Yoona sampai tepat pada saat bel sekolah berbunyi, cepat – cepat dia berlari ke kelasnya. Namun, ketika dia berlari dia kaget bukan main. Dia melihat Jongin bersamaan dengan Soojung dan Jinri. Kedua mata lelaki itu lekat menatap Yoona, namun gadis itu mengabaikannya dan masuk ke dalam kelas.

“Hai!” ucap Yoona ketika tiba dan langsung duduk dimeja kelasnya. Jihyun menatap heran, “Kau kenapa?”

Tiffany yang menyadari datangnya Yoona langsung memasukan ponsel ke dalam tas, “Yoong! Aku sudah kencan dengan Baekhyun lho”

Yoona yang tidak terlalu tertarik dengan pembicaraan Tiffany hanya bisa mengangguk, dan meringsut menutupi wajah dengan bukunya.

“Dia kenapa lagi?”

Jihyun menggelengkan kepala.

Ddrt.. Ddrt..

From : Sehun sunbae

“Yoong! Temui aku dilapangan basket saat istirahat ya? Aku tunggu!”

“Ini sebenarnya mau kemana sih?” ucap Jihyun saat dia ditarik Yoona entah kemana. “Sudahlah, tak usah banyak bicara!”

Yoona terdiam dan mengecek ponselnya sekali lagi, beberapa kali dia menengok ke kiri dan kanan tapi dia sama sekali tak melihat Sehun disana. “Kau mencari Sehun sunbae?”

Yoona menengok dan mengangguk, “Ya, kau melihatnya?”

“Bukankah itu mereka?” tunjuk Jihyun kearah pohon cemara. Bagaimana Yoona tidak sakit hati, dia melihat Sehun Jinri Jongin dan Soojung. Yoona malah diam, dia terus saja menatap mereka yang sedang asyik mengobrol. Bahkan kini mereka berempat menatap Yoona aneh.

“Dia kenapa?” ujar Soojung.

“Aneh” timpal Jinri.

Berbeda dengan mereka, Sehun dan Jongin malah diam. Terlebih Sehun, dia sangat merasa bersalah kali ini. Padahal maksudnya bukan ini.

“Oh, jadi ini maksudnya…aku paham” ujar Yoona pergi meninggalkan Jihyun yang sibuk meneriaki namanya. Yoona menguatkan diri agar tak meneteskan air mata, hanya saja matanya sedikit berair. Hal yang wajar bukan?

Yoona pergi ke gedung belakang sekolah, dia memberitahu Jihyun untuk tak mengikutinya. Dengan sangat menyesal, Jihyun meninggalkan Yoona sendirian.

“Kau temannya Yoona kan? Dia dimana?” kini Sehun bertanya pada Jihyun karena mereka kebetulan berpapasan dijalan. Jihyun tak banyak bicara, dia hanya menunjuk ke arah belakang dan melenggang pergi. Untung saja Sehun mengerti apa maksudnya.

“Darimana saja kau?” ucap Jongdae sinis ketika melihat Jihyun. Jihyun duduk disebelahnya, “Aku sudah mengantar Yoona..maaf”

Jongdae mengangguk paham dan mengajak Jihyun untuk pergi ke kantin, “Soal tadi, aku minta maaf ya” ucap Jihyun ketika dia menatap wajah Jongdae yang berantakan. Dia hanya mau membantu sahabatnya, dan tidak bermaksud membiarkan Jongdae menunggu lama.

“Dasar cuek!”

“Apa?” ucap Jongdae menyadari. Jihyun buru – buru lari menuju meja dan memesan makanan, dikejauhan Jongdae tertawa kecil.

“Yoong?”

“Hm?” ucap Yoona menanggapi tapi tidak berbalik sama sekali. Sehun mau tak mau ikut duduk dipinggiran balkon sekolah, dan ikut menatap siswa lain dari atas. “Kau kenapa tadi lari?”

Yoona menoleh dan menatap Sehun serius, “Lalu? Aku harus kesana dan bergabung dengan kalian?”

“Aku tidak selevel dengan kalian sunbae, aku tahu diri”. Mendengar ucapan Yoona, Sehun merasa semakin bersalah. “Bukan seperti itu, tadi aku hanya…”

Yoona berdiri dan berjalan meninggalkan Sehun, “Hanya apa? Hanya ingin memperlihatkan betapa romantisnya kalian? Hah?” dan gadis itu pergi meninggalkan Sehun sendirian.

“Hei, dengarkan aku! Kau hanya salah paham Yoong!”

Karena kesal tidak didengar Sehun menarik lengan Yoona, Yoona meringis kesakitan. “Aku hanya ingin mengajak kau berbicara Yoong! Kebetulan saja mereka bertiga datang! Dan kau sudah salah paham”

Gadis itu tak mau menatap mata Sehun, dia masih kesal dengan pria dihadapannya ini. Sehun dengan kasar membalikkan kepala Yoona, “Aku menyukaimu!”

Jelas saja Yoona berontak, “Kau ini gila?”

“Iya! Aku gila karenamu, Yoong! Aku menyukaimu!” bentak Sehun didepan Yoona. Yoona malah tertawa, “Tak usah menggodaku! Aku tidak menyukaimu, Oh Sehun-ssi!”

“Baiklah, mari kita lihat” kini Sehun menarik paksa lengan Yoona dan membanting dia ketembok, kini dia mencium bibir Yoona. Yoona hanya bisa membelalakkan matanya, dan pasrah.

-tbc-

aduh, maaf yaaa ada adegan 17 tahun keatasnya wkwk.dan maaf juga buat keterlambatan posting ff ini, dikarenakan aku kan sibuk ujian sekolah dan kemarin UN.tapi sekarang udah beres alhamdulillah berkat kalian juga, makasih doanya!untuk FF ini aku gatau sampe part berapa beresnya, pengennya sih nambah konflik tapi belom kepikiran sama sekali-_- kalo ada usul boleh kok, aku bisa pertimbangin hehe 😀

buat kalian yang mau main ke blogku silahkan kunjungi ini ya : [www.perfectbaek.wordpress.com] disana ada juga FF yang ga aku post disini jadi kalian bisa baca disana 🙂

terus, bagi kalian juga yang mau kenal sama aku bisa follow twitter aku [@asrtania] disana kalian bisa tanya apa aja ga hanya seputar FF iniJ ditunggu ya kunjungannya!makasih sebelumnya!

With love,

perfectbaek

Advertisements

42 thoughts on ““Conflict of love-8”

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s