(Freelance) Mistake (Chapter 3)

Untitled-1

(Freelancer) Chapter 3 : Mistake

Author : Rachelympian13
Title : Mistake
Cast : Yoona GG | Sehun EXO | Krystal f(x) | Baekhyun EXO
Genre : Romance, Sad.
Rating : PG-14
Note : Story is mine! Benar-benar hasil dari pemikiran keras Author! Jika ada kesamaan itu karena ketidaksengajaan.

~RCL~


Flashback On

15 years ago…….

Seorang Namja berumur 12 tahun tampak berjalan dengan begitu santai bersama dengan seorang Yeoja yang lebih muda 4 tahun darinya. Berjalan dengan langkah ringan seakan tak ada beban yang tersembunyi di antara mereka. Terkadang tawa nyaring terdengar keluar dari mulut Yeoja  cantik itu saat mendengar sang Namja melemparkan gurauan yang menggelikan.

Hingga Namja berwajah imut tersebut- Baekhyun tanpa maksud apapun menghentikan langkahnya, sepasang iris itu menatap sebuah ruangan dengan pintu yang sedikit terbuka. Percakapan yang di lakukan oleh Eommanya pun tanpa sengaja tertangkap hingga ke telinganya.

Adik Baekhyun menatap saudaranya bingung. Yeoja tersebut menarik pelan baju Baekhyun.

Sorot bingung memancar melalui kedua maniknya. “Oppa, Wae? Ayo cepat kita temui Nam Ahjumma! Aku ingin meminta Ahjumma membuatkanku jus jeruk…”

Baekhyun menoleh ke arah Yeoja cantik di sebelahnya. Senyum tipis perlahan terpahat di wajah Namja tampan itu saat melihat Dongsaengnya yang mulai merengek.

“Yoongie-ah, kau bisa pergi lebih dulu, nanti Oppa akan menyusulmu. Arra?”
.
.
.
“Hwa ra-ssi, terima kasih karena telah menjaga Baekhyun selama ini. Jika tak ada dirimu, mungkin Namja malang itu tidak akan bisa hidup seperti keadaan sekarang…”

Isakan tangis mulai terdengar dari seorang Yeoja yang Baekhyun simpulkan sebagai teman Eommanya.

“Gwaenchana, aku hanya ingin membantumu sebagai sahabat.”

“Hwa ra-ssi, bisakah aku membawa Baekhyun kembali ke kehidupanku?”

Mata Baekhyun membulat saat mendengar percakapan di dalam ruangan besar tersebut, Namja itu makin memperdekat jaraknya dengan pintu agar dapat lebih jelas mendengar isi obrolan dari dalam ruangan.

Ia tau menguping itu tidak baik. Tapi, entah kenapa rasa penasaran mencuat begitu saja sejak Namja itu melihat seorang Yeoja muda yang akhir-akhir ini sering berkunjung ke
kediaman keluarga Im. keinginannya benar-benar memaksa dirinya untuk mengetahui apa maksud dari kedatangan Yeoja tersebut.

“aku tau aku tak punya malu meminta Baekhyun kembali. Tapi, kau lihat keadaan ku sekarang? aku sudah sukses! Semenjak suamiku pergi karena kematian, aku benar-benar berusaha untuk bekerja keras hingga seperti ini. Sekalipun Namja yang kucintai sudah tiada. Aku masih punya Baekhyun untuk hidup..”

Baekhyun makin bingung dengan pembicaraan yang kini tengah di dengarnya.

“Aku tidak punya hak menahan Baekhyun untuk selalu berada di dekatku. Tapi, setidaknya berilah kami beberapa hari untuk menghabiskan waktu bersama. Yoona sangat menyayangi Baekhyun. Apa jadinya jika ia tau bahwa saudaranya bukanlah Oppa kandungnya, apalagi jika Yoona harus berpisah dengan Baekhyun secara tiba-tiba..”

Nafas Baekhyun tercekat, keringat dingin mengucur jelas di pelipisnya, tubuhnya sedikit bergemetar, desiran darah dalam tubuh seakan berhenti mengalir saat itu juga, tubuhnya tersentak seakan listrik ratusan volt tengah menyambar dirinya.

Apa maksud dari Eomma?

Baekhyun bukan anak Eommanya? Bukan keturunan dari keluarga Im?

“tapi,-“

Baekhyun mengangkat kepalanya. Mencoba kembali fokus untuk mendengarkan percakapan di ruangan besar tersebut. Berharap semua isi dari percakapan hanyalah kesalah pahaman yang baru saja di simpulkannya.

“Aku sudah memutuskan untuk pergi ke jerman besok. Aku dan Baekhyun, akan menetap di sana. Mianhae Hwa ra-ssi…”

Keheningan menyelimuti suasana untuk beberapa saat…

“A-apa tidak bisa di tunda?”

Suara yang sangat Baekhyun kenali- Im Hwa Ra, suara Eommanya terdengar bergemetar.

“perusahaan benar-benar membutuhkanku besok…Mianhae..”

Langkah kaki itu sedikit bergemetar mulai menapakan kaki menjauh dari ruangan besar tersebut, cairan bening terlihat sudah mengalir perlahan dari kedua matanya.

Ini bukanlah kesalahpahaman, Ini sebuah fakta…

Fakta yang memberitahukannya bahwa dirinya tak lama lagi akan berpisah dengan Eomma yang paling di cintainya, Appa yang paling disayanginya,

Dan..

Yoona, Dongsaeng terbaik yang pernah di milikinya….
.
.
.
“Baekhyunee, kau mendengar semuanya?”

Hanya sebuah anggukan samar yang menjadi tanggapan dari pertanyaan yang terlontar dari mulut Nyonya Im- seseorang yang selama ini telah di anggapnya sebagai Eomma.

Hwa ra mendekati Baekkhyun yang terduduk dalam diam di atas Kasur besar milik Namja tersebut. Tangan kurus Yeoja itu mulai memberikan sebuah dekapan hangat  yang selalu membuat Baekhyun merasa  terlindungi.

