Secret (Sekuel of Realize-1st)

secret

Title : Secret (Sekuel of Realize)

Author : Fumi Nakamura

Cast : Baekhyun Yoona

Other Cast : Jonghyun, Lay, Chanyeol, Sooyoung and find by your self

Genre : happy, romance, hurt and find by your self

Length : 2shoot

Rating : 17+

Poster : by @Elevenoliu

Desclaimer : cast bukan milikku tapi ceritanya asli milikku. dont bash. it just fanfiction🙂

hope you enjoy^^

—-

Thank You For Everything

—-

Pagi itu Yoona mengerang pelan, sudah sekitar 4 bulan pasca kejadian-kejadian yang terjadi dikeluarganya. Dari suaminya dan kedua adiknya, ingatan yang masih terukir sangat jelas dikepalanya dan perasaan menyesal mempengaruhinya lagi. Ingat bukan jika dulu Yoona melakukan hal yang sangat kejam pada Baekhyun. Kenapa dia harus menyesal sekarang-sekarang ini? Sebenarnya Yoona sudah menyesal sejak lama, sejak Baekhyun mengatakan bahwa dia mencintainya perasaan lain dalam diri Yoona memang mendorongnya untuk menerima Baekhyun. Cukup senang sebenarnya tapi Yoona berusaha untuk selalu menutupinya. Butuh waktu tentu saja

Oke, lupakan tentang masa lalu kelam dan menyakitkan itu, sekarang lihatlah pasangan itu, tampak begitu nyaman dengan tidur mereka. Hanya Baekhyun sebenarnya sebab Yoona sudah terbangun lebih dulu, ingin beranjak tapi tangan Baekhyun masih melingkar ditubuhnya sedangkan kepala Baekhyun dengan nyenyak bersandar dibahunya. Yoona juga sepertinya belum ingin beranjak, dia terdiam ditempatnya sesekali melirik jam di dinding kamarnya

Girls Bring The Boys Out!

Dering ponsel itu mengubah sedikit posisi Yoona juga Baekhyun yang melepaskan pelukannya, menarik selimutnya lebih tinggi dan beralih membelakangi Yoona. Baekhyun masih ingin tertidur, dia lelah dengan pekerjaan sehariannya kemarin bahkan menyisihkan waktu untuk menelpon istrinya pun tak sempat hingga akhirnya Yoona yang memulai dengan mengirim pesan singkat menanyakan kabar padanya

Gadis porselen itu beranjak dan memasuki sebuah ruangan dipojok kamarnya. Beberapa saat kemudian dia keluar dengan keadaan rapi, suaminya masih saja tetap bergelung dibawah selimutnya, tak ingin bangun rupanya. Yoona hanya tersenyum dan membuka korden kamarnya

“aah! Tak bisakah kau tutup kordennya, Yoong?” tanya Baekhyun yang terganggu dengan teriknya sinar matahari yang masuk melalui celah-celah kecil di korden itu dan membuat mata Baekhyun silau, “Byun sajangnim, kau harus bangun” jawab Yoona mendekat kearah suaminya

Tak merespon Yoona duduk disamping ranjang sambil menggoyangkan tubuh suaminya yang menutup seluruh tubuhnya rapat. Yoona menarik selimutnya menampakkan wajah suaminya yang menurutnya ‘imut’

“kawaii” gumamnya tersenyum kecil, “mwo?” tanya Baekhyun mulai membuka matanya sedikit, “apa yang kau katakan tadi?” tanya Baekhyun lagi, “kau sangat kawai” jawab Yoona tersenyum

“aku tahu” kata Baekhyun kembali menutup matanya, “ya! Baekhyun! Ireona, ini sudah pagi” kata Yoona menggoncangkan tubuh Baekhyun lagi. Tak ada respon, “oh… baiklah, aku berangkat sendiri saja jika begitu” kata Yoona beranjak

“mana bisa begitu” sergah Baekhyun menarik tangan Yoona, “tunggu sebentar, aku akan bangun”

Yoona menatap suaminya tertawa kecil. bagaimana bisa dia memiliki suami yang sangat seimut ini?. Dengan hanya senyuman saja Yoona mengangguk dan beranjak mempersiapkan baju Baekhyun kemudian keluar untuk sarapan.

