Hidden Scene [6]

 

Hidden Scene 1

HiddenScene

fanfiction by aressa.

 

Staring

GG’s Yoona and Jessica along with EXO’s Kris and Sehun

.

.

.

.

.

“Sial” desis Sehun dan matanya melirik Yoona yang tegang dan terlihat memaksakan senyumnya membalas lambaian Yuri yang berlari kecil diatas sepatu kets putih yang digunakannya.

Tiba tiba saja Sehun kehilangan kata katanya. Dia mengerti alasan Yoona bersikap seperti itu. Alasan yang sama membuatnya sulit bernafas sekarang. Sehun berusaha keras menemukan sebuah alasan dan pikirannya serasa membeku.

Kwon Yuri melihatnya. Saat Yoona mencium pipinya.

Dan dia harus menjelaskannya. Alasan logis yang membuat Yoona harus mencium pipi Sehun. Alasan sempurna yang akan menghentikan prasangka Yuri dan Sehun tidak bisa menemukannya sekarang. Kemarahan itu membakar disaat yang sama dengan rasa paniknya. Membuat Sehun lumpuh bahkan untuk memalingkan wajahnya.

Haruskah hubungan itu terbongkar sekarang?

Setelah semua yang dia lalui untuk menyembunyikannya?

Apakah hanya karna ciuman kecil dari Yoona dia harus mengorbankan segalanya?

Sehun tidak punya jawabannya. Karna saat ini Yuri sudah berada di hadapannya. Menggulirkan matanya ke Yoona dan beralih menatapnya. Tatapan mengintimidas yang membuat lidah Sehun kelu. Dalam hatinya dia mengutuk, saat tidak ada cara lain yang terpikir olehnya selain memberitahu kebenarannya.

Dan tepat pada saat itu. Sehun merasakan wedges abu abu Yoona menekan kakinya. Menghentikan gerakan mulutnya yang sudah siap memuntahkan segalanya. Semua yang telah dia sembunyikan. Dari sudut matanya, dia melihat Yoona terlihat risau namun masih mempertahankan ketenangannya.

“Apa yang kalian lakukan disini? Kenapa tidak masuk?” angin dingin itu pergi saat Yuri merenggangkan ekspresi wajahnya. Wanita itu mengerutkan kening dan mengangkat alisnya. Terlihat mencari alasan yang logis kenapa tiba tiba dua insane itu berdiri dihadapan mobil hitam yang Yuri yakini milik Sehun.

“Emmm” Yoona memutar keras otaknya untuk mencari alasan. Yuri baru muncul dan memergoki mereka berdua saat Sehun masuk ke dalam mobil. Yoona yakin Yuri tidak melihat tentang ciuman pipi itu dan dia tidak setegang Sehun. Tapi kini, dia benar benar kehabisan kata kata melihat eonnie nya itu menunggu jawaban darinya.

Apa yang akan dia katakan pada Yuri?

Pemahaman melintas di ekspresi Sehun. Dia bisa mengerti alasan kenapa Yoona menginjak kakinya yang harus diakui mulai terasa sakit sekarang. Wanita itu tahu bahwa Yuri tidak melihatnya.

Kwon Yuri tidak melihat apapun. Rahasia masih aman.

Dari ujung matanya Sehun melihat Yoona yang panic dan dia tahu dirinya harus mengatakan sesuatu. Dia tersenyum se-meyakinkan mungkin ke wanita yang katanya sangat mirip dengan kekasihnya itu.

“Ahh, ini. Yoona noona memesan bubble tea” jawab Sehun mengangkat paper bag birunya. Yoona dengan cepat bersyukur dalam hati dan meraihnya dari tangan Sehun. Membukanya dan menemukan segelas bubble tea berwarna biru cerah disana.

“Aku bilang kan blueberry, bukan bubble gum Oh Sehun” hardik Yoona memasang wajah kesal. Dia hanya dapat berdoa, semoga Yuri tidak menyadari acting berantakannya. Yuri yang mendengarnya hanya ber-oh ria dan menyerobot minuman itu sebelum Yoona bahkan sempat meminumnya.

“Dasar aneh” komentar Sehun geleng geleng melihat dua sahabat itu berebut minuman kesukaannya.

“Sehun, aku juga mauuuu” rengek Yuri saat Yoona mengangkat bubble teanya tinggi tinggi. Yoona menjulurkan lidahnya namun sedetik kemudian menurunkan lengannya dan membiarkan Yuri meminumnya saat Sehun menjulurkan Greentea miliknya. Minuman kesukaan Yoona sampai kapanpun.

“Thanks” gumamnya dan semuanya terdiam. Yuri yang mengunyah bubble teanya memperhatikan suasana canggung itu. Ada getaran aneh yang masuk kedalam hatinya saat melihat Yoona yang memilih menatap mobil Sehun dan pria itu tiba tiba menemukan sepatunya lebih menarik dibandingkan Yoona ataupun Yuri.

“Kenapa diam diaman seperti ini?” celetuknya dan dua temannya itu mencair dari ketegangan mereka. Sehun tersenyum tipis dan Yoona menarik lengan Yuri menjauh, “Kajja, eonnie”

Gerak reflex.

Yoona dan Sehun seperti planet dengan satelitnya. Saat Yoona membicarakan film yang Yuri tahu sudah selesai ditontonnya bersamaan dengan Sehun—yang kelewat dingin—membiarkan mereka berjalan di hadapannya. Mereka seperti saling menyesuaikan dan bergerak tanpa berpikir. Aneh. Seolah pikiran mereka terhubung dan bergerak dengan sinkron

Yuri tidak bodoh dan dia merasakan kecanggungan itu semakin besar saat Yoona menolak menatap Sehun. Ada yang salah dengan mereka berdua dan Yuri masih mencoba memahami apa itu. Mencoba memahami raut panik di wajah Sehun yang terlihat sekali berusaha disembunyikannya. Tapi ada sebuah perasaan kuat yang menahannya untuk tidak bertanya. Perasaan yang membuatnya memilih untuk mendengarkan ocehan Yoona yang tidak penting.

Dan lagi, Yoona menolak menatap mata Sehun.

//

Sehun kembali ke dormnya dengan wajah mengkerut. Rencananya hari ini semuanya gagal total. Tadi malam dia sudah membayangkan dia akan duduk bersebelahan dengan Yoona dan tertawa bersama wanita itu. Bercanda dan saling melempar ejekan satu sama lain. Hal yang selama ini menjadi topeng sempurna mereka berdua. Semua rekan seagensinya tahu bahwa dirinya dan Yoona memang dekat. Dan Sehun sangat bersyukur karna tidak pernah ada yang menyadari ada perasaan yang disembunyikan dari kedekatan itu.

Tapi hari ini gagal total. Saat first meeting project ulang tahun KBS, seharusnya Jiyeon dan Myungsoo akan menjadi alasan mereka berbicara. Jiyeon itu sahabat Sehun dan juga teman baik Yoona. Sedangkan Myungsoo adalah teman dekat Yoona. Mereka berdua dapat dengan mudah berbaur dengan mereka dan memanipulasi kedekatan mereka dengan sempurna. Tapi sialnya, Sehun harus berakhir mengobrol dengan Chansung saat Jessica sepertinya betah mengganggu kenyamanannya.

