(Freelance) Heart Beat : Chapter 4

my yoong

HEART BEAT~4

 

Cast

Oh Sehun || Im Yoona || Xi Luhan

Ratting

Pg 15

Genre

Marriage life || Romance || Hurt || Sad || other

Author

Shin Hyuna @puncyalcica

Length

Sequel

Disclaimer

This story is mine, cast are belong to god

Warning

Bahasa bikin muntah,cerita berbelit,sulit dipahami#siapkan kantung kresek kalau perut kalian mual setelah baca ni epep

 

 

Yoona duduk di pojok sebuah coffee shop langganannya, ditemani cappuchino hangat kesukaannya, disinilah tempat favoritnya untuk melepas stres yang ia rasakan. Entah itu stres karena pekerjaannya, atau bahkan stres karena masalah rumah tangganya yang sekarang justru semakin rumit dengan kehadiran Luhan, oh ayolah kehadiran Tiffany saja sudah cukup membuatnya ingin menghantam dinding, dan sekarang Luhan datang mempengaruhinya.

 

Beberapa jam lalu masih ia ingat moment dimana Luhan sedang menyinggung calon istrinya dihadapan Sehun dan juga eommonim, suasana meja makan begitu mencekam, entah apa yang dirasakan kedua namja itu, yang jelas Yoona merasa seperti tercekik. Apalagi saat eommonim, eomma Sehun menginggung soal penerus Oh Corporation, yang tak kunjung hadir di dalam rahimnya. Singkat kata eommonim sudah curiga dengan hubungan Sehun dan Yoona yang tidak harmonis.

 

“Eonni….” Yoona memalingkan wajahnya kearah sumber suara yang memanggilnya, disampingnya berdiri Seo Joo Hyun, atau panggil saja Seohyun, seoorang gadis cantik yang menjadi adik kelas serta temannya selama bersekolah di Jepang dulu.

 

Seohyun masih sama, anggun, dengan mata bulat, kulit seputih susu, dan juga rambut ikal panjang terawat menjuntai melewati punggungnya.

 

“Seohyun ah….” Yoona beranjak memeluk Seohyun, maklum saja ia sudah lama tidak berjumpa dengan sahabatnya ini.

 

“Ahh… Bagaimana kabarmu eonni…” ucapnya riang, mereka berdua duduk saling berhadapan, setelah sebelumnya Yoona memesankan Mochacino untuk Seohyun.

 

“Aku baik-baik saja, kau?”

 

“Tentu saja aku baik, oh ne… Jeongmal mianhe eonnie aku tidak bisa menghadiri pernikahanmu, saat itu aku harus mengurusi bisnis appa di China…”

 

“Gwenchana… Tapi nanti ketika kau menikah aku juga tidak mau datang…” balas Yoona, berpura-pura marah.

 

“Eonnie…….” Seohyun mempoutkan bibirnya, sungguh anak kecil satu ini tidak bisa beraegyo dengan baik, itu pemikiran Yoona. Namun ia tidak bisa berlama-lama menghadapi wajah polos yang menjadi andalan gadis didepannya.

 

“Arrasso… Hentikan aegyo mengenaskanmu itu eoh, kau harus belajar dariku…” seringaian Seohyun mengembang, tangannya meraih Mocha yang baru dihidangkan untuknya, pelan-pelan ia meniupnya.

 

“Lalu apa kau sudah menemukan namja yang pernah kau ceritakan itu uhm?” tanya Yoona.

 

“Belum, tapi dia benar-benar gentle kau tahu, saat aku masih di China dulu pertemuan kami yang kedua, ada orang yang merampas tasku, semua orang hanya melihatku berteriak-teriak minta tolong, tak ada yang mau bertindak, untung ada satu orang yang mengejar penjahat itu, aku tak tahu bagaimana kelanjutannya, tiba-tiba beberapa menit kemudian ia kembali membawa tasku, dan…. Itu namja yang aku impikan… Ahhh eottokhe rasanya aku ingin terbang melihat ia rela berkeringat hanya untuk mengambil tasku dari penjahat itu…” Seohyun mengangkat kedua tangannya dengan gerakan seperti ingin memeluk seseorang, tanpa sadar itu membuat Yoona sedikit malu dengan perhatian pengunjung lain yang menatap mereka dengan tatapan aneh.

