(Freelance) Forget and Sorry (Chapter 1)

cover forget and sorry yoonhun copy

“Forget And Sorry”

 

Created By Floklemond Vifasha | Im Yoona ( Yoona SNSD )

Oh Sehun (Sehun Exo K) | Hwang Mi Young ( Tiffany GG ) | Xi Luhan ( Luhan Exo M )

Romance, Family, Marriage Life,Conflict,AU | 15- | ThreeShoot ( 5000+Words)

 

Disclaimer : The Cast Is Belong To God. I Just use Their Name to My Story. The Story is PURE Mine. It is PURE from my IMAGINATION. DON’T BE PLAGIATOR!!!

 

SIDERS!!! GO AWAY!!

 

Sorry for Typo(s). Kesalahan tanda baca, dan mungkin alur ceRita yang kurang disukai readers.

 

Di Publish juga di blog storyofyoonhae.wordpress.com Story Of YoonHae )

Dengan Cast Yoona, Donghae, Tiffany, dan Luhan.

 

Enjoy Read^^

Tiupan angin semilir di pagi itu menggoyangkan pepohonan. Kala itu, mentari pun mulai mengusik embun yang enggan berpisah dengan dedaunan yang hijau ranau. Burung-burung bernyanyi dengan riangnya. Langit berwarna biru cerah ditemani awan-awan putih. Pagi yang cerah.

 

Seorang gadis cantik sedang didandani di ruang Make Up. Senyuman manis selalu menghiasi wajahnya. Gadis itu memakai gaun putih panjang nan mewah. Lengkap dengan berbagai aksesoris menempel di tubuhnya. Rambutnyapun juga dihias secantik mungkin oleh penata rambut yang sudah profesional. Tak Lupa, Sepatu putih berhak 7 cm menempel di telapak kakinya.

 

Ya…..

 

Gadis Itu Ialah Im Yoon Ah akrab dipanggil Yoona. Hari ini adalah hari yang sangat istimewa baginya-Oh Sehun-dan seluruh Keluarga dan teman-temannya. Karena hari ini adalah hari dimana seluruh keluarga dan orang yang disayanginya menyaksikan peristiwa yang sangat peenting. Yang hanya terjadi sekali dalam seumur hidup.

 

Ya……

 

Hari ini adalah Hari Yang sangat ia tunggu-tunggu. Setelah 3 Tahun lamanya bersama Sehun. Tentu saja ia sangat bahagia. Hari ini adalah Hari Pernikahannya dengan pria yang sangat dicintainya-Oh Sehun a.k.a Sehun-.

 

Setelah selesai Didandani, Yoona keluar dari ruang rias. Ia tersenyum melihat appanya sudah menunggu di luar ruang riasnya. Yoona memberikan senyuman simpulnya kepada appanya. Dan appanyapun membalasnay dengan senyuman manis. Yoonapun memeluk lengan appanya pelan dan lekas menuju ke Gereja untuk mengucapkan janji suci pernikahan bersama Sehun.

 

*

 

*

 

*

 

*

 

Sebuah Mobil Audy putih berhenti di sebuah rumah tingkat 2 bertipe minimalis dan bercat Biru muda dan Kuning. Yoona dan Sehun keluar dari Mobil Audy putih yang membawa mereka sampai ke rumah ini. Yoona dan Sehun pun berjalan pelan masuk ke dalam rumah tersebut.

 

Inilah rumah baru mereka. Yang hanya ditempati oleh mereka berdua dan anak mereka kelak. Tak lupa, Orang tua Yoona juga sudah menyewa seorang pembantu,tukang kebun, dan supir untuk membantu mereka di rumah. Sesampainya di dalam rumah, Mereka disambut oleh Bibi Jung-nama pembantu baru mereka-,Hee Ahjussi –nama tukang kebun baru mereka- dan Cho Ahjussi-nama supir baru mereka-.

 

“Selamat datang Tuan dan Nona Oh” Sambut mereka bersamaan. Yoona dan Sehun hanya membalas dengan senyum simpul dan anggukan.

 

“Ada yang bisa saya bantu Nona?” Tanya Cho ahjussi kepada Yoona.

 

“Tolong bantu supir itu untuk mengangkat koper dan barang-barang kami” Jawab Yoona.

 

“Baik Nona” Kemudian supir itupun berlalu.

 

“Akhirnya kita bisa bersama oppa!…. Aku sangat bahagia. Setelah 3 tahun kita bersama, ternyata semua tak sia-sia” Ucap Yoona sambil tersenyum hangat dan bergelayut manja di lengan kiri Sehun.

 

“Iya… Aku juga sangat bahagia chagi….” ucap Sehun sambil mengusap lembut kepala Yoona.

 

First Night Chagi???” Sehun menatap Yoona dengan pandangan menggoda sambil menyeringai.

 

“Dasar mesum!! Kau mulai terkena virus Yadong Kai!” Ucap Yoona kesal sambil mengangkat kepalanya dan mendorong lengan kiri Sehun.

 

Appo!!. Baiklah mari kita ke kamar untuk menata kamar baru kita!! Let’s Go Baby!!!” Sehun menggandeng lengan Yoona dan berjalan cepat menuju lantai atas-ke kamar mereka-

 

Yakk!!! Pelan-pelan saja!!”

 

.

 

.

 

.

 

.

 

Jutaan detik telah berlalu. Ribuan menit telah terlewati. Ratusan jam telah selesai. Puluhan Hari telah berganti. Dan belasan minggu sudah mereka lewati. Hari ini, tepat 5 bulan pernikahan mereka. Telah 5 bulan mereka bersama, tanpa ada 1 pun masalah. Tapi, entah mengapa sampai saat ini mereka belum dikaruniai seorang anak. Entahlah, Mungkin takdir Tuhan memang begitu.

 

Hari berjalan seperti biasa yang mereka lewati. Sebelum berangkat kerja, Yoona selalu menyiapkan sarapan setiap paginya. Yoona bekerja sebagai designer di sebuah butik dan toko-toko lainnya. Tentu saja butik itu punya ia sendiri. Butik itu pemberian dari orangtuanya.

