Our Marriage

ourmarriage

“Our Marriage”

“GG’s Im Yoona I EXO’s Kim Joonmyeon

Marriage – Angst – Romance

(Ketika pernikahan kita sudah diujung tanduk, apa yang bisa kita lakukan?!)

***

          “Apa anda bersedia menerima segala kekurangannya? Mencintainya sepenuh hati dan menjadikannya sebagai istri sahmu?”

Seorang pria dengan tuxedo hitam nampak terlihat gagah, dia menjawab dengan penuh keyakinan. “Ya, aku siap”

***

          Kim Junmyeon, seorang pria berusia tiga puluh tahunan itu terlihat lebih muram dari sebelumnya. Dia menyesap kopi buatan cafe yang selalu dia kunjungi, dia nampaknya sedang menunggu seseorang. Sambil menatap jam tangan dengan pasrah dia kembali mengutak – atik ponsel miliknya.

Dia ragu.

Akhirnya dengan kemantapan hati dia berani untuk memanggil kontak tersebut.

“Kau dimana?”

“Sebentar lagi aku sampai”

***

          “Ada apa? Kau menganggu jam kerjaku saja..” ucap gadis dihadapannya ini. Im Yoona oh maaf maksudnya Kim Yoona. Ya, dia istri sah dari Junmyeon. Lelaki itu mendesah pelan dan kembali menyesap kopinya. Yoona yang menatap nya hanya diam dan mulai merasa bosan. Dia mengetuk – ngetukan sepatu heels nya keubin dan membuat Junmyeon yang semula bungkam menjadi berbicara.

“Kudengar kau menjalin hubungan dengan Luhan? Apa itu benar?”

Yoona tertohok dan mulai memutar bola matanya kesal, “Kau percaya?” Ini bukan pertama kalinya Junmyeon mengetahui ini, sudah kedua kali sejak dia tak sengaja memergoki mereka duduk berdampingan diruang kantor Yoona. Tidak hanya duduk berdampingan, Yoona memijati kepala Luhan dan Luhan yang tertidur diatas paha milik istrinya itu.

“Menurutmu?” Ah well, Junmyeon tak bisa berdiam diri lagi mau bagaimanapun dia harus bertanggung jawab atas rumah tangganya. “Kau tahu kan? Aku hanya membantunya saja, dia pusing dia kelelahan mengurus project perusahaan kita. Kau ingat kan kau memperkerjakannya untuk itu?” suara Yoona meninggi satu oktaf.

Junmyeon memijat keningnya pelan, dia mencoba menahan amarahnya. Jujur saja, dia selalu kalah karena dia terlalu mencintai gadis dihadapannya ini. “Baiklah.. aku percaya”

***

          Yoona mengatur deru nafasnya disepanjang koridor kantor, dengan senyuman dia menyapa satu persatu karyawan disana. Berjalan berdampingan dengan Junmyeon, berlagak seperti sepasang suami istri yang mencintai satu sama lain. Yoona menggandeng mesra lengan Junmyeon dan beberapa kali membersihkan jas milik suaminya itu.

“Sampai kapan kau akan bertingkah seperti ini?” tukas Junmyeon pada saat tiba didalam kantornya. Yoona merebahkan diri diatas sofa dan sedikit memijat pergelangan kakinya yang nyeri akibat heels  ukuran 17cm itu.

Melihat suaminya yang sedikit kesal, Yoona mengabaikannya. “Sudah kubilang dari awal kan? Aku mau kita bercerai, Junmyeon”

Mungkin kalian bingung kenapa tingkah Yoona seperti itu. Ini semua memang salah Junmyeon seharusnya dia tak menikahi gadis ini. Dia seharusnya tak menjejali wanita ini dengan hartanya yang berlimpah ruah. Dia hanya butuh kasih sayang tulus, well kembali lagi. Karena Junmyeon terlalu mencintainya.

“Aku tak bisa, kau sedang mengandung anakku” ada nada kesal yang Junmyeon lontarkan. Wanita itu tertawa dan mulai mencari minuman untuk menangani sedikit dahaga.

“Kau tidak bisa seperti Luhan.. dia rela mengorbankan waktunya demi aku” lantang gadis itu enteng seperti tak ada seseorang yang tersakiti atas perkataannya. “Dia selalu ada ketika aku butuh, dia selalu memberikan apa yang aku mau”

Junmyeon mencelos, dia bangkit dari duduknya.

