[Series] ‘Conflict of Love-10″

conflictoflove

Conflict of Love-10

Perfectbaek // Oh Sehun EXO’s – Im Yoona GG’s – Kim Jongin EXO’s etc // school-life – romance-angst

[First I Second I Third I Fourth I Fifth I Sixth I Seventh I Eight  – Ninth]

….

Sore itu Yoona mengirimi Taemin pesan, dia rindu street dance. Dia rindu suasana malam, dan dia rindu Taemin pula.

Malam itu, Yoona dijemput Taemin diperempatan jalan dengan langkah pasti gadis itu tersenyum cerah ketika mendapati siluet tubuh jangkung sesosok pria yang dia ketahui. Dengan sedikit berlari dia bersiap untuk memeluknya.

“Lee Taemin!”

Pria yang merasa namanya disebut langsung menoleh dan melambaikan tangannya, bersiap menyambut pelukan hangat sahabatnya itu. “Yoona-ya!”

Saat itu juga mereka berpelukan, mereka serasa sedang reuni. Mereka kini jarang bertemu karena disekolah juga mereka memiliki kegiatan masing – masing dan yang lebih jelas kelasnya dengan kelas Taemin memiliki jadwal yang berbeda.

Malam ini menjadi malam bebas bagi Yoona karena dia sudah meminta izin Jiyoung selaku owner cafe. Dengan senang hati, Jiyoung memberikan izin secara cuma – cuma pada sahabatnya itu. Jadi malam ini dia bisa pergi ke acara street dance.

.

“Banyak yang merindukanmu..” tutur Taemin ditengah perjalanan. Lantas Yoona merengut tak mengerti lalu lelaki itu menjelaskan lagi. “Merindukan Erika maksudku”

Yoona tersenyum menanggapi, penampilannya lebih simple. Dia hanya menguncir satu rambutnya dan memakai kaos putih seperempat perut yang tentu saja mengexpose betapa sempurnanya abs miliknya itu.

“Wuah, liat absmu! Semakin berbentuk” ucap Taemin takjub. Yoona hanya terkikik sambil menepuk pundak kawannya itu. Mereka sampai disana, seperti biasa Yoona yang lebih akrab disapa Erika disana langsung berjabat tangan dengan para dancer yang ya lumayan dia kenal disana.

Beberapa penonton bahkan berteriak histeris dan tersenyum sambil memfotoi Erika bersama Taemin. Suasana disana ramai, hanya saja kali ini tak ada battle dance. Mereka hanya berdansa seperti biasa dan menampilkan skill dance mereka.

Erika dan Taemin berdansa berdua. Mereka menarikan salsa yang jelas-jelas membuat para fangirl Taemin berteriak dan menyerukan nama mereka bersamaan. Tak usah ditanya, seluruh penonton merasa lebih terhibur dari sebelumnya.

“Kerja yang bagus, Taemin!”

Yoona memilih beristirahat dan memisahkan diri diarena dance, dia terduduk diatas mobil yang diparkirkan didekat gang kecil itu. Sambil menengguk sedikit alkohol dia kembali teringat akan Kai. Yoona memilih untuk diam dan tak banyak bicara dia hanya memutar handphonenya bosan.

Pada putaran ketiga, panggilan masuk berbunyi. Dengan malas Yoona sedikit meliriknya, tentu saja tak lain itu adalah Sehun. Beberapa detik kemudian, panggilan itu berakhir. Dia pikir dia hanya butuh waktu menenangkan sedikit pikirannya. Pikirannya berputar pada saat dia bersama dengan Sehun. Tak bisa dia pungkiri, dia merasa bahagia berada didekat Sehun. Dia tak mengerti, dia nyaman bersamanya hanya saja kenapa harus ada Kai yang mulai menghantui pikirannya. Dia juga tak mengerti, apa dia salah telah memilih Sehun.

Taemin menghampiri Yoona, dia ikut terduduk masih dengan senyuman khas milik lelaki berbibir tebal itu. Tapi pada saat melirik Yoona dia merengut. “Kau mabuk?”

Bibir gadis itu terus saja meracau tak jelas.

“Aku bingung”

“Aku mencintai Sehun tapi kenapa malah pria bodoh itu yang ada dipikiranku. Apa aku salah memilih?”

Taemin terbangun dan menepuk pipi Yoona pelan, “Hei kau mabuk! Ayo pulang”

.

