(Freelance) Falling in Love

rnaa-copy

Falling in Love

By: Rnaa~

Casts :

Yoona SNSD | Sehun EXO | Yuri SNSD

Jiyeon T-ara | Gayoon 4 minutes | Neun A-Pink|

Soojin Girls Day

Genre : Romance, Friendship

Rate : PG+13

Do : Read, Comment, Like

Don’t : Bash, Plagiarism, Silent Readers.

Sorry for typo, bad story, etc–

This story pure from my imagination.

Jika ada kesamaan cerita, kata-kata dan karakter tokoh dengan cerita lain, itu hanyalah ketidaksengajaan.

 

……

Setiap orang pasti pernah merasa jatuh cinta.

Setidaknya menyukai atau sekedar tertarik pada seseorang.Bahkan anak kecil pun pernah merasakannya.Dan kau tau rasanya? Bulu kudukmu akan meremang ketika dia lewat di dekatmu, pipimu memerah ketika seseorang menyebut namanya, hatimu berlonjak gembira saat kau mengingatnya dan kau tidak bisa berhenti tersenyum seperti orang bodoh ketika kau melihatnya. Matamu tidak pernah berhenti mengikuti gerak-geriknya dan kau kembali mendapati dirimu hendak terbang ketika tidak sengaja tatapan mata kalian bertemu.

            Kau mengetahui dirinya dengan baik, sangat sangat baik malahan.Kau mengenal dirinya lebih daripada sahabat-sahabatnya mengenalnya.Padahal kau bukan siapa-siapanya.

            Kau tau apa hal yang dia suka, apa yang dia benci, apa saja kegiatan yang sedang digelutinya. Kau bahkan tau schedulenya dari pagi hingga malam.Sasaeng fans?Bukan. Kau bukan sasaeng fans yang mengikuti idolamu kemanapun hingga terkadang tingkahmu bisa mengancam keselamatan idolamu. Kau tidak seperti itu. Kau lebih seperti spy  yang menyelidiki dia secara diam-diam dan rahasia. Tidak seorangpun yang tau kecuali dirimu sendiri.Kau mencari informasi diam-diam melalui teman terdekatnya ataupun orang-orang yang hanya sekedar mengenalnya.Kau melakukannya dengan sangat rapi sehingga tidak ada seorangpun yang curiga.

            Kau tidak pernah berhenti mengucapkan terima kasih pada social media yang sudah banyak membantumu untuk mengenalnya lebih baik , untuk mengetahui aktivitasnya, mengetahui apa yang dia rasakan melalui post-an nya dan hal terpenting kau bisa mendapatkan fotonya secara langsung tanpa perlu membawa DSLR besar-besar. Kau adalah salah satu dari sekian ribu followers twitter, instagram, path dan weibonya. Kau lebih dulu mengecek postingan terbaru dari sosmed miliknya dibanding mengecek notification milikmu. Seolah kau akan menjadi orang yang paling kuno didunia ini jika melewatkan sedetik postingan darinya. Kau tidak pernah absen meretweet atau menekan tanda ‘love’ di instagramnya. Dan hal itu hanya sedikit dari sekian banyak perjuanganmu untuk mendapatkan informasi tentangnya.Kau mengenalnya sangat baik meskipun kalian tidak pernah berkomunikasi sekalipun.Meskipun Dia tidak mengenalmu.Bahkan tidak tau adanya dirimu di dunia ini.

Jatuh cinta itu merepotkan bukan?

            Tentu saja tidak jika kau sekelas dengannya, jika kau bisa bertemu dia setiap hari, jika dia pernah menyebut namamu, jika kau bisa melihat tawanya dari dekat, jika dia mengenalmu..

            Kau beruntung jika kau punya sifat berani seperti sahabatku Kwon Yuri.Dia menyukai Kai. Namja berkulit tan yang merupakan ketua ekskul Dance di sekolahku—yang pastinya punya segudang fans yang berlomba-lomba memberinya air mineral ketika ia selesai latihan. Yuri adalah satu dari ratusan orang yang menyukai Kai. Dia sama sepertiku. Kai juga awalnya tidak mengenal Yuri sama sekali. Tapi bukan Yuri namanya jika tidak berjuang sampai ia mendapat apa yang diinginkannya.

