I Want a Kiss, Noona

image

Shaquila Present
I Want a Kiss, Noona || Im Yoona, DO Kyungsoo || Romance, Fluff || PG-15
Disclaimer : Mine
Warning : Typo(s), Absurd, dll.

.

.

Dua orang sejoli berbeda gender itu tengah berada dalam satu ruangan. Televisi berukuran 32 inch itu menyala, menampilkan beberapa kartun anime yang berasal dari Jepang iutu. Hal yang biasa ditonton oleh anak-anak. Keduanya juga sibuk menonton—dalam artian berbeda—. Si perempuan yang tengah serius menonton pada satu titik yaitu layar televisi itu dan si lelaki yang sibuk memandangi si perempuan dengan pandangan kesal. Ya kesal, ia kesal karena diacuhkan oleh perempuan yang merupakan kekasihnya selama dua tahun itu. Sebenarnya ada hal lain yang ingin ia sampaikan pada kekasihnya itu, namun sang perempuan malah terus saja mengabaikannya.

Noona” Sudah puluhan kali, bahkan ratusan—berlebihan memang—panggilan itu ia lontarkan pada kekasih. Lelaki yang diketahui bernama DO Kyungsoo itu menajamkan matanya sehingga mata bulatnya itu seperti ingin keluar dari tempatnya. Namun tetap saja, si perempuan—Im Yoona—hanya diam, tetap serius dengan kartun anime nya itu.

Sedikit mengangkat tubuhnya, lalu mengarahkan bibir berbentuk hati miliknya itu pada pipi porselen Yoona, dan sama saja, tidak ada reaksi apapun dari kekasihnya.

Geram karena didiamkan, Kyungsoo akhirnya mengambil remote dimeja yang berada didepannya, lalu ia mengarahkan tombol berwarna merah pada televisi itu, hingga layarnya berubah menjadi hitam.

“Yak!” Yoona berteriak membuat siapapun pasti merasakan pengang ditelinganya. Lihat saja, Kyungsoo pun sampai menutup telinganya.

“Apa yang kau lakukan? Apa kau tidak lihat aku sedang menonton!” Bibir tipis itu mengeluarkan omelan-omelan yang membuat bising ruangan.

Kyungsoo yang tadinya tengah menutup telinga, kini membalikan badan membelakangi Yoona, lalu kedua tangannya ia sedekapkan pada kedua dadanya, bibirnya ia kerucutkan, membuatnya terlihat semakin imut saja.

Air muka Yoona berubah. Bingung. Kenapa tiba-tiba malah membelakanginya? Pikirnya. Tangan rampingnya ia ulurkan untuk menyentuh bahu Kyungsoo. “Kau kenapa?”

Tanpa diduga, Kyungsoo malah menghempaskan tangan Yoona. “Tidak usah pedulikan aku, urusi saja kartun-mu itu.”

Yoona mengerutkan kening mendengar suara ketus Kyungsoo. Tadi baik-baik saja, mereka sedang menonton anime dengan seri—eh tungu-tunggu. Ah Yoona tersenyum, sepertinya tahu apa yang membuat kekasih yang umurnya terpaut tiga tahun dengannya itu marah.

“Kau marah karena aku mengabaikanmu?”

Kyungsoo masih diam, semakin mengerucutkan bibir tebalnya itu. Sudah tahu malah bertanya, cibirnya.

“Kyungsoo-ya, jangan marah. Aku terlalu terbawa suasana tadi dengan kartun itu. Maafkan aku, ya?” Yoona mencoba meminta maaf dengan suara memelasnya itu.

“Kau seperti anak kecil noona, menonton acara seperti itu!” Terdengar cibiran sinis dari Kyungsoo. Yoona mendelik, jika saja bukan kekasihnya, pasti ia sudah merobek-robek bibir menyebalkan itu.

“Ya aku mengaku salah. Jadi maafkan aku, ya?” Ulang Yoona lagi.

Kyungsoo masih diam, tiba-tiba terlintas bayangan-bayangan saat dirinya membicarakan tentang sesuatu hal bersama Jongin. ‘Jika kau ingin ciuman darinya, bepura-puralah marah, lalu saat dia meminta maaf, kau sebutkan saja syarat untuk meminta maaf adalah menciummu.’  Tapi, apakah harus? Jika iya, ini merupakan moment yang bisa ia manfaatkan seperti saran Jongin kemarin.

Kyungsoo membalikan badan, belum membuka suara. Ia membenarkan posisi duduknya, lalu menatap wajah porselen kekasihnya yang terlihat memelas itu. “Noona—”

Seketika Yoona langsung menjawab. “Ya?”

“Aku—aku ingin kau menciumku.”