—-

“kapan kelulusanmu?” tanya appa mereka pada Chanyeol, “sebulan lagi” jawab Chanyeol tak menoleh tetap sibuk pada roti selainya, “aku berangkat” kata Kai mengusap mulutnya sekilas, “ya! Tunggu aku bocah” teriak Chanyeol yang meneguk susu putihnya cepat

“kami berangkat! Annyeong!” teriak mereka hampir bersamaan

“kemana suamimu?” tanya kakek Yoona yang tahu Yoona sendirian keluar dari kamarnya, “masih bersiap-siap, dia lembur semalam” jawab Yoona mengoleskan selainya

Baekhyun datang dengan wajah masih sedikit mengantuk. Bagaimana tidak? Dia meeting dari pagi hingga sore, malamnya yang seharusnya dia sudah pulang justru masih tetap dikantor untuk memeriksa berkas-berkasnya, bisa saja dia meminta bantuan Lay tapi saat itu Lay juga sedang mengerjakan tugas yang dia berikan. Karena sudah terlalu larut Baekhyun membawa berkas-berkas itu kerumah bermaksud mengerjakannya

“kau sepertinya kelelahan, Baekhyun” kata nenek Yoona tersenyum, “gwenchana halmoni” jawab Baekhyun tersenyum dan menerima roti isi dari Yoona. sedikit mengernyit karena hanya dia yang memakan sandwich sedangkan aboenim, haraboeji dan halmoninya hanya makan roti selai

“tenaga tambahan” celetuk Yoona yang tahu tatapan Baekhyun, Baekhyun hanya mengangguk dan langsung melahap makanannya.

Semenjak itu Yoona berangkat bersama Baekhyun, sebenarnya Yoona berulang kali menolak dan memilih berangkat menggunakan bus tapi Baekhyun selalu tak mengizinkannya. Baekhyun mengantarkan Yoona seperti biasanya tak ada percakapan hanya dentuman suara musik yang keluar dari tape di mobil Baekhyun yang menemani mereka selama perjalanan.

“Yoong, Yoong kau sudah tahu kabar tentang Taeyeon?” tanya Kyuhyun heboh yang melihat Yoona baru datang.

Yoona pov

“memang ada apa dengan Taeyeon eonni?” tanyaku tak terlalu menghiraukannya, “jinjayo, hari ini kan dia melahirkan anak pertamananya maka dari itu Suho tak masuk”

“mwo?!” teriakku

“tsk, pelanlah, kau ini seperti mendapat berita buruk saja” cibiir Kyuhyun oppa, aku hanya mendesah pelan, “lalu kemana Hyo—?”

“wae?” potong Hyoyeon eonni yang ternyata baru datang sambil membawa setumpuk kertas coklat yang hampir menutupi wajahnya, “Taeyeon eonni melahirkan anak pertamanya?” tanyaku, “molla, tapi sepertinya iya sebab Suho memberitahuku dia tak bisa datang ke kantor hari ini, tadi saja aku disuruh kerumahnya untuk mengambil berkas-berkas ini” jawabnya meletakkan setumpuk kertas coklat itu, “gila saja bos kita itu, aku hampir menabrak office boy tadi. Kenapa dia tak menyuruh Kyuhyun oppa saja untuk mengambilnya” keluh Hyoyeon eonni, “bersyukurlah mungkin saja Suho akan memberimu gaji tambahan untuk ini” goda Kyuhyun oppa tersenyum jahil

“kau tak ingin menemuinya nanti?” tanya Kyuhyun oppa beralih padaku, “aku ada janji dengan teman SMU ku, jadi tak bisa. Titip salam saja untuk eonni, lain kali aku akan mengunjunginya” jawabku tersenyum menarik kursi dan menyibukkan diriku sendiri dengan semua hal yang bersangkutan dengan kertas dan pensil yang aku pegang sekarang.

Hari sudah beranjak sore, aku merenggangkan kedua tanganku dan teringat Baekhyun. ‘sibuk lagi, eoh?’ batinku tersenyum. Tanganku beranjak mengambil ponselku, berniat mengirim pesan padanya. Hal yang aku lakukan jika dia tak menelponku terlebih dulu

Girls Bring The Boys Out!