Sehun mendengus ketika telepon nya tidak diangkat. Berkali – kali dia berguling diatas kasur dan pada saat itu juga kakaknya, Luhan masuk.

“Apa yang kau lakukan?”

Masih berguling diatas kasur dia tak menjawab pertanyaan hyungnya itu. Merasa kesal Luhan melompat ke atas kasur adiknya sambil berjingkrak ria. “Jika kau tak mau cerita aku akan terus melakukan ini”

Merasa terganggu Sehun terduduk, “Ah, baiklah”

“Jadi begini hyung, aku tadi menelepon Yoona nah  telepon ku tidak dia angkat. Aku kesal” Luhan hanya mengangguk dan berbaring. “Lalu?”

“Dia tak ada kabar” ucap Sehun sambil ikut berbaring.

“Apa kau serius dengan hubungan ini?” Sehun tak langsung menjawab, dia diam dan terus menerawang atap kamarnya. Sesaat terdiam, desahan pelan terdengar. “Entahlah hyung”

Kakaknya sangat tahu kalau Sehun masih bingung dan belum memberikan seluruh hatinya untuk Yoona. Dia paham betul bagaimana hubungan Sehun dengan Jinri yang sudah berjalan dua tahun itu. Tak mudah bagi seorang pria untuk melupakan wanita yang dia sayangi, seperti halnya Luhan. Dia sangat menyayangi Stephanie, sangat sayang malah. Makanya dia sering gonta-ganti pacar.

“Perasaan suka itu beda dengan perasaan sayang, Hun”

Ucapan Luhan ada benarnya juga. Sehun bangkit dan berjalan menuju jendela kamarnya, dibukakan jendela itu sehingga angin malam bisa dengan bebas masuk. Dia mengerti kemana arah pembicaraan kakaknya itu. Dia bukan anak kecil lagi.

“Aku juga bingung hyung, memang jujur saja aku belum bisa sedikitpun melupakan Jinri. Tapi entah mengapa ketika aku melihat Yoona perasaanku berubah.”

“Aku merasa aku harus menjaganya, menyayanginya”

Sambil memainkan handphone Luhan menanggapi, “Apa menjaganya berarti harus memacarinya?”

Kali ini Sehun tak berkutik dia memilih diam dan berperang dengan segala argumen didalam hatinya.

.

Hari itu semua mata tertuju pada Yoona, gadis cupu yang tidak terlalu terkenal disekolah. Semua memandang aneh kehadapannya, Yoona selaku yang menjadi tujuan hanya melangkahkan kaki cepat – cepat kedalam kelas. Dia sendiri tidak paham kenapa semua siswa menatapnya sarkatis begitu.

Ketika pintu berderit, saat itu juga seluruh kelas memandang Yoona. Yoona yang telat beberapa menit hanya tersenyum dan duduk dibangkunya. “Ada yang aneh ya?”

Jihyun tersenyum dan menggeleng.

Batin Yoona berkecamuk, ini sebenarnya kenapa. Apa penampilan nya aneh? Pada saat dia bercermin…

“Omo!”

Seluruh siswa berbalik memandang dan begitupun Hyun sam. “What’s wrong Yoona?” Yoona menggeleng kikuk dan menutup mukanya dengan buku paket Inggris. Bagaimana bisa dia lupa melepas softlens dan riasan diwajahnya masih terlihat walaupun tipis tapi seluruh kelas bisa tahu kalau Yoona berdandan. Im Yoona pabboya.

Belum juga Hyun sam keluar kelas, Sehun sudah mengirimi pesan.

From : Sehunnie

“Aku tunggu didepan kelas”

.

“Apa aku terlihat aneh?” ucap Yoona gelagapan pada saat dia akan keluar kelas. Jihyun menggeleng, “Tidak. Kau cantik, sangat cantik apalagi jika rambutmu digerai” tutur Jihyun sambil melepas ikatan rambut miliknya.

Yoona berontak, dia malu. Dia merasa menjadi orang lain daripada dirinya sendiri yang dikenal cupu. Dia takut jika nanti Kai menyadarinya, apalagi dengan tampilan seperti ini. “Ayo cepat keluar, Sehun sudah menunggu”

“Lalu kamu?”

“Aku bisa pergi bersama Jiyeon, tenang saja”

“Ah, baiklah” dengan langkah ragu Yoona keluar kelas. Pada saat itu juga Sehun menatapnya dari ujung kaki hingga ujung kepala dan membuat Yoona merasa salah tingkah. Yoona memberi tatapan tajam pada Sehun, merasa mengerti Sehun menarik lengan Yoona menuju kantin.

