(Freelance) Last Love (Chapter 1)

Last Love Poster

Last Love

 

 

 

 

 

  • Main Cast : Im Yoon Ah and Kim Jun Myun
  • Other Cast : Kwon Yuri and Zhang Yixing
  • Genre : Angst
  • Length : Two shot
  • Rating : 13+
  • Disclaimer : Hai readers semua aku author freelance sebelumnya aku sudah pernah membuat fanfic. Dan ini pertama kalinya aku mengirimkan fanficku, aku berharap kalian bisa memahami typo dan ini murni karyaku bahkan aku sudah merombak fanfic ini 5 kali. Dan aku sebenarnya ingin membuat ff ini oneshoot tapi jadinya twoshot karna takut kepanjangan. Happy Reading ^^

 

 

 

“Aku hanya bisa melihat mu dari kejauhan saja,bahkan untuk berbicara denganmu lidahku sangat keluh aku dan hanya bisa menunduk ketika kau mengajakku berbicara atau memandangku”-Im Yoon Ah

 

               

                            

 

                Yoona berjalan menuju perpustakan, kali ini lapangan basket sangat ramai sekali dengan teriakan yeoja yang histeris. Yoona tampak melihat sebentar dia mengembangkan senyum kecilnya, ketika melihat seorang namja memasukan bola itu kedalam ring.

“Tim Exo K sedang latihan ternyata” katanya pelan yang mungkin takkan bisa terdengar karna teriakan murid murid yeoja yang melihat kelima namja tampan itu. Dan Yoona pun melanjutkan perjalanannya ke perpustakan.

 

Yoona tampak mencari buku yang dicarinya untuk bahan pekerjaan sekolahnya, apalagi mengingat tahun ini sebentar lagi dia akan memasuki jenjang yang lebih tinggi.

“Kau mencari apa?” tanya seseorang yang hampir mengagetkan Yoona

“aku sedang mencari buku biologi yang disuruh Songsaenim Kang” ujar Yoona dengan tenang

“Oo aku baru saja mengambilnya, kau mau kuambilkan bukunya?” kata namja itu seperti menaruh perhatian lebih pada Yoona

“Boleh, aku akan menunggu di meja itu” tunjuk Yoona pada meja perpustakaan yang sudah disediakan oleh pihak sekolah

 

Namja itu mengambil buku yang dibutuhkan Yoona, sebenarnya mereka sekelas tapi Yoona adalah anak pendiam. Dan bisa dianggap yeoja misterius disekolahan ini, kerjaan nya saja hanya membaca buku buku dan buku dimana pun. Dia bahkan sangat jarang bercerita kepada temannya, pergi kekantin ataupun hal-hal yang menarik lainnya. Kini Namja itu sudah menndapatkan buku itu dari rak buku paling atas itu, dia pun berjalan kearah yang Yoona tunjuk itu

“Ini bukunya..” Namja itu memberikan buku itu pada Yoona

“Terima kasih Yixing” ujar Yoona dengan cepat-cepat membuka catatannya lalu mengerjakan tugasnya

 

Hati Yixing kali ini sangat senang, baru kali ini Yoona memanggil namanya. Kalian pasti bingung hanya kali ini Yoona memanggil namanya , oh tidak dia sangat pendiam bahkan dia jika berbicara dia jarang memanggil nama orang itu tetapi menggantikannya dengan kata “KAMU” kau harus tau tentang itu.

“Ohya bisakah aku duduk disamping mu?” Yixing tampak kikuk sebenarnya mengatakan itu untuk beberapa saat Yoona diam lalu menjawab dengan anggukan, Yixing pun senang lalu menghempaskan badannya pelan dekat tempat duduk Yoona.

 

25 menit berlalu begitu saja, Yoona masih asik membolak-balikan halaman buku itu untuk mengisi tugas dari guru biologi. Sedangkan Yixing dia tampak sangat bosan, rasanya dia ingin sekali berbicara dengan Yoona. Tapi dia merasa takut, takut akan Yoona tidak menjawabnya sama sekali. Kini, Yoona menutup buku tulisnya dan buku biologi itu. Yixing seketika mengerti Yoona sudah selesai dari pekerjaannya.

