(Freelance) My Love (Chapter 1)

My Love (Chapter 1)

 

Title       : My Love

Author     : Mrsdeer

Length     : Multichapter

Rating     : PG-15+

Genre     : Romance, friendship

Main Cast   : Im Yoona, Oh Sehun, Byun Baekhyun,Jessica and other

Disclaimer : this fanfiction is pure from my imagination, don’t plagiat it’s okey!! And attention for all typo on my story.. Thanks

***

Fire Fly Bar, Korea Selatan

Suara denting jam berdebum beberapa kali bertabrakan dengan alunan musik pop khas daerah paman sam yang tercipta dilantai 2 bar terkenal bahkan dikatakan bar nomor satu dikorea selatan. Beberapa kali terlihat wanita-wanita dengan pakaian sangat minim dan penampilan yang sudah dibilang berantakan keluar dari lantai tiga, tepatnya “Room Rest” berbeda dengan suasana yang tercipta dilantai satu, dilantai ini bau alkohol menyeruak menyesaki udara segar yang ada diruang pertama lantai satu fire fly bar, kebanyakan dari mereka duduk dikursi sambil menyesapi minuman berwarna kuning pucat.

Tak berbeda jauh dengan beberapa orang yang ada disini,segerombolan pemuda duduk disofa putih tulang yang terletak dipojok bar tersebut, sambil meneguk minuman berwarna hitap pekat, yup minuman itulah yang paling mahal. Tak henti-hentinya seorang pemuda berambut coklat tua dengan kulit putih pucat beradu dengan gelas winenya, terlihat sudah satu botol wine dengan kadar alkohol tinggi tersebut terhempas ketenggorokan seorang pria yang mempunyai tag name Oh Sehun, seorang direktur muda dari perusahaan terbesar dikorea selatan, Shanghai Company atau biasa disebut Oh Copparation.

“Oh Sehun!! Cukup, kau tak boleh minum terlalu banyak bodoh” Salah satu temannya yang mempunyai name line Park Chanyeol yang juga seorang direktur muda dari perusahaan Peninsula Company berhasil merebut benda yang menjadi wadah cairan pembunuh itu. Botol wine tersebut ia jauhkan tepatnya ia berikan kepada seorang pemuda berambut hitam legam yang menjadi seorang pelajar dilondon. Kim Jongin

“Apa-apaan kau Park Chanyeol kembalikan botol itu!” suara pemuda berkulit putih pucat ini terdengar tercekat dan rancau, minuman dengan kadar alkohol hampir 50% itu berhasil menguasai pikiran,nafsu dan tubuhnya

“Kau tidak boleh seperti ini, kadar alkohol setinggi itu bisa membuhunmu Sehun” kali ini pria berperawakan tinggi itu menatap kedua mata hazel sehun dengan tatapan menantang, Sehun dapat dikatakan hebat, dengan sebotol wine yang ia teguk belum juga menghilangkan penuh kesadarannya.

Satu celetukan terdengar dari mulut pemuda yang selama ini menjadi penonton “Apakah gara-gara Jessica kau jadi seperti ini Sehun? Hanya gara-gara Jessica tunanganmu yang bersikap protek dan kekanak-kanakan? Bukankah begitu? Kurasa kau harus membatalkan perjodohan gila ini” sebuah seringai nampak dari kedua sudut bibir Kai, kenyataan yang diucapkan Kai berhasil menyadarkan Sehun, ia merasa tersiksa dengan perjodohan bodoh ini, Sehun menyandarkan kepalanya pada sofa bar, ia memejamkan matanya sejenak

1 detik

2 detik

3 detik

Dan kemudian didetik ke 4 kedua kelopak mata pria ini terbuka, alinya mengerut membentuk guratan tanda tanya pada wajah tirusnya, yup karana tepat didepannya ia melihat sosok wanita berkulit putih mengenakan sweter panjang berwarna hijau toscha dengan rok jens diatas lutut yang berhasil mengekspos sebagian dari lekuk tubuh wanita tersebut. Rambutnya hitam legam tergerai lurus tanpa diikat sehelai benang apapun, make up naturan yang menghiasi wajah jetita itu menambah kesan plus dari Oh Sehun, hanya lipstick berwarna peace yang menyelimuti bibir merah tersebut, namun sehun tak habis pikir mengapa wanita yang terlihat dari golongan baik-baik tersebut meminum 2 botol wine berwarna putih pekat yang tak kalah mahal harganya.