Kemudian saat pertemuan dengan member Kyuline juga harus gagal. Setelah insiden kecil dengan Yuri, Sehun tidak bisa begitu saja menjalankan scenario di kepalanya. Dia harus menjaga jarak namun tetap bersikap seperti biasanya terhadap Yoona. Aktingnya mungkin bagus karna Yuri terlihat tidak menaruh perhatian lebih tapi kemudian Yoona mengirim pesan mengatakan padanya untuk berhenti berusaha menghapus kecanggungan mereka untuk Yuri karna acting Sehun terlihat menyedihkan. Dan sayangnya itu benar.

Hari menyenangkan yang dia dambakan harus rusak dan Sehun ingin meninju sesuatu untuk saat ini. Bahkan Lay dan Kris yang masih terjaga dan menonton televise mengerutkan keningnya saat melihat Sehun terlihat ingin melempar Monggu yang berlari dengan bahagia melihat Sehun datang dan menggonggong riang sebelum bergelung di kaki Sehun.

“Hey, kau tak apa hun?” Tanya Kris yang dibalas anggukan Sehun. Lay yang menggigit bibirnya akhirnya berdiri dan tersenyum manis ke Sehun.

“Mau kubuatkan sesuatu Sehun?”

“Boleh”

Sehun adalah member yang paling muda tapi percayalah, dalam masalah mengontrol emosi, Sehun-lah yang paling baik. Tapi satu hal yang menjadi rahasia umum member EXO adalah jangan pernah membuat Sehun marah saat tengah malam. Karna dia akan berubah menjadi Mr. Jekyll keesokan harinya dan akan mendiami semua orang.

Dan seperti kebanyakan monster makanan lainnya. Hanya ada satu cara untuk menenangkan emosi setan kecil itu. Yaitu dengan membuatkannya makanan dan susu hangat. Dengan pikiran itu Lay berlari kecil ke dapur seraya menggendong paksa Monggu sebelum anjing itu menjadi sasaran kemarahan Sehun.

Kris merasa sangat berterimakasih saat Lay berinisiatif membuat ‘obat penenang’ dan berusaha tidak takut saat Sehun menatapnya tajam, “Apa ada yang salah diwajahku hyung?”

“Ah,aniyo Sehun-ah. By the way, you look so exhausted. Mind to take a bath?” katanya tanpa memandang adiknya itu. Untuk menyembunyikan kegugupannya, sebenarnya.

“No way. I need my food, hyung” dengusnya dan berjalan terseok seok ke kamarnya.

Kris mengutuk Sehun yang berhasil membuatnya seperti penjahat di tangan polisi dengan tatapan tajamnya. Kris juga mengutuk dirinya yang terlalu takut menghadapi kemarahan Sehun.

Bukan salahku juga! Sehun belajar karate sejak dia cilik dan bisa bisa aku habis tak bersisa dibantainya.

Sehun menyeramkan saat dia marah dan untungnya, si kecil itu jarang sekali marah. Kemarahan Sehun bahkan sering dibuatnya untuk meledek hyung nya yang dia tahu tidak berani berkutik saat dia marah. Dan setelah satu bulan, Jongin yang merupakan sahabat anak itu memberikan pandangan kasihan pada Baekhyun yang mengemis padanya dan memberitahu bagaimana caranya megetahui saat Sehun sedang marah atau tidak.

Dan Kris tahu Sehun akan membantai apa saja yang mendekatinya saat dia marah kecuali sepiring makanan. Menjauh dan membiarkan Sehun tenang dengan pikirannya merupakan pilihan yang bijak saat pria itu sedang marah. Dan Kris jelas akan lebih memilih duduk menonton film James Bond di televise dibandingkan harus mencari tahu alasan adiknya itu menekuk wajahnya.

Tapi setelah berdebat sekitar lima menit dengan batinnya, Kris akhirnya mendesah frustasi dan bangkit dari sofa. Berjalan dengan berat hati ke kamar Sehun-Jongin-Kyungsoo (Dua bocah setan itu sering mengganggu Kyungsoo untuk membuatkan makanan jam tiga pagi).

“Sehun-ah?” Kamarnya gelap tapi Sehun sedang memainkan ponselnya. Kris menyalakan lampu dan melihat Kyungsoo sudah tertidur sedangkan Jongin masih memainkan Ipad hitam Sehun, bersandar disudut ruangan. Kris tidak perlu melihat untuk memastikan apa yang sedang dikerjakan Jongin disana dengan headset putihnya di telinga.

“Kau baik baik saja?” Tanya Kris saat dia duduk di pinggir kasur Sehun.

“Tidak” jawabnya singkat dan datar. Untungnya dia masih focus pada ponselnya jika tidak mungkin Kris bisa menjadi abu karna tatapan mematikan yang terpancar dari kedua iris cognac nya.

Kris menarik nafasnya perlahan. Seharusnya dia tidak berbicara dengan Sehun dan harusnya masih duduk menikmati filmnya atau duduk disamping Jongin. Dia sebenarnya penakut, percayalah. Dan kini dia sedang mengajak berbicara singa yang dipaksa menjadi vegetarian selama seminggu. Ide yang buruk sekali.

“Mau menceritakannya padaku?”

Sehun melirik Kris sinis, “Apa itu penting bagimu?”

Kris kembali mengutuk dirinya dan memilih menatap Jongin yang menampilkan ekspresi oh-well-so. Kris baru saja akan bergabung dengan Jongin daripada harus menjadi daging di depan singa saat Sehun mengeluh cukup keras.

“Tahu tidak rasanya saat apa yang sudah direncakan harus hancur begitu saja?”

Kris yang kaget hanya bisa melongo menatap Sehun yang berguling kesana kemari di kasurnya. Sedikit tersenyum saat mengetahui alasan adiknya yang paling kecil bertingkah menakutkan.

Kris tahu bagaimana perasaan Sehun karna dia pernah merasakannya. Seperti saat dia sudah merencanakan akan berbicara dengan Yoona saat di backstage manapun yang melibatkan EXO dan SNSD tapi kemudian rasa gugupnya menghancurkan itu semua. Kecewa dan percayalah, itu sama sekali bukan perasaan yang menyenangkan.

“Menyebalkan. Aku pernah merasakannya” Kris memandang punggung Sehun sejenak, “Memangnya apa yang gagal?”

Sehun terdiam mendengarnya. Dia tidak mungkin memberitahu apa yang membuat Lay memilih membuatkannya makanan dan Kris terlihat seperti tersangka pembunuhan di hadapannya. Satu kecurigaan saja sudah membuatnya mati kutu, apalagi jika harus dua? Dan terlebih Kris? Bunuh saja dia sekalian, “Kau tidak perlu tahu”

“Mungkin aku bisa membantumu Sehun-ah?” tawar Kris. Biar bagaimanapun, Sehun adalah adiknya yang paling dia sayangi dan dia tentu ingin membantu saat adiknya itu punya masalah.

“Sayangnya aku tidak butuh bantuanmu” gumam Sehun kembali duduk dan menggigit bibir bawahnya.