            7 bulan yang lalu, Yuri yang tidak punya skill dance sama sekali dengan beraninya mendaftarkan diri di ekskul Dance.  Ekskul yang paling diperhitungkan disekolah.Mereka telah sering tampi di luar negeri dan memenangkan perlombaan.Mereka menari bukan karena minat, melainkan bakat yang telah tertanam sempurna.Dan bisa diduga, ia ditolak mentah-mentah  dalam test putaran pertama (mereka benar-benar selektif dalam memilih member, hingga menyeleksi mereka beberapa kali). Tapi Yuri tidak pantang menyerah. Yuri memang tidak ahli dalam break dance, shuffle dance, hard dance, hakken,urban dance, maupun jumpstyleatau jenis dance lainnya, tapi ia cukup baik dalam balet karena ia pernah memelajari basic balet ketika TK.  Ia membayar guru tari untuk mengajarinya. Ia berlatih tiap saat sampai-sampai prestasi akademiknya menurun drastis. Ia tidak peduli itu. Dia hanya ingin Kai mengenalnya sebagai seorang Yuri yang berbakat, bukan sebagai seorang pecundang yang selalu bersembunyi di perpustakaan sekolah.

            Setelah 3 bulan mendalami balet, Yuri kembali mendaftar and luckily ia diterima. Ia sangat senang terlebih lagi saat itu Kai adalah salah satu dari lima juri ( ia sampai mentraktirku  lunch selama tiga hari berturut-turut di restoran mahal).

            2 bulan sejak masuk ekskul dance ia menjadi sangat dekat dengan Kai, tidak masalah jika dia mulai melupakanku, toh perjuangannya mendapatkan itu sangat besar. Dan tepat sebulan yang lalu ia resmi berpacaran dengan Kai. Dia tidak mengatakannya langsung padaku.Aku mengetahuinya dari gossip yang menyebar dengan cepat seperti virus di sekolah.Sejak saat itu, Yuri benar-benar menjauh.Meninggalkanku sendiri disini.

            Aku tidak sama seperti Yuri. Aku tidak punya keberanian sepertinya untuk mendekati Oh Sehun- senior yang kusukai sejak awal masuk sekolah ini.Aku minder dan tidak percaya diri.Aku dan ratusan fans nya layaknya pasir di gurun. Aku buka mutiara di antara pasir.Aku tidak punya sesuatu yang menarik yang bisa membuatnya melirikku.

                                                            +++

            To : Gayoon

            Text :Gayoon-ah, eodiga? Ayo pulang. Aku menunggu di pos satpam

            Send

 

            Aku menyimpan ponselku ke saku lalu memandangi para siswa keluar dari gerbang.Semakin lama semakin sedikit siswa di sekolah. Aku melihat jam tanganku. Sudah 20 menit dan Gayoon belum juga tiba ataupun membalas pesanku.

            Gayoon adalah teman sekelasku yang rumahnya terletak satu kompleks denganku.Akhir-akhir ini kami sering pulang bersama, sejak Yuri menjauhiku.

            ‘Apa jangan-jangan dia ada latihan basket?’

            Sekolah semakin sepi, bahkan satpam mulai menutup setengah gerbang.Aku mengeluarkan ponsel kembali hendak menelepon Gayoon.Tiba-tiba sebuah tangan menyentak tanganku, membuat ponselku terjatuh.Sedetik kemudian aku merasa tanganku ditarik kuat dari belakang.Membuatku mau tak mau mengikuti tarikannya jika tak mau tanganku patah.

            “nuguseyo? Kalian mau membawaku kemana?”

            Aku mulai ketakutan.Kami berhenti didepan pintu kayu yang tak jauh dari pos satpam.Aku mengenali ruangan ini dari baunya.Ini kamar mandi.Mereka mendobrak pintu lalu menjatuhkanku ke lantai yang licin.Aku meringis kemudian mendongak keatas.Didepan ku ada tiga senior yang sangat kukenali, yah sebenarnya aku mengenali mereka karena mereka popular, bukan karna ada hubungan.

            “Kau Im Yoona kan?” teriak Jiyeon, sunbae ber eye liner tebal.

