(Freelance) We Got Married (Chapter 2)

wgmseason2

 

We Got Married

 

Main Cast : Im Yoona SNSD dan Oh Sehun EXO

Other Cast : Kwon Yuri SNSD, Jung Jessica SNSD, Kim HyoHyeon SNSD, Hwang Tiffani SNSD

Genre         : Romance, Family, and Others

Author’s Note: Terimakasih untuk para readers yang sudah mau membaca dan meninggalkan jejak untuk ff ini, author benar-benar tidak meyangka jika banyak yang suka karena ini adalah ff pertama author J. Sekali lagi author mau mengucapkan banyak terimakasih kepada semua readers di YoongEXO yang telah memberikan banyak masukan untuk author (Bow). Dan author juga mau minta maaf karena typo(s) bertebaran dimana-mana, keke. Jujur author ngerjain ff ini disela-sela ngerjain bertumpuk-tumpuk tugas (dan harus ditulis manual/tulis tangan) dan tugas akhir a.k.a skripsi. Jadi mohon maaf jika masih banyak sekali kesalahan. (berisik ah lu thor).

Oke, dari pada denger curhatan author yang kaga jelas, langsung aja….

Hope you’ll like this….

.

.

 

.

EPISODE 2 – 7 September 2013

Suasana didalam ruangan begitu hening. Dua orang berbeda jenis ini sedang sibuk dengan kegiatan mereka masing-masing. Si wanita Im Yoona sedang asyik menyuapkan beberapa potong pizza kedalam mulut mungilnya, sedangkan si pria, Oh Sehun malah asyik bermain game di ponselnya.

MC1: Ah.. Kenapa suasananya menjadi hening?

MC3: Ne, mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing.

MC2: Apakah hanya aku saja yang merasakan kecanggungan diantara mereka berdua?

MC1,2,4: (menggeleng) kami juga merasakannya.

“ Sehun-ssi” panggil Yoona yang berhasil mengalihkan pandangan Sehun dari game yang sedari tadi ia mainkan.

“ ne” Jawab Sehun sambil tersenyum.

“ Kenapa kau mengacuhkanku?” Tanya Yoona. Tangannya sibuk mengambil air putih dan meneguknya.

“ Ah, joesonghamnida. Noona terlihat sangat menikmati makanan ini. aku tidak ingin mengganggumu noona.”

Yoona mengangguk lalu tersenyum kearah Sehun. “Gwaencanha. Aku tidak merasa terganggu, jadi bicaralah.”.

PD : Sepertinya istrimu merasa kau abaikan. Apakah kau tidak menyesal?

Sehun: Ah, jinjjayo? Apakah aku terlihat begitu? (terkejut). Joesonghamnida. Aku benar-benar merasa menyesal. Aku sungguh-sungguh tidak bermaksud mengabaikannya. Aku tahu Yoona noona sedang merasa lapar, jadi aku tidak ingin mengganggunya saat makan.

PD: Sepertinya Sehun lebih asyik berman game, apakah kau marah padanya?

Yoona: Ne, tentu saja. (tertawa). Awalnya aku merasa sedikit kesal, aku merasa diduakan dengan game yang ia mainkan. Tapi setelah aku tahu alasannya, aku merasa sedikit buruk karena terlalu egois. Oh Sehun-ssi mianhae.(tersenyum).

MC3: Sehun-ssi benar-benar lebih matang dari usianya.

“ Sehun-ah, bisakah kau tidak memanggilku noona?” Tanya Yoona.

Sehun nampak bingung, ia sedikit ragu untuk membalas pertanyaan atau bahkan terdengar seperti sebuah kalimat peritah ditelinga Sehun. “ em.. wae noona?”

Yoona membenarkan posisi duduknya, mengangkat kedua kaki keatas sofa lalu melipatnya. “ bukankah sekarang kita sudah menikah. Em maksudku, akan lebih nyaman jika kita memakai nama panggilan tertentu, bukan seperti ‘noona’ atau akhiran ‘ssi’, itu sangat formal, dan kurasa sangat tidak nyaman untuk kita berdua. Menurutmu bagaimana?”

MC1: Ah.. Benar kata Yoona-ssi. Itu sangat tidak nyaman.

MC4: Bukankah dulu 2PM Nickhun dan F(x) Victoria juga memakai banmal?

MC2,3: Ne, majayo.

Sehun mengangguk tanda mengerti. “ seperti baby? Atau yeobo?” Tanya Sehun polos.

MC2: Ya! Sehun-ssi. Kau cepat tanggap. (tertawa).

Yoona mengangguk, lalu memutar tubuhnya hingga menghadap Sehun.“ bukankah lebih nyaman jika kita menggunakan panggilan tertentu?”

Sehun menimbang-nimbang usul dari Yoona, lalu menganggukan kepalanya. “ baiklah.” Jawab Sehun setuju. “ menurut noona panggilan apa yang cocok untuk kita berdua?”

