(Freelance) Oneshot : Cold

cold

Author : Hwang Sooeun

Title : COLD | Cast : Yoona, Chanyeol | Genre : romance, school life | Rating : PG 13+

Poster by XiaoluArt

Hope you like it~

.

Seorang gadis berjalan tergesa-gesa menuju sekolahnya. Gadis itu bernama Yoona. Matanya sesekali melirik jam yang melingkar dipergelangan tangan rampingnya. ‘Gawat’ batinnya. Yoona bernafas sedikit lega ketika beberapa langkah lagi ia sudah menyampai gerbang sekolahnya. Tapi nafasnya kembali bergemuruh ketika seorang satpam menutup pintu gerbang tersebut. Dengan cepat Yoona berlari menuju gerbang tersebut.

Ajusshi. Tolong bukakan pintu gerbang ini. Aku mohon” ucap Yoona

“Tidak. Kau ingat kan peraturan disekolah ini!” tegas satpam itu membuat Yoona memutar bola matanya.

“Yak! Lagipula aku hanya telat beberapa detik saja. Jebal bukakan pintunya”

“Walaupun hanya beberapa detik, sama saja kau ini telat”

“Ayolah aku mohon” Yoona mencoba mengeluarkan aegyo nya. Tapi tetap saja satpam itu tak menggubrisnya.

“Ayolah”

“Yak! Mengapa kau keras kepala sekali hah?” bentak sang satpam ketika Yoona terus-terusan merengek meminta agar pintu gerbangnya dibuka. Yoona hanya menunduk takut ketika melihat wajah sangar sang satpam itu.

“Ada apa ini?” Yoona mengangkat wajahnya ketika mendengar suara bass seseorang. Disana ada seorang lelaki yang tengah menatapnya datar.

“Gadis ini meminta agar saya membukakan pintu gerbangnya, padahal gadis ini sudah telat” ucap satpam

Yoona mengeryit. Mengapa satpam ini berbicara sangat formal? Padahal lelaki itu juga memakai seragam sekolah, berarti dia juga murid sekolah ini, batin Yoona bingung.

“Bukakan saja pintunya” ucap lelaki itu masih dengan suara yang datar

“Tapi-”

“Sudah bukakan saja” perintah lelaki itu membuat satpam itu akhirnya membukakan pintu untuk Yoona.

Wajah Yoona berubah cerah, sebelum dirinya masuk, ia meleletkan lidah pada satpam tersebut membuat satpam itu mendelik dan Yoona hanya tertawa renyah.

Sedangkan lelaki yang menyuruh satpam membukakan pintu gerbang itu masih menatapnya datar. Badan lelaki itu perlahan berbalik, dan Yoona yang melihatnya langsung mengikuti langkah lelaki itu.

“Hei!” teriak Yoona, tetapi lelaki itu tetap berjalan tanpa menghiraukan panggilan Yoona.

Yoona sendiri tidak menyerah, ia mempercepat langkahnya hingga terhenti ketika sudah berada didepan lelaki itu, tangannya ia rentangkan bermaksud agar lelaki itu berhenti berjalan.

“Ada apa?” tanya lelaki itu datar

“Aku ingin berbicara padamu dulu-” mata Yoona melirik name tag yang berada dijas almamater lelaki tersebut

“Park Chanyeol-ssi” lanjut Yoona

“Katakanlah” singkat Chanyeol -lelaki itu-

“Terimakasih untuk yang tadi” ucap Yoona diiringi dengan senyum lebarnya. Dan Chanyeol hanya menatapnya malas, tanpa mengucapkan apapun Chanyeol berjalan meninggalkan Yoona yang sekarang berubah kesal karena ucapannya tidak digubris.

“Yak! Dasar tiang listrik! Pria sombong! Tidak punya perasaan!” teriak Yoona kesal.

Chanyeol yang tadinya masih berjalan santai kini berhenti, ia sama sekali tidak membalikan badan.

“Jaga ucapanmu” katanya dengan suara dingin.

“Memangnya kau siapa hah?” tanya Yoona sedikit berteriak.

Tanpa mengucapkan sepatah katapun ia malah melangkah lagi melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda. Membuat Yoona semakin bingung karena sifat lelaki itu.

‘Siapa dia?’

 

.

 

Yoona berjalan mengendap-endap menuju kelasnya ketika melihat Lee songsaengnim tengah menulis dipapan tulis, sebelumnya ia sempat memberi kode pada teman-teman agar tutup mulut. Dan teman-temannya hanya menuruti saja.

“Im Yoona, mau kemana kau?” ucapan Lee songsaengnim membuat Yoona menghentikan langkahnya. Gadis itu kemudian berbalik lalu menunjukkan cengirannya ketika melihat tatapan tajam dari guru gendut itu.

“Sekarang keluar, dan putari lapangan sebanyak 15 kali” gelegar Lee songsaengnim, membuat Yoona langsung menurutinya. Yoona tidak akan mungkin menolak permintaan guru gendutnya itu, yang ada pasti hukumannya akan bertambah.

Setelah sampai lapangan yang sangat lebar itu ia mulai berlari mengitari lapangan itu. Nafasnya tersenggal-senggal keringatnya pun sudah membanjiri wajah cantik itu. Sesekali ia meracau tidak jelas.

Setelah dirasa sudah sampai 15 putaran, Yoona kemudian berjalan kepinggir lapangan, dan duduk dibangku yang ada disitu.

“Yak! Dasar guru gendut! Seenaknya saja menghukumku” gerutu Yoona, sesekali ia mengelap keringat yang mengalir dari pelipisnya.

“Lebih baik aku kekantin, untuk apa aku mengikuti pelajarannya” dan Yoona beranjak dari duduknya menuju kantin.

.

“Terimakasih Ahjumma” Yoona tersenyum manis sambil memberikan beberapa lembar uang ketika dirinya membeli sebuah minuman.

“Sekarang aku harus kemana? Tidak mungkin aku tetap dikantin ini, nanti kalau ada guru bagaimana?” gumamnya pelan. Yoona memikirkan tempat yang aman agar tidak ketahuan guru. Lalu sebuah tempat tiba-tiba terlintas diotaknya.

“Aku tahu”

 

.

