(Freelance) That Girl (Chapter 1)

That Girl

That Girl.

ohmiyeon presented//GG’s Im Yoona-EXO’s Oh Sehun//Chapter One//Rating 18+

When no one care about me, you come

AUTHOR POV

Im Yoona. Seorang wanita can… ah, mungkin lebih tepatnya wanita ‘malam’ yang cantik dan seksi. Yap, tepat dugaan. Dia adalah wanita pemenuh nafsu para pria. Berdiri di tengah-tengah kelap-kelip lampu club dan menari-nari. Menggoda para pria dan berakhir disebuah kasur yang nyaman. Begitu terus setiap hari. Setiap hari. Setiap malam.

Karena faktor wajah cantik dan dada yang memuaskan bagi kaum adam, Yoona banyak disewa oleh laki-laki berkantung tebal. Dari muda sampai ke kepala empat. Atau bahkan lebih?

Kalian tau? Karena Yoona memuaskan mereka, ada yang tak segan-segan membelikannya sebuah mobil dan apartemen. Membelikannya smartphone keluaran terbaru, dan gadget-gadget jenis lainnya. Menemaninya berbelanja sesuka hatinya dengan sekali gesek kartu kredit.

Makanya, hidup ini indah bukan?

.

Enjoy your life.”

.

Pintu Club terbuka dan menimbulkan suara bising celotehan para pengunjung, dentuman musik yang menggunakan volume keras, dan kelap-kelip lampu khas diskotik.

Yoona, kali ini ia memasuki Club itu dengan tanktop hitam ketat dan heels putih bertali menjadi dominannya. Sebuah dompet mini sudah bertengger ditangannya. Bersiap untuk menelan ‘bayaran’ malam ini.

Kakinya melangkah masuk dan mendatangi salah satu bar di dalam Club. Ia menduduki bangku didepan bartender yang tengah sibuk mengambilkan beer untuk para pelanggan-pelanggan berharganya.

“Yo, Im Yoona!”seorang laki-laki yang tengah melayani pelanggan-pelanggannya melambaikan tangan kepadanya.

“Bukan kah semalam aku kesini?”

“Aku tahu itu. Lalu?”

“Reaksi mu seperti tidak bertemu denganku setahun, Chanyeol.”

Chanyeol mendengus dan memberikan pekerjaannya kepada pekerja lain. Ah, mungkin kalian bingung mengapa Chanyeol bisa seenaknya memberikan tugas miliknya kepada yang lain, bukan? Chanyeol bukan hanya bartender biasa. Ia pemilik Club malam yang terkenal dan terbesar di Seoul.

“Aku menunggu mu sedari tadi, kau tahu?”bisiknya perlahan.

Yoona terkekeh dan meninju dahi Chanyeol pelan. “Aku tahu bahwa kau akan segera memberikanku dua botol Tequilla. Apakah itu benar?”

“Benar sekali.”Chanyeol mengecup pipi Yoona dan mengambilkan dua botol Tequilla yang berbaris rapih di lemari penyimpanan beer.

“Terimakasih.”

“Yeah. Kau datang terlambat dari jam biasanya.”

Yoona melirik arloji emasnya dan mengedikan bahu tak peduli. Lalu, ia kembali larut pada minuman keras memabukan itu.

“Ayolah, Yoong. Ku fikir kau sedang ada masalah, hm?”

Nope. Ain’t nobody have a time for a name of problem. Well, tadi aku berbelanja habis-habisan dengan Tiffany.”jawab Yoona acuh.

I know ur style, Yoona. Pantas kau terlihat seperti ada yang ‘baru’, mungkin?”

Yoona meneguk sisa beer dan menutup matanya sejenak. Ia membuka matanya perlahan dan menatap Chanyeol malas.

“Ya tentu saja. Ini heels baru, tanktop baru, hotpants baru, arloji baru, dompet baru.”

I love ur ombre hotpants, dear.”kekeh Chanyeol.

I love you too, honey.”sahut Yoona sekenanya. Kemudian ia beranjak dan meletakan beberapa lembar won di meja bar.

Wish me got a perfuck target, dude. Bye.”

.

Bcs Happiness is the number one of all. Not love.”

.

Yoona melangkahkan kaki jenjangnya menuju lantai dua. Yaitu area dance floor. Dimana para pria maupun wanita menari-menari sepuasnya dengan diiringi lagu-lagu yang diputar.

