[Series] “Conflict of Love-11”

ehe

Conflict of Love-11

Perfectbaek // Oh Sehun EXO’s – Im Yoona GG’s – Kim Jongin EXO’s etc // school-life – romance-angst

[First I Second I Third I Fourth I Fifth I Sixth I Seventh I Eight  – Ninth I Tenth]

.

Sore itu Yoona yang diantar pulang oleh Sehun berinisiatif untuk mengajak Jihyun dan Tiffany pergi. Kala itu juga mereka bertemu dan langsung pergi ke pusat perbelanjaan di kawasan Myeongdong. Mulai dari piyama, dress, sampai sepatu mereka beli. Untung saja sisa uang gaji Yoona masih cukup lagian harga disana cukup terjangkau.

Karena kelaparan akhirnya mereka masuk ke restaurant dan memesan makanan, tapi pada saat mereka masuk Yoona yakin bahwa dia melihat sosok lelaki yang dia kenal. Bukankah itu Chanyeol? Sedang apa dia disini? Pikirnya dalam hati.

Yoona memilih untuk tetap duduk dan mulai memesan makanan. Karena merasa tidak enak hati Yoona berusaha untuk mendatangi Chanyeol walaupun hanya sekedar menyapanya.

“Aku pergi sebentar, ok?” anggukan Tiffany menuntunnya untuk mendatangi pria yang sedang melahap habis samgyupsal  itu.

Dengan amat hati – hati Yoona menyentuh bahu Chanyeol, pada saat itu juga pandangan pria itu beralih pada Yoona. Sambil melahap dia berusaha untuk tersenyum seperti biasa dan menyapa Yoona. “Hai..,”

“Kau sendirian?”

Tentu saja Chanyeol mengangguk, dia menarik Yoona untuk ikut duduk disebelahnya. Well, Yoona hanya menurutinya. “Kemana yang lain? Baekhyun? Jongdae?”

“Aku tahu maksudmu” ucap Chanyeol sedikit terkikik. “Kau mau bertanya dimana Sehun kan? Atau mungkin…Kai?”

Kenapa pria ini bisa tahu, sudah jelas Yoona ingin tahu tentang pria dengan kulit tan itu. Dia merasa tidak enak hati karena beberapa kali mengacuhkannya. “Ya.. Kai baik – baik saja kan?”

Kening Chanyeol berkerut, “Apa ada hal yang tidak aku ketahui diantara kalian bertiga?”

Yoona tak menjawab, seharusnya dia datang mendatangi Kai dan meminta maaf tentang hal itu. Melupakan soal kejadian Kai mereka akhirnya banyak bertukar cerita, ternyata Yoona orang yang asik pikir Chanyeol. Dia merasa sedang mengobrol dengan noonanya sendiri. Haha ternyata Chanyeol merindukan noonya.

.

Kai sedikit mengusap keringatnya dengan handuk kecil, dia duduk dan meneguk sedikit air mineral didekatnya dan pada saat itu juga Sehun datang. “Apa aku telat?”

“Seperti biasa”

Sehun memang selalu telat, Kai sampai bosan mengingatkannya. Sambil melakukan pemanasan Sehun bertanya sedikit hal sensitif pada Kai dan membuat Kai menatapnya dingin. “Kudengar kau putus dengan Krystal?”

Kai masih diam, akhirnya Sehun memutar musik yang biasa dia lakukan untuk latihan. Run and Gun. Kai yang masih terlalu lelah hanya diam dan memilih untuk menatap lantai dance yang terasa lebih dingin dari biasanya itu. Dia bisa mengingat dengan jelas bayangan Krystal jika dia sedang menunggunya untuk selesai latihan. Seberapa lama pun dia akan tetap menunggunya dengan senyuman yang tercetak jelas diwajahnya. Dia akan sedikit berlari sambil memberikan minuman isotonik pada Kai.

Dengan tingkah lucunya, Kai kembali menguak kenangan indah bersamanya. Ya, dia tidak berbohong kali ini, dia merindukan gadis itu.

“Apa kau masih menyukai kekasihku?” pertanyaan itu justru membuat Kai bangkit dan ikut larut dalam emosi. Untung saja dia mencurahkannya pada dance, dia tak mau banyak berbincang dengan Sehun, dia takut jika kejadian beberapa waktu lalu terjadi lagi. Dimana Kai meninju Sehun tepat dibibir bawah karena dia yang terus memancing emosi Kai.