 

Yoona mengedarkan pandangannya ketika sudah sampai tempat tujuannya. Atap Sekolah. Yah, walaupun dirinya belum pernah keatap sekolah ini, tetapi dirinya tak peduli, ia hanya ingin menghindar dari guru-guru yang ada disekolah ini.

Matanya terhenti ketika melihat seseorang yang sedang duduk sambil memandang lurus kedepan. Seseorang yang sudah Yoona teriaki sebagai ‘tiang listrik yang sombong dan tak punya perasaan’ ckck. Ya, Chanyeol. Yoona sendiri jadi bingung sekarang, apa dirinya harus tetap ditempat ini? Disisi lain ia tidak enak dengan lelaki itu, tapi disisi yang lain juga hanya ini tempat yang aman agar terhindar dari guru.

‘Sudahlah aku tidak peduli, lagipula ini kan tempat umum’ batin Yoona.

Yoona pun perlahan berjalan mendekati Chanyeol yang masih tidak menyadari kehadirannya, ia perlahan duduk disamping lelaki itu

“Ha..hai Chanyeol-ssi” sapa Yoona gugup. Chanyeol menoleh sebentar, lalu kembali mamalingkan wajahnya kearah depan.

“A..apa aku boleh disini. Aku tidak akan mengganggumu. Sungguh” ucap Yoona, tetapi Chanyeol masih saja diam.

“Maafkan aku sudah mengataimu tadi” Yoona mencoba minta maaf, mungkin Chanyeol masih marah akan yang tadi.

Chanyeol hanya mengangguk, dan tentu itu adalah respon yang cukup baik.

“Te..terima kasih”

Kemudian hening. Yoona sesekali meminum minuman yang tadi dibelinya, dan Chanyeol masih saja diam tetap dengan pandangan lurusnya.

“Chanyeol-ssi mengapa kau tidak mengikuti pelajaran?” tanya Yoona memecah keheningan. Ia tersenyum lega karena suaranya tidak lagi gugup seperti tadi.

“Malas”

‘Singkat sekali’ batin Yoona.

“Apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?” tanya Yoona

“Katakanlah”

“Tadi saat kau memberikan perintah pada satpam menyebalkan itu agar membukakan pintu gerbang untukku mengapa dia langsung membukanya?” tanya Yoona. Chanyeol yang mendengarnya hanya memandang malas.

“Jadi kau belum tahu?” tanya Chanyeol datar.

“Maksudmu?” tanya Yoona.

“Tidak jadi” sahut Chanyeol.

Yoona berpikir sejenak “Ah! Jangan-jangan kau anak satpam menyebalkan itu ya” selidik Yoona dengan tatapan ‘anehnya’ itu

“Tidak”

Yoona mendengus kesal karena pertanyaan-petanyannya selalu dijawab singkat. Yoona memilih diam, hingga hening menyelimuti mereka kembali. Yoona yang kini merasa bosan lebih memilih mengambil handphone-nya lalu memasangkan sebuah earphone kecil ketelinganya. Alunan lagu mulai teredengar ditelinganya, Yoona tersenyum kecil, lalu mulai bernyanyi.

 

Urin chigeum cheongmallo heyeojin geolkka

anim yaksokhandaero jamshi meoreojin geolkka

Naneun i jeongdomyeon chungbunhi dwehn geot gateunde

Waeh amureon soshigi eomneun geolkka

 

Neoreul saranghae

Kkeutdo eomneun gidarimirado gwenchana

Niga nareul tashi chajeul ttaemyeon eonjena

Neoreul hyanghae useo jul su inneunde

 

Ajikdo badadeuril su eomneun geolkka

Niga kkeonaetdeon yaegin ibyeoreul dollyeo marhan, geot

Naneun godigoddaero bada deurigo shipeo

Neoneun chigeum mueol hago isseulkka

 

Neoreul saranghae

Kkeutdo eomneun gidarimirado gwenchana

Niga nareul tashi chajeul ttaemyeon eonjena

Neoreul hyanghae useo jul su inneunde

 

Ije jogeumsshing na seulpeojigo

Niga tteonan geol shilkamhajiman

Niga doraomyeon jarhaejugetdan saenggakppun

 

Waeh ireohke miryeonhageman gulkka

Naege jueojyeotdeon shigandeureun

Uri sail jeongrihagi wiihan shiganil ppun

 

Seulpeuji anha

Niga nareul chajeul keoraneun geu mideumeun

Naye sarangeul deo dandanhage mandeulko

Naege saraganeun himeul juneun geo

Tiffany&Taeyeon – Lost in Love

Yoona tersenyum seraya mengakhiri lagu favoritenya tersebut. Yah walaupun suara tidak sebagus penyanyi aslinya. Yoona melepas earphone dari telinganya, lalu menoleh. Yoona mengeryit melihat Chanyeol yang menatap dirinya aneh.

“Hei!” panggil Yoona membuat Chanyeol sedikit tersentak, lalu lelaki itu dengan cepat mengalihkan pandangannya.

“Bagaimana suaraku?” tanya Yoona tersenyum lebar -seperti saat dikoridor tadi-

“Sangat buruk” jawab Chanyeol seenaknya.

“Apa-apaan dia. Tsk, menyebalkan” gerutu Yoona pelan mendengar ucapan sitiang listrik itu._.v

 

.

 

Yoona tersenyum lega ketika bel penyelamat itu berbunyi. Sudah waktunya pulang. Yah, walaupun dirinya tidak mengikuti kelas seharian ini, tapi tetap saja Yoona jengah jika terus berada digedung sekolah ini.

Yoona berjalan menyusuri jalanan kota Seoul yang padat. Sesekali menarik tas ranselnya. Rumahnya memang tidak terlalu jauh, jadi tidak usah menaiki kendaraan umum. Lebih hemat bukan?

“Yoona-ya” panggilan seseorang membuat sang pemilik nama menoleh kebelakang. Yoona tersenyum ketika mengetahui siapa yang memanggilnya itu. Disana seorang gadis cantik berkulit tan yang memakai seragam sekolah senada dengannya. Gadis itu berlari-lari kecil kearah Yoona.

“Yoong astaga darimana saja kau?” tanya gadis itu. Yoona mulai melanjutkan jalannya kembali beriringan dengan gadis itu.

