PURINSU CARD 8

purinsu-card-3PURINSU CARD

TITTLE: Purinsu Card//AUTHORS : Firda Auliana

MAIN CASTS : Im Yoona | MINOR CASTS :-

GENRE : Fantasy| RATING :PG 14

Note : sebagian bukan dari pikiran saya,hanya saja saya terinpirasi dari sebuah komik.

Desclaimer: Cast belong to God. But this story and poster are mine.

Enjoy This!

Don’t be siders!

Plagiator? Doesn’t allowed here

WARNING : Typo,GAJE

 ***********

            “ Luhan,Sehun,Kris,Kai,Kuro,apa kalian sudah datang !!?.” teriak yoona,tapi tak ada sahutan yang membalas teriakan Yoona. Bulu roma yoona kini benar-benar menegang. Ia lalu menarik selimutnya dan membenamkan seluruh tubuhnya dalam selimut. Yoona mengigit kuku jarinya,tubuhnya bergetar berserta keringat dingin memenuhi kening dan tegkuknya.

Tampak bayangan namja terlihat mendekati ranjang yoona. Langkah itu sangat pelan,dan perlahan sesosok namja mendekati yoona di tengah kegelapan. Tangannya terulur menyentuh bahu yoona dengan erat. Yoona tersentak kaget,dan ia langsung berbalik .

“AAAAAAAAAA”

 *****

Kuro dan ke 4 purinsu tampak memperhatikan Castil di tengah hutan itu. castil yang hanya dapat di  lihat oleh orang-orang terpilih. Mereka adalah orang terpilih itu,semua ras mereka adalah mahluk-mahluk yang dapat melihat ini semua tanpa harus terkecoh dengan fatamorgana yang di buat oleh Sungmin. Malam gelap dan suara-suara mengerikan menemani malam suram itu.

“Ayo kita masuk ke castil itu” ujar Kuro,mereka mengangguk,lalu mulai berlari menuju castil tersebut.

Kai mengerutkan keningnya saat tak ada serangan apapun yang keluar,di saat mereka memasuki kekuasan iblis itu.

“ada yang tak beres,harusnya para anak buah Sungmin menangkap atau menyerang kita saat ini,apalagi kita sudah berada di ambang pintu”

“sudahlah Kai,lebih baik kita langsung masuk saja”  Kuro langsung memasuki kastil tersebut bersamaan dengan Sehun,Kris,Kai dan Luhan. Kuro mendengus mencium sesuatu yang aneh dengan tempat ini,sangat sepi bahkan tak berpenghuni.

“tetap berjaga, jangan lengah” perintah Kuro,mereka memasuki ruangan satu persatu. Tetap saja tidak ada tanda kehidupan di dalamnya. Hingga mereka sampai di ruangan dengan pintu yang terbuka lebar. Kuro memasuki ruangan itu,dan terlihat sangat berantakan. Kris,Luhan,Kai dan Sehun melihat pandangan itu hanya menatapnya heran.

“ sepertinya ada yang terjadi disini.” Kuro mendengus ke seluruh sudut ruangan,hingga menemukan bercak darah yang berada di lantai. Ke 4 namja itu mendekati Kuro

“ darah ? darah siapa ini ?” gumam Sehun

“ini darah Sungmin,ya sepertinya Lee Sungmin telah musnah” Ke 4 namja itu menatap kuro tak percaya.

“tidak mungkin, Sungmin adalah Iblis terkuat,,tapi bagaimana ia bisa mati dengan secepat itu” ujar Kris.

“Luhan, tolong kau selidiki dan carilah dalam pikiranmu,gunakan kekuatanmu untuk menemukan fakta ini” Luhan mengagguk,menyanggupi perkataan Kuro. Ia lalu menutup matanya mencoba berkonsentrasi. Perlahan bayangan-bayangan kejadian itu tergambar di pandangan Luhan

Namja itu melangkahkan dirinya menuju kastil,setiap langkah yang ia lewati,tiang-tiang dinding itu runtuh dengan sendirinya. Bahkan para penghambat pun musnah dengan hanya tatapan tajam itu. Langkah itu berhenti saat dirinya memasuki ruangan pribadi sungmin dan tepat dengan dugaannya sungmin tengah terpaku melihatnya.

“KAU!! Apa yang kau lakukan disini hah ?” tanya sungmin,nmaja itu tersenyum.

“ lama tak bertemu kakak sepupu. Aku kesini hanya ingin mengambil sesuatu yang seharusnya menjadi milikku” Sungmin melotot tajam,ia tau arah pembicaraan itu.

“Yoona adalah takdirku, walaupun kau membunuhku,aku akan tetap hidup,karna aku adalah mahluk immortal”

“ aku tau itu,lee sungmin,tapi kau harus menunggu 100 tahun untuk hidup kembali,bukan ?” Sungmin menggeram kesal,sebuah kabut hitam sudah mengelilinginya.

“Jaejoong..Sungjong..Jonghyun..!!” teriak sungmin

“percuma saja.. para babu mu itu sudah kubunuh duluan”

“Lee Sungmin Tamatlah riwayatmu!!“ namja itu masuk ke dalam kabut hitam tersebut,dan langsung menghajar sungmin,walaupun ia terus terkena perlawanan sungmin,tetapi tubuhnya masih bisa menangkis semua itu. Tak tunggu lama,namja menusukkan sebuah pisau perak kecil tepat di jantung sungmin,darah mengalir langsung dari dada sungmin,tangannya langsung memegang luka yang sangat pedih itu.

