(Freelance) The Second Kiss

cover drabble The socond kiss 02

[Drabble] The Second Kiss

 

Tintin305

 

.

 

.

 

 

Starring

LIm Yoon-Ah &Oh Sehun

Genre

 

Romance&Fluff

 

Ratting

 

PG -17

 

 

 

.

 

.

happy Reading—

 

 

 

Backsong

 

“4men-purpose song”

 

 

.

 

 

.

 

 

 

“jadi bagaimana?”

 

“bagaimana apanya?”

 

Pupilnya miliknya memutar, bibirnya sedikit mendesis kesal lalu kembali pada fokusnya semula, dimana wanita itu masih terlihat acuh dengannya.

 

“oh ayolah nona Lim! Aku sedang melamarmu, tinggal jawab saja, mau menikah denganku tidak?”

Mata yoona menyipit, merubah ekspresi. menilik pria di depanya dengan sedikit desisan kecil

“ini yang kau sebut lamaran?” ucapnya, lantas irisya berotasi, menatap sekeliling dengan bergidik.

 

Di sini, di tempat yang kini ia pijaki, ada begitu banyak pahatan beton dengan berbagai bentuk, dimana di tengah tertulis nama masing-masing pemilik. sebuah pemakaman umum tepatnya. dan oh.. yang benar saja,

pria itu tengah melamarnya di tengah kerumunan mayat?

 

“aku hanya ingin membuat sesuatu yang berbeda. Bukan masalah kan?” senyuman tulus mengembang dari iris hitamnya. terpercik rasa senang ketika yoona nampak terkikik dengan jawabanya.

 

“baiklah, sepertinya aku tak punya pilihan”

Jemari yoona terulur perlahan menanti sambutan tangan sehun yang hitungan detik itu telah memaut lenganya erat.

 

Tak sampai semenit, Cincin perak telah tersemat manis di jarinya

Sehun memasangnya, dengan tampang yang.. entahlah bahagia mungkin.

 

Heyy, Siapa yang takkan bahagia…

 

Yoona menerima lamaranya, dan itu sangat mengembirakan hatinya. Membina bahterah rumah tangga dengan yoona adalah suatu cita sejak ia muda. dan begitu usia matang menghampirinya, sehun jelaslah tak akan menyiakan waktu yang ada, meski lamaran ini nampak seadanya tanpa embel keromantisan yang melekat di setiap tahapnya,

toh.. pada intinya maksud dan tujuannya tercapai, melamar yoona di depan makam orang tuanya menjadi pelengkap di hari jadinya.

 

“Berhati-hatilah karna sekarang, kau sudah terikat denganku nona Lim..”

 

Tawa khas yoona memecah. kakinya maju selangkah memutus jarak keduanya

 

“kau salah”

 

Lipatan di pertengahan kening sehun serempak mencuat, nampak bingung dengan dua kata yang terucap dari bibir gadisnya.

 

“bukan sekarang, tapi sejak dulu, hatiku sudah terikat denganmu” bisikan kecil itu menyengatnya, seakan aliran listrik telah berhasil melumpuhkan sarafnya, sehun tak bergerak dan membiarkan bibir gadis itu sedikit bergesek dengan kulit pipinya ketika dengan nakalnya, yoona membisikinya.

 

Jika maksud wanitanya ini adalah untuk mengodanya, maka yoona berhasil. karna sehun sudah cukup menahan gejolak dalam diri karna ulahnya.

 

Cup..

 

Oh.. sial!!.  sehun salah.

yoona tak bermaksud mengodanya, wanitanya itu memang ingin memulai sesuatu yang emm.. sedikit intim sepertinya. yang mau tak mau melibatkan sehun untuk menyambutnya.

 

Bibir itu beradu, bermain dalam ritme pelan namun penuh kelembutan. tangan kekarnya tanpa di perintah meraih tengkuk yoona, masih terus mengemulnya.

hingga kisaran menit, keduanya melepas diri, tapi tidak untuk jarak.

nafas yang sedikit memburu itu menerpa permukan kulit, membuat sisian pipi itu menapakkan rona kemerahan.

 

Ini, terlalu mendadak, ciuman panas itu sedikit membuat sehun terkesiap. meski pada nyatanya dirinyalah yang mendominan.

 

Namun meski begitu, Seulas senyum tetap mengukir, menambah kesan harmoni kala kedua mata itu memaut dalam. Tatapan cinta terpancar jelas, sehun dengan segenap cinta yang tercurah hanya untuk yoona, ibarat tunas pohon yang memulai masa tumbuhnya, ibarat dedaunan hijau yang mulai bermetafora dengan bantuan kilasan matahari tentunya, yang pada intinya sangat di butuhkannya. begitupun cinta sehun padanya, terus berkembang dan menjadi pelengkap di setiap asanya berpijak.