“Aku? Aku tentu saja dari sekolah Yul” Gadis yang dipanggil Yul itu merotasikan kedua bola matanya.

“Aku tau pabo! Maksudku mengapa seharian ini kau tidak mengikuti pelajaran? Tidak biasanya” tanya Yuri -gadis yang dipanggil Yul-

“Aku sedang malas belajar saja” Yoona menjawab seenaknya. Membuat Yuri menekan dahi Yoona dengan tekunjuknya

“Yak! Sejak kapan kau jadi anak pemalas seperti ini?”

Yoona berpikir sejenak “Em.. Sejak tadi”

“Dasar” cibir Yuri.

Tak sengaja mata rusa Yoona melihat seorang pedagang ice crem. Matanya langsung berbinar melihatnya. Ia menarik-narik tangan Yuri.

“Yul-ah aku ingin ice cream itu” Yoona menunjuk-nunjuk pedangan Ice Cream

“Aish kau. Dasar maniak ice cream. Yasudah beli saja” jawab Yuri

“Yul-ah aku tidak membawa uang” Yoona pura-pura bersedih. Dan Yuri sudah tau itu.

“Yaya aku tau Im Yoona. Bilang saja minta dibelikan” Yuri memandang malas Yoona

“Yeay.. Gomawo Yul-ah” dengan cepat Yoona menarik tangan Yuri menuju pedagang ice cream tersebut.

Ajusshi. Aku pesan ice cream yang rasa mint 1 ya” ucap Yoona semangat kepada penjual ice cream tersebut.

“Ah aku lupa, 1 lagi untuk temanku ajusshi. Kau mau rasa apa Yul-ah?” tanya Yoona. Dan kini Yuri semakin sebal melihat kelakuan Yoona, seolah-olah Yoona lah yang akan menraktirnya.

“Rasa Vanilla saja” singkat Yuri

Ajusshi 1 lagi rasa vanilla” ucap Yoona.

Ne, baiklah”

Tak berapa lama keduanya sudah mendapatkan ice cream tersebut. Mereka lebih memilih duduk dulu dibangku yang tidak jauh dari situ untuk menikmati ice cream nya.

“Yoong”

Wae Yul?”

“Saat kau tidak mengikuti pelajaran, kau pergi kemana?”

“Ah.. Aku berada diatap sekolah” jawab Yoona singkat

“Atap sekolah? Tak biasanya kau pergi kesana”

“Yah, daripada mengikuti pelajaran guru gendut itu, lebih baik aku keatap sekolah” sahut Yoona

“Kau disana senidirian?”

“Tidak. Aku disana bersama Chanyeol” Yuri tersedak ketika mendengar nama seseorang yang Yoona sebutkan. Cha..nyeol?

Gwenchana Yul?” tanya Yoona khawatir

“Kau bersama Chanyeol?” tanya Yuri membuat Yoona mengeryitkan dahi.

“Iya, wae Yul-ah?” tanya Yoona heran

“Apa kau tau siapa itu Chanyeol?”

“Chanyeol. Iya aku tau nama lengkapnya Park Chanyeol” jawab Yoona seadanya, membuat Yuri menepuk dahinya sendiri. ‘Pantas saja’ batin Yuri

“Dasar bodoh! Kau tidak tau, selama ini tidak ada yang berani berbicara dengan Chanyeol itu, well selain dia itu anak dari pemilik sekolahnya, sifatnya yang pendiam dan dingin itu membuatnya terkesan misterius. Bahkan semua staff sekolah saja selalu menuruti permintaan Chanyeol” jelas Yuri membuat Yoona terkejut

“Benarkah?” tanya Yoona

“Iya. Dan kau adalah gadis beruntung yang bisa mendekati Chanyeol yang tampan dan misterius itu”

Yoona masih sedikit tidak percaya apa yang dikatakan Yuri. Yah, walaupun sifat Chanyeol awalnya memang menyebalkan, tapi lelaki itu masih bisa diajak bicara. Lalu apa yang membuat Chanyeol dikenal menjadi lelaki pendiam dan dingin?

 

.

 

Chanyeol baru saja sampai dirumahnya yang memang besar itu lalu disambut oleh pelayan-pelayan rumahnya. Ia melepaskan dasi dan sepatunya lalu melemparnya kesembarang tempat dan menuju kamarnya. Pelayan-pelayan rumahnya mengambil dasi dan sepatunya itu. Sudah biasa memang.

Chanyeol merebahkan tubuhnya dikasur berukuran king size. Bayangan saat-saat dirinya bersama Yoona kini terngiang-ngiang diotaknya. Selama ini murid-murid disekolah milik ayahnya jarang ada yang berani mendekatinya, menatapnya saja seperti takut. Kesepian. Yah itu yang dirasakan Chanyeol selama ini. Bayangkan saja, ayahnya kini lebih sering berada diluar kota semenjak ibunya meninggal. Alasannya bekerja, tapi Chanyeol tak sepenuhnya yakin akan hal itu. Teman-teman? Kalian tau kan tidak ada yang berani mendekati Chanyeol. Dan dirinya hanya tinggal bersama pelayan-pelayannya yang jika bertemu dengannya tidak pernah menatap dirinya. Chanyeol selalu merasa sendirian. Tetapi ketika bertemu gadis ceroboh seperti Yoona entah kenapa rasa kesepian itu mulai terobati. Mendengar penuturan konyolnya, melihat kelakuan cerobohnya, mendengar suaranya yang memang tidak terlalu bagus ketika menyanyi itu sedikit banyak membuat Chanyeol tertawa, walaupun dalam hati. Yah, dan Yoona memang gadis yang berbeda.

 

.

 

.

 

Yoona mengerjapkan matanya beberapa kali ketika sinar matahari memaksanya untuk membuka mata. Tangannya meraba-raba meja disampingnya lalu mengambil jam weker disitu. 06.50. Matanya terbuka lebar ketika mengetahui jam berapa sekarang. 10 menit lagi.

“YAAA EOMAAAA” teriakan yang menggelegar itu membuat suasana pagi yang masih tenang berubah bising.

.