Perlahan, elusan lembut menghampiri puncak kepala Baekhyun. Mengelus lembut surai hitam itu dengan kasih sayang tulus. Iris madu yang di turunkannya kepada Yoona mulai berkaca-kaca. Ketika mengingat bahwa Namja berumur 12 tahun di dekapannya bukanlah anak dari rahimnya sendiri.

Baekhyun menggigit bibir bawahnya kuat, matanya pun tampak berkaca-kaca.

Apa pelukan hangat sekarang, elusan penuh kasih sayang yang menyibak surai hitamnya lembut, masih bisa di rasakannya untuk waktu-waktu selanjutnya?

Baekhyun menatap Nyonya Im sendu. “apa setelah ini aku tak bisa menemui Eomma lagi? Kenapa Yeoja itu ingin membawaku bersamanya? Aku ingin bersama Eomma!”

Seluruh emosi yang tersimpan dengan susah di luapkannya melalui kata-kata. Air bening perlahan mengalir deras membentuk sungai kecil di pipinya. Nyonya Im melirik ke arah Baekhyun, jari panjangnya mengusap pelan air mata kepedihan dari wajah Namja yang selama ini sudah di anggapnya sebagai anak.

“Baekhyun-ah, Eomma pastikan Namja tampan ini akan bertemu Eomma lagi. Umurmu sudah 12 tahun, kau pasti akan mengerti nanti. Jadi pergilah bersama Yeoja yang kau lihat tadi, arra?” bujuk Nyonya Im- bujukan yang mungkin tak akan pernah terdengar masuk hingga ke telinga Baekhyun jika saja kenyataan mengatakan bahwa ia anak kandung dari Nyonya Im.

Baekhyun membalas pelukan Yeoja yang kini tengah mendekapnya penuh ketulusan, mencurahkan seluruh emosi di dalam dirinya kepada Yeoja bermarga ‘Im’ tersebut.
.
.
.
Baekhyun memeluk  Namja yang selama ini selalu di panggilnya dengan panggilan  ‘Appa’. Pelukan Namja paruh baya itu menyelimuti tubuh Baekhyun, menyebarkan kasih sayang yang terpendam pada anak laki-laki yang selama ini selalu membuatnya tertawa riang.

Dengan posisi berlutut, senyuman khas dari Tuan Im tersungging nyata menghiasi wajahnya yang terlihat mulai berkerut. “Jadilah anak yang baik, jika kau kembali ke Seoul. Datanglah ke rumah ini…”

Namja imut itu mengangguk mantap. senyuman tipis menjadi balasan dari senyum Tuan Im. Sekalipun senyum itu tak akan bisa menyembunyikan raut sedih di wajah tampannya.

“OPPA!!!”

Baekhyun berbalik, sepasang iris itu menangkap bayang sesosok Yeoja kecil tengah berlari ke arahnya. isak tangis terdengar lolos dari mulut kecil Yeoja itu.

Yeoja tersebut- Yoona langsung memeluk erat Oppanya ketika mendapati Namja itu telah berdiri di hadapannya. Memeluk Oppanya dengan penuh kasih sayang yang begitu mendalam.

Baekhyun tersenyum tipis ketika pelukan itu mendekap tubuhnya. Tangan kurus tersebut perlahan memegang bahu Dongsaengnya lalu berlutut untuk menyamakan jarak wajah mereka.

Jari-jari panjangnya menghapus lembut air mata yang mengalir melalui kedua mata indah Yoona- mata yang selalu membuat Baekhyun merindukan bidadari di hadapannya.

Yoona menarik napas kuat. “Oppa! Kenapa kau mau pergi meninggalkanku?! Biarkan aku ikut denganmu!!!” rengekan yang selalu membuat Baekhyun makin menyayangi Yoona. Rengekan itu sukses membuat air mata yang sedari tadi di tahannya mengalir cepat hingga jatuh begitu saja.

Baekhyun menyeka kasar cairan bening yang mengalir di wajahnya. lalu menatap dalam iris madu Yoona. “Hanya sebentar, setelah itu Oppa akan langsung menemuimu..”

“ketika Oppa mengatakan sebentar, bagiku itu sangat lama!!!”

Tangisan itu pecah hingga menimbulkan suara yang begitu memilukan hati ketika terdengar hingga ke telinga Baekhyun.

Helaan napas berat terdengar di antara mereka.  Namja itu mengelus lembut puncak kepala Yoona, bibirnya perlahan mulai mendekat ke arah wajah Yeoja di hadapannya. Hingga sebuah kecupan hangat mendarat di dahi Yoona.

Tangisan pilu yang sedari tadi terdengar perlahan terhenti. Sepasang iris madu itu menatap Baekhyun nanar.

“jangan menangis, Oppa tak akan kembali jika malaikat Oppa menangis di sini..” Baekhyun merapikan surai panjang milik Yoona yang menutupi wajah cantik Yeoja itu dengan jari-jarinya.

“Oppa pergi dulu..” Pamit Namja itu, kakinya mulai menapak lalu berbalik meninggalkan Yoona yang menatap sendu punggung Baekhyun dari belakang.

Punggung itu perlahan menjauh, menjauh, hingga hilang dari pandangan Yoona ketika Namja yang paling di sayanginya tersebut dengan berat hati tampak memasuki sebuah mobil mewah berwarna hitam.

Yoona diam beberapa saat…

Menatapi kepergian Namja itu dari jauh…

“BAEKHYUN  OPPA!!!” pekikan Yoona memecah keheningan di antara dirinya dan kedua orang tuanya.

Langkah kecil Yeoja itu mulai berlari- berusaha untuk menghentikan kepergian Baekhyun. Hingga langkahnya terhenti ketika sebuah pelukan hangat menghadang dirinya untuk berlari.

Nyonya Im menangis haru melihat sikap anak semata wayangnya. “Baekhyun Oppa hanya pergi sebentar…”  Yeoja paruh baya itu mencoba menenangkan Yoona.

Tangan kecil Yoona mendorong kuat tubuh Eommanya, Kaki pendeknya kembali menapak ke tanah dengan cepat meninggalkan kerumunan orang yang kini tengah memanggil-manggil namanya kuat.