 

Sedangkan Sehun, Ia bekerja sebagai manajer di sebuah perusahaan. Perusahaan Appanya ‘Oh Corporation’.

 

“Yoong, Aku ingin berbicara sesuatu padamu” Ucap Sehun setelah selesai dengan sarapannya.

 

“Apa itu penting??” Tanya Yoona sambil melirik Sehun sekilas kemudian melanjutkan aktivitasnya yang sedang membersihkan meja makan. Ia terlihat tidak berminat.

 

“Bahkan sangat penting” Ujar Sehun. Setelah ia berbicara, Ia memasang raut wajah serius.

 

“Apa? Katakan saja” Ucap Yoona tenang kemudian, ia duduk di hadapan Sehun

 

“Ehm…. Aku tau ini mendadak. Tapi, ini sangat penting. Aku akan ke luar negeri besok. Ada pekerjaan yang harus kuselesaikan besok. Aku akan ke Jepang. Aku akan kesana selama 1 tahun. Ini tidak bisa ditolak. Kau tak apakan?”

 

DEG

 

Saat itu juga raut wajah Yoona berubah. Raut wajahnya menunjukan raut wajah shock dan takut. Saat itu juga, Jantungnya berdetak 2x lebih cepat. Dan pikirannya kalut kemana-mana. Entah mengapa, Perasaannya mendadak tidak enak. Seperti akan terjadi sesuatu yang sangat buruk yang akan menimpa ia dan Sehun.

 

Mungkin, Ini juga karena kekhawatiraanya pada sang suami. Apa yang membuatnya khawatir? Tentu saja ia khawatir, Karena nanti di Jepang sana, mungkin saja ia akan tergoda oleh wanita-wanita Jepang yang cantik dan kulitnya putih nan mulus. Dan yang menjadi pusat kekhawatirannya-selain wanita-wanita Jepang- ialah karena adanya seorang Hwang Mi Young atau Tiffany. Ia sedikit membenci wanita itu.

 

Penyebabnya? Karena ketika mereka belum menikah, orang itu sempat mengganggu mereka. Dulu, Tiffany sangat mencintai Sehun. Namun, Sehun tak sekalipun meliriknya. Ia takut, jika Sehun akan mencintai Fany dan melupakannya. Terlebih, Tiffany itu sering memperhatikan Sehun dan suka mencari perhatian kepada Sehun. Tapi, apakah semua yang Yoona khawatirkan akan terjadi? Apakah Sehun akan melupakannya?

 

“Yoong kau baik-baik saja? Gwenchana?” Sehun berulang kali melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Yoona yang sedang memandang kosong sedang melamun, namun tak kunjung direspon oleh Yoona. 5 menit kemudian, barulah direspon oleh Yoona.

 

“Ah Iya…. Ada apa oppa?” Yoona baru tersadar dari lamunannya.

 

Gwenchana?

 

Nde

 

“Kau melamun? Melamunkan apa?”

 

Aniyo…. Aku tidak melamun” Bohong Yoona

 

“Kau bohong!”

 

Ani... Aku tidak berbohong. Oppa lihat! Sebentar lagi jam 7 kau akan terlambat berangkat kerja” Ucap Yoona mengalihkan pembicaraan.

 

“Iya… Tapi bagaimana dengan yang tadi?”

 

“Memangnya sama sekali tidak bisa ditolak?” Yoona berkata dengan hati-hati

 

“Jika aku menolaknya, aku akan kehilangan pekerjaanku. Kau tidak ingin aku menjadi pengangguran kan?” Jawab Sehun sarkatis.

 

“Tentu saja tidak. Aku akan memikirkannya nanti” Yoona beranjak pergi meninggalkan Sehun, tapi lengannya ditahan oleh Sehun dan ia menarik lengannya agar ia duduk kembali. Alhasil, Yoona tidak jadi beranjak pergi dan duduk kembali di kursinya yang tadi ia tempati.

 

“Aku belum selesai berbicara”. Sehun menatap Yoona.

 

“Apa kau memikirkan tentang Tiffany?” Lanjutnya

 

Tidak ada respon dari Yoona.

 

“Yoona-yya dengar,” Sehun menyentuh kedua pundak Yoona dan menatap Yoona dalam.

 

“Aku tidak akan pernah mencintai Tiffany. Aku hanya akan mencintaimu selamanya. Di hatiku hanya terukir namamu untuk selama-lamanya dan tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun termasuk Tiffany. Nanti, jika aku bertemu dengannya, aku akan mencoba menghindarinya sebisa mungkin dan mencoba mengabaikannya. Tapi, kau juga harus ingat! Ia juga pernah menolongku dan membantuku. Aku akan membalas semuanya dan setelah semua itu sudah kukerjakan, Aku akan menghindarinya sebisa mungkin. Bukankah ia juga sudah tahu jika aku dan kau sudah menikah? Aku yakin ia akan mengerti. Dan tidak akan terlalu mendekatiku seperti yang dulu. Mungkin ia hanya menganggapku sebatas teman biasa.”

 

Sehun mengambil nafas sejenak dan melanjutkan bicaranya lagi.

 

“Kuharap kau bisa mengerti Yoong….. Ingat! Ini demi kelangsungan hidup kita. Kau tenang saja, aku akan mengirimimu uang setiap bulan, disana aku juga mendapat gaji setiap bulannya”

 

Sehun melirik jam tangan hitamnya sekias dan berdiri.

 

“Baiklah aku berangkat dulu. Hati-hati di jalan saat kau berangkat ke kantor dan pulang dari kantor. Jangan lupa makan. Aku akan pulang jam 5 sore nanti. Aku harap kau bisa mengerti Yoongie” Sehun mengusap kepala Yoona lembut dan pergi menuju mobilnya. Kemudian ia berangkat ke Kantornya.

 

“Apa yang harus kulakukan?” Lirih Yoona.