“yeoboseyo?” jawabku kaget dan mengurungkan niatku tadi

“hey, kau sudah pulang atau belum? Aku akan menjemputmu”

“ne, aku sudah pulang” jawabku tersenyum

“baiklah, tunggu sebentar”

Aku langsung memasukkan ponsel dan penaku, sedikit bergegas karena jarak perusahaan kami tak terlalu jauh, tak enak bukan jika dia menunggu terlalu lama? Aku sedikit berlari menuju lift tapi sialnya aku lupa mantel merah maroonku segera saja aku kembali dan mengambilnya. Aku tak mau beresiko kedinginan diluar sana. Aku berniat menunggunya dilobi tapi tepat saja ketika aku baru keluar dari lift, orang yang menelponku tadi datang sambil memamerkan senyum merekahnya

“kajja” ajaknya, aku hanya mengangguk membalas senyumannya.

Baekhyun pov

Berulang kali aku memutar-mutarkan kepalaku, menghilangkan rasa pegal yang menggangguku. Aku melirik ponselku, ahh… aku lupa tak menghubunginya tapi kenapa Yoona tak mengirimiku pesan? Biasanya jika aku tak menghubunginya dia akan langsung mengirimiku pesan. Aku langsung memebereskan pekerjaanku dan pulang, aku ingat tadi dia memiliki janji dengan teman SMU nya jadi aku tak perlu menjemputnya. Agak sedikit aneh menurutku tapi aku segera membuang pikiran negatifku.

“selamat sore, sajangnim” sapa beberapa karyawan yang juga akan pulang, aku hanya mengangguk tersenyum

“hey” panggil seseorang menyentuh pundakku, aku menoleh, ternyata Lay, “kau tak menyadariku?” tanyanya, “kau ini, aku tak tahu jika dibelakangku itu kau” jawabku tertawa kecil, “bagaimana kau dan istrimu?” tanya Lay. Oh iya, Lay tahu semua tentangku dan Yoona

“kami baik-baik saja” jawabku tersenyum, Lay terlihat penasaran tapi dia memilih tersenyum penuh arti tanpa bertanya sedikitpun, “syukurlah, aku senang mendengarnya” jawabnya menepuk pundakku, “kau ingin langsung pulang?” tanyanya, aku mengangguk, “aku cukup lelah beberapa hari ini, para investor sedikit mengeluh jadi aku harus memeriksa beberapa berkas” jelasku, dia hanya mengangguk tersenyum

Tiing

“sampai jumpa besok!” kata Lay berjalan lebih dulu. Beruntung aku memiliki sahabat sepertinya. Aku bergegas kemobilku, diperjalanan aku kembali teringat Yoona, kenapa wanita itu tak menghubungiku? Dia sibuk, tentu saja.

Sesampainya dirumah aku langsung merebahkan tubuhku, bau parfum Yoona yang menempel diranjang membuatku tak ingin beranjak. ‘kau harus membersihkan tubuhmu, tuan Byun’ seseorang dari dalam pikiranku mengatakan hal itu padaku. aku langsung beranjak membersihkan diriku. Setelah selesai, aku tak langsung tidur melainkan membuka kembali laptopku, mengerjakan beberapa pekerjaan yang aku anggap tadi kurang.

1 jam kemudian

Ckleek

“aku kira kau sudah tidur” kata Yoona melongokkan kepalanya, tersenyum, “aku belum selesai dengan pekerjaanku” jawabku tersenyum. Dia ikut duduk bersamaku di sofa, menyenderkan kepalanya kebahuku. “mandilah setelah itu istirahatlah” kataku, dia mengangguk mengangkat tubuhnya dan beranjak menuju kamar mandi. Aku langsung kembali menyelesaikan pekerjaanku.

“Baekhyun!” panggilnya, aku mendekat, “waeyo?” tanyaku ketika sampai didepan pintu, “ahh… tak jadi” jawabnya, “yakin?” tanyaku, “nee” jawabnya mantap. Aku kembali kesofa menutup laptopku dan memainkan ponselku

Ckleek

Omo!