“ k..kau akan dapat balasannya…” setelah kalimat terakhir yang ia lontarkan,tubuh sungmin musnah. Namja itu menjilat sisa darah yang ada di pisau tersebut.

“bahkan darahmu dapat ku hisap dengan sekali gigitan saja lee sungmin” Namja itu memasukkan pisau itu kembali ke dalam saku dan mengambil sebuah buku dari penyimpanan rahasia sungmin. Buku yang sangat berharga bagi para purinsu dan juga Yoona.

Luhan tersentak,matanya membulat tak percaya,peluh keringat keluar sedari tadi. Bahkan deru nafas Luhan tampak memburu.

“ ada apa Luhan ?” tanya Kuro meminta penjelasan dari Luhan

“Su..Sungmin dia telah,mati di tangan seorang Vampire. Bahkan namja itu bisa mengalahkan semua iblis dengan seorang diri. Mereka saling meperebutkan Yoona dan buku itu “

“vampire ?” tanya Sehun mencoba memperjelas pernyataan Luhan

“Ne,karna dia memakai pisau Qexxrous milik vampire Zuiver.

“lalu apa kau melihat wajah namja itu ?”

“tidak,bayangan itu tampak sangat buram. Sepertinya ada yang mencoba menghapus pikiranku untuk masalah ini sehingga bayangan kejadian ini benar-benar buram”

“kita sudah di langkahi oleh orang lain. Ini benar-benar bahaya,orang itu telah mempunyai 2 benda yang sangat kuat,jika ia memakainya dengan tujuan jahat,maka buku itu akan sepenuhnya berubah hitam pekat,dan gerbang itu berubah menjadi 2 gerbang iblis dan jika orang itu dengan murah hatinya memberikan darahnya,maka hal yang kita takutkan selama ini akan terjadi” Semua tatapan mata kini menatap sangsi satu sama lain. Ada perasaan takut dan juga perasaan kesal,mengingat lagi-lagi usaha mereka gagal untuk membunuh sungmin untuk mendapatkan buku itu,malahan mereka harus mencari siapa vampire itu.

“lebih baik kita pergi dari sini, sebelum hal yang tak di inginkan datang melawan kita. Kajja!!” Mereka melenggang pergi melewati ruangan-ruangan yang ada di kastil itu.

“AAAAAAAAAA”

Luhan mendadak berhenti,ini membuat Kris,Kai dan Sehun berhenti juga dan memandang heran ke arah Luhan,Kuro yang sedari tadi berlari,kini berhenti dan langsung menghampiri Luhan.

“ada apa ? kenapa kau berhenti ? apa ada yang ketinggalan ?”tanya Kris. Luhan langsung memandang semua teman-temannya.

“ Yoona,aku mendengarnya berteriak ketakutan di dalam kamarnya.” Ujar Luhan.

“ sebaikanya kita cepat Pulang” Tanpa tunggu Lama,mereka berlari dan langsung menghilang begitu saja.

***

“AAAAAAAAAA”

Yoona berteriak keras melihat mata merah dan taring tajam yang muncul di hadapannya,wajahnya tak terlihat sehingga membuat Yoona bertambah merinding. Yoona menarik selimutnya,menyembunyikan seluruh tubuhnya, lalu mencengkaran kuat selimut tersebut. Berusaha menghilangkan rasa takutnya,walaupun itu tak mungkin terjadi,karna sosok itu berada di hadapannya,sedang manatapnya dengan mata merah yang sangat menakutkan itu.

Kedua kalinya tangan itu mencengkram kedua bahu Yoona

“pergi !!..jangan dekati aku..Pergi.. tolong jangan bunuh aku !!” Yoona mulai terisak ketakutan,tubuhnya bergetar hebat.

“Yoona tenanglah Kami sudah datang” Yoona mencoba mengintip dari celah selimutnya, ia bernafas lega dan langsung memeluk Kris. Sontak Kris kaget dengan perlakuan Yoona, tak berapa lama ia merasakan tubuh Yoona bergetar dan bahunya yang tampak basah. Sepertinya itu air mata Yoona.

“ Uljjima.. Kami sudah ada disini “ Kris mengusap punggung yoona pelan mencoba menenangkan yeoja ini. Dibalik itu semua Sehun,Luhan dan Kai yang melihat itu semua,hanya memasang tampang cemburu.

“ Ak..aku takut,aku takut gelap.. Sosok itu sangat menyeramkan” Yoona terisak di pelukan Kris. Namja itu menatap yoona,lalu menghapus air mata yang berada di pipi Yoona dengan ibu jarinya. Sontak perlakuan Kris membuat ke 3 temannya semakin cemburu.

“ aku yang mengetahuinya duluan,kenapa jadi Kris yang menanganinya duluan ? Aish aku ditinggal selangkah lagi dari namja itu.. Tenanglah Xi Luhan,berpikirlah positif” batin Luhan

“ God.. Aku tidak rela, Im Yoona kenapa kau terlalu banyak memikat namja-namja ? bahkan aku pun mulai mencintaimu..dan sekarang apa yang ku lihat,kau memeluk Kris ? harusnya kau datang padaku,berlari padaku dan langsung memelukku” batin Sehun,ia mem-pout kan bibirnya menatap kesal dua orang itu.

