Conflict of Love-9

cof5

Conflict of Love-9

Perfectbaek // Oh Sehun EXO’s – Im Yoona GG’s – Kim Jongin EXO’s etc // school-life – romance – pg 17+(?)

[First I Second I Third I Fourth I Fifth I Sixth I Seventh I Eight ]

….

PREVIEW

[Gadis itu tak mau menatap mata Sehun, dia masih kesal dengan pria dihadapannya ini. Sehun dengan kasar membalikkan kepala Yoona, “Aku menyukaimu!”

Jelas saja Yoona berontak, “Kau ini gila?”

“Iya! Aku gila karenamu, Yoong! Aku menyukaimu!” bentak Sehun didepan Yoona. Yoona malah tertawa, “Tak usah menggodaku! Aku tidak menyukaimu, Oh Sehun-ssi!”

“Baiklah, mari kita lihat” kini Sehun menarik paksa lengan Yoona dan membanting dia ketembok, kini dia mencium bibir Yoona. Yoona hanya bisa membelalakkan matanya, dan pasrah.]

Yoona POV

Lengan Sehun benar – benar mengunci lenganku, beberapa kali aku mencoba melawan namun apa daya aku tak bisa menahan kuat tenaga lelaki ini. Dia menciumku lembut, bahkan terlalu lembut sampai – sampai aku larut dalam permainannya.

Secara tak sadar aku menutup mataku dan mengalungkan lengan ke lehernya. Begitupun Sehun dia menarik pinggangku bahkan sekarang dia memeluk pinggangku agar tak ada jarak diantara kita.

Bibirnya manis. Semanis susu kotak strawberry kesukaanku.

Sehun mengakhirinya, dengan malu – malu aku membuka mataku dan dia memandangku tajam. Aku tertegun dan membalas tatapan matanya. “Kau mencintaiku?” tanyanya. Aku tersenyum dan mengangguk. Sehun memelukku dan mengecup bibirku, aku tenggelam didalam pelukannya.

“Ikut aku..” ucap Sehun sambil menggenggam tanganku erat. “E..eh, ini mau kemana sunbae?”

Kini aku dan Sehun berjalan dikoridor sekolah, keadaan sangat ramai. Banyak sekali murid lain yang menatapku heran bahkan kini saling berbisik. Aku sangat malu dan hanya bisa menunduk saja.

Beberapa kali aku mencoba melepas genggaman Sehun, dia malah semakin mengeratkan genggamannya sampai aku meringis kesakitan. “Aw…,”

“Ya! Lepaskan, aku malu!”

Sehun tetap saja berjalan dan akhirnya aku pasrah dan hanya mengikuti maunya.

Sedangkan dari kejauhan bisa kulihat Jinri sunbae, Krystal sunbae, dan Kai sedang berjalan kearah kami. Hatiku berdegup tak karuan, masalahnya disana ada Jinri sunbae. Jelas – jelas dia masih berstatus sebagai kekasih lelaki dihadapanku ini.

Aku menghentikan langkahku begitupun mereka.

“Kau?” tunjuk Krystal kearahku. Aku hanya mampu menunduk dan hanya menatap ujung sepatuku gugup.

“Jinri, ada yang ingin kusampaikan” ucap Sehun dan menarik Jinri. Sedangkan aku? Aku ikut ditariknya. Terlihat jelas gelagat Kai dan Krystal sunbae yang menatap kami aneh.

.

Kai POV

Tak bisa kupungkiri kenapa hatiku terasa sakit ketika melihat wanita cupu itu bersama Sehun? Kulihat wanita itu hanya bisa menunduk, aku yakin dia hanya terpaksa dan masih ada banyak peluang untukku.

Lamunanku tersadar ketika Krystal menarik lenganku paksa, “Antar aku ke kantin!” racaunya. Dengan malas aku turuti saja dia.

Otakku terus saja berputar bagaimana caranya agar aku bisa bertemu dengannya. Untuk berpapasan saja dia enggan apalagi bertemu langsung. Aku tersadar ketika Krystal menyebutkan pesanan makanan.

“Kimchi nya dua, bu!”

.

Sulli POV

“Ya sudah, aku sudah tahu kok” ucapku pada Sehun yang membuat perubahan wajah Sehun berganti sendu. “Aku minta maaf” ucapnya tulus sambil memegangi tanganku. Kulihat Yoona yang berada tak jauh dari kami hanya mampu menunduk dan memainkan jemarinya.

