[FICLET] You

you1

Author 

qintazshk

Main Cast 

Oh Sehun / Im Yoona

Genre 

Romance / a little bit Fantasy

Length 

Chaptered

Disclaimer 

Sehun sudah jadi milik Yoona dan Yoona juga sudah jadi milik Sehun ^^ tapi cerita ini tetap milik author ^^

Author Note 

Annyeong!

gila, ini pertama kalinya aku bikin ficlet, kan? nikmatin aja walaupun ngawur, ya 😀

poster by elevenoliu {thanks kak <3}

 di publish di Perfect? Can’t Stop! ,  FlamingPearls Kingdom, Soshi Stories dan SeoYuYoong dan  dibuat dengan versi  yang berbeda 

 BACK SONG : SHINee Onew and Jonghyun – Please Dont Go 

YOU 

“Yoona-ya,

Perempuan yang sedang dalam pelukanku ini berdehem tanda ia mendengarkan panggilanku. Aku menaruh kepalaku diatas kepalanya lalu kembali menatap hamparan laut yang terbentang di depan kami.

“kau suka laut?”

“tentu saja. Hanya orang aneh saja yang tidak suka laut.”

“hey, kau menyindirku?”

Kulepaskan pelukanku lalu memandangi wajahnya yang masih sibuk menatap laut. Sedetik kemudian, ia membalikkan wajahnya menghadapku dan langsung menatap mataku.

“tapi, sekarang kau sudah datang ke laut.”

“karenamu, Im Yoona.”

Lihatlah matanya yang berwarna cokelat. Hidung yang terpahat dengan sempurna. Bibirnya yang tak bisa membuatku mengalihkan pandanganku darinya.

“kau mau sampai kapan memandangi wajahku seperti itu? Menggelikan,”

Ia menepuk pelan pipiku agar menghadap samping bukan lagi memandang wajahnya. Aku membalikkan lagi pandanganku dan menatap lekat matanya yang indah itu.

“disini dingin, Yoona-ya. Ayo, kita masuk.”

Kutarik tangan Yoona menjauh dari laut bersamaan denganku. Kurapihkan sedikit rambutnya yang terkena tiupan angina malam ke belakang telinganya. Dan aku tak akan pernah melupakan senyumanmu, Im Yoona.

 

YOU

 

“apa maksudmu memberiku ini, Sehun?”

Lelaki yang jangkungnya tak jauh berbeda dariku ini memandang kaget benda berbentuk kotak yang baru saja akku berikan padanya. Kotak berwarna merah itu ia dekatkan lagi kearahku sambil memandangku.

“kenapa kau mengembalikannya lagi, hyung?”

“lalu, atas dasar apa kau memberiku benda sepenting ini? kau ingin mati, eoh?!” aku hanya tersenyum miris atas tingkah lelaki yang sudah aku anggap seperti hyungku sendiri.

“aku memang sudah akan mati, hyung.”

“mwo?! Kau pasti bercanda. Kau mau meninggalkan Yoona begitu saja?”

Tidak. Aku sama sekali tidak mau kehilangan orang yang aku cintai.

“tugasku di bumi sudah selesai, hyung. aku harus segera kembali ke alamku atau kalau tidak, semua makhluk di alamku akan mati.”

“kau bisa membawa Yoona.”

“mana bisa?! A-aku masih ragu. Apakah-“

“apakah Yoona mencintaimu atau tidak? Kau bodoh jika tidak tahu hal semudah itu, Sehun. Kau lihat binar matanya saat bersama denganmu? Aku tahu ada ketulusan cinta disana. Kau bisa memilikinya, Sehun.”

Kupejamkan mataku erat-erat mendengar perkataan lawan bicaraku saat ini. sekuat tenaga menepis khayalan yang sudah pasti tidak akan terjadi. Tidak, kau tidak boleh egois.

“kau lebih pantas, Luhan hyung.”

“Sehun! Berhentilah bicara yang tidak-tidak atau aku akan memukulmu!”

Luhan hyung menarik keras kerah kemejaku membuatku seakan tercekik, jika saja aku bisa merasakannya.

“percuma hyung. hyung mau memukulku ribuan kali pun, aku tak akan merasakannya. Seluruh indera perasa di dalam tubuhku sudah dihilangkan karena aku akan segera pergi dari sini.”

Luhan hyung melepaskan genggamannya lalu mendorongku pelan kembali ke tempatku duduk. Tiba-tiba, aku merasakan cairan mengalir di pipiku. Dengan cepat aku menghapusnya dan terdiam.

“anehnya, kenapa hatiku masih bisa merasakan cinta, hyung?

 

YOU

“enak,kan?”

Aku mengangguk sambil tetap menjilati ice cream chocolate pemberiannya. Yoona sendiri masih semangat menjilati ice cream strawberrynya yang tinggal sedikit lagi habis. Pandanganku masih saja terpaku wajah cantiknya yang diterpa matahari terbenam.

“Yoona-ya,”

Yoona membuang tissue yang ada di tangannya ke dalam tong sampah sedangkan aku sedang menggigit potongan terakhir dari coneku. Yoona mengambil tissue basah yang ada di mejanya lalu meraih tanganku. Ia mengelap tanganku dengan tissue itu secara perlahan. Usapannya beralih ke mulutku dan ia tersenyum.

