Hear My Heart (Chapter 2)

Hear My Heart

Title      : Hear My Heart

Author : Berries (@berries_cocoa)

Length : Series

Rating  : PG-16

Genre  : Romance

Main Cast :

  • Yoona SNSD
  • Luhan EXO-M

Other Cast :

  • EXO
  • SNSD

Disclaimer : Cerita ini hanya fiksi dan murni dari kepala dan pikiran author, apabila ada kesamaan cerita itu adalah ketidaksengajaan atau hanya terinspirasi.

Author Note : Annyeonghaseyo *bow. Ini awalnya aku bikin buat ulang tahun Yoona tapi apa daya ternyata gak bisa… hehehe ya udah lanjut ajaaaa…..

Credit Poster : MINSWAG~ @HSG

Please Don’t Bash ya and Sorry For the TYPO.

Dengan sangat, author mohon tinggalin jejak ya

Happy Reading!!!

***

“Kau pengecut Luhan” ucap Luhan pada dirinya sendiri. Matanya terus menghadapap ke depannya tanpa tau apa yang benar-benar diperhatikannya.

Saat ini dia terduduk salah satu bangku di atap gedung SM Ent. yang memang sengaja disiapkan oleh agensi mereka. Tempat dimana mereka mendapatkan ketenangan. Tempat yang biasa dijadikan para idol untuk melepaskan rasa penat mereka.

“Bagaimana jika Sehun menyukai Yoona ?” tanyanya lagi, mungkin jika orang-orang melihatnya yang berbicara sendiri seperti ini akan menganggap dirinya sudah tidak waras. Untung saja hanya ada Luhan di atap.

“Apakah aku harus merelakan dirinya? Tapi bagaimana jika mereka berdua saling menyukai ?” begitu banyak pertanyaan yang muncul dibenaknya saat ini.

“Tidak bolehkah aku bersikap egois ?” ucapnya lalu menghela nafasnya

“Kenapa begitu sulit mengucapkan dua kata itu padanya”

“Aku mencintaimu”

“Aku mencintaimu Y-“

CKLEK..

Ucapan Luhan terputus begitu mendengar ada yang membuka pintu. Seketika dia berbalik dan melihat seseorang yang sejak tadi mengganggu pikirannya.

“Ah… Kukira tidak ada orang diatap” Yoona terlihat kaget begitu mengetahui siapa yang ada diatap awalnya dia hanya sedang mengintip untuk mencari tahu ada orang atau tidak.

“Kalau begitu ehm… aku kembali saja” ucap Yoona

“Sunbaenim” panggil Luhan lalu berdiri dari tempatnya

“Ne ?” ucap Yoona semangat

“Sunbaenim tidak perlu pergi, biar aku saja yang pergi” ujar Luhan dengan senyum manisnya lalu berjalan ke arah Yoona yang tepat berdiri di pintu.

Saat Luhan melewati Yoona dan berpapasan, langkah Luhan terhenti begitu merasakan sentuhan dari yeoja itu.

“Bagaimana kalau kita berdua tetap disini saja ?” usul Yoona lalu menarik pergelangan tangan Luhan menuju tempatnya tadi duduk “Ayolah”

Luhan merasa kaget dengan tindakan Yoona yang membuat mereka berdua tanpa sengaja bergandengan tangan yang tentu saja disatu sisi Luhan merasa senang.

Yoona terus tersenyum memandangi langit sore di atasnya dengan wajah bahagianya sedangkan Luhan sesekali melirik yeoja disampingnya itu.

Namja itu terus menatap senyuman Yoona, sesekali Luhan berpura-pura ikut memandangi langit dan ketika Yoona melihat kearah Luhan karena merasa dirinya terus diperhatikan Luhan langsung mengalihkan pandangannya.

“Luhan-ssi” panggil Yoona

“N-ne” jawab Luhan gugup

“Bukankah ini seperti saat pertama kali kita bertemu ?”

Luhan mengikuti arah pandang Yoona yang menatap langit diatas mereka. Yoona memejamkan matanya diikuti oleh Luhan.

“Waktu, tempat, bahkan apa yang kita lakukan saat ini persis seperti saat itu”

-FLASHBACK-

“AAAARRGGHHH!!!!!! AKU LELAH !!!! AKU RINDU ORANG TUAKU, AKU INGIN PERGI BERTEMU TEMAN-TEMANKU, AKU INGIN MELAKUKAN APAPUN YANG BISA KULAKUKAN SEPERTI DULU!!!” teriak seorang namja pada hamparan langit luas berusaha mengeluarkan keluh kesahnya.