“ Im Yoona jangan cari gara-gara denganku,terakhir kali aku mencium mu,itu sebagai tanda cintaku. Harusnya kau langsung berlari ke arahku dan memelukku dengan tangisanmu. Lalu kau mengatakan ‘Kai aku takut, tolong peluk aku agar aku tenang’ setelah itu aku akan menenangkanmu bahkan aku akan tidur bersamamu. Wu Yi Fan,awas saja kau..” batin Kai.

Sementara mereka bertiga sibuk mem-batin. Yoona mulai tenang dan melepas pelukannya. Ia lalu meminum air yang di sediakan Kris. Semua lampu kini menyala dan yoona melihat Sehun,Luhan Kai dan Kuro yang ada di depan pintu.

“ Maaf karna telah meninggalkanmu” Mereka mendekat ke arah Yoona,dan memeluk yeoja yang hanya ada satu di rumah itu. sedangkan Kuro hanya menatap mereka lalu melenggang pergi.

“ Antara Purinsu dan Manusia,tak boleh ada Ikatan cinta” gumam nya di tengah perjalanan menuju kamarnya.

***

Kyuhyun nampak duduk di ranjangnya,ia menatap lurus seolah mencari sebuah cara agar ia bisa mendapatkan Yoona lebih cepat.

“akh.. Sial.. kenapa para Purinsu itu datang,harusnya mereka lebih fokus terhadap Kastil yang sudah kurencanakan. Jika tidak ada mereka,malam ini pun Yoona sudah ku bawa. OH DAMN !” Kyuhyun kembali memecahkan barang yang ada di sana, karna lemparannya yang begitu kuat,sebuah pecahan mengenai wajahnya,membuat kulit wajah pucat itu tergores menampilkan darah segar. Tetapi bukan vampire namanya jika luka itu tak sembuh dengan sendirinya. Lihatlah luka gores itu menghilang tanpa bekas di wajah pucat Kyuhyun.

“ sebentar lagi Bulan Purnama Merah akan  datang,dan akau harus segera membawa Yoona di hadapan Cermin yang mengurung arwah Ratuku yang tersisa. Waktu ku tak banyak lagi,aku harus mulai memancingnya untuk mendekatiku,lalu membereskan Purinsu itu sehingga rencanaku berjalan mulus tanpa halangan” Kyuhyun tersenyum licik. Ia berdiri menuju cermin tinggi itu. ia melihat pantulan dirinya sendiri,tak berapa lama pantulannya berganti dengan yeoja berpakaina gaun hitam di pandukan cokelat yang sangat indah. Tangan kyuhyun terulur menyentuh kaca cermin itu.

“senbentar lagi,aku dapat menggenggam mu secara nyata”

***

Sekolah kembali datang,para siswa siswi yang berada di kelas mulai bercerita ria sebelum bel pertama bunyi. Yoona duduk di bangkunya di ikuti Sehun,Luhan,Kris dan Kai yang duduk dibangku mereka masing-masing. Tak berapa lama kegaduhan mulai memenuhi koridor sekolah,sontak membuat Yoona dan lainnya menatap koridor sekolah.

“ Hei..Hei.. ada mayat perempuan di temukan di Toilet !!” mendengar teriakan panik beberapa siswa,membuat seluruh siswa siswi keluar dari kelas untuk melihat mayat yeoja itu. beberapa orang tampak menangis ketakutan sambil menutup mulut mereka,karna kaget ataupun shock.

Yoona langsung keluar melihat keadaan,di ikuti dengan Sehun,Kris,Luhan dan Kai. Mereka sangat penasaran dengan apa yang baru di teriaki para siswa hingga menggema ke mana-mana. Krumunan orang sudah memenuhi Toilet wanita yang dimana menjadi tempat kejadian. Yoona yang kini dilanda penasaran tingkat tinggi mulai masuk ke krumunan di sana,walaupun ia harus rela tubuhnya di dorong kemana-mana.

Tanpa tunggu lama yoona kini sudah berada di depan Tolet,ia mengulurkan kepalanya mencoba melihat mayat yeoja itu.

“ bukan kah itu eunji.. anak A-4”

“kasihan sekali dia.. siapa yang membunuhnya yah..”

“hei.. katanya di leher eunji ada dua lubang,apa pelakunya ular atau orang yang sengaja menusuknya dengan gunting. Seperti yang ada di drama-drama Tv kita”

“Hush..sudahlah jangan di bicarakan lagi,aku jadi merinding,kajja kita pergi”

Yoona menatap kepergian ke 3 siswa tadi,ia pun sempat menguping pembicaraan mereka. Tiba-tiba para guru dan kepolisian datang,mereka menyuruh semua mundur,para petugas Rumah Sakit pun datang membawa jenazah Eunji dengan selimut putih yang menutup tubuh eunji.

Tapi sebuah angin tertiup, selimut putih itu turun hingga di dada eunji,memperlihatkan wajah yang sangat pucat dari yeoja itu. dan yoona dapat melihat dua lubang yang berada di tengkuk eunji.

Tubuh yoona langsung menegang,kejadian ini mengingatkannya akan dua mata merah tajam dari dua taring tajam yang akan siap memakannya hidup-hidup. Kaki Yoona seperti sangat lemah,jika saja tidak ada yang menagkap Yoona,mungkin saja yeoja ini akan merasakan kerasnya lantai putih ini.