“kau seperti anak kecil, Sehun-ah. Bagaimana bisa kau hidup sendiri kalau begini terus?” ia terkekeh ringan dan hal itu membuatku ikut tersenyum juga. Aku tidak bisa, Im Yoona. Tidak akan pernah bisa jika tidak ada kau.

Aku memajukan wajahku hingga sangat dekat dengan wajahnya dan menempatkan tanganku di tenguknya. Kedua matanya yang besar itu tertutup saat wajahku sudah hampir tak berjarak darinya. Deru napasnya yang lembut itu terasa mendera di wajahku.

Bibirnya yang basah itu menempel di bibirku. Aku menyapu bibir itu perlahan dan mengecupnya. Aku menarik tenguknya dan memperdalam ciumanku dengan melumat bibirnya. Tanganku yang satu memegang tangan Yoona yang sekarang memelukku. Rasa strawberry dari bibirnya membekas di bibirku saat aku menghisap bibirnya.

Untuk terakhir kalinya, Yoona-ya.

Kurasakan air mataku mengalir di pipiku.

Bisakah kita bersama selamanya, Yoona-ya?

Dengan segera aku melepaskan tautan bibirku dengannya dan langsung memeluknya. Kusandarkan kepalaku di bahunya yang sedikit tertutup rambutnya. Kugerakkan tannganku dengan cepat untuk menghapus air mata yang mengalir di pipiku tanpa bisa kutahan.

Kuhisap wangi rambut Yoona yang selama lima bulan terakhir sudah menjadi aroma yang selalu aku hirup. Mengelus rambut panjangnya yang tidak akan bisa kuelus lagi di kemudian hari. Menggenggam bahunya yang menjadi sasaranku bersandar saat berpelukan dengannya. Memeluk tubuhnya untuk terakhir kali.

“Hey, Oh Sehun. Kau kenapa?”

“biarkan seperti ini, chagi-ya. Sebentar saja,”

Yoona kembali bungkam lalu ia mengeratkan pelukanku padanya.

“kau tahu? Pelukanmu selalu yang paling nyaman untukku, Sehun. Pelukanmu yang hangat ini membuatku selalu ingin memelukmu setiap harinya. Dan, aku tidak akan membiarkanmu pergi dari pelukanku,”

Aku dapat mendengar ia terkekeh pelan di pelukanku. Aku juga menyukai pelukanmu, Im Yoona. Sangat menyukainya. Tapi, kita tak bisa seperti ini untuk selamanya.

“dan, kau tahu, Im Yoona? Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu. Aku hanya akan mencintai satu orang di dunia ini, yaitu kau, Im Yoona. Walaupun nanti kau harus melupakanku, aku akan tetap ingat tentang kau, chagi.

Dengan tiba-tiba, Yoona melepaskan pelukannya dan menatap dalam mataku. Matanya yang biasa bersinar itu, kini memerah. Tangan Yoona mengelus pelan pipiku yang membuatku menggenggam tangannya itu. Aku ingin merasakan ini setiap hari, Im Yoona.

“kau bicara seolah-olah kau akan meninggalkanku, Sehun-ah. Jangan begitu,”

Matanya mengalirkan air mata tepat di hadapanku. Jangan menangis, Yoona-ya. Kuusap pelan air matanya menggunakan ibu jariku saat air matanya kembali mengalir.

kajima, Sehun-ah,”

Aku menggeleng pelan lalu memajukan kepalaku ke hadapannya dan membiarkan bibirku mendarat di dahinya. Kupejamkan mataku saat ia memelukku masih dengan posisiku yang sedikit bangun dari dudukku yang masih mengecup dahinya.

Tidak. Aku tidak akan pergi dari hatimu, Yoona-ya.

“kau mengantuk, kan? Kajja, kita tidur.”

Kudorong pelan badannya untuk tertidur di kasur kamarnya yang lebar. Tak terasa, matahari sudah benar-benar terbenam dan langit sudah gelap. Waktu selalu jahat kepadaku saat aku sedang bersamamu, chagi.

Kubaringkan tubuhku di sebelahnya dan dengan segera menarik tubuhnya untuk tidur di dalam pelukanku. Yoona menimpakan kepalanya di dadaku dan memegang tanganku dengan erat.

“aku akan menemanimu selalu, Yoona-ya.”

 

YOU

 

Im Yoona.

Im Yoona, aku sekarang sudah berada di alamku yang seharusnya. Aku pergi meninggalkanmu. Maaf. Maaf aku tidak menepati janjiku untuk menemanimu untuk selamanya. Sekarang, kau berbahagialah dengan Luhan hyung. aku percaya ia bisa menggantikan posisiku.

Luhan hyung akan menjadi suamimu nanti. Menjadi ayah dari anak-anak yang kau lahirkan. Menjadi teman hidupmu yang setia mendampingi. Ia akan menjadi tempatmu menyandar. Tempatmu melampiaskan semua rasamu. Berbagilah dengannya seperti saat kau berbagi denganku.

Aku, Oh Sehun, akan selalu mencintaimu, Im Yoona. selamanya.

Saranghae.

79 thoughts on “[FICLET] You

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s