 

Di satu sisi, Ia khawatir sesuatu akan terjadi pada suaminya. Tapi di sisi yang lain, ia juga tidak ingin suaminya sedih karena kehilangan pekerjaannya. Zaman sekarang, mencari pekerjaan bukanlah hal yang mudah. Harus membutuhkan banyak tenaga dan kesabaran.

 

^

 

^

 

^

 

^

 

‘Baiklah Aku mengizinkanmu Oppa’

 

Begitulah Isi teks pesan yang baru saja diterima Sehun. Sehun tersenyum sendiri sambil menyetir mobilnya

 

‘Aku tau kau menyayangiku Yoongie’ batinnya.

 

#

 

#

 

#

 

#

 

17.00 KST

 

“Aku pulang” Seru Sehun ketika sudah masuk ke rumahnya.

 

“Sepertinya Ia belum pulang” Gumamnya.

 

“Ah…. Aku punya ide!” Sehun tersenyum sumringah. Dan segera berlari kecil menuju kamarnya dan Yoona.

 

20 Minutes Later.

 

Sehun keluar dari kamarnya dan Yoona. Ia terlihat bersih, wangi dan segar. Ia memakai T-Shirt berwarna biru muda dan celana coklat di atas lutut. Tentu ia juga sudah mandi dan rambutnyapun sudah disisir dengan rapih.

 

Let’s Go to the kitchen!!” Ucapnya bersemangat

 

 

 

 

 

“Akhirnya selesai juga” Sehun mengusap peluh yang ada di wajahnya dan memandang puas berbagai hidangan di hadapannya.

 

“Semoga Yoona menyukainya” Ucapnya riang. Seulas senyuman manis terlukis di wajahnya.

 

Setelah selesai Sehun memasakkan berbagai hidangan, kini semuanya berantakan.

 

Dimulai dari dapur yang penuh dengan tepung terigu, Bau amis telur menyeruak kemana-mana, beberapa piring,gelas,dan mangkuk yang pecah, penggorengan yang gosong, lantai yang berminyak, dan ada beberapa perkakas lain yang sedikit rusak hingga tak dapat digunakan lagi.

 

Badannyapun kini sudah berantakan. Rambut hitamnya sedikit berubah menjadi putih karena tepung terigu, dan wajahnya yang putih karena tepung. Ia tak lagi terlihat bersih dan wangi. Wangi badannya kini sudah tergantikan oleh bau keringat dan macam-macam bau lainnya. Bajunya pun juga begitu, Basah dan banyak noda seperti noda kecap dan saus.

 

“Sebaiknya aku mandi, Tapi sebelum itu aku harus membersihkan dapur dulu. Dapur yang sangat berantakan karena ulahku sendiri” Sehun membalikkan kepalanya ke belakang dan menatap ngeri dapurnya yang berantakan.

 

“Sangat berantakan, Bagaimana aku membersihkannya?”Sehun memasang muka bingung.
“Pasti memakan waktu yang cukup lama untuk membersihkannya” Ia melirik jam dinding. Ia refleks membulatkan matanya.

 

“OMO! Sebentar lagi Yoona pulang, Aku harus cepat” Sehun panik dan bergegas ke dapur. Tak lupa, Ia mengambil beberapa peralatan yang akan membantunya membersihkan Dapur.

 

“Tuan Oh, Biar saya saja yang membersihkannya. Tuan bersihkan badan Tuan saja. Biar semua ini, Saya yang membereskan” Bibi Jung menyentuh pudak Sehun yang sedang membersihkan dapur.

 

“Tidak perlu Bibi Jung. Biar semua ini saya saja yang membersihkan. Lagipula, Ini semua karena saya. Jadi saya yang harus bertanggung jawab” Sehun menghentikan pekerjaannya sebentar dan memandang Bibi Jung lembut.

 

“Tapi Tuan Oh, Tuan harus membersihkan badan Tuan”

 

“Itu nanti saja, Yang paling penting dapur ini bersih dahulu. Jika Yoona pulang dan melihat dapurnya berantakan, Ia akan marah besar dan semua rencanaku batal”

 

“Memang Tuan Oh merencanakan apa?”

 

“Aku ingin memberinya kejutan dan membutikan bahwa aku ini bisa masak. Dan pria yang romantis” Sehun tersenyum lebar.

 

“ Yasudah, Bibi Jung lanjutkan pekerjaan Bibi saja, atau berstirahatlah”

 

“Baiklah, Kalau begitu semoga rencanamu berhasil dan berjalan lancar Tuan. Maaf aku tidak bisa membantu. Nanti, mencuci peralatan memasaknya biar saya saja Tuan”

 

“Baiklah Bibi Jung. Terimakasih”

 

“Sama-sama”

 

Setelah membereskan dan membersihkan semuanya, Sehun bergegas menuju kamarnya (danYoona) Untuk membersihkan badannya.

 

_

 

_

 

_

 

_

 

19.00 KST

 

“Aku Pulang” Yoona sedikit terkejut karena sekelilingnya gelap gulita. Tangannya meraba-raba mencari saklar lampu namun tak kunjung ia temukan.

 

“Oppa……” Yoona berteriak pelan. Takut. Itulah yang ia rasakan sekarang. Kakinya yang gemetar berjalan pelan menyusuri rumah itu. Ia hendak mencari tangga. Ia ingin ke kamarnya. Namun, Tak kunjung ia temukan.

 

Semuanya gelap.

 

Jujur, Yoona sangat membenci kegelapan. Yang dilihatnya kini hanya hitam, tak ada apapun selain warna hitam. Ia seperti orang buta sekarang. Ia hanya berjalan memutari ruang tamu, Ruangan pertama yang ia injak jika ia pulang.

 

KLEK

 

Tiba-Tiba lampu menyala. Rumah yang tadinya gelap gulita kini menjadi terang benderang . Mata Yoona menyipit, Melihat cahaya oranye yang berasal dari ruang makan. Seperti ada yang aneh. Biasanya ruangan itu akan terang benderang bercahaya putih. Namun sekarang, ruangan itu sedikit redup seperti banyak cahaya lilin.