“Tapi…. Aku juga ingin menggapai mimpiku, menjadi sukses entah sendiri ataupun bersama teman-temanku” sambungnya pelan lalu diam, memikirkan semua kehidupannya saat ini.

Selalu….

Setiap hari namja ini-Luhan- akan datang ke atap gedung perusahaan yang akan mewujudkan impiannya dengan berbagai keluh kesah yang ada di benaknya.

Keluh kesah dirinya yang telah menjalani kehidupan yang mereka sebut Trainee. Begitu banyak keluh kesah yang ia sampaikan pada langit luas yang selalu setia mendengar semuanya.

Dan seperti biasa pula, ketika dia sudah mengeluarkan setiap keluh kesahnya dia akan terduduk diam memikirkan semuanya. Memikirkan mimpi yang harus dipertahankan olehnya.

Luhan lalu berdiri “Ya…. Aku percaya tidak lama lagi aku akan debut entah itu solo maupun sebagai group. Aku percaya…. Aku tidak boleh berhenti di tengah jalan” ucapnya meyakinkan dirinya sendiri.

Lalu dia mengangguk mantap “Ya… Aku tidak boleh menyer-“

CKLEK

Terdengar suara pintu dibuka yang seketika menghentikan ucapan Luhan.

Luhan membalikkan badannya untuk melihat siapa yang datang. Dengan bekal 1001 alasan jika dia ditanyai oleh karyawan atau siapapun itu.

Terlihat seorang yeoja yang terlihat seperti mengintip. Sebagian tubuhnya berada di balik pintu sedangkan kepalanya menonjol keluar berusaha melihat siapa yang berada di atap tersebut.

Cantik

Itulah satu kata yang terlintas di benak Luhan ketika melihat yeoja itu pertama kali. Hidungnya, matanya, bibirnya terpahat sempurna dan saling melengkapi satu sama lain.

Dari sekian banyak kesempuranaan dalam diri yeoja itu satu, hanya satu yang membuat Luhan begitu menyukai yeoja itu. Matanya.

Luhan hanya bisa terdiam ditempatnya tanpa melakukan apapun entah mengeluarkan suara bahkan bergerak sedikitpun tidak.

Yeoja itu keluar seutuhnya dari balik pintu.

“Mianhamnida” ucapnya sambil membungkukkan badannya.

Sopan

Setiap kata terlintas di otak Luhan melihat yeoja dihadapannya ini.

“Aku…. Emm itu” ucap yeoja itu putus-putus sambil menggaruk tengkuknya yang sepertinya tidak gatal.

Imut

“Aish…” ucap Luhan spontan ketika terus saja kata-kata terlintas di otaknya melihat tingkah laku yeoja itu.

“Ne ?” tanya yeoja itu.

“Ne ? Aahh Aniyo…. Kau ingin mengatakan apa tadi ?”

“Emm itu… awalnya tadi aku tidak tahu kalau ada orang disini terus aku mendengar suara teriakan lalu aku penasaran jadi…”

Luhan tahu kelanjutan ucapan yeoja itu dan kali ini pipinya sudah menimbulkan semburat kemerahan Berarti dia mendengar teriakanku ? Aish…. Babo

Yeoja itu hanya tersenyum melihat tingkah Luhan yang sibuk menggerutu.

“Ehem…” sengaja yeoja itu untuk menyadarkan Luhan

“Jadi… itu… Baiklah aku pergi dulu, kau bisa berada disini” ucap Luhan lalu melangkah ke arah pintu ketika mereka berpapasan seketika Luhan berhenti saat merasakan tangannya ditahan.

“Aku tidak masalah jika ada orang lain disini… dan kurasa kau masih ingin berteriak” senyum yeoja itu.

“Ne ? Aniyo, urusanku sudah seles-” belum sempat Luhan menyelesaikan ucapannya, tangannya telah ditarik.

Mereka berduapun duduk menatap langit. Luhan hanya bisa terduduk kaku, jantungnya berdetak kencang bagaimanapun dia berusaha meredakannya tapi tetap saja tidak berhasil.

“Kau baru menjadi trainee ?” tanyanya

Luhan hanya bisa mengangguk, bibirnya terlalu sulit untuk digerakkan.