 

“Yak… Yak… Seohyun ah… Hentikan khayalanmu itu, semua orang memperhatikan kita..” ucap Yoona lirih. Seohyun segera menelungkupkan wajahnya ke meja setelah sebelumnya salah tingkah memperhatikan sekitarnya.

 

“Aku malu eonnie….” gumamnya, tanpa mengangkat wajahnya sedikitpun, Yoona mendesah pasrah sembari menepuk dahinya.

 

……………………………………………………..

 

Berkas-berkas berserakan diatas meja seorang CEO Oh Corporation, pewaris tunggal kerajaan bisnis yang bergerak dibidang perhotelan dengan anak cabang menyebar hingga Machau, China.

 

Oh Sehun entah apa yang ada diotaknya saat ini, hanya membalik-balik dokumen tanpa konsentrasi membaca setidaknya tajuk atau garis besar yang terkandung dalam setumpuk dokumen diatas mejanya.

 

 

 

“tapi aku mencintainya…. Jadi segera ceraikan Yoona…”

 

Kata-kata itu entah bagaimana bisa terus merasuk kedalam pikiran Sehun, Luhan, namja yang notabene adalah sepupunya juga mencintai Yoona, istrinya. Juga? Sehun tertawa miris, seolah-olah satu kata itu menegaskan perasaannya yang sesungguhnya pada Yoona, tapi itu tidak mungkin bukan, ia hanya mencintai Tiffany, didalam hati Sehun hanya tersimpan nama Tiffany Hwang saja.

 

Dulu saat nama gadis itu disuarakan oleh hatinya, maka seluruh kinerja otot jantungnya seakan menggila, detakan jantungnya tak terkendali, yang menimbulkan efek menyenangkan saat gadis itu, Tiffany Hwang disampingnya, saat mereka berciuman, saat mereka menghabiskan waktu bersama atau lebih tepatnya disebut kencan.

 

Perhatian Sehun teralihkan ketika mendengar pintu ruangannya diketuk.

 

“Masuk…” ucapnya.

 

Kim Joonmyun atau Suho orang yang menjadi asistennya sekaligus sahabatnya sejak bangku menengah atas, masuk. Dengan setelan jas berwarna hitam. Dengan potongan rambut pendek sedikit sentuhan hair style, membuat namja yang terkenal dengan angelic smilenya itu semakin menawan.

 

“Mungkin jika aku wanita, aku sudah mengejarmu hyung…” celoteh Sehun.

 

“Dan aku bersyukur Tuhan menciptakanmu sebagai lelaki sejati Sehun-ah… Jadi aku tidak perlu ketakutan menghadapi seseorang sepetimu” Suho menyunggingkan senyumnya diikuti Sehun.

 

“Apa aku begitu menyeramkan hyung?” Suho kembali tertawa kecil dengan perubahan ekspresi Sehun menjadi sedatar dinding. Ia tahu betul seluk beluk namja di depannya tersebut. Dulu Sehun bukanlah namja yang arrogan seperti saat ini, dia juga sama sekali tidak mempunyai sifat egois, hanya saja orang itu sudah merubahnya. Orang yang seumur hidup ia bersumpah untuk membunuhnya.

 

“Bagaimana bisa kau tidak menyeramkan Oh Sehun yang terhormat, kau sendiri bahkan tidak menyadari ada seorang gadis yang sangat cantik yang kau sia-siakan di rumahmu” Sehun semakin mengetatkan wajahnya, ia tahu bahwa gadis yang dimaksud oleh orang yang tiga tahun lebih tua darinya tersebut adalah Yoona, istrinya sekaligus cinta pertama dari Suho.