 

“Im YoonA” Yoona berbalik kebelakang saat mendengar seseorang memanggil namanya. Yoona hampir terperanjat saat melihat Sehun yang sudah ada dibelakangnya.

 

Pria itu terlihat sangat tampan. Memakai kemeja puth dilapisi Jaz hitam diluarnya. Rambut brownnyapun ia tata serapih mungkin. Bau harum menyeruak dari tubuhnya karena ia memakai parfum Vanilla .

 

‘Sejak kapan ia disitu?’

 

“Sejak kau pulang” Lagi-lagi Yoona hampir terperanjat karena Sehun menjawab pertanyaannya. Padahal pertanyaan itu ia ucapkan di dalam hati.

 

“Tidak perlu terkejut. Mari ke ruang makan” Ajak Sehun sambil memberikan tangannya. Yoonapun segera mengamit lengan Sehun. Namun, rasa penasaran masih menghinggapi hatinya. Ia memandang Sehun dengan tatapan heran. Namun, lagi-lagi ia hanya bisa diam tanpa berkata sepatah katapun.

 

Sesampainya di ruang makan, Sehun menarik salah satu kursi dan mempersilahkan Yoona duduk di kursi itu.

 

Ruang makan itu sangat romantis. Dengan banyak lilin dan cahayanya yang berwarna oranye yang sedikit redup semakin menambah aura romantis. Belum lagi ratusan kelopak bunga mawar yang dibentuk gambar ‘Love’ yang berukuran cukup besar. Dan sebagainya yang menambah kesan romantis pada ruangan itu. Dan berbagai macam hidangan yang sudah tersedia di meja itu.

 

Yoona takjub. Ia hanya bisa menganga lebar melihat semuanya. Semuanya indah. Matanya hampir berkaca-kaca.

 

“Bagaimana? Kau suka?” Tanya Sehun sambil tersenyum.

 

“Sangat Indah… Untuk apa kau melakukan semuanya?” Yoona balik bertanya.

 

“Tidak… Aku hanya ingin memberikanmu sedikit kejutan……” Sehun menunduk dan mengusap tengkuknya. Yoona terkekeh pelan melihatnya.

 

“Biar aku tebak….. Kau ingin membuktikan bahwa kau bisa masak dan kau pria yang romantis. Kupastikan jawabanku betul. Bagaimana? Benar kah?”

 

Sehun hanya terdiam dalam tunduknya. Namun, Ia juga tersenyum simpul dalam tunduknya.

 

“Hahahaha….” Yoona tertawa terbahak-bahak. Sampai-sampai terdengar oleh Bibi Jung, Cho Ahjussi, dan Hee ahjussi yang berada di luar ruang makan. Sampai membuat mereka menjadi khawatir. Khawatir rencana romantis Tuan mereka tidak berjalan dengan lancar. Yang ada menjadi bahan tertawaan nona mereka.

 

Sehun menatap Yoona bingung.

 

“Kau ini lucu sekali……… Hahahaha” Yoona kembali tertawa.

 

“Baiklah. Ini tidak romantis sama sekali. Kau menghancurkannya!” Sehun bangkit dari kursinya dan menatap Yoona kesal. Yoona berhenti tertawa.

 

“Apa maksudmu?” Yoona menatap Sehun dengan tatapan tak berdosa.

 

“Kau menghancurkan semua rencanaku!”

 

“Rencana? Memang kau merencanakan apa?” Yoona semakin terlihat bodoh saat ini.

 

“Ya….. Aku berencana menjadi pria yang romantis dihadapanmu!!!”

 

“Untuk apa kau melakukannya? Untuk apa kau ingin menjadi pria yang romantis dihadapanku? Seharusnya kau tidak perlu melakukannya! Hey! Aku sudah sering melihat pria yang romantis dihadapanku! Sudah puluhan pria yang pernah melakukan seperti ini! Bahkan mereka melakukannya jauh lebih baik darimu! Lebih romantis dan lebih manis!” Secara tidak sadar, Yoona berkata seperti itu.

 

Perkataan yang ia ucapkan sangat tajam dan menyakitkan. Yang membuat hati suaminya hancur berkeping-keping.

 

Rencana yang sudah direncanakannya matang-matang dan persiapan yang melelahkan juga memakan waktu banyak hancur sudah. Seharusnya Sehun tidak perlu melakukan hal ini. Hal yang akan berakhir menyakitkan oleh 47 kata terakhir yang baru saja diucapkan sang istri tercinta. Seharusnya ia mempersiapkan untuk keberangkatannya besok ke Jepang. Bukan mempersiapkan acara makan malam romantis yang akan berakhir sia-sia.

 

Sehun tidak tahu akhir dari rencananya.

 

Rencana yang sudah dipersiapkan dengan hati yang sangat riang dan bahagia, kini berubah menjadi hal yang paling menyakitkan.

 

“Kau tahu? Ini hanya 25% romantis! selebihnya TIDAK!!!!!!!” Entah darimana Yoona berkata seperti itu. Ia tidak sadar. Ia tidak sadar mengatakan semuanya. Ia mengatakannya diluar kesadarannya.

 

DEG

 

Sehun sangat terkejut. Terkejut mendengar semuanya. Hatinya sudah sangat sakit saat ini. Hatinya bertambah sakit setelah mendengar 9 kata setelah 49 kata menyakitkan yang dilontarkan istrinya. Matanya mulai memanas. Wajahnya memerah dan tangannya mengepal. Ia menahan emosi yang hampir keluar. Mungkin bisa saja ia menampar istrinya dan menyiksanya. Ia juga akan menghina istrinya seburuk-buruknya.

 

Namun, hati nurani masih ia dengarkan. Ia masih mencoba sabar sebelum Yoona memancingnya lebih dalam untuk emosi.

 

Sehun menarik nafas sedalam dalamnya, dan menghembuskannya kasar.

 

“Baiklah jika menurutmu ini tidak romantis. Aku memang bukan tipe Pria yang romantis…” Sehun menatap Yoona sebentar dengan tatapan penuh emosi.