Yoona nampak berfikir. “aku masih memikirkannya tuan Oh Sehun. Dan Ya! Berhenti memanggilku NOONA!” Yoona mempoutkan bibirnya, pura-pura marah.

Sehun hanya mengangguk sambil tekikik pelan. “ ne, arasseo.”

Suasana kembali hening. Mereka kembali larut dalam firikan masing-masing.

Deer!” Celetuk Sehun dengan mata berbinar.

Deer? Rusa?” Tanya Yoona meyakinkan.

“ ne, majayo.”

Yoona masih bingungg. Bukankah itu memang nama panggilannya selama ini. lalu kenapa Sehun ingin memanggilanya rusa. Hei bukankah itu terlalu biasa? Apakah tidak ada nama panggilan yang lebih special?Batin Yoona protes.

Sehun menangkap raut bingung istrinya. “apakah noona, ah ani. Maksudku uri deer bingung kenapa aku ingin memanggilmu dengan sebutan rusa?”

Yoona menatap Sehun bingung, lalu dengan perlahan mulai menganggukan kepalanya. “bukankah itu terlalu biasa?” Tanya Yoona polos. “ benarkah?” Tanya Sehun. “aku hanya berfikir jika nama itu cocok denganmu, kau sangat aktif dan enerjik, selalu bisa membuat suasana menjadi ceria . Benar-benar membuat orang disekitar noona, ah maksudku disekitarmu ikut cerah karena pesonamu.” Jelas Sehun dengan wajah polos.

Yoona menganggukkan kepalanya faham. Kedua matanya nampak seperti anak kecil yang sedang mendengarkan cerita dari eommanya. “keut! Kau sudah selesai Oh Sehun. Aku suka dengan nama panggilan itu.” Kata yoona sambil memperlihatkan senyum cerahnya.

Ia kembali terdiam. Lebih tepatnya berfikir. Ia belum menemukan nama yang cocok untuk suaminya. Tiba-tiba ia menjentikkan jarinya. Senyum ceria nampak menghiasi wajah cantiknya. “ Aku sudah dapat!”

“ apa itu?” Tanya Sehun penasaran.

“ HunAh!” ia menyebutkan nama itu dengan mata berbinar. “ Oh Sehun da Im YoonAh, jadi Hun-Ah ( Huna). Eotte?” Tanya Yoona, penasaran dengan tanggapan Sehun.

Sehun mengangguk-anggukkan kepalanya. “ keut! Deer dan HunAh.”

Mereka pun tertawa puas, dan mulai membuat lelucon dengan memanggil satu sama lain dengan sebutan yang mereka buat.

“ Deer..” panggil Sehun.

“ ne… HunAh..” jawan Yoona sambil memutar kepalanya kearah Sehun. “ waeyo?”.

nothing.” Jawab Sehun diikuti kekehan.

“HunAh..” panggil Yoona manja.

waeyo Deer?”

nothing… “ jawab Yoona membalas kejahilan Sehun.

Mereka pun tertawa bersama. Melakukan hal bodoh bersama sungguh sangat menyenangkan.

MC1: Uwaa! Kyeowo.

MC4: mereka berdua benar-benar imut.

MC2:Bukankah mereka sangat serasi? Aku sangat iri..

MC1,3,4: (mengangguk).

Yoona menyandarkan tubuhnya pada sofa. Meregangkan otot-otot tubuhnya yang sedari tadi terasa kaku. “Ah aku sangat lelah..”

Sehun terkekeh geli melihat Yoona yang memang nampak sangat imut dengan tingkahnya itu. “Deer.. Apa jadwalmu minggu depan?” Tanya Sehun memulai pembicaraan.

MC3: dia mulai. (tertawa).

“ Sabtu depan aku dan member SNSD lainnya akan melanjutkan tur kami, waeyo?” Tanya Yoona. Ia mulai membenarkan posisi duduknya dan memandang Sehun yang sedari tadi sedang menatapnya.

“ Ah.. konser solo. Dimana? “

“ Indonesia. Waeyo? Apakah kau khawatir jika kita tidak bisa bertemu? Apakah kau akan merindukanku?” Tanya Yoona, diikuti kekehan kecil. Ia merasa geli mendengar pertanyaannya sendiri.

MC2: Lihatlah! Muka sehun-ssi memerah.

MC3: Benar. Kurasa ia sedang malu sekarang.

“ Tentu saja. Aku pasti sangat merindukanmu Deer.” Jawab Sehun. Mukanya semakin memerah. “ apakah kau tidak merindukanku?” tanyanya malu-malu.

MC1: Uwa! Akhirnya pertanyaan itu muncul juga. Kau hebat Oh sehun-ssi.

MC4: Menurutku dia sangat polos.

MC2: Siapa?

MC4: Oh Sehun-ssi.

MC2,3: (Mengangguk).

Yoona tersenyum evil. “ani!” Ia menggelengkan kepalanya. Lalu menunjukkan ekspresi serius. Oh Sehun nampak terkejut dengan jawaban istrinya. Wajahnya nampak sedikit kecewa. Yoona yang melihat ekspresi Sehun mencoba menahan ledakan tawa yang sedari tadi coba ia tahan.

