(Freelance) Joha Joha

xxxxxxxxx

[Freelance] Drabble :Joha Joha

 

Title : Joha Joha

Author   : Rachelympian13

Cast   :-Im Yoon Ah

-Byun Baek Hyun

Genre   : Romance, Sad, Angst.

Rating   : PG-13

Disclaimer   : Cerita ini benar-benar dari hasil pemikiran pendek yang datang tanpa disuruh(?) dan ff ini juga terinspirasi dari lagu EXO-Joha Joha

Wajib RCL !

~Happy Reading ;D~

.

.

.

.

.

Awan putih terhampar nyata di langit-langit kota seoul bersama matahari yang bersinar dengan teriknya, menyelimuti seluruh makhluk hidup di bumi ini dengan cahaya kehidupan yang memancar.

Aku duduk tenang di atas sebuah kursi kayu taman bersama dengan pohon-pohon rindang yang tampak bergoyang-goyang pelan tertiup angin siang yang menyegarkan.            Kututup kedua kelopak mataku,membiarkan angin siang membelai wajah dengan kelembutannya.

“annyeong!”

Sebuah suara seakan seperti alarm yang membuatku kembali membuka mata ini.Membiarkan kedua retinaku mencari sosok dari sang pembuat suara tadi.

Suara yang begitu indah…

Suara yang bahkan dapat menenangkan hati….

Dan Suara itu datang dari seorang yeoja yang berdiri tak jauh dariku,senyuman yang bertengger manis di wajahnya tampak memancarkan kecantikkan sempurna miliknya,tangan putih porselennya memegang beberapa ikat bunga mawar warna-warni,kaki jenjangnya berjalan kesana-kemari memberikan beberapa dari bunga mawar tersebut kepada siapa saja yang dilihatnya.

Entah apa yang membuatku seperti ini,aku yakin bahwa saat ini bibirku sedang tersenyum cerah ke arahnya,senyuman yang bahkan tak dapat ku artikan kan maksudnya.

Yeoja bertubuh ramping itu menatap diriku sesaat setelah ia memberikkan beberapa bunga mawar putih kepada seorang anak kecil berwajah imut.Lalu langkah kakinya yang begitu ringan menghampiriku,dress warna soft pink selutut miliknya sedikit terangkat saat ia berjalan karena angin yang berhembus berlawanan arah dengan arah langkahnya,rambut panjang lurus sepunggung tersebut melambai ke arahku begitu juga dengan tangannya.

Seakan tak ada beban apapun dalam dirinya,Yeoja itu tersenyum manis seraya menyodorkan 3 tangkai bunga mawar kuning-mawar terakhir yang dimilikinya kepadaku.kurasakan jantung ini berdebar-debar saat melihat senyuman cantik yang menjadi ciri khasnya.

Kuangkat tanganku untuk mengambil bunga indah yang berada digenggaman kedua tangannya.Dan entah dari mana keberanian datang pada diriku,diluar kesadaran,aku menggenggam tangan kurusnya lembut.Membuat matanya membulat sempurnamenatapku kaget.

Malaikat cinta benar-benar telah memanahku dengan panah hatinya yang begitu ampu membuat seseorang mabuk dalam keindahan cinta.dan hari ini,aku korban dari malaikat itu.

Tak bisa kupungkiri lagi , bahwa Aku jatuh cinta pada yeoja ini hanya dalam petemuan pertama kami……

.

.

.

.

.

Dihamparan padang rumput yang sangat luas,kami berbaring disana.Berbaring berdampingan dengan tangan yang saling menautkan satu sama lain.Di iringi dengan lagu yang menenangkan terdengar dari hedseat pink milik yeoja disampingku, membuatku serasa ingin memberhentikan waktu agar saat-saat seperti ini tak akan berakhir.

Yeoja berwajah sempurna itu makin mempererat genggaman tangannya pada tanganku dengan senyuman indah yang dimilikinya,memamerkan kecantikkan alami yang selalu membuat para kaum adam bertekuk lutut padanya. Yeoja itu-Im Yoon Ah,Yeoja yang memberikan 3 mawar kuning kepadaku.Yeoja yang kini telah berstatus sebagai yeojachinguku.