“Gwenchana ?” Yoona mendongak menatap wajah Kyuhyun yang dekat dengannya. Yoona yang berada di pelukan Kyuhyun,hanya menatap Kyuhyun dalam diam nya. Sinar matahari dan angin lembut tampak menerpa rambut kyuhyun menjadikan sebuah gerakan Slow motion yang membuat siapa saja terbius akan ketampanan kyuhyun.

Untuk kesekian lamanya,akhirnya Yoona sepenuhnya sadar dan langsung menegakkan tubuhnya. Terlihat canggung jika melihatnya.

“ Gwenchana,aku hanya sedikit terpeleset. Terima kasih sudah membantuku untuk kedua kalinya. “ Yoona mulai berjalan pergi tapi tangan Kyuhyun langsung menahan kepergian Yoona. Kyuhyun sedikit mendekati Yoona lalu berbisik.

“apapun untukmu,aku tak akan berhenti untuk membantumu” Bisik Kyuhyun,namja itu melenggang pergi meninggalkan Yoona yang masih mematung di tempatnya. Biasanya pernyataan seperti itu membuat siapa saja akan terlindungi,tapi tidak dengan Yoona,ia malah merasa merinding mendengar perkataan Kyuhyun yang menurutnya penuh dengan dendam.

***

Kris,Luhan,Kai dan Sehun nampak berkumpul bersama Yoona di ruang tengah rumah mereka. Taak berapa lama Kuro datang di tengah-tengah mereka.

“ Jadi selama ini Sungmin telah mati ?” tanya Yoona,Kuro mengangguk.

“ Ne,baru kemarin malam kami menemukannya telah musnah. Ku dengar di sekolah kalian di temukan mayat Yeoja dengan lubang di lehernya,bukan ?.” Kai mengangguk menanggapi pertanyaan kuro

“ne,baru tadi pagi,sehingga kami lebih cepat pulang hari ini. Karna polisi ingin mentindak lanjuti kasus itu” sahut Kai.

“ Vampire itu kini telah mengambil tindakan, jika kita biarkan, keselamatan Yoona akan terancam” Yoona memandang heran Kuro

“Vampire ? sepertinya ada yang belum kalian jelaskan padaku “ yoona menatap tajam meminta penjelasan kepada mereka.

“ Sungmin,ia telah mati di tangan Vampire. Mahluk itu juga yang mengambil buku diary dan ia mempunyai pisau Qexxrous, ku yakini vampire yang melakukan ini adalah Vampire Zuiver dan itu sangatlah jelas. Mengingat ia mempunyai pisau yang hanya di miliki oleh Keluarga kerajaan.”

“ aku jadi ingat cerita 250 tahun yang lalu,dimana seorang Pangeran Vampire membunuh keluarga Kerajaan iblis berserta ayah kandungnya sendiri menggunakan Pisau Qexxrous,karna telah terjarit peselingkuhan yang membuat ibunya kecewa. Tak sampai di situ saja ternyata anak dari kerajaan iblis itu jatuh cinta pada istri sang Pangeran Vampire. Bahkan pangeran iblis itu dengan lancangnya menggunakan kelicikannya untuk mengambil istri pangeran Vampire tersebut. Dengan mengucapkan mantra yang ia punya,istri pangeran Vampire itu langsung ia kontrol untuk berada di dalam pelukannya.”

“ melihat tindakan licik dari pangeran iblis, si Vampire tak bisa mengendalikan amarahnya. Ia malah terus semakin menjadi-jadi mengingat ia mempunyai kekuatan yang dapat dibilang sangat Kuat. Demi sang istri ia rela melawan beribu-ribu iblis yang malah membuatnya harus menerima kekalahan dan pil pahit,karna sang istri telah di bawah jauh dari luar kekuasaannya. Dan selama itu pula,ia kehilangan kesedaran karna koma”

Yoona mendengarkan cerita kuro dengan serius, ia jadi bertanya-tanya pada dirinya sendiri. Apakah mungkin si Pangeran iblis itu adalah sungmin ? sehingga seorang Vampire membunuhnya?. Secara,sungmin adalah iblis licik yang ia kenal.

“ apa kelanjutan dari cerita itu ?” tanya yoona penasaran

“ tidak ada kelanjutannya,hingga sekarang itu masih sebuah misteri. Bahkan cerita itu tak di jelaskan tentang identitas mereka” jelas kuro,mencoba menjawab pertanyaan yang terus menyinggapi di hati Yoona. Tapi ada sebuah pertanyaan yang belum Yoona ajukan,ia ingin sekali bertanya. Siapa wanita itu ? hanya tiga kata itu yang masih terngiang di kepalanya

***

Kesekoan harinya, Yoona bersama Luhan,Kris,Sehun dan Kai pergi sekolah sama seperti biasanya.

Tapi.. kini kedua kalinya teriakan yang sama terdengar kembali. Teriakan dimana membuat bulu kuduk Yoona berdiri tegak. Bahkan teriakan ini harus membuat Sehun,Kris,Kai, dan Luhan waspada akan keselamatan Yoona.

Hari ini 2 mayat sekaligus di temukan di Toilet wanita,mereka anak kelas A 3 dan A 2. Sama dengan sebelumnya,di leher mereka di temukan 2 lubang yang sama persisi dengan mayat kemarin.