 

Yoona?

Oh, tentu saja.. ia juga memiliki rasa yang sama, yang bahkan lebih besar. yoona sendiripun tak yakin bisa mengukur kedalaman hatinya yang sudah benar-benar jatuh pada pesona sehun itu seberapa dalam, yang ia yakini pasti, adalah hati yang sejak dulu terpaut pada satu lelaki.

 

Dan keberuntunganlah untuk oh sehun karna hati yoona telah menggores satu nama miliknya tepat di hatinya.

 

Senyuman itu tak bertahan lama. tepatnya, karna yoona merubah raut yang terpancar nyata itu dengan sedikit kerutan kening, bingung dengan ekspresi sehun yang juga berubah.

 

Sudut bibir sehun melengkung kecil, membentuk smirk andalan yang entah bagaimana, selalu membuat yoona bergidik melihatnya.

 

“w-wae?”

 

“its a second kiss, rigth?”

 

“nde??”

 

.

 

 

.

 

 

.

 

 

Epilog

 

 

Gadis itu tengah serius dengan buku kecil di tanganya. raut wajahnya berubah-ubah, seakan mengikuti tahapan dari tiap bait dalam khiasan tinta yang tertoreh dalam buku yang tengah di bacanya.

 

“apa itu?” sebercik suara seketika mengejutkanya. tubuhnya sedikit terundur ke belakang, menatap kalap kearah lelaki kisaran umur belasan, sama denganya.

 

“apa itu?” ulang lelaki itu lagi, matanya menilik sedikit kearah buku yang yoona sembunyikan di belakang tubuhnya.

 

“b-bukan apa-apa”

 

Mata lelaki itu memicing, tak percaya. detik itu pula di gerakkan cepat tubuhnya mengambil paksa buku dengan corak pink di pinggiranya.

 

“ya! Kembalikan!” yoona memekik, namun lelaki seumaran denganya itu nampak tak perduli.

 

“eihh.. apa ini? first kiss?” ada tawa yang mengiringi ucapanya, yang seketika membuat yoona kesal karnanya.

 

“ Sehun kembalikan” kali ini yoona bangkit dari duduk nyamanya, menyamai tingginya dan berusaha merebut kembali buku itu meski percuma, sehun terlalu tinggi untuk ukuran lelaki seumuranya.

 

dan jika setiap inci dari diri sehun sejak dulu sangat disukainya, rasanya yoona perlu meralat untuk tinggi badanya yang pada akhirnya membuatnya menyerah.

 

“Ya! Kau masih kecil sudah berani membaca ini?”

 

“aku hanya penasaran..”

 

Iris hitamnya itu memperhatikan wajah yoona lamat-lamat

 

Ahh.. Betapa manisnya gadis itu kala memurung seperti sekarang

 

“jadi kau penasaran rupanya..” seringaian kecil terlihat menyembul di sudut bibirnya

 

Sehun memajukan langkah, terfokus pada ranum merah yoona yang merona.

Dan detik berikutnya sukses mendaratkan kecupan manis disana.

 

Yoona diam. terkejut di buatnya.

Matanya mengerjab beberapa saat. kesedaranya untuk sejenak menghilang. di pandanginya wajah sehun yang masih terpaut dekat

 

Ada detak aneh yang ikut memacu jantungnya, iris madu miliknya seakan terpekur menatap pesona sehun dengan senyuman yang seketika membuatnya terpana.

 

“sekarang kau sudah merasakanya, jadi jangan penasaran lagi. Arra…”

 

“ya!!”

 

Fin..

 

 

A/N : Tintin305? Pasti pada binggung ni author nyasar dari mana?. biar jelas ku kenalin diri ajah yah.. saya Tintin umur gk tua-tua amat kok baru juga 18thn.   ni ff pertama yang ku buat dengan pairring yang berbeda karna jujur aku yoonwon shipper cumant lagi nyantol ajah ama abang sehun yang coolnya minta ampun. So aku butuh sekali kritik dan saran dari readers semua^^

                                                     

  1. . ya, Thanks buat admin yang udah mau publishin Drabble absurd ku ini^^

 

…see you next time….

70 thoughts on “(Freelance) The Second Kiss

  1. Daebak!!
    Keren banget thor ff nya!
    Lucu banget, cute ceritanya😀
    YoonHun nya romantis banget😀
    Bagian epilognya lucu😀
    Ditunggu ff YoonHun lainnya thor! (ง•̀⌣•́)ง

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s