Seperti biasa, diperjalanan banyak sekali siswa yang menatap mereka aneh dan tak sedikit dari mereka yang bisa menyadari perubahan Yoona. Bisikan bisikan negatif juga banyak sekali dia dengar namun Sehun menguatkan. “Kau cantik, berhenti bertingkah seperti itu..,”

Dalam hati dia menggerutu, ini pasti karena semalam dia mabuk dan akhirnya dia tak sempat membersihkan sebagian make up nya. Ah, lain kali aku harus lebih hati – hati. Sesampainya dikantin Sehun menyeret Yoona untuk bergabung dengan EXO. Jelas saja Yoona tidak mau, tapi saat dia tak melihat pria itu dia mengangguk dan mau bergabung juga.

“Yoona?”

“Kau?”

“Cantik sekali”

Begitulah kira – kira reaksi mereka, begitupun Krystal yang anehnya berada bersama mereka disana. “Kau terlihat cantik” tak lupa dengan sedikit senyum.

.

“Ya seperti itu ceritanya.,”

“Jadi kalian sudah resmi putus?” dengan anggukan Jinri membalas. Ternyata sedari tadi Jinri dan Kai berada dikelas mereka bertukar cerita. Begitulah, semenjak kejadian itu mereka menjadi dekat dan sering bercerita satu sama lain. Tak jarang Krystal sering merasa cemburu pada Jinri karena sikap Kai yang baik pada gadis itu. Beberapa kali juga Kai menjelaskan bahwa dia dan Jinri hanya teman tak lebih.

Kai mengusap puncak kepala Jinri lembut. “Aku yakin, suatu saat.. seseorang yang lebih baik dan tulus akan menghampirimu”

“Ya aku tahu..,”

“Semua akan indah pada waktunya”

Jinri paham, dia tersenyum dan menepuk pelan pundak Kai.

“Lalu bagaimana kau dengan.. ngh”

“Krystal?” sambil menghembuskan nafas berat dia masih terdiam. Jinri sedikit melirik pria itu dan mengangguk – anggukan kepalanya. “Aku tahu kau menyukai Yoona juga.. tapi, cobalah buka hatimu untuknya”

Pria itu sedikit melirik kearah Jinri.

“Jangan sampai kau menyesal Kai, jangan sampai kau seperti aku”

“Kau?”

Jinri mengangguk lagi, kali ini dengan senyuman merekah dibibirnya. “Park Chanyeol, kau tahu kan?”

Kai mengangguk dan menyeruput minuman sodanya, dia ingat betul kalau dulu Chanyeol menyukai Jinri. Beberapa kali dia mencoba tapi selalu gagal rupanya. Bahkan sebelum Sehun, Chanyeol lah yang pertama kali mengenal Jinri. Dia tak pernah menyerah untuk mendapatkan gadis ini. Tapi, setelah dia tahu bahwa Sehun dan Jinri resmi berpacaran dia menyerah. Aku iri pada Chanyeol, dia memiliki hati yang besar. Dia tak pernah menaruh dendam pada gadis ini, pada Sehun pula. Hanya saja dia memilih untuk sedikit menjaga jarak, ya menurutku itu suatu hal yang wajar.

“Kai-ah!” pekik seorang gadis sambil berlari kecil. Keduanya berbalik dan tersenyum. Jinri melambaikan tangannya sedangkan Kai hanya pasrah. Krystal duduk dan memberikan Kai satu cup ramen.

“Kudengar kau belum makan ya? Ayo, makan ini” ucapnya sambil mengaduk isi ramen. Kai menatapnya lekat, gadis ini cantik, baik, tapi kenapa dia belum bisa membuka hatinya untuk gadis ceria ini. Dan untuk pertama kalinya senyuman terulas diwajah Kai, sambil mengacak rambut gadisnya itu dia meraih ramen dan mulai menyantapnya.

“Terimakasih, Soojunga!”

.

Siang itu Sehun berinisiatif mengantarkan Yoona untuk pulang, untung saja hari itu dia tak bertemu dengan Kai. Diperjalanan Yoona berpikir tentang bagaimana jika dia ketahuan bahwa dia adalah Erika dan ya semuanya akan terbongkar. Tapi, untung saja Sehun mengelus pelan lengan Yoona sambil tersenyum.