Yoona memegang kedua lengannya,ia lalu mengusap tengkuknya,tak tau kenapa saat ini ia merasa aura dingin berada di sekitarnya. Nafas yoona menjadi sedikit sesak. Kaki yoona langsung melangkah dengan cepat meninggalkan lokasi kejadian. Karna terlalu cepat berjalan membuatnya tak sengaja bertabrakan dengan Kyuhyun,membuat buku-buku yang kyuhyun pegang terjatuh.

“Mianhe.. aku tak sengaja” Yoona menunduk membantu Kyuhyun mengambil buku-bukunya,tetapi kegiatan Yoona terhenti,ia mengambil buku coklat yang di tengahnya di hiasi sebuah gambaran pintu gerbang surga dengan lilitan bunga mawar dan beberapa ornamen kuno,di belakang itu malah sebaliknya,tergambar sebuah pintu gerbang hitam dengan lilitan mawar hitam.

Kyuhyun menatap Yoona,ia langsung mengambil paksa buku tersebut,lalu bergegas pergi dengan santai melewati koridor sekolah.

“ Bukankah itu buku diary ku ? Apa itu hanya mirip saja ? tidak mungkin Kyuhyun adalah vampire itu “ gumam Yoona seraya melihat kepergian Kyuhyun.

“Yoona..!!” Yoona menoleh saat namanya di teriakkan oleh Luhan yang berlari dengan terburu-buru.

“ Ikut aku,keadaan saat ini sangat darurat. Kuro sudah menunggu kita di belakang sekolah”

“Kuro ? sejak kapan dia ada di sini,dan bagaimana ia bisa masuk ?” tanya Yoona.

“sudahlah itu tidak penting sekarang, ini benar-benar gawat,keselamatanmu terancam” Luhan menarik tangan Yoona untuk berlari. Sekolah kini telah sepi mengingat kasus pembunuhan terjadi lagi,para murid pun di pulangkan agar mereka bisa selamat untuk sementara waktu. Sekolah tak bisa meliburkan para murid mereka di karenakan, Ujian Nasional akan segera datang dan mereka harus memburu mata pelajaran sekolah agar para murid dapat mengerjakan soal mereka dengan mudah.

“Kuro “ panggil Yoona,di sekelilingnya sudah ada Sehun,Kai,Kris dan Luhan. Kuro menatap yoona intens.

“ im Yoona,sekarang sudah banyak korban berjatuhan,tidak ada waktu lagi untuk menunggu mencara 2 pusaka itu. Vampire itu kini tengah haus darah dan nafsunya,korban akan berhenti berjatuhan jika ia sudah mendapatkanmu. Kau tidak boleh lengah jangan pernah menjauh dari para 4 Purinsu ini. Aku curiga,Vampire itu adalah teman sekelas mu sendiri”

“ Apa hal ini tidak bisa kita bicarakan di Rumah,jika ada yang tau,bisa gawat jadinya” Yoona menengok ke kanan-dan kiri, mencoba agar tidak ada yang melihat kuro ataupun mendengar apa yang mereka bicarakan

“tidak bisa,aku harus pergi untuk sementara waktu. Ada hal yang harus ku persiapkan pada para Purinsu lain. Kalian jagalah Yoona,apaun yang terjadi,kalian tak boleh lengah. Aku akan datang secepat mungkin,jika urusanku telah selesai” Mereka semua mengangguk,Kuro yang melihat itu menghela nafas lalu menghilang.

“Yoona kajja,kita pulang. Hari sudah semakin sore” Yoona menatap sendu ke empatnya,lalu mengagguk lemah.

***

Hari telah menjelang malam,matahari telah di gantikan dengan Bulan. Yoona mealahap makanannya dengan tidak nafsu,bahkan minum pun ia terlihat sangat lemas.

“ada apa ? kau terlihat kurang sehat. Kau sakit ?” tanya Luhan. Yoona menggeleng

“lalu apa ?” tanya Kris. Yoona menghela nafas

“Semua siswa yang mati..itu semua karnaku. Vampire itu tak akan berhenti memakan korban,sampai aku barada di tangannya. Semua karna kesalahanku,tapi kenapa harus aku ? kenapa harus aku yang mempunyai takdir ini. Nyawa-nyawa tak bersalah itu,harus jadi taruhannya karna diriku. Hanya karna aku dapat memusnahkan benda itu, aku seperti ayam yang diadu untuk kepemilikannya. Memangnya apa keistimewaanku ? kenapa begitu banyak orang yang menginginkanku ?” Yoona menangis sambil menutup wajahnya. Ia lelah,lelah dengan takdirnya. Kenapa neneknya harus memberikan masalh seperti ini ? Ia tau kalau dia adalah cucu dari seorang RATU. Tapi tidak seperti ini juga,nyawa berjatuhan karnanya.

Luhan dan Kris menatap yoona iba,mereka tau pasti yoona sangat tertekan akan semua ini.

“aku mau tidur,jangan ganggu aku” Yoona berdiri dari duduknya,ia lalu berjalan menuju kamar. Di saat itu ia berpapasan dengan Sehun dan Kai yang berlawanan arah.