“Pantas aku tidak pernah melihatmu, sudah berapa lama ?”

“En-enam bulan” yeoja itu mengangguk-anggukkan kepalanya.

“Dan kau sudah mengeluh keke~ bukankah itu terlalu cepat ?”

Luhan hanya diam memikirkan ucapan yeoja itu.

“Aku rindu negaraku dan orang tuaku”

“Kau bukan orang korea ?” tanya yeoja itu kaget.

“China” jawab Luhan dengan senyumnya.

“Bahasa koreamu bagus sekali” puji yeoja itu

“Gamsahamnida…”

Yeoja itu tersenyum. Lalu mereka berdua saling melihat satu sama lain dan mereka pun tertawa.

“Luhan imnida” ucap Luhan seketika “Aku belum memperkenalkan diriku” sambung Luhan ketika melihat raut bingung yeoja itu.

Yeoja itu tersenyum “Im Yoon Ah imnida, kau bisa memanggilku Yoona”

“Siapa yang tidak tahu kau Yoona-ssi, The Goddess”

“Bahkan pengetahuanmu tentangku bagus sekali, fanboy hah ? hahaha” tawanya.

“Kenalkan aku fanboy mu…. Yoona-ssi tolong tanda tangani bajuku!!!” ucap Luhan sedikit menaikkan suaranya sambil menunjukkan di bagian mana yang ingin di tanda tangani.

Mereka berduapun tertawa lepas seperti ini bukanlah pertemuan pertama kali mereka.

“Luhan-ssi ?”

“Ne”

“Kalau boleh aku tahu kau lahir tahun berapa ?”

“April ‘90”

“Benarkah ? Aku juga 90”

“Kau tidak ingat aku fanboymu” tawa Luhan

“Hahaha kau benar juga, kalau begitu kau tahu kan maksudku ?”

“Baiklah, aku memang fanboymu tapi aku tidak bisa membaca pikiranmu nona” canda Luhan

“Benar juga… jadi, karena kita lahir di tahun yang sama dan kau lebih tua dariku satu bulan jadi panggil saja namaku tanpa embel-embel –ssi”

“Baiklah…. Hmmm Yoona-ya”

“Terdengar canggung tapi lebih baik daripada yang tadi”

“Kau juga boleh memanggilku tanpa embel-embel”

“Benarkah ? Luhan-ah…..” ucapnya dengan semangat tanpa tahu semburat merah telah muncul di kedua pipi namja yang baru saja dipanggilnya.

-FLASHBACK END-

Luhan tersenyum mengingat pertemuannya dengan yeoja disampingnya.

“Tentu saja, aku mengingatnya Sunbaenim”

Yoona memicingkan matanya “Apa kau yakin ?” tanyanya

“Apa maksudmu Sunbaenim ?” tanya Luhan

“Aniyo, hanya saja…” ucap Yoona menggantungkan ucapannya, kembali menatap langit gelap yang telah kehilangan cahayanya.

“Hanya saja… bukankah saat itu kita sepakat untuk saling memanggil nama tanpa… kata-kata formal” sambung Yoona.

Luhan hanya diam mendengar ucapan Yoona yang lebih tepatnya seperti pertanyaan.

Mereka memang telah sepakat untuk saling memanggil tanpa embel-embel apapun dan tentu saja Luhan mengingatnya tapi Luhan juga yang telah melanggarnya.

Ya, Luhan yang pertama kali kembali memanggil Yoona dengan formal. Sejak dia debut menjadi salah satu anggota EXO.

“Aku harus kembali latihan” Luhan berdiri “Sunbaenim tidak apa-apa sendirian ?” Yoona mengangguk.

“Baiklah, annyeonghaseyo” ucap Luhan lalu berjalan menuju pintu namun dia menghentikan langkahnya dan berbalik ke tempat Yoona.

“Emm… Ini untukmu” Luhan menyodorkan sebuah permen lollipop “Makanan manis bisa menambah tenagamu”

Setelah memastikan Yoona mengambil permen pemberiannya, Luhan kembali melangkah menuju pintu “Jangan memaksakan diri saat latihan, jaga kesehatanmu” ucap Luhan sebelum menghilang dibalik pintu.

“Gomawo, Luhan-ah” ucap Yoona tersenyum sambil melihat permen pemberian Luhan.

**

Luhan membelakangi pintu yang baru saja ditutupnya. Menyesali sikapnya pada Yoona yang terkesan dingin.