“HAHAHA! Ya! Oh Sehun pabo. Mana mungkin aku tidak merindukanmu.” Yoona masih tertawa melihat ekspresi Sehun yang nampak terkejut dan kesal.

“ Ya! Jadi noona mengerjaiku?” Tanya sehun tidak percaya.

PD: Apakah sudah dari awal kau ingin menggodanya?

Yoona: Ne, ia begitu polos. Aku sangat menyukainya. Bukankah ia sangat imut dengan eksprei seperti itu? (tertawa).

PD: Bagaiamana perasaanmu ketika mengetahui Yoona menggodamu?

Sehun: Aku benar-benar malu. Bagaimana bisa dia bersikap seperti itu? Apakah dia tidak tahu, betapa sulitnya pertanyaan itu keluar? Jantungku berdetak sangat keras. Bahkan aku sangat takut jika dia bisa mendengarnya. (tertawa malu).

PD: Bagaiman perasaanmu ketika tahu ia sedang mengerjaimu?

Sehun: aku sangat terkejut. Tapi aku lega dan senang. (tertawa).

“HunAh.. Apakah ada sesuatu hal yang tidak bisa kau lupakan? Hari yang sangat istimewa mungkin.” Tanya Yoona.

Sehun nampak berfikir sejenak. “em.. tentu saja ada. Waeyo?”

“Kapan?”

“Hari dimana aku melakukan debut bersama member EXO lainnya. Dan, Ah.. Saat kami mendapatkan penghargaan untuk pertama kalinya. Aku tidak akan bisa melupakannya.” Jawab Sehun menatap lurus kedepan.

Yoona mengangguk. “ em.. aku tahu bagaimana rasanya. Kakimu akan terus bergetar saat menginjakkan kaki untuk pertama kali diatas panggung, tapi teriakan para fans akan memberikan kekuatan tersendiri. Dan saat mendapatkan penghargaan untuk yang pertama kali, aku rasa, mungkin seperti ada bom yang meledak didadaku dan mengeluarkan jutaan kupu-kupu yang membuatmu sangat bahagia. Bahkan aku tidak bisa menghentikan air mataku untuk keluar. Karena bayangan orang tua, staf, sahabat dan para fans terlihat jelas didepan kita.” Jelas Yoona, sambil menghadap lurus kedepan, firkirannya menerawang kemasa lalu, mengingat masa diamana ia pertama kali melakukan debut dan mendapatkan penghargaan pertamanya.

“ ne majayo. Lalu..” Sehun menghentikan kalimatnya, memutar tubuhnya hingga menghadap Yoona yang berada disampingnya. “ adakah hal yang membuatmu tidak bisa melupakannya? Hal yang sangat menyedihkan mungkin?”

“ tentu.” Jawab Yoona pasti, dan mulai mengingat-ingat kejadian itu. “Hari dimana saat aku melakukan debut dan mulai memperkenalkan diri dengan nama So Nyuh Shi Dae Yoona. Aku tidak akan pernah melupakannya.” Jawab Yoona tanpa mengalihkan pandangannya. “Dan.. Ah..” ia memutar tubuhnya menghadap Sehun. “Tahun 2011, saat SM Town New York. Aku dan seluruh keluarga SM Town melakukan konser di Madison Square Garden. Dan apakah kau tahu jika kami adalah artis Asia pertama yang bisa melakukan konser disana. Tidak ada yang menyangka jika kami bisa melakukan konser disana, karena itu seperti mimpi yang menjadi kenyataan, saat lee sajangnim memberitahu kami, kami semua sangat senang dan mulai bekerja sangat keras untuk memberikan penampilan terbaik. Dan saat konser selesai, kami semua berpelukan, kami semua menangis karena bahagia.” Terang Yoona sambil tersenyum mengingat kejadian itu.

Sehun nampak mendengarkan dengan seksama. “ pasti sangat menyenangkan. Lalu, adakah hal yang membuatmu sedih hingga merasa seperti putus asa?” Tanya Sehun.

Yoona mengangguk. “ada. Tentu saja ada. Kami sudah berusia 6 tahun semenjak debut. Melewati kutukan 5 tahun yang sangat melelahkan, ada saat dimana aku dan para member ingin menyerah, kami sangat lelah dan sedih saat melihat komentar negative tentang kami di internet. Tapi saat kami melihat pink ocean kami langsung melupakannya. Pink ocean adalah kekuatan kami, mereka seperti doping saat kami lelah. Sone, mereka selalu ada disaat kami senang maupun saat kami sedang terpuruk.” Yoona menghentikan kalimatnya, matanya mulai berkaca-kaca. ” Aku sangat bersyukur memiliki mereka.”