 

“Kau dengar itu? AKU BUKAN PRIA YANG ROMANTIS!!!” Sehun memekik kencang di hadapan Yoona.

 

Yoona terperanjat kaget mendengar pekikan suaminya.

 

Sehun benar-benar marah. Sangat marah. Emosi yang tadi dipendamkan ia luapkan. Ia luapkan dengan menghancurkan semua yang tadi ia siapkan dengan hati yang bahagia. Ia menghancurkannya dengan cara menarik taplak meja makan sehingga apapun yang berada di atas meja itu tertarik kebawah sehingga mengakibatkan piring,mangkuk,dan gelas kaca pecah berkeping-keping. Bahkan makanan-makanan nya pun berceceran di atas lantai.

 

Bahkan, rumah mereka hampir terbakar karena lilin-lilin yang ada di atas meja itu ikut jatuh dan apinya hampir membakar taplak meja jika saja, Bibi Jung tidak segera mengambil air dan memadamkan apinya.

 

Bayangannya tentang Yoona yang sangat senang dan terkesan oleh semua yang ia siapkan telah pupus. Bayangan ketika ia memberi sebuket bunga mawar merah dan diterima dengan sukacita oleh istrinya hilang sudah. Aura romantis telah tergantikan oleh aura menegang. Rencananya hancur sudah.

 

Sehun meninggalkan Yoona dengan amarah yang masih tidak stabil. Ia pergi ke kamarnya –dan Yoona- dan menutup pintu kamar itu dengan sangat keras. Sehingga menimbulkan bunyi yang cukup kencang.

 

Yoona hanya diam tak bergeming. Cairan liquid bening mulai keluar dari pelupuk matanya. Menganak sungai di pipi tirusnya. Ia memandangi berbagai makanan yang sudah tercecer dilantai.

 

Piring,mangkuk,gelas, sudah pecah berkeping-keping. Walaupun, ia masih bisa membelinya lagi-bahkan lebih dari itu-. Tapi, tetap saja menyia-nyiakan uang.

 

‘Sebenarnya apa salahku?’

 

“Nona, Nona ke kamar saja. Biar ini semua saya dan Hee Ahjussi yang membereskan semuanya. Hati-hati Nona. Pecahan kacanya pecah kemana-kemana. Nanti, Kaki Nona terluka” Bibi Jung tiba-tiba menghampiri Yoona dengan Hee Ahjussi yang mengekor di belakangnya.

 

“Biar saya bantu” Ujar Yoona.

 

“Tidak perlu Nona, Kami berdua bisa membereskan semuanya” Bibi Jung berkata lembut sambil tersenyum simpul.

 

“Kumohon….. Izinkan aku membantu kalian” Mohon Yoona dengan aegyonya. Hal itu membuat Bibi Jung tidak tega melihatnya.

 

“Baiklah, Nona mau membantu apa?”

 

“Aku akan membersihkan pecahan-pecahannya” Yoona beranjak dari duduknya.

 

“Jangan Nona, Nanti tangan nona terluka!”

 

“Tidak apa-apa Bibi Han.” Yoona sudah mulai berjongkok dan mulai membereskan pecahan-pecahan gelas,piring, mangkuk kaca yang berukuran cukup besar.

 

Pada saat ia sedang mengumpulkan pecahan kacanya, Kakinya tiba-tiba terpeleset akibat minuman-minuman yang tumpah dari gelas tadi. Sehingga, telapak tangan Yoona terdorong sehingga, kedua telapak tangannya mengenai pecahan piring yang kecil. Kedua telapak tangannyapun terluka parah. Darah merah kental mulai keluar dari telapak tangannya.

 

“AAAAUUWW” Yoona memekik kesakitan. Bibi Jung terkejut dan lantas menghampiri Nonanya. Begitu juga Hee Ahjussi dan suaminya Oh Sehun lantas membuka pintu kamar dan berlari menuju dapur.

 

“Nona, Ada apa?” Tanya Bibi Jung panik

 

“Auwwww….” Bukannya menjawab, Yoona malah semakin merintih kesakitan.

 

“Yoona, Telapak tanganmu terluka parah!” Ujar Sehun panik sambil memegang kedua telapak tangan Yoona yang berlumur darah. Hal itu membuat telapak tangan Sehun juga berlumur darah Yoona.

 

“Hee Ahjussi, Tolong ambilkan kotak P3K yang ada di dalam laci ruang tamu” Ucap Bibi Jung. Hee Ahjussi segera berlari dan mengambil kotak P3K itu. Kemudian, memberikannya ke Bibi Han.

 

“Biar saya saja yang bersihkan” Sehun mengambil kotak itu dari tangan Bibi Jung. Kemudian, Dengan teliti membersihkan luka istrinya. Yoona memperhatikan Sehun yang sedang membersihkan lukanya. Kepalanya sedikit ia miringkan agar bisa lebih jelas melihat wajah pria tampan itu –yang berstatus sebagai suaminya sendiri-.

 

Entah mengapa, ketika ia memandangi suaminya dengan jarak sedekat itu, Jantungnya berdetak 2 kali lebih cepat. Hatinya berdebar-debar. Mungkinkah ini yang dinamakan cinta?

 

DEG…..

 

Jantungnya berdetak lebih cepat lagi ketika Sehun menoleh kepadanya. Sehun menatapnya dengan tatapan yang sulit diartikan. Antara tatapan dingin, peduli, lekat,kesal,emosi,dan lain sebagainya. Mereka bertatapan cukup lama. Sehingga membuat Yoona menduduk karena tatapan Sehun yang cenderung menatapnya dingin. Tapi, kepedulian masih terpancar di matanya.

 

Setelah bertatapan Yoona cukup lama, Sehun kembali melanjutkan aktivitasnya. Kini, pria itu sedang membalut telapak tangan Yoona dengan perban. Setelah selesai membalut, Ia menempelkan 2 buah plester pada balutan akhir. Selesai mengobati luka Yoona, Ia berdiri dan beranjak pergi. Namun, Langkahnya berhenti karena sebuah suara.

