(Freelance) Love is…Memories

Love is memories

Love is…Memories

by Nikkireed

Casts

Lu Han | Im YoonA

Genre

Romance-Fluff

Yeoja itu baru saja menaruh sebuah kotak kardus dilantai. Lalu ia duduk dihadapan kotak kardus itu dengan kaki terlipat. Celana pendek berwarna kuning ia kenakan sedikit kotor dan kaos putihnya sudah basah karena keringat. Ia mengelap dahinya yang berkeringat dengan pungung lengannya. Rambut coklatnya diikat asal menampilkan sedikit kesan sexy.

Sedangkan namja itu tengah asik mengupas mangga dengan pisau roti yang tidak terlalu tajam. Namja berkaus putih bertulisan ‘FATE’ berjalan ke lemari pendingin dan mengambil sebotol air jeruk peras.

“Ini dia!” Yoona berteriak, menepuk-nepuk kotak kardus dihadapannya. Ia tersenyum pada namja yang sedang asik mengupas di dapur sebelahnya itu.

Luhan mencomot sepotong buah mangga ke dalam mulutnya. “Apa, Yoong?” ia melihat Yoona sedang duduk dilantai memeluk kardus dihadapannya dengan wajah yang lucu. Ia menahan senyum melihat tingkah istrinya.

“Kesini, Lu.” Yoona sibuk membuka kardus tersebut dengan gunting. Tapi ia kewalahan membuka kardus sebesar TV 14 inch itu.

“Sabar.” Luhan memasukkan semua adonan buah mangga ke dalam blender lalu menuang air jeruk kedalamnya. Ia menekan tombol on dan mengaturnya sampai kekuatan medium dan berbalik untuk mengambil dua buah botol plastik dilemari gantung.

Ppalli. Ppalli. Ppalli.” Yoona berseru karena ia tidak bisa membuka kardus itu. Memaksakan Luhan harus terburu-buru membuat juice buahnya.

Luhan menuang juice-nya kedalam botol plastik itu. Lalu mengambil selembar tissue sebelum ia berjalan membawa botol itu ke tempat istrinya duduk.

“Nih.” Luhan bergabung duduk disebelah Yoona dan memberikan botol plastik berisi juice itu. Yoona menghentikan acara membuka kardusnya sebentar dan menerimanya dengan cepat. Ia meneguk isinya.

Orange and Mango. Perfect match!” Yoona berseru, segarnya bisa ia tularkan pada Luhan yang sedang mengelap dahi Yoona dengan tissue.

Luhan meminum juice-nya. Merasakan segarnya buah jeruk dan mangga setelah siang-siang seperti ini membersihkan rumah bersama istrinya.

“Ini apa?” Luhan bertanya setelah menghabiskan juice-nya.

Yoona meletakan botol itu disampingnya lalu kembali meraih gunting untuk membuka kardus itu. Luhan dengan cepat meraih gunting yang dipegang Yoona, “Kau ini! Jangan pegang benda tajam seperti ini, ceroboh.”

Luhan tidak mau mengambil resiko istrinya melakukan hal-hal yang tidak-tidak lagi. Kemarin Yoona tidak sengaja mematahkan kran air dibak mandi dalam kamar mereka, entah dengan kekuatan apa orang seperti Yoona bisa dengan tidak sengaja mematahkan kran air tersebut. Dan minggu lalu ia ingat sekali Yoona tersandung di taman belakang saat ia sedang menyiram beberapa pot bunga alamanda. Dan sekarang ia sedang memegang gunting yang ukurannya cukup besar untuk membuka kardus yang entah apa isi dalamnya.

Luhan dengan mudah merobek lakban yang menutup kardus tersebut. Sedangkan Yoona menunggu dengan tidak sabar untuk membuka kardus itu.

“Ahhhhh!” Yoona kembali berseru. Senyumannya merekah seperti baru saja menemukan harta karun berisi emas batangan.

