Realize (C8)

realize-req

Title : Realize

Author : Fumi Nakamura

Main Cast : Im Yoona, Byun Baekhyun

Other Cast : Suho, Taeyeon, Kai, Chanyeol and others

Genre : sad, hurt, happy, family, married life and find by your self

length : chapter

rating : 13+

Poster : kimhyeni@HSG

Desclaimer : buat chapter ini dapet inspirasi dari beberapa ff lain, manga dan juga film. jadi mohon maaf kalau ada kesamaan jalan cerita 🙂

HOLA HOLAAA!!!

oke…aku post… mianhe kalau ada yang nggak sesuai hehe🙂

Happy reading!!

—-

Why?

—-

Baekhyun pov

—-

“Baekhyun, ajak istrimu kekamar”, aku langsung terperanjat ketika halmoni mengatakan sesuatu padaku

“ne, halmoni” jawabku tersenyum tipis, aku tak tahu itu bisa dikatakan tersenyum atau tidak

“Yoona ayo” ajakku pelan, menghampirinya dan menggandeng Yoona kekamar kami.

Aku mentapnya, dia menggigit bibirnya, “Yoong, jangan melukai dirimu sendiri” tegurku tanpa mendekatinya

Dia tak menjawab, dia diam saja berdiri mematung disamping ranjang, bola matanya pun tak bergerak. Entah apa yang terjadi padaku sekarang, aku benar-benar merasa lelah, sangat lelah. Aku lelah disemua tempat, semuanya, dari mulai tubuhku, pikiranku, perasaanku. Biasanya jika aku melihatnya seperti ini aku akan langsung mendekatinya tapi sekarang? Sisi lain dari perasaanku menginginkanku untuk beristirahat, beristirahat dari kesabaranku selama ini. Menyerah mungkin?

—-

Aku mengusap-usap wajahku berulang kali dan menatap wajahnya, dia masih menggigit bibirnya, sebesit perasaanku yang lain menyuruhku tergerak untuk menghampirinya

“Yoong, jangan menyiksa dirimu, kumohon” kataku sekali lagi mendekatinya dan menggenggam tangannya pelan, “Yoona, kumohon—demi aku” lanjutku pelan. Aku tak berharap banyak, aku akan mencoba mengikhlaskan semuanya, kehilangan dirinya?

Dia melepaskan gigitannya dan menatapku sendu, “cucilah wajahmu dulu lalu tidurlah, tenangkan perasaanmu” kataku menghela nafas dan berusaha tersenyum, Yoona hanya menurutinya

Aku belum benar-benar tertidur, kepalaku terasa sangat sakit

Flashback

“eottoke?” tanya Yoona padaku

“ehm…enak” jawabku pelan, “jeongmal?” tanyanya tak percaya, aku mengangguk

“ahh… tak sia-sia” jawabnya tersenyum

“memangnya kenapa?” tanyaku

“aku buat resep baru dari campuran beberapa rasa kopi dan aku ingin memberikan itu pada Sehun. Aku pikir lebih baik kau yang mencobanya terlebih dahulu”

Aku tak ingin tersenyum, aku benar-benar tak ingin tersenyum. Aku hanya diam menatapnya dan mengangguk pelan

“ah! Itu dia datang!” serunya senang mengambil kopi buatannya tadi

Aku menoleh dan melihat adikku berjalan mendekati kami, “hyung, juga ada disini?” tanyanya tersenyum

“ne, kopi disini sangat enak dan aku tak bisa pindah untuk membeli ditempat lain” jawabku tersenyum

“tunggu sebentar” kata Yoona berjalan menjauhi kami

Kami berdua terdiam satu sama lain, “bagaimana pekerjaanmu, hyung?” tanya Sehun menghilangkan keheningan kami

“baik, appa juga selalu mengontrol. Kau, cepatlah selesaikan sekolahmu, aku lelah jika bekerja sendiri” jawabku, Sehun hanya tertawa kecil mendengarnya, “ne, tunggulah aku” jawabnya

Kami terdiam satu sama lain dan mataku tak sengaja melihat ke arah Sehun yang ternyata sedang menatap Yoona sambil sesekali dia tersenyum, “beruntung kau Sehun” kataku pelan

“ne?”