 

“Tunggu!” Yoona membuat langkah Sehun berhenti.

 

“Aku……”

 

“Aku…. Minta maaf jika sudah membuatmu marah” Ia memelankan suaranya dan menunduk.

 

“Tapi, Aku sungguh tidak tahu apa yang terjadi. Bukankah kau tadi mengajakku makan malam? Tapi, mengapa kau marah kepadaku? Bahkan kau berteriak di hadapanku… Sungguh aku bingung. Tadinya, Aku ingin makan malam denganmu, karena aku juga lapar, Tapi, karena kau marah, Jadi tidak jadi” Yoona mengatakannya jujur dan memasang wajah tak berdosa.

 

Sungguh, ia memang benar-benar tidak tahu apa yang terjadi. Kata-kata menyakitkan yang tadi diucapkannya, sungguh di luar kesadarannya.

 

“Tsk… Aktingmu bagus Yoona-yya. Kurasa kau berbakat menjadi aktris Korea antagonis yang pandai berbohong. Setelah ia mengucapkan kata-kata yang menyakitkan, Ia memasang wajah tak berdosa dan berbohong dengan nada polos bahwa ia tidak tahu apa-apa” Ucap Sehun dalam seringaiannya. Ia berkata dengan badan yang tidak berhadapan dengan istrinya.

 

Bibi Jung dan Hee Ahjussi memandang Sehun tak percaya. Tuannya yang biasanya berkata lembut dan sopan, Tapi kini? Ia mengatakan kata-kata yang sangat tajam setajam silet.

 

DEG….

 

Kata-kata Sehun tadi sungguh menusuk hati Yoona. Hatinya seperti ditusuk ribuan pisau sekaligus. Kini, bukan hanya Sehun saja yang tersakiti, melainkan Yoona juga tersakiti karena perkataan suaminya yang di dalam kesadarannya. Bukan seperti Yoona, yang berkata di luar kesadarannya.

 

 

Setelah mengucapkannya, Sehun kembali berjalan menuju kamarnya.

 

Tanpa sadar, airmata Yoona menetes satu persatu. Ia masih duduk diam tak bergeming. Kepalanya perlahan-lahan menunduk. Ia menangis hening tanpa isakan. Membiarkan kristal-kristal bening menganak sungai di pipi mulusnya.

 

Sedangkan, Bibi Jung, dan Hee Ahjussi hanya memandang Yoona iba.

 

Sehun POV

 

Mianhae Yoona-yya. Pasti hatimu sangat sakit. Namun, Hatiku jauh lebih sakit daripada hatimu. Kata-katamu tadi belum bisa sepenuhnya kumaafkan. Mianhae aku mengatakan kata-kata menyakitkan padamu. Tapi, Aku sangat kesal. Aku ingin mengeluarkan semua kata-kata tadi. Dan berhasil. Emosi ini belum sepenuhnya kukeluarkan. Aku masih mencoba menahannya.

 

Sekali lagi, Jeongmal Mianhae Im Yoona, Istriku tercinta. Tapi kau tenang saja, Aku masih mencintaimu bahkan sangat mencintaimu. Dan aku berjanji tidak akan meninggalkanmu dan tidak akan pernah membiarkanmu pergi. Hatiku sudah terukir namamu. Dan sampai selamanya, hanya kau yang akan ada di hatimu. Tidak ada pengganti. Walau kau sudah berkata tajam padaku, Namun, Aku mencoba sabar dan ikhlas menerima semua kritikmu.

 

Aku tahu mungkin ini semua tidak ada apa-apanya di matamu. Karya romantisku sudah pasti kalah dengan karya romantis namja-namja yang dulu menaksirmu-Ani- Bahkan mencintaimu.

 

Aku tahu aku salah. Seharusnya aku tak perlu melakukannya. Namun, Bisakah kau menghargaiku?

 

Sehun Pov End

 

~

 

~

 

~

 

~

 

04.20 KST

 

Lelaki itu terbangun. Entah ia terbangun dari mimpi buruk atau mimpi indahnya. Ia terbangun pada saat pagi masih buta. Hari masih gelap. Dan belum ada suara burung berkicau. Istrinya pun masih terlelap. Sejenak, Ia memandangi wajah istrinya sebentar. Lalu perlahan-lahan mengecup kening istrinya lembut. Tidak ada respon dari istrinya. Tentu saja tidak ada respon karena istrinya masih berada di alam bawah sadarnya. Maish menikmati tidur yang nyenyak dan mimpi yang indah.

 

Ia langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya dan bersiap-siap menuju keberangkatannya ke Jepang hari ini. Pakaian-pakaian dan barang-barang yang diperlukanpun sudah dikemas rapi di dalam koper berukuran besar dan ia juga membawa 1 koper berukuran sedang, 2 tas ransel besar dan 1 tas kerja.

 

 

04.55 KST

 

 

Yoona mengerjap-ngerjapkan matanya pelan. Ia bangun dari tidurnya dan segera duduk. Ia mengusap-usapkan matanya. Bahkan ia masih menguap. Kakinya mulai ia turunkan ke tepi kasur. Pertanda ia akan segera bangun dan menyiapkan sarapan untuk suaminya.

 

“Tidur saja lagi jika kau masih mengantuk” Sebuah suara membuatnya terkejut. Kini mataya sudah terbuka sempurna. Ia pun sudah sepenuhnya sadar. Segera ia menoleh ke suara yang tadi mengagetkannya. Ternyata suaminya yang berkata seperti tadi.

 

Suaminya sudah rapih dengan balutan Jas Hitam Dan kemeja putih. Kini, Ia sedang berkaca merapihkan dasinya.

 

Oppa? Kau sudah bangun? Ah, Aku harus membuat sarapan” Yoona segera beranjak dari kasurnya dan ingin menuju dapur. Namun, suara suaminya menahannya.