Yeoja itu hanya ingin bersama Baekhyun…

Yeoja itu hanya ingin menghabiskan seluruh hidupnya bersama Namja itu…

Apa semua hal yang ingin di lakukannya bersama Baekhyun menjadi larangan?

“OPPA!!!”

BRAK

Waktu seakan berhenti,

teriakan nyaring yang terdengar pun lenyap begitu saja, isak tangis bagaikan hilang di telan bumi. Tubuh kecil itu terhantam kuat oleh sebuah mobil yang melaju kencang melalui arah yang berbeda. Membuat Yeoja yang hanya ingin bertemu kembali bersama Oppanya tersebut terbaring lemah bersimbah darah yang mengalir di kepalanya.

Sebuah kecelakaan yang menjadi akhir dari semua  keinginannya bersama Baekhyun. Semua kenangan yang mereka miliki, suara merdu milik Namja itu, gurauan lucu yang selalu membuat Yoona tertawa, bahkan wajah imut yang menjadi ciri khas Baekhyun,

Tak tersisa sedikit pun di ingatan Yoona, semua hangus bagaikan debu yang hilang tertiup angin…

“YOONA!!!!!!!”
.
.
.
Flashback Off

“ Y-Yoongie-ah, kenapa kau bisa di sini?” Suara Namja bersurai hitam itu sedikit bergemetar saat melontarkan pertanyaan pada Yeoja di hadapannya. Langkah kaki itu mendekat untuk menghapus jarak di antara mereka.

Perlahan, air muka yang tak dapat di tebak mulai terpahat di wajah Yoona. Suara kaki Baekhyun yang menapak untuk mendekatinya terdengar menggema di telinga Yoona. Yeoja itu mundur beberapa langkah dengan sebelah tangannya yang masih memegang erat pegangan tangga.

Baekhyun  terhenyak,

Namja tersebut menatap Yoona bingung. Memandangi gerak-gerik tubuh Yeoja masa lalunya yang terlihat mengekspresikan ketakutan. Sorot cemas terpancar nyata melalui kedua iris madu Yoona.

“k-kau siapa? Aku tak mengenalmu…”

Tak salah jika Yeoja di hadapannya tak mengenali suaranya lagi…

Tak salah jika Yeoja di hadapannya tak lagi mengingat nama panggilan kesayangan  Yeoja itu sendiri…

Baekhyun menyeka air matanya ketika di rasakannya mengalir secara tiba-tiba. Namja itu mendesah pelan. Tubuhnya perlahan melangkah mundur menjauh, meninggalkan Yoona yang memandangnya takut seperti merasakan aura monster menyeramkan berada di dalam diri Baekhyun.

Sepasang iris milik Namja itu refleks menatap Sehun yang kini tengah terbaring dalam damai akibat pengaruh alkohol. Kekesalan yang meluap seakan langsung menghampiri dirinya ketika kedua matanya menatap Sehun- melihatnya dengan penuh kebencian setelah mendapati Yoona di dalam rumah bergaya minimalis milik Namja itu.

Sebuah senyum sinis tersungging dengan jelas di wajah Baekhyun saat otaknya dengan mudah memberikan sebuah pencerahan.

Sehun seorang pencari harta pewaris terkenal dengan cara mengerikan…

Baekhyun tau itu, ia tau semua apa yang di lakukan sahabat karibnya tersebut…

Tapi,

Baekhyun tak pernah tau siapa saja korban dari pekerjaan bejat tersebut, ia tak tau bahwa incaran harta kali ini adalah Yoona- pewaris seluruh harta keluarga Im, harta yang selalu menjadi hasrat para penjahat untuk menyekap Yoona dan mengancam Yeoja buta tersebut.

Sehun adalah sahabat terbaik Baekhyun?  Tidak lagi semenjak Namja itu mengetahui keberadaan Yoona di rumah Sehun…
.
.
.
.
.
Mentari yang bersinar terik mulai memamerkan cahaya kehidupannya, menyibak gelapnya malam di gantikan dengan terangnya pagi. Secercah cahaya menelusup masuk melalui cela tirai yang terbuka. Hingga membuat seorang Namja bersurai coklat mulai membuka kelopak matanya perlahan- pertanda bahwa dirinya telah terbangun dari tidur panjang. Tangannya refleks memegang kepalanya yang serasa ingin meledak, ringisan pelan keluar dari mulutnya.

Alkohol…

Tentu saja ini pengaruh dari benda terkutuk tersebut…

Namja itu- Sehun dengan sisa tenaga yang di milikinya mulai berdiri dengan salah satu kursi sebagai penyangga untuk membantu dirinya berdiri tegap. Mata elangnya tanpa sengaja menelusuri setiap sudut rumah sebelum akhirnya Namja itu melenggang bebas menuju kamarnya dengan frustasi- seakan dirinya tau siapa yang menciptakan keadaan rumahnya menjadi lain dari yang lain.

Persis seperti kapal pecah, berantakan di mana-mana…

Sehun mendudukan tubuhnya pada sebuah kursi besar empuk miliknya, menyenderkan kepalanya dengan nyaman pada senderan kursi. Sekalipun begitu, kedua irisnya masih terus mengawasi tampilan yang di ambil oleh CCTV yang terpasang di kamar Yoona melalui sebuah computer yang berposisi tepat di hadapannya.

Sebuah rasa penasaran yang entah dari mana datang secara tiba-tiba menghampiri Sehun. Kepalanya yang terasa berat seakan tak lagi meninggalkan kesakitan. Namja bertubuh
semampai itu mulai mendekatkan dirinya pada sebuah Computer yang secara khusus di rancang untuk melihat hasil rekaman CCTV. Tangan dinginnya dengan cepat menyambar mouse, menekan-nekan tombol pada benda berwarna hitam tersebut dengan handal.

Hingga ekspresi penuh tanya mulai terpasang sempurna di wajah tampannya…

Rekaman CCTV di ruang utama menampilkan sosok Namja yang tengah berjalan pelan ke arah Yoona, mendekat hingga akhirnya Yoona sendiri yang menjauh dari Namja tersebut. Sehun memang tak dapat menangkap ekspresi ataupun ucapan yang terlihat dari video yang di tampilkan oleh computer di depannya. Tapi,

Ia tau persis bahwa Namja di rekaman tersebut adalah sosok yang benar-benar di kenal olehnya,

Baekhyun.

