TOGETHER AS ONE

together-as-one-by-clora-p

[Tetralogy]

T o g e t h e r   A s   O n e

By

Clora Darlene

Starring

Im Yoon Ah

With

EXO & Girls’ Generation

Rating | Length Genre

PG-15 | Vignette | Family

[Poster by MISSFISHYJAZZ @ ArtFantasy]

            Sehun―yang mengenakan kemeja berwarna Biru langit―menuntun Yoona―yang mengenakan dress Putih Gading―menuju pekarangan belakang rumah mereka. Yoona masih bertanya-tanya apa yang akan mereka lakukan, tetapi mulut perempuan itu menutup saat melihat pekarangannya sudah ramai.

“Yoona-ya!”

Eonni!” Teman-temannya dari Girls’ Generation itu langsung mengerubunginya. Seohyun adalah orang pertama yang memeluk Yoona. “Aku merindukan eonnieJeongmal

“Aku juga merindukanmu, Seohyun-ah” Yoona tersenyum. “Tapi, ada apa ini?” Yoona menatap sekeliling pekarangannya. Pekarangannya sudah didesain sedemikian rupa―meja, kursi, stage kecil, lampu tumblr yang menggantung, dan alat barbecue.

“Kita akan merayakan ulang tahunmu, Yoona-ya” Jawab Hyoyeon.

“Ulang tahunku?” Kening Yoona mengerut. “Apa benar-benar hari ini aku ulang tahun? Aku tidak ingat tanggal ulang tahunku”

Tiffany menyadari perubahan raut wajah pada beberapa rekan kerjanya dulu itu. “Tidak masalah kau tidak mengingat tanggal ulang tahunmu. Kajja, kita bersenang-senang” Tiffany tersenyum seraya memamerkan eye-smile-nya lalu menarik tangan Yoona. Ia mendudukkan Yoona di sebuah kursi kayu yang menghadap sebuah stage kecil. Yang lainnya―member EXO dan member Girls’ Generation―juga ikut duduk di sebelahnya. Well, kecuali Chanyeol, Jessica, Taeyeon, Baekhyun dan Suho. Kelimanya berdiri di stage kecil itu.

Chanyeol duduk bersama gitarnya.

Sedangkan Suho, Jessica, Baekhyun dan Taeyeon bersiap-siap dengan mic-nya.

“Malam ini akan menjadi panggung special―”

“Jangan banyak omong, hyung” Kai langsung memotong ucapan Baekhyun dan mengundang tawa yang lainnya.

“Yang benar saja. Baiklah” Baekhyun mendengus lalu Chanyeol mulai memainkan gitarnya.

Tapi, Yoona tampak mengedarkan pandangannya. Raut wajahnya juga tidak dapat ditebak. Dia mencari sesuatu.

“Ada apa?” Tanya Sehun pelan yang tiba-tiba datang dari arah belakang Yoona.

Yoona menoleh ke belakang. “Aku mencarimu. Diamlah disini”

Sehun tersenyum kecil. “Aku tetap disini”

Yoona lega. Sehun ada di sebelahnya dan harus tetap berada di sebelahnya. Yoona kembali mengalihkan pandangannya, fokus pada penampilan kecil Chanyeol, Baekhyun, Taeyeon, Suho dan Jessica.

Modeungeol geolgo neol deurikin nanIje dorikilsudo eopdaIgeon bunmyeong wiheomhan jungdokSo bad no one can stop her” Baekhyun membuka suaranya. Overdose acoustic version.

Her love her love ojik geugeotman baraGeunyeoui sarang hanappuningeol” Suho tersenyum lebar dengan tatapan yang mengarah pada Yoona saat ia menyanyikan bagiannya.

Chimyeongjeogin fantasy hwangholhan geu ane chwihae” Baekhyun melanjutkannya

Ohshe wants meOhshe’s got meOhshe hurts meJoha deouk galmanghago isseo” Suho menunjuk Yoona. Seakan menyatakan perempuan inilah yang telah membuatnya gila.