 

“Kau tidak perlu repot-repot menyiapkan sarapan. Aku sudah bilang ke Bibi Han untuk membuatkan sarapan kita sejak tadi malam. Karena aku tahu kau tidak akan bangun Jam 04.20 KST. Tepat jam 04.20 KST aku bangun”

 

‘Apakah kau sangat marah padaku oppa? Bisakah kau memaafkanku?’ Batin Yoona

 

“Kenapa oppa bangun sepagi itu?” Ucap Yoona yang kini sudah duduk kembali.

 

“Apa kau lupa? Hari ini adalah hari keberangkatanku ke Jepang. Aku ada tugas disana selama 1 tahun”

 

MWO???!!! 1 TAHUN? Itu artinya aku tidak akan bertemu denganmu selama 1 tahun?” Yoona refleks berdiri dan memasang raut muka cemas

 

“Bukankah aku sudah bilang kepadamu?” Ucap Sehun yang kini sudah menoleh dan menghadap ke Yoona.

 

“Iya… Aku tau tapi aku lupa…..”

 

Sehun tersenyum kecil mendengarnya.

 

“Baiklah Aku harus sarapan sekarang. Setelah sarapan, aku akan langsung berangkat menuju bandara. Taksi sudah menungguku diluar. Jadi kurasa aku harus cepat” Sehun kini sudah mulai berjalan ke luar kamarnya.

 

“Tunggu!” Yoona menahan Sehun dengan perkataanya. Sehun sedikit menoleh kepadanya.

 

“Kenapa bicaramu formal sekali kepadaku? Berbicalah layaknya suami istri! Mana kata-kata romantismu oppa?!” Yoona mulai kesal melihat tingkah suaminya yang formal kepadanya.

 

“Apa tidak boleh?” Sehun berusaha berbicara setenang mungkin. Padahal, jauh di dalam lubuk hatinya, Ia ingin membelai istrinya dan menggodanya dengan kata-kata romantis.

 

“ T i d a k B o l e h” Yoona menggeleng sambil menekankan setiap kata yang tadi ia ucapkan. Sehun mati-matian menahan tawa dan senyumnya melihat tingkah istrinya.

 

“Tidak ada lagi yang ingin kau ucapkan?” Tanya Sehun. Yoona hanya diam menatap lurus ke depan.

 

“Baiklah kuanggap itu sebuah jawaban ‘Tidak ada lagi yang ingin aku ucapkan’ ” Sehun mulai melangkah pergi.

 

“Jika aku melupakanmu, Kuharap kau masih mencintaiku oppa. Jika aku secara tidak sadar meninggalkanmu, kuharap kau akan berusaha mengembalikan aku ke dalam pelukanmu”

 

DEG….

 

Leher Sehun terasa tercekat mendengar penuturan istrinya. Jantungnya berdegup lebih cepat. Apa maksud perkataan istrinya tadi?

 

“Apa maksudmu?” Sehun menghentikan langkahnya dan menoleh ke Yoona. Sedangkan yang ditanya hanya tersenyum tipis kemudian menatapnya dengan tatapan sendu. Ada sedikit raut kesedihan terpancar di wajahnya.

 

“Hati-hati Oppa. Jaga dirimu baik-baik disana” Yoona tidak menjawab pertanyaanya.

 

“Baiklah. Kau juga jaga dirimu baik-baik Yeobo

 

  1. ….

 

Pipi Yoona merah seketika. Ia segera menundukkan kepalanya agar merah pipinya tidak terlihat suaminya.

 

Perlahan tapi pasti, Sehun mendekati Yoona. Lalu mengusap kepala istrinya lembut. Jantung Yoona berdebar sangat kencang sekarang.

 

“Aku minta maaf soal kejadian malam tadi. Aku minta maaf telah membuatmu emosi dan sangat marah. Sekali lagi Jeongmal Mianhae” kepala Yoona tidak lagi menunduk. Sekarang ia menatap Sehun dengan tatapan sendunya lagi.

 

Raut wajah Sehun berubah. Dari semula tersenyum menjadi raut yang tidak bisa diartkan. Ia berhenti mengusap kepala istrinya. Ia memalingkan pandangannya. Menghindari tatapan sendu istrinya.

 

 

Tiba-tiba suasana menjadi hening. Tidak ada yang bicara. Yoona masih mengharapkan jawaban Sehun. Sedangkan Sehun, Pria itu entah sedang memikirkan apa sekarang.

 

“Aku juga minta maaf. Aku tidak bisa menahan emosiku yang sedang tidak stabil. Jeongmal Mianhae. Karena aku, telapak tanganmu terluka. Aku juga minta maaf karena kata-kata tajamku.” Sehun beralih menatap Yoona sambil memegang lembut telapak tangan istrinya yang dibalut perban. Matanya mulai berkaca-kaca. Melihat telapak tangan istrinya yang dibalut perban karena ulahnya. Karena dia istrinya menjadi korban kemarahannya.

 

“Jangan menangis oppa. Jangan salahkan dirimu. Bukankah gara-gara aku kau menjadi sangat marah?”

 

“Tapi kau tidak sadar Yoona-yya mengatakannya. Aku tahu itu dari mimik dan gaya bicaramu itu sudah pasti bukan Yoona yang kukenal. Sedangkan aku? Aku menarik taplak meja itu dengan sengaja. Sengaja karena ingin melampiaskan emosiku” Kristal-kristal bening mulai keluar dari pelupuk matanya. Mengalir di pipi putihnya. Kini, Sehun sudah berlutut dihadapan Istrinya. Kepalanya menunduk.

 

Ia menyesal.

 

Sungguh sangat menyesal sekarang.

 

“Aku juga minta maaf oppa. Mianhae” Yoona juga Meminta maaf pada suaminya.

 

“Hikz… Hikzz… Mianhae Yoona-yya. Jeongmal mianhae…..” Isaknya dalam tangisannya. Yoona mulai terbawa dalam suasana. Matanya juga mulai berkaca-kaca. Ia baru kali ini melihat Sehun berlutut dihadapannya.

 

Yoona membantu Sehun bangun dari berlututnya.