Sehun menghembuskan nafasnya perlahan. Ia tidak tega melihat Yoona yang mulai sedih. Ada perasaan bersalah dihatinya. “pasti sangat berat, apalagi ada haters yang sering memberikan komentar negative. Tapi aku tahu, kau Deer, kau adalah orang yang hebat dan kuat. “ Kata Sehun sambil mengangkat kedua jempolnya untuk Yoona.

Yoona tersenyum. “ Haters, menurutku mereka tidak ada. Mereka hanyalah fans yang tertunda, karena mereka belum mengenal kami. Mereka belum tahu kami yang sebenarnya. Tapi aku sangat berterimakasih kepada mereka, karena merekalah aku dan para member SNSD lainnya tumbuh menjadi gadis yang kuat. Mereka yang menjadikanku dewasa dan matang.” Jawab Yoona diikuti senyuman.

MC1: (berkaca-kaca). Pasti sangat berat untuknya.

MC3: (memberika tisu untuk MC1). Tapi dia adalah wanita yang sangat kuat.

MC2,4:( mengangguk).

PD: Apa yang membuatmu hampir menangis Yoona-ssi?

Yoona: Apakah anda merekamnya?(tertawa). Dulu.. Saat aku masih menjadi trainee, Lee sajangnim pernah mengatakan ‘perjalanan masih panjang’ padaku, lalu saat kami melakukan debute stage lee sajangnim kembali berkata ‘ini belum selesai, semua dimulai dari sekarang’ tapi saat itu aku benar-benar tidak tahu apa maksudnya. Tapi setelah aku melakukan debut, aku mulai mengetahuinya. Seharusnya aku berlatih lebih keras saat masih menjadi trainee. Dan sekarang aku baru menyadarinya, semua yang dikatakan sajangnim bukanlah kebohongan. Aku sangat berterimakasih padanya.

PD: Apakah itu terasa sangat berat?

Yoona: Sejujurnya itu tidak akan menjadi berat jika kita melakukannya dengan senyuman dan fikiran positif. Aku merasa sangat menyesal karena hampir menitihkan air mata. Tapi aku tidak bisa menahannya. Tiba-tiba emosi itu muncul dan membuatku ingin menangis.

PD: Bagaimana perasaanmu saat melihat istrimu akan menangis.

Sehun: aku sungguh merasa buruk. Aku yang memulainya, aku bertanya banyak hal yang membuatnya sedih. Aku sangat menyesal. Aku benar-benar maaf. Maafkan aku..

MC3: Sehun-ssi kau tidak melakukan kesalahan. Jangan meminta maaf seperti itu.

MC2: Yoona-ssi benar-benar gadis yang hebat. Aku salut dengannya.

“ tapi kau adalah gadis tekuat. Kau adalah gadis terhebat Deer.” Sehun mendekatkan tubuhnya kearah Yoona, lalu tangan kirinya menepuk-nepuk punggung Yoona, mencoba menenangkannya.

Yoona hanya mengangguk dan bergumam pelan. “ gomawo HunAh.”

.

Drrt..Drrrtt..

Ponsel yoona bergetar. Ia segera mengambil posel yang berada diatas meja. Ia berdehem pelan, mencoba menetralkan suaranya yang mulai serak karena menahan tangis. Yoona menatap Sehun, dengan tatapan ‘bolehkah aku mengangkatnya?’

Sehun mengangguk dan mempersilahkan Yoona untuk mengangkat panggilannya.

MC3: Siapa orang yang menelepon Yoona?

Yeobosseyo. Ne Jessica eonni, waeyo?”

MC1,2,3,4: Ah.. So Nyuh Shi Dae Jessica.

MC4: Mereka terlihat seperti kakak adik.

Yeobosseyo, Yoona-ya eodiga? Apakah kau sudah bertemu suamimu?” Tanya Jessica penasaran.

Yoona terkekeh pelan. “ ne eonni, kami sudah bertemu.”

“ Mwo? Lalu siapa suamimu? Apakah dia tampan?” Tanya Jessica.

Yoona hanya tertawa mendengar pertanyaan Jessica. “ tentu.” Jawab Yoona sambil menghadap Sehun yang juga ikut tertawa pelan. “ eonni, eodiga? Apakah eonni ingin bertemu dengannya?” Tanya Yoona. Sehun yang mendengarnya pun terkejut, matanya membulat seketika.

MC1,2,3,4: Uwa!

MC1: Jadi akan ada pertemuan dengan saudara ipar.

MC4: aku tidak sabar ingin melihatnya.

Jessica nampak berteriak girang diikuti teriakan beberapa gadis yang sepertinya juga mendengar pembicaraannya dengan Yoona. “jinjjayo? Kami boleh menemuimu?” Tanya Jessica girang. “kami baru saja latihan, dan kau dimana?” Tanya Jessica.

“ eonni sedang diperusahaan? Ah.. aku sedang diruang latihan EXO. Eonni kemarilah.” Jawab Yoona tak kalah girang.

“ EXO?”Jessica berteriak. Sepertinya dia sangat bingung. “ wae? Wae?”