Someone call the doctor nal butjapgo malhaejwoSarangeun gyeolguk asdfghjkl overdose―Aku lupa liriknya” Jessica setengah berteriak. Oh, suaranya dolphin-nya itu. Cukup untuk membuat seseorang kehilangan pendengarannya.

“Ya! Sooyeonnie! Kita sudah berbicara mengenai hal ini” Taeyeon memukul pantat Jessica. Byuntae. Tidak pernah berubah.

“Aku benar-benar melupakannya. Aku belum hafal, sungguh” Jessica membela dirinya.

“Sooyeon nuna out!” Chanyeol setengah berteriak seperti alarm Running Man.

“Ya!” Teriak Jessica. Raut wajah Chanyeol langsung berubah. Oh, Demi Tuhan. Park Chanyeol tidak ingin lagi mendengar teriakan Jessica.

Yoona tertawa kecil melihat tingkah teman-temannya itu. Berkelahi seakan mereka anak kecil. Tawa kecilnya lalu berubah menjadi sebuah tawa alligator.

“Apa kami terlambat?” Kerumunan itu teralihkan pada dua laki-laki yang baru memasuki pekarangan.

“Sudah kukatakan, seharusnya hyung mencari penerbangan lebih awal. Kita terlambat” Kim Jongdae mencurahkan seluruh kekesalannya pada Minseok. Well, dia―Jongdae―harus menjemput hyung-nya yang baru pulang dari China itu di bandara dan datang terlambat pada barbecue party yang diselenggarakan oleh Sehun untuk memeriahkan ulang tahun Yoona.

“Apa aku bisa mendapat bantuan?” Kyungsoo mengangkat tangannya. Oh, tidak ada yang berubah dari matanya itu.

Semuanya teralihkan pada Kyungsoo. Kai adalah orang pertama yang bangkit. “Kau terlihat menyedihkan sekali, hyung” Kai mendesah pelan lalu diikuti beberapa lainnya untuk memulai barbecue party mereka.

“Ya! Chanyeol-a! Kau mau kemana?” Tanya Jessica dengan high note-nya.

“Memanggang, tentu saja nuna. Aku kira nuna pintar”

“Kau diam disini. Aku ingin bernyanyi dan iringi aku” Suruh Jessica tidak tanggung-tanggung.

Chanyeol terdiam dengan mulut yang mengaga. Sedangkan lainnya, sibuk memanggang dan di tengah sana ada Yoona yang sedang berdansa dengan Tao.

Nuna terlihat cantik sekali malam ini” Senyum Tao mengembang.

“Bahasa Korea-mu malam ini bagus sekali, Tao-ya” Yoona tertawa kecil. Di depan sana ada Jessica yang sedang menyanyikan When You Wish Upon A Star yang diiringi oleh Chanyeol.

Malam ini adalah bentuk dari kesempurnaan untuk Yoona.

“Aku sudah belajar semalaman hanya untuk nuna” Tao menunjuk kantung matanya. “Lihat? Katung mataku menjadi lebih hitam”

Yoona tertawa lalu mengusap kantung mata Tao pelan. “Kau sudah bekerja dengan keras”

Tao tersenyum lebar. “Tentu saja”

“Giliranku” Kai tiba-tiba datang. Melepaskan pegangan Tao dan Yoona. “Pergilah, hyung. Shu” Kai mengibaskan tangannya. Benar-benar niat untuk mengusir Tao.

“Anak ini” Tao mendesah. “Kau harus lebih sopan, Jongin”

Nuna kau cantik sekali malam ini” Kai tidak mengubris Tao yang masih mengoceh tentangnya dan mulai berdansa dengan Yoona.

“Tao juga mengucapkan hal itu padaku tadi” Yoona terkekeh kecil.

Kai terdiam. “Nuna kau terlihat cantik seperti biasa. Aku jatuh cinta kepada nuna” Kai tertawa mendengar ucapannya sendiri.