“Yoona.. kau kenapa ?” tanya mereka berdua,yoona tak bergeming,ia tetap berjalan hingga memasuki kamar nya. Sehun dan kai menatap Yoona heran. Mereka lalu bergegas turun kebawah,menanyakan sesuatu padan Kris Luhan

“ ada apa dengannya ? apa dia sakit ?” tanya Kai Sehun,dan di jawab gelengan keduanya

“nanti,akan kami jelaskan”

***

Yoona merebahkan dirinya di kasur empuk itu. ia menatap langit-langit kamarnya. Berusaha mengurangi penderitaan yang ia miliki. Perlahan mata itu tertutup untuk memasuki alam mimpinya. Hari ini sungguh melelahkan baginya,dimana ia menjadi pemeran utama dalam tragedi ini. Yang kapan pun ia belum tau,bagaiman akhir dari tragedi ini.

Yoona menghela nafas,mencoba fokus untuk tidur.

Di tempat lain, berkumpulah Sehun,Kai,Kris dan Luhan di ruang tengah. Mereka tampak tak mengantuk sedikitpun. Walaupun kini jam sudah menunjukkan 00.00 KST.

“jadi seperti itu” Sehun Kai mengagguk mengerti.

“ Aku tau Yoona sangat tertekan akan ini semua. Tapi Yoona tak bisa menghindar,di karenakan ini adalah takdirnya. “ sahut Kai

“ Bahkan jika ia Mati,ia akan kembali hidup,karna dia adalah mahluk immortal yang akan abadi selamanya. Sebelum ia menyelesaikan ini semua,maka ia akan terus berada dalam keadaan yang kita tak dapat prediksikan” Sehun menghela nafas,ia terlalu kasihan kepada Yoona.

***

“hanya darahnya yang dapat membuatku hidup di dalam raganya”

“kau dan aku sama,tetapi mempunyai takdir berbeda”

“ Kenapa kau terkurung di dalam ?”

“ aku tak mempercayaimu, kau bisa saja menjebakku,agar aku bisa memberimu ragaku”

“ percayalah padaku,aku akan menceritakan rahasia padamu. Rahasia yang siapapun tak pernah menngetahuinya.”

“apa itu ?”

“ aku akan membawamu ke masa ku..”

Yoona menahan nafasnya lalu terbangun,nafasnya tampak memburu. Keringat membanjiri kening da tengkuknya.

“tadi.. mimpiku.. siapa dia ? dia sama persis denganku,tapi dia sangat sedih.. Siapa ? siapa dia ?” Yoona memegang kepalanya. Tak berapa lama,ketukan pintu terdengar

“Yoona-ya cepat pakai bajumu,kita akan berangkat” Yoona memalingkan wajahnya ke arah pintu.

“Ne” jawabnya. Yoona mencoba tak memikirkan mimpinya. Dimana ia menemukan seorang yeoja yang amat mirip dengannya di sebuah cermin,yang bearda di sebuah ruangan. Tapi itu terlalu buram untuk ia ingat kembali.

Tak butuh waktu lama,mereka ahirnya berangkat kesekolah. Pagi ini sekolah tampak biasa-biasa saja,tidak ada teriakan lagi. Yoona menghela nafas singkat lalu masuk. Sedangkan Sehun,Kris,Kai dan Luhan hanya mengagguk,sepertinya mereka memikirkan hal yang sama.

Pelajaran kembali di mulai,Yoona memperhatikan bangku sampinganya. Sudah 2 hari ini taeyeon tak ke sekolah,ponsel nya pun tak aktif. Yoona ingin kerumah sahabatnya itu,tetapi ia tak tau alamat baru nya. Mata yoona pun mengarah ke Kyuhyun yang sibuk dengan papan tulis itu.

Sejak terakhir mereka bertemu,saat insiden tak sengaja itu. mereka tak saling ketemu lagi bahkan berbica,yah..walaupun mereka memang tak pernah berbicara.

“Yoona-ssi,bisakah aku ambilkan aku alat praktikum segi empat di gudang” Yoona segera memalingkan wajahnya saat ia di panggil oleh Yun Songsaengnim.

“ne..” Yoona beranjak dari bangkunya lalu melangkah keluar. Luhan menatap kepergian Yoona.

“Harus ada yang menjaga Yoona,sekecil apapun itu ? kita harus melindunginya” Luhan menatap Sehun. Sedangkan namja itu mendengus,mengetahui akan tatapan itu.

“arra..arra..!” Sehun menghela nafas,ia lalu mengangkat tangannya.

“Songsaengnim, aku izin ke Toilet” ujar sehun, Yun saem mengaggukkan kepalanya. Melihat itu sehun lekas berdiri dan pergi.

Yoona beralan menuju gudang yang diikuti sehun dari belakang. Yoona masih belum menyadari jika sehun berada di belakangnya.

Yoona berjalan menuju ujung sekolah,dimana gudang tersebut ada di situ. Yoona sedikit bergidik ngeri melihat sepinya wilayah ini. Perlahan yoona membuka pintu gudang tersebut,debu mulai bertaburan kemana-mana, bahkan jaring laba-laba sudah memenuhi gudang tersebut. Yoona melangkah kan kakinya pelan, takut tersenggol ataupun menginjak barang yang ada di sana.