Author pov

Setelah menutup laptopnya Baekhyun beralih memainkan ponselnya, dia belum berniat merebahkan dirinya. Menunggu Yoona lebih baik bukan?

Ckleek

Baekhyun menoleh ketika pintu itu terbuka dan OMO! Mata Baekhyun seketika membulat melihat apa yang ada didepannya sekarang, dia berusaha menelan salivanya tapi apa daya jika dia merasa salivanya justru tersangkut ditenggorokannya dan dia merasa dahinya mulai berkeringat. Yoona, dia keluar dengan menggunakan kemeja putih milik Baekhyun yang panjangnya hanya sampai tak lebih dari seperempat kaki panjangnya dengan baju seperti itu tentu saja membuat wajah Baekhyun panas dan menegang. Yoona tak pernah memakai pakaian seperti ini sebelumnya dan dengan pakaian itu tubuh Yoona terekspos sangat jelas dimata Baekhyun

Glek

“kenapa?” tanya Yoona bingung yang melihat raut wajah Baekhyun yang menegang, “err…an—aniyo” jawab Baekhyun menggelengkan kepalanya dan menunduk, kembali memainkan ponselnya, “mianhe, aku menggunakan kemejamu, aku lupa tak membawa bajuku” jawabnya menunjuk lemari tempat bajunya, “gwen—chana” jawab Baekhyun tak mengangkat wajahnya sama sekali. Gugup tentu saja

“kenapa? Kenapa kau aneh?” tanya Yoona yang ternyata sudah duduk didekat Baekhyun, seketika itu juga bukan hanya wajah Baekhyun yang memanas tapi tubuhnya juga ikut memanas, salivanya justru semakin sulit untuk ditelah olehnya, berkali-kali dia menormalkan detak jantungnya. “Baek!” panggil Yoona setengah berteriak tapi Baekhyun tak merespon sedikitpun, tatapan matanya lurus tak menoleh kearah Yoona, “ash! Jinja, kenapa kau malah menjadi robot seperti ini?” dengus Yoona beranjak dari sofanya berniat mengganti bajunya

Greeep

“eh?!” kaget Yoona terlonjak tapi dia diam saja ketika kekagetannya tadi sudah hilang, Baekhyun memeluknyaa. “waeyo?” tanya Yoona bingung, Baekhyun tetap tak menjawab, “Baek, aku ingin mengganti bajuku, bisa kau lepaskan?” tanya Yoona lagi

Tetap tak menjawab, Baekhyun menundukkan kepalanya ke bahu Yoona, menghirup wangi istrinya dalam-dalam sambil sesekali menciumnya. Yoona hanya diam saja, mereka tetap dalam posisinya beberapa lama hingga Baekhyun memutar tubuh Yoona hingga pandangan mereka saling bertemu. Nafas Baekhyun berderu, jantungnya berdetak sangat cepat, dia menatap Yoona dengan tatapan datarnya sedangkan Yoona hanya bingung melihat kelakuan suaminya. Beberapa detik kemudian Baekhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Yoona dan mencium bibirnya, awalnya pelan tapi lama kelamaan ciuman mereka menjadi panas, salah satu tangan Baekhyun menarik pinggang Yoona agar semakin mendekat begitu juga dengan Yoona yang mulai mencengkram dada Baekhyun.

Yoona hampir kehabisan nafas dan Baekhyun tahu itu, dia melepaskan ciumannya dan berganti turun ke leher milik Yoona. Yoona diam sambil menutup matanya rapat, berulang kali dia mencengkram leher suaminya hingga dia merasa Baekhyun mulai mendorongnya hingga dia  jatuh keranjangnya dengan posisi Baekhyun diatasnya. Baekhyun tak tersenyum, dia masih berusaha menormalkan kelakuan liarnya tapi ketika melihat Yoona tersenyum, Baekhyun sedikit luluh. Yoona sadar jika pakaian yang digunakannya sekarang membuat Baekhyun melakukan hal seperti tadi. Ini kali pertamanya? Tentu saja

“aku bersumpah, jangan gunakan pakaian seperti ini lagi” kata Baekhyun tetap dalam posisinya, Yoona tersenyum mengangguk. Setelah itu kembali Baekhyun kembali mencium bibir Yoona dan tangannya mulai teralih pada kemeja yang melekat ditubuh Yoona—uhuuk*saatnya bagi readers untuk berkhayal sesuka hati*