Yoona menuruni anak tangga dengan cepat, dasi yang bertengger dilehernya masih belum terpasang benar. Disana ibunya tengah menyiapkan sarapan dan ayahnya tengah menyesap kopi sambil membaca koran.

“Yoong ada apa?” tanya ibu Yoona melihat kelakuan anaknya.

“Mengapa eomma tidak membangunkanku? Aku bisa telat lagi” Yoona memasang sepatunya dengan cepat. Ia tidak peduli jika nanti ia akan tersandung tali sepatunya sendiri

“Lagi? Jangan bilang kemarin kau telat” Yoona menghentikan aktifitasnya ketika mendengar suara ibunya yang mengintrogasi. Yoona tersenyum -ah lebih tepatnya menyengir- memamerkan giginya yang rapi itu

“Bukan seperti itu eomma. Aku tidak telat, tapi hanya terlambat” dengan itu Yoona mengambil tas ranselnya lalu berlari keluar dari rumahnya

“Yak! Dasar anak nakal” samar-samar Yoona mendengar teriakan ibunya, tetapi ia tidak peduli, yang ia pentingkan sekarang adalah tidak terlambat kesekolah.

Yoona berhenti berlari ketika sebuah mobil berhenti disampingnya, ia menyipitkan matanya ketika perlahan-lahan kaca mobil itu turun.

“Naiklah” ucap seseorang didalamnya

“Chanyeol-ssi?” tanya Yoona memastikan. Lelaki itu melepas kacamata hitam yang bertengger dihidung mancungnya.

“Iya ini aku. Cepatlah naik” singkat lelaki yang ternyata Chanyeol itu. Yoona menimbang-nimbang sejenak. Kata-kata Yuri masih terngiang-ngiang diotaknya. Ia sedikit takut akan sifat Chanyeol ‘yang Yuri gambarkan’ misterius itu -walaupun dirinya menganggap Chanyeol lelaki biasa-.

“Hei. Kau mau naik tidak? Jika tidak aku akan berang-”

“Baiklah aku naik” potong Yoona cepat. Masabodo dengan kata-kata Yuri. Yang ia pikirkan sekarang hanyalah cepat sampai sekolah

 

.

 

Ketika sudah sampai sekolah. Benar saja gerbangnya sudah ditutup, namun Chanyeol dengan mudah menyuruh sang satpam membukakan gerbangnya dan pasti akan dituruti.

Mereka berdua segera turun dari mobil, Chanyeol mulai melangkahkan kakinya sedangkan Yoona masih saja diam diparkiran mobil.

Chanyeol berhenti sejenak ketika tidak ada tanda-tanda seseorang berjalan dibelakangnya. Lelaki jangkung itu membalikan badan dan disana Yoona masih berdiri seperti gelisah.

“Kenapa masih disitu?” tanya Chanyeol

“A..aku takut. Hari ini kelas Kang songsaengnim. Dan pasti aku akan dihukum karena telat” jawab Yoona pelan mengingat betapa killernya guru itu -melebihi Lee songsaengnim-. Chanyeol berjalan kearah Yoona, lalu dengan cepat menggengam pergelangan tangan Yoona dan menariknya untuk berjalan membuat jantung gadis itu tiba-tiba berdetak cepat.

Langkah Chanyeol terhenti membuat Yoona berhenti juga. Ia berada didepan kelas Yoona sekarang. Chanyeol membawa Yoona masuk, membuat semua murid dikelas itu melihat mereka dengan tatapan terkejut.

“Biarkan dia mengikuti pelajaran hari ini” ucap Chanyeol pada Kang songsaengnim yang tadinya juga menatapnya terkejut.

“Ba..baiklah. Im Yoona silahkan duduk” ucap Kang songsaengnim. Yoona mengangguk, lalu berjalan menuju tempat duduknya. Setelah itu Chanyeol pergi dari kelas Yoona.

Semua mata kini masih menatap Yoona. Yoona sendiri menjadi risih dengan tatapan-tatapan aneh teman-temannya.

 

.

 

“Hosh..hosh..” suara nafas yang tersenggal-senggal itu berasal dari dua gadis cantik. Yoona dan Yuri. Keduanya kini berada disebuah tempat disekolahnya yang memang sepi. Hanya ada mereka berdua. Keduanya -ah lebih tepatnya Yoona- saat istirahat tadi langsung ditanyai oleh murid-murid sekelasnya mengapa dirinya bersama Chanyeol, dan Yoona kewalahan menjawab pertanyaan mereka,Yuri yang merasa iba pun menarik tangan Yoona agar keluar dari kerumunan itu, dan tentu saja murid-murid itu mengejarnya.

“Apa mereka sudah tidak mengejar kita lagi?” tanya Yoona

“Sepertinya iya” ucap Yuri. “Lebih baik kita duduk” lanjut Yuri. Yoona pun menuruti nya lalu duduk disamping Yuri.

“Yoong ini semua salahmu. Kenapa kau bisa-bisanya bersama Chanyeol, dan tadi Chanyeol pula menyuruh Kang songsaengnim mengijinkan mu untuk mengikuti pelajarannya, dan kau tau yang membuat kita terkejut adalah Chanyeol yang menggenggam tanganmu” ucap Yuri panjang lebar. Yoona yang mendengarnya menatap malas Yuri

“Yak! Mengapa aku yang disalahkan? Lagipula tadi pagi Chanyeol yang menawariku tumpangan untuk pergi kesekolah. Jadi itu bukan salahku kan” ucap Yoona.

“A..apa? Chanyeol menawarimu tumpangan? Oh astaga Im Yoona kau benar-benar gadis yang sangat beruntung” Yuri berteriak heboh.

“Terserah kau sajalah”

“Tunggu- tunggu. Atau jangan-jangan Chanyeol menyukaimu?” tebak Yuri cepat. Membuat Yoona seketika gugup

“Ma..mana mungkin. Jangan berbicara sembarangan Yul” entah mengapa tiba-tiba wajah Yoona terasa memanas, padahal Yuri hanya menebak-nebak kan, dan belum tentu itu benar.

“Wajahmu memerah Yoong. Ah.. atau jangan-jangan kau yang menyukainya” selidik Yuri dengan tatapan menggoda itu. Dan Yoona segera menutupi wajahnya dengan kedua tangannya

“Berhenti menggodaku”

“Ah jadi benar ya temanku ini sedang jatuh cinta pada lelaki tampan dan dingin itu” Yuri semakin gencar menggoda Yoona

“Yak! Kwon Yuri”

 

.