Beberapa pertanyaan mulai berkelebat di hati Sehun dengan penuh kepenasaran tinggi yang perlahan menggerogoti hatinya…

Seakan ada gejolak kuat dari Namja itu untuk segera mendapatkan semua yang ingin di ketahuinya dari Baekhyun…
.
.
.
.
.
“Ahjussi!!”

Namja dengan setelan tuxedo berwarna putih  itu hanya tersenyum tipis ketika sesosok Yeoja cantik yang begitu di kenalnya mulai menampakan diri melalui daun pintu rumah besar milik Yeoja tersebut. Krystal- Yeoja itu langsung memeluk Namja yang sudah di anggapnya sebagai saudaranya dengan penuh kerinduan yang meluap.

Pelukan tersebut bisa saja terjadi jika Namja berwajah maskulin di depannya tidak mundur beberapa langkah ketika Krystal sudah siap menjalankan keinginan untuk mendekap Namja itu layaknya boneka. Krystal menatap bingung Namja yang sudah terpaut beberapa langkah dari tempatnya berpijak.

“Umurku masih 31 tahun, aku bukan seorang Ahjussi Nona Jung…”

Senyuman mengejek perlahan terpancar di wajah cantik Krystal ketika gendang telinganya menangkap suara yang begitu membuatnya merindukan Namja keturunan Kanada tersebut. Langkah kaki itu perlahan mulai mendekat hingga sebuah pelukan hangat menyelimuti diri Namja di hadapannya.

Aroma tubuh khas yang selalu membuat Krystal betah berlama-lama memeluk Namja itu menelusup masuk melalui indra penciumannya. Namja yang sudah beberapa bulan tak menampakan batang hidung di pandangan Krysal mulai membalas pelukan erat Yeoja di hadapannya.

Krystal mengangkat kepalanya agar wajah tampan Namja di dalam dekapannya dapat tertangkap oleh sepasang indra penglihatannya.

“Umur 31 tahun masuk dalam kategori yang menurutku cocok untuk di panggil dengan panggilan ‘Ahjussi’. apalagi untuk Namja jelek sepertimu, tuan Kris…”
.
.
.
.
.
“Benar-benar enak, masakanmu sama seperti masakan seorang Chef.”

“Jangan berbicara saat makan.”

Sehun memajukan badannya hingga jarak antara  dirinya dan Yoona hanya berjarak beberapa senti. Jarinya dengan perlahan mulai menyapu pelan ujung bibir Yoona yang menyisakan bekas makanan di sana.

Hanya sebuah senyuman yang terekspos di wajahnya saat menerima perlakuan hangat Sehun. Yeoja bersurai panjang itu kembali melanjutkan aktivitas makannya yang terhenti, sesendok omelet buatan Sehun kembali memasuki mulutnya. Membiarkan rasa makanan itu membuat Yoona kembali mengambil sesendok omelet tersebut dan mengunyahnya dengan kunyahan pelan.

Perlahan, senyuman manis milik Yeoja cantik itu tergantikan dengan wajah datar tanpa ekspresi. Sesendok omelet yang sudah bersiap memasuki mulutnya tiba-tiba terhenti. Sorot mata kosong mulai memancarkan kebingungan di sana. Sesendok omelet itu kembali di letakannya pelan di atas piring.

Sikap yang Sehun tunjukan kepadanya selalu mengingatkan dirinya pada seseorang, pelukan dan genggaman tangan Namja dingin itu memang mengingatkan dirinya pada Appa. Tapi, tidak dengan perlakuan-perlakuan lain yang di terima Yoona.

Elusan pelan di puncak kepalanya hingga membuat rambutnya sedikit berantakan…

Usapan lembut yang menghampiri ujung bibirnya ketika meninggalkan bekas makanan di sana…

Gendongan yang terkadang di alaminya ketika dirinya tanpa sengaja tertidur di ruang santai…

Semua itu mengingatkannya pada seseorang, seseorang yang tak ia ketahui siapa sosok tersebut…
.
.
.
.
.
“Kenapa kau mengenakan Tuxedo?”

Kris melirik ke arah Krystal ketika dirinya tengah sibuk berurusan dengan alat-alat dapur. Namja itu tertawa pelan saat suara Krystal tanpa sengaja memasuki telinganya.

“Ada sebuah pertemuan yang di adakan di hotel tadi. Wae? Apa aku terlihat tampan?” Kris balik bertanya memancing tawa renyah yang keluar dari mulut Krystal. Yeoja itu menangkup kedua tangannya dan bertumpu pada meja untuk menyangga kepalanya. Sepasang iris miliknya menatap punggung Kris dari meja makan.

“Sangat tampan,” Krystal menyipitkan matanya. “Sejujurnya, jika di lihat dari sini, kau benar-benar terlihat mirip dengan..-“

“Namja yang kau sukai?” Potong Kris, tubuh  semampainya berjalan dengan 2 piring Spaghetti Bolognes menuju tempat Krystal. Piring berisi makanan itu di letakannya secara perlahan di hadapan Yeoja tersebut. Lalu Namja tersebut mendudukan dirinya pada bangku yang posisinya berada di sebelah Yeoja yang sudah di anggapnya seperti adik sendiri.

Sorot bingung memancar jelas melalui kedua mata bulat Krystal, Yeoja cantik itu menatap Namja yang kini tengah menikmati Sphagetti dengan sepenuh hati di sebelahnya.

“Bagaimana kau..-“

“Setiap kali aku berkunjung kau selalu mengatakan itu, aku yakin, setelah kau mencoba Sphagetti di hadapanmu kau akan melontarkan kalimat itu lagi.” Krystal mengusap tengkuknya pelan. Gendang telinganya menangkap ucapan Kris yang terdengar seperti tengah membaca pikirannya.

Memalukan..

Kenapa ia tak pernah menyadari bahwa ia selalu mengatakan kalimat itu? ‘Kris terlihat sama dengan Sehun?’  apa ia telah di butakan oleh Namja dingin itu? Krystal bahkan merasa dirinya baru  pertama kali mengucapkan hal tersebut pada Kris.