Kali ini suara Icona Pop yang menghiasi dance floor tersebut dengan kelap kelip lampu ala diskotik. Yoona memasuki kerumunan orang dan menaiki panggung yang berada di tengah-tengah area. Ia bergabung dengan beberapa wanita yang tengah menari pula.

Setelah lagu selesai, Yoona menuruni panggung dan berhigh-five ria dengan orang-orang yang berpapasan dengannya. Hampir satu Club ini ia kenal. Karena berhubung ia setiap hari ke Club malam ini dan bersenang-senang hingga dini hari.

“Hey yo, Yoona-ssi!”

Salah satu lelaki yang tengah berkumpul dengan teman-temannya melambai kearah Yoona. Yoona tersenyum lebar dan berjalan menghampiri lelaki tersebut.

“Ya, Xi Luhan!”

Luhan berdiri dan merentangkan tangannya yang disambut oleh Yoona dengan dekapan hangat.

“Apa kabarmu, hm?”

“As you see. Kau sudah seminggu tidak ke Club ini, eoh!”

Luhan terkekeh dan mengacak rambut Yoona pelan. “Im a bussiness man, dear.”

“Well, up to you.”Yoona memutarkan bola matanya kesal dengan kedua tangan terlipat didepan dadanya.

“Im serious. Anyway, ini teman-temanku.”kata Luhan sambil menunjuk kearah teman-temannya yang tengah memperhatikan Yoona dengan mulut menganga.

“Hey, Guys! Yoona imnida.”

Enam namja itu menjadi salah tingkah dan berusaha bersikap cool. Satu persatu mengulurkan tangannya untuk menjabat Yoona.

“Byun Baekhyun.”kata seorang namja yang tidak terlalu tinggi dan berwajah imut serta menggemaskan.

“Kim Jongin.”namja ini berkulit tan dan tinggi. Rambutnya pirang blonde menambahkan aksen hot dan sexy.

“Kim Jongdae.”terkesan biasa-biasa saja tetapi wajahnya yang tampan membuatnya ‘luar biasa.’

“Oh Sehun.”namja jangkung berwajah datar dengan rambut diskin dapat membuat wanita jatuh hati padanya dalam sejenak saja.

“Senang bertemu dengan kalian, Baekhyun, Jongin, Jongdae, dan… Sehun.”kata Yoona sambil tersenyum tipis dan mendudukan diri disamping Sehun.

Mereka berceloteh dan tertawa bersama dengan tiga botol beer ditengah meja. Tetapi, ketika Yoona melirik Sehun sekilas, namja itu hanya diam dan memilih tidak mengikut obrolan itu. Juga beberapa kali ketika Yoona melirik Sehun, pandangan keduanya bertemu. Tapi, Yoona tidak peduli. Siapa tahu, namja disampingnya ini akan terjatuh kedalam pesonanya dan membayar harga mahal malam ini.

Yoona tahu betul. Kalangan Luhan adalah orang-orang yang berkantung tebal. Dan tidak diragukan lagi, Sehun pasti salah satu dari orang-orang tersebut.

.

Keep waiting. Don’t run for got.”

.

Yoona kini tengah duduk dibar dan memandangi Chanyeol bekerja melayani pelanggan-pelanggannya. Saat Chanyeol menawari diri untuk menemaninya berbicara, Yoona menolak dengan alasan, “Pekerjaanmu lebih penting daripada aku.”

Luhan dan teman-temannya sudah pulang sekitar sepuluh menit yang lalu. Dan sekarang jam menunjukan pukul satu dini hari. Bukannya tidak ada target yang datang kepadanya sampai saat ini. Hanya ia tidak ingin terburu-buru.

“Park Chanyeol temanmu?”

Yoona menoleh dan mendapatkan Sehun tengah duduk disampingnya dengan kunci mobil ditangannya.

“Kurang lebih seperti itu. Bukan kah seharusnya kau sudah dirumah dan tidur nyenyak bersama gulingmu sedari tadi?”

“Seharusnya begitu.”

Yoona hanya mengangguk dan menegak beer terakhirnya. Kemudian, ia beranjak dari duduknya. Tetapi, tangannya ditahan oleh Sehun dan itu membuat dahi Yoona mengerut bingung.

“Mau kemana?”