“INI DIA, LU!” Yoona bersorak kegirangan. Ia mengeluarkan sebuah mahkota plastik berwarna perak dengan berlian biru yang terbuat dari plastik juga ditengahnya. Itu mahkota yang Yoona dapatkan karena sekolah memilih ia sebagai Miss di SMA mereka. Ia memakai mahkota tersebut dan tersenyum indah pada suaminya.

“Panggil aku Princess Yoona.” Yoona menggunakan suara bijaknya lalu tertawa lepas. Suaminya hanya tersenyum melihat tingkah Yoona yang menggemaskan seperti ini.

“Kau ingat ini?” Yoona mengambil beberapa lembar foto. Itu foto kenangan mereka!

Foto pertama, hanya Luhan dan Yoona memakai seragam musim panas. Luhan yang tengah tersenyum dan kakinya menahan sebuah bola, Yoona memakai kacamata disampingnya sedang membawa buku, gigi rata dari senyumannya membuat kesan ceria dari foto tersebut.

Foto kedua adalah foto mereka bersama teman kelasnya,” UGH, aku kangen masa-masa seperti ini, Lu.”

Foto ketiga adala foto kencan pertama mereka, foto yang diambil dari sisi Luhan. Yoona memakai beanie berwarna merah dan sedang makan gulali dan Luhan sedang merangkul Yoona disampingnya. Keduanya terlihat sangat lucu!

Foto keempat adalah foto underwater. Mereka sempat berlibur bersama saat acara kelulusan SMA, foto bersama di dalam air. Semua bergandengan-tangan dan Yoona tidak terpisah dari gandengan tangan Luhan.

Foto kelima adalah foto saat ulangtahun Luhan. Yoona datang pagi-pagi dan mengendap-ngendap ke kamar Luhan – asrama Luhan, ia hanya datang untuk mengantarkan sebuah kue tanpa bentuk. Karena Yoona ceroboh, kue itu sempat terjatuh dan terpental sehingga saat Luhan membuka kotak tersebut, kue itu tidak berbentuk. Tapi Luhan menghargainya dengan mengajak selfie kue tersebut.

Foto keenam adalah gabungan dari beberapa foto yang dibuat collage. 16 foto kecil dalam 1 lembar. Berbagai ekspresi mereka sangat mengesankan. Mereka tersenyum memandangi foto-foto tersebut. “Matamu terlihat tertutup disini, Lu. HAHAHAHA.” Yoona tertawa lepas melihat salah satu ekspresi Luhan dengan menyipitkan matanya dan tatapan galak pada Yoona.

Luhan menunjuk salah satu foto kecil itu, “Heh, lihat mulutmu seperti alligator.” Luhan menahan tawanya saat Yoona melihat foto yang ditunjuk Luhan. Yoona tengah membuka mulut tertawa terbahak-bahak.

“Yak! Kau sedang berbicara pada Princess Yoona.” Yoona memukul tangan Luhan. Lalu kembali mengorek isi kardus tersebut. Luhan membereskan foto sambil tersenyum.

Yoona mengeluarkan sebuah kacamata berwarna coklat dengan telinga seperti kucing dan kumisnya. Ia memakaikan kacamata tanpa kaca tersebut pada suaminya. Ia tertawa sejadi-jadinya melihat Luhan memakai kacamata overcute tersebut. Luhan melakukan aegyo dan membuat Yoona tertawa lepas lagi.

“Kau lucu sekali, Lu. HAHAHAHA. Ini kacamata yang kau beli waktu malam bazaar di sekolah, waktu itu aku menyuruhmu membeli kacamata ini dan memakainya didepan teman-teman.” Yoona menepuk-nepuk pundak Luhan, masih tertawa hingga matanya berair. Luhan hanya menggeleng. Ia ingat peristiwa itu, ketika Yoona pura-pura marah padanya sehingga ia mengancam tidak datang pada acara bazaar di sekolah waktu itu. Luhan ingin meminta maaf dan Yoona menggunakan kesempatan ini untuk mengerjai Luhan. Ia memaksa Luhan membeli kacamata hello kitty dan memakainya di depan semua temannya lalu meminta maaf pada Yoona. Dan Luhan benar-benar melakukan itu.