 

“jangan memulainya lagi hyung… Aku sudah cukup pusing dengan kehadiran Luhan yang juga sangat menyukainya” ucap Sehun rendah.

 

“Luhan? Xi Luhan sepupumu dari China itu? Aku tidak heran…”

 

Sehun semakin berdecak kesal dengan tanggapan yang diberikan sahabatnya itu, “Owh… Jangan katakan kau mulai cemburu Oh Sehun…” sindir Suho yang semakin membuat Sehun kelabakan.

 

“An-aniya…. Sudah katakan apa yang ingin kau sampaikan…”

 

Suho menghela nafas pasrah, akhir-akhir ini ia sering menjumpai sahabatnya itu melamun ketika meeting dengan klien, tidak fokus saat memeriksa dokumen, bahkan sering melihat telepon bimbitnya,seolah berharap ada seseorang yang akan menghubunginya. Satu kejanggalan yang paling membuatnya curiga adalah Sehun tidak lagi berbinar ketika berhadapan dengan Tiffany.

 

“Hari ini ada undangan makan malam dari pemilik Hyundai, Choi Siwon, ia berharap agar kau memperkenalkan istrimu padanya…”

 

Sehun sedikit terkesiap dengan penuturan Suho, “Apa tujuannya ingin mengenal istriku?”

 

Suho terkekeh mendengarnya, ternyata bocah sok ini sudah bertekuk lutut dihadapan istrinya, “Dia hanya ingin mengenal saja, jangan berlebihan, ini semakin mengukuhkan pendapatku, kau sudah benar-benar jatuh cinta pada Yoona”

 

“Yak…. Omong kosong apa ini hyung…” teriak Sehun, setelah Suho kabur dari ruangannya dengan suara tawa yang menurut Sehun sangat menyebalkan. Lelaki itu mengepalkan tangannya erat, pikirannya sekarang sudah sangat kacau.

 

“Apa kelebihan gadis itu sampai-sampai semua orang menyukainya… Suho hyung sudah gila, heh… Aku tidak mungkin cemburu pada gadis bodoh itu, omong kosong…. Ya… Semuanya hanya omong kosong, tapi aaaarrrrggghhh” teriaknya.

 

 

…………………………….

 

 

“Aku tidak bisa kehilangan Sehun, oppa… Aku benar-benar mencintainya…” gumam Tiffany lirih. Saat ini ia ada di lokasi syuting bersama Luhan, yang datang beberapa saat lalu menawarkan perjanjian diantara mereka. Tiffany sudah berhenti menjadi sekretaris Sehun ketika tawaran iklan dan modelling menghampirinya.

 

“Akupun tidak sanggup harus kehilangan Yoona, dia satu-satunya harapanku saat ini”

 

Sejenak keduanya sama-sama terdiam tenggelam dalam lamunan masing-masing, di ruangan yang sengaja di desain untuk keperluan pribadi artis tak jauh dari lokasi syuting, memungkinkan untuk kedua orang itu merencanakan sesuatu tanpa di ganggu oleh media massa. Memang sulit bagi Luhan untuk menemui Tiffany, karena status gadis itu sebagai artis pendatang baru yang sedang naik daun dan juga statusnya sebagai kerabat Oh Corporation.

 

“Bagaimana kalau aku membuat skandal perselingkuhanku dengan Sehun terungkap media?” tanya Tiffany ragu. Luhan memijat pelipisnya menanggapi usul Tiffany yang menurutnya hanya mementingkan ego.

 

“Apa kau sudah siap kehilangan karier keartisanmu yang sudah kau bangun susah payah, Tiffany Hwang?” tanya Luhan skeptis.