“ ne, aku sedang diruang latihan EXO. sudahlah eonni. Ppalli! Aku akan menunggu eonni disini.”

Klik!

Yoona memutuskan panggialannya sebelum Jessica selesai berbicara. Ia menghadap kearah Sehun. “ Jessica eonni akan kesini. Sepertinya dia sangat penasaran dengan suamiku.”

Sehun nampak membulatkan matanya. Ia sangat terkejut.

MC2: Sehun-ssi nampak terkejut.

MC3: Mungkin dia belum siap bertemu dengan saudara iparnya.

PD: Kau nampak terkejut Sehun-ssi. Apakah kau merasa tidak senang dengan kehadiran saudara iparmu?

Sehun: Ah.. Bukan seperti itu. Jujur, aku sangat terkejut. Ini pertemuan yang mendadak. Aku tidak mempersiapkan apapun.

PD:Apakah kau tidak siap sama sekali?

Sehun: Aku siap. Sungguh. (tertawa).

PD: Sepertinya suamimu belum siap bertemu dengan para membermu?

Yoona: Benarkah? Aah.. Aku benar-benart minta maaf. Aku tidak tahu jika dia belum siap. Aku banar-benar merasa buruk. HunAh mianhae.( mengepalkan tngan kanan ‘fighting!’).

.

.

.

10 menit kemudian. Terdengar ketukan di depan pintu ruang latihan. “ Masuklah!” Teriak Yoona dari dalam. Sedetik kemudian, nampaklah Jessica dan diikuti oleh Hyoyeon, Yuri dan Tiffany.

MC3: Uwa! Jessica, Hyoyeon, Yuri dan Tiffany! (bertepuk tangan).

MC$: Mereka semua nampak cantik.

MC1: Ne, majayo.

Yoona berlari kearah Jessica dan memeluknya dengan erat. “ eonni! Aku merindukanmu.” Kata Yoona manja, ia mulai melepaskan pelukannya pada Jessica.

Jessica hanya tertawa geli melihat tingkah dongsaeng kesayangannya itu.” Lalu siapa sua..” kamlimat Jessica terputus saat mengetahui ada seorang pria yang membungkukkan badan kearahnya.

“Sehun_ssi!”teriak Jessica tidak percaya, diikuti oleh Yuri, Hyoyeon dan Tiffany yang juga nampak terkejut.

Annyeeonghasseyo, EXO magnae Oh Sehun-imnida.” Sehun memperkenalkan dirinya sambil membungkuk, lalu mendekat kearah member SNSD.

“ jadi..” Yuri menggantungkan kalimatnya. Menunjuk Yoona lalu Sehun secara bergantian.

Yoona mengangguk.

jinjjayo?” Tanya Tiffany tak percaya. “ wait.. wait.. tapi?” ia menggantungkan kalimatnya. Sepertinya ia masih sangat syok mengetahui siapa suami Yoona.

Yoona hanya terkekeh geli melihat ekspresi para eonninya.

“ Bukankah kalian berdua dari satu agensi?” kini giliran Hyoyeon yang bertanya.

Yoona berdehem pelan, meredakan kekehannya tadi. “ ne, awalnya aku juga tidak percaya eonni. Aku juga sangat terkejut.”

“WAA! Chukkae Yoongie-ya!” semua member SNSD berhambur memeluk Yoona. Kelimanya nampak larut dalam kebahagiaan.

MC1: Mereka terlihat seperti saudara kandung.

MC2: Aku sangat iri melihatnya.

MC3: Lihat! Mereka melupakan Sehun. (tertawa).

Yuri yang melihat Sehun dibelakang Yoona mulai melepaskan pelukannya. “Ah.. Sehun-ssi chukkae.” Kata Yuri memberi selamat kepada adik iparnya tersebut sambil mengarahkan tangannya untuk berjabat.

Sehun mengangguk. Ia nampak sangat malu dan canggung dan meraih tangan Yuri yang memberi selamat kepadanya.”Ah. noona silahkan duduk disini.” Kata Sehun kikuk sambil mempersilahkan para member SNSD duduk diatas sofa.

Jessica adalah member pertama yang melangkahkan kakinya ke sofa, lalu diikuti Yuri,Hyohyeon,Tiffany, Yoona, dan terakhir Sehun. “ Pizza!” teriak Tiffany.

“ ah ne, Sehun yang membelikannya untukku. Sepertinya dia tahu jika aku sedang lapar.” Kata Yoona sambil mempersilahkan para membernya untuk makan.

“Sepertinya uri magnae sangat perhatian.” Goda Yuri.

Mereka semua tertawa melihat ekspresi Sehun. Ia benar-benar nampak salah tingkah sekarang.

“Sehun-ah, duduklah.” Kata Jessica sambil menepuk-nepuk tempat kosong antara dia dan Yoona. Walau Nampak malu, akhirnya Sehun menurutinya.

“ em.. mashitta!” celetuk Tiffany disela-sela mengunyah pizzanya.