“kau memiliki kekasih seperti Yoona” jawabku, “gumawo” katanya tersenyum

“hey!” panggil Yoona mendekati kami, “ini untuk Sehun dan ini untuk Baekhyun” katanya meletakkan dua cangkir kopi dimeja kami

Sehun menatap cangkir itu dan mengangkatnya pelan sambil dengan tatapan kaget, “kau membuatkan aku kopi?” tanyanya

Yoona mengangguk, “itupun jika kau mau meminumnya, jika tidak ya letakkan saj—”

“aniyo, aku mau meminumnya” bantah Sehun meneruput kopi buatan Yoona, “aah!” pekiknya

Yoona tertawa, aku hanya tersenyum melihatnya, “kau ini bagaimana sih? itu kan baru saja aku buat jadi tentu saja masih panas. Dasar” tegur Yoona geleng-geleng

“molla, aku bukan pecinta kopi seperti hyung” jawabnya menjulurkan lidahnya yang tadi kepanasan.

Aku memandangi kopi didepanku, ‘itu pasti macchiato’

Aku meminumnya cepat, panas kopi itu aku tak bisa merasakannya bahkan rasa macchiatonya pun terasa mati dilidahku

Tik

“gumawo Yoona-ah, aku pergi dulu jam makan siangku sudah hampir habis. Annyeong Sehun, Yoona” kataku tersenyum dan melenggang pergi

‘Baiklah, biarkan mereka berdua. Jangan egois Baekhyun, jangan egois’ batinku meyakinkan diriku sendiri. Bagaimanapun juga merasa adalah pasangan yang sangat serasi.

Flashback off

Mereka selalu bahagia tapi mereka bahagia didepanku. Tuhan menghukumku? Baiklah, aku akan tetap menjalaninya. Ingatan itu benar-benar menyebalkan. Dia istriku sekarang tak bisakah ingatan itu tak menyeruak kembali? Setidaknya aku ingin bahagia meskipun hanya sebentar tapi tak bisa, aku sudah merasa terlalu sangat lelah. Semuanya tak mengubah perasaan Yoona padaku, aku benar-benar ingin mengakhirinya tapi aku masih sangat mencintainya, sangat

‘aku lebih dulu mencintaimu daripada Sehun’

‘berilah aku kesempatan’

Kata-kata itu terbayang lagi dipikiranku. Dulu aku memperjuangkannya begitu keras, mengejarnya, bersikap baik padanya, melakukan semua hal yang mungkin tak dianggapnya sama sekali dan sekarang aku berpikiran untuk melepaskannya dengan mudah?

Kemana pikiranmu Baekhyun?!

Entah sejak kapan aku mulai terlelap, memikirkan itu semua membuatku tambah pusing, yang pasti aku merasa ranjangku saat ini benar-benar sangat hangat dan nyaman.

Aku mengerjapkan mataku berkali-kali, tak ada wanita disampingku dan kembali aku menatap jam dinding dikamar kami

03.00 KST, masih terlalu pagi

Aku merubah posisiku menjadi duduk dan aku melihatnya duduk dimeja tempat dia biasanya mengerjakan pekerjaannya

‘Tuhan, cobaan apalagi ini?’ batinku membuang nafas

Aku mendengar suara tangisan, meskipun sangat sangat pelan tapi aku tetap bisa mendengarnya. Aku pikir dia sedang memegangi sebuah foto, meskipun tak terlalu kentara dimataku yang masih cukup mengantuk tapi yang aku yakini dia memegang selembar foto dan didalam foto itu adalah foto Sehun.

Aku menghela nafasku berat dan kembali tidur, tak mengganggunya dan membiarkannya larut dalam pikirannya sendiri. Ralat, kesedihannya

‘aku bodoh? Bahkan ketika dia sudah menjadi milikku dia tetap menangisi orang lain. Kau terlalu mencintainya, Yoong, aku mohon jangan lakukan itu. Tak tahukah kau bahwa aku sakit? Tak tahukan bahwa aku ingin menyerah? Tapi raga ini selalu menyuruhku untuk tetap bertahan! Apa aku yang terlalu bodoh karena terlalu mencintaimu?’, aku membiarkan pikiran liarku berfantasi sesukanya, aku hanya ingin benar-benar tidur, melupakan semuanya dan aku menarik selimutku lagi

‘aah… besok adalah 4 tahun setelah kepergian Sehun’ batinku ingat.