Keesokan paginya Yoona mengerjapkan matanya seperti biasa, tubuhnya sedikit pegal tapi ketika dia merasakan tangan suaminya yang seperti biasa melingkar ditubuhnya dia mengingat kejadian semalam. Pertama kali dalam hidup mereka. Wajah Yoona bersemu merah, dia menarik selimutnya agar menutupi wajahnya. Yoona beralih menatap Baekhyun yang masih nyenyak ditidurnya. Yoona mendekatkan wajahnya dan mencium Baekhyun sekilas

“jangan bangun dulu” pinta Baekhyun masih dengan mata tertutup, “aish… kau sudah bangun rupanya” kata Yoona. Baekhyun membuka matanya pelan, menatap istrinya tersenyum dan kembali mencium Yoona lembut

Yoona beranjak dan memakai kemeja putih Baekhyun yang dipakainya tadi tadi malam. Yoona melihat tatapan dirinya dicermin kamar mandi dan perih, bibirnya perih. Baekhyun menggigitnya terlalu keras dan—kiss mark?!

“aish” gumam Yoona.  Yoona mengusapnya dengan jari telunjuknya dan kemudian menyalakan shower.

Baekhyun dia tetap berbaring diranjangnya, perlahan dia bangun dan memakai kaos putihnya lagi. Dia begitu tak menyangka dia bisa sampai seliar itu tapi itu semua kesalahannya, jika saja dia tak lupa melemparkan kemeja putihnya di bak pakaian kotor mungkin Yoona tak akan memakainya dan sekarang dia masih bergerumul dengan pikirannya semalam

‘oke, Baekhyun, tenanglah. Kau sangat lumrah jika kau melakukan itu’ batin Baekhyun yang kemudian dia tersenyum-senyum sendiri mengingatnya, “dia sangat cantik, bahkan lebih cantik ketika aku melihatnya dari jarak seperti tadi malam” gumam Baekhyun.

“hey, kau masih ingin berdiam diri terus didalam sana?” tanya Yoona yang ternyata sudah duduk manis di meja riasnya, “kau sudah selesai?” tanya Baekhyun beralih dari pikirannya, “seperti yang kau lihat” jawab Yoona. Baekhyun turun dan langsung mandi

‘apa yang akan aku lakukan di hari libur seperti ini?’ batin Yoona menata rambutnya, ‘ah! Taeyeon eonni!’ batinnya lagi ingat dengan eonni kesayangannya itu. segera saja dia mengganti pakaiannya, ternyata Yoona cepat melupakan kejadian semalam yang menimpanya. Baekhyun yang baru saja keluar bingung mendapati istrinya tengah rapi dengan dandanannya

“kau mau kemana?” tanya Baekhyun mengeringkan rambutnya dengan handuknya, “er—tunggu sebentar” jawab Yoona sambil merapikan tatanan rambutnya

“nah… aku ingin mengunjungi Taeyeon eonni. Kau sudah diberitahu Suho oppa tentang anaknya yang baru saja lahir?” tanya Yoona

Baekhyun menggeleng, “Suho hyung tak mengatakan apapun padaku, padahal kemarin aku baru saja menelponnya”

“jinja? Aku juga baru tahu kemarin karena Kyuhyun oppa yang memberitahuku, mereka mengajakku pergi bersama tapi aku sudah punya janji dengan orang lain jadi aku menolak dan ingin menjenguk eonni sekarang” jelas Yoona

“kau bisa ikut?” tanya Yoona, Baekhyun mengangguk, “tentu saja” jawabnya tanpa pikir panjang.

Setelah sarapan mereka bergegas pergi, sebelum pergi ke kediaman Suho Yoona sempat mampir ke sebuah toko untuk memberikan sesuatu pada Taeyeon. Sebagai tanda ikut bahagia dengan kelahiran anak pertama mereka

“apa yang akan kau berikan padanya?” tanya Baekhyun, “aku sudah memiliki sesuatu yang aku pikirkan tadi dan sekarang aku akan membelikannya untuk Taeng eonni” jawab Yoona berjalan meninggalkan Baekhyun.