Krystal menghela napas.  “Apa kalian mempunyai hubungan darah?  Kalian memang terlihat sama walaupun tidak sepenuhnya..” Sahut Yeoja keturunan kanada itu. Lilitan Sphagetti dari garpu mulai memasuki mulutnya diiringi dengan desahan berat yang lolos dari mulut Kris.

“Akh!” Sebuah jitakan ringan mendarat mulus tepat di kepala Krystal.

“Bagaimana aku bisa tau jika aku mempunyai hubungan darah dengannya jika kau belum pernah sekalipun memberitahuku siapa orangnya!”  Ujar kris.

Krystal mengusap lembut kepalanya yang telah menjadi korban dari jitakan Namja di dekatnya tersebut. Tatapan kesal terpancar melalui kedua irisnya. Krystal kembali melanjutkan melahap Sphagetti  buatan Kris.

Sebelum akhirnya sebuah pertanyaan tiba-tiba menghampiri dirinya membuat kegiatan yang tengah berlangsung begitu saja terhenti.

Hanya karena sebuah pertanyaan…

pertanyaan yang bahkan tak pernah seklipun terpikirkan baginya untuk di lontarkan kepada Kris…

Krystal menggeser posisi duduknya hingga dirinya dapat mengamati  intens wajah Namja yang kini tengah duduk dengan tenang di sampingnya.

“Oppa, apa kau masih mencari Sehun?”
.
.
.
.
.
Tok Tok Tok

Gedoran pintu yang menimbulkan suara yang cukup bisa memekakan telinga membuat 2 manusia berbeda gender di dalam rumah bergaya minimalis tersebut sukses mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu utama rumah, membuat kegiatan makan mereka terhenti untuk beberapa saat.

Sehun meletakan garpu yang tengah di pegangnya. Namja itu mulai beranjak dari tempatnya dengan cepat. Tangannya menepuk pelan bahu Yoona, ekspresi kaget terlihat jelas terpancar di wajah cantiknya. Tatapan kosong Yeoja itu dengan sempurna memancarkan ketakutan di sana.

“Tunggu di sini.”

Sehun berjalan bebas menuju pintu rumah, Namja itu melirik sekilas ke arah monitor yang menampilkan siapa seseorang yang berada di luar rumah. Hingga pintu besar  yang terkunci tersebut dapat terbuka dengan lebar ketika Namja berkulit pucat tersebut mengetahui siapa yang datang kekediamannya.

BRUK

Sehun menggigit bibir bawahnya kuat menahan agar jeritan kesakitannya tidak terdengar hingga ke telinga Yoona. Namja itu mengusap dengan penuh kehati-hatian pada ujung bibirnya yang mulai mengeluarkan darah. Sehun menghela napas pelan. Sepasang Iris Pure Hazel miliknya refleks menatap ke arah Yoona- irisnya menangkap ekspresi cemas yang terlihat jelas melekat di wajah Yeoja tersebut.

Kaki jenjang Yoona mulai menapak untuk segera beranjak.

“Yoona-ssi, tetap di sana.”

Langkah kaki itu terhenti ketika mendengar suara yang sudah betul-betul di kenalnya. Yoona kembali duduk di atas kursi makan mengikuti titah Sehun, sekalipun hatinya benar-benar kalut saat mendengar bunyi hantaman kuat yang ia yakini berasal dari Namja berkulit pucat itu.

Sehun mencoba berdiri dari posisinya yang tersungkur. Kaki panjangnya perlahan melangkah ke arah Namja yang kini menatapnya penuh kebencian. Sehun menggenggam bahu Namja tersebut.

Sebuah bisikan pelan dapat terdengar hingga ke telinga Namja bersurai hitam itu sebelum akhirnya Sehun berjalan dengan bebas menuju keluar rumah.

“Bicarakan semuanya di luar.”
.
.
.
.
.
Baekhyun mengarahkan tinjunya pada wajah Sehun. membiarkan wajah tampan milik Namja itu mulai di hiasi dengan lebam dan guratan luka. Nafasnya terengah-engah setelah hantaman kuat mengenai wajah Sehun. tatapan membunuh tersirat dengan jelas melalui kedua pasang mata Baekhyun.

“Kenapa kau menjadikannya sebagai incaranmu!! Apa kau bodoh?! Aku sebelumnya sudah bercerita tentang masa lalu ku padamu, apa tak pernah sekalipun terpikir olehmu bahwa ia adalah Yoona yang kucari?! Hah?!!”

Hantaman penuh kebencian kembali mendarat pada wajah Sehun membuat Namja berkulit pucat itu terpental hingga beberapa meter dari tempat awal dirinya berdiri. Sehun mengatur
napasnya yang tak beraturan, membiarkan dirinya terbaring dengan penuh lebam di tubuhnya yang merupakan karya dari sahabatnya sendiri. Sehun mengalihkan pandangannya pada Baekhyun yang kini tengah menatapnya dengan penuh kekesalan.

Namja itu tertawa pelan. “Sejujurnya, aku benar-benar tak tau siapa Yoona yang saat itu tengah kau bicarakan dan Yoona yang kini menjadi incaranku. Aku bahkan tak menyangka bahwa mereka berdua adalah satu orang yang sama…-“

Baekhyun tertawa hambar mendengar penuturan bodoh yang baru saja terucap dari mulut Sehun. Namja itu mengacak surai hitamnya kasar- melampiaskan emosi yang tak tertahan di dalam dirinya.

Sehun menarik napas pelan.”Kau bisa memberikan hadiah pukulanmu padaku. Tapi, mian. Aku tak bisa memberikan Yoona sebagai balasan dari hadiahmu itu…”

Baekhyun menatap Sehun tajam. Tatapan tajam yang seakan menusuk dalam kedua iris pure hazel milik Namja bersurai coklat itu. langkah kaki Baekhyun melangkah cepat ke arah Sehun yang tengah terbaring lemah di hamparan rumput hijau pekarangan rumah. Kerah bajunya dengan cepat terangkat oleh cengkraman kuat Baekhyun.