 

“Sudah oppa…. Jangan menangis. Tidak apa-apa oppa. Ini hanya luka kecil. Aku sungguh tidak apa-apa. Kau jelek jika menangis oppa!” Yoona mengusap lembut airmata Sehun dengan ibu jarinya.

 

Sehun segera berhenti dari tangisannya setelah mendengar kata ‘Kau jelek jika menangis oppa!’

 

Mwo?? Aku jelek??” Dongahe menatap Yoona kesal.

 

“HAHAHA……” Yoona tertawa terpingkal-pingkal melihat ekspresi Sehun yang sangat lucu menurutnya. Dengan wajah berlinang air mata dan wajah yang sedikit memerah ia masih saja bisa cemberut dan mempoutkan bibirnya.

 

“Lihatlah ke cermin!!! Wajahmu sangat jelek oppa!!! Hahaha……” Suasana yang sedih dan dramatis itu mendadak rusak karena ulah Yoona. Yoona masih saja tertawa sambil memegangi perutnya yang mulai sakit karena terlalu banyak tertawa.

 

Kemudian Sehun melihat pantulan dirinya di sebuah cermin besar yang berada tidak jauh dirinya. Ia membulatkan matanya sempurna kemudian menganga lebar.

 

OMO!11! AKU JELEK SEKALI!!” Sehun buru-buru mengelap airmatanya dan segera menuju kamar mandi yang berada di kamarnya untuk mencuci mukanya yang memerah. Meninggalkan Yoona yang masih tertawa terbahak-bahak.

 

“Hhh..hhh. Su..Sudah… Pe…Perutku Sudah.. Sakit” Yoona mencoba menghentikan tawanya walaupun nafasnya masih terengah-engah dan perutnya masih sedikit sakit akibat tertawa terlalu geli dan lama.

 

“Sekarang sudah tampan lagi kan??” Sehun keluar dari kamar mandi kemudian menyisir rambutnya yang sedikit berantakan dan mengusap wajahnya yang basah menggunakan handuk kecil milik istrinya. Yoona hanya terseyum kecil menanggapinya.

 

Sehun melirik jam tangan hitam yang melingka di tangan kirinya. Matanya refleks membulat.

 

OMO! Aku sudah terlambat aku harus segera sarapan kemudian berangkat menuju bandara. Supir taksi itu pasti sudah menunggu lama!”

 

“Yoona-yya, Aku berangkat dulu nde…. Ingat! Jaga dirimu baik-baik selama aku pergi! Jangan lupa makan. Aku akan mentransfer uang lewat rekenig atau akan kukirim melalui wesel setiap bulannya. Hati-hati di rumah nde!” Sehun mengecup puncak kepala istrinya singkat kemudian berlari menuju ruang makan. Yoona hanya tertawa kecil melihat tingkah suaminya.

 

‘ Semoga kau membaca suratku Oppa

 

$

 

$

 

$
$

 

Seorang gadis berbadan mungil nan cantik sedang berjalan santai di area Bandara. Gadis itu tampak menarik sebuah koper berukuran besar dan menjinjing tasnya. Ia juga menggendong sebuah ransel berukuran besar di punggungnya.

 

Drrrtt….. Drrtt”

 

HP yeoja itu bergetar. Yeoja itu tampak meraih sesuatu di dalam tas ungunya.

 

Yeoboseyo

 

“……….”

 

Nde, Aku sedang di Bandara”

 

“……..”

 

“Baik Appa.Setelah sampai di Jepang nanti, Besok saya akan ke Starlight Restaurant untuk bertemu dengan Oh Corporation

 

“…..”

 

Nde. Annyeong “

 

“Sebentar,” Yeoja itu menghentikan langkahnya.

 

Oh Corporation?”

 

“Aku tidak tahu perusahaan siapa itu”

 

“Tapi mengapa perasaan ini……”

 

“Apa Jangan-jangan???”

 

Tiffany menyeringai.

 

‘Apa Tuhan masih memberikanku kesempatan?”

 

|

 

|

 

|

 

|

 

Drrrttt….. Drrttt

 

HP Sehun bergetar. Namja itu tampak meraih sesuatu di dalam tas kerjanya.

 

Yeoboseyo

 

“……….”

 

Nde, Aku masih dalam perjalanan”

 

“……..”

 

“Baik Pak. Setelah sampai di Jepang nanti, Besok saya akan ke Starlight Restaurant untuk bertemu dengan Hwang Corporation

 

“…..”

 

Nde. Annyeong

 

 

Hwang Corporation?”

 

“Aku tidak tahu perusahaan apa itu”

 

“Tapi mengapa perasaan ini……”

 

“Hwang….. Siapa orang yang bermarga Hwang” Sehun terlihat berfikir

 

“Apa Jangan-Jangan……”

 

‘Semoga dugaanku salah’

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

.

 

To Be Continue

Tinggalkan jejak ya readers….

Mian kalau fanfict ini banyak typonya dan bahasanya rada absurd(?)

Comentnya jangan nge-Bash atau Fanwar ya….

Jangan tajam-tajam comentnya.

KEEP RCL

DON’T BE SILENT REDERS!!!

 

Mianhae mugnkin yang versi kemarin, banyak banget typosnya..

Tapi, udah saya edit ko… Dan typo-typonya Insyaaloh Berkurang…

Hehe… Mian kalo masih ada yang nyelip…

 

THANKS FOR READ^^^

 

See You in Next Chapter^^ :-* :*

69 thoughts on “(Freelance) Forget and Sorry (Chapter 1)

  1. Wah ceritanya bagus.. Tapi aku paling benci kalau sepasang suami istri hubungannya jadi berantakan gara gara ada orang baru.. Semoga tetap bersama sampai akhir..

    Annyeong^^

  2. Duhh thor ffnya bagus deh..
    Yoona kok ngomong gitu sama suaminya sendiri? Masa dia gak yakin sama perasaan dia sendiri?
    Tapi gimana kalo tiba” sehun sama tiffany bener” ketemuan lagi?
    Apa jangan” yoona bakalan ketemu sama cowo lain juga?
    Duhh.. Pusing aku..
    Izin baca next chap ya thor?

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s