(Freelance) The Transporter [1]

The Transpoter

The Transporter

Written by nikkireed

Casts

Luhan and Yoona

Genre & Rating

Action & Rated fot 17+

Aku sudah menunggu cukup lama di dalam mobilku. 18 menit 27 detik hingga sekarang. Mana paketnya? Tanyaku gelisah dalam hati.

Aku kembali melirik jam tanganku. Pukul 12.19. Aku memutuskan untuk keluar dari mobilku. Melihat gedung sebesar ini dengan anak tangga yang banyak membuatku membayangkan apa paket yang seharusnya kuantar.

Tiba-tiba 3 orang berpakaian tidak karuan sambil berlari menuruni tangga, dengan terburu-buru menghampiriku. Aku bergegas masuk ke dalam mobil.

Lalu 3 namja itu dengan segala keribetannya ikut masuk ke dalam mobil. “Deal is deal. Perjanjiannya hanya 2 orang.” Kataku dingin saat mereka masuk.

“Kami terburu-buru. Cepat jalan. “ Perintah seorang namja botak yang duduk di jok sampingku.

“Kalau begitu perjanjian di batalkan.” Suaraku sudah meninggi. Kesabaranku sudah habis. Tidak tepat waktu dan sekarang tidak menepati perjanjian.

Namja botak itu mengacungkan pistol ke arahku. “Kau mau mati disini?”

Namja ceking dan berambut gondrong duduk di jok belakang membawa tas jinjing hitam besar yang asumsiku berisi uang itu melihat ke arah bosnya di depan dengan tatapan yang ketakutan. Sedangkan namja bertubuh gempal disampingnya sibuk memainkan pisau seperti ingin mengacungkannya kepadaku sebagai ancaman.

“Kalau aku mati disini, kalian tidak akan sampai tujuan dan kalian tidak akan bisa menjalankan mesin mobil ini.” Kataku enteng, melirik spion depan untuk membenarkan dasiku.

Namja botak itu melihat mesin mobilku dengan mata kaget. Lalu melirik ke namja yang duduk di belakang, namja yang membawa pisau.

Rules 1: Never change the deal.” Kataku mendeham-deham lalu melihat jam tanganku.

Tiba-tiba namja bertubuh gempal yang duduk di belakang menendang namja disampingnya yang sedari tadi ketakutan sampai keluar dari mobil. Tapi tidak dengan tasnya. Namja bertubuh gempal itu memeluk tas jinjing itu dengan baik. Lalu menutup pintu mobil dengan kencang.

Aku melajukan mobil dengan cepat lalu meninggalkan gedung tersebut.

—-

BMW X5 Black-ku melaju dengan mulus diatas aspal. Aku mengenal jalan ini, tentu saja. Inilah tujuan paket-paketku. Aku melirik spion belakang melihat jalanan belakang. Tidak ada yang mengikuti. Siapa yang mampu mengikuti kecepatan mobil yang aku bawa.

“Sampai. “ Mobilku berhenti dengan mulus disebuah jalan tak berujung. Kulihat ada sebuah mobil yang sudah menunggu disana.

“Ada bonus untukmu, Nak.” Namja botak itu mengeluarkan amplop dan sambil tersenyum jahat meyerahkan kepadaku.

Aku menerimanya lalu memasukkan ke dalam jasku. Kedua namja itu keluar dari mobilku sambil membawa tas mereka. Aku melirik ke jok belakang memastikan tidak ada yang tertinggal. Aku tidak mau mengambil resiko ketauan. Aku mengambil pengharum ruangan lalu menyemprotkan ke arah namja-namja itu duduk. Aku menekan tombol di dashboard, plat mobilku akan terganti dengan otomatis. Itulah sebabnya mereka tidak akan mengerti untuk membawa mobil ini jika mereka membunuhku.

Aku memutar mobilku kembali ke arah datang lalu melajukan mobilku dengan kecepatan tinggi. Aku sempat melirik spion, melihat kedua namja itu langsung menaikki mobil yang sudah menunggu itu.

Tiga ketukan dipintu mengagetkanku. Aku bergegas melirik lobang dipintu memastikan siapa yang datang. Karena tidak banyak yang tau keberadaanku. Aku memasukkan kode password pintuku lalu membukakan pintu.

Annyeonghasseo, Luhan?” Sapa seorang namja tua yang berpakaian rapi dan tersenyum kepadaku, ditangan kanannya ada sebuah dompet kartu yang sedang terbuka menunjukkan identitasnya sebagai polisi.

Ahjussi. “ Aku terkaget karena sepagi ini dikunjungi oleh seorang polisi. “Annyeonghasseo.” Aku tersenyum sopan lalu membungkukkan badan.

“Kau sedang apa sepagi ini?” tanyanya melirik ke dalam apartmentku.

“Membuat kopi. Mari masuk.” Ajakku dengan sopan, mempersilakan Ahjussi duduk di sofa depan. Aku melangkah ke dapur untuk mengambil kopi.

Tak lama kemudian aku kembali ke ruang tengah melihat Ahjussi itu sedang melihat foto-foto yang digantung di dinding dekat pintu. Aku meletakkan dua cangkir kopi ke meja kaca. Ahjussi itu tersontak kaget lalu kembali duduk di sofa. Aku mengikutinya duduk di sofa disampingnya.

“Apa yang membuatmu datang sepagi ini, Ahjussi?” kataku, mengambil cangkir kopiku lalu menyesapnya sedikit.

“Tidak. Hanya mampir menemuimu. Kau tidak dapat kabar dari mereka?” Ahjussi melirik kembali foto-fotoku yang tergantung disana.