Dia butuh apapun sekarang ditangannya untuk diremukan atau dilempar. Dia kesal sekali dengan Jessica dan Yuri dan dia benar benar butuh pelampiasannya. Lay mungkin masih lama memasak dan Sehun tidak yakin dirinya mampu menahan diri untuk tidak menendang Kris atau Janggu yang sedang tidur dengan pulas di kaki tempat tidur.

“Butuh penyegaran, ohmija?”

Jongin memang sahabatnya yang paling baik karna setelah pertanyaan dengan nada berat itu Sehun menarik nafasnya dalam dalam dan melangkah santai ke samping Jongin.

“Aku butuh ini sekarang” gumam Sehun dan menarik satu headset dari telinga Jongin serta ipad hitamnya. Melihat apa yang sedang dilihat Jongin dengan tertarik. Jongin memberikan Kris seringai terbaiknya (dibalas senyum sweetdrop ala Kris) dan mengalihkan pandangannya pada Sehun yang sudah tenggelam dalam ‘tontonannya’.

“Dasar bocah”

//

Yifan memandang ponselnya dengan ragu ragu. Tao sudah tidur dan Baekhyun masih bermain kartu dengan Minseok di kamarnya. Singkatnya, saat ini Yifan sendirian di kamarnya dan dia sedang menunggu Yoona membalas pesannya.

From : her.

Aku belum tidur, ada apa?

Yifan memainkan jari kakinya melihat balasan Yoona dan memikirkan apa yang harus dijawabnya. Dia belum bertemu lagi dengan wanita itu sejak Yifan mengantarnya kembali ke lokasi syuting dan Yifan tidak punya keberanian untuk memintanya makan siang. Well, Yifan selalu mengirim pesan tapi itu selalu berakhir dengan Yifan yang kehabisan kata kata membalas pesan Yoona.

Wanita itu tampak sekali hanya menganggap Yifan sebagai temannya. Sudah sering kenyataan itu melemahkan tekad Yifan tapi kemudian dia kembali menguatkan hatinya. Terlebih setelah Jessica mengatakan bahwa ada baiknya Yifan mendekati Yoona selagi wanita itu tidak terlihat sedang menyukai atau menjalin hubungan dengan siapapun.

To : her.

Apa aku mengganggumu?

From : her.

Aku senang. Aku sedang banyak pikiran

Yifan melempar boneka ace nya ke udara seraya berpikir apa yang dipikirkan wanita itu. Yifan tersenyum senyum sendiri saat membayangkan Yoona menjadikan Yifan salah satu dari pikirannya. Katakan Yifan terlalu percaya diri tapi hanya dengan memikirkan itu, Yifan sudah menjadi pria paling berbahagia di dunia.

Tapi Yifas itu selalu berpikir logis. Wanita ini mungkin sedang stress karna sesuatu dan bukan memikirkan Yifan seperti bayangannya. Mungkin saja dia punya masalah dengan Taeyeon atau managernya seperti Yifan yang selalu bertengkar dengan Suho dan mau tidak mau Yifan akui manager terlihat tidak terlalu menyukai Yifan.

Yifan tersenyum sedih. Menyedihkan sekali setiap kali dia melihat pandangan mengintimidasi Suho padanya. Menyedihkan karna terkadang hanya Sehun dan Chanyeol yang benar benar memperhatikannya dibanding siapapun. Menyedihkan karna lagi lagi hanya Sehun dan Chanyeol dan terkadang Minseok yang tidak memberinya pandangan kasihan saat Suho menceramahinya. Menyedihkan karna Yifan selalu diledek saat dia merindukan ibunya. Menyedihkan ini, menyedihkan itu dan banyak hal menyedihkan lainnya.

Hidup Yifan kadang kadang menyedihkan sekali dan terkadang Yifan bingung bagaimana dia bisa bertahan hidup?

Yifan mendesah. Itu adalah dirinya dan bukan Yoona. Yoona itu ceria dan tidak seperti Yifan. Meskipun Jessica sering bilang bahwa Taeyeon adalah kutu paling menyebalkan di dunia, Yifan tahu bahwa Taeyeon bukanlah Suho yang mengomel sepanjang waktu. Yoona tidak akan punya masalah seperti Yifan dan pria itu senang tahu hal itu.

Cukup dirinya. Dia tidak ingin wanita yang dicintainya memiliki kehidupan semenyedihkan dirinya.

To : her.

Mau menceritakannya padaku? Well, sebagai teman, mungkin aku bisa membantumu.

From : her.

Terdengar tidak buruk.

Yifan nyaris saja memekik kesenangan saat Yoona menyetujui permintaannya. Dia memeluk Ace dengan erat dan menenggelamkan teriakannya di sana. Setelah bisa menguasai dirinya, Yifan memutuskan untuk menelpon Yoona saja seraya mengunci pintu kamarnya.

“Yeoboseo?”

“Bukankah jauh lebih menyenangkan saat berbicara langsung?”

Diujung saja Yoona tertawa kecil, “Kau mengajak ku keluar, Kris?”

“Kau pintar sekali”

“Aku sudah pintar dari dulu, tahu? Aku ingin tapi sayangnya ini sudah larut malam”

“Bagaimana dengan besok?”

Yoona terdiam sebentar dan Yifan bisa menangkap suara nafasnya yang halus, “Akan kulihat jadwalku nanti”

“Mau berbicara disini saja?”

“Sebenarnya tidak terlalu besar tapi….yeah, baiklah”

“Dan katakanlah”

Yifan menunggu dengan tak sabar. Yoona sedang tidak baik baik saja. Yifan merasakan kesedihan dari suaranya dan dia tidak suka itu. Masalahnya pasti sangat serius, pikir Yifan.

“Menurutmu, kenapa terkadang ada sesuatu yang harus dirahasiakan?”

Yifan berpikir saat mendengar perkataan Yoona. Mencoba mencari makna sebenarnya dari perkataan wanita itu, “Karna terkadang mengatakan kebenarannya itu menyakitkan”

“Menyakitkan. Yeah, kau benar” dengan jelas dia mendengarnya. Yoona yang berkali kali menarik nafasnya lelah.

“Kau punya rahasia?”

“Setiap manusia punya rahasia, Kris”

Benar. Seperti perasaan Yifan yang terahasia dengan rapat di hatinya. Tidak ada yang tahu selain dirinya dan sahabatnya.

“Keberatan menceritakannya padaku?”

“Kebenaran mungkin menyakitkan. Tapi juga indah”

“Maksudnya?”

“Kebenaran itu seperti mawar berduri, Kris. Indah namun jika salah menggunakannya akan berduri”

“Aku tidak mengerti, sungguh” ini sudah malam dan bukan waktu yang baik untuk Yifan berfilosofi ditengah rasa kantuk yang mengganggunya.

“Bagaimana aku akan tahu kau tidak akan salah menggunakannya saat akupun tidak tahu apakah indah atau menyakitkan kebenaranku?”

Yifan mengerti dan sedikit kecewa. Yoona tidak ingin menceritakannya dan itu sudah pasti. Ada beberapa hal yang lebih baik tidak dikatakan dan rahasia Yoona mungkin salah satunya.