Baekhyun pov

Aku mengikutinya belanja untuk memberi hadiah pada Taeyeon noona, aku tak tahu apa yang akan diberikan Yoona pada Taeyeon noona dan Suho hyung, aku sedikit malas menanyakannya. Sedikit lelah juga ternyata mengikuti seorang wanita berbelanja. Beberapa kali aku menghela nafas kecil agar Yoona tak mendengarnya. Well sebenarnya aku sangat tak suka menemani wanita berbelanja, apalagi jika wanita itu seperti eommaku

“jika kau lelah kembalilah ke mobil, aku akan kesana setelah selesai” katanya yang membuatku terlonjak kaget. Bagaimana bisa dia mengetahuinya?

“jangan kau pikir aku tak bisa mendengar desahan kecilmu itu” lanjut Yoona tertawa kecil, “aniyo, aku akan menunggumu” jawabku mantap.

Setelah mereka menjenguk Taeyeon, aku mengajaknya ke sungai Han. Aku belum berniat keluar sedangkan Yoona sudah berlari keluar ketika aku memberhentikan mobilku. Aku tersenyum melihat tingkah Yoona

Girls Bring The Boys Out!

Aku melirik ponsel di dasbor mobilku, ponsel milik Yoona, aku berniat mengambilnya ingin memberikan ke Yoona tapi ketika melihat Yoona berada di jarak yang cukup jauh, aku mengangkatnya lebih dulu. ‘Burning’ itu nama yang tertera diponsel Yoona

“hey, deer, kau dimana?”

“…”

“aku sudah menyiapkannya, besok saja kita bertemu. aku juga sedang sibuk sepertimu” lanjutnya

“…”

“deer?” panggilnya

Aku langsung tersadar, ‘Burning’? apa namanya memang Burning? Dan dia seorang namja? Apa yang tengah dilakukannya? Dan ‘Deer’?

“hey, Yoong? kau masih disana bukan?” tanyanya sekali lagi terdengar khawatir

“mianhe, ini bukan Yoona tapi suaminya” jawabku dingin, lelaki disebrang telpon itu ber-oh panjang

“akan aku berikan pada Yoona” lanjutku, “aniyo, tak perlu, aku akan menghubunginya lagi nanti jika dia sudah tak sibuk” jawab lelaki itu memutus teleponnya. Aku menatap malas kearah Yoona, entah kenapa aku merasa kesal setelah namja tadi menelpon Yoona apalagi nama yang tertera bukan nama aslinya dan lelaki itu memanggil Yoona dengan sebutan ‘deer’

“waeyo?” tanya Yoona yang ternyata sudah didekatku, tentu saja aku sedikit kaget. Wanita ini selalu melakukan hal yang membuatku kaget terus-menerus, contoh saja dia sering muncul tiba-tiba. Aku menggeleng pelan dan memberikan ponselnya, “tadi seseorang menelpon” kataku pelan, dia mengeceknya sesaat dan melemparkannya ke jok tempatnya duduk tadi. “kajja” ajaknya tersenyum

Dan aku kembali luluh lagi, pikiran negatifku tentang siapa lelaki tadi hangus begitu saja. Sebenarnya aku sering melihat bahwa kontak tadi menelpon Yoona, hanya saja aku diam saja. Mungkin saja itu temannya bukan? atau teman SMU yang sering diceritakannya?. Aku sebenarnya juga ingin bertanya siapa teman SMU nya itu tapi selalu kuurungkan niatku karena aku selalu merasa tak enak jika menanyakannya

“Baekhyun, kenapa melamun terus?” rengeknya bergelayut ditanganku, aku menatapnya tersenyum, “tak ada apa-apa” jawabku ikut tersenyum

Kami berdiri disana cukup lama, tapi Yoona tak mengeluh lelah sedikitpun jadi aku hanya diam ikut menikmati semilir angin yang menerpa wajah dan tubuhku, melupakan sejenak apa yang aku pikirkan tadi. Yang ingin aku tegaskan sekarang hanya, Yoona adalah milikku

“kau tak lapar?” tanya Yoona mendongak kearahku, “kau sendiri?”  tanyaku kembali sambil menyisipkan rambutnya kebelakang telinganya, “aku bertanya padamu” jawabnya, “baiklah, kita makan dulu” ajakku menarik tangannya meninggalkan sungai Han yang tenang itu

Ya… kenanganku bersamanya dulu dan ingatanku kembali pada sosok adikku yang sekarang berada jauh disana. Terima kasih kau melepaskannya untukku. Aku akan menepati semua janji yang aku buat.