“Yeol” Kai menyenggol lengan chanyeol pelan “apa kau tidak berasa Sehun tak menghiraukan kita?”

Chanyeol menoleh, ia menatap dalam-dalam kemudian berakhir dengan sebuah gelengan kepala “Tidak, apa yang kau bicarakan? Kukira Sehun bersama kita, iyakan Sehun” Chanyeol beralih menatap Sehun dan merangkul bahu direktur muda Shanghai Company

“Kukira tidak yeol, ikuti saja arah pandangan anak itu maka kau akan temukan jawabannya”senyuman remeh atau lebih tepatnya mengejek berhasil tercipta dari bibir sexy pria bernama Kim Jongin. Chanyeol segera menatap Sehun, perlahan tapi pasti ia ikuti pandangan orang muda nomor satu dikorea ini, bola mata coklatnya membesar, Cha! Seorang wanita cantik dihadapannya.

“Apa yang kalian lakukan?” kini sapaan mengagetkan datang dari pria yang saat ini menunjukan wajah innocent-nya, masih dengan tatapan yang menurut Kai dan Chanyeol adalah tatapan yang menyebalkan

“Aku hanya mengikuti arah pandanganmu, seorang yeoja cantik disana, kurasa ia sedang mabuk”

“Aku tau”

“Kalau begitu ini tugasmu hun” sahut Kai masih dengan senyuman evil miliknya

“Kau kira aku tidak bias membuatnya terpana padaku? Kau salah Kim Jongin” ucapan Sehun berhasil membuat kedua sahabat kecilnya ini tertawa puas, mereka hafal dengan kebiasan dan tingkah aneh anak ini.

“okey, doing it Oh Sehun”

“Kalian liatlah wanita itu akan menghentikan aktivitasnya sejenak, hanya untuk memandangku” seringai Sehun muncul membuat kesan evil dari namja berwajah innocent dengan bola mata berwarna brownis yang menjadi daya tarik seorang Oh Sehun. Sehun beranjak dari duduknya mengambil dan mengenakan kembali jas berwarna biru gelap yang sempat tersampir rapi dibahu sofa

“Kurasa lebih baik kami melihat dari atas, ayo Kai”

“Benar, akan lebih seru bila melihatmu beraksi dari lantai dua” Chanyeol dan Kai berdiri, mereka saling berhighfive secara bergantian kemudian berlalu meninggalkan Sehun menuju pusat dentuman music di Fire Fly Bar.

Sehun berjalan lurus kedepan entah karna apa disetiap langkahnya ia rasa ia ingin mati(?) degub jantungnya mulai membawa kesan yang tak biasa ia rasakan, jatuh cinta pada pandangan pertama? Mungkin Sehun sedang merasakan makna dari kaliamat tersebut. Sehun berdiri dihadapan wanita yang masih saja berkutat dengan gelas kaca berukuran kecil.

“Maaf bolehkah saya duduk disini?”

“Silahkan saja tuan” wanita itu tetap kembali menunduk dalam diam tak ingin mendongkakkan kepala atau sekedar melirik seorang pria tampan dihadapannya, Sehun duduk tepat didepan malaikat hatinya, ia mengulas senyum kecil, senyuman tulus yang jarang ia tunjukan.

“Boleh saya tau? Apa yang kau lakukan disini?”

“Tidak ada” masih sama seperti sebelumnya tak berniat menengok sedetik pun kearah pemuda dihadapannya bahkan mengucapkan salam kenal pun tidak, wanita itu tetap berkutat dengan gelas kaca yang menurutnya adalah mainannya malam ini

“Kalau boleh tau siapa namamu?”

“Aku Im Yoona, panggil saja yoona atau yoong” Sehun mengangguk dan mengulas senyum tipis “oh, perkenalkan namaku Oh Sehun”

“Tuan muda Oh, maafkan atas ketidak sopanan saya”

“Kurasa kau tak termaafkan” mereka berdua terkekeh pelan “cukup nona kau bisa sakit bila meminum wine itu terus menerus”

“Tidak akan, kadar alkoholnya hanya 5% tenang saja” Sehun menggeleng pelan iya tak yakin kalau kadar 5% dapat membuat wanita ini nampak kacau, ia merebut paksa gelas yang berisi cairan pembunuh itu dan meneguknya

“Kau bilang ini kadar 5%? Kau bodoh nona, ini kadar tinggi nona Im kau harus hentikan!” Sehun merebut botol wine dan menyimpannya disampingnya “bagaimana dengan berdansa nona?” senyuman kemenangan menghiasi wajah tirus pria bermarga Oh tersebut, belum sempat ia mendengarkan jawaban atas pertanyaannya, ia melihat dua orang pria berbadan tinggi berjas hitam menghapiri meja mereka