Lalu giliran Luhan mengambil isi kardus tersebut. Ia mengeluarkan sebuah gantung kunci. Gantungan kunci berbentuk rusa, sepasang. Dengan inisial nama mereka yang dijahit menyatu.

Luhan mengangkat gantungan itu dan menggoyangkannya, memandanginya sedikit lama. “Kau menghabiskan setengah dari uang tabunganmu untuk membeli ini kan, Yoong? Mengaku sajalah.” Sampai sekarang, Yoona tidak mau mengakui bahwa ia membeli dengan mahal gantungan boneka rusa ini. Ia hanya gengsi karena, ia membeli ini ketika ia sedang pura-pura marah dengan Luhan waktu itu. Luhan menahan tawanya.

“Tidak. Aku tidak membelinya, seseorang memberikan padaku.” Yoona mengelak, ia hanya kembali sibuk mengorek isi kardus tersebut.

Luhan tersenyum dan mencubit pipi istrinya, menggemaskan sekali.

Yoona mengeluarkan sebuah kotak cincin. Itu hanya sebuah kotak cincin mainan. Luhan pernah memberinya sebuah cincin yang ia dapat dari hadiah mainan. Dengan bercanda Luhan memakaikan cincin itu pada jari manis Yoona dan berkata ‘Aku akan menikahimu, Yoong.’ Lalu mereka tertawa membayangkan itu.

Dan kenyataanya seperti itu. Pernikahan mereka tidak tegang seperti pernikahan orang lain pada umumnya. Yoona ingat saat ia ingin memasangkan cincin pada jemari Luhan, ia menahan tawa melihat pastur yang memberkati mereka berbicara seperti orang mengantuk. Sehingga cincin itu jatuh. Semua panik waktu itu. Tapi Yoona malah tertawa lepas.

“Aku akan menikahimu, Yoong.” Luhan menggegam tangan Yoona, menatapnya dengan serius beberapa saat. Lalu tawa mereka meledak.

“Karena cincin mainan itu aku berjanji akan menikahimu, dan kenyataanya aku benar-benar menikahimu, Yoong.” Luhan tertawa sekali lagi. Yoona sudah hampir menangis tertawa, membayangkan pastur itu berbicara benar-benar mengocok perutnya.

Yoona mengaduk-ngaduk kardus tersebut lagi. Kosong. Hanya beberapa bekas tiket nonton konser, opera dan film. Yoona merebahkan dirinya dilantai setelah mengeluarkan seluruh isi kardus tersebut.

“Huaahhhhhh. Akhirnya aku menemukan kenangan itu.” Yoona menghela napas merenggangkan otot perutnya. Ia melepaskan mahkota plastik itu dari rambutnya.

Luhan ikut berbaring disebelahnya dan tersenyum memandang langit-langit ruang depannya itu. “Gomawo, Yoong. Untuk kenangannya. Aku benar-benar menikmati setiap moment itu.” Suara Luhan bagaikan angin yang membisik di telinga Yoona.

Luhan menahan tubuhnya dengan kedua sikunya agar ia bisa melihat istrinya itu.

Yoona tersenyum dan meraih wajah Luhan, mendekatkan dirinya lalu mencium bibir suaminya sekilas. “Na do. Saranghae, Luhan.”

END

Dear my readers…….
maaf kalo ff ini gagal bawa kalian ke suasana romance sampe merinding (emg bukan maksud sih) cuma utg proyek ff LOVE IS MEMORIES ini aku ngerjain nya dlm wktu sesingkat2nya haha. 3jam bengong dan terinspirasi dr foto HJstory. Ceritanya aku suka bgt sama HJstory nah aku iseng buka app nya trus ktmu satu foto yg judulnya Love Is…..Memories. Nah dr situ aku kepikiran buat bkin ff. Dan cast nya LUYOON krn aku FAWN akut stadium akhir hahahaha.
maaf juga kalo aku ngerjain proyek ini di selasela serial TRANSPORTER but actually TRP ud ending di storyline aku cuma blm jadwalnya di post.
THANKS FOR READING guys!
XOXO, nikkireed

56 thoughts on “(Freelance) Love is…Memories

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s