Yoona diam. Mulutnya sedikit terbuka, matanya membulat juga seperti orang terkejut. Memang terkejut sih, sebenarnya. Badannya terasa kaku, seolah saraf-saraf dalam tubuhnya berhenti bekerja. Cium? Namun tak lama kesadarannya kembali pulih, ia mengerjap-ngerjapkan matanya beberapa kali, dan—

TUK

Kyungsoo, mengusap-usap dahinya ketika mendapat jitakan mentah dari Yoona. Ia meringis, membuat bibirnya semakin membentuk hati saja. “Yak! Noona, kenapa kau menjitakku?”

Yoona mendelik “Kau yang kenapa?! Mengapa kau meminta—ah pasti kau seperti ini karena kau masih bermain dengan Jongin itu, kan?” Yoona memang sudah tahu persahabatan Kyungsoo dengan Jongin. Tapi menurutnya, Jongin adalah pengaruh buruk untuk Kyungsoo. Pernah pada saat itu, saat Yoona dan Kyungsoo sedang bertemu dengan Jongin, ia malah menggoda Yoona dan meminta Yoona untuk menjadi kekasihnya dengan alasan Kyungsoo hanya anak kecil yang tak tahu hal dewasa. Yak! Dewasa apa maksudnya? Bahkan Kyungsoo lebih tua umurnya dari Jongin.

“Aku hanya ingin meminta ciuman dari kekasihku? Apa itu salah!” Bentak Kyungsoo membela diri. Memang sih itu merupakan salah satu alasan meminta Yoona menciumnya, tapi alasan utamanya adalah malu. Ya dia malu karena selalu diejek oleh teman-temannya karena tidak pernah mendapatkan ciuman dari Yoona.

Yoona diam. Baru kali ini Kyungsoo membentaknya. Yoona tidak pernah mencium Kyungsoo karena tentu saja—menurutnya—Kyungsoo masih anak dibawah umur. Belum sepantasnya ia mengetahui tentang ciuman. Tapi kali ini Kyungsoo terlihat marah, jadi apakah itu sangat penting? Baiklah, mencobanya satu kali, tidak apa kan?

Yoona meraih wajah Kyungsoo, membuat pemilik wajah terkesiap. Seketika Kyungsoo langsung menutup kelopak matanya ketika dirasa Yoona juga memejamkan mata dan mendekatkan wajahnya. Hembusan nafas Yoona terasa jelas saat wajah Kyungsoo saat jarak dari mereka benar-benar tipis. Beberapa inci lagi bibir tipis Yoona akan bersentuhan dengan bibir merah Kyungsoo. Namun tanpa diduga, Yoona malah membuka matanya, menatap wajah Kyungsoo yang terlihat sangat siap dengan aksi selanjutnya. Ia seketika tersadar. Tidak, ia tidak bisa melakukannya—belum saatnya—.

Tindakan Yoona selanjutnya adalah, memiringkan wajah Kyungsoo lalu menempelkan bibirnya pada pipi tembam lelaki itu, mengecupnya cukup lama. Membuat Kyungsoo seketika membuka mata. Ia merasa basah dipipinya. Jadi Yoona mencium pipinya? Bukan bibir?

“Noona, kenapa hanya dipipi?” Tanya Kyungsoo ketika Yoona melepas kecupannya.

Kedua sudut bibir Yoona terangkat. Tangannya terulur pada rambut hitam pekat Kyungsoo, lalu mengacaknya sedikit. “Kyungsoo-ya dengarkan aku. Kita tidak seharusnya melakukan itu, maksudku hanya belum saatnya. Nanti saat kita memang sudah dewasa, baru kita melakukannya, arasseo?”

Kyungsoo diam, apakah dirinya memang bodoh? Mendengarkan ejekan teman-temannya karena dirinya tidak pernah berciuman? Oh astaga harusnya dari awal ia tidak mendengar ejekan konyol itu dan tidak menuruti saran gila Jongin.

Kyungsoo mengangguk dan berhambur memeluk Yoona, ia hanya tidak mau Yoona melihat pipinya yang pasti berwarna merah karena malu. “Maafkan aku, noona. Tidak seharusnya aku meminta permintaan seperti itu.”

Yoona membalas pelukan Kyungsoo dan mengangguk. “Iya, aku memaafkanmu.”

Saranghae, noona”

“Nado, Kyungsoo-ya.”

END

Aku gatau mau ngomong apalagi. Ini ff emang kelewat absurd yaa? Alurnya aku juga gimana gitu-_-wkwk yaudahlah~
Like and comment, juseyo🙂

Love,
Shaquila

34 thoughts on “I Want a Kiss, Noona

  1. eh? Gak jd di bibir #plakk #yadongkumat
    tp emang bener sih.. Kyungsoo udah jd anak baik aja, jgn ikut2an yadongnya Jongin

  2. Hahay,,, yg sabar ya Yoong, kamu punya pacar temenan ma Kai sih,,, jadi yaa gitu deh xD
    Kyungsoo masih polos yaa kkk~

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s