Sesosok manusia pertama yang dapat menangkap hatiku, Yoona.hanya ia yang bisa memiliki hatiku,hanya ia yang memiliki tempat spesial dihatiku,dan cukup ia yang menghiasi hatiku….

Hanya Yoona,hanya Yeoja itu…tak ada yang lain……

.

.

.

.

.

Yoona memegang jari tanganku yang tanpa sengaja tersayat oleh pisau.disaat aku ingin menghadiahkan malaikatku dengan sebuah bubur hangat ketika tubuhnya sedang dilanda sakit,keadaan menjadi terbalik sehingga Yoona lah yang harus merawatku.Hanya karena luka kecil yang membuatnya seperti ini,bersi keras melarangku untuk melakukan apa-apa setelah melihat luka ditanganku.Bahkan menyuruhku untuk tidak merawatnya yang tengah dalam kondisi yang kurang menyehatkan jika akibatnya harus melukai diriku sendiri.

Dengan telaten,Yeoja berambut sepinggang didepanku merekatkan sebuah perekat luka dengan gambar lucu pada jari telunjukku yang tersayat.Kuelus puncak kepalanya pelan sehingga rambutnya sedikit teracak hancur.Yoona hanya merespon tindakanku dengan tertawaan pelan yang lolos dari mulutnya.

Betapa ia mengkhawatirkanku,betapa ia memperhatikanku……

Sungguh,aku benar-benar bersyukur memiliki Yeoja sepertinya……

Tak bisa kubayangkan jika ia pergi dalam kehidupanku……

.

.

.

.

.

“kenapa kau selalu memberikan bunga-bunga yang indah kepada setiap orang yang kau temui di taman?”

Pertanyaan yang selalu ingin kuketahui jawabannya dari Yoona,pertanyaan yang selalu diresponnya dengan sebuah senyuman manis tanpa sedikitpun kata-kata yang keluar dari mulutnya untuk menjawab pertanyaan tersebut.

Hanya dengan melihat iris madu Yeoja itu, semua orang tahu bahwa ia tengah menyembunyikan sesuatu yang tak pernah kuketahui…

Aku mulai merasakan firasat buruk saat menanyakan pertanyaan itu terkhir kali padanya……

.

.

.

.

.

Kugenggam tangan kurusnya yang begitu hangat.Tak ada respon darinya seperti biasa,balas menggenggam tanganku,tersenyum ke arahku.Tak ada lagi respon semacam itu dari malaikatku.

Bisa kurasakan bulir-bulir air mata bergulir pelan membasahi pipiku…

Melihatnya terbaring lemah dengan banyak alat yang sekarang menjadi pegangannya untuk bertahan hidup,melihatnya tak lagi menunjukkan senyuman pada dunia,melihatnya tak lagi menggenggam tanganku,melihatnya tak lagi menatap teduh mataku.Tidak ada lagi perlakuan seperti itu sekarang…

Menyembunyikan kebenaran tentang dirinya yang sudah mengidap tumor otak membuatku hanya bisa menatapnya sendu.Penyakit yang sudah menggerogoti tubuhnya sejak 3 tahun lalu,penyakit yang selalu membuatnya merasakan sakit di tiap harinya tanpa diketahui oleh siapa pun.

Aku hanya berharap…masih ada kejaiban yang tuhan berikan kepadanya…

Kurasakan tanganku digenggam erat oleh yeoja yang kini tengah terbaring lemah dihadapanku.

Aku terhenyak.

iamemang selalu berada di dekatku. Tapi, jiwanya tak bersama dengan ku.13 hari tanpa ada tanda-tanda dirinya untuk hidup kembali seperti manusia biasa membuatku sedikit putus asa dengan keadaannya.Seakan ada setitik cahaya harapan saat melihatnya kembali membuka mata.

Ku peluk tubuh kurusnya erat, melepaskan seluruh rindu yang tak tertahan di hati ini.