Sekali lagi, kupasang senyum dihadapannya. “Aku baik – baik saja, tak usah hiraukan aku ya?”

Aku melangkah pergi dengan senyuman kecewa, tak terasa buliran air bening mengalir dengan bebasnya. Ku seka air mata dan tersenyum kembali mencoba menerima pernyataan Sehun yang memilih untuk mengakhiri hubungannya denganku dan menjalani nya dengan Yoona.

Ketika langkahku membawa diriku ke belakang gedung sekolah, saat itu juga aku melihat Chanyeol yang sedang duduk ditepi danau kecil belakang sekolah. Dengan gitar, dia bernyanyi sebisa mungkin. Suara beratnya menuntunku untuk pergi menghampirinya.

Kutepuk pelan pundaknya, dia menoleh dan tersenyum. Dia meneruskan lagi nyanyiannya dan saat itu juga tangisku malah makin meledak.

“You’ll always be a part of me, i’m part of you indefinitely”

“No way you never gonna shake me, oh darling cause you’re always be my baby”

 “And we’ll linger on, time can erase this feeling is strong”

“No way you never gonna shake me, oh darling cause you’re always be my baby”

Ya lagu yang sering Sehun nyanyikan untukku ketika kita pulang bersama, di dalam mobil dengan lengan Sehun yang mengelus pelan punggung lenganku. Semua nya terasa deja vu bagiku.

Chanyeol berhenti, “Apa kau butuh pelukan?” ucapnya dengan senyum bodohnya seperti biasa. Tak perlu ku jawab karena kini dia sudah memelukku erat, sambil mengusap punggungku. Badanku bergetar hebat aku menangis didalam bahunya.

Hal terbodoh yang pernah ku lakukan, tak pernah memandang sekitar. Aku menyesal menolak Chanyeol yang jelas – jelas sudah naksir padaku. Aku minta maaf Chanyeollie.

.

Sehun POV

“Ayo pergi” ucapku sambil menarik lengan Yoona. Gadis ini hanya menunduk saja, aku malah merasa bersalah. Akhirnya aku ajak dia pergi dari sekolah. Dia hanya mengangguk tak menjawab perkataanku.

Aku membawanya ke kedai eskrim dekat sekolah, aku memesan eskrim kesukaannya. Vanilla.

“Kau kenapa?”

Yoona akhirnya mau berbicara, “Apa aku jahat? Apa aku seorang perusak hubungan orang sunbae?” ucapnya. Aku tertegun, mungkin jawabannya iya jika dipandangan orang lain tapi tidak untukku. Aku tersenyum dan menggenggam kedua tangannya, “Dengarkan aku..”

Dia menatapku.

“Aku Oh Sehun, lebih memilih Im Yoona untuk kebahagiaan hidupku. Apa aku salah?” pelan – pelan dia menggeleng. “Makanya, aku berhak memilih jalan hidupku” tegasku lagi. Perlahan dia tersenyum, mengangguk dan membalas genggaman tanganku.

Seusai pergi ke kedai eskrim, kami kembali ke sekolah. Masih sambil memakan eskrim yang masih tersisa, kami berjalan berdampingan. Sesekali Yoona membuat kekonyolan yang membuatku tak berhenti tertawa.

Dari kejauhan kulihat Luhan hyung yang melambai, aku berlari sedikit lebih kencang dan meninggalkan Yoona. “Ada apa hyung?”

“Kai mencarimu”

Ah, sial. Yoona pasti mendengarnya. Aku tersenyum dan menyuruhnya untuk tetap tenang karena aku yakin Yoona pasti berpikir bahwa aku dan Kai akan terlibat perkelahian hebat. Luhan hyung pergi duluan, aku berbalik dan mengusap puncak kepala Yoona.

“Aku akan baik – baik saja.. nanti aku kabari lagi ok?” ucapku dengan senyum. Dia mengangguk dan memaksakan senyum.

.

Yoona POV

Aku kembali ke kelas dengan langkah lemas, ku lepas kacamata ku dan kuikat rambutku. Aku menjatuhkan diri diatas meja. Tiffany dan Jihyun tak tau kemana. Didalam kelas hanya ada aku seorang diri. Kepalaku terasa berat, karena mungkin aku yang terlalu pulang pagi semalam karena bekerja. Akhirnya, aku memilih untuk tertidur.

Brak!