Tentu saja dia mengingat tentang kesepakatan itu hanya saja… Ketika dirinya debut bukan hanya dia tidak bisa menemui Yoona seperti dulu tapi dia juga harus menjaga jarak dengan yeoja yang telah memikat hatinya sejak mereka pertama kali bertemu.

Mungkin orang lain akan menganggapnya bodoh untuk tidak menyadari ini semua ketika pertama kali mereka bertemu dan menjadi dekat dengan status Yoona yang sudah dikenal banyak orang.

Tidak… Luhan tidak bodoh… karena dia menyadari itu semua.

Hanya saja dia tidak tahu bahwa akan serumit ini. Untuk mengobrol seperti biasa saja mereka tidak bisa karena takut akan mengundang kecurigaan publik. Mereka benar-benar seperti baru pertama kali bertemu dan hubungan mereka hanya sebatas rekan kerja.

Walaupun memang hubungan mereka hanya sebatas rekan kerja dan teman dekat yang sepertinya sudah tidak dekat lagi. Tapi Luhan benar-benar menyukai Yoona.

Bagaimana dirinya begitu sedih ketika mengetahui Yoona berpacaran dengan Seunggi dan bagaimana dirinya begitu senang ketika mendengar Yoona telah putus.

Namun kali ini dia kembali menjadi sebuah patung, hanya bisa melihat yeoja yang dicintainya dari kejauhan dan begitu sakit hatinya ketika melihat Sehun-yang sudah seperti saudaranya- dekat dengan Yoona.

Luhan bahkan tidak tahu apa hubungan mereka berdua.

CKLEK

“Kau darimana saja hyung ?” tanya Sehun begitu melihat Luhan memasuki ruang latihan.

“Hanya mencari udara segar” Luhan tersenyum.

-TBC-

62 thoughts on “Hear My Heart (Chapter 2)

  1. Haduuuuhh luhan payah nih ,, klo emang suka sama yoona majuu dong , drpda nanti orng lain yg maju , nanti sedihh lagii ,,si cadel juga knapa gaa bantuin hyungnya :p haduuuhhh ,,

  2. hadeuh,. Luhan bener2 bikin gregetan deh,. Gimana mau maju2 coba kalo gini trus… Tp tetep smangat deh buat Luhan oppa, smoga cepet2 dapat keberanian buat ngungkapin prasaannya… Luhan oppa FIGHTING!!! (9^0^)9

  3. doh luhan tuh sebenarnya kesiksa banget😦 yup status mereka sbagai public figure jadinya bikin mreka harus ngejaga segala sesuatunya😦 dan aku nangkap ‘sesuatu’ yang menurutku itu nyentuh banget, luhan sangat memikirkan karir yoona :’)

    tapi mereka kan sudah sempat dekat sebelum dekat, setidaknya itu tetep dipertahanin, kalau gini LuYoon keliatan jadi canggung banget :’)

    suka banget sama ini FF, so ditunggu ya thor lanjutannya🙂
    mian telat komen #bow

  4. Eonnie post x lama banget..tapi gak papa deh😀 .. ini gak kurang panjang ta eon?? >//<
    itu.. rasanya.. pengen banget kalo bener" terjadi antara LuYoon :')
    Chapter depan yang panjangbya eon?! ^^ hwaithing!

  5. Keknya ini terlalu singkat, kurang panjang *maunya
    LuYoon eciee… Belum nemu konflik sih,,, jadi ditunggu kelanjutannya aja yaa…
    Hwaiting!!!

  6. Yak, kok ada TBC sih disitu. aigo, harus’a kata itu dihilangkan ajha. -.-
    Sumpah yoona and luhan itu bikin gemes tingkat akut. Kelakuan’a seperti anak remaja ajha, Tck memusingkan.
    Tapi kerennn~
    Next

  7. Yahh..
    ko TBC sih..
    kurang panjang thor.. ^_^v..
    Tapii ceritanya tambah keren si Lu ge unyu2 banget..
    Malu2 gituu..
    ditunggu next chapnya

  8. Akhirnyaa, setelah sekian lama nunggu keluar aja chapter2~kkk
    huuuuhuuu, sedih deh sama luhan..
    bagus thor
    jd penasaran kelanjutan chapternya kyk gimana
    Ditunggu yaa chapter selanjutnya^^
    author, fighting^^

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s