“Aku menyerah”

Kata – kata itu membuat Sehun mematikan musik yang mendengung keras didalam ruangan itu. “Apa kau bilang?” Sehun mencoba mendengarkan kata itu sekali lagi dan kali ini dia berusaha untuk tak salah menangkap.

Sambil menghembuskan nafas kesal Kai menatap Sehun, “I’m giving up on her, got it?”

.

Setibanya dirumah Yoona langsung merebahkan diri di sofa ruangan tengah. Dia lelah dan sedikit senang karena lelucon yang Chanyeol buat ditengah obrolan mereka. Bahkan Yoona hampir lupa jika dia datang bersama Tiffany dan Jihyun untung saja mereka cepat – cepat bergabung bersamanya.

Yoona tiba – tiba teringat pada Sehun. “Haruskah aku mengiriminya pesan?”

To; Sehun<3

“Hai, aku baru saja kembali dari belanja hehe^^ Apa yang sedang kau lakukan? Apa kau tak merindukanku?” –Yoong

Sekitar lima menit ponsel gadis itu belum juga berdering, apa Sehun benar – benar sibuk? Ah, baiklah lebih baik Yoona pergi mandi dan mengerjakan tugas yang dia harus kumpulkan besok.

Setelah selesai mandi Yoona sedikit melompat ke sofa, dia meraih ponselnya dan berharap bahwa ada pesan masuk dari Sehun. Sambil menggosokan handuk ke rambut Yoona mengerucut kesal. “Eiy, apa dia benar – benar sibuk? Atau hanya mengacuhkan aku saja?”

Yoona teringat akan tugas sekolahnya, dia masuk ke kamar dan membiarkan ponselnya yang sedang dicharge diruang tengah.

.

“Hyung, ayolah cepat. Aku ada tugas yang belum diselesaikan” rengek Sehun pada kakak lelaki satu-satunya itu. Luhan sengaja memperlambat dia sedang menggoda adik bungsunya itu. Oke, pada akhirnya Sehun menyerah dan dia menelepon seseorang.

“Ah, Jongdae? Bisakah kau menjemputku diperempatan jalan?”

“Aku tak bisa lama, aku masih ada tugas”

“Bisa, kan?”

“Okay, i’ll be there! Terimakasih sebelumnya”

Sehun sedikit berlari saat menuruni tangga dan membuat Ibunya sedikit melonjak kaget. “Hati – hati Sehun! Kau bisa jatuh!” nada khawatir terdengar dari bawah tangga. Melihat ibunya yang menyiapkan sarapan Sehun sedikit sedih karena tak bisa ikut sarapan bersama. Sambil menciumi pipi ibunya Sehun meraih dua buah sandwich dan berlari, “Aku akan memakannya diperjalanan bu! Aku berangkat”

Ibu nya tahu pasti kalau Luhan memang sengaja membuat anak bungsunya itu terburu – buru seperti itu. Mengingat tingkah kedua putranya beliau hanya tertawa dan menyiapkan sarapan untuk Sehun.

.

“Kai?”

Kai tersenyum dan sedikit menurunkan jendela kaca mobilnya sesaat dia menyadari bahwa Jinri sedang berada dijalan menuju sekolahnya. “Mau ikut bersamaku?” tawar Kai. Mengingat jarak yang lumayan jauh Jinri mengambil tawaran itu dan masuk ke dalam mobil. Pagi itu sangat cerah, udara sejuk, ditambah lagu milik Akdong Musician – 200& yang mendominasi isi mobil Kai.

“Kalian putus?”

Sadar bahwa Jinri tengah bertanya Kai menurunkan sedikit volume musik, “Apa?”

“Kalian putus?” ulang Jinri dengan sedikit berteriak kali ini. Kai mengangguk dan tetap fokus dengan jalanan, mengetahui bahwa suasana sedikit tidak enak Jinri memilih tidak melanjutkan pertanyaannya. Takut – takut Kai malah tak fokus dan menabrak, ponsel miliknya berdering. Raut wajah Jinri berubah sedih sesaat dia mendapat pesan itu.

From Soojungie

“Jinri-ya, aku tak bisa hadir hari ini. Aku sedikit demam dan flu, tapi kau tak usah khawatir okay? Datang kesini sepulang sekolah kkkㅋㅋ”

.