“Kau sudah siap? Cepat sekali” Yixing menatap Yoona

“Ah ne aku sudah siap” Yoona bangkit dari tempat duduknya

“Bisakah kau juga membantuku mengerjakan punyaku?” Yixing seolah menahan Yoona,sedangkan Yoona menatap jam yang bertengger di tanganya

“Baiklah, tapi aku hanya memberi tau mu garis besarnya saja”

 

Junmyun masih asyik memainkan gadget nya didalam mobilnya, dia sedang menunggu supirnya yang daritadi belum keluar dari toilet umum dekat sini. Matanya sedikit memicingkan ketika melihat seorang gadis yang satu sekolahnya ani satu kelasnya juga sebenarnya. Gadis itu bekerja di restoran fast-food yang lumayan besar. Junmyun keluar dari mobilnya, kakinya membawanya ketempat gadis itu. Sedangkan gadis itu tak tahu bahwa seseorang mendekatinya, ketika dia membuang sampah keluar.

“Hey” suara itu menyapa pendengaran Yoona,kali ini Yoona sangat terkejut. Dia berfikir keras mengapa Namja didepan ini bisa disini? Ayolah Yoona bahkan kelihatan sangat takut bukan dia malu akan dirinya.

“Kenapa kau tak menjawab pertanyaan ku? Kau bekerja paruh waktu ya?” lanjut Junmyun yang langsung di jawab anggukan Yoona.

“Yoona-ya cepatlah ke dapur banyak sekali pesanan” tiba-tiba seorang yeoja memanggil Yoona, Yoona pun menoleh.

“Aaa kau sedang berbicara penting ya? Cepat bantu aku ya!” ujar yeoja itu lalu kembali ke dalam

“Aku harus bekerja, maaf aku tidak bisa berbicara denganmu lebih lama” Yoona menundukan wajah nya lalu berjalan meninggalkan Junmyun sedangkan Junmyun menghela napasnya panjang melihat gadis itu.

 

Yoona sangat bersyukur Yuri bisa datang tepat waktu tadinya, dia tak ingin Junmyun bertanya lebih banyak. Yoona tak sanggup untuk melihat dan berbicara se dekat itu, bagi Yoona bisa membuat dia seperti orang bisu. Padahal jika dia bisa membawa suasana yang baik, pasti dia akan berbicara banyak pada Junmyun.

“Yoongiee tadi siang siapa namja itu?” Yuri mendekatkan jarak nya dengan Yoona yang sedang makan malam dengan nasi dan omelet.

“Aaa.. diaa.. itu cuman teman sekolahku saja” Yoona tak ingin menatap Yuri takut dia akan mengintrogasinya lebih banyak

“Dia tampan Yoong” spontan saja Yuri mengatakan yang membuat Yoona tersedak

“Hukk..hukk..huk” Yoona segera mengambil air putih disamping piringnya

“Yakk kenapa kau tersedak?” Yuri bingung melihat Yoona sepertinya dia ada apa-apanya dengan namja itu.

“Dia memang tampan dia itu ketua dari EXO-K disekolahku” ujar Yoona pelan

“Ketua geng ya?” Yuri kini menganguk-anguk mengerti

“Tapi, Yoong tadi saat aku melihat matanya . Tatapannya pada dirimu seperti menyimpan rasa loh” celetuk Yuri berjalan ke kulkas mengambil sesuatu

“Kau itu sok tahu sekali” simpul Yoona

“Kali ini aku bukan sok tahu. Kau tahu kan aku calon psikolog” Yuri tersenyum kemenangan pada Yoona. Sedangkan Yoona terdiam didalam hatinya semoga saja itu benar bagaimana tidak Yoona juga menyimpan perasaan pada Junmyun sejak 2 tahun yang lalu.

 

Yoona menyalakan lagu ballad dari handphonenya, lalu dia memasangkan earphone keci itu kedalam telinganya. Yoona baru saja keluar dari Gereja, dia baru saja berdoa. Kini kakinya menuju halte bus,dia tampak menikmati hari minggu yang tak terlalu panas ini. Yoona menaiki bus yang akan membawa ke tempat dimana ia tuju.

 

Sedangkan Junmyun sedang bermalas-malasan di rumahnya, dia sangat bosan hari ini. Rumahnya sangat sepi, orangtuanya sedang berada di luar negeri dengan jangka waktu yang lama. Kakaknya juga sedang diluar kota, mengurusi villa yang dibangun. Terlintas pikirannya untuk menemui Yoona.

“Sebaiknya aku kesana sajaa” Junmyun berkata dalam hati lalu melesat pergi ke kamar mandinya.