 

“Aku tidak peduli apapun selama aku bisa mendapatkan Sehun oppa…”

 

“Oh ayolah… Kupikir kau adalah gadis yang berpikiran matang Tiffany-ssi, tak kusangka kau berpikir begitu dangkal dengan statusmu sebagai keturunan keluarga ningrat.” Tiffany mendelik begitu mendengar celetukan Luhan yang menurutnya sangat kasar jika ditujukan pada seorang wanita sepertinya.

 

“Lalu aku harus bagaimana?”

 

“Tidakkah kau sadar Oh Sehun itu siapa dan kau itu siapa Tiffany ssi, Sehun adalah pewaris tunggal Oh Corporation yang sudah beristri, sedangkan kau adalah seorang artis,apakah menurutmu masyarakat akan menerima hubungan kalian? Apakah kau tega mencoreng keluarga ningrat yang selama ini kau agungkan…. Ketika kau mengumumkan hubunganmu dengan Sehun maka statusmu adalah seorang wanita murahan yang merebut suami orang, apa kau memikirkan sampai sana?”

 

Memang benar semua yang dikatakan namja didepannya ini, ia terlalu dangkal untuk suatu efek yang nantinya akan sangat buruk kedepannya. Mungkin karena merasa malu Tiffany hanya menunduk tanpa berani menatap Luhan, sedangkan Luhan hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

 

‘Setidaknya Yoona lebih pandai jika memikirkan soal resiko’ pikir Luhan.

 

……………………………………………..

 

Seohyun menatap Yoona yang menceritakan kehidupan rumah tangganya, gadis berwajah innocent itu menghela nafas begitu Yoona selesai.

 

“Kurasa… Kau harus kembali menjadi Yoona eonnie yang dulu…” itulah tanggapan pertama Seohyun setelah hampir satu jam ia bercerita.

 

“Maksudmu?”

 

“Eonni… Kembalilah menjadi Yoona yang dulu… Yoona eonni yang kuat, ceria dan tidak mudah menuruti orang lain, sejak kapan eonni menjadi lemah seperti ini? Apa karena cinta? Aiiisshhh sudah bukan eranya lagi seorang wanita harus tunduk kepada suami…. Kita memang harus berbakti tapi sesekali kita harus mengendalikan suami kita…” ucap Seohyun berapi-api. Diiringi anggukan persetujuan dari Yoona.

 

“Baiklah… Aku akan kembali menjadi Yoona yang dulu, Yoona yang kuat dan tak terkalahkan…” Sahut Yoona tak kalah berapi-api.

 

“Hwaitting…..” teriak Seohyun. Kedua gadis itu menelungkupkan kepalanya begitu semua perhatian pengunjung lain terarah pada mereka lagi.

 

………………………………………………….

 

Yoona kembali ke Perusahaan setelah masa break selesai, maklum saja Coffee shop langgananya bersebelahan dengan Oh Corporation. Ia memeriksa buku accounting yang beberapa saat lalu ia kerjakan, ia harus benar-benar teliti sebelum memindainya ke dalam data perusahaan. Salah sedikit saja bisa-bisa ia dikira korupsi.

 

“Yoona ssi apakah… Oh sajangnim mengajakmu pergi ke pesta pemilik Hyundai group?” tanya Chorong, rekan satu divisinya. Dalam satu divisi keuangan ada 8 staff terdiri dari 5 perempuan dan 3 laki-laki.

 

“Pesta?” tanya Yoona, ia memang tidak tahu menahu soal itu karena sehari ini ia hanya bertemu Sehun ketika sarapan pagi tadi.

 

“Ahh… Sudah kuduga…” gumam Chorong diikuti anggukan menyebalkan dari yang lain.

 

Yoona segera kembali berkonsentrasi dengan jurnalnya, namun tetap saja rasa kecewa kembali menyeruak di hatinya. “Seharusnya aku tidak kecewa… Bukankah ini sudah sering terjadi?” gumam Yoona. Handphonenya bergetar menandakan panggilan masuk, segera ia mengangkat panggilan tersebut begitu mengetahui nama yang tertera di layar.

 

“Yobboseyo?”

 

“…..”