“Katakan hal itu di depan Sehun” Timpal Yoona.

“Seharusnya akulah yang menikahi nuna, bukan Sehun. Aku lebih menawan dari suami nuna itu. Percayalah” Lanjut Kai.

“Aku percaya itu” Yoona mengangguk.

Kai terlihat terkejut dengan tanggapan Yoona. “Sehun harus mendengarnya”

“Kau sudah selesai?”

Kai mendesah mendapati Lay berdiri di dekatnya―well, ia ingin berdansa dengan Yoona juga. “Hyung, kau menggangguku”

“Tidak apa-apa” Lay mengusir Kai begitu saja dan mengambil alih tempat Kai untuk berdansa dengan Yoona.

“Changsha Prince?” Yoona tertawa mendengar panggilannya untuk Lay itu.

“Tenang saja, aku akan membawa nuna menjelajahi Changsha suatu hari nanti” Lay tersenyum lebar.

Jinjja?” Mata Yoona membulat.

Lay mengangguk dengan yakin. “Tentu saja. Aku tidak pernah berbohong, nuna

“Kalau begitu aku akan menagih ucapanmu itu. Kau harus mengajakku menjelajahi Changsha” Yoona tertawa kecil.

“Dengan senang hati” Lay tersenyum manis.

“Yoona?”

Yoona mengalihkan pandangannya saat seseorang dengan suara berat memanggilnya.

Kris Wu.

“Ikutlah bersamaku sebentar” Kris mengulurkan tangannya.

Yoona menatap Lay. “Aku akan membantu yang lainnya memanggang” Ucap Lay, mempersilakan Yoona untuk pergi mengikuti Kris.

Laki-laki dengan darah China-Kanada itu mendudukan Yoona di sebuah bangku kayu Cokelat dan Kris duduk di sebelahnya.

“Untukmu” Ia menyodorkan sebuah kotak Biru. “Happy birthday, deer” Kris tersenyum kecil.

Yoona terdiam, menatapi kotak Biru yang disodorkan Kris lalu meraihnya. “Apa ini?”

“Buka saja. Jika aku mengatakannya maka ini bukan surprise” Timpal Kris.

Yoona menarik pita Biru Tua di atasnya lalu mengangkat penutupnya. “Abadikan seluruh moment selama kau bisa mengabadikannya. Got it?”

Sebuah kamera polaroid putih.

Yoona mengalihkan pandangannya, menatap iris pearl grey milik Kris yang berada di hadapannya. “Gomawo

“Kau menyukainya?” Tanya Kris pelan.

“Sangat. Aku sangat menyukainya” Yoona tertawa kecil. Ingin sekali rasanya air matanya jatuh.

“Aku juga menyukainya jika kau menyukainya” Timpal Kris dengan sebuah senyuman kecil.

Saengil chukka hamnida. Saengil chukka hamnida. Saranghaneun, Yoonaya. Saengil chukka hamnida!”

Yoona berbalik dan di hadapannya sudah ada sebuah kue dengan tulisan namanya dan beberapa lilin di atasnya yang dibawakan oleh Tiffany, Seohyun dan Sunny. Yang lainnya juga menaruh perhatiannya pada kejutan kecil Yoona. Yoona terdiam sejenak lalu sebuah senyuman manis tersungging di wajah cantiknya dan semakin melebar.

Semuanya tersenyum menatapnya. Menikmati momen ini.

“Jangan lupa make a wish, Yoong” Sunny memperingatkannya.

Senyumnya tidak pernah pudar. Matanya tampak berkaca-kaca tipis. “Arasseoeonni” Yoona menutup matanya. Menyebutkan seluruh permintaannya yang ia inginkan. Ia membuka matanya lalu meniup lilinnya, diikuti oleh sorakan teman-temannya.

“Yuri, Hyoyeon dan Sooyoung sudah menunggumu” Beritahu Taeyeon lalu menuntun Yoona kembali duduk di depan stage kecil tadi.