 

Hujan turun mengguyur kota Seoul. Mungkin rata-rata orang akan bersantai dirumah dengan segelas teh dan penghangat ruangan. Tetapi tidak dengan gadis ini -Yoona-, ia masih berada disekolah menunggu hujan berhenti. Waktu sudah menunjukan jam 4 sore dan artinya Yoona sudah menunggu hujan selama 2 jam. Beberapa murid ada yang dijemput -termasuk Yuri- dan adapula yang menggunakan payung. Dan sialnya karena tadi pagi cuacanya cerah, Yoona tidak membawa payung karena ia berpikir tidak ada hujan hari ini. Yah cuaca memang tidak bisa ditebak. Yoona sudah jengah sekarang, ia memutuskan untuk menerobos hujan. Masabodo dengan bajunya yang basah, yang terpenting ia harus cepat pulang kerumah.

Yoona berlari-lari menyusuri jalan, sesekali menabrak orang-orang karena pandangannya sedikit terhalangi air hujan. Bukan hanya itu kepalanya pun sedikit pening sekarang hingga tiba-tiba penglihatannya benar-benar gelap dan yang terakhir kali ia lihat adalah sebuah cahaya mobil.

 

.

 

Yoona mengerjapkan matanya ketika sadar. Kepalanya masih terasa berdenyut. Ia memegang sebuah kompres yang ada didahinya. Lalu mengedarkan pandangannya keruangan yang terlihat asing. Kamar yang benar-benar mewah. Tapi siapa pemilik kamar ini, tidak mungkin kamarnya semewah ini.

CLEK

Suara pintu itu mengalihkan perhatian Yoona. Disana seorang wanita berpakain Maid membawa nampan yang diatasnya ada mangkuk dan segelas susu. Wanita itu tersenyum membuat Yoona bingung.

“Ah nona sudah sadar rupanya” ucap wanita itu seraya berjalan mendekati Yoona lalu menaruh nampan tersebut dimeja.

Ahjumma siapa?” tanya Yoona. Wanita itu tersenyum “Aku pelayan dirumah ini” jawabnya

“Kenapa aku bisa berada disini?” tanya Yoona

“Tuan muda yang membawa nona kesini. Tadi nona pingsan dengan baju yang basah kuyup, jadi saya mengganti baju nona” jawab pelayan itu. Yoona semakin bingung, Tuan Muda? Siapa yang dimaksud pelayan itu?

“Lebih baik nona makan dulu. Setelah itu minumlah susunya. Jika ada keperluan lain panggilah saya” jawab pelayan itu lalu beranjak pergi dari kamar.

Yoona masih bingung. Lalu ia menatap nampan yang berada dimeja sebelahnya. Matanya berbinar ketika mengetahui apa yang ada didalam mangkuk itu. Sup Rumput Laut, makanan kesukaannya. Ia dengan cepat mengambil mangkuk tersebut lalu menyuapkan sup itu mulutnya. Sepertinya Yoona melupakan dirinya yang tadinya masih bingung. Hanya dalam beberapa menit mangkuk itu sudah kosong. Yoona memegang perutnya yang sudah kekenyangan. ‘Tak beda jauh dengan masakan ibu, batin Yoona. Sepertinya ia tidak bisa lagi meminum susu yang diberikan pelayan tadi.

Decitan pintu terdengar kembali, hingga membuat Yoona mengalihkan pandangannya kepintu itu. Yoona terkejut ketika mengetahui siapa yang berada disana, seorang lelaki jangkung yang memiliki tatapan datar.

“Kau sudah sadar?” katanya masih terdengar datar.

“Cha..chanyeol-ssi” Yoona masih saja terkejut walaupun lelaki itu sudah berbicara padanya. Lelaki itu -Chanyeol- berjalan mendekati Yoona lalu duduk dikursi disamping ranjang.

“Bagaimana keadaanmu? Apa sudah lebih baik?” tanya Chanyeol, kali ini kata-katanya lebih banyak daripada sebelumnya. Yoona tersadar dari terkejutannya, ia tersenyum kaku.

“Iya. Ini sudah jauh lebih baik” ucap Yoona. Chanyeol mengeryit ia sedikit tidak percaya dengan ucapan gadis itu. Tangan Chanyeol terulur lalu menempalkannya kedahi Yoona. Dan taukah kalian, tindakan Chanyeol ini membuat semua darah Yoona seperti mengalir kepipi.

“Jangan berbohong. Kau masih demam. Dahimu masih panas dan pipimu juga berwarna merah” ucap Chanyeol membuat Yoona menjadi salah tingkah. Apa Chanyeol ini berniat menggodanya? Tetapi cara bicaranya masih tetap datar

“Ah ini hanya-”

“Lebih baik kau tidur disini. Aku yang akan menghubungi orangtuamu nanti, mereka pasti akan mengijinkanmu. Dan jangan membantah” perintah Chanyeol, lalu beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan Yoona. Yoona sendiri kini masih bingung akan kelakuan Chanyeol, apa lelaki itu mengkhawatirkannya? Atau hanya kasian kepadanya?

.

 

Yoona merasa bosan karena ia terus-terusan berada dikamar yang hanya ditemani oleh segelas susu yang sudah dingin. Gadis itu mirik kearah jam dinding, sudah jam sembilan malam. ‘Apa yang harus kulakukan’ batinnya. Ia memutuskan beranjak dari ranjang itu lalu mulai berjalan keluar dari kamar dengan jalan yang masih sedikit sempoyongan.

Yoona menatap rumah yang memang sangat megah itu. Ia benar-benar kagum melihat barang-barang yang memang terlihat sangat mewah itu. Disebuah meja sepertinya ada sebuah foto keluarga. Yoona berjalan kearah meja itu lalu mengambil bingkai foto itu. Disana terlihat Chanyeol yang masih bersekolah dasar sepertinya, lalu disamping kirinya ada ayah Chanyeol, dan sebelah kanannya ada ibu Chanyeol. Yoona tertawa kecil, Chanyeol disitu benar-benar lucu dengan mata bulatnya itu. ‘Wah benar-benar keluarga bahagia’ batin Yoona.