Yoona menunggu Sehun didepan kelasnya, dia sedikit melirik kedalam dan ternyata Sehun belum datang. Setidaknya dia tahu kabar kekasihnya itu, dia sedikit khawatir semenjak dia tak membalas pesannya malam kemarin.

Dari kejauhan Yoona dapat melihat jelas Sehun sedang berjalan sedikit cepat dia melambaikan tangan pada Jongdae yang malah berbalik arah ke arah kanan. Mungkin dia datang ke ruang seni. Sehun menyadari bahwa Yoona menunggunya, dia sedikit terburu – buru pagi ini.

“Kenapa kau ada disini?”

“Kau tidak membalas pesanku semalam, aku hanya sedikit khawatir” Yoona sedikit menyelipkan tawa dikatanya itu namun Sehun terlihat tak tertarik dengan hal itu.

“Aku sibuk, aku masih banyak tugas. Kau bisa kembali ke kelasmu, aku akan meneleponmu seusai kelas selesai”

“Janji?”

Sehun memutar bola matanya, “Aku tak bisa janji, ok? Cepat masuk kelas, bel akan segera berbunyi”

Yoona tidak mengerti kenapa Sehun berubah menjadi dingin seperti ini, apa kekasihnya itu mengalami masa sulit? Apa dia sedang ada masalah dirumah? Yoona memilih untuk tidak mencari tahu dan pergi ke kelasnya. Mungkin Sehun memang butuh waktu sendiri.

Diujung koridor dia bertemu dengan Kai, Yoona sedikit mengangkat tangannya untuk melambai. “Hai..,” namun Kai berpura – pura tidak melihat dan mengabaikan Yoona. Ini kenapa? Kenapa semua orang berubah menjadi dingin semua?

Total, mood Yoona benar – benar dibuat hancur sekarang. Dia tak mau pusing memikirkan itu dan cepat – cepat masuk kedalam kelas.

Setidaknya dia mampu menahan emosinya sampai istirahat tiba.

.

“Ke kantin okay?” ucap Suho diikuti dengan Xiumin, Lay, Kris, dan Chanyeol pada yang lain. Sehun dan yang lainnya mengangguk, tapi Kai malah berlari keluar kelas terlebih dahulu. “Aku akan menyusul, kalian pergi saja dulu”

Semua saling bertatapan, “Ada apa dengan anak itu?” tanya Baekhyun pada Sehun. Sehun memilih pergi dan tak menjawab.

“Lihat, kau diabaikan hahaha~” tawa Chanyeol terdengar jelas dari biasanya.

“Diam kau raksasa!” rutuk Baekhyun kesal.

Akhirnya mereka semua pergi ke kantin tanpa Kai. Ternyata Kai pergi ke kelas XII-IPA 3, sesampainya disana dia bertemu dengan salah satu yang mungkin satu kelas dengan gadis itu. “Bisa kau panggil Krystal?”

Gadis itu menggeleng, “Krystal absen, dia tidak masuk”

“Sakit katanya” ucap gadis yang mungkin teman si gadis yang Kai tanya. Kai berpikir apa gara – gara kejadian kemarin Krystal menjadi seperti ini? “Ah okay, terimakasih sebelumnya” ucap Kai tersenyum dan pada saat itu juga jeritan siswi terdengar disekitar koridor.

“KAI OPPA KAU TAMPAN SEKALI!”

.

Yoona pergi ke kantin sendirian, dia tak mau membuat teman – temannya ikutan kesal karena dia sedang dalam mood yang buruk hari ini. Dia memesan ice tea saja, dia tak berniat untuk menyantap makanan yang ada dimenu. Seusai membeli, Yoona pergi melenggang menuju kelas namun dijalanan dia berpapasan dengan EXO.

Chanyeol melambai dan sedikit berlari, “Yoong!”

Yoona sedikit tersenyum dan melambai kearah pria jangkung tersebut. “Wah dia sangat akrab dengan kekasihmu, Hun” ucap Luhan menggoda Sehun. Tentu saja Sehun merasa cemburu cepat – cepat dia pergi menemui gadisnya itu. Tak sampai kesana, Yoona malah menghindar dan pamit pada Chanyeol dan membuat pria dengan telinga besar itu sedikit kebingungan.

Sehun yang menyadari bahwa Yoona marah hanya menghembuskan nafasnya pelan. “Dia marah” ucapnya pada Kyungsoo. “Kenapa?”