“Apa-apaan ini?” Tanya Yoona lalu tertawa saat melihat Yuri, Hyoyeon dan Sooyoung sudah siap di atas stage kecil tersebut. Alligator Yoong.

“Ini adalah penampilan paling special” Ucap Yuri.

Yang lainnya juga ikut berkumpul. Ingin melihat ‘penampilan paling special’ itu.”Musicplease” Sooyoung menjentikan jarinya.

Yoona tertawa saat musik itu mulai memenuhi malam ini. Ia menepukkan tangannya dan wajahnya memerah. “Neomu banjjak banjjak nunibusyeo No No No No NoNeomu kkamjjak kkamjjak nollan naneun Oh Oh Oh Oh OhNeomu jjaritjjarit momi tteollyeo Gee Gee Gee Gee Gee. Jeojeun nunbit Oh Yeah joheun hyanggi Oh Yeah Yeah Yeah”

Geuraeyo nan neol saranghae eonjena mideoKkumdo yeoljeongdo da jugo sipeoNnan geudae sowoneul irwojugo sipeun (sipeunhaengunui yeosinSowoneul malhaebwa! (Im Genie for youboy). Sowoneul malhaebwa! (I’m Genie for your wish). Sowoneul malhaebwa! (I’m Genie for your dream). Naegeman malhaebwa! (I’m Genie for your world)” Ketiga perempuan itu masih lincah dalam menggerakkan badan sexy mereka. Well, akui saja, mereka sedikit kewalahan karena tidak sefit dulu.

Bahkan beberapa yang lainnya juga ikut menari. Well, terutama Lay, Kai dan Baekhyun.

Girls bring the boys outI wanna dance right nowNaega iggeureo julge come outSesang namjadeuriyeo nanNo.1 jihyereul juneun AthenaCheck this outJeulgyeobwaradojeonye seolleimImi modu gajin sesangui namjaGeudaero jjuk ganeun geoya keep upGirls’ Generationwe don’t stop!”

“Yeah! Girls’ Generation we don’t stop!” Sorak Tiffany. Perempuan itu sedang bersemangat sekali.

AYoStopLet me put it down another way

“Wohooo!” Mereka bersorak keras. Yoona memandang ketiga temannya itu. Dia dulu pernah melakukannya juga, pikirnya. Well, tapi dia sudah tidak mengingat keseluruhan gerakannya lagi.

I got a boy meotjinI got a boy chakhanI got a boy handsome boy nae mam da gajyeoganI got a boy meotjinI got a boy chakhanI got a boy awesome boy wanjeon banhaenna bwaI got a boy meotjin!”

Musik berhenti, menandakan special stage barusan juga telah usai. Yoona menepukkan tangannya. Dia terpukau, jujur saja.

Dan malam itu kembali berlanjut di jalan yang Yoona sukai.

            Kedua laki-laki itu berdiri di dekat pemanggang. Tidak ikut dalam kerumunan yang tengah menonton penampilan special Yuri, Hyoyeon dan Sooyoung. Ada segelas wine di tangan mereka masing-masing.

“Jaga Yoona dengan baik”

“Aku mencobanya, hyung” Respon Sehun.

Xi Luhan―laki-laki yang pernah mencintai Yoona dan masih sampai saat ini―memandang Yoona dari kejauhan. Perempuan yang mengenakan dress berwarna Putih Gading dan juga perempuan yang divonis terkena Alzheimer―fakta itu terasa kelu untuk Luhan. Ingin rasanya Luhan memvonis dirinya sendiri sebagai pengidap Alzheimer. Ia juga ingin melupakan bahwa Yoona saat ini sedang tidak baik-baik saja. Ia ingin melupakan bahwa kondisi Yoona saat ini dan selanjutnya akan semakin memburuk―Luhan masih tidak dapat terima dengan garis takdirnya yang ini. Apa memang harus seperti ini?

Im Yoon Ah yang ia kenal selama ini adalah sosok perempuan yang kuat. Akan berdiri tegak di antara segalanya.