 

“Pukul tujuh? Baiklah…”

 

“…..”

 

“ne…” indahnya musim semi di Seoul masih kalah dengan indahnya perasaan Yoona saat ini, baru saja rekan divisinya menggunjingkan hubungannya dengan Sehun, namja itu menghubunginya untuk pergi bersama ke pesta Hyundai group.

 

“TTenang saja nanti aku akan datang ke pesta Hyundai group” ujarnya pada rekan-rekannya, yang tanpa sadar memancing rasa iri dari mereka, yang mayoritas fangirl Sehun.

 

 

 

………………………………………………….

 

Hyundai Group salah satu perusahaan besar yang bekerja sama dengan Oh Corporation merupakan milik dari Choi ji hwan, yang sekarang diwariskan pada putranya Choi Siwon. Siwon sendiri yang sekarang berusia 28 tahun masih juga belum menikah, desas-desus mengatakan bahwa ia adalah seorang gay, kendati sering ditangkalnya. Padahal banyak wanita yang ingin dipersuntingnya, selain tampan ia juga memiliki tubuh tinggi proposional idaman semua wanita.

 

Yoona berjalan dengan anggun bersama Sehun ke balai utama Hotel Hyundai tempat diselenggarakannya pesta pembukaan cabang baru. Sungguh Sehun ingin sekali membawa Yoona kembali ke rumah karena banyaknya tatapan mata yang terarah pada istrinya tersebut. Bukan ia tidak cantik, bahkan ia sangat cantik dengan setelan gaun berwarna hitam pendek, yang memperlihatkan bahu juga kaki jenjangnya cukup membuat Sehun menelan air liurnya, make up natural serta tatanan rambut sederhana, entah mengapa membuat sesuatu di dalam dadanya berdetak abnormal. Sesekali Sehun melirik Yoona yang tampak gelisah, dan begitu tatapan mereka bertemu Sehun langsung membuang muka, menutui semburt merah yang muncul di pipinya.

 

“Annyong Sehun ssi….” Sehun menerima jabatan tangan dari Siwon yang menghampirinya.

 

“Lama tidak bertemu Siwon ssi…”balas Sehun, namun ia sedikit tidak nyaman melihat Siwon justru tertarik mengamati Yoona, “Ini Oh Yoona, istriku” lanjut Sehun dengan menekankan kata ‘istriku’. Namja yang notabene penggila pesta tersebut rupanya dibuat kelabakan oleh perhatian koleganya kepada Yoona.

 

Banyak yang mengatakan bahwa istrinya sangat cantik, dan sebagainya yang membuat Sehun menebalkan telinganya. Darahnya mendidih, jantungnya seolah berdetak tidak suka, hatinya juga berteriak bahwa wanita yang ditelanjangi oleh mata-mata lelaki koleganya adalah istrinya. Dan dia paling benci tatapan Siwon pada Yoona, Sehun sendiri masih tidak bisa mmbaca apa arti tatapan itu.

 

Yoona sedikit gelisah, ia memang tidak biasa dengan pesta yang dipenuhi kemewahan seperti ini, ini bukan dunianya, namun ia sudah mempersiapkan dirinya karena statusnya yang mau tidak mau harus mengikuti kehidupan Sehun. Ia sendiri juga bingung dengan ekspresi Sehun yang tampak menahan marah, wajahnya terlalu flat untuk disebut menikmati pesta.saat ini.

 

“Ayo kita pulang, aku sudah ada janji…” Yoona membelalakkan matanya karena acara utamanya belum dimulai.

 

“Tapi acara utamanya belum dimulai…” Sehun menatap datar Yoona yang berarti ia tak mau ditolak. Yoona hanya mendesah pasrah saat Sehun menyeretnya keluar setelah sebelumnya minta maaf pada Siwon.

 

Sehun menyeret Yoona sampai pelataran parkir mobil, dengan langkah lebar, tanpa mempedulikan Yoona yang kesulitan mengimbanginya karena ia menggunakan higheels.