BLUG

Untuk kesekian kalinya. Kepalan tangan itu kembali melayang ke arah wajah Sehun, membiarkan cairan kental berwarna merah pekat segar mengalir perlahan melalui hidung Namja tersebut.

Mata Baekhyun memerah bagaikan api kemarahan dan kebencian yang terpancar menjadi satu di sepasang matanya.

tatapan yang seakan mengisyaratkan Sehun untuk berhati-hati karena Namja itu bisa saja terbunuh saat itu juga oleh Baekhyun. Namja tersebut menatap Sehun dengan perasaan bercampur aduk di dalam hatinya.

“Aku akan membawa Yoona kembali hari ini, kau tak perlu repot untuk mengahalangiku….”
.
.
.
.
.
“Oppa, apa kau masih mencari Sehun?”

Kris terdiam untuk beberapa saat. Pandangan mata tajamnya langsung teralih pada kedua iris Krystal yang memancarkan rasa penasaran yang begitu tinggi. Helaan napas panjang memecahkan keheningan yang terjadi di antara mereka. Seulas senyum tipis perlahan mulai terpahat sempurna di wajah tampan yang selalu berhasil membuat dirinya menjadi pusat perhatian para Yeoja.

Seulas senyum yang menyimpan banyak rahasia di dalam sana…

Senyuman yang hanya menjadi hiasan belaka di wajahnya tanpa sedikitpun rasa manis di balik senyum tersebut…

Tak ada yang menyangka bahwa Namja tampan, berpendidikan tinggi, kaya raya seperti dirinya memiliki cerita hidup yang tak pantas untuk di ceritakan pada orang-orang. Hanya karena kesalah pahaman, membuat orang yang di sayanginya tersakiti hingga lenyap begitu saja dari pandangan matanya- Membuat guratan kesedihan tergores dengan begitu dalam di hatinya.

Kris meraih gelas berisi air mineral di dekatnya, hingga cairan menyegarkan itu membasahi tenggorokannya yang terbilang cukup kering. “ aku masih dalam tahap pencarian Namja itu. belum ada tanda-tanda Sehun menampakan diri di dunia luar. Itu sedikit menyusahkanku untuk mencarinya..”

Krystal hanya mengangguk samar mendengar untaian kalimat yang terlontar dari balik mulut Namja di sampingya.

Kris adalah seorang ketua kepolisian. Seseorang yang memegang jabatan tinggi di dunia keamanan kota Seoul. Di berikan sebuah tugas dari petinggi yang memintanya untuk mencari buronan kelas atas seperti Sehun- Namja yang dengan ahlinya dapat bersembunyi di manapun tanpa di ketahui oleh siapapun yang mencarinya.

Krystal bisa saja memberitahukan semuanya pada Kris,

Memberitahukan bahwa dirinya telah mengenal Sehun untuk waktu yang cukup lama, aktivitas yang tengah dilakukan Namja itu sekarang, dan di mana Namja berdarah dingin tersebut tinggal…

Semua fakta tentang Oh Se Hun dapat terucap dengan lancar melalui bibirnya jika saja rasa kesal yang berada di dalam hati Krystal mampu melampaui batas besarnya perasaan cinta Yeoja itu pada Sehun.

Dan untuk pertama kalinya, Yeoja itu mengutuk pesona Sehun yang benar-benar mampu membuatnya jatuh ke dalam jurang yang tak ada satu pun manusia yang dapat keluar dari sana…
.
.
.
.
.
Mata merah itu menatap tanpa sedikitpun niat pada berkas-berkas yang bertebaran di setiap sudut ruang kerjanya. Namja itu mendudukan dirinya pada sofa yang terletak di sisi kanan ruang tersebut. Sepasang irisnya menatap Tao yang kini tengah berdiri tegap di hadapannya.

Namja itu meletakan beberapa lembar kertas pada permukaan meja di hadapan Baekhyun. “Ingatannya benar-benar hilang, hal yang di alami oleh Yoona Agasshi benar-benar berakibat fatal terhadap otaknya. Aku sudah menyelidiki ini pada dokter yang menangani kesehatannya..”

Baekhyun mengambil kertas itu perlahan, matanya yang memerah menelusuri kata demi kata yang membentuk kalimat panjang pada kertas tersebut. Seakan emosi telah merajai dirinya saat ini, kebencian yang tengah merasukinya. Membuat Namja itu menjadi tak terkendali.

SRAK

Kertas-kertas itu berterbangan ke arah Tao. Namja keturunan China itu hanya bisa menutup kedua kelopak matanya ketika atasannya dengan penuh amarah melemparkan beberapa lembaran kertas tersebut kepadanya.

“Kenapa ia tak bisa mengingatku lagi!? Cepat beritahu kenapa!!”

Baekhyun menendang kuat meja besar di dekatnya dengan penuh amarah- membiarkan berkas-berkas penting di permukaan meja tersebut melayang tak tentu arah. Membuat Tao sedikit terlonjak kaget dari tempatnya ketika meja besar itu nyaris menghimpit kakinya.

Perlahan, cairan bening itu mengalir bebas dari kedua pelupuk matanya. Penglihatannya mulai memburam akibat cairan yang menghadang pandangan irisnya- berkaca-kaca. Air mata yang menyiratkan kesakitan, kepedihan di dalam hatinya.

Ia tak tau siapa yang harus di salahkan sekarang…

Siapa yang harus di salahkan karena telah membuat memori otak yang menyimpan rapi kenangannya bersama Yoona hilang begitu saja dari ingatan Yeoja tersebut…

Dongaeng kecilnya yang perlahan menjelma menjadi Yeoja yang di cintainya…

Flashback On

Yoona menghentakan tangannya kuat, melepaskan cengkraman dari pegangan Baekhyun pada pergelangan tangannya. Tangan porselen itu dengan ringan melayang tepat ke arah wajah Namja tersebut.

PLAK

Panas menjalar di sisi wajah sebelah kirinya, tamparan yang terbilang kuat itu cukup mampu membuat pipinya memerah. Pandangan matanya langsung terpaku pada iris madu Yoona- seakan sepasang mata itu tengah mencari alasan kenapa Yeoja bersurai panjang itu menamparnya secara tiba-tiba.