“Percayalah, setiap kebenaran itu indah. Tidak ada yang menyakitkan karna duri itu melengkapi keindahannya”

Yoona terkekeh dan Yifan bisa merasakan wanita itu menguap, “Apa kau sedang mencoba mengatakan tidak ada kebenaran yang sempurna?”

“Selalu ada resiko dalam setiap perbuatan, iya kan?”

Sekali lagi, Yifan merasakan Yoona menguap, “Kau benar. Bagaimana jika aku tutup ini karna kurasa aku benar benar mengantuk sekarang?”

“Sampai jumpa besok dan selamat tidur”

“Sampai jumpa, Yifan”

Yifan melompat dari kasurnya dan melakukan kegiatan rutin malamnya seraya bersenandung mengikuti lagu yang terputar di mp3 playernya. Saat melihat kaca, Yifan memuji ketampanan dirinya sendiri tapi kemudian dia meringis saat mengingat perkataan Lay beberapa hari yang lalu.

Yifan gege memang sangat tampan. Tapi menurutku, Sehun jauh lebih tampan.

Sialnya, dia harus mengangguk menyetujuinya. Dengan ogah ogahan dia menatap Sehun yang menjulurkan lidah padanya. Anak kecil itu tinggi sekali untuk seumurnya dan tubuhnya kuat dan lentur. Sedikit membuat Yifan jengkel karna dirinya bukanlah dancer. Bentuk tubuhnya luar biasa tegas dan Yifan pikir satu satunya kekurangan di tubuh adiknya itu hanyalah matanya yang terlalu sipit. Membuatnya tidak tampan namun manis seperti anak anjing saat tersenyum.

Lay benar. Sehun punya banyak wajah ( Baekhyun menggerutu “Tampan, imut, menyeramkan, hot, aneh dan sexy” ) dan semuanya akhirnya setuju untuk memilih Sehun sebagai member tertampan di grup diikuti dengan Kris, Luhan dan Suho.

Yifan mendengus dan kembali menghempaskan tubuhnya ke kasur. Memikirkan tentang wajah tidak akan ada habisnya karna biar sampai kapanpun, Yifan menganggap dirinya tetaplah yang paling sempurna ( “penyakit gila” komentar Sehun ). Dan dia berharap bahwa Yoona pun menganggapnya seperti itu. Kemudian pria blasteran China-Kanada itu menyempatkan diri membuka folder khususnya untuk Yoona dan memandangi wajah wanita itu lama sekali. Dia senang karna Yoona perlahan bisa menerima kehadirannya. Dia senang karna besok mungkin dia akan bertemu dengan Yoona dan dia senang karna perlahan tapi pasti, dia akan mendapatkan hati Yoona.

Yifan tersenyum manis sekali hingga Baekhyun yang masuk kamar dengan wajah penuh coretan bedak melihatnya keheranan. Pria manis itu dengan lancangnya meletakan punggung tangannya di dahi Yifan.

“Ge, apa kau sakit? Jangan tersenyum seperti itu tengah malam seperti ini. Kau membuatku takut”

Dan Yifan kali ini berhasil mendaratkan bantal ke kepala Baekhyun.

//

Yuri membuka matanya perlahan saat dia merasakan jejak matahari di wajahnya. Dia menggerutu dan dengan menyipitkan matanya dia melihat Yoona sedang berbicara dengan seseorang di ponselnya seraya mondar mandir menyiapkan dirinya. Yuri terlalu mengantuk untuk membuka mulutnya dan meminta Yoona untuk menutup pintu balkon yang mengganggu tidurnya.

Tapi sepertinya matahari tidak mengizinkan Yuri menutup matanya kembali karna setelah itu dia dengan malas membuka matanya perlahan. Posisi tidurnya yang menghadap balkon menampilkan Yoona yang sedang bersender di balkondengan ponsel dan senyum tersungging.

Jarak mereka terlalu jauh hingga Yuri tidak bisa mendengar pembicaraan mereka. Tapi Yuri yakin sekali kalau raut wajah Yoona begitu lepas dan tenang. Ekspresi yang jarang Yuri lihat tapi setiap kali Yoona melakukannya, dia pasti berada dalam kondisi hati yang bahagia sekali.

Yoona berjalan kembali ke dalam kamar dan Yuri memejamkan matanya dan baru membuka matanya saat Yoona berlutut di meja rias mereka dan membuka lacinya, membelakangi Yuri. Yoona mengambil sesuatu disana dan kembali menutupnya.

Yoona memakai gelang tangan dengan bandulnya yang bergemericik riang dan menyelesaikan panggilannya dengan senyum manis tersungging. Yuri memejamkan matanya karna dia tahu apa yang akan dilakukan Yoona setelahnya.

“Eonnie, eonnie, ireonna. Sudah pagi, Yuri eonnie ireonna” ucap Yoona menggoyangkan tubuhnya dan Yuri dengan acting yang bisa dibilang meyakinkan bersikap seperti Yuri yang baru saja bangun tidur.

“Hey” sapa Yuri saat dia sudah membuka matanya dengan sempurna. Yoona tersenyum membalasnya dan menarik Yuri terbangun dari kasurnya.

“Selamat pagi eonnie. Jangan kehilangan matahari yang bersinar cerah hari ini” jawab Yoona dan dia bergegas keluar dari kamar saat suara Hyoyeon berdengung dari dapur.

Yuri dengan cepat mandi dan memakai bajunya. Hari ini dia ada jadwal pemotretan dan dia harus segera turun sebelum terlambat datang. Tapi kemudian, saat Yuri sedang merias wajahnya, dia melirik ke laci Yoona.

Laci itu selalu terkunci dan Yuri tidak pernah mau tahu apa dalamnya. Yoona selalu membawa kuncinya di dompetnya dan kini Yuri sadari itu hal yang aneh. Dia mengingat saat Yoona memakai gelang peraknya dan dengan buru buru mengunci kembali laci riasnya.

Yoona dan Yuri memiliki satu ruangan berukuran sedang yang isinya adalah lemari lemari tinggi yang dipenuhi oleh baju mereka berdua. Dimulai dari baju santai, gaun, tas, sepatu hingga aksesoris semacam kalung dan teman temannya. Tapi kenapa Yoona mengambil gelang dari lacinya? Apa isi laci itu? Yuri mencoba membuka laci itu dan sialnya terkunci. Dia kemudian memandangi pantulan dirinya di cermin.

Kejanggalan itu semakin nyata. Dia tidak pernah tahu teman sekamarnya itu menelpon seseorang sepagi ini. Itu tidak mungkin managernya karna Yoona tidak mungkin menelpon Young Be dengan ekspresi sebahagia itu. Yuri juga tidak pernah tahu bahwa Yoona menyimpan gelang di laci yang selalu terkunci.

Dan juga tentang perasaannya tadi malam. Perasaan aneh yang kuat saat melihat Yoona dan Sehun berdiri berhadap hadapan di basement agensi mereka.

//

“Besok hari ulangtahun Changmin oppa kan?” Tanya Seohyun saat ke delapan membernya berkumpul di meja makan. Sesuatu yang sangat jarang karna biasanya pada jam segini ada sebagian dari mereka yang masih di tempat tidur.