Gudang itu sangat menyeramkan,sangat gelap tidak ada pencahayaan sedikit pun,walaupun itu cahaya matahari ataupun lampu, disini sama sakali tak terlihat,hanya gelap gulita yang dapat di tangkap oleh pengelihatan Yoona. Bahkan di sini tidak ada  kehidupan di dalamnya,itu pun kalau ada mungkin hanya binatang-binatang kecil saja.

“ ponsel..semoga saja ku bawa” gumam Yoona,ia meraba saku bajunya. Yoona bernafas lega,dewi fortuna kini berada di pihaknya. Dengan cepat Yoona menyalakan ponselnya,lalu menyinari gudang yang ada di sekitarnya.

“aku benci gelap..” lirih Yoona,ia lalu mencari di beberapa tempat, hingga ke sisi ruangan,tetap saja ia tak menemukannya. Sampai pada saatnya,mata yoona melihat lemari yang berada di tengah ruangan. Tangan yoona terulur membersihkan sarang laba-laba yang memenuhi knop pintu lemari tersebut. Setelah melihat knop tersebut bersih dari sarang laba-laba,yoona segera menarik knop pintu itu,berusaha membuka lemari coklat tua itu.

“kenapa kerasa sekali..aish ini tak mungkin terkunci,di pintu sebelah saja sedikit terbuka” gumam Yoona,saat pintu lemari itu sangat susah ia tarik. Tak tau kenapa pintu satu ini sedikit macet,dan di sisinya,walaupun sedikit terbuka,tetapi sama saja,pintu itu tak bisa di buka.

“ Sepertinya aku harus memakai tenaga ekstra” Yoona kembali berusaha membuka pintu tersebut menggunakan sisa tenanganya.

“ baiklah..kehitungan ketiga,aku harus bisa menariknya” yoona menghembuskan nafasnya,lalu menggoyangkan kedua tangannya seperti ingin pemansa meninju.

“Hana….Dul..Set!!”

BRAKK

Yoona terjatuh,saat sesuatu jatuh tepat di badan Yoona. Ini sangat berat,bahkan ia yakin ini bukan lemari itu yang jatuh,karna penciuman Yoona mencium bau busuk yang sangat menyengat di hidungnya. Yoona meraba di sekitarnya,ia mencoba mencari ponselnya yang terlempar tadi karana insiden ini.

Masih pada posisinya,jatuh tertidur. Yoona mencoba meraba lantai kotor itu demi menemukan ponselnya. Hingga tak berapa lama tangannya merasakan benda persegi panjang dan tak terlalu besar,yang ia yakini adalah ponselnya. Dengan cepat Yoona menjangkaunya,lalu segara menyalakan ponselnya mencoba menyinari, apa yang menindihnya ?

Yoona terdiam di tempatnya,tangannya bergetar hebat. Seluruh tubuhnya membeku melihat apa yang ada di hadapannya. Jantungnya berdetak takut,air mata itu langsung turun begitu saja,bahkan dadanya sangat sesak.

“AAAAAAAAAAA..”

“TOLONG AKU… TOLONG…!!”

Yoona berteriak sekencang-kencangnya saat tau jika yang bearda di atasnya adalah Mayat yang penuh dengan darah. Sehun yang sedari tadi berada di luar,segera masuk. Ia lalu memunculkan pedang hitamnya dan membuat lingkaran di sekitarnya hingga menimbulkan sebuah cahaya yang sangat terang.

“Yoona” Sehun langsung berlari menuju Yoona yang terbaring di lantai dengan mayat erempuan di atasnya.

“Sehun..tolong aku..aku takut..hikks..hikss.. Tolong aku.. Taeyeon” Tangis Yoona,ia berteriak saat melihat Sehun datang.

‘tenanglah Yoona aku akan menolongmu..” Sehun menghilangkan pedanganya,lalu mendorong mayat tersebut dari badan Yoona. Sontak Yoona langsung memeluk Sehun saat mayat itu tersingkir dari badannya. Yoona terus meraung-raung ketakutan seraya mencengkram kuat baju sekolah sehun.

“Sehun..itu taeyeon..itu taeyeon.. sahabatku.. hikss”

“Sehun Yoona..” Luhan,Kai dan Kris menerobos masuk. Mereka terpaku saat melihat Mayat yang tak jauh dari Sehun dan Yoona.

“Yoona gwenchana ?” tanya Luhan khawatir.

“Lu..Luhan..aku takut..aku takut..hikss” tangisan Yoona bertambah keras sesaat ia megingat kejadian tadi. Tak berapa lama guru berserta para murid sekolah berkumpul. Sehun menggandeng Yoona,saat ini yoona benar-benar lemah,dirinya terlalu Shock. Lingkaran putih tadi sudah sehun musnahkan agar tak ada yang curiga.

“Yoona ulljima” sahut Kai, Kris mengusap punggungnya agar Yoona lebih tenang. Tak lama kemudia Yoona kembali menangis,ia hampir saja terjatuh jika saja Luhan yang berada di belakangnya,tak menangkapanya segera.

“Taeyeon..jangan tinggalkan aku.. Kim Taeyeon.. !! kita adalah sahabat,jangan tinggalkan aku dan duduk seorang diri di bangku. Taeyeon..taeyeon…” Yoona menangis sambil berteriak. Taeyeon adalah sahabat yang ia punya,setiap saat selalu mereka lalui bersama,setiap ada permasalahan,mereka akan memberikan solusi masing-masing.

“seperti biasa,kau selalu datang pagi dari pada yang lain..