“Ah,.. maksudku tak hanya yang aku mau tapi kasih sayangnya. Dia bisa memberikan sedikit waktunya untukku. Lalu kau kemana Tuan Kim? Kau malah bersamanya disini, bersama gadis jalang itu”

Suara gebrakan meja sukses membuat gadis itu berhenti minum dan terlonjak. Kali ini kesabaran Junmyeon sudah habis. Dia tak bisa terus – terusan membiarkan gadis ini merocos tak jelas.

Jessica Jung adalah seorang sekretaris pribadi Junmyeon, yang awalnya adalah Yoona tapi karena suaminya merasa khawatir dia merekrut Jessica yang awalnya hanya seorang pegawai biasa dikantornya. Sekalian berbalas budi karena dia sudah menolong Junmyeon ketika dia hampir saja kehilangan lembaran kertas projectnya.

“Dia bukan jalang, dia orang baik”

Tawa terdengar, Yoona melirik sinis kearah Junmyeon. “Jika bukan karena kau aku tak akan melakukan hal bodoh ini. Aku akan menjadi istri yang baik, yang memasangkanmu dasi, yang memberikanmu sarapan setiap paginya. Tapi apa? Pulang kerumah saja kau jarang bahkan tak pernah”

“Aku tahu mungkin dia lebih memberikanmu kepuasan daripada aku, iya kan?”

Sebuah tamparan meluncur bebas dipipi gadis itu. Si gadis yang merasa marah hanya meninggalkan ruangan itu sambil menjinjing sepatu heels  miliknya. Dan lagi, Junmyeon mendapatkan tekanan batin yang hebat.

***

“Aku harus pulang Jongin, kau urus saja dulu bisa kan?” ujar Suho sambil menepuk pundak adik kebanggaannya itu. “Hyung kau mau kemana?” Kai menimpali ketika melihat kondisi hyungnya yang terlihat down.

“Aku pulang..”

Jongin hanya menatap punggung kakak lelakinya itu dengan anggukan lemah, tumben sekali hyungnya itu pulang. Setau dia, Junmyeon seorang pekerja keras dan tak menumpuk – numpuk pekerjaan seperti ini.

Pada saat melangkah ke meja kantor Jongin melihat secarik kertas dan meraihnya, “Baik – baik kau disana, hyung siapkan chicken fillet kesukaanmu dimeja”  seulas senyum merekah ketika Jongin menatap ke meja sebelah.

***

Rumah yang sebesar istana para raja pun tetap terasa sepi ketika tak ada sosok yang menunggunya pulang diujung pintu. Melihat itu Junmyeon tersenyum miris dan sedikit melonggarkan dasi miliknya.

Ketika langkah pertamanya didalam rumah dia sedikit melirik ke arah dapur. Tak mau menambahkan masalah Junmyeon pergi keatas untuk mandi dan melepaskan penatnya walaupun sedikit. Yoona yang menyadari kehadiran suaminya itu hanya menatap lemas, mungkin tak seharusnya dia berkata kasar seperti tadi.

Junmyeon menuruni tangga dan mendapati satu mangkuk ramen diatas meja makan, mungkin istrinya yang membuatkan dia ramen ini. Mengingat dia yang tidak bisa memasak banyak Junmyeon melahap ramennya.

Yoona datang dengan segelas air teh hangat, dia meletakkan gelas itu disamping Junmyeon yang tetap asik dengan acara makannya. Mungkin suaminya itu memang sudah jengkel.

Istrinya itu terdiam, dia tak tahu harus bagaimana lagi agar Junmyeon kembali ceria. Jujur saja memang mereka saling mencintai tapi seiring waktu berjalan bosan menyinggapi perasaan Yoona dan kini dia malah melirik pria lain yang jelas – jelas pegawai Junmyeon. Seharusnya dia tak melakukan ini, dia tahu ini sangat keterlaluan.