“Kita makan siang dulu, ok?”

Sambil mengangguk Yoona tersenyum menyetujui ajakan Sehun, saat itu juga mobil berwarna silver itu berbelok ke daerah Myeongdong. Sehun ingin mengajak Yoona ke kedai mie yang cukup terkenal disana.

“Pesan konguksu dan calguksu satu”

Sambil menunggu pesanan datang mereka bertukar canda, Sehun menceritakan bagaimana dia sejak kecil bersama Luhan dan Kai. Ternyata memang Kai ini masih sepupu Sehun dan masih ada hubungan kekeluargaan.

“Jadi, aku, Kai, dan Suho hyung masih bersaudara”

Yoona cukup heran, kenapa dunia bisa sesempit ini bahkan mereka kini satu sekolah. Pantas saja EXO ini sebegitu terkenalnya sampai – sampai mereka disegani oleh banyak orang. Sambil menyantap makan, mereka bercerita tentang kehidupan mereka masing – masing. Begitupun Yoona yang untuk pertama kalinya menceritakan semua pada Sehun. Tapi dia tak menceritakan ulah siapa perusahaan milik ayahnya bangkrut dan membuat kedua orangtuanya tak ada. Dia tak mau menguak luka lama lagi,cukup hanya dia yang tahu.

“Kenapa kau tak mau tinggal disana?”

“Untuk apa aku tinggal dirumah besar jika kebahagiaan tak bisa aku dapatkan” tutur Yoona sambil tersenyum. Sehun tahu gadis dihadapannya ini rapuh dan hanya berusaha menguatkan diri.

.

“Terimakasih ya, sudah mengantar aku pulang” ucap Yoona sambil sedikit menurunkan kepalanya kearah jendela. Sehun didalam hanya tersenyum, gadis itu mendekat dan memeluk Sehun dari luar jendela. “Terimakasih juga untuk hari ini!” ucapnya sambil mencubit hidung Sehun gemas. Pria itu hanya mendengus kesal tapi seulas senyum tiba – tiba tercetak jelas diwajahnya.

Chu~

Dia mengecup bibir Yoona sekilas dan melajukan mobil kencang, dia hanya mengeluarkan lengan tertanda dua jari yang berarti perdamaian. Yoona memekik kesal dan berteriak habis – habisan.

“OH SEHUN!”

Dia masuk kedalam rumah dengan senyuman yang ya kalian sendiri pasti paham. Hari ini dia senang setidaknya dia masih bisa tersenyum dan alasan dirinya tersenyum adalah Sehun kekasihnya. Sambil tertidur diatas sofa dia mengirimi Sehun pesan.

To: Sehunnie

“Terimakasih untuk hari ini ya! Aku senang sekaliiii kkk~ Nanti malam jika aku ada waktu luang aku telepon ya. Hati – hati dijalan jangan mengebut dan sampai jumpa^^”

Sore itu Krystal pergi ke cafe sendirian tanpa Jinri, gadis itu terdiam bosan sambil sesekali menyeruput bubble ice tea miliknya. Rupanya dia sedang menunggu Kai disini, sesekali bola matanya menerawang kearah pintu siapa tau pria itu sudah datang.

Ini sudah lima belas menit lebih dua puluh tujuh detik dia menunggunya. Desahan kesal terus terdengar dari gadis itu, Krystal tak suka kalau sudah disuruh menunggu.

“Ish, menyebalkan”

Bunyi lonceng berbunyi tapi gadis itu tak mau memalingkan pandangan dari handphone miliknya itu. Dia malah asik bermain game. Sesosok lelaki tinggi dengan kaos merah, celana jeans selutut dengan sneakers berwarna senada masuk kedalam cafe. Setelah mengetahui bahwa kekasihnya duduk diujung kiri sebelah jendela dia langsung berlari kearahnya.

“Maaf aku terlambat..,”

Krystal mendengus pelan sambil melemparkan sedikit ponselnya keatas meja. Sedangkan Kai, dia terduduk dan sedikit mengatur nafasnya. Seketika suasana hening tercipta, Kai tak mengerti kenapa Krystal berubah menjadi pendiam dan malah sering terlihat tak banyak bicara berbanding terbalik dengan pribadinya yang selalu rusuh sebelumnya.