“Sedang apa kau disitu” Yoona tersentak kaget ketika terdengar suara seseorang. Jika saja tangannya tidak sigap, mungkin foto berharga itu akan jatuh.

“Ma..maaf Chanyeol-ssi, tadi aku hanya melihat ini” Yoona menyodorkan bingkai foto itu, Chanyeol hanya melirik bingkai itu sekilas.

“Taruh kembali” perintah Chanyeol

“Baiklah” Yoona akhirnya menaruh kembali foto itu. Kemudian Chanyeol sendiri berjalan kearah ruang keluarga, lalu duduk disofa mewah dan menyalakan televisinya. Dan Yoona yang bingung pun memilih mengikuti Chanyeol.

“Chanyeol-ssi bolehkah aku ikut menonton” Yoona sedikit tidak enak karena ia sendiri meyadari bahwa dirinya merepotkan

“Hm” Chanyeol hanya bergumam sambil mengangguk masih serius dengan acara televisinya. Yoona tersenyum, lalu ia duduk disofa itu.

Saking seriusnya menonton, Chanyeol tidak menyadari bahwa ternyata Yoona sudah terkantuk-kantuk -mungkin efek obat demam yang Chanyeol berikan pada makanan Yoona tadi-. Chanyeol terlonjak kaget ketika merasakan sesuatu terjatuh dipundaknya. Ternyata Yoona sudah terlelap. Chanyeol menatap ciptaan Tuhan yang memang sangat indah itu. Dahi indahnya, hidung yang cukup mancung, mata rusanya yang berbinar ketika terbuka, dan jangan lupakan bibir mungil berwarna pink yang membuat lelaki manapun ingin menciumnya.

Chanyeol menggeleng-gelengkan kepalanya ketika dirinya tersadar dari fantasy konyolnya itu. Chanyeol memindahkan kepala Yoona pelan, gadis itu sama sekali tidak terbangun dan hanya gumaman kecil keluar dari bibirnya. Chanyeol tertawa kecil, dan itu adalah tawa yang pertama kali keluar dari mulutnya setelah kematian ibunya beberapa tahun lalu. Lihatlah betapa ajaibnya Yoona bisa membuat lelaki dingin itu tertawa hanya karena gumaman kecil, ckck.

Chanyeol perlahan mengangkat tubuh kurus Yoona ala bridal style, menuju kamar tamu yang tadi dipakai Yoona tadi. Awalnya Chanyeol berniat meninggalkan Yoona disofa itu, tapi entah rasa kasihan atau khawatir jika Yoona sakit kembali, Chanyeol pun akhirnya membawa Yoona kekamar.

Chanyeol perlahan membaringkan hati-hati gadis itu keranjang. Setelah itu ia beranjak dari situ menuju kamarnya sendiri. Tanpa sepengatahuan Yoona dari kemarin Chanyeol mengotak-atik handphone Yoona. Dan disana Chanyeol menemukan sesuatu yang akan membuat dirinya berubah.

 

.

 

Yoona mengeluh pelan ketika sinar matahari menyilaukan matanya. Ia mengedarkan pandangannya keruangan ini, seingat Yoona kemarin ia sedang bersama Chanyeol menonton televisi lalu dirinya mulai mengantuk dan setelah itu ia tidak mengingat apa-apa lagi. ‘Apa Chanyeol yang memindahkanku?’ batin Yoona. Ia turun dari ranjang setelah melirik sekilas kearah jam. Masih jam 7 pagi. Saat keluar kamar, Yoona menemukan Chanyeol yang sedang sarapan pagi, dan ada beberapa pelayan yang sedang menyiapkan makanan. Yoona berjalan mendekati meja makan

“Chanyeol-ssi apa kau tidak sekolah?” tanya Yoona karena ia melihat Chanyeol yang hanya memakai celana jeans dan kaos

Chanyeol sedikit tersenyum, dan senyuman itu adalah yang pertama kali Yoona lihat, beberapa pelayan yang masih disitu juga sedikit kaget.

“Tidak. Aku ingin dirumah hari ini” Suara Chanyeol sedikit ramah sekarang. Dan Yoona sekarang menjadi bingung sendiri

“Chanyeol-ssi ada apa denganmu? Mengapa nada bicaramu berubah dan kau juga tersenyum tadi” tanya Yoona.

Chanyeol menghentikan aktifitas makannya, lalu menatap manik mata rusa dihadapannya intens.

“Aku hanya ingin menjadi lelaki normal. Yang ramah dan murah senyum. Apa kau tidak suka?” Yoona yang mendengar penuturan Chanyeol jadi salah tingkah sendiri. Apa dia berubah untuk dirinya?

“Ah a..aku menyukainya kok. Itu lebih baik Chanyeol-ssi

“Yoona-ya bisakah kau memanggilku tanpa embel-embel –ssi?” Yoona terkejut karena baru pertama kali ini lah Chanyeol menyebut namanya. Dan apakah mereka sudah cukup akrab hingga membuatnya harus menghilangkan embel-embel –ssi?

“Ba..baiklah Chanyeol-ah

“Itu lebih baik. Ikutlah sarapan bersamaku. Setelah itu aku akan mengantarmu pulang” dan Yoona hanya menuruti perintah Chanyeol saja.

 

.

 

Gomawo Chanyeol-ah” Yoona tersenyum ketika sudah sampai rumahnya.

“Ne cheonma” sama halnya dengan Chanyeol, ia pun tersenyum

“Baiklah aku masuk dulu” baru beberapa langkah Yoona berjalan, Chanyeol memanggilnya lagi

“Ada apa?” tanya Yoona

“Ah aku lupa. Ini handphone-mu. Kemarin aku meminjamnya untuk menelfon orang tuamu” Chanyeol menyerahkan handphone itu kepada Yoona

“Ah ini, pantas dari kemarin aku tidak melihatnya. Aku pikir hilang” Yoona tersenyum dan dibalas anggukan oleh Chanyeol.

“Baiklah aku pulang dulu Yoong” dan lihatlah sekarang Chanyeol sudah memanggilnya dengan sebutan ‘Yoong’ dan itu adalah panggilan yang diberikan orang-orang terdekat Yoona. Jadi apakah Chanyeol termasuk dalam orang terdekat Yoona?

