WALK WITH ME

walk-with-me

[Tetralogy]

W a l k   W i t h   M e

By

Clora Darlene

Starring

Im Yoon Ah | Kim Minseok

Rating | Length Genre

PG-15 | Ficlet | Friendship

[Poster by elevenoliu ArtFantasy]

            Guilin, China.

“Minseok-ah, ada seseorang yang menunggumu” Kim Minseok as known as Xiumin berbalik saat manager hyung-nya berbicara kepadanya.

Nuguya?”

“Kau lihat saja sendiri. Dia berada di dekat rest room-mu” Beritahu manager hyung-nya. Clueless. Pikir Minseok lalu akhirnya mengambil langkahnya, berjalan menuju rest room-nya.

Apa ia mengenal orang ini?

Apa salah satu fans-nya?

Atau seseorang yang akan mengintervienya?

A―

“Yoong!”

Oppa!” Yoona yang dibalut mantel pink-nya itu melambaikan tangannya, membuat Minseok memacu kakinya lebih cepat lalu memeluk perempuan mungil itu. Ada Sehun di belakangnya dengan sebuah senyuman kecil.

“Kau disini” Minseok masih tampak tidak percaya sekali. Im Yoon Ah, seorang perempuan yang dulu sering membagi ceritanya kepada Minseok―katakan saja mereka adalah teman curhat.

“Ya, aku disini, oppa” Yoona tersenyum lebar.

Minseok melirik Sehun yang berdiri tegap di belakang Yoona. “Sudah lama tidak bertemu, Sehun-ah”

Annyeonghaseyohyung” Sehun tersenyum manis. Wellhyung-nya itu memang benar. Sudah lama sekali semenjak terakhir mereka bertemu dan sebagai member EXO. Kini, keduabelas laki-laki itu telah menikmati hidupnya masing-masing. Sebagian menjadi aktor―termasuk Minseok―dan ada juga sebagai produser musik, atau menetap sebagai penyanyi.

“Ada apa kau datang ke sini? Kau merindukanku?” Goda Minseok, menatap Yoona tanpa senyum yang tidak pernah pudar.

“Ne, aku merindukan, oppaNeomu bogoshippeo” Yoona membenarkan.

“Ehm” Sehun di belakang sana berdehem pelan dengan mata yang entahlah menatap apa.

Minseok terkekeh pelan. “Setidaknya masuklah, Yoong. Kau pasti kedinginan”

Gwenchanaoppa. Aku tidak sakit” Bantah Yoona manis.

Sejenak, Minseok terdiam. Matanya melirik Sehun. Laki-laki itu juga menatapnya lalu memalingkan wajahnya. Minseok dapat menangkap kilatan putus asa Sehun pada iris pure hazel-nya.

“Sehun-ah” Panggil Minseok. “Apa aku boleh meminjam istrimu ini selama tiga puluh menit untuk menjadi teman kencanku?”

Mata Sehun membulat. “Apa-apaan kau, hyung

“Hanya tiga puluh menit. Aku akan membawanya berjalan-jalan di sekitar sini”

Yoona berbalik lalu mengandalkan honey puppy eyes-nya. “Boleh, bukan?”

Sehun menatap Yoona lalu menghela nafas, menandakan ia tidak bisa menolak permintaan Yoona. “Baiklah. Kembalikan dia dengan keadaan sepert ini, hyung

Minseok tertawa. “ArasseoKajja, Yoong”

“Sampai bertemu nanti, Sehun-ah” Yoona melingkarkan tangannya pada lengan Minseok lalu melambaikan tangannya kepada Sehun dengan sebuah senyuman.

Minseok dan Yoona bersamaan melangkahkan kakinya menyusuri sebuah sungai besar yang dihiasai dengan bukit-bukit tinggi Hijau. Membiarkan sejenak keheningan itu membawa mereka melangkah kembali ke masa lalu dan mencicipi berbagai kenangan yang tersisa. Angin liar itu mulai berani menerbangkan surai Cokelat Yoona, membuat perempuan itu merapatkan mantel pink-nya.

Minseok berhenti lalu meraih tangan Yoona dan menggenggamnya sejenak. “Kau kedinginan” Ucap Minseok, merasakan tangan Yoona yang sudah mendingin seperti es batu.