Mata indah Yoona mulai merasakan panas di sana,menyebabkan iris madu itu sedikit memudar akibat cairan sebening kristal yang sedari tadi di tahan melapisi matanya.

“Apa maumu?! Kenapa kau seakan mengenalku?! Aku bahkan tak tau siapa dirimu!! Cepat bawa aku kembali ke tempat Sehun!!!” suara pekikan Yoona seakan menjadi sebilah pisau yang menyayat dalam hatinya.

Sakit? Tentu saja… ini bahkan lebih menyakitkan dari sebuah peluru yang meluncur bebas menembus dada.

Baekhyun menarik paksa bahu Yoona, menahan tubuh Yeoja itu dengan kedua tangannya. Tatapan kosong itu perlahan mulai memancarkan ketakutan di sana.

Iris Baekhyun menatap dalam Sepasang iris madu yang mengingatkannya pada Nyonya Im dari mata Yoona. “Apa kau tak bisa mengingatku?! Apa dengan mudahnya kau melupakan Oppa yang selalu menemani hari-harimu dulu?! Apa hidupmu terlalu menyenangkan hingga kau terlalu sibuk untuk mengingatku?!” deretan pertanyaan itu menembus indra pendengaran Yoona. Pertanyaan yang terdengar bagaikan gas air mata baginya.

Tes

Tetes demi tetes air mata mengalir perlahan turun membasahi pipi tirusnya. Bibirnya bergemetar menahan tangis yang berusaha menembus pertahan diri Yoona. Bahu yang di cengkram kuat itu di tepisnya kasar. Tatapan ketakutan yang terpancar melalui pandangan kosongnya perlahan menjelma menjadi kebencian.

“Apa yang kau ketahui tentang hidupku?!”

Yeoja itu menggigit bibir bawahnya kuat, manik gelap itu menatap Baekhyun yang kini tengah membeku mendengar pertanyaan Yoona.

“Kau kira hidupku menyenangkan? Aku bahkan berharap jika perkataanmu itu benar…-“ Air mata yang tak henti-henti mengalir melalui kedua matanya itu di hapus kasar oleh tangan kurus Yoona.

“kau tak pernah tahu tentang penderitaan hidupku.. Eomma dan Appa yang pergi meninggalkanku sendirian, seluruh penghuni rumah yang enggan memberi tau penyebab kematian mereka, hidup sendirian di rumah besar itu, tak ada yang tau bagaimana penderitaanku!!!”

Yoona mundur beberapa langkah, menghapus jarak dekat yang tercipta di antara dirinya dan Baekhyun. Suara tangis itu perlahan lenyap dari pendengaran Baekhyun, walau tetesan air mata tak akan mampu berbohong dengan berhenti  mengalir dari pelupuk mata Yoona.

Yeoja itu benar…

Baekhyun tak tau apa-apa tentang penderitaan yang di alami Yoona…

Dengan keadaan buta, Yoona harus menjalani hidup yang begitu menyakitkan…

Menangis di sudut ruangan ketika orang-orang tengah tertawa lebar, memikirkan hari-hari yang harus di lewatinya dengan kepedihan ketika Yeoja seumurannya malah menghabiskan waktu tanpa pikiran apapun.

Baekhyun tertegun, Namja itu menatap Yoona sendu. Menatap cantiknya malaikat tanpa sayap yang berdiri tepat di hadapannya. Menatapnya dengan raut wajah iba.

Flashback Off
.
.
.
.
.
Dua pasang mata itu saling melempar pandangan dengan sorot yang berbeda-beda, sepasang mata tajam dengan iris gelap menatap dengan pandangan penuh kerinduan dan kekhawatiran menjadi satu, sedangkan  iris terang dengan manik yang menyiratkan kegelapan tersebut hanya balas memandang dengan tatapan dingin menusuk.

Sehun mendengus kesal,

ia tak pernah sekalipun berkeinginan untuk bertemu dengan Namja yang selalu membuatnya muak. keinginannya untuk mencari Yoona sedikit terhalang oleh Namja yang tengah menatap penuh arti ke arahnya sekarang.

“Kenapa kau muncul di hadapanku? Apa kau belum puas menjadikanku sebagai manusia paling buruk di muka bumi ini?” Pertanyaan dingin itu terlontar dari balik mulut Sehun, pertanyaan yang lebih terdengar seperti sebuah sindiran di telinga Namja bersurai coklat keemasan di hadapan Sehun.

Wajah penyesalan terlihat jelas memancar pada air mukanya- Wajah yang selalu menjadi ekspresi tetap ketika dirinya bertatap muka dengan Sehun.

Namja itu bodoh…

Ia tahu bahwa dirinya lah yang terbodoh…

Tak seharusnya ia mengucapkan kebohongan pada mulutnya saat itu, tak seharusnya saat itu ia bersikap sarkatis terhadap Namja yang tengah berdiri menatap dingin ke arahnya sekarang…

Penyesalan tak akan pernah sekalipun datang di awal, itulah kenyataan pahit yang harus di telan kuat oleh Namja tersebut…

“Mian..” satu patah kata dengan ketulusan itu terlontar dengan susah payah melalui mulut Namja tersebut, berharap sepatah kata itu bisa menembus benteng besar yang telah memisahkan jarak di antara mereka- Benteng besar yang di buat Sehun secara khusus untuk tak melihat dirinya lagi- ia tahu tentang itu.

Perasaan geram seakan memakan Sehun saat itu juga, ucapan yang di tujukan untuk dirinya tersebut  di rasa tak pantas untuk memasuki indra pendengarannya- suara berat Namja yang berjarak beberapa meter dari tempatnya berpijak seakan menodai gendang telinganya.

“Apa kau ingin terlihat menjadi paling menyedihkan di sini? Hah?” untuk kesekian kalinya, helaan napas berat terdengar keluar dari alat pernapasan Namja itu. Ia sangat mengenal Sehun- mengenal Namja dingin itu lebih dari diri Namja itu sendiri. Wajar jika Sehun mengatakan Kalimat itu padanya.