Ne hati-hati dijalan Chanyeol-ah” dan setelah itu mobil Chanyeol melesat, Yoona pun segera masuk kedalam ruamhnya.

.

EOMMAA” teriak Yoona memanggil ibunya. Ibunya tiba-tiba berlari kearah Yoona lalu memeluknya, hingga membuat Yoona hampir terjengkang tadi

” Apa kau baik-baik saja? Kau tau ibu sangat khawatir padamu ketika ibu mendapat telefon dari temanmu yang mengatakan bahwa kau sakit. Apalagi temanmu itu laki-laki dan kau menginap disana. Dia tidak melakukan sesuatu yang buruk padamu kan?”

“Astaga eomma tenanglah. Temanku itu baik. Dia tidak melakukan apapun padaku. Tetapi dia.. dia sudah mencuri sesuatu dariku” Ibu Yoona yang mendengar itu menjadi panik.

“Apa yang dia curi? Barang-barangmu, handphone, dompet?”

“Dia..dia mencuri. Huaaa Eommaaa” Yoona malah berlari meninggalkan ibunya yang masih berpikir. Jangan-jangan Yoona kehilangan…

Ibu Yoona segera menuju kamar Yoona. Tetapi terkunci. Wanita itu menggedor-gedor pintu kamar Yoona. Tentu saja dia khawatir jika Yoona benar-benar kehilangan ‘sesuatu yang sangat berharharga’ itu.

“Yoona-ya buka pintunya ceritakan pada ibu apa yang terjadi”

Eomma dia…dia mencuri hatiku eommaaaa” teriakan Yoona itu menghentikan aksi ibunya menggedor-gedor pintu.

“Hati?” Ibu Yoona telihat sedikit berpikir.

“Oh astaga ternyata anakku sedang jatuh cinta. Mengapa aku berpikiran yang tidak-tidak” gumam Ibu Yoona lalu geleng-geleng kepala.

 

.

 

Keesokan harinya Yoona sudah mulai berangkat kesekolah. Dan saat Chanyeol menjemput Yoona dirumahnya, kedua orangtua Yoona menyambutnya dengan antusias bahkan mengajaknya sarapan. Lihatlah bukankah kedua orang tua Yoona artinya sudah merestui hubungan keduanya. Hubungan? Bahkah keduanya baru berbaikan kemarin. Jadi hubungan apa yang dimaksud?

 

Saat tiba disekolah pun keduanya menjadi pusat perhatian, terlebih sekarang Chanyeol yang murah senyum membuat beberapa orang terkejut, ada yang sampai berteriak histeris, ada yang menyapanya, dan ada juga yang membalas senyumannya. Senyuman Chanyeol memang memberikan efek yang berbeda-beda pada setiap orang. Yoona sendiri hanya berjalan santai disamping Chanyeol, beberapa orang ada yang mengatakan Yoona dan Chanyeol pasangan yang serasi. Oh rasanya Yoona seperti melayang.

Chanyeol mengantarkan Yoona sampai kelasnya, sedikit mengacak rambut gadis itu -membuat beberapa orang menatapnya tak percaya-, lalu Chanyeol pergi. Yoona dengan cepat menuju bangkunya yang disana sudah ada Yuri.

“Yoong-ah” Yuri memeluk Yoona hampir membuat gadis itu terjengkang

Wae Yul?”

Bogosshipo

“Yak! Aku hanya tidak masuk 1 hari. Mengapa kau berlebihan begini?”

“Tidak ada kau satu hari itu sama saja membunuhku satu hari juga” Yoona yang mendengarnya memutar kedua bola matanya, Ah Yuri memang sudah dirasuki oleh drama-drama yang dilihatnya. Yuri melepas pelukannya pada Yoona.

“Yoong, apa yang kau lakukan pada Chanyeol sehingga dia jadi aneh seperti hari ini?” tanya Yuri

“Aku tidak melakukan apapun padanya. Hei bukankah itu terlihat lebih baik mengapa kau menyebutnya aneh”

“Bohong. Kau melakukan apa hah? Ya aku tahu itu jauh lebih baik daripada sifat nya yang lalu, tapi tetap saja aneh”

“Aish aku tidak berbohong Yul. Jika kau tidak percaya terserah saja” jawab Yoona acuh.

“Yak! Dasar Rusa!!”

 

.

 

Saat jam istirahat Yoona memilih pergi keatap sekolah. Mungkin itu akan menjadi hobinya sekarang. Dan pasti disana sudah ada Chanyeol. Yoona berlari-lari kecil kearah Chanyeol lalu duduk disampingnya

“Chanyeol-ah” panggil Yoona membuat Chanyeol sadar dari lamunannya

“Eoh, wae Yoong?”

“Sedang apa?”

“Sedang duduk saja” Yoona hanya mengangguk-anggukan kepalanya, lalu gadis itu mengambil handphonenya dan memasangkan earphone kecil ketelinganya.

“Kau sangat suka mendengarkan lagu ya?” tanya Chanyeol

“Iya. Lagu selalu membuatku tenang. Apa kau mau mencoba?” tanya Yoona

“Boleh” Yoona melepaskan earphone, lalu memasangkan ketelinga Chanyeol yang sebelah kanan, dia sendiri hanya memakai yang disebelah kiri

“Lagu ini, bukannya yang saat itu kau nyanyikan ya?” tanya Chanyeol

“Iya. Aku sangat menyukainya” Chanyeol hanya mengangguk lalu memjamkan matanya, mencoba menghayati lagu tersebut begitupun dengan Yoona.

Keduanya membuka mata mereka ketika alunan lagu sudah habis

“Bagaimana?”

“Cukup baik. Suara penyanyi itu benar-benar bagus” Yoona memicingkan matanya ketika mendengar penuturan Chanyeol

“Kau menyindirku?”