 

Untuk beberapa saat Im Yoona berdiri di depan makam ayahnya, sudah hampir 2 tahun ayahnya meninggal. Yoona masih bersyukur, paman dan bibinya masih peduli dengan dirinya. Walaupun Yoona tak tinggal bersama keluarga pamannya dia masih di kirimkan uang sekolah dan kebutuhan hidupnya di Seoul.

“Appa..” Yoona meringsut kebawah kini matanya berkaca-kaca

“Sudah dua tahun appa pergi meninggalkanku, appa tahu aku sangat merindukan appa. Appa sebentar lagi aku akan menyelesaikan sekolah menengah atasku, appa aku akan mencari eomma dan eonnie di negeri paman sam” kini airmata Yoona tak bisa tertahankan lagi.

“Appaaa.. doakan aku supaya aku bisa lulus masuk universitas itu! Aku sangat merindukan kalimat penyemangat appa, aku rindu appa saat menenangkanku disaat hatiku sakit… appa semoga appa bisa mendengarkan ku” Yoona menyeka air matanya

 

Junmyun berjalan kedalam restoran itu lalu duduk dimeja dekat jendela, dia tampak mencari-cari sosok itu.

“Pesan apa tuan?” Yeoja itu mengagetkan Junmyun

“Aaaa..” Junmyun tampak bingung sekarang

“Tunggu, kau yang semalam berbicara didepan bersama Yoona kan?” Yuri membulatkan matanya

“Iya kau betul..” Junmyun mengiyakan saja

Yuri menemani Junmyun di meja teersebut sambil menceritakan tentang Yooan, Ajhussi Sung pemilik restoran yang sangat baik itu mengizinkan Yuri menemani Junmyun lagipula restoran ini tidak terlalu ramai pikirnya

“Jadi kau teman sekelas Yoona ya?” celetuk Yuri ingin tahu

“Iaa, aku teman sekelasnya tapi kami tidak akrab” Yuri membulatkan matanya lalu bersikap biasa saja sekarang

“Yoona memang begitu dia sangat pendiam” Yuri tampak sedih

“Kau terlihat bukan teman biasa bagi Yoona” Junmyun menatap Yuri serius sambil menikmati makanan yang dipesannya

“Ia, aku tinggal bersama Yoona aku sepupunya”

“Apa Yoona tak tinggal dengan Ayahnya, aku pernah melihat Ayah Yoona saat aku masih kelas X”

“Ayahnya Yoona telah tiada akibat kecelakaan saat naik kelas 2, dia cukup tertekan waktu itu sehingga Ibuku meyuruh ku supaya tinggal bersama dia. Sifat pendiam dan dinginnya dia semakin menjadi-jadi karna kejadian itu tapi itu tak berlaku bagiku dia sangat ramah dengan ku karna aku selalu menyemanginya” Yuri tersenyum

“Ohya kau terlihat seperti menyukai Yoona” Sambung Yuri membuat Junmyun terkejut

“Aku bisa membaca pikiranmu aku kan calon psikolog” yang membuat Junmyun tersenyum

“Kau sudah kuliah?” Junmyun menatap tak percaya

“Yaa, aku satu tahun lebih tua dari kau dan Yoona. Aku kuliah tingkat satu sekarang”

“Pantas saja..” Junmyun resah juga,bahkan Sepupu Yoona tau apa yang Junmyun rasakan

“Kau bisa menceritakan perasaanmu tentang Yoona, tenang saja aku akan membantumu” Yuri tersenyum hangat dia menggap Junmyun kini adalah teman

 

Yoona sudah selesai membersihkan makam ayahnya, dia tersenyum lalu membungkuk hormat.

“Appa aku pulang dulu..” Yoona pun berjalan keluar dari tempat pemakaman itu. Disaat bersamaan juga kini seorang namja telah selesai berziarah, namja itu melihat Yoona ia mengusap matanya lagi ia itu Yoona dia tak salah liat lagi.

“Im Yoon ah…” panggilan itu terdengar ketelinga Yoona, yang sontak membuatnya terkejut dan mematung disana dengan matanya yang sedikit bengkak.

 

 

TBC! Gimana ffnya maaf jika tidak bagus dan alurnya berantakan tapi ini hasil karya aku ^^ jadi apapun yang terjadi aku terima🙂 See you in next chap!!!

30 thoughts on “(Freelance) Last Love (Chapter 1)

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s