Semua mata tertuju pada Tiffany yang malah asyik mengunyah pizzanya kembali. Mereka tertawa bersama melihat tingklah Tiffany .” waeyo?” Tanya Tiffany bingung.

anio eonni. Kau Nampak sangat lapar.” Kata Yoona, ia mengusap bibir Tiffany yang kotor karena keju.

“ah.. Gomawo Yoongi-ya.” Kata Tiffany, seraya mengambil alih kripik kentang milik Sehun. Dan dengan segera melahapnya.

“ sepertinya dia sangat lapar.” Kata Jessica. “ haruskah aku pesankan ayam?” Tanya Jessica disambut riuh teriakan para member SNSD yang setuju dengan usul Jessica.

Jessica mengambil ponselnya dan mulai memesan ayam untuk mereka. Sambil menunggu Jessica memesan ayam, Yuri menatap Hyoyeon sambil tersenyum evil. Hyoyeon membalas tatapan Yuri dengan sebuah anggukan. Mereka berdua Nampak tertawa.

MC2: Ah.. sepertinya mereka berdua sedang merencanakan sesuatu.

MC1: Ne, majayo.

“Yoongi-ya” panggil Yuri pelan.

Yoona yang sedang mengobrol dengan Sehun langsung mengalihkan pandangannya pada Yuri. “ne, ada apa eonni?” Tanya Yoona lembut.

“Apakah kau senang sudah menikah dengan Sehun?” Tanya Yuri jahil. Diikuti kekehan Hyoyeon dan Tiffany.

“ ne?” Tanya Yoona tidak percaya. Perasaannya benar, pasti mereka akan melakukan hal ini pada Yoona. Ia hafal betul dengan sifat para member SNSD, yang memang tak kalah jahil dengannya. Ia mencoba terlihat tenang, agar tidak memancing member SNSD mengerjainya lebih lanjut. “ tentu saja. Apakah eonni tidak iri padaku?” Tanya Yoona. Ia harus mengalihkan pertanyaan ini, agar tidak membuatnya terjebak dalam pertanyaan yang lebih sulit.

MC3: Lihatlah! Wajah Sehun memerah.

MC4: Ne, majayo. Sepertinya dia sangat malu sekali.

MC1,2,3: (tertawa).

Yuri yang merasa gagal tak menyerah, ia kembali mengarahkan pertanyannya, bukan pada Yoona, tapi pada Sehun. “ Sehun-ah, bagaimana denganmu?”

Sehun Nampak tergagap. Ia benar-benar belum siap dengan pertanyaan ini. Ia hanya tersenyum canggung kearah Yuri.

Yuri kembali menghadap ke Hyoyeon, lalu tersenyum evil untuk kedua kalinya. “ em baiklah, itu aku anggap sebagai jawaba ‘iya’, lalu tunjukkanlah!” perintah Yuri disusul kekehan Hyoyeon dan Tiffany.

Yoona membulatkan matanya tak percaya. Ia memandang kearah Sehun yang juga tak kalah terkejutnya dengan Yoona. “ Ya! Eonni! Apa maksudmu?” teriak Yoona.

“ ciumlah istrimu!” celetuk Hyoyeon yang berhasil mendapatkan death glare dari Yoona. “bukankah kau bilang kau suka padanya Sehun-ah?” lanjut Hyoyeon.

Sehun pun hanya bisa pasrah, wajahnya merah padam. Ia menundukkan kepalanya menahan malu yang teramat sangat.

“ ayam bumbu atau krispi?” teriak Jessica dari arah depan pintu.

“ Aish anak ini, mengganggu saja.” Gerutu Hyeyeon.

“ berbumbu eonni, aku ingin yang pedas.” Teriak Yoona. Ia merasa bersyukur. Setidaknya hal itu bias membantunya.

PD: sepertinya kau merasa terganggu dengan membermu Yoona-ssi?

Yoona: Mereka memang selalu seperti itu. Mereka hanya ingin menggodaku.

PD: Bagaimana perasaanmu Sehun-ssi saat para saudara istrimu mulai mengganggumu?

Sehun: (menarik nafas dalam, lalu menghembuskannya). Aku benar-benar malu. Dan aku merasa tidak enak dengan Yoona noona. Karena sepertinya, dia juga merasa terganggu. Tapi aku benar-benar bersyukur saat Jessica Noona berteriak ingin memesan ayam apa.

MC1: benar, pasti rasanya sangat malu sekali.

MC2: Sehun-ssi baru bertemu dengan Yoona-ssi beberapa jam, dan diminta untuk menciumnya.

Yuri ingin bertanya kembali, tapi ia urungkan saat melihat tatapan mematikan dari Yoona.

.

Mereka bertujuh asyik dengan ayam dan sedikit bertukar cerita satu sama lain. Suasana hangat tercipta dalam waktu beberapa menit. Hyoyeon menatap Yoona dan Sehun secara bergantian. Ide jahil kembali muncul diotaknya. “ Ah Yoongi-ah. Suapi suamimu!” celetuk Hyoyeon.