Ketahuilah bahwa Sehun adalah sosok yang tak mudah untuk memberikan maaf pada seseorang yang telah melakukan kesalahan pada dirinya.

Bayang Sehun perlahan mulai mendekat ke arahnya.  Sedikit menghilangkan jarak jauh yang tercipta di antara mereka. “Kau seorang polisi terkenal bukan? Kenapa kau tak mau menangkapku? Aku sedang menyerahkan diri sekarang, jadi tangkaplah aku…”

Namja itu tak akan menjadi polisi jika saja Sehun masih berada di sisinya…

Ia lebih memilih menjadi dokter hewan yang selama ini selalu di impikannya. Tapi karena Sehun, ia harus mengubah jalan hidupnya- takdirnya…

Menjadi detektif sekalipun petinggi polisi membuatnya dengan mudah untuk melacak keberadaan Sehun yang menghilang dari pandangannya. Dengan keahlian yang telah di pelajarinya selama bertahun-tahun, Namja tersebut dapat mengetahui  keberadaan  Sehun.

Ia bisa saja menyelesaikan tugas yang di berikan dengan menangkap Namja dingin itu kapanpun ia mau. Karena dirinya sama seperti mata-mata setia Sehun- seperti sebuah CCTV yang selalu mengawasi gerak-gerik Sehun.

Dan untuk pertama kalinya, Namja bertubuh tegap itu mengaku bahwa dirinya tak mampu untuk menyelesaikan tugas dari kepolisian- Tugas tersembunyi yang tak di ketahui oleh sembarang orang. Bukan karena ia tak memiliki kemampuan. Tapi, karena dirinya merasa malu untuk memasangkan borgol pada kedua pergelangan tangan Sehun.

Semuanya berlalu begitu saja, hingga menjadikan Sehun sebagai pemegang status ‘buronan’ di data diri Namja berdarah dingin tersebut. Sehun bertindak layaknya seperti sampah Negara karena ada seseorang di balik alasan dirinya berbuat seperti itu. dan seseorang itu adalah Namja yang kini tengah menatap miris keadaan Sehun sekarang.

“Kesempatanmu berakhir, aku tak ingin berlama-lama di sini bersama orang sepertimu…” kaki jenjangnya mulai menapak cepat ke tanah dan berlari meninggalkan Namja yang kini menatap punggung Sehun dari belakang.

Namja itu- Kris Oh…
.
.
.
.
.
TBC

Eh, kenapa ada bang Yi fan di ffku??? #LirikKris
Sumpah, ini Chapter tersusah yang pernah ku buat. Otak gak bisa mikir lagi, jadi tangan ini hanya bisa ngetik apa yang ada di pikiran aja. Mood benar-benar turun untuk ngetik.
maaf jika alur ceritanya sedikit maksa. Aku masih baru di dunia per-FFan. Gak terlalu ahli buat cerita sekeren FF Author lain.
Sekalipun begitu, Comment+ Like sangat membantu sebagai motivasiku untuk menulis FF, agar cerita dapat lebih berkembang.
Gomawo!!
#BowBarengSehun

56 thoughts on “(Freelance) Mistake (Chapter 3)

  1. Next!! Daebak.. Alurnya berbelit belit.. Jadi gak sabar tau akhirnya.. Yoona eonni bakal inget lagi kan ke baekhyun oppa? Semoga… Hwaiting..

    Annyeong^^

  2. Makin rumit. . .masih banyak misteri.nya. . .
    Apakah kris melakukan kesalahan kepada sehun? Kalau iya apa itu?
    Aaahh. . .makin penasaran. . .
    Ditunggu lanjutannya thor

  3. Oh kris itu kakaknya sehun wah susah dong tuh kakak mau nangkep adeknya sendiri
    Terus gimana ya nasib yoona sama sehun semogaaa mereka tdk terpisah deh semoga mereka ber2 bersatu🙂

    Chap 4 cepet ya eon penasaran nih hahahahah

  4. ada hubungan apa kris sama sehun? mereka bersaudara kah? aaaaaaaaaaaaaaa ini sangat bikin aku penasaran..
    ff nya bagus ko author, keren malah
    ditunggu chapter selanjutnya, jgn lamalama ya author🙂

  5. duh nih FF bener bikin penasaran tau thor, walaupun setiap chapnya makin dijelasin tetep aja ada yang bikin penasaran O.o jadi baekyoon itu sempat/?/ saudaraan, but kalau dilihat disini baekhyun ada rasa/?/ ke yoona *-*

    yang bikin penasaran sehun sama kris?? pasti masa lalu sehun ada hubungannya sm kris? *bener.gak?* dan mungkin juga ada hubungannya sama yoona?! *sok.nebak*

    ditunggu ya lanjutan FFnya^^
    maaf telat komen #bow
    semangat >< keep.writing

  6. Makin rumit aja nih ceritanya. Ternyata Sehun menyimpan banyak misteri yauw…
    O oh,, Baek ternyata teman kecilnya Yoong toh. Dan Yong hilang ingatan juga buta gagara waktu itu pernah kecelakaan dimasa kecilnya.
    Kris? Dia saudaranya Sehun yaa.. Tapi tapi-
    Ahhh… Ditunggu kelanjutannya aja deh
    Hwaiting!!!

  7. Aehem Kris dateng cie. dia nanti jadi pasangannya Krystal kali yeh haha.
    Tau deh, aku suka banget nebak-nebak. *walaupun ntar salah :v

  8. Bagus kok chingu
    Penggambaran alur dan cerita yg rumit butuh mikir yg keras jd buat salut sama gaya penulisan ff kamu. Ditggu lanjutannya ya
    Hwaiting

  9. Eh Eh ada mantan gua tu>yifan..
    Wuaa Keren keren thor.. tidak sia* deh author bkin ampe kepala pusing hehe
    Jdi itu toh misteri bang baek >< … O my gat Jdi selama ini mantan gua a.k.a yifan tu cman bersandiwara doang?! msih penasaran sma masa lalu si oh sehun …
    yoong eonni kejam jgn kejam amat kali ingat dikit tu bang baek kn kasian tu anak T^T .. Bang sehun jga di sini identitas ny msih misteri *?* Ok ok Next Next n Next😀

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s