“Sumimasen” (maaf) kedua pria tersebut membungkuk 90 derajat kearah Yoona, Sehun hanya memperhatikan mereka dengan mulut terkatup, ia semakin ingin tau siapa sebenarnya wanita dihadapnnya ini

“Nan desu ka?” (apa)

“Anata wa suguni kaesu yo ni yokyo sa rete iru” (anda diminta untuk segera kembali)

Yoona menghembuskan nafas beratnya “Hi, watashi wa sugu modotte kimasu” (ya, aku akan segera kembali)

“Maafkan kami tuan Oh, nona muda Im harus pulang” Sehun mengangguk mendengar penuturan salah seorang yang ia yakini sebagai bodyguard Yoona, ia tersenyum sembari menundukan kepalanya sesaat sebagai tanda salam hormat

“Baiklah”

“Moshi sonara, hayai” (kalau begitu, cepat) yoona bangkit dari tempat duduknya, barulah kali ini ia membuka kelopak matanya untuk menatap sekitar, dan tepat didepannya ia dapat melihat dengan samar-samar wajah tampan dengan senyuman malaikatnya. Pengaruh alkohol telah membuat pengelihatannya terganggu “Annyeonghaseo tuan Oh Sehun”

***

“MWO!!! SUDAH SIANG” Yoona segera bangkit dari tidurnya, ia mengikat rambutnya dengan cepat, ia ambil handuk dan perlengkapan mandi yang ia butuhkan dari sisi anjang king size warna coklat tua miliknya

“Shin Ahjuma, kenapa kau tidak membangunkanku lebih awal? ah.. aku akan terlambat mencari pekerjaan”

“Mianhae Aggasi, saya lupa untuk membangunkan aggasi”

“Kalau begitu siapkan semuanya dengan rapi dan ingat jangan beritahu siapapun termasuk keluargaku, Arraci?”

“Ne, arraseo”

Yoona masuk kekamar mandinya ia harus menjalankan seluruh rencananya, ia ingin menjadi seorang gadis biasa yang hidup indah dan nyaman tanpa adanya kekangan dari manapun, ia ingin terbang bebas seperti burung, berinteraksi bebes dengan siapapun dan tidak menjadi pajangan boneka barbie hidup yang cantik disetiap pesta, ia lelah, penat dan bila wanita itu bisa memilih ia ingin lahir dari keluarga sederhana dari pada keluarga kolongmerat yang overprotek seperti keluarganya sekarang, maka dari itu ia memilih pergi dan kuliah diJepang baik tanpa ataupun dengan persetujuan keluarganya, hanya kebebasan yang ia inginkan, apakan itu tak boleh didapatkannya?

***

Pagi ini Yoona berjalan menuju halte bus, ia akan berangkat mencari pekerjaan diSeoul menggunakan kendaraan umum bus kota. Hari ini ia terlihat sesederhana mungkin, rambut hitamnya ia ikat sehingga memperlihatkan leher putih jejangnya ia juga mengenakan kemeja pink seperempat lengan bermotif polkadot ditambah rok diatas lutut yang yang berwarna soft pink, sangat pas dengan make up senada dan lipstick berwarna pink rose yang menyebar menutupi bibir wanita muda bermarga Im

45 menit

Peninsula Company 10 a.m KST

Yoona berhasil melangkahkan kakinya memasuki salah satu perusahaan terbesar diKorea, ia tengah menunggu proposalnya kembali, yup ia mencoba bekerja diperusahaan tuan Park tersebut. Perusahaan dengan gedung berdisen moderen namun terdapat unsur klasiknya dengan 12 lantai tempat menampung para orang-orang tertentu yang mempunyai kemampuan untuk bekerja disini.

“Nona, ini proposal anda, silahkan anda pergi langsung ketempat direktur kami tuan Park Chanyeol, tempatnya berada dilantai 10, maaf karna tuan lee yang seharusnya menginterview anda tidak masuk pagi ini, bias kan nona? Pria yang sudah mempunyai umur senja ini menyerahkan map berwarna kuning yang berisi proposal tersebut kembali kepemiliknya.

Yoona mengangguk mantap dan membungkuk 90 derajat untuk mengucapkan terimakasih “Gamsahamnida, saya permisi dulu tuan” Yoona segera berjalan menuju lift terdekat yang pastinya kosong dilantai pertama ini, ia menemukannya, dengan cekatan ia masuk, tanpa disadari seseorang pun masuk dan berada satu lift bersamanya.