Paginya….

Kami sarapan seperti biasa tapi kali ini tak ada percakapan sedikitpun antara kami. Aku melihat halmoni sibuk dengan makanannya begitupula dengan Chanyeol dan Kai yang makan dengan lahapnya. Mereka sedang berusaha untuk tak membahas masalah semalam

Yoona?

Dia seperti biasanya hanya bedanya sebuah kacamata bertengger diwajanya. Halmoni, Chanyeol dan Kai tak berniat menanyakan kenapa dia memakainya. Yang aku yakini sekarang dia sedang menyantap makanannya dengan wajah tak berselera sedikitpun

“aku berangkat dulu, aku naik bus saja” kata Yoona tiba-tiba yang membuat keadaan ruangan dingin itu menjadi sedikit hangat

“bersamaku saja” tawarku

“aniyo, kantor kita berbeda arah, aku juga harus cepat ada rapat pagi hari ini. Aku pergi dulu” jawabnya mencium pipi halmoni dan—menciumku

Aku terdiam dari sarapanku, dia menciumku? Ini pertama kalinya dia melakukan ini. Perasaanku kembali menjadi tak karuan, pikiranku semalam terasa hangus begitu saja ketika tadi dia melakukannya

“hyung, bolehkah kami bersamamu? Kampus kami searah denganmu” tanya Chanyeol yang membuatku sedikit kaget

“tentu saja” jawabku tersenyum.

Yoona pov

Aku masih mengingat kejadian semalam, Kai, dia membentakku. Ya. Dia membentakku, kata-kata yang sangat kasar, aku bahkan tak bisa percaya dari apa yang aku dengar tadi malam

‘bahkan suamimu adalah hyung dari namjahingumu yang telah mati!’

Dorr!

Seperti sebuah tembakan. Aniya! aniya!

Door!

Dorr!

Seperti dua buah tembakan yang sangat tepat mengarah pada jantungku, aku tak memungkirinya dan aku tak membantahnya karena itu memang benar Sehun adalah hyung Baekhyun. Foto?. Bahkan dia tak tahu bagaimana aku yang sebenarnya. Kai, dia terlalu berlebihan jika dia berpikir seperti itu. Aku juga seorang manusia, aku juga mempunyai hati, tapi sifatku selama ini berubah bukan karena Sehun tapi karena dua orang lain yang sangat aku cintai. Aku cintai dengan nafasku, tubuhku, pikiranku, jantungku. Aku mencintainya dengan semua yang aku punya. Aku mencintainya lebih dari orang lain yang mencintaiku (setidaknya itu yang aku rasakan). Aku takut aku hanya takut pada orang itu. Aku mencintai Sehun tapi itu dulu dan aku sangat benar-benar tertekan karena perkataan Kai semalam.

Aku menyesal pada Chanyeol, dia bahkan dibawah kendali adiknya sendiri? Hey, Chanyeol, Im Chanyeol jauh lebih tua daripada Kai, tapi dia seperti robot yang hanya bisa diaktifkan oleh penciptanya, Kai.

Aku bangun pagi ini seperti biasa, hari ini 4 tahun kematiannya, ya, aku merindukannya, sangat. Dia hidupku, tapi Tuhan mengambilnya dariku. Itu tak salah karena memang sebenarnya dia adalah milik Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan.

Mataku sembab? Tentu saja, jangan menanyakan hal yang sudah pasti jawabannya. Mataku sekarang, bahkan bisa kalian katakan hampir tak bisa terbuka. Aku tertusuk sangat sangat dalam tapi ketika aku melihat tatapan mata Baekhyun, aku mulai mengerti sesuatu, dia menyerah. Ya. Itu yang aku lihat tadi malam, tatapan mata yang mengisyaratkan bahwa dia tak bisa melakukan apa-apa lagi untuk menarik perasaanku padanya. Aku lihat raut wajahnya sangat terpukul. Apa aku harus mengakhirinya?