Sialan, gendang telingaku rasanya mau pecah. Kudongakkan kepala dan menoleh ke belakang, kulihat Kai sunbae ada disana. Jujur, aku merasa tak enak hati tapi aku mencoba untuk berperilaku seperti biasa walaupun sebenarnya dadaku berdebar tak karuan.

Kai sunbae berjalan kearahku dan duduk diatas mejaku. Lantas aku berdiri dan bertanya, “Ada perlu apa sunbae?” ucapku sebiasa mungkin. Dia turun dari meja, dan mencoba memulai percakapan.

“Kau serius dengan Sehun?”

Ada apa ini?

Kubalas dengan nada datar, “Apa maksudnya?”

“Aku tanya apa kau serius dengan Sehun?” aku diam dan menelan salivaku pelan. Dengan biasa aku jawab pertanyaan nya lagi, “Serius”

Kai tersenyum, namun bukan tersenyum seperti tulus. Melainkan….

“Lalu, kenapa kau menolakku dulu?”

“Apa kau menyukai Sehun sedari dulu, iya?”

Mati kutu, aku harus bagaimana. Aku tak membalas perkataannya sama sekali, aku lebih baik diam. Semua terasa berat, kakiku bergetar peluhku bercucuran. Sungguh, aku tak berbohong kali ini kepalaku terasa berat.

.

Kai POV

Yoona diam, tak mau menjawab ketika aku tanyakan tentang penolakkan ku waktu itu. Aku sedikit panik ketika melihat mukanya yang terlihat lebih pucat dari sebelumnya. Kakinya bergetar, bahkan kini dia memegangi ujung meja.

Aku mendekatinya dan memegangi bahunya, “Kau kenapa?”

“A..ku permisi pergi ke ruang kesehatan ya sunbae” dia pergi melangkah dengan sempoyongan. Aku merasa tak enak hati, akhirnya aku ikuti dia. Tepat ketika dia membuka gagang pintu sosok Sehun berada disana.

“Kau kenapa yoong? Mukamu pucat sekali!” ucapnya panik. Aku? Tak kalah panik dari Sehun.

Bruk!

Yoona jatuh ke lantai, aku langsung berlari kearahnya untuk menolong hanya saja Sehun lebih cepat dariku. Dia membawa Yoona ke ruang kesehatan dan aku mengikutinya.

Sehun keluar dari ruang kesehatan, “Ini ada apa? Kau apakan Yoona?” ucapnya seperti mengintimidasiku.

“Bukan urusan kau”

“Tentu saja urusanku, segala tentangnya menjadi urusanku! Mulai sekarang!” ucapnya penuh penekanan. Tatapan sinisnya membuatku menjadi dibuat kesal, jika saja tak ada Baekhyun disana sudah kuhabisi dia.

“Hai kalian, ayo masuk sudah ada guru. Ayo cepat!”

Ku tinggalkan mereka berdua, kutendang tong sampah didepanku. Baekhyun mengerutkan kening, “Kenapa dia?”

Hanya itu yang bisa kudengar.

.

Yoona POV

Ketika aku terbangun hanya ada suara kicauan burung disana. Perlahan mataku terbuka, masih dengan sedikit memegangi kepala. Aku mencoba bangun dan hanya sedikit meminum air putih yang disediakan disebelah kiri ranjang ruang kesehatan.

“Apa sudah bubar? Kenapa sepi sekali?” pikirku dalam hati.

Perlahan aku keluar dengan sedikit terhuyung, tapi kepalaku sudah tak berat seperti biasanya hanya saja jujur badanku lemas. Aku berjalan ke kelas dan mendapati Tiffany dan Jihyun yang langsung memelukku.

“Apa kau baik – baik saja?”

“Aku khawatir!”

Mereka masih saja seperti biasa, tukang rusuh. Aku hanya membalas senyum, aku langsung membawa tas dan berjalan keluar kelas dengan mereka. “Kau kenapa sih sebenarnya?”

Jihyun ikut berbicara, “Sepertinya banyak hal yang tak kau ceritakan kepada kami. Iya kan?”

Aku mengangguk lemas, “Ya, banyak sekali. Saking banyaknya aku jadi lupa mau cerita hehe” ucapku terkekeh. Mereka hanya meracau tak jelas, pandanganku tertuju pada dua sosok yang sedang berada di ujung lorong. Aku tau siapa mereka. Yang jelas, mereka sedang berpelukan.