Aku mengajaknya ke restoran tempat aku dulu melamarnya, dia menatapku singkat ketika aku berhenti didepan restoran itu dan aku mendengarnya menghembuskan nafasnya pelan. “gwenchana?” godaku, dia hanya menggeleng, “aku lapar” jawabnya melenggang masuk lebih dulu

‘selamat datang kenangan lama’ batinku menatap bangunan didepanku tersenyum.

“aku sungguh tak senang karena kau sering mengajakku ketempat-tempat seperti tadi” kata Yoona disela makannya, aku hanya tersenyum mendengarnya, “aku tak ingin kau melupakan semua kenanganmu bersamaku dan juga bersama Sehun” jawabku melahap daging yang baru aku iris

Dia berhenti mengunyah makanannya, “salalu seperti itu” sahutnya malas, aku kembali tersenyum. “jangan lupakan kenangan bersamanya bagaimanapun juga jika dia tahu ini semua dia akan sedih”

“ayolah Baekhyun, aku benar-benar tak ingin membahas masa lalu” kata Yoona menautkan kedua alisnya sebal, “justru aku senang dengan kenangan-kenangan itu, membuat kita belajar lebih banyak” jawabku

Girls Bring The Boys Out!

“yeoboseyo?” jawab Yoona cepat

“…”

“sibuk? Tidak, waeyo? Eh… kau tadi menghubungiku ada apa?” tanya Yoona

Aku meletakkan alat makanku dan menatapnya malas, ternyata namja tadi yang menelponnya, kembali pikiran burukku muncul, ada sedikit perasaan tak rela yang menyelimutiku. Ayolah, Baek, mereka mungkin hanya teman lama yang tidak bertemu. bukankah itu lumrah? Aku dulu juga mempunyai nama panggilan khususku sendiri ‘Bacon’

“kirim lewat pesan saja, besok aku akan datang” balas Yoona tersenyum senang dan menutup teleponnya

“nugu?” tanyaku penasaran, “teman SMU ku” balas Yoona singkat dan kembali sibuk dengan makanannya, “ada apa memangnya?” tanyaku lagi, “tak ada apa-apa” jawabnya cuek

Menyebalkan, sungguh!.

Author pov

Setelah selesai makan Yoona mengajak Baekhyun pulang karena dia merasa mengantuk. Sesampainya dirumah Yoona langsung tidur sedangkan Baekhyun beranjak mengambil foto album pernikahannya yang disembunyikan oleh Yoona

‘kenapa dia menyembunyikannya? Aku memang senang sekarang tapi tak tahukan jika dulu aku benar-benar merasa tertekan?’ batin Baekhyun, “yeppo” gumam Baekhyun

“gumawo”

Baekhyun langsung menoleh, dia mendapati Yoona dengan mata masih tertutup mengatakan hal tadi. “kau belum tidur?” tanya Baekhyun menatap istrinya, Yoona menggeleng, “aku tak bisa tidur padahal tadi aku sangat mengantuk” jawabnya

Baekhyun tersenyum kecil, dia menutup foto album tadi dan meletakkannya di meja sebelah ranjangnya. Dia ikut menyelipkan tubuhnya kedalam selimut seperti Yoona, Baekhyun mendekat kearah Yoona, menariknya agar menghadapnya dan memeluknya, “sekarang tidurlah” kata Baekhyun, Yoona terdiam beberapa saat, kemudian dia mengangguk tersenyum.

Seperti biasa Baekhyun bangun setelah Yoona bangun, biasanya Baekhyun akan mendapati Yoona masih berkutat di meja riasnya tapi ini berbeda, kamarnya tampak sepi dan dia menemukan secarik kertas di mejanya

“aku berangkat lebih awal. Ada beberapa urusan yang harus benar-benar aku kerjakan”

Baekhyun mendesah kecil dan bergegas membersihkan dirinya.