“Tentu saja menerima target.”

“Maksudmu?”

“Permainan untuk malam ini.”

“Tidak bisa temani aku saja? Disini.”

Yoona mendecak, “Aku tidak akan menyia-nyiakan malam berhargaku untuk mu.”

“Aku menyewa mu.”

“Kau berani berapa?”

“Dua juta won semalam.”

“Deal.”

.

Because time is money. And then, money is my happiness.”

.

Sehun menghempaskan tubuh Yoona ke ranjang king size apartemennya. Yoona yang tengah mabuk berat hanya tertawa senang dan menatap Sehun dengan tatapan menggoda.

Sudah tidak tahan, Sehun segera menerjang Yoona. Tentu saja, siapa yang bisa menolak pesona gadis yang tengah mabuk?

Bibir Sehun melumat bibir pink Yoona dengan ganas. Dengan tidak sabar, ia menggigit bibir Yoona hingga terbuka dan memainkan lidah didalam mulut Yoona. Sesekali bibirnya mengesap bibir Yoona dan menukarkan saliva.

Tangan Sehun tidak tinggal diam. Salah satu tangannya mulai meraba-raba bagian dada Yoona yang menyembul dari tanktop ketatnya dan satu tangannya lagi mulai masuk kedalam celana Yoona perlahan.

Malam yang akan panas.

.

Having sex is better more then Loving someone and fall of tears.”

.

Sehun terbangun dan mendapatkan Yoona masih tertidur disampingnya. Kedua tangan kekarnya melingkar dipinggang ramping Yoona dan kedua tangan Yoona melingkar dilehernya.

Sehun menatap wajah damai Yoona ketika tertidur dan mengelus pipinya perlahan. Ia menyibakkan surai coklat Yoona yang menutupi wajah dan mengecup bibir Yoona sekilas.

Yoona sedikit mengerang dan kembali tidur. Sehun tersenyum tipis. Ia berdiri mengambil celana dan memakainya dengan asal.

Sehun mengeluari kamarnya dan beranjak menuju dapur. Membuat kopi instan dan membawanya menuju ruang televisi.

Ketika sedang menonton drama dengan serius, terdengar suara langkah kaki mendekat. Sehun sudah bisa menebak, itu pasti Yoona yang datang dengan wajah mengantuk.

Dan benar saja. Yoona berdiri dihadapan Sehun dengan mata tertutup. Sesekali ia menguap dan merebahkan diri disofa coklat Sehun. Lalu, kembali tidur.

Sehun menatap Yoona dengan aneh. Tentu saja, Yoona kini menggunakan kemeja putih Sehun yang sudah pasti kebesaran ditubuhnya dan hotpants miliknya.

“Ya! Ini sudah siang. Apa itu kau menggunakan kemeja ku, huh?”

“Diamlah. Aku mengantuk dan aku lelah. Aku butuh ketenangan.”

Sehun menggeleng dan melumat bibir Yoona perlahan sehingga membuat mata Yoona terbuka dengan lebar dan rasa kantuknya pergi seratus persen.

“Bangun.”

Yoona mengerucutkan bibirnya dan merubah posisinya menjadi duduk. Ia kembali menguap beberapa kali. Kemudian, ia mengambil dompet dan barang lainnya dikamar Sehun. Yoona mengeluari kamar dan menghampiri Sehun. Tangannya mengadah didepan wajah Sehun.

Sehun mendengus dan masuk kedalam kamarnya. Ia kembali dengan sebuah amplop tebal lalu memberikannya kepada Yoona.

“Terimakasih.”

Yoona mengecup bibir Sehun sekilas dan berjalan menuju pintu apartemen.

“Mau kemana?”tanya Sehun.

“Tidur di lift. Tentu saja pulang.”jawab Yoona malas.

“Aku antar.”

.

Sex. Money. Again.”

.

Hening tercipta di mobil mewah milik Sehun. Tidak ada satu suara pun yang mengajukan diri untuk berbicara lebih dahulu. Sampai suara berat lah yang mengalah dan memecahkan keheningan itu.

“Dari mana kau bisa kenal Luhan?”

“Chanyeol.”

“Kau terlihat sangat dekat dengan manusia raksasa itu.”

“Ya. Tentu saja.”

“Mau menceritakannya padaku, mungkin?”