“Aku mengabaikan nya tadi pagi”

“Ah, yang kutahu perempuan memang tidak suka diabaikan” ucap Tao yang jalan bersamaan dengan Kris. Kris hanya mengangguk menyetujui ucapan sahabatnya yang memang mengerti soal perempuan ini. “Kau harus minta maaf, jangan diam saja” usul Xiumin.

Sedetik kemudian Sehun berlari menyusul Yoona yang sudah lumayan jauh dari pandangannya.

Yoona bersandar disekitar pohon cemara belakang taman sekolah, dia mengeluarkan headset dan mendengarkan sedikit lagu yang membuatnya tenang. Dia mencoba meredakan nafasnya yang sedikit memburu karena emosi. Dan memejamkan matanya untuk sejenak , dia mencoba untuk menggerakkan sedikit badannya dia mulai berjoget dengan tempo pelan.

Sehun yang melihatnya tentu saja kaget, Yoona cukup terlihat handal dalam dance. Dia terlihat bukan seperti beginner lagi. Yoona berhenti dan melepaskan headset itu, dia menatap Sehun yang sedang melihatnya dengan tatapan memelas.

Mencoba untuk menghindar lagi, Sehun malah sudah menarik lengan Yoona dan meminta maaf soal tadi pagi. Yoona tak banyak bicara, dia hanya menatap Sehun kesal dan memilih untuk bungkam.

“Yoong..”

“Maafkan aku”

“Yoona…”

“Jebal”

“IM YOONA!”

“Ya! Jangan mengabaikan aku seperti ini!”

Yoona hampir saja tertawa namun dia masih bisa menahannya, “Sudah merasakan rasanya diabaikan itu seperti apa Tuan Oh?” ucap Yoona dengan penekanan dalam setiap perkataannya itu. Sehun mengacak rambutnya frustasi, “Okay, kali ini kau menang. Maafkan aku”

“Haruskah aku memaafkanmu?”

“Jika kau tak mau memaafkanku aku akan menciummu disini, dihadapan banyak orang” ujar Sehun serius. “Kau ingat kan pada saat diatap gedung bagaimana aku menciummu? Jadi cobalah untuk mengabaikanku lagi jika kau ingin aku cium”

“Ya! Bagaimana bisa-“

“Lihat dirimu! Hidungmu kembang kempis ketika emosi, jelek sekali hahaha”

Sehun tertawa dan berlari meninggalkan Yoona, “ Yak! Oh Sehun! Kemari kau!” ucap gadis itu sambil melemparkan botol ice tea yang dia beli tadi.

.

“Jinri, bisa kau keluar sebentar?”

“Baik, aku menunggumu diluar”

Kai mengakhiri panggilan itu dan menunggu Jinri diluar perpustakaan. Hanya Jinri satu – satunya teman dekat Krystal disini dia pasti tahu apa yang terjadi pada gadis itu.

“Ada apa Kai?” ucap Jinri ketika keluar perpustakaan. Kai tak mau banyak basa – basi, “Aku tahu kau mengetahuinya, apa benar Krystal sakit?”

Jinri diam, dia kebingungan bagaimana harus menjawab pertanyaan sahabatnya yang satu ini. “Hm…. ya, dia sakit dan dia tidak mau jika aku memberi tahumu katanya percuma kau pun tak akan peduli padanya”

“Temani aku kerumahnya hari ini, bisa?” pinta Kai dan permintaannya itu sukses membuat Jinri terkaget. Sesaat kemudian Jinri mengangguk dan kembali masuk ke perpustakaan.

“Jung Soojung are u stupid or what”

.

Bel pulang sekolah lebih cepat dari biasanya, dan itu membuat seluruh siswa berteriak kegirangan. Mereka hanya sekolah setengah hari karena guru sedang melakukan rapat untuk persiapan ujian tengah semester.

Sehun menunggu Yoona didepan gerbang, tak hanya dirinya sendiri seperti biasa fangirl dia ikut menunggu lelaki itu. Ketika Yoona keluar dia terkaget kenapa banyak sekali orang disini. Langsung saja Sehun menarik lengan Yoona dan menggenggamnya erat membuat semua fangirl Sehun berteriak iri kepada gadis yang berhasil menaklukan hati si pria sedingin es itu.

“Kau pulang menggunakan busway?” tanya Yoona disela perjalanannya pulang. Sehun menoleh dan memasang raut muka meledek. “Siapa bilang mau pulang?”

“Hah?”