“mwoya..? aku lupa.. “

“ oh ya apa hari ini ada Pr ?”

“ emm.. Matematika..”

“tsk.. kau benar-benar tak berubah Im Yoona”

“ taeyeon-ah rumus ini bagaimana ? sin ? tan ? cos ? ah.. benar-benar rumus yang menyulitkan.. “

“aku tau apa tujuanmu Im Yoona,alibimu tidak  bermutu.. pasti ujung-ujungnya buku ku lah yang menjadi sasaranmu..”

“ kau memang memahamiku taeyeon-ah..”

“sudahlah jangan terlalu lama berbicara,cepatlah kerjakan sebelum Choi Songsaengnim datang”

——-

“ Yoong kau dari mana saja ? kau sudah izin selama seminggu ? memangnya kau kenapa ?” Yoona pun duduk di tempatnya dan langsung di serang oleh pertanyaan bertubi-tubi dari taeyeon.

“pelan-pelan Taeyeon-ah,bagaimana aku bisa menjawabnya,jika kau terus bertanya bertubi-tubi seperti itu.”

“ah mianhe,baiklah sekarang jawablah pertanyaanku,kau pasti bisa menghafalnya” Yoona menghela nafasnya.

“selama seminggu aku tidak enak badan makanya aku memilih untuk beristirahat” taeyeon berdecak kesal mendengar jawaban Yoona

“Sudah ku duga,kau tau saat aku ingin ke rumahmu,ke tiga namja itu melarangku habis-habisan. Bahkan saat aku bersembunyi untuk kerumahmu,mereka mengetahuiku,lalu melarangku. Yoona akhir-akhir ini,kau sangat dekat dengan mereka. Apa kalian punya hubungan,apalagi Kim Jong In,salah satu dari empat namja itu,sama-sama tak hadir denganmu. Apa mung—“

“Apa kau lupa mereka adalah sahabat-sahabatku sejak kecil. Mereka kan pernah menjelaskannya,waktu mereka pertama masuk. Jadi dengan baik hati,Kai menjagaku hingga sembuh”bohong Yoona,Taeyeon menepuk jidatnya.

“ah aku lupa soal itu” ujar taeyeon dengan cengirannya.

Secerca ingatan kembali membuat Yoona seperti tertusuk. Yoona memukul dadanya.. kehilangan sahabat berarti seperti taeyeon sangatlah menyakkitkan hati. Seperti kita telah kehilangan saudara yang mengerti satu sama lain. Yoona kembali berteriak dan menangis,ia tak percaya bahwa sahabatnya telah mati mengenaskan tepat di hadapannya. Yoona mencoba berjalan maju. Luhan yang melihat itu menahan Yoona,tetapi Yoona langsung melepas genggaman Luhan yang ada di lengannya.

Tetesan air matanya mulai berjatuhan,bibirnya bergetar saat ia berada di samping tubuh taeyeon,yoona terduduk,ia lalu memeluk tubuh taeyeon terakhir kalinya. Menangis sejadi-jadinya di pelukan itu.

“teyeon..Kim taeyeon.. kenapa kau meninggalkanku.. waeyo..? kau berjanji kita akan menjadi sahabat selamanya bukan ?..” Yoona mengguncang tubuh tak bernyawa itu. ia lalu berhenti dan menangis terisak. Luhan menghampiri Yoona.

“Yoona-relakan Taeyeon,polisi akan segera membawanya ke rumah sakit” Yoona mengangguk lemah,pandangannya kosong,ia pun berdiri di bantu oleh Luhan.

BRUK..

Yoona langsung pingsang di dekapan Luhan,membuat orang-orang yang bearda di sana panik.

“Yoona ireona..ireona..”

“nona Im ireona..apa anda bisa mendengar saya… ?”

“di Shock,cepat panggil ambulance..”

Samar-samar Yoona mendengar teriakan-teriakan yang berada di sekitarnya. Yoona ingin sekali membuka nafasnya,tetapi ia terlalu lemah hanya untuk bergerak ataupun membuka matanya. Dan ia pun pasrah dan mulai menutup matanya

“taeyeon..” batin Yoona

 

To Be C…

NOTE : hai.. eumm.. aku gag banyak akan berkata-kata lagi. maaf telah membuat kalian penasaran..hehehe… bagi para pembaca.. bisa gag kalian ninggalin Komentar kalian.. Karna dari komentar kalian itu adalah semangat dari para Author disini.. Yah walaupun itu bukan hal yang dapat kita lihat tetapi bagi author kata-kata kalian sangat membantu membuat ide ff semakin berkembang. sebenarnya part ini ngin aku protect tapi ya karna author lagi sabar hadepin Silent readers..jadi author gag porotect ff ini.. bagi readers tolong mengerti hati para Author. kita sama-sama manusia..dan satu lagi.. kalau ingin nyebutin nama author..tolong di lihat dulu ff nya,siapa yang menulisnya..jangan asal menyebutkan author lain sebagai penulis.. ^^ Arraso ?😀

maaf kalau banyak typo..!!

 

 

 

63 thoughts on “PURINSU CARD 8

  1. Dari sekian banyak wanita korbannya
    Knpa harus taeyeon sahabat yoona?
    Gmna awalnya taeyeon bisa menjadi salah satu korbannya?
    Aishh.. Ganas juga ya, tuh vampir?

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s