Sepertinya Yoona faham dengan apa yang dimaksudkan oleh Hyoyeon. Ia tidak akan terjebak oleh kejahilannya. “ aku tidak ingin membuat kalian semua iri eonni.” Jawab Yoona dengan suara anak kecil yang membuatnya terlihat cute.

MC1,2,3,4: (berteriak)

MC3: Waa. Gwiyomi.

MC4: Yoona jjang!

Tiffany menutup kedua telinganya dengan tangan. Ia benar-benmar tidak tahan mendengar aegyo dari Yoona. “ hentikan im-choding!” teriak Tiffany.

Semua kembali tertawa. “sepertinya Taeyeon benar-benar akan cemburu jika mengetahui siapa pasangan Yoona.” Kata Jessica. Diikuti anggukan Tiffany dan Hyeyeon.

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul setengah 12. Para member SNSD mulai bangkit dan berpamitan untuk pulang.

“sepertinya ini sudah sangat malam. Kita harus pulang.” Yuri membuka pembicaraan.

omo! ini sudah pukul setengah 12. Ayo kita harus cepat-cepat pulang.” Teriak Jessica sambil menatap jam tangannya.

Semua member mulai berdiri. “ Yoona-ya, ini sudah malam. Sepertinya kami harus segera pulang.” Kata Tiffany sambil meraih kedua tanagan Yoona.

Yoona mengangguk tanda mengerti.” Ne eonni.”

Semua member SNSD mulai berdiri dan berjalan keluar dari ruang EXO. “ Yoona-ya!” teriak Jessica saat ia mulai menghilang dari balik pintu, ia menampakkan setengah tubuhnya. “ kau tidak pulang?”

Yoona menggeleng. “ aku kesini dengan Sehun eonni. Aku akan mengantarkannya pulang terlebih dahulu.”

MC1: benar, dia harus mengantarkan Sehun terlebih dahulu.

Jessica mengngguk. “ ah begitu. Baiklah kami pulang dulu Yoona-ya Sehun-ah. Bye.” Kata Jessica sambil melambaikan tangannya. “ ah aku lupa!” kata Jessica sambil menepuk keningnya. “Sehun-ah! Tolong jaga dongsaeng kesayanganku ne?!” teriak Jessica bersemangat.

“ pasti!” jawab Sehun mantap.

MC2: Lihatlah. Dia benar-benar laki-laki sejati.

MC1,3: (meengangguk).

“ hati-hati eonni.” Teriak Yoona membalas lambaian tanagn Jessica.

.

.

.

Yoona mengantarkan Sehun pulang ke asramanya dengan menggunakan Van SNSD. “ deer.” Sehun memanggil Yoona lembut. Menghilangkan keheningan didalam Van.

Yoona bergumam pelan sebagai jawaban.

“Apakah kau ingin ke Sungai Han sebentar?”Tanya Sehun.
“ Sungai Han?” Tanya Yoona memastikan. “ baiklah kajja!” jawab Yoona bersemangat.

PD: kenapa kau mengajak istrimu ke Sungai Han?

Sehun: Aku hanya ingin membuatnya lebih rileks. Aku tahu seharian ini dia pasti sangat lelah. Terlebih aku sudah membuatnya menangis tadi.

PD: apakah itu sebagai ucapan permintaan maafmu?

Sehun: Ne,(tertawa).

MC2: apakah dia masih mengingatnya?

MC3: Kau hebat sehun-ssi.

.

“ HunAh, ini benar-benar menakjubkan!” PEKIK Yoona senang, saat mereka sudah tiba di Sungai Han.

Sungai Han mengalir tenang malam itu. Dan kini mereka tengah duduk berdampingan di tepian Sungai Han dengan Yoona yang tidak bias tenang karena kekagumannya.

“Sssst.” Sehun menaruh jari telunjuk di depan bibirnya. Berusaha memberi Yoona peringatan agar dia lebih tenang.

Yoona terkekeh. “ mianhae.”

MC2: Suasananya sangat romantis

Yoona meringis dan membetulkan posisi duduk. Mengikuti Sehun untuk lebih tenang. Setenang aliran Sungai Han malam ini. Beberapa menit, Sehun masih diam seolah fikirannya sedalam Sungai Han. Ia mengaklihkan pandangannya yang semula memandangi Sehun kearah hamparan Sungai yang begitu luas. Perlahan ia memejamkan matanya, menikmati semilir angin yang menerpa wajahnya dan membuat beberapa helai surainya berterbangan.

MC1: Aku ingin kesana.

MC2: kesanalah!

MC3,4: (tertawa)

Yoona terhenyak kaget saat merasakan sentuhan ditelinganya. Dengan cepat ia menghadap ke Sehun. “Sehun hanya tersenyum, ia kembali mencoba memasangkan headset ke telinga kanan Yoona, sedangkan satu lagi sedang terpasang ditelinga kirinya.

MC2: Kya! Dia sangat romantis.

MC1: ne, aku sangat iri.