“Hmm”

“Pacarnya Sooyoung” celetuk Yoona seraya mengunyah kentang tumbuknya.

“Alu degan si tilang odoh ‘tu? Mimphii kali mmmhh” jawab Sooyoung tidak jelas dengan mulut penuh makanan.

“Sudahlah, katakana saja kau menyukainya” sambung Tiffany

Sooyoung yang kini ditertawakan delapan membernya mendengus dan menandaskan airnya dengan cepat, “Jangan harap”

“Soongie, katakana saja kau mencintainya” balas Yoona dengan suara bayinya yang khas. Membuat Tiffany menjerit jijik dan Yuri dan Jessica yang mencubiti kedua pipinya maknae kedua itu.

“Ishhhh, hentikan Yoona. Sungguh itu menjijikan” protes Tiffany saat yang lainnya memasang ekspresi gemas ke Yoona.

“Hanya orang bodoh yang menganggap aegyo ku menjijikan” jawab Yoona masih dengan suara imutnya kembali mengundakan sorakan gemas dimeja makan itu.

Jessica yang cantik meraih wajah Yoona dan menarik narik pipinya, mengerucutkan bibirnya, “Ughhhh, kau benar benar menggemaskannn”

“Eonnie, saranghaeyo” guyol Yoona dengan ekspresi imut yang sekali lagi berhasil mengundang tangan tangan wanita cantik itu mengepal gemas melihat member tercantik mereka itu.

Meja makan yang kini dipenuhi piring piring setengah habis itu tidak pernah tenang saat kesembilan membernya berdesakan mengambil makanan dan teriakan Yoona dan Sooyoung yang berebutan makanan ataupun duel aegyo antara Sunny dan Yoona.

Yoona merasa bahagia melihat semua membernya sudah bangun meskipun 4 diantaranya masih menggunakan piyama dan wajah bangun tidur. Ini sangat jarang sekali karna biasanya hanya akan ada Taeyeon, Hyoyeon, Sooyoung dan Yuri di meja makan. Bahkan hari ini si ratu tidur Jessica terbangun dan sudah berpakaian rapi. Hari ini mood Yoona sedang benar benar bagus hingga dia menahan dirinya untuk tidak bersenandung senang. Tadi Sehun menelponnya dan mengatakan dia nyaris melempar Monggu karna kesal dengan kejadian seharian kemarin dan dia berkata mereka akan bertemu lagi di pesta ulang tahun Changmin esok hari karna ayahnya mengatakan mereka boleh menggunakan villa keluarganya. Yoona bahkan tidak membiarkan pertanyaan Sehun tentang insiden Yuri menghancurkan perasaannya dan dengan riang mengatakan ‘aku mencintaimu’

“Hey Im Yoona dengar ya! Aku sama sekali tidak menyukai ataupun mencintai si tiang bodoh Changmin itu! Jangan berbicara tidak tidak atau kuhabiskan semua jatahmu”

“Masa bodoh” balas Yoona menjulurkan lidahnya dan kembali berebutan sepotong ayam goreng di piring.

“Kau tuh yang suka padanya. Lihat saja dia, nempel terus padamu” seru Sooyoung penuh kemenangan saat akhirnya memenangkan ayam gorengnya.

Yoona yang dengan cepat meraih ayam goring Yuri dipiringnya menjawab santai, “Tidak ah. Dia sama sekali bukan tipeku”

“Memangnya bagaimana tipemu?” Tanya Jessica penasaran

“Ehh?”

Semuanya terdiam memandangi Yoona yang terlihat menjadi gugup seketika. Dan Yoona tahu dia harus menjawabnya, jadi dia meletakan telunjuknya di dagu, berpura pura berpikir, “Well, dia harus tinggi karna aku tak suka pria pendek. Kedua, dia harus bisa membuatku nyaman dan ketiga dia harus setia”

“Bagaimana dengan wajahnya?” Tanya Yuri dan tiba tiba Yoona merasa jengah dengan tatapan menggoda dari membernya itu.

“Aku tidak terlalu suka dengan pria yang berwajah maskulin. Jadi mungkin flower boy dengan wajah yang tidak terlalu seperti perempuan namun berwajah manly yang cool dan keren”

Tahukah kalian siapa yang Yoona pikirkan? Tentu saja pria yang sudah menyita perhatiannya selama ini. Pria tinggi dengan wajah semanis ulzzang namun tidak mengurangi kesempurnaannya. Oh Sehun dengan senyumnya yang lucu dan tingkahnya seperti anak anjing lepas dari kandang. Oh Sehun dengan segala otak jahilnya dan matanya yang selalu melengkung setengah lingkaran saat dia tertawa atau tersenyum.

“Berarti Luhan di coret ya. Wajahnya kan terlalu flower boy dan sayang sekali dia pendek” gumam Sunny, “Padahal aku suka loh melihat kalian”

“Apasihh, Luhan hanya temanku tahuu. Lagi kami kan rusa kembar beda ayah beda ibu, jadi tidak mungkin bersatu” bantah Yoona cepat cepat

“Bukankah EXO terlalu muda untuknya?” Tanya Hyoyeon mengernyit pada Sunny.

“Kalau namanya cinta, tidak pandang tua atau muda” sahut Tiffany dan kembali mendapatkan sorakan dari member soshi lainnya.

“Diam diammm aku mau bertanyaa” seru kid leader Taeyeon yang membuat semua member diam dan mengikuti tatapan leader mereka ke Yoona.

“Aku belum mendengar berita kau berhubungan dengan pria lain. Kau masih sendiri ya?” Yoona sebisa mungkin tidak menurunkan sudut bibirnya mendengar pertanyaan itu. Dia mencengkaram rok tutunya kuat kuat.

Tidak. Aku tidak boleh menunjukan ekspresi apapun. Tetap tenang dan jangan biarkan perasaan itu menguasaimu, Yoona!

“Aku sedang tidak ingin, Eonnie” jawab Yoona pelan

Jessica menepuk nepuk pundaknya dan matanya terlihat berbinar dengan kilauan yang tidak bisa Yoona mengerti, “Kau belum menemukan pengganti Donghae?”

“Sudahlah, lupakan saja si ikan mokpo itu” timpal Sooyoung

Yoona memutar matanya ke sekeliling meja makan dan mendapati tatapan dalam dan penuh pengertian di matanya. Tiba tiba Yoona merasa sesak dan ingin menangis saat merasakan kasih sayang itu mengelilinginya. Dia menguatkan hatinya dan berdoa semoga wajahnya masih tetap terlihat tenang.

“Aku sedang mencarinya, eonnie. Tapi aku tidak ingin terburu buru. Aku masih ingin menikmati waktuku” jawabnya pelan tapi tegas.

“Jika kau sudah menemukannya, tolong beritahu kami. Kami semua saudaramu dan pasti akan ikut berbahagia jika kau bahagia” ucap Taeyeon dengan senyum manisnya dan semua member mengangguk. Yoona menunduk, tidak sanggup melihat tatapan itu ditujukan padanya.