            Aku tidak menjawab, masih terlalu kaget dengan serangan tiba-tiba ini.Soojin sunbae mendorong bahuku dan melihat name tag ku.

            “Cih, ternyata kau Im Yoona.Apa kau seorang trainee? Apa Ayahmu pengusaha besar?apa ibumu ikut arisan Royal?” tanya Naeun.

            Arisan Royal? Itu arisan khusus orang kaya yang sekali pertemuan bisa menghabiskan biaya jutaan rupiah.Mana mungkin ibuku mengikutinya?Ibuku hanya seorang penjual buah di Myeongdong.

            “JAWAB, APA YANG MEMBUATMU BERANI MENCINTAI OH SEHUN?”Jiyeon berteriak keras.Aku sungguh terkejut.Darimana dia tau?

            Aku mengetahui bahwa Jiyeon sangat mencintai Sehun.Seluruh sekolah mengetahui tindakan agresifnya dalam mendekati Sehun, meski hingga saat ini Sehun hanya menganggapnya angin lalu.

            Beberapa siswi yang ada di kamar mandi langsung berlari keluar  setelah mendengar teriakan Jiyeon. Tidak ada yang mau mencari masalah dengan sang kapten cheers itu. Siswi tersebut menatapku seolah ingin berkata-berani sekali kau melawan Jiyeon, mereka pergi tanpa sedikitpun niat ingin membantuku.

            Sungguh, aku merasa tak pernah berbuat salah apapun kepada sunbaeku ini, apalagi mengatakan mencintai Sehun. Tak ada seorang pun yang mengetahui hal itu kecuali Tuhan, aku dan..

            “Yuri?”

            Rasanya seperti membeku ketika seorang gadis yang sangat kekenal masuk ke kamar mandi.Ia menyeringai kepadaku. Kau penghianat Yul.

            Aku melihat mata Jiyeon melebar, menunjukkan betapa marahnya dia padaku.Gadis yang selalu menyebut dirinya Ny.Oh itu kini menjambak rambutku kuat sampai ke ubun-ubun.Rasanya semua sarafku ikut tertarik.Aku mencoba melepaskan tangannya tetapi Neun dan Soojin menahan lenganku dan mendorongku kuat.Badanku menghantam kerasnya tembok, membuat punggungku terasa ngilu.

            “Ngaku, kau Im Yoona kelas 2-3, menyukai Oh Sehun kan?”

            Ya! Aku menyukainya.Sangat-sangat menyukainya.Salahkah aku menyukainya?  Hanyakah orang famous dan kaya yang  bisa menyukainya? Toh selama ini aku tidak berharap bisa memilikinya.Melihatnya setiap hari saja sudah cukup.Salahkan aku jatuh cinta??

            “Tidak..” bibirku bergetar ketika mengatakan hal yang bertolak belakang dengan hatiku..

            “NGAKU BODOH!”teriak Jiyeon sarkatis tepat di depan wajahku. Sontak aku menunduk.

            “Hei, kau boleh jatuh cinta tapi jangan dengan Sehun.Dia tidak pantas untukmu,” ucap Soojin sambil menumpukkan tangannya di bahuku.

            “Harusnya kau sadar diri, kau itu siapa.Kau tidak sederajat dengan kami.Harusnya kau itu menyukai orang seperti Kyungsoo,” tambah Naeun.

            “Kyungsoo?Weirdo boy yang berkaca mata tebal yang selalu merusak lab kimia dengan eksperimen bodohnya itu?” tanya Soojin dan seketika itu juga tawa mereka bertiga lepas.

            “Atau Chanyeol, si kutu buku yang selalu bersembunyi di perpustakaan? Aku rasa ia hapal semua letak buku disana.”

Mereka tertawa seolah hal itu sangat lucu. Sementara mereka sibuk tertawa, aku melirik Yuri di depan pintu yang terlihat salah tingkah. Ia tidak berani menatap mataku. Jiyeon menyadari apa yang sedang kulakukan. Ia mengikuti arah mataku.

“Ah, Kwon Yuri.Bagaimana ini?Temanmu ini tidak mau mengaku.Atau jangan-jangan kau berbohong kepada kami?”

“Aniyo sunbae.Dia sangat menyukai Sehun, aku bisa bersumpah. Dan satu lagi..” Yuri mendekatiku, “ Aku bukan temannya lagi.”