Yoona menghela nafas panjang dan mengalihkan pandangannya kepada kaca mobil disampingnya.

“Kalau tidak ma-…”

“Sex. Love. Friendship.”

“Tolong jelaskan.”

“Aku sempat bercinta dengannya. Kita menjadi cukup dekat dan dia mencintaiku. Ketika dia menyatakan perasaannya padaku, aku mengatakan lebih baik kita berteman dan menolak cintanya.”kata Yoona pelan.” Akhirnya, seperti inilah. Kami bersahabat cukup lama. Sekitar dua atau tiga tahun mungkin.”

“Mengapa kau menolak lelaki setampan dan sebaik dia?”

“Cinta, tidak ada dikamus hidupku, Tuan Oh.”

.

Love? Ew.”

.

“Terimakasih atas tumpangannya,…”

Sehun menatap Yoona datar dan melanjutkan ucapannya, “Sehun, Nona Im. Oh Sehun.”

“Ya. Sehun. Apapun itulah. Aku tidak peduli. Bye.”

Sehun memandang Yoona yang mulai menghilang ditelan lift apartemen. Ia menghelakan nafasnya panjang dan mengacak rambutnya kesal. Ia kesal dengan sikap Yoona.

Yoona dengan mudah melupakan namanya.

Yoona dengan mudah bersikap datar dengannya.

Yoona dengan mudah meminta bayaran dengannya.

Yoona dengan mudah berkata bahwa ia tidak peduli.

Yoona dengan mudah tidak sadar bahwa Sehun tertarik padanya.

.

Love in first sight? Isn’t my style.”

.

“Kau tidak mengatakan padaku bahwa kau bercinta semalam, Se-hun.”

Sehun menengok ke arah pintu apartemennya dan mendapatkan seorang pria jangkung dengan wajah datar yang tengah menatapnya tajam.

“Apa urusanmu, idiot.”

Pria jangkung itu masuk dan membanting tubuhnya disofa samping Sehun.

“Itu akan menjadi urusanku selama wanita itu adalah Im Yoona.”

“Lalu?”

“Ceritakan.”

Sehun mendengus kesal dan melempar majalah yang tengah dibacanya ke meja.

“Tidak ada urusannya denganmu, Chan-yeol.”desis Sehun meniru nada Chanyeol ketika memasuki apartemennya dengan tiba-tiba.

“Yah, terserah kau lah. Hanya ceritakan padaku. Apa itu sulit?”

“’Hanya ceritakan padaku dan aku akan menghajarmu. Ku pastikan setelah itu kau akan masuk rumah sakit milik Jongin.’ Apakah itu yang kau maksud?”

Chanyeol memutar bola matanya kesal.

“Tadinya.”

“Aku tertarik dengan ex-partner mu itu.”kata Sehun santai.

Sentak bola mata Chanyeol melebar dan mulutnya menganga lebar.

What the f*ck, man!”

“Ada yang salah?”

“Atas dasar apa kau tertarik? Jangan kau bilang karena wajah dan tubuhnya. Kalau iya, brengsek kau, Sen.”

Sehun terkekeh dan menggeleng pelan.

“Calm down, bro. Aku memang tertarik dengan wajahnya, tentu saja. Dengan tawa lebarnya yang tidak menggunakan acara menutup mulut seperti wanita biasanya. Dan… ya seperti itulah.”

“Baiklah. Kalau itu aku juga-…”

“Merasakan.”

“Aku tahu kau tahu dari Yoona.”gerutu Chanyeol.

“Lalu, mengapa kau bercinta dengannya semalam?”lanjutnya.

“Kalau aku tidak menyewanya, aku tidak akan bisa bersamanya lebih lama.”jawab Sehun dengan seringainya.

Chanyeol menghela nafas,

“Percuma.”

“Hah?”

“Percuma. Sejauh apapun kau berjuang, sejauh apapun kau melangkah… Kau tidak akan pernah bisa mendapatkan hatinya, Oh Sehun.”

.

So, start now, that’s the reason why i want her.”

.

TBC

A.N: HAIIII!!! YAAMPUN AKU MINTA MAAF LATE POSTNYA KEBANGETAN BANGET. IYAKAN? IYAKAN? PASTI. *Capslock jebol maaf mianhe sorry):
Aku punya beribu alasan untuk ini!!! Dengerin aku dulu, aku