“Aku akan membawamu ke toko bubble tea favoritku bersama Luhan hyung, wanna try it?

Sehun mengajaknya berlari dan genggamannya kepada Yoona semakin erat, Yoona melihatnya sedikit terkikik senang.

.

“Soojung~~” ketukan ketiga membuat pintu kamar gadis itu terbuka. Kai memilih untuk bersembunyi dulu, dia tak mau langsung membuat Krystal sedih. Dia tahu pasti Krystal sangat merasa sedih karena kebodohannya itu.

“Kau baik – baik saja? Hei, kau demam” ucap Jinri memegangi dahi Krystal. Sesaat kemudian Krystal terduduk diatas ranjangnya. “Apa kau memikirkannya sampai seperti ini?”

Krystal tertawa renyah, “Aku melakukan ini hanya karena Kim Jongin? Are you kidding me, Jinriya? Aku pulang dari cafe dan pada saat perjalanan pulang aku kehujanan” bohong Krystal pada sahabat terdekatnya itu.

Faktanya jelas saja itu sebuah cambukan dalam hati Krystal, dia menangis ditengah hujan. Dia sengaja melakukannya karena dia sangat terpukul pada saat itu, dan jadilah dia seperti ini. “Maafkan aku jinriya..” ucap Krystal dalam hati.

“Sudah makan?” Krystal menggeleng, Jinri pergi keluar untuk membawakannya bubur mengingat bahwa Krystal belum makan dia menjadi sangat khawatir. Sesaat dia pergi, dia menyuruh Kai untuk masuk.

“Hei..” kedua bola mata Soojung membulat, dia sangat shock kenapa Kai berada disini. Dan ini pertama kalinya dia mau menginjak rumah Krystal, dan pertama kalinya juga dia masuk ke dalam kamar gadis itu. “Kau baik – baik saja?”

“Hanya demam, dan untuk apa kau kesini? Apa ada yang mau disampaikan lagi?”

Krystal sengaja, dia tak mau banyak berinteraksi dengan Kai. Dia tak mau, dan sungguh dia belum sanggup untuk ini. Luka dihatinya masih meninggalkan bekas, belum kering sepenuhnya. Kai mencoba untuk duduk disisi ranjang dan menggenggam tangan Krystal namun dia menepisnya. “Jangan seperti ini Kai..,”

“Kenapa?”

“Kau tahu? Itu akan semakin menyulitkanku! Aku berusaha mati – matian untuk menutupi semuanya, aku menghapus semua kontakmu aku menghapus semua fotomu dan kau bisa lihat itu..” ucap gadis itu dengan sedikit bergetar. Kai menatap sendu kearah lantai jelas sekali bahwa foto mereka yang Krystal robek.

“Aku mencoba untuk memulai semuanya dari awal, aku tak mau mengenalmu ah…, mungkin aku akan mengenalmu tapi hanya sebatas teman tak lebih. Lalu kenapa kau hadir lagi? Kau berhasil membuka kembali semua luka dihatiku yang belum sempat aku tutup Kai. Apa kau mengerti?”

Setetes air mata itu kembali mengalir bebas dipelipis gadis itu, dengan sedikit bergetar dia menghapusi air matanya. Dia mencoba untuk bersikap tegar namun disetiap kata yang dia lontarkan terdengar dengan jelas bahwa dia dalam keadaan sedih dan tertekan. Lantas saja Kai memeluk Krystal, dia sedikit menenangkan gadisnya itu dengan mengusap punggungnya. Dan sekali lagi, dia membencinya. Dia benci ketika Krystal kembali terisak dengan getaran yang semakin menguat.

.

“Pesan bubble tea seperti biasa, bi!” ucap Sehun dengan nada yang terdengar ceria. Tampaknya memang dia sangat akrab dengan bibi penjual bubble tea ini. “Siapa itu Sehun? Kekasihmu? Kau tak pernah mengenalkannya padaku” ucap bibi dan membuat Yoona membungkuk dan menyapanya. “Annyeonghaseoyo^^”

“Kenalkan ini bibi Han, dan ini Yoona” bibi Han tersenyum dan memberikan Sehun segelas bubble tea dengan rasa chocolate. “Kalian tampak akrab, ya?” tanya Yoona sedikit berbisik.