Pintu lift tertutup, Yoona menekan nomor lantai yang ia tuju, kemudian kembali berdiri dibelakang, ia kemudian menyadari bahawa ia tak sendirian, ia menoleh kesamping kiri tepat seorang pria tampan berjas hitam dengan tatanan rambut rapi, Yoona lebih memiringkan kepalanya agar bias membaca name tag pria tersebut, seketika matanya membulat sempurna. Ia menutup mulutnya dengan sigap menggunakan kedua telapak tangannya kemudian berdiri tegap seperti sebelumnya, mencoba mengatur nafasnya sejenak.

Ia mengenal pria itu, pria itu yang mengetahui keadaannya sesungguhnya, identitasnya bisa terbongkar, ia mencoba merubah mimik wajahnya dan bersikap setenang mungkin, perlahan namun pasti Yoona mencoba menghapus kecanggungan yang ada

“Tuan Oh Sehun” Sehun menoleh kearah sumber suara, sama terkejutnya dengan Yoona namun ia masih harus bersikap secool mungkin.

“Oh, kau Im Yoona? Kita betemu lagi” Sehun menunjukan senyuman separonya, menampakan kesan nakal pada wajah direktur muda ini

“Kukira begitu”

Ting (?)

Pintu lift terbuka, lantai 10 menyambut mereka berdua, dengan segera untuk melarutkan kecanggungan yang tercipta diantara keduanya, mereka segera berjalan keluar lift

“Aku dulu” Sehun dan Yoona sama-sama sedang berada diambang pintu lift, memang koyol bila mereka berebut untuk keluar namun memang begini faktanya, karna diperusahaan Chanyeol ini pintu lift didisen kecil.

“Lady First” Yoona menatap tajam kedua bola mata hazel sehun

“Aku seorang direktur, maka aku lebih dulu”

“Namun, lebih sopan seorang wanita dulu tuan Oh”

“Kurasa tidak nona Im”

“Dekinai, watashi ga shiyo” (tidak bisa, saya dulu)

“Me first”

“lie, watashi ga shiyo” (tidak! saya dulu)

“Stop use your language nona im, I’m not understand very well”

“Chi! Begitu saja kau…”

“Awas!!” reflek Sehun menarik Yoona kedalam pelukannya, pintu lift memang tak bisa lama-lama terbuka bukan? Pintu lift tersebut perlahan menutup dan mengapit kedua insan yang tengah berpagut erat, tangan Sehun pun dengan sigap mengahantam kerasnya besi y dari pintu lift tersebut begitu pula pinggangnya, jarak diantara keduanya sangat dekat, sudah dipastikan bila Sehun menundukan kepalanya maka wajah bemereka akan saling bersentuhan. Mereka diam,seperti lumpuh otak, tak ada yang bias berfikir jernih, bahkan keduanya dapat merasakan bau tubuh masing-masing.

Entah kenapa disaat seperti ini jantung mereka tak dapat dikontrol

“OH SEHUN?!?! APA YANG KALIAN LAKUKAN?”

***

TBC

Note: maaf kalau ceitanya jelek ya readers disitu author tambahin bahasa jepang, maaf juga kalau bahasa jepannya amburadul karna author masih dalam tahap pembelajaran, makasih untuk yang mau baca cerita dengan alur gak jelasini, tolong komennya agar saya semangat menulis, salam kenal juga, thanks

60 thoughts on “(Freelance) My Love (Chapter 1)

  1. fanfic eon memang keren” ih;33 itu yg teriak siapa? kek nya yeoja, soalnya gak mungkin kalo nmja seheboh itu/? jessica pan?._.#sotoy ih. lanjut ya eonni chap2 ;3 unni hebat bisa belajar bhasa jepang._.b aku aja mo belajar, tpi udah enek duluan liat kanji nya;( #malahcurcol. pokoke dilanjut ya unni’-‘/ fighting~ mian bru bisa comment soalnya udh jarang bnget akhir” ini ngunjungi ini blog hehe;3

  2. Huwaaa,.. It’s YoonHyun \(^0^)/
    aku mungkin gak bisa ngomentarin bhasa jepangnya, soalnya aku jg gak trlalu ngerti,.. Aku komentarin bhasa Inggris aja ya, kyknya lebih tepatnya “I’m don’t understand” deh dari pda “I’m not understand”
    tp slalu antusias kalo YoonHun mah…

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s