“aku akan panggil dokter ! “

Tangannya menahanku untuk pergi.Dengan bibir nya yang pucat ia tersenyum kepadaku seakan menyuruhku untuk kembali duduk menemaninya.setitik cahaya harapan itu kembali redup saat melihatnya bertingkah seperti itu kepadaku.Kenapa aku kembali merasakan tak enak ?

Aku kembali duduk di dekatnya.tangannya makin menggenggam tanganku erat.

“hari ini aku ingin menjawab pertanyaanmu…”

Yoona berucap pelan dengan posisi nya yang masih berbaring di kasur pasien.Pertanyaan itu, pertanyaan yang berulang kali kutanyakan namun tak pernah sekalipun kudapatkan jawabannya.Aku tersenyum ke arah nya- mempersilahkannya untuk menjawab pertanyaanku.kugenggam kedua tangan hangatnya.

“aku memberikkan bunga-bunga itu untuk menumbuhkan kebahagian dalam diriku.melihat mereka menerima bungaku dan tersenyum membuat harapan hidupku kembali terbangun.hanya dengan melakukan itu, aku dapat melupakan penyakitku.dan juga bersama denganmu disisiku.aku merasa…bahwa aku adalah yeoja paling beruntung di dunia ini…”

Kulihat cairan-cairang sebening kristal mulai berjatuhan dari kedua mata indahnya,membuat sungai kecil di pipinya.Namun senyuman manis masih terlihat jelas dari wajah cantiknya.Ku usaplembut air matanya yang berjatuhan.

Tubuh kurusnya yang terbaring mulai beranjak dari ranjang lalu memelukku dengan kehangatannya.ia memelukku dengan suara isak tangis yang terdengar jelas keluar dari mulutnya.

“terima kasih untuk semuanya…Gomawo…”

Tubuhku bergemetar saat merasakan pelukkan Yoona mulai merenggang,isakan tangisnya terhenti,badannya seakan tak mempunyai tenaga lagi untuk menopang dirinya.Kupeluk diri nya erat.Air mata di pelupuk mataku berusaha mendesak keluar dari persembunyiannya.Hingga cairan bening itu mengalir sebagai pertanda bahwa sebagian dari hidupku telah pergi dari dunia ini.

aku menangis sejadi-jadinya,melampiaskan seluruh kesakitan saat melihat Yoona tak lagi menempati raganya dengan mendekap tubuh kurusnya erat…

Ia pergi…

Yoona telah pergi…

.

.

.

.

.

Ingatanku kembali saat ia memberikkan 3 tangkai bunga mawar kuning kepadaku…

Bayangannya bagaikan matahari yang bersinar di siang hari sebagai pembawa kehidupan di bumi ini…

Aku menyukainya…sangat menyukainya…

Malaikat yang telah membawa setengah hatiku di kehidupan barunya sekarang…

Im Yoon Ah,aku menyukaimu…sangat menyukaimu…

Atas semua yang telah kau berikan kepadaku aku ucapkan terima kasih….

Terima kasih karena telah memasuki hatiku yang selama ini tak pernah terisi oleh kebahagian cinta…

 

“Yoongie-ah, Gomawo……”

 

.

.

.

.

END

 

Gimana?gimana? gaje kah? Aneh kah?Typo bertebaran?Maklum, ini baru pertama kalinya buat FF Drabble -____-

Maaf jika cerita tidak sesuai dengan yang kalian harapkan. Dan dengan sangat aku memohon,bagi Readers wajib meninggalkan jejak seperti Comment ataupun Like. Semakin banyak yang meninggalkan jejak,semakin banyak ide cerita yang akan muncul di otakku nantinya (hah?)

Junjung tinggi prinsip RCL saat membaca fanfic !!

GOMAWO !!!!!!!

25 thoughts on “(Freelance) Joha Joha

  1. Aaaaa sedih bgt terharu bacanya

    Baguuuus bgt sering2 bikin ff angst ya eon soalnya aku suka ff angst😀

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s