—-

“Yo! Baekhyun!” panggil Lay tersenyum lebar pada sahabatnya itu, “lama tak bertemu denganmu” lanjutnya, “bagaimana pekerjaan Busan?” tanya Baekhyun

“beres! Tender, kita yang menang” jawab Lay menaikkan jempolnya tersenyum bangga, “kau benar-benar hebat” kata Baekhyun tersenyum, “kau jauh lebih hebat” puji Lay, “aish, kita berdua memang hebat” jawab Baekhyun tersenyum

“kau ingin makan siang?” tanya Lay, Baekhyun mengangguk

“mau makan siang bersama? Aku baru saja diberitahu temanku bahwa dia bekerja di restoran yang makanannya sangat enak dan menyuruhku untuk mampir kesana” tawar Lay, “sepertinya menarik” jawab Baekhyun menyetujui.

Mereka berdua berjalan gontai menuju resotan dengan desain minimalis yang sangat menarik dan sesuai dengan keadaan lingkungan sekitarnya

“hey, Xiumin!” panggil Lay tersenyum, “whoah… kau datang dengan—?”

“ini Baekhyun, bosku” kata Lay memperkenalkan Baekhyun, “sebenarnya aku temannya bukan bosnya” sergah Baekhyun tersenyum, “aniyo dia bos yang merangkap sebagai temanku” ralat Lay, “ahh.. begitu, aku Xiumin” jawab namja itu tersenyum sambil menyerahkan buku pesanan.

“eottoke?” tanya Xiumin yang ikut menggeser kursi dan duduk dengan Baekhyun dan Lay, “mashita” jawab Lay tanpa menoleh

“hahaha”

Terdengar gelak tawa yang cukup keras direstoran itu tapi tak ada yang mempedulikannya dan tetap bergegas dengan makan siangnya, sebab istirahat makan siang hanya 2 jam, itupun jika tempat kerja mereka dekat. Berbeda dengan Baekhyun yang memilih tempat makan cukup jauh dari perusahannya karena Lay yang mengajaknya. Suara tawa itu kembali terdengar, Baekhyun menajamkan pendengarannya, alih-alih jika gendang telinganya sedang mengalami gangguan pendengaran karena menurutnya dia tahu siapa pemilik suara dan tawa khas ini

Baekhyun mengambil ponsel disakunya dan menjadikannya sebagai pantulan cermin agar bisa melihat siapa orang yang memiliki tawa seperti itu

‘Yoona?!’

TBC

annyeong chingu… kembali lagi habis lebaran dan ini baru aku post sekarang.

pertama nyelesaiin FF yang realize itu seneng banget tapi waktu aku baca komennya banyak yang minta sekuel sama ada juga yang protes karena endingnya kurang ada yang menikmati dan ada yang nggak ngefeel banget buat para readers. aku minta maaf sebelumnya:)

yah… jujur aja ini pertama kalinya aku buat sekuel. waktu banyak yang komen minta sekuel aku langsung buka word dan ngetik-ngetik nggak jelas gitu biar dapet idenya dan akhirnya berhasil. dan nggak tau ini udah ngefeel apa belum buat para readers yang pasti aku akan berusaha buat ngepuasin para readers semua.

minal aidzin wal faidzin juga yaa… mian kalau aku banyak salah, banyak kata-kata yang nggak enak, buat kalian semua jadi sebel atau marah?/ mungkin sama aku. aku cuma manusia biasa😀 *yaelaah xD*

oke annyeong!!!

tumblr_mh7063YMzg1qg6qnso1_r1_250

😀

63 thoughts on “Secret (Sekuel of Realize-1st)

  1. Ahh padahal aku belum baca Realize😀
    Tapi gak papalah entar nyusul bacanya boleh kan thor🙂
    Jangan sampe Yoong eon selingkuh, tapi menurutku mereka cuma temen🙂 cowok misterius itu Jonghyun(?) CNBLUE kah? *soktau._.*
    Aku tunggu kelanjutanya . Fighting!!

  2. burning itu jonghyun kan? aahh andwae yoona jgn terlalu deket sma jonghyun. baekhyun pasti nanti cemburu..
    lanjut author🙂

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s