Aku menggeleng pelan lalu meletakkan cangkir kopiku dengan hati-hati. “Apa yang membuatmu berpikir bahwa aku mengetahuinya?”

“Aku percaya kau bukan orang biasa, Luhan. Ayahmu telah mendidikmu dengan baik. Aku berteman dengan ayahmu selama lebih dari 20 tahun. Dan ayahmu juga seorang polisi yang hebat. “ jawaban Ahjussi membuatku kaget. Topik ini mengarah kepada appa-ku polisi yang super perfectionist. Appa meninggal 10 tahun yang lalu ketika aku berumur 15, tertembak karena sedang bertugas untuk meringkus beberapa perampok kelas kakap di Seoul. Sedangkan eomma, eomma pergi dari rumah saat mengetahui appa meninggal tertembak. Dan aku sendirian sejak saat itu.

“Dan yang lebih hebatnya lagi, kau dapat bertahan hidup selama ini. Sendirian.“ pernyataan Ahjussi tidak salah. Aku memilih pekerjaanku sekarang juga karena untuk bertahan hidup. Aku sudah sesempurna appa, tapi aku tidak memilih jalan yang dipilih appa. Aku tidak mau mati konyol tertembak seperti itu. Aku sendirian. Bertahan hidup.

Telepon genggam Ahjussi memecahkan keheningan. Dan deringan itu menyelamatkanku karena aku tidak tau harus menjawab pernyataan Ahjussi. Aku mengambil cangkir kopiku dan menegak isinya.

Ahjussi selesai menerima panggilannya. Ia beranjak berdiri lalu meraih cangkir kopinya lalu minum. “Terima kasih untuk kopinya, Luhan. Aku harap kau secepatnya mendapatkan kabar dari mereka.” Ahjussi pergi menuju pintu lalu keluar.

Aku menghempaskan diriku diatas sofa dengan malas. Tentu saja aku tau kabar mereka. Jelas-jelas aku yang membantu mereka meloloskan uang itu. Dan itu bukan masalahku. Aku memang mantan oknum polisi tapi aku berhenti karena memikirkan akan bernasib sama dengan appa, dan aku tidak memilih itu. Pekerjaanku sekarang jauh lebih menyenangkan daripada harus menjadi seorang polisi. Dan memikirkan resiko menjadi seorang polisi, aku bergidik memikirkannya.

Aku kembali melirik foto-foto yang tergantung di dinding. Foto appa, eomma dan aku. Appa tersenyum bahagia memakai seragam polisi yang sangat dibanggakanya, sedangkan eomma tersenyum cantik disampingnya. Aku, berdiri diatara mereka. Aku tersenyum sejenak melihat foto-foto itu lalu meraihnya, mencari kotak di dapur dan memasukkan semua foto itu ke dalam kotak. Aku meletakkan kotak tersebut diatas lemari kaca dekat jendela.

Aku meraih 2 cangkir dimeja dan berlalu ke dapur.

Café biasa, 11pm.

Begitu kuterima pesan singkat di telepon gengamku. Aku melirik jam tangan, sepuluh lewat limabelas. Aku beranjak dari meja kerjaku menuju kamar untuk mengganti pakaianku. Aku tidak ingin kelewat mencolok. Pekerjaanku bukanlah pekerjaan mudah.

Setelah memilih setelan jas dan memakai dasi yang rapi, aku bergegas menuju lift dan pergi ke parkiran.

TBC

Dear all readers, ini fanfiction pertamaku. Actually,i love writting. suka bangetttt bikin cerita fiksi, cuma gak sempet merealisasikannya doang. Ini aja lagi liburan sempet-sempetnya nulis.  Dan ini terinspirasi daril film hollywood. Judulnya exactly the same but ada sedijit pengubahan dari aku. So, happy reading and gimme some comments so I can do better for the next.

xoxo, nikkireed

69 thoughts on “(Freelance) The Transporter [1]

  1. Ini bhsanya ringan mudah dipahami gak terlalu berat. Suka. Bru nemu ff ini maklum saya readers bru. Aduh byngin Lulu pasti keren bnget. Arrghhh ngebayangin wajah imutnya.yo0na next chapt nya munculkan jadi apa aduh penasaran. .izin bca next chap nya thor. .

  2. Aku udh dari lama bgt pingin baca FF ini yaampun :p
    ini bahasanya ringan dan kerasa aja gitu action nya🙂
    Luhan nya yaampun, aku ngebayangin betapa gantengnya dia >,<
    maafkan aku unnie -_-
    tapi serius aku pingin bgt baca next partnya :p
    keep writing❤

  3. Pantesan aku kayak pernah nonton film yang hampir mirip kayak gini. .
    But it’s no problem. . Still nice for me ^^

  4. kok aku ngerasa ini 90% mirip banget sama film aslinya ya thor? karna aku udah nonton filmnya aku berasa flat aja gtu thor baca ff ini. mian thor~~ aku kira perubahannya mencolok gtu di ff ini

  5. Cool and nice ff, penasaran disini ntat Yoona bakal muncul sbagai apa ya?? Suka banget dgn penggambaran Luhan disini, he looks like a cool bad guy in my imgination.

  6. keren keren… pasti itu muka luhan ya ganteng banget yah –??
    hehe walaupun yoona belom ada, gpp sih tp di chap 2 ada ya kan?.
    oh ya, genre nya cuma action? klo bisa tambah romance yah, dikit juga gpp heeh😀
    lanjut lanjut.. fighting!!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s