Begitupula pagi ini, tatapan matanya terlihat sedikit sendu, dia tak menangis tentu saja. Ya, mungkin dia menangis walaupun tak sepertiku. Aku mencari-cari kacamata hitamku, sebuah tangan terulur dan memberikannya padaku

“gumawo” lirihku, dia hanya mengangguk, “dan—mianhe”

Dia tak merespon. Tak dengarkah dia apa yang aku katakan tadi?.

Author pov

“eottoke?” tanya Suho

“sebentar lagi oppa eonni sabarlah sedikit” kata Yoona geleng-geleng mendengar kedua couple ini bertanya terus padanya

“nah…selesai” kata Yoona beberapa menit kemudian

“wahh…sepertinya ini akan sangat bagus! Daebak Yoongie-ya!” kata Taeyeon senang

“tentu saja eonni, jika ada kertas dan pensil ditanganku dan juga ditambah model semuanya akan beres” jawab Yoona tersenyum

“tentu saja, jika tidak appa pasti tidak mau menjadikanmu sebagai salah satu desainer terbaik disini” kata Suho tersenyum

“hahahaha” kata Taeyeon dan Yoona tertawa, “aku tak akan bertanya kenapa tapi dengan mata seperti ini kau sangat jelek” kata Suho tertawa

Yoona hanya mempoutkan bibirnya dan memakai kacamata hitamnya lagi. Mehrong

“ya! Kau ini” pekik Suho, “waeyo? Aku terlihat keren bukan jika seperti ini?” tanya Yoona, “kau terlihat aneh bukan keren” jawab Suho

“oppa! kau menyebalkan! Sudah, sudah keluar saja kau oppa, kau mengganggu pencerahan yang aku buat ketika melihat Taeyeon eonni”

“ish, anak ini” jawab Taeyeon tersenyum dan keluar bersama suaminya

Setelah couple itu pergi Yoona mengambil 2 buah foto dari laci mejanya dan tasnya

“Sehun-ah…” gumamnya, ‘ahh…aku menangis lagi’ batin Yoona tersenyum hambar

Dia menoleh kearah kalender, tepat tanggal 15 desember

“hari ini, tepat 4 tahun kematianmu Sehun, aku akan mengunjungimu setelah pekerjaanku selesai, bogoshipo” gumam Yoona lagi memeluk erat foto itu

‘ahh… eomma, aku juga sangat sangat merindukanmu’ batin Yoona tersenyum memandangi foto eommanya.

“bagaimanapun juga, akan sulit melupakannya” kata Taeyeon setelah mereka sedikit sengaja mengintip dan mendengar perkataan Yoona

“apa ini jawaban perasaanku saat mereka menikah?” tanya Suho pelan, “perasaan bahwa Yoona masih sangat mencintai Sehun dan tak tahu perasaan Baekhyun” lanjutnya

“apa mungkin dia setega itu? Baekhyun sangat menyayanginya” kata Taeyeon ikut berbisik

“semuanya bisa terjadi, Taengo, apa kau tak dengar hampir setiap hari dia menangis sambil memandangi dompetnya” kata Suho

“darimana kau tahu akan hal itu?” tanya Taeyeon bingung

“aku pernah melihatnya sesekali dan Baekhyun juga pernah bertanya padaku tentang itu” jawab Suho, Taeyeon hanya mengangguk tak menjawab perkataan suaminya yang terakhir.