Ya, siapa lagi kalau bukan Sehun dan Jinri sunbae.

Aku terdiam sejenak, sedangkan mereka berjalan mendahuluiku. Kutatap mereka, mereka yang tengah berpelukan tepat dihadapan mataku. Hati ini terasa tersayat melihat pemandangan tadi. Mau tak mau aku memang harus pergi.

Kulangkahkan kakiku menyusul mereka.

Berjalan dan tersenyum seperti biasanya.

Dan bisa kupastikan, kalau Sehun melihatku dari kejauhan.

.

Author POV

Sehun yang merasa bersalah berinisiatif untuk mendatangi Jinri sepulang sekolah atas usulan Chanyeol. Setidaknya dia bisa meminta maaf lebih leluasa daripada tadi. Sehun yang melihat sosok Jinri pergi menghampirinya.

“Jinri-ya!” ucapnya dan membuat Jinri menoleh. Jinri berpura – pura tak mendengar dan hanya acuh dia terus berjalan bersama Krystal. Tapi, Sehun berhasil menarik lengan Jinri dan membuat gadis itu berhenti.

Merasa tak enak hati, Jinri tersenyum dan menyuruh Krystal untuk pergi duluan. “Nanti aku menyusul, oke?”

Krystal dengan tatapan awkward  hanya mampu mengacungi jempol dan pergi meninggalkan mereka berdua.

Tak ada yang mau memulai pembicaraan, karena tak mau membuang waktu Jinri memilih untuk berbicara. Dengan desahan nafas yang berat, Jinri memulai pembicaraan dan melepaskan genggaman tangan Sehun.

Sehun terlihat salting dan mencoba membiasakan diri.

“Kenapa?” ucap Jinri dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Sehun mengelus tengkuknya sambil menendangi angin dia berkata, “Aku merasa bersalah padamu..”

Jinri membuang pandangan nya, dia tahu betul jika airmata nya sudah berlomba ingin keluar. “Lalu?” ucapnya dengan sedikit bergetar.

Sehun terdiam ketika dia mendengar ucapan Jinri. Suara gadis itu bergetar, makin bertambahlah rasa bersalahnya itu.

Lelaki itu memegangi bahu Jinri, menyentuh dagunya agar dia berani menatap bola mata Sehun. Benar saja dugaan lelaki itu, Jinri menangis sejadinya. Bahkan bahunya bergetar hebat, sebagai rasa maaf Sehun memeluk dan menepuk pelan punggung Jinri.

Berharap tangisan nya sedikit lega.

Tapi, dia lihat ada gadis yang sedang menatapnya dalam dan berlalu pergi.

.

Yoona POV

Aku pulang dengan bus, seperti biasa dan pergi bekerja tentunya. Sesaat aku masuk kedalam pandanganku menatap seorang yang memang tak asing dimataku. Berusaha mengabaikan aku pergi ke ruang staff only dan mengganti baju.

“Bukannya kau sakit?” ucap Jiyoung saat aku mulai masuk kedalam meja bar. Aku sedikit mengerutkan keningku. Bagaimana dia tahu?

Jiyoung tertawa, dan menggerakan kepalanya kearah kanan mengisyaratkan agar aku menatapnya. Aku kaget, saat melihat sosok Kai sunbae yang sedang meminum white coffee kesukaannya di ujung kanan dekat jendela.

“Kudengar dari dia kau pingsan tadi? Kenapa memaksakan untuk bekerja?”

Aku masih diam, terus saja menatapnya sampai Jiyoung datang dan memelukku. “Jika kau sakit pulanglah jangan memaksakan diri seperti itu…”

“Daripada dirumah bete kan?” ucapku membalas erat pelukan Jiyoung.

.

Untung saja Kai pulang lebih awal dan tak menyadari kehadiranku. Aku memilih menghindar karena aku tak mau menjawab pertanyaannya. Aku merasa telah menyakiti hatinya secara tidak langsung.

“Lalu, kenapa kau menolakku dulu?”

“Apa kau menyukai Sehun sedari dulu, iya?”

Semuanya berputar dikepalaku, cara dia berucap cara dia menatapku. Semuanya membuat aku merasa semakin bersalah, sungguh. Aku berpamitan pulang dan meninggalkan cafe duluan.

Perjalanan kerumah terasa sedikit melelahkan kali ini, apa mungkin karena kondisi badanku yang tidak fit ya? Ya mungkin saja.