Aku terkejut. Tidak menyangka dengan apa yang kudengar barusan dari orang  yang sudah kukenal setahun belakangan ini. Orang tempatku mencurahkan perasaan.Orang  yang kupercaya..

            “ Tentu saja, aku akan menendangmu dari klub Dance kalau sampai kau berteman dengan orang seperti dia.”

            Jiyeon mendekatiku.Dia mencekik leherku.

            “Kuperingatkan kau, mulai saat ini kau buang semua rasa cinta bodohmu itu ke Oh Sehun dan satu lagi, kalau sampai kau memberitahu ke orang mengenai perbuatan kami ini, ucapkan selamat tinggal pada orang tuamu. Ara?”

            Aku mencoba mengangguk, tapi cekikannya yang semakin kuat membuat kepalaku sulit bergerak. Ini pem-bullyan

            Bam.

            Pintu yang semula tertutup rapat terbuka cepat.Di daun pintu aku melihat dua orang yang sangat familiar bagiku.mereka berempat ikut kaget. Jiyeon langsung melepaskan tangannya dari leherku.

            “Sehun..  Gayoon.” Ucap Jiyeon terbata-bata.Ia melirik ketiga temannya sebagai kode lalu bergegas keluar dari kamar mandi. Sehun menarik lengan Jiyeon saat ia melewati Sehun.

            “Jika sampai dia terluka, kau tanggung akibatnya.”

            Gayoon langsung menghampiriku yang sudah tertuduk sambil memegangi leher.

                                                            +++

            “Yoona-ah gwaenchana?” tanya Gayoon. Saat ini kami bertiga sedang duduk dibangku taman sekolah. Ya, kami bertiga. Aku, Gayoon, dan Sehun.

            “Gwaenchanayo,” jawabku.

            “Mian, kami datang terlambat.Tadi pulsaku habis hingga aku tidak bisa mengabarimu jika aku ada latihan basket.Saat kami ingin menjumpaimu di pos satpam, kau tidak ada disana lalu kami mendengar teriakan Jiyeon dari kamar mandi.”

            “Gwaenchanayo, setidaknya kau datang sebelum dia membunuhku,” aku tertawa hambar sambil memegang leherku yang masih sakit.

            “Aku beli minum dulu,” Gayoon langsung berlari meninggalkan aku dan Sehun duduk berdua.

            Oh Sehun duduk disampingku? Demi apa, aku rela menukar semua koleksi komikku demi moment ini. Dan penyakit Sehun Syndrome pun muncul.Jantungku berdetak tiga kali lebih cepat, tanganku bergetar, bulu romaku meremang, bibirku kelu, rasanya ada ribuan kupu-kupu terbang di dadaku saat ini.

            “Kamsahamnida.”

            “Mianhae.”Ucap kami berbarengan.Kami tertawa kikuk.Aku melihatnya mengusap tengkuknya.

            “Terima kasih sudah membantuku,” ucapku akhirnya.

            “Jangan dengarkan ucapan mereka.Kau tauYoona?Meskipun ini sekolah modern, tapi tetap memakai kasta secara kasat mata.Siapa yang kaya dan popular dialah yang berkuasa.”

            “Kau sahabatnya Yuri kan?” tanyanya.Aku membelalakkan mataku.Dari mana dia tau?

            “Aku sering melihat kalian bersama dulu,” ucapnya seolah bisa membaca pikiranku.

            “Ya, tapi tadi dia sudah memutuskan pertemanan kami.”

            “Kau pasti terkejut.Tapi percayalah, dia pasti tidak bermaksud melakukannya.Yuri anak baru di Klub Dance, dia dulu hanya siswi biasa yang tidak dikenal oleh kami, para sunbae.Dia melakukannya untuk bisa mendekati para senior dan mendapatkan popularitas dari mereka karena Yuri anak baru jadi sedikit sulit untuk bergabung dengan mereka. Yuri pacar Kai kan? Mereka pasti sudah mengancam hubungan Yuri dengan Kai hingga ia terpaksa membencimu.” jelas Sehun panjang lebar.

            “Aku hanya tidak ingin kehilangan sahabatku satu-satunya,” ucapku.

            “Jadi aku bukan sahabatmu?”