Tapi, kini. Saat ini juga.

Rapuh. Dan akan terus merapuh.

Sakit rasanya untuk Luhan terus sadar akan hal tersebut.

Apa kehilangan cinta perempuan itu masih belum cukup untuk Luhan? Apa laki-laki ini harus kehilangan Yoona untuk kedua kalinya? Harus kehilangan sosok Yoona? Haruskah Luhan merasakannya lagi?

“Sehun-ah!” Kris melambaikan tangannya, memanggil Sehun―berteriak, sebenarnya. “Kemarilah! Berfotolah bersama Yoona!”

            “Kau senang malam ini?” Sehun menyelimuti Yoona hingga batas dada perempuan itu.

“Aku sangat senang. Jeongmal

“Apa permintaanmu saat meniup lilin tadi?”

“Kau tidak boleh mengetahuinya”

“Apa aku perlu menari Tell Me Your Wish agar kau memberitahuku?” Yoona tertawa mendengar ucapan Sehun. “Apa permintaanmu?”

“Aku ingin kau bahagia. Selamanya” Yoona tersenyum kecil. Lekat sekali melihat iris pure hazel Sehun.

Sehun―seharusnya―senang akan permintaan Yoona itu. Yoona mendoakannya untuk bahagia. Selamanya. Tapi, tidak. Ingin rasanya ia menangis di bahu Yoona dan mengatakan seluruh ketakutannya. “Selamat, permintaanmu terkabulkan. Aku bahagia. Selamanya. Terimakasih karena telah membuatku bahagia” Sehun tersenyum kecil lalu mencium kening Yoona, turun ke matanya dan terakhir pada bibir pink Yoona.

“Selamat malam” Sehun tersenyum manis.

THE END

Alzheimer adalah suatu gangguan otak atau demensia (pikun) yang menahun, terus berlanjut, dan tidak dapat kembali seperti semula lagi, tidak ada penyebab pasti, tidak ada pengobatan yang tepat dan sampai sekarang tidak ada obat yang dapat diharapkan.

Author's Note: Sorry alur yang kecepetan. Rada susah bikinnya karena cast yang kebanyakan, apalagi di sini semua member EXO & GG harus kedapetan dialog. Sorry for bad typing.

71 thoughts on “TOGETHER AS ONE

  1. Jadi mereka sudah tidak menjadi member Snsd lagi ya?
    Seneng liatnya semua member Snsd terliat menyayangi Yoona, tapi sayang di real life semua itu terliat semakin pudar -_-

    Disini Hyoyeon mendapat dialog paling sedikit ya? Haha
    Dan aku ngebayangin saat HyoYulSoo menari lagu-lagu Snsd. Padahal Yoona 3rd dancer, tapi kenapa dia gak ikut menari? Eh gak taunya dia mengidap ‘Alzhaimer’ sungguh saat tau semua kenyataan itu, udah deh penyakit cengeng aku kembali mencuat lagi. Kasian sekali Yoona eonni. Pantesan dia lupa gerakan yang dilakukan oleh ketiga temannya diatas stage.
    Apalagi saat melihat kebersamaan YoonHun dikamar ‘jleb’ banget rasanya T.T

    Endingnya gantung thor, kalau bisa dilanjutin dong🙂. Buat sequel gitu.

    Good Job~
    Fighting!

  2. aku nangis.
    ah, alzheimer ya? jadi inget film A Moment To Remember sana The Notebook
    heheh tapi aku lebih nyaman baca ff ini drpada kedua film itu._. /apasi/
    baguslah pokoknya hehe
    keep writing^^

  3. Aku baca ini ff untuk ke dua kalinya. Please lanjutin lgi thor. Sedih bngt, terutama bagian akhirnya, gimana klo yoona eonni pergi T-T

  4. gak bisa comments….. sedih bgt sama keadaan yoona…. feel nya bener-bener keren….. serasa lagi nonton bukan baca

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s