Yoona tersenyum kecil. “Aku baik-baik saja, oppa. Sungguh”

Minseok menatap Yoona sejenak lalu melingkarkan tangannya pada bahu Yoona, merapatkan tubuhnya pada tubuh Yoona dan berharap itu―setidaknya―membantu untuk menghangatkan Yoona lalu mulai melangkahkan kakinya lagi―menyusuri sungai dan menembus dingin.

“Aku merindukan, oppa” Gumam Yoona.

Minseok tertawa. “Aku juga merindukanmu, Yoong”

Oppa terlalu lama berada di China. Sesekali kembalilah ke Seoul dan datang ke rumahku” Pinta Yoona.

“Baiklah. Aku akan kembali ke Seoul dan datang ke rumahmu” Minseok tersenyum. Oh, perempuan ini sudah seperti adik kandungnya sendiri. Ia akan melakukan saja yang Yoona pinta untuk kebahagiaan Yoona.

Jinjja?” Nada Yoona meninggi.

“Hm” Minseok mengangguk. “Tapi, kau harus berjanji padaku”

“Aku harus berjanji apa?”

“Kau harus tetap baik-baik saja” Minseok kini terdengar seperti orang pesimis ketimbang sedang menyemangati Yoona.

“Terkadang aku takut bahwa aku tidak akan baik-baik saja. Aku tidak tahu apa yang terjadi kepadaku, tapi aku ketakutan” Ucap Yoona pelan, membuat Minseok kehilangan kata-katanya. Mulutnya tidak bercelah sedikitpun dan Minseok takut jika Yoona menatap matanya yang sudah berkilat-kilat akibat sebuah lapisan tipis air mata yang membungkusnya.

Yoona ketakutan.

Tapi, Minseok jauh lebih ketakutan.

Alzheimer itu akan menelan Yoona hidup-hidup. Mimpi buruk tempat Yoona tidak akan pernah bangun lagi, pembunuhan tanpa suara.

“Kau tidak perlu takut. Aku akan melindingimu, Yoong” Minseok tersenyum kecil lalu menatap Yoona.

Yoona mendongakkan kepalanya dan membalas tatapan Minseok. “Benarkah? Apa oppa bisa melindungiku?”

“Hey, kau meragukan kekuatanku? Itu kasar sekali, Yoong” Minseok melepaskan rangkulannya lalu berdiri di hadapan Yoona, menghadang jalan perempuan itu. Ia memerlihatkan tangannya. “Aku mempunyai lengan yang paling kuat di EXO dan aku akan melindingimu. Jadi kau tidak perlu merasa ketakutan lagi. Arasseo?” Di akhir kalimatnya, Minseok tersenyum lebar.

Yoona tertawa. “Arasseooppa

Minseok kembali berdiri di sebelah Yoona lalu kembali merangkul bahu perempuan itu. “Baiklah, kajja, kita kembali”

THE END

 

Alzheimer adalah suatu gangguan otak atau demensia (pikun) yang menahun, terus berlanjut, dan tidak dapat kembali seperti semula lagi, tidak ada penyebab pasti, tidak ada pengobatan yang tepat dan sampai sekarang tidak ada obat yang dapat diharapkan.

36 thoughts on “WALK WITH ME

  1. Aaaahhh aku kehabisan kata-kata *lol* kasian Yoona, seakan hidupnya dikejar oleh penyakitnya sendiri T,T

    Suka sama Sehun, dia sangat pengertian :))

    Fighting thor!

  2. ohh araseo arraseo, ini jadi lanjutan yang FF boredom ya?? aku pikir FF boredom udh END smpai disitu, dan ternyata ini jadi kayak berseri ._.

    aku senang bacanya pas tau sehun masih setia menemani yoona, yup like I say before ‘sehun harus selalu ada buat yoona’ *maksa*, tapi sadnya itu kerasa thor😥 mungkin orang-orang disekitar yoona udah pada tahu kondisi yoona😦

    Yoona ketakutan.

    Tapi, Minseok jauh lebih ketakutan.

    gak tahu kenapa suka sama kalimat diatas ‘-‘

  3. alzheimer lagii yaaa?? aku dari kemaren baca alzheimer:(( kasian yoona.
    btw daebak thor❤ aku sukaaa

    ditunggu ya ff lainnya

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s