How Chanyeol…

poster how chanyeol...

Cicil presented || Staring by Yoona and Chanyeol || Genre: romance, fluff || Length: <1000words || Support cast: Kyungsoo, Joonmyun, Baekhyun || Rated: SU || Disclaimer: i do not own the cast, but the story is actually mine.

Chanyeol menyatakan perasaannya seperti…

Apa ya?

Pada suatu siang, matahari berterik penuh senyuman, langit berbiru muda tampilkan keelokannya. Hari yang cerah. Tapi hanya Chanyeol seorang yang punya awan mendung penuh petir dan gerimis di atas kepalanya.

Dua sudut bibirnya positif melengkung ke bawah. Matanya suntuk seperti habis bangun tidur. Rambutnya tampak seperti sapu ijuk satu-satunya di dorm mereka.  Punggungnya menurun dari tadi dan dia tampak tidak bersemangat sekali. What’s wrong Chanyeol?

Jawabannya adalah; “Hyung, Yoona marah padaku.” Oh, itu batin Joonmyun lega. Dia pikir Chanyeol ke sambar petir atau ada angin  tornado menerjangnya sampai si happy virus mereka tampak begitu lusuh layaknya baju Yixing yang sudah ia pakai dua puluh kali.

Joonmyun kenal Im Yoona, sahabat perempuan terdekat Park Chanyeol. Dan mereka begitu lengket seperti permen karet yang sering Jongin buang sembarangan di lantai! Lengket sekali.

“Kenapa? Bukannya kemarin malam kau bilang akan menyatakan perasaanmu padanya?”

“Iya sih, rencananya begitu. Tapi aku lupa bawa catatannya yang kemarin aku pinjam. Lalu dia marah, dan bertindak seolah tidak melihatku!” Joonmyun mengusap-usap punggung Chanyeol, memberinya sedikit dukungan pasif. “Kalau begitu minta maaf padanya.”

Ah! Betapa kosongnya pikiran Chanyeol sampai dia tidak memikirkan cara minta maaf pada Yoona? Chanyeol menepuk jidatnya keras seraya cengiran cerah menguar dari bibirnya.

Ia bangkit berdiri, menyambar jaket di atas meja makan, dan mengikat tali sepatunya. “Terima kasih, hyung! Kau penyelamatku!” setelah simpulan terakhir selesai, Chanyeol segera menarik daun pintu, lalu keluar dari dorm mereka.

Joonmyun bersandar santai dengan senyum tipisnya, jadi kakak memang harus membantu dan dia senang sudah bisa memecahkan masalah mendungnya Chanyeol.

 

Satu menit…

 

Joonmyun menguap mulai kantuk.

 

Dua menit…

 

Kyungsoo datang menawarkan jus jeruk segar, yang dengan senang hati Joonmyun menyeruputnya.

 

Tiga menit…

 

Ceklek!

Suara pintu terbuka dan kepala Chanyeol beserta telinganya yang mirip Bambi itu muncul. “Hyung, aku tidak tahu di mana Yoona sekarang.” Joonmyun menutup matanya frustrasi, seraya berusaha memendam geram dalam lubuk hati karena…man! Joonmyun serasa ingin membenturkan kepalanya pada tembok bisa punya adik sepolos Chanyeol!

“Cari telfonmu dan hubungi dia sekarang!”

 

..:}0{:..

 

Kembali pada Chanyeol, dia tidak sebodoh itu juga, sih. Sepasang insan yang saling memendam rasa itu pun bertemu di sebuah café tempat Baekhyun magang sebagai penyanyi. Awalnya agak canggung, Yoona masih saja mengabaikan Chanyeol.

“Ada apa—“ perempuan itu bermaksud menanyakan tujuan Chanyeol mengajaknya kemari. Tapi…

“Aku mencintaimu,”

Detik-detik berlalu, seakan dunia hanya milik mereka berdua. Yoona hanya diam sambil bernafas, matanya membulat seperti Kyungsoo dan bibirnya memberi celah kecil terbuka. Ia melengos hebat akan pernyataan Chanyeol.

Semudah itukah menyatakan perasaannya?

Jangan lupa kalau Chanyeol memang selalu blak-blakan dan konyol dan idiot dan aneh dan entahlah orang menyebutnya apa. Dia pernah membicarakan Pak Kim—guru berkumis tebal dengan kepala botak—di depan orangnya sendiri. Atau pergi membeli es krim untuk seisi penghuni dorm—katanya—tapi dia hanya membawa pulang satu scup. Chanyeol sering salah mengikat tali sepatu lantas tersandung atau dia tidak akan mandi karena telat bangun.

“Chanyeol kau—“ serius?

“Ayo kita pacaran!” Yoona tertawa kecil, bahkan dia belum membalas pernyataan itu. Dan tidak ada kalimat-kalimat seperti, Maukah kau menjadi kekasihku yang terakhir? Atau mungkin, bisakah aku menjadikanmu pacarku?

Chanyeol menyatakan perasaannya seperti main-main.

Chanyeol menyatakan perasaannya seperti mau beli permen kapas.

Chanyeol menyatakan perasaannya seperti membawa ember kosong yang ringannya minta ampun.

Chanyeol menyatakan perasaannya seperti dirinya, yah, dia Chanyeol dan dia unik.

Bahkan sebagian besar pengunjung café agaknya menaruh perhatian pada mereka berdua—termasuk Baekhyun, dia berhenti bernyanyi sejenak—karena pekikan Chanyeol barusan.

Pria tinggi itu menatap Yoona penuh harap, dia tidak tahu kalau menunggu rasanya selama ini. Cepat, cepat, cepat!

Suasana sunyi, kemudian satu anggukan dari Yoona pun mengawali sorakan gilanya. Dia naik ke atas panggung, merebut mic Baekhyun dan bilang, “Im Yoona menjadi pacarku! Yeah!”

Selama itu masih Chanyeol, itu tidak masalah bagi Yoona.

 

a/n:

thankyou for reading, ini first fiksi aku di yoongexo, dengan cast Chanyeol dan karakter konyolnya. Aku tahu kok, maaf ya kalo konyolnya gak berasa, dan fluff nya juga ((nangis)) wkwkwk. Sekali lagi, Thanks for reading and comment are reallyyy welcome!

50 thoughts on “How Chanyeol…

  1. *teparrr… Gila! Chanyeol polos+simpel+lucu abis pas nyatain perasaannya. Tapi justru tu yg bikin sweet, apalagi kalimat trakhir yoona. Pendek tp ngena thor. Next ff YoonChan lagi ya thor or make a sequel for this fanfic ^^

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s