Maafkan aku eonnie. Maafkan karna menyembunyikanya dari kalian. Maafkan aku yang tak pernah mampu melawan dia yang tetap saja mengatakan sayang meskipun aku selalu dia sembunyikan.

“Terima kasih” dan tanpa sadar air mata itu sudah jatuh ke pipinya yang seputih melati. Membuat Jessica reflex menariknya ke dalam pelukan hangat.

“We’ll be here for you, Yoona. You can trust us because we will never ever going to leave you” ucap wanita itu lembut dan suasana haru menggantikan keceriaan yang menyelimuti mereka.

Apakah Jessica akan mengatakan hal yang sama, saat dia tahu Yoona telah mencuri hati pria yang dicintainya?

//

To my dear thief, your presence is just like my own branded heroine. I’m overdose.

Jessica menatap ponselnya setengah tersenyum. Sebentar lagi fans pasti akan heboh dengan kalimat yang di tulisnya di akun weibonya. Selama ini Jessica menutup rapat tentang kehidupan percintaannya. Jessica selalu mengelak bagaimana rupa pria yang menjadi tipe idealnya. Jessica tidak pernah membicarakan bagaimana sikap lelaki yang selalu diidamkannya. Jessica tidak pernah membahas tentang mantan kekasihnya atau apapun itu. Tapi hanya dengan satu kalimat itu, dirinya yakin, seluruh fansnya akan mulai menyadari bahwa Jessica Jung adalah seorang wanita yang bisa jatuh cinta. Dan bahkan sedang mencintai seseorang.

Jessica sadar, pekerjaannya menjadi seorang public figure menyita kebebasannya. Jessica sadar bahwa ruang geraknya menjadi terbatas. Jessica sadar bahwa dia tidak boleh melakukan kesalahan. Setiap senti kehidupan Jessica haruslah sempurna tanpa cacat. Jessica mengerti saat dia harus tetap tersenyum apapun yang terjadi. Jessica mengerti kenapa dia tidak bisa bebas mengeskpresikan perasaannya. Jessica mengerti alasan kenapa dia harus menyembunyikan kehidupannya yang nyatanya, tidaklah sempurna. Semua adalah resiko yang sudah dia tanggung. Tidak. Tidak hanya dirinya, tapi seluruhnya. Seluruh teman teman di dunia gemerlap ini melakukannya.

Jessica terkadang penasaran bagaimana member EXO yang muda dan lugu menghadapi kegilaan semacam ini. Dan dia merasa kasihan kepada mereka yang harus bertahan melewati masa masa yang pernah dilewatinya dulu. Tapi kemudian Jessica terkekeh, benarkah dia mengkhawatirkan member EXO? Bukankah setiap kali mendengar nama grup rookie itu dia hanya memikirkan Sehun saja?

Benar. Jessica tidak memikirkan yang lain. Jessica hanya memikirkan bagaimana Sehun yang luar biasa muda menghadapi ini semua. Memikirkan apakah lelaki itu baik baik saja berdiri di tengah gemerlap panggung dunia hiburan? Jessica memikirkan banyak hal tentang Sehun dan percayalah, dia melakukan itu setiap hari. Terkadang Jessica tersenyum bodoh. Dia mengharapkan kehidupan yang normal tapi dia mengharapkan Sehun-lah yang menjadi pendamping hidupnya. Seorang superstar yang mungkin akan lebih bersinar dibandingkan dirinya.

Tapi Jessica tidak peduli akan masa depannya nanti. Yang diinginkannya hanyalah Sehun menjadi miliknya. Perihal dia mungkin tidak akan mendapatkan hidup yang tenang jika dia menikah dengan Sehun tidak menjadi masalahnya. Selama ada Sehun dia akan baik baik saja.

Bukankah dia begitu kekanak kanakan? Dia bahkan sudah memikirkan masa depannya dengan Sehun. Jessica sudah membayangkan Sehun akan menciumnya setiap pagi dan bercanda dengan putra putri mereka. Bayangan yang sudah terlalu sering menjadi bunga tidurnya. Bayangan yang bahkan Jessica tidak tahu apakah akan menjadi kenyataan atau tidak. Jessica tidak peduli orang lain mengatakan dirinya terlalu percaya diri karna Jessica menemukan hanya dengan memikirkan itulah Jessica bisa melupakan betapa sulitnya mewujudkan bayangan itu.

Hey”

Jessica terlonjak saat Sehun yang tampan menyentuh bahu Jessica dengan jarinya, menyadarkan wanita itu dari lamunannya. Saat Jessica mendongak menatap Sehun, pria itu tersenyum tipis dan menjatuhkan dirinya disamping Jessica.

“Sudah selesai?” Tanya Jessica lembut sementara Sehun meraih botol minumnya dan meneguknya cepat. Pria itu mengangguk sebagai jawabannya.

“Baguslah, kau bisa beristirahat” lagi, Jessica mengucapkannya dengan sangat lembut dan penuh kasih sayang. Hingga Jessica tersenyum malu sendiri mendengarnya.

“Andai saja seperti itu. Tubuhku benar benar mau patah rasanya dan masih ada Simsimtapa untuk dihadiri” keluhnya.

Jessica mendesah, tangannya mengusap lengan Sehun yang merebahkan kepalanya di kepala sofa, “Aku tahu rasanya dan percayalah itu benar benar melelahkan”

“Sangat. Menyenangkan sepertinya jika bisa memeluk bantal”

Jessica tersenyum menatap Sehun yang memejamkan matanya. Jessica akan membiarkan Sehun tidur sebentar dan memulihkan tubuhnya. Jessica baru saja akan meraih botol minumnya saat Yoona mendobrak masuk. Berjalan menghentak hentak dan membanting dirinya di samping Sehun, membuat pria itu tersentak bangun.

“Aku lelahhhhhhh” rengek wanita itu merentangkan kedua tangannya, tidak mempedulikan ekspresi Sehun yang jengkel disebelahnya.

“Tidak tahukah kau aku baru saja mencoba tertidur?”

Jessica yang menatap pandangan kesal Sehun dan Yoona seperti tidak punya telinga malah merengek menggumamkan sesuatu yang tidak jelas, “Yoona, pindahlah ke sebelahku. Sehun ingin tidur, kasihan dia kelelahan”

Yoona berhenti merengek dan dia menatap kearahku tanpa ekspresi kemudian dia memicingkan matanya kearah Sehun, “Memangnya hanya dia saja kelelahan? Aku juga tahu”

“Tapi sehabis ini Sehun ada jadwal radio Yoong”

“Kau kira aku tidak punya jadwal sehabis ini? Aku bahkan belum hapal sepenuhnya gerakan comeback kita” gerutunya dan kemudian dia mengalihkan pandangannya ke Sehun yang jengkel, “dan aku tidak peduli kau sedang mencoba tertidur atau apalah itu” tambahnya

“Dasar manusia tak berperasaan” tuding Sehun tajam.

Yoona menatap pria itu sejenak sebelum meninggikan suaranya, “Kau yang tidak berperasaan! Manusia macam apasih kau ini!?”

“Kenapa jadi aku yang salah disini?” sahut pria itu tidak terima.