“Tidak. Tapi kalau kau merasa tersindir, berarti kau menyadari betapa buruknya suaramu” ucapan Chanyeol membuat Yoona emosi, gadis itu memukul-mukul lengan Chanyeol

“Yak! Dasar menyebalkan! Kau pikir suaramu bagus? Suaramu itu seperti ajusshi-ajusshi. Lebih baik suaraku” teriak Yoona terus memukul-mukul lengan Chanyeol. Chanyeol yang sedikit merasakan nyeri dilengannya dengan cepat menangkap kedua tangan ramping itu. Lalu perlahan digenggamnya kedua tangan itu

“Aku hanya bercanda Yoong. Jangan marah-marah. Nanti kau cepat tua” Yoona hanya menghembuskan nafas ketika Chanyeol malah menggodanya

“Kau menyebalkan” dengus Yoona

“Yah walaupun menyebalkan, tetapi aku ini tampan dan banyak yang menyukaiku” ucap Chanyeol sombong

“Yaya. Orang-orang menyukaimu karena kau ini sekarang murah senyum, berbeda dengan dulu”

“Baiklah. Terimakasih Im Yoona telah membuatku tersenyum kembali”

“Kau berterimakasih padaku? Memangnya apa yang aku lakukan?” tanya Yoona bingung

“Aku melihat dicatatan yang ada dihandphonemu bahwa kau itu sangat menyukai lelaki yang murah senyum dan ramah, jadi karena itulah aku berubah menjadi lelaki seperti yang kau mau” Yoona membeku mendengar penuturan Chanyeol. Jadi benar dugaanya Chanyeol berubah karena dirinya. Apa ini artinya Chanyeol menyukai dirinya?

“A..apa maksudmu?”

“Jangan berpura-pura bodoh. Pasti kau mengerti maksud ucapanku tadi. Saat aku melihatmu bertengkar dengan satpam sekolah ini, disitu aku mulai merasa kau itu unik. Saat kau menyanyi dengan suara burukmu itu entah kenapa aku malah tertarik, dan beberapa hari lalu saat kau dirumahku disitu aku yakin bahwa aku menyukai dirimu. Walaupun aku selalu bersikap dingin, kau selalu saja mencoba ramah padaku. Dan sekarang aku ingin berkata bahwa aku mencintaimu Im Yoona” Yoona diam. Ia masih mencerna ucapan terakhir Chanyeol. Apakah ini mimpi? Oh ayolah Im Yoona ini adalah dunia nyata.

“Chanyeol-ah kau serius?” tanya Yoona

“Ya. Sangat serius”

“A..aku juga mencintaimu Chanyeol-ah

“Ya Im Yoona aku sudah tau itu. Kau tidak mungkin menolak pesonaku” Yoona kesal karena Chanyeol membuat suasan yang tadinya romantis malah menjadi hancur karena kenarsisannya itu

“Yak! Dasar kau tiang listr…Hmmpt” Yoona membulatkan matanya ketika saat ini Chanyeol menciumnya. Tepat dibibir, dan itu adalah ciuman pertama Yoona. Tetapi perlahan Yoona memejamkan matanya, membalas setiap lumatan lembut bibir Chanyeol. Ciuman manis yang membuat keduanya tidak menyadari bahwa ada sebuah kamera yang tengah mengabadikannya.

“Im Yoona berterimakasihlah padaku. Karena aku yakin setelah orangtuamu melihat ini, pasti orang tuamu akan segera menikahkanmu dengan Chanyeol” ucap seseorang sipemilik kamera tersebut.

 

-END

Hai. Gimana ff nya? Kepanjangan yaa? Alurnya kecepetan? Feel nya dapet ga? Kayaknya enggak ya, soalnya aku sendiri ngerasa kalo Chanyeol gapantes meranin karakter cowo dingin. Terus masih ada yang kurang jelas? Pasti iya. Aku juga nyempilin lagu Tiffany sama Taeyeon unni kkk~ buat promosiin aja sih sebenernya *plak. Nah ini buat selingan aja sambil nunggu jadwal postingan ff diference. kan jadwalnya masih lama tuh. Oke segitu aja, tinggalkan jejak dengan komentarnya yaa…

 

73 thoughts on “(Freelance) Oneshot : Cold

  1. kereeeen! Aiih chanyeolkuuuuu *eh*
    tapi ini beneran bagus banget! feelnya kerasa,sweet banget omooo
    ditunggu karya selanjutnya,keep writing ^^9

  2. Kyaaa…
    Suka banget sama ff ini..
    Semuanya perfect.
    Ya walaupun karakter Chanyeol disini yang sok Cool dan pendiem. Menurutq sih ga cocok ya? Tapi terlepas dri iu semua q suka bgt sm alur ceritanya. Bahasanya juga enak bgt.. Pokoknya 2 jempol deh.. Daebak!

  3. Suka banget sama FF ini ><!!!
    Couple yang serasi banget😀
    Kira-kira yang pegang kamera itu sypa ya.. Hmm.. Yuri ??.. Maybe.. hihi
    Sequel dong thor :3
    Fighting!😉

  4. Iyaaa nih thor kok cast namjanya mlah chanyeol sih , kan chanyeol gaa cocok klo jd cowok dingin , scara chanyeol itu kan happy virus , klo sehun atau kris mngkin cocok kan mreka *pria es* :p siapa tuh yg mncul d akhir cerita yg ngerekam ciuman yoona+chanyeol , jgan2 yuri ???

  5. . .Hahaha . .
    DaebakKk,suka banget ma alur n crita.x🙂
    feel.x dapet apalagi waktu d part akhir . .
    Hehehe
    itu yg bwa kamera pasti yulNie~
    sequel jusey0🙂

  6. endingnya gantung.-. itu siapa yang foto chanyeol sama yoona sequal ah sequel wkwk ditunggu next nya ya FIGHTING

  7. ih nyebelin pokoknya lanjut,,,,,squellllsquellllsquellllsquellllsquellllsquellllsquellllsquellll
    pokoknya harus,,,salah sendiri bikin kepo bagian endingnya,,,makhluk apaan tuh yg gi ngrekam mreka? ih bkin pnsaran………….

  8. oh my… baca ni ff itu buat salting,melting kayak ayu tong tong #plak

    au au au, sweet bngett,terlalu manis,takut kena diabetes, ih, sumpeh keren!!! aaaaaaa sukaaaaaa pkek bngettt ama ni ff, wow… daebbak!!!😀

    ditunggu ff difference,ada squel nggak? adain ne?

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s