Seorang pemuda berwajah polos, muram, sedih dan masih menggunakan seragam kantornya datang kesebuah makam, dia—Baekhyun, kakak Sehun, Byun Sehun. Dia sengaja datang lebih awal agar tak bertemu dengan istrinya

“annyeong Sehun” katanya tersenyum

“bagaimana kabarmu hari ini? Baik bukan?” tanyanya lagi

“aku sudah menikah, dengan seorang gadis yang mungkin sekarang jika kau masih disini akan menjadi istrimu. Sehun, kau tahu kau telah mengambil orang satu-satunya yang aku cintai? Ahh… aku sudah pernah mengatakan itu sebelumnya padamu” kata Baekhyun tertawa kecil

“Im Yoon Ah, aku mencintainya sebelum dia menjadi yeojachingumu, Sehun. Kau tahu aku merasa hidupku sangat terpuruk saat itu. Jika kau tak menarikku saat itu, mungkin kau yang ada disini, menikah dengannya dan hidup bahagia dengannya”

“Kami memang menikah, tapi itu semua tak bisa membuatnya berpaling padaku, yang aku tahu dia tetap mencintaimu Sehun dan mungkin aku tak tertulis sedikitpun dihatinya atau kemungkinan lain dia menganggapku bahwa aku adalah sebuah refleksi dari seorang Byun Sehun?”

“Setelah aku tahu yang sebenarnya, tentang foto yang ada didompetnya selama ini, foto yang selalu dia tatap dengan mata sendunya, foto yang selalu dia bawa kemanapun dia pergi, foto dalam dompet yang selalu dia buka setiap saat. Itu adalah fotomu Sehun, kau tahu betapa sakitnya aku? dan apa kau tahu betapa sakitnya aku ketika kau menyuruhku untuk menjauhinya saat itu?”

Baekhyun mengambil jeda sejenak, “sakit dan sangat sakit”

“lebih baik aku yang mati daripada aku harus hidup disini!” lanjutnya

“Sehun, kau benar-benar namja paling jahat! Kau brengsek!” kata Baekhyun kasar

“tak puaskah kau mengambil apapun yang aku inginkan? Tak puaskah kau ketika eomma lebih menyayangimu daripada aku? tak puaskah ketika aku berusaha mati-matian untuk mendapatkan perhatian eomma tapi hanya perhatian dari appa yang aku dapatkan? Dan sekarang? Apa kau juga merasa tak puas? Kau sudah merebutnya dariku! Kau tak puas? Kenapa kau tak melepaskannya Sehun? Dunia kalian sudah berbeda! Kau disana dan dia disini, jadi mengertilah! Kau lelaki egois Sehun, kau lelaki egois!”

“aku lelah, jika setiap hari dia selalu bersikap dingin, aku lelah jika setiap hari dia mengacuhkanku, aku lelah setiap jika aku tak pernah  mendapatkan senyuman yang dulu sering aku dapatkan, aku lelah!” teriak Baekhyun frustasi

“aku benar-benar menyayanginya dan aku hanya ingin dia tahu betapa aku mencintainya” kata Baekhyun pelan

“Sehun tolong lepaskan ikatanmu pada istriku, apa kau senang melihatnya muram karena memikirkanmu setiap hari? Apa kau juga tak ingin dia bahagia? Aku tahu ini terdengar egois tapi aku mohon lepaskan dia, lepaskan ikatan kalian. Lepaskan ikatanmu darinya”

“Aku akan menjaganya, aku tak akan menyakitinya, aku akan selalu melindunginya. Jika itu sampai terjadi, kau boleh menghukumku, apapun, hukum aku bahkan jika kau menginginkan nyawaku, ambillah atau kau ingin menyiksaku dulu sebelum kau menginginkan nyawaku? Lakukan, lakukan sesukamu asal kau melepaskannya untukku. Asal kau memutus ikatan diantara kalian berdua. Asal kan kau benar-benar pergi dari perasaannya. Asal kau tak pernah datang lagi di kehidupannya” mohon Baekhyun mencengkram nisan Sehun

“aku tak bisa menangis ketika mengatakan ini, aku tak bisa, aku terlalu lelah untuk menangis” lanjut Baekhyun

Dia tak menyadari sejak tadi sepasang mata memperhatikannya mendengar semua yang dia katakan

“Baekhyun…”

Flashback

2 minggu sebelum peringatan meninggalnya Sehun

“annyeong, Sehun” kata yeoja itu tersenyum miris

“kau tahu Sehun? Aku menikah dengan hyungmu, Baekhyun” kata yeoja itu lagi

“Byun Baekhyun, dia namja yang sangatttt baik. Dia menjagaku selama 1 tahun ini. Dia bak seorang malaikat penjaga dalam hidupku”