“Tentu saja kami dekat karena sejak kecil aku dan Luhan hyung selalu membeli bubble tea bibi Han. Kami sudah seperti pelanggan setia disini, ya kan bi?” ucap Sehun sambil menyeruput bubble tea miliknya. Yoona bisa melihat bagaimana sukanya Sehun pada bubble tea ini.

“Sehun dan Luhan sudah saya anggap seperti anak sendiri, mereka sangat lucu dan mengingatkanku pada anakku yang sedang berada di Jepang sana” ucap bibi Han dan memberikan Yoona segelas bubble tea juga. “Ayo coba, rasa taro terkenal lebih enak disini dibanding rasa lain” ucap bibi Han dengan senyum yang cantik. Mengingatkan Yoona pada mendiang ibunya.

Yoona mencoba menyeruput sedikit bubble tea itu, Sehun dan bibi Han adalah orang yang paling penasaran dengan reaksi yang akan Yoona berikan. Beberapa detik kemudian Yoona tersenyum dan tertawa. “Bibi Han!!! Sungguh, ini lebih enak daripada susu strawberry yang sering kubeli”

Melihat reaksi yang Yoona berikan, Sehun dan bibi Han ikut tertawa.

Setelah banyak berbincang akhirnya mereka berpamitan untuk pulang, langit sudah mulai berubah warna menjadi oranye. Sehun dan Yoona banyak tertawa hari ini dan itu membuat mereka jadi lupa waktu. “Kau pergi bekerja malam ini?”

Yoona mengangguk, “Tentu saja.. kenapa?” Sehun menggeleng dan meneruskan langkahnya, “Bagaimana jika kau berhenti bekerja?” Yoona terdiam dan memberikan Sehun ekspresi kaget. Kalau dia tidak bekerja darimana bisa dia mendapatkan uang untuk kesehariannya. Untuk bayar sewa kost saja dia sudah merasa pengap, bagaimana bisa dia berhenti bekerja.

“Tidak bisa.. Keuntunganku hanya didapat dari itu Sehun”

“Tapi kau kelelahan,aku tak mau kau sakit Yoong” ucap Sehun dengan nada yang sangat cemas. Yoona tahu jika Sehun khawatir, tapi dia tidak bisa mengabulkan permintaan kekasihnya yang satu ini karena menurutnya bekerja di cafe itu tidak hanya soal gaji tapi soal kecintaannya terhadap sahabatnya. Ya, Jiyoung dan Minhyuk. Mereka sudah seperti keluarga bagi Yoona, bagaimana bisa dia melupakan mereka.

Yoona memeluk Sehun dari belakang mencoba untuk menenangkan rasa khawatir Sehun. “Tenang saja sayang.. aku bisa menjaga diriku sendiri. Lagian disana kan ada Minhyuk dan Jiyoung. Mereka pasti menjagaku dengan baik”

Sehun berbalik dan memegang pipi Yoona, “Berjanji untuk tetap baik – baik saja?”

“Tentu saja!” Yoona mengangguk dan tersenyum manis pada lelakinya itu. Mereka berbagi ciuman manis disore hari ketika hari sudah semakin menggelap.

TBC

126 thoughts on “[Series] “Conflict of Love-11”

  1. thorr ini udah setahun dan aku nunggu chapter berikutnya. Kenapa gk dilanjutin. Jangan ngegantung gini 😭😭

  2. wowww…daebak saeng kisah percintaan yg cukup rumit.. yoona sama sehun aja ya saeng…di tunggu kelanjutannya.. fighting..

  3. Kayaknya sehun udah mulai bs nerima yoona yaa??atw ngerasa bersalah karena sempat nyuekin yoona??
    Kai balikan sm krystal kaah??
    Rumiit bener deeh..
    Ngomong2 kai blm tau yaa klo yoona jago dance and baru sehun yg tau..
    Well d tunggu kelanjutannya,, masih penasaran yoona sm syapa nntinya sehun or kai,,sm syapa aja yg penting yoona bahagia…
    Hwaiting saeng,, d tunggu…

  4. Baca ke 3kalinya. . .kpan ini diupdate. . .pingin liat reaksi kai pas tau kalo yo0na jago dance. . Kyk ada keraguan dihati sehun buat yo0na tp sem0ga te2p ending nya yo0nhun. . .

  5. aku harap setelah ini gak ada keraguan lagi di hati sehun buat yoona, semoga endingnya bahagia yah, yoong sama sehun bersatu kan thor ? i hope it🙂 keep writing thor
    jangan lama lama updatenya

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s