Dengan menengguk minuman soda, aku berusaha mencari kunci rumah didalam tas. Tiba – tiba badanku dibalik paksa dan didorong ke tembok lumayan keras. Aku mengerang kesakitan, “Aw..”

Minuman sodaku terjatuh, tasku terjatuh bersama isinya. “Apa – apaan ini Kai sunbae?”

Pria itu hanya menatapku intens, dan mengunci kedua lenganku. Aku ketakutan jujur saja, matanya merah dan mulutnya bau alkohol dan aku yakin dia mabuk sekarang.

“Apa kau tak tahu rasanya sakit hati ditolak hah?” racaunya sambil tertawa aneh. Aku menggigit bibir bawahku, aku ketakutan sekali. Seseorang tolong aku.

“Kau tak pernah tahu bahwa aku yang menyukaimu lebih dulu, tapi kenapa malah dia yang kau pilih”

Dia meracau terus menerus tapi lenganku masih saja dia kunci. Beberapa kali aku mencoba untuk melawan semakin kuat genggamannya dan membuatku makin merasakan nyeri yang sangat dahsyat.

“Kau ini apa – apaan sih?” untuk pertama kalinya didalam hidupku. Aku berteriak dihadapan pria, aku marah, aku kesal. Akhirnya Kai sunbae melepaskan tanganku tapi tidak dengan tatapannya.

“Apa aku salah memilih bahagia dengan orang yang aku cintai?” sentakku padanya. Dia malah membalas senyuman bukan senyuman, bahkan terlihat seperti smirk. “Apa kau yakin kau mencintainya?”

Aku terdiam.

Pertanyaan bodoh apa ini?

Aku mengabaikannya, aku memungut tas dan seluruh isinya lalu masuk kedalam rumah. Membiarkan lelaki itu meracau tak jelas diluar. Sialnya, dia malah masuk dan membalikan badanku dia memelukku. Berkali – kali aku berontak apa daya aku tak bisa melawan kekuatannya.

“Maafkan aku yang terkesan memainkan mu tapi jujur, aku menyukaimu!” ucapnya sambil memegang kedua bahuku. Perlahan dia membuatku menjadi berjalan mundur dan didorong ke tembok.

“Aku menyukai matamu, hidungmu, pipimu, bibirmu..” ucapnya semakin tak jelas sambil menyentuh bagian tadi. Aku terdiam saat dia tiba – tiba mendekat kearahku, aku mendorong badannya pelan. “Maaf, aku tak bisa” aku tau jelas dia berusaha untuk menciumku.

“Kau tak bisa menolaknya” ucapnya dan menarik pinggangku agar mendekat. Dan sialnya, dia berhasil mencium bibirku dan melumatnya habis. Aku memukuli dadanya dan berusaha menghindar tapi lengannya malah mengunciku.

Entah setan darimana, aku malah menikmati ciumannya. Sangat menikmati karena kini lenganku malah memeluk erat badannya. Dia menggigit bibir bawahku pelan, dan aku hanya bisa pasrah dan menikmatinya.

Aku bersumpah, ciuman nya bahkan lebih manis dari ciuman Sehun.

Bahkan lebih manis daripada susu strawberry yang sering kuminum, “Maafkan aku, Sehun” ucapku dalam hati.

 

-tbc-

Jengjeng….. laaaah kenapa ini jadi ke adegan 17+ keatas whahaha maaf ya abis aku pengen ciptain aura badboy nya Jongin disini. Dan maaf buat yang dibawah umur aku kan udah tekenin diawal kalo ini genrenya 17+ dan kalo kalian ternodai ya bukan salah aku okey?:p

Maaf kalo selalu lama nunda FF, maaf banget…ide aku ilang gatau kemana mana ribet ngurusin smb ke unpad ya kan hehe:”D
pokoknya aku pengen minta saran kalian boleh? Aku minta saran biar ceritanya gimana gitu.. yang paling bagus bisa aku tampung ok? Aku minta partisipasi kalian pokoknya<3

Mention ke twitter ku aja ya? Ini uname nya (@tanianvi) dan disana kalian bisa bebas buat ngasih saran barangkali ada yang mau kenal lebih jauh sama aku it’s okay no prob;)

Btw makasih udah mau baca, tapi jangan lupa juga tinggalin comment nya ya!:)

with love,

perfectbaek

 

Advertisements

69 thoughts on “Conflict of Love-9

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s