“kau tahu? aku merasa sangat bersalah padanya, sebab selama 1 tahun ini aku tak pernah menganggapnya sama sekali, aku jahat! Aku sadar jika hyungmu benar-benar sangat mencintaiku, tapi ketika aku melihat mata menyerahnya malam itu aku merasa sangan ‘down’. Aku benar-benar tak ingin kehilangannya”

“Aku jarang tidur setiap malam sejak saat aku menikah dengannya karna aku takut, Sehun, aku takut. Aku selalu menatap wajahnya memastikan bahwa wajah putih pucat itu tak terlukis di wajahnya seperti saat terakhir aku melihatmu 4 tahun yang lalu. Aku menggenggam tangannya pelan dan memegang wajahnya, apa aku masih merasakan kehangatan dari tubuhnya. Karna apa? Karna aku tak mau kehilangan orang yang menyayangiku untuk kedua kalinya. Aku wanita yang bodoh kan? Aku egois? Aku jahat? Ne! aku tahu, karena aku telah menyianyiakan kasih sayangnya selama setahun ini!”

“Sehun, sepertinya aku mulai menyukai hyungmu dan perasaanku yang dulu hampir untuk hyungmu kembali tumbuh bahkan aku pikir ini semakin kuat”

“3600 perasaanku yang dulu untukmu tak akan pernah hilang meskipun 3600 perasaanku yang sekarang telah dimiliki Baekhyun. Mianhe, aku menggunakan perumpamaan itu” kata Yoona tertawa kecil

“aku menyayangimu, sangat, sangat menyayangimu dan aku tak akan pernah melupakanmu. Selamanya” kata Yoona mengusap batu nisan itu sebentar kemudian pergi.

Flashback end

“kau salah, Baekhyun. Ikatan itu sudah terlepas sejak kau mulai merasuk ke kehidupanku lagi”.

—-

“aku pulang” kata Baekhyun tak bersemangat

“Baekhyun, kau tidak sedang bertengkar dengan Yoona, kan?” tanya nenek Yoona atau lebih tepatnya nenek bertanya tiba-tiba, nada suaranya tersengar cemas

“tidak, ada apa memang, nek?” tanya Baekhyun kembali

“sejak pulang kerja tadi, dia menjadi sangat diam, wajahnya murung. Dia memang diam seperti biasanya seperti itu tapi entah kenapa aku merasa dia sedikit berbeda. Aku sudah coba mengetuknya, dia memang membukakan pintu dan mengatakan bahwa dia tak apa-apa, tapi wajahnya, wajahnya seperti tertimpa banyak beban pikiran yang membuatnya tampak sangat kelelahan, membuatnya tampak terlalu keberatan dengan beban itu sendiri dan dia menyuruhku untuk segera tidur karena ini sudah malam” jawab nenek Yoona benar-benar khawatir

“aku akan masuk, nek” kata Baekhyun, wajahnya yang semula lelah dan tak bersemangat menjadi sedikit khawatir

“ne, cepatlah” jawab neneknya.

Tok…tok…tok

“Yoona” panggil Baekhyun, tak ada jawaban dari dalam kamarnya

“Im Yoon Ah, ini aku Baekhyun” ulang Baekhyun lembut

Tetap tak ada jawaban dari dalam

Diam

Diam

Diam

Diam

“yeobo…” panggil Baekhyun pelan, dia sangat takut memanggil Yoona seperti itu

Yoona mendengarnya bahkan sangat jelas, dia berjalan kearah pintu membuka pintunya pelan, Baekhyun masuk melihat sosok yang dicintainya berdiri dengan mata bengkak, hatinya luluh, perasaannya menjadi semakin kuat. Dia menutup pintu dan menguncinya

“waeyo? Apa yang terjadi?” tanya Baekhyun khawatir, dia tak sampai berpikir bahwa Yoona akan menangis sampai seperti ini

Yoona diam saja sambil tetap menangis

“apa ada orang yang mengganggumu?” tanya Baekhyun lagi

Yoona menggeleng

“apa kau kehilangan sesuatu?”