MC4: Aku rasa bocah ini benar-benar ajaib.

MC1,2,3: (tertawa). Ne, majayo.

Yoona memandang takjub kearah Sehun. Ia benar-benar tidak menyangka jika Sehun bisa seromantis ini. “gomawo.” Ia bergumam pelan lalu kembali terbawa oleh alunan musik yang di putar oleh Sehun.

Sehun menepuk pundak Yoona pelan, lalu menepuk pundaknya sendiri. Pandangan matanya lembut. Mempersilahkan Yoona bersandar dipundaknya.

Sedikit ragu, Yoona mulai menyenderkan kepalanya di pundak Sehun. Pundak kokoh yang hangat. Persis seperti dalam drama-drama yang ada di tv.

MC1,2,3,4: Uwa!(berteriak).

MC1: haa. Kyeopta. Sehun-ssi sungguh manis

MC4: dia romantic.

Angin malam membelai rlembut, memainkan rambut Yoona yang tergerai. Sesekali menggelitik kulit wajah Sehun yang begitu dekat. Yoona memejamkan matanya. Menikmati malam ini. Berdua.

 

To Be Continue. . .

 

Keut! Akhirnyaaaa selesai juga.

Aaahh… Author benar-benar ga ada inspirasi sama sekali. Author benar-benar minta maaf jika alur ceritanya tidak sesuai dengan keinginan readers. Oya, para readers jangan manggil ‘autho’r ya, panggil aja eonni atau chacha supaya terdengar lebih akrab.

Sebenarnya Cha pengen banget publish FF ini di tiap minggunya, tapi Cha bener-bener minta maaf karena sepertinya Cha ga bisa, karena untuk beberapa minggu bahkan beberapa bulan kedepan Cha bakal sibuk banget.(maklum mahasiswa tingkat akhir). Sekali lagi Cha minta maaf yaa.. (bow).

Please leave ur comment!

79 thoughts on “(Freelance) We Got Married (Chapter 2)

  1. kok gaada lanjutannya min ? masa di berhentiin sih ? TT_TT padahal udah terlena(?) bgt sama ceritanya. aishh.. jinja , padahal udah senyum2 ndiri pas bacanya eh tiba2 ada bacaan tbc -_-“. chap 3 nya di publish secepatnya yaah min :*

  2. Wah!! Daebak.. Tapi aku juga rada gak rela sih kalau yang jadi pasangan yoona itu sehun.. Ya, setidaknya suho? Tao? Next ya thor.. Hwaiting..

    Annyeong^^

  3. kyaaa baru baca hari ini eonni ^^ eonni aja ne panggil nya, ooh ya aku ngenalin diri dulu deh, aku Febby , 01 Line eonni~~ SONE dan EXO-L ,hehe^^,

    Kyaa so cute, aku baca nya senyum dan geli sendiri eonni o.O uuhh Maknae Sehun juga bisa romantis ya?? aahh,, tapi terkadang baca nya kebayang wajah Luhan gege :3 (Maklum eon, aku Luyoon shipper, tapi seneng sama Yoonhun juga :D)

    next chapter ditunggu ya eonni Cha😀

  4. So romantic ! Uwaa… mau dong ikutan WGM :v Mau dong, sumpeh ngiler bacanya. uri sehun neomu neomu kyeopta😀 Haha, snsd emang pada iseng semua ya. terus-terus mau gimana nih lanjutannya. rasanya belum lengkap kalau belum ada k*ss scenenya *plakk/yadongkumat-.- Okee, ditunggu kelanjutannya. hwaiting🙂

  5. anyeong eon (plak/sksd/ poutpout manggil eonie yaaa^^)
    mian nih telat komennya #bow
    oke langsung cuz ke FFnya🙂

    duhh SeYoon knp makin cute sih? dan eon berhasil banget bikin feelnya, kalau pas canggung jadi ikut berasa canggung, pas SeYoon udah mulai sweet lagi bikin senyum-senyum sendiri😄 pokoknya suka banget sama FFnya, penulisannya enak dibaca juga🙂

    ditunggu ya lanjutan WGM SeYoonnya^^
    keep.writing

  6. Kyaaa… Au- eitss eonni deh. Ff nya buat aku senyum2 sendiri, suer deh. Kirain YoonHun mau kisseu beneran kkk~
    Sehun so sweet banget sihhh…
    Ditunggu kelanjutannya eonni~
    Hwaiting!!!

  7. sumpah demi apapun aku cengar cengir sendiri ngebayanginnya eon. duhhhh jadi berharap yoona-sehun ikut wgm beneran hahahaha

  8. MANIS BANGET YA AMPUN PENGEN NANGIS RASANYAH>< author pinter banget bikin anak orang senyum-senyum sendiri HAHA.

    Ditunggu next chapternya ya!

  9. Aaaa~ cute sumpah >< si Sehun romantisnya bikin senyum senyum sendiri. Eh itu, Hyoyeon ama Yuri kurang evil tau :v next chapter dutunggu thor~ hwaiting!

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s