“KARNA KAU MEMANG PANTAS DISALAHKAN!” teriak Yoona dan dia bangkit, bersedekap, menatap Sehun yang tampak kesal.

“Hey, Yoona, kau kenapa sih?” Tanya Jessica kesal. Yoona baru saja membentak Sehun dan menuduh yang tidak tidak. Bagaimana Jessica tidak kesal?

Yoona menarik nafasnya dalam dalam dan mengeluarkannya perlahan. Terapi emosi yang selalu dilakukannya saat dirinya marah, “Tidak apa eonnie. Aku hanya kesal saja dengan jadwalku yang benar benar tak bisa diajak kompromi. Memangnya mereka semua bukan manusia apa?”

Yoona berjalan menuju tasnya dengan pandangan heran Jessica dan tatapan aneh Sehun. Pria itu tahu Yoona sedang kesal dan wanita itu baru saja mengatakan alasannya. Dia setidaknya bernafas lega karna itu artinya dirinya tidak melakukan kesalahan apapun. Sepertinya Sehun masih belum menangkap arti tuduhan Yoona padanya.

“Mau kemana kau?” Tanya Sehun saat Yoona mengambil cermin kecilnya dan mengoleskan bedak tipis.

“Tidak bisakah kau sopan padaku Oh Sehun? Aku masih lebih tua dibanding dirimu bocah!” Sehun rasanya benar benar ingin melempar botol air minumnya mendengar nada bicara wanita itu. Hey, apa dia melakukan sesuatu yang membuat Yoona kesal? Setahunya Yoona terdengar ceria sekali saat dia menelponnya tadi pagi.

“Hey, kau kenapa sih Yoong? Kau datang bulan ya? Galak sekali” sahut Jessica sebal.

Sehun menghela nafasnya. Sepertinya Jessica benar. Yoona mungkin sedang dalam masanya hingga dia segalak singa di kebun binatang, “Baiklah, cerewet ha—“ Sehun memutus perkataannya saat tatapan membunuh Yoona melayang padanya, dia kembali menghela nafas, “Baiklah, noona, habis ini apa jadwalmu, hmm?”

“Aku masih ada take scene” dia menoleh pada Jessica, “aku akan pulang larut sekali. Tidak usah menungguku eonnie”

Jessica menggeleng, “Tidak. Aku akan menunggumu. Aku masih ingin menyempurnakan gerakanku denganmu” kemudian dia melemparkan pandangan kesalnya pada Yoona, “Lagipula, jika sudah seperti ini, kau pasti akan melewatkan makan malam lagi”

Sehun yang mendengarnya tersentak kaget. Cukup halus untuk disadari Jessica, “Dia sering melewatkan makan malamnya, Noona?”

“Oh yeah, kau harus lihat bagaimana si rakus Yoona mengabaikan tubuhnya sendiri” gerutu Jessica

Sehun mendadak merasa kesal dan dia menatap Yoona yang masih tampak gentar. Wanita itu mengatakan dia selalu makan tepat waktu tapi nyatanya bahkan dia sering melewatkan makan malam? Bagaimana jika dia sakit? Apa dia tidak memikirkan betapa khawatirnya Sehun nanti? Dia mendengus kesal, “Pantas saja tubuhnya kurus seperti itu. Lihat saja, tinggal tulang saja”

“Berisik! Tidur sana!” seru Yoona

“Mem—“

“Tidak bisakah kalian tidak berisik sekali saja? Aku pusing mendengar ocehan kalian” Jiyeon memutus perkataan Sehun saat dia masuk dengan membawa sepiring biscuit. Gadis itu membanting dirinya ke sofa dan mengamati Yoona lekat lekat.

“Tapi Sehun ada benarnya juga eonnie. Badanmu semakin kurus saja sepertinya. Makan lah dengan benar eonnie”

“Tuntutan pekerjaan Jiyeon. Jadwal gila itu mengurungku”

“Tapi setidaknya kasihanilah tubuhmu itu. Li—“

“DIAM OH SEHUN!”

“YA!”

Jessica tertawa mendengar pertengkaran konyol Sehun dan Yoona. Mereka mungkin memang seperti itu saat bertemu. Sehun yang jahil terkadang akan meledek Yoona kemudian wanita itu akan mengamuk membalas ocehan Sehun.

Sebenarnya Jessica iri melihatnya. Jessica tidak terlalu tahu tentang kedekatan mereka, tapi, Jessica yakin mereka memang selalu terlihat seperti itu. Terlihat begitu bebas dan tidak memiiki tekanan apapun. Obrolan mereka mengalir seperti air, berbeda sekali dengan Jessica.

“Sudahlah kalian berdua. Sehun, bukankah kau bilang kau lelah? Tidurlah, aku akan membangunkanmu nanti”

Sebelum Sehun dapat menyahut, Jiyeon yang sama jahilnya dengan dirinya menyahut, “Uhhh, Jessica eonnie sangat perhatian dengan Sehun-oppa” ucapnya yang berhasil membuatnya mendapatkan bantal melayang dari Sehun.

“Berhenti memanggilku seperti itu Park Jiyeon. Itu menjijikan” gerutunya

“Seleramu buruk sekali. Bagaimana dengan kekasihmu nanti jika kau tidak mau dipanggil Oppa? Dasar bodoh” balas Jiyeon. Untuk kali ini Jessica berterimakasih pada Jiyeon yang berhasil mengalihkan pembicaraan. Oh yeah, dia lebih berhati hati sekarang. Dia tidak ingin ada yang tahu tentang perasaan spesialnya terhadap Sehun. Jadi Jessica lebih memilih menonton perdebatan Jiyeon dan Sehun seperti menjadi pendengar yang baik.

Sementara itu, Yoona, yang masih memegang cermin kecilnya menatap Jessica lekat lekat. Dia mengingat perkataan Jiyeon tentang betapa perhatiannya Jessica kepada Sehun. Yoona yakin sekali, ada rona merah di pipi Jessica sesaat setelah Jiyeon mengatakannya. Ada sebuah peringatan di alam bawah sadarnya yang membuat dia melangkah ke single sofa disamping Sehun, berpura pura mendengar perdebatan Sehun dan Jiyeon.

Tapi nyatanya, matanya memperhatikan bagaimana cara Jessica memandang kekasihnya. Yoona memperhatikan wajah malu malu Jessica saat memandang wajah Sehun. Yoona memperhatikan bagaimana lengan Jessica bersisian dengan lengan Sehun dan saat terkadang Jessica melempar pandangan aneh kepada Sehun.

“Intinya, berhentilah memanggilku Oppa. Aku bahkan lebih muda dibanding dirimu” geram Sehun kesal

“Kasihan sekali yang jadi pacarmu nanti” Yoona tersenyum miris mendengar kalimat Jiyeon. Dia ingin berteriak kepada Jiyeon. Mengatakan bahwa dirinya tidak mungkin memanggil Sehun dengan sebutan Oppa. Dia ingin tahu bahwa wanita yang disebut pacar oleh Jiyeon adalah dirinya. Im Yoona.

“Hey Jiyeon. Kau lupa ya? Jessica kan lebih tua dibandingkan dengan Sehun. Tentu saja dia tidak akan memanggil Sehun dengan sebutan Oppa kan?” Myungsoo yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara dan bergabung untuk meledek Jessica.