Jujur saja Kai merindukan nya, biasanya di pagi hari dia mendapati puluhan sms dari Krystal. Tak jarang gadis itu juga menelepon walaupun tak pernah Kai angkat. Dia merindukan moment itu. Karena ingin mendapatkan penjelasan, Kai angkat bicara.

“Kau kenapa?”

Hanya ditanya begitu saja Krystal langsung memicingkan mata dengan pandangan malas, dia merubah posisi duduknya kini. “Aku yang harusnya bertanya, kamu kenapa?”

“Aku?”

Kai sendiri tak mengerti letak salahnya dimana, bagaimana mungkin dia bisa tahu. Sekali lagi, Krystal memutar mata kesal desahan terdengar darinya. Sambil meraih ponsel Krystal bangkit dari posisi duduknya. “Let’s break up, Kim Jongin”

Bagai sudah jatuh tertimpa tangga pula, Kai ternganga dengan keputusan Krystal. Bagaimanapun juga kenapa harus gadis itu yang memutuskan hubungan ini. Kenapa bukan dari dulu saja gadis ini memutuskan nya pikir Kai dalam hati.

Wait..”  ucap Kai sambil menahan Krystal agar tidak pergi. Mereka kembali duduk, kini Krystal memilih untuk menunduk dan mengalihkan pandangan daripada harus memandang Kai karena itu lebih menyakiti hatinya.

Jauh dari lubuk hatinya, Krystal sangat terluka. Sudah beberapa lama ini dia mencoba untuk paham dan bersabar tapi semakin kesini rasa sayangnya semakin tak dihargai. Krystal meraih sedikit tisu dan mengusapkan nya. Kai semakin tak mengerti, kenapa tiba – tiba gadis cerewet ini menangis?

“Kita putus, kau paham kan?”

“Tapi kenapa?”

“Untuk apa aku menyayangi seseorang jika orang itu tidak menaruh sedikitpun hatinya untukku, iya kan? Aku lebih baik dicintai daripada harus mencintaimu. Aku tak sanggup dengan semua kepura-puraanmu Jongin” ucap Krystal dengan penekanan bahkan dia menyebutkan nama asli Kai. Sebuah senyuman yang terkesan dipaksakan. “Aku pamit ya, bye

Kali ini Kai tak bisa menahan Krystal dia sudah tahu alasannya. Kai bersumpah bahwa dirinya sangat merasa bersalah pada Krystal, bagaimanapun alasannya Kai tidak seharusnya mengabaikan perasaan gadis itu.

“Soojung..,”

-tbc-

Advertisements

80 thoughts on “[Series] ‘Conflict of Love-10″

  1. Kai itu ngebingungin ya, dia suka ama Yoong tapi blm bisa lepas spenuhnya dari Krystal…

    Harusnya dia tegas donk, biar gak php-in anak orang…

  2. Oalaaahhh bner2 tambah ribet urusan mreka ,, sehun mulai goyaah tentang perasaannya k yoona secara dia msh ad rasa sama jinri , kaii juga nih kyaknya mulai ad rasa sama krystal , jgan2 ujung2nya yoona sama taemin mungkin atau luhan atau suho , … ???

  3. Pingback: [Series] “Conflict of Love-11″ | YoongEXO

  4. emm, kok poutpout rada kawatir sama perasaan sehun ke yoona yaa? sehun tuh masih cinta gitu sama sulli? *ANDWEE* gak rela thor, terus si kai juga jadi bimbang, huaa >.< curiga endnya yoona (erika) sma taemin /LOL/ terserah author dehh siapa gitu yang bakal dapetin yoona, tapi entar yang gak dapetin yoona gak usah jadian sama yeoja lain ne? please~

    ayo-ayo semangat buat author~
    'keep.writing'

  5. Aku bingung deh sama jalan ceritanya fic ini…… Plin plan tau nggak sih……. Aku kira pertamanya exo yang bakal ngejar2 yoona gitu… Eh???!!!…. Rupanya yoona yang cengeng dan sakit hati….. Aku tu yoonaddict banget so aku nggak suka ngeliat ff yoona cengeng, selalu sakit hati, feminim, dan cintanya bertepuk sebelah tangan….. So aku nggak tau sih kalau author sukanya yang kayak gimana,…. Tapi aku saranin buat ff yang kayak aku bilangin tadi…. Karna banyak reader kan yoonaddict juga…. So pasti mereka nggak suka ngeliat yoona itu lemah….. Maaf ya, karna aku tu terlalu ngefans sama yoona…..

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s