Yoona menggeleng

“apa sesuatu terjadi di kantor?”

Yoona menggeleng

“apa kau merindukan eommonim?”

Yoona menggeleng

“apa kau merindukan abeonim?”

Yoona menggeleng

“apa ada masalah dengan Kai dan Chanyeol?”

Yoona tetap menggeleng

“apa kau kelelahan dengan pekerjaanmu?”

Yoona menggeleng kembali

“apa kau sedang sakit?”

Yoona menggeleng

“apa ada orang yang menyakitimu?”

Yoona menggeleng

“apa—kau merindukan—Sehun?”

Yoona tetap saja menggeleng dari sekian banyaknya pertanyaan dari Baekhyun.

Baekhyun pov

Aku menghela nafasku kasar. Aku melepaskan jasku dan juga melempar tas yang aku bawa ke sofa. Apa yang terjadi dengan yeoja didepanku ini?

Sebuah kalimat terlintas dibenakku

“apa—aku menyakitimu?”

“apa kau—tak bahagia bersamaku?” tanyaku pelan

 

To be continued

yeaaahh \m/

mianhe kalau kependekan, wangsitnya mentok sampe ini aja. hehehe😀

dan mianhe kalau ada yang nggak sesuai, nggak pas, kekurangannya, semuanya aja laahhh🙂

bacanya sambil ngabuburit enak ya chingu….hahaha *lupakan -,-

okeey…selamat soree…. selamat ngabuburit…. selamat hampir berbuka puasa…

yehet yehet

see You in the next chapp!!!

😀

48 thoughts on “Realize (C8)

  1. Oalaahhhh trnyata yoona udh bisa nerima baekhyun tp dia ???? bisa jujur sama perasaannya .. Knapa yoona geleng2 mulu sih dtnya baek ,, nahhh luuu kira2 apa yoona bkalan jujur sama baek klo dia udh bisa nerima baekhyun ??

  2. TBCnya yampun:((((( padahal nyeseknya udah dipuncaknya pas pertanyaan itu. yaudah deh tunggu chapter selanjutnya aja. ayo thor jangan biarkan baek menunggu terlalu lama. update soon ya!;p hwaiting^^~

  3. Udah ah cepet disatuin! Jadiin mereka keluarga sakinah, mawadah, wa rohmah😀 Bahagia, punya anak (?) lol
    Okee, cepet update ya author yang kece dan baik hati😉

  4. Yahhh….TBC terkutuk -,- Ya ampun, ini udah nyesekk tingkat akut. I have no idea, aku ngerasa kasihan kedua-duanya. Baek juga nyesek, tp aku jg tau gmn susahnya ngelupain Sehun, *what?/plakk

  5. Aishh.. yoona knp nyia2in cintanya baekhyun?? Akhirnya sekarang baekhyun sma taeyeon kn.. #plak#gaje
    Thorr… next part nya buruan d publish yachh.. udh g sabar bwat baca

  6. Daebak bgtt thor^^
    aaa..aku plng suka chap ini..bikin penasaran bgt soalnya.. ke~ke~ke
    baekhyun jgn nyerah dong..😥
    next jgn lama” ya thor <

  7. Baekhyun… jgn nyerah dong… masa’ kalah ama messi, dia aja tetep tersenyum wlau argentina kalah, messi aa tetep mempertahankan bola, bahkan dia sampe bntu ngejaga gawang, pdhl dia striker.. #Plak *malah mikir worldcup*😀

    Jgn buat baek nyerah… nggak seru ntar.. *Hug chanyeol* #Plak😀

    ditunggu next chap

  8. Geram banget ma Yoong, ngomong donk Yoong, lw tidak ntar kamu nyesal lw baek nya udah mutusin bakal pergi dari kamu,,, thor jangan lama2 next chap nya,

  9. OMO!!!
    Penasaran sama jawaban yoona eonni.
    Aigo, buat yoona eonni sama baek oppa bersatu donk, hiks ngga tahan lihat baek oppa sedih terus.
    Next~

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s