            Aku menoleh ke Gayoon yang  baru saja tiba sambil membawa air mineral.

            “Tentu kau juga. Gomawo.” Aku menerima air pemberiannya.

            “Aku harus kembali ke lapangan, anak-anak sudah menungguku. Latihan tidak akan jalan tanpa ada kapten.” Sehun terkekeh lalu bangkit, sebelum pergi ia menepuk bahuku.

            Aku terkejut untuk kesekian kalinya.Tanpa kusadari sudut bibirku terangkat.Aku memandangi Sehun yang berlari semakin jauh hingga pemandangan ku tertutupi oleh gadis tomboy berkulit putih.

            “Belum puas juga memandangnya? Padahal aku sudah  meninggalkan kalian berdua tadi.”

            Aku hanya tersenyum kikuk mendengar ucapan Gayoon.

            “Kenapa kau tidak bilang kalau kau menyukainya?Kan aku bisa jadi mak comblang kalian. Kau lupa ya statusku sebagai pemain basket terbaik timputri.” Sombong Gayoon.

            “Atau jangan-jangan selama ini kau mendekatiku agar lebih mudah mendekati Sehun.Kau berkata ingin menungguku latihan padahal tujuan mu untuk melihat Sehun?Itu sebabnya kau tak menganggapku sahabat?” selidiknya.

            “Ya, kenapa kau bisa berpikiran buruk seperti itu?”

            “Haha, aku hanya bercanda.”

            “Keundae, kenapa kau tau aku menyukai Sehun?Selama ini aku tidak pernah cerita kepadamu?”

            “Sebelum kami membuka pintu tadi, kami mendengar ucapan Jiyeon.”Ucap Gayoon lalu meminum air mineral yang tadi dibelinya untukku.

“Kuperingatkan kau, mulai saat ini kau buang semua rasa cinta bodohmu itu ke Oh Sehun dan satu lagi, kalau sampai kau memberitahu ke orang mengenai perbuatan kami ini, ucapkan selamat tinggal pada orang tuamu. Ara?”

            Aku mengingat kembali ucapan Jiyeon. Jika Gayoon mendengarnya berarti…

            “Sehun juga mendengarnya?”

            “Tentu saja, kecuali dia punya masalah pendengaran.”

            Aku tercengang.Jadi tadi dia meminta maaf karena merasa bersalah.Dia sudah tau bahwa dialah penyebab insiden tadi?

            Aku menutup wajahku menahan malu.Disebelahku Gayoon tertawa.

            “Sudahlah Yoona, harusnya kau berterima kasih pad Jiyeon karena secara tidak langsung dia sudah memberitahu perasaanmu ke Sehun. Aku latihan dulu.Kau boleh pulang duluan atau kau mau menungguku? Sambil melihat Sehun..” godanya.

            “Andwae!Aku tidak mau bertemu dengannya!” jeritku.

            “Hahaha ..baiklah kalau begitu, annyeong.” Gayoon berlari ke lapangan.

            Aku mendongakkan kepala melihat awan putih halus sepeti kapas dan membentuk lapisan seragam yang luas.Awan alto cumulus.

            Oh Sehun..

            Apakah kau tertarik padaku atau tidak, itu tidak penting..

            Apakah kau menyukaiku atau tidak, itu tidak penting..

            Perempuan sepertiku bahkan tak masuk hitungan bagimu..

            Aku sudah sangat bahagia ketika kau memanggil namaku.Kau bahkan sering melihatku dengan Yuri.Setidaknya kau sudah mengetahui bahwa ada Im Yoona didunia ini.

                                                            END

            FF nya ancur ya? maap. Hehe..

            Oya, aku suka bgt WP ini, karena kita semua mencintai Yoona dan Exo. Ada yang biasa aja dan ada yang Akut, sampai-sampai ga suka Exo dipasangin sama yeoja lain kecuali Yoong.  Kalau kalian masuk yang mana? Kalau aku yang kedua..hhe :p

            Aku ucapin terima kasih bnyak buat kalian semua yg mau ninggalin jejak di FF ku ini.. satu komen dari kalian sgt berharga J

            RCL JUSEYO \(^o^)/

            Salam Olympian        

107 thoughts on “(Freelance) Falling in Love

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s