 

“Yak… Oh Sehun…” teriak Yoona menghempaskan tangan Sehun, ia beralih memijat tumitnya yang terkilir karena berlari, Sehun menatap tajam Yoona. Sedangkan Yoona lebih memilih duduk berjongkok.

 

“Cepat beranjak…”

 

Gadis itu balas menatap Sehun tajam, “Oh Sehun ssi, aku tidak tahu apa latar belakangmu mengajakku ke pesta hari ini, dan aku tidak tahu apa masalahmu hingga kau menarikku, ani menyeretku seperti tadi, bisakah anda tidak bersikap egois dan memntingkan perasaan orang-orang disekitarmu?” ucap Yoona, ia sudah bosan harus menurutisikap egois Sehun yang semakin lama semakin menyengsarakannya.

 

“Apa kau sudah berani melawanku?” tanya Sehun dengan nada rendah berbahaya, aura kemarahannya mampu Yoona rasakan, namun gadis itu sudah tak tahan lagi dengan perilaku namja itu.

 

“Memangnya kenapa? Apa karena kau berkuasa semua orang harus berlutut di depanmu, tidak semua hal bisa kau miliki Oh Sehun ssi…” Yoona tidak tahu dengan konsekuensi yang akan ia terima jika terus melanjutkan perdebatan ini, namun ia benar-benar muak dengan kehidupannya yang penuh kekangan dari Sehun. “Aku sudah tidak tahan lagi sepertinya kita memang harus segera bercerai, seperti kata Lu..” tangan kecil itu memukul-mukul dada bidang milik Sehun ketika si empunya mendapat serangan mendadak dari namja didepannya, Sehun mendekap tubuh rampingnya dan melampiaskan rasa frustasi dengan ciuman penuh emosi kepada Yoona. Bibirnya melumat semakin dalam dan semakin dalam, Yoona seolah bisa merasakan amarah yang Sehun rasakan, karena ciumannya begitu kasar.

 

Ini pertama kali Sehun menciumnya, biasanya Yoona yang mengawali ciuman mereka, namun untuk saat ini gadis itu merasakan hatinya sakit, sakit karena perlakuan kasar Sehun, tanpa sadar air matanya berlinang, perlahan Sehun memperlambat temponya, matanya terbuka menatap iris madu yang juga tengah menatapnya. Namja itu mendekap tubuh Yoona semakin erat ketika ia rasakan gadis itu semakin lemah, tanpa melepaskan pagutannya.

 

………………………………………………….

 

“Apa yang kau pikirkan Siwon ah…” Choi Ji Hwan menghampiri putranya yang termenung menatap pelataran parkir mobil dari cendela besar, segera Siwon menutup tirainya dan memberikan senyuman palsu kepada ayahnya.

 

“Hanya sesuatu yang tidak penting aboji…”

 

“Baiklah tamu kita sudah menunggu, jangan terus bersembunyi disini…” ucap Ji Hwan, meninggalkan Siwon sendiri. Segera namja bertubuh maskulin tersebut menekan nomor di smartphonenya.

 

“Yobboseyo… Bisakahkah kau menyelidiki latar belakang Oh Yoona?”

 

“……………”

 

“Baiklah kuberi waktu satu minggu untukmu”

 

Siwon kembali memandangi dua sosok yang sedang bermesraan di pelataran hotelnya, gadis itu, mengingatkannya pada Kwon Yoona. Gadis yang meninggal saat berusia tujuh tahun, adik dari sahabatnya, Kwon Yuri.

 

 

 

 

 

 

 

TBC

 

Annyong im back sorry for late update, maklum susah mencari waktu ditengah jadwal kerja gila2an plus ide cerita yang g tau kapan datengnya dan kapan perginya, so semakin absurd aja ini epep. Ok jangan lupa RCL nee…. annyong

84 thoughts on “(Freelance) Heart Beat : Chapter 4

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s