Yoona bersumpah demi langit dan bumi bahwa kilatan itu ada di mata Jessica. Diikuti dengan rona merah dan teriakannya, “KALIAN NGOMONG APA SIH? HENTIKAN”

Ada perasaan tak nyaman yang memasuki hatinya. Perasaan yang membuat Yoona takut untuk menemukan manic mata Jessica. Hatinya seperti terbakar dan detak jantung meningkat dua kali lipat. Bukan karna mata Sehun yang bertemu dengannya.

“Aku dan Jessica? Yang benar saja Kim Myungsoo. Kupikir kau tahu kalau Jessica itu sama Kris hyung” dengus Sehun.

Jessica tersenyum miris. Sehun menyangkal dan bahkan sama sekali tidak terlihat gugup mendengarnya. Padahal Jessica berusaha mati matian mengontrol dirinya sendiri mendengar kalimat Myungsoo. Tapi Sehun justru menganggapnya sebagai lelucon. Yang lebih parah lagi, justru mengakui Jessica dan Kris.

“Ahh, kau benar Myungsoo. Jessica kan dengan si galaxy sok cool itu, bukan dengan si bungsu” ucap Jiyeon.

“Kalau begitu kau dengan siapa?” Yoona tidak bisa mencegah mulutnya mengatakan hal itu. Pertanyaan itu keluar begitu saja dari bibir tipisnya dan sampai detik ini, dia masih tidak mengerti apa motifnya. Yoona sudah tahu apa jawaban Sehun dan kenapa pula dia harus bertanya?

Sehun juga tidak kalah bingungnya dengan Yoona. Bukan karna dia tak bisa menjawabnya, tapi lebih karna dia tidak mengerti dengan jalan pikiran wanita yang sedang di reflesikan retinanya itu.

Ada apa denganmu? Oh Sehun hanya akan mencintai Im Yoona. Tidak kah kau tahu itu? Apa kau tidak percaya, Yoong?

“Ah ya benar Sehun! Jessica kan sudah sama Kris. Lalu kau dengan siapa?” seru Jiyeon mengangkat alisnya dan memberikan Sehun pandangan menggoda.

Sehun masih menatap Yoona saat Jiyeon bertanya dan tidak butuh waktu lama baginya untuk menjawab, mengalihkan pandangannya kea rah sahabatnya, “Aku? Aku denganmu sajalah, chagi-ya”

“Ish, menjijikan” gumam Myungsoo.

Semuanya tertawa begitupun Yoona. Tawanya terdengar dipaksakan saat matanya dengan tak nyaman memandang kedekatan Jessica dan Sehun. Dan saat dia bersitatap dengan Sehun, dia tahu tidak butuh waktu lama baginya menyadari apa jawaban dari pertanyaannya. Sehun mengelak dan itu sudah menjadi jawabannya. Apa yang dicari Yoona dari pertanyaannya sebenarnya sangatlah sederhana.

Yoona hanya ingin pengakuan. Tidak lebih dari itu.

[]

Saya tahu chapter ini lamaaa banget ._. maaf ya, karna akhir akhir ini saya sibuk .___. sekolah dimulai minggu lalu dan saya sangat sibuk dengan MOS. bahkan minggu ini pun sudah banyak ifthor dan bunda saya minta bantuan untuk ngurusin persiapan menjelang lebaran .___. jadi saya agak malas buka laptop

saya sudah sangat jarang membuka laptop (bahkan nonton film pun enggak). Seriusan dan saya bisa menjamin setelah hari normal sekolah, lanjutan cerita gak jelas ini bakal lebih lama lagi ._. tolong dimaklumi karna saya masuk salah satu SMA terbaik di jakarta dan percayalah, semua senior saya mengatakan saya tak akan memiliki waktu luang .__.

eh seriusan ini kenapa gua tiba tiba formal .__. ada samting sih yang membuat gua mendadak sok kebahasaan gini wkwk

intinya maap ya kalo ini telat ga memuaskan karna aku gak ngerti lagi ini nulis apa. sebenernya udah dibikin sampe 2 chapter kedepan tapi masih gayakin buat di post. masih ada rombak sana sini (itupun kalo niat lanjutin) akhir akhir ini aku otak liburan .__. kayanya begoo banget mau mikirin alur cerita .___. beda mungkin kalo otak udah berfungsi normal (read : sekolah) hahahah

see you next chapter

133 thoughts on “Hidden Scene [6]

  1. astaga sehunnnn!!! greget banget liatnya. Jujur aja apa salahnya sih? Aku kasian banget sama si Yoona yang berasa kek apa gitu, di sembunyiin terus. Ini kenapa juga si Jessica ngerusak momen.. ihhhh kesel gilakkk😡😡😡

  2. kamu hebat thor, keren bener bener bikin aku kesel sampe ke ubun ubun sama jess dia geer stadium akhir. Jujur aku lebih suka kris dibanding jess, kris tuh halus pelan pelan banget deketin yoona, nah disini jess kesannya kaya ga tau maluu bangett

  3. jessica emang pura2 nggak mau tau atau apa ya? harusnya saking dia merasa kenal sm yoona pasti ada ngerasa aneh dgn yoona kalo sm sehun,
    kayak jessica msh menutup inderanya dr sehun sm yeoja lain dan menganggap sehun itu tertarik dengannya,

  4. Aku suka bgt karakter sehun disini. Sosoknya sbg makne tpi hyung2 nya d exo pada takut dan segan. Keren lah. Dan ungkapan setan kecil utk sosok sehun dsini tu aku suka. Gk tau knp cocok sama karakternya dia sbg salah satu makne evil.
    Good job saeng…. konflik batin yoonhun udh mlai berkembang jangan sampe mrk pisah krn agensi dan fans mrk aja.
    Auuuuuh. Jadi pngen klo smua jd knyataan kisah ff ni…😄😄😄😄😋😋😋😋👍👍👍👍👏👏👏👏❤❤❤❤

  5. Entah kenapa lama kelamaan si Sehun pengen tak gampar, greget banget liatnya. Jujur aja apa salahnya sih? Aku kasian banget sama si Yoona yang berasa kek apa gitu, di sembunyiin terus. Ini kenapa juga si Jessica ngerusak momen terus — Ah, pokoknya greget banget ini ff. Daebak, Thor

  6. ahh.. moment yoonsicnya ngangenin, karna mungkin kedepannya ga bakal ada moment yoonsic lagi hiks aku juga jadi kangen sama wufan gege…
    pokoknya chap ini moment moment mereka bikin kangen banget…
    tapi tapi… kenapa sih sehun oppa ga mau jujur? yoong eonnie kan jadi sedih ditambah dia udah tau kalo sica eonnie suka ama sehun oppa ahh pasti sakit banget….
    yoong eonnie figthing…

  7. Kenapa sih sehun ttp teguh gk mau jujur
    Apasalahnya jujur sama tmn2
    Kan itu malah mudah buat mereka berdua biar gk sembunyi2 mulu pacaran dan akan takut ketauan lagi karena status mereka..
    apa karena ada alasan lain?

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s