“Yoong..” panggil Junmyeon dan Yoona sedikit kaget dengan panggilan itu. Mau tidak mau Yoona harus menghampiri Junmyeon dan ikut duduk diatas meja makan. “Terimakasih ramennya, dan ada yang harus aku bicarakan”

Kekhawatiran menyelubung dihati Yoona, atmosfer sekitar mendadak berubah menjadi senyap. Hanya suara air dari kran dapur yang terdengar. Dari lantai atas Junmyeon kembali dengan beberapa berkas diatas tangannya.

***

          Pagi ini Junmyeon menemani istrinya membeli ddeokbeokki disekitar kawasan Gangnam. Yoona merasa senang karena setidaknya Junmyeon mau memberikan waktunya untuk dia. “Pekerjaanmu?”

“Tak usah khawatir, Jongin mengurusnya” ucap Junmyeon singkat dan tetap fokus pada jalanan. Yoona merasa bersalah, kenapa suaminya yang dikenal penyabar ini menjadi dingin dan seolah tak peduli pada dirinya. Yoona sedikit mengkoreksi diri, ini mungkin balasan atas kesabaran suaminya. Dia mengeluarkan ponselnya dan mengirimi pesan pada seseorang.

“Aku mau kita berakhir, aku tahu jalanku ini memang salah. Maafkan aku, Luhan” –Kim Yoona

Setibanya ditoko Junmyeon turun terlebih dahulu dan sedikit kebingungan ketika Yoona yang diam didalam mobil. Lantas Junmyeon menghampiri Yoona dan membukakan pintu untuknya. “Menunggu apa lagi?”

Yoona menggeleng lemah.

***

“Ini kan yang kau mau?”

Yoona masih tetap diam tak mau angkat bicara.

Junmyeon membaca kembali isi berkas itu, “Aku akan segera menandatatangani surat ini, jangan khawatir”

“Memang seharusnya dari dulu aku tak menahanmu, untuk apa kita tetap tinggal satu atap jika kita tak saling mencintai”

Disana tertulis jelas bahwa tidak akan ada mediasi itu berarti mereka akan bercerai tanpa adanya usaha untuk rujuk satu sama lain. “Aku akan memberikan waktuku padamu tiga hari sebelum aku menandatatangani surat ini”

***

          “Kau harus mencobanya” bujuk Yoona yang menyuapi Junmyeon sesendok penuh. Junmyeon tak menolaknya dia memakan dan tersenyum. “Enak..” ucapnya dan itu membuat Yoona sedikit lega. Tak ada angin tak ada hujan, Yoona tiba – tiba mengelus pelan punggung tangan Junmyeon.

“Aku minta maaf..”

Untuk pertama kalinya gadis ini mengucapkan kata maaf, Junmyeon yang semula asik dengan ponselnya sedikit melirik dan mengangguk. “Sungguh, maafkan aku” ucapnya mengulang permintaan maaf itu. Junmyeon diam dan meletakkan ponselnya, dia menatap dalam manik mata milik istri yang dia cintai itu. “Aku memaafkanmu, sudahlah”

Yoona merasa putus asa, dan mencoba untuk menerima semuanya.

***

          Junmyeon terbangun lebih dahulu ketika dia menyadari bahwa disampingnya sedang tertidur seorang gadis cantik yang terlihat sangat polos dari biasanya. Dia mendekatkan diri dan menatap inci ke inci wajah gadis itu. Memang tak ada salahnya dia mencintai Yoona.

“Kau sudah bangun?” Yoona terbangun dan sedikit menguap, Junmyeon hanya melipat kedua tangannya dibelakang kepala dan mengangguk. Yoona malah menarik selimut lagi, dia menatap suaminya dalam – dalam karena dalam kurun waktu dua hari lagi dia tak akan bisa menatap wajah tenang yang hanya dimiliki Kim Junmyeon.

Yoona merasakan matanya yang berair dia berbalik dan menitikkan air matanya itu, Junmyeon sadar dan mendengar isakan kecil itu tapi mau bagaimana lagi. Semua sudah terasa percuma untuk dipertahankan.

Junmyeon memilih pergi dari kamar, memakai jaket, membawa kunci mobil dan melesat pergi.

***

          “Aku akan segera mengakhiri pernikahan ini, Jess” Wanita dihadapannya ini kaget bukan main, setau dia Junmyeon mati – matian menolak ketika Yoona menggugat perceraian mereka tapi sekarang?

Sambil mendorong kursi untuk duduk Jessica bertanya – tanya, “Kau serius?” dengan anggukan Junmyeon dia hanya bisa merasakan sedih. Bagaimana juga Junmyeon adalah sahabatnya, dia selalu bertukar cerita apapun tentang masalahnya termasuk hubungan rumah tangganya. Tak ada rahasia diantara mereka terkecuali salah satu rahasia terbesar yang Junmyeon sendiri tidak ketahui.

Junmyeon malah berbalik menatap Jessica yang sibuk melamun, sambil sedikit menggebrak meja dia menyadarkan gadis itu dari lamunan panjangnya. “Apa aku harus menandatanganinya?”

Jessica mengangkat kedua bahunya.

***

          Hari ini hari terakhir yang harus dilalui, karena esok mereka harus siap – siap pergi ke persidangan untuk mengurus surat gugatan cerai yang Yoona buat. Waktu sudah menunjukkan pukul sebelas tetapi Junmyeon belum pulang juga, Yoona yang sedari tadi khawatir hanya menunggunya diruang tamu sambil terus mencoba menelepon ponsel suaminya itu.

Tak ada jawaban.

Setengah jam berlalu Yoona mulai khawatir tapi kekhawatiran itu tak berlangsung lama karena suara mobil Junmyeon terdengar.

“Ah kau, kukira sudah tidur” ucap Junmyeon ketika masuk kedalam rumah dan mendapati Yoona yang berpura – pura mengganti channel tv. Yoona tersenyum dan tetap melanjutkan acara nontonnya itu.

Junmyeon melangkah mendekati Yoona dan merebahkan dirinya diatas paha gadis itu. Yoona tertohok kaget, namun mencoba untuk tetap bersikap natural seperti biasanya. “Oh jadi ini rasanya..”

“Maksudmu?”

“Rasanya ketika Luhan tertidur diatas pangkuanmu” sindiran itu membuat Yoona meringis. Dia merasa semakin tak enak hati, “Ah ayolah..” gadis bersurai kecoklatan itu mencoba untuk mengelak.

Rasa – rasanya Yoona tak tahan lagi, apa dia harus mengatakannya pada Junmyeon bahwa dia dan Luhan sudah tak ada hubungan apa – apa lagi? Tapi, apa dia akan peduli? Apa dia akan menarik kembali surat gugatan itu?

“Baiklah aku harus istirahat yang cukup untuk besok” Junmyeon melangkah tanpa ada beban, mungkin dia memang benar – benar ingin segera bercerai dari Yoona. Yoona tak bisa berkata apa – apa lagi.

Yoona ikut pergi kedalam kamar dan mendapati Junmyeon yang sudah menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut. Yoona lupa kalau Junmyeon tak bisa tidur dengan AC yang menyala. Cepat – cepat Yoona mematikan AC itu atau kalau tidak Junmyeon akan mati karena tidak mendapat pasokan oksigen dengan posisi tidurnya itu.

Yoona naik ke atas kasur dan sedikit menarik selimut kebawah agar Junmyeon bisa bernafas dengan baik, dipandanginya lekat – lekat setiap lekuk wajah malaikat milik Junmyeon itu. Terlintas dalam pikiran Yoona akan senyum manis milik Junmyeon yang akhir – akhir ini jarang dia lihat.

Dengan hati – hati Yoona mengecup pelan kening Junmyeon lama namun tak membuat pria itu terbangun dari lelapnya. “Terimakasih sudah menjadi suami yang baik yang pernah aku punya.. aku merasa bangga, aku merasa aku memiliki suami terbaik didunia ini, seharusnya aku tak melebih – lebihkan. Kau baik, kau perhatian, kau menyayangiku hanya saja aku yang menanggapinya dengan negatif. Maafkan aku Junmyeon.. Aku tak bisa jadi istri yang kau impikan aku tak bisa jadi istri yang kau banggakan, Aku sayang sekali padamu” sekali lagi gadis itu mencium pipi milik Junmyeon dan tidur.

Isakan itu kembali terdengar, Junmyeon yang menyadarinya hanya berbalik dan melanjutkan tidur. Satu buliran bening itu mengalir dibalik mata Junmyeon.

***

          Pagi ini keduanya tak mau bangkit dari ranjang, saling membelakangi tubuh masing – masing. Deringan telepon sudah berdering kedua kalinya, pengacara Park yang sedang sibuk mengurusi surat perceraian akan segera tiba di Pengadilan.

Tapi lihat?

Sang penggugat dan yang digugat malah asik bergelung dengan selimutnya. Tidak, mereka tidak terlelap justru mereka sudah bangun pada pagi hari sekali. Keduanya saling berbalik dan menatap. Ada tatapan sedih yang diutarakan keduanya, mereka tak ingin pisah tapi keadaan yang harus memisahkan.

Junmyeon tersenyum sambil menyelipkan sebagian rambut Yoona kebelakang telinga dia berkata, “Kau cantik sekali pagi ini” sedangkan Yoona mati – matian menahan tangis. “Aku tak mau..” lirihnya dengan nada berat.

“Kemari” ucap Junmyeon mengisyaratkan istrinya untuk berada didalam pelukannya. Yoona mendekat dan mendekap pelukan Junmyeon begitupun Junmyeon. Dia memeluk Yoona dan menciumi puncak kepala istrinya beberapa kali. “Aku juga..”

Seketika gadis itu mendongak ketika sepasang tangan berhasil menangkup kedua pipinya. Menghapus jejak jejak air dimata Yoona dengan ibu jarinya. “Mari lupakan tentang perceraian itu”

Mata gadis beriris coklat itu seketika berbinar, dia mendekap lagi suaminya dan menangis. “Maafkan aku, maafkan aku Junmyeon” cukup membuat Junmyeon merasa sakit hati ketika mendengar isakan demi isakan yang terlontar dari bibir kecil milik Yoona.

“Maafkan aku juga.. tak seharusnya aku ikut emosi dan menandatangani surat perceraian itu”

Keduanya bangkit, saling bertatapan dan menggenggam lengan satu sama lain. Junmyeon menghiraukan deringan ponsel yang beberapa kali terdengar. “Apa kau mau memulainya dari awal bersamaku, Nyonya Kim?”

Yoona lantas mengangguk, “Ya, aku bersedia menghabiskan seluruh hidupku bersamamu Tuan Kim”

Junmyeon mendekat dan mencium manis bibir Yoona, “Janji?”

Dengan satu anggukan dari Yoona mereka semua memulainya dari awal. Memulai hari yang baru menjadi seorang pasangan suami – istri yang saling mencintai dalam susah maupun senang. Menjadi ayah dan ibu yang baik dan suri tauladan bagi calon bayi penerus perusahaan mereka.

END

Huahaha aneh gak sih? Aku lg mood nih mumpung sambil mikirin lanjutan ff “conflict of love” yang masih aku bikin. Lg suka marriage life aja kesannya kerasa gitu haha, ok makasih buat yang udah baca ya!

Kemarin ada yang nanyain kontak aku ya? Kalo kalian emg mau kontak aku kesini aja @tanianvi soalnya kalo bbm terlalu privasi ya J

Maaf kalo jelek dan kependekan karena kesempurnaan cuma milik pencipta;-)

With love,

perfectbaek

80 thoughts on “Our Marriage

  1. ahh manis banget ffnya author^^
    meski deg-degan bacanya takut mereka beneran pisah ehh tapi endingnya bikin senyum gak jelas hehehe🙂 good job untuk authornya deh!!

    tapi masih heran ama hubungan suho-jessica.. -_-
    kalo bisa bikin sequel ya author.. suka banget sama ffnya..
    semangat nulis ff lainnya ya^^
    fighting!!

  2. Daebak thor! Aku nangis bacanya😥
    Buat epep Suho Yoona lagi ya thor. Jarang banget ada couple itu🙂. Kalau bisa setiap bikin epep yang baru couple nya juga dibagi rata biar adil🙂.
    Aku tunggu next epep nya. Fightingg!🙂

  3. Huuffffttt kirain mreka bkalan tetep cerai ,,, tp apa mksudnya ‘Tak ada rahasia diantara mereka terkecuali salah satu rahasia terbesar yang Junmyeon sendiri tidak ketahui’ ?? Trus alesan yoona mnta cerai dr suho krna suho udh gaa perhatian lagi atau krna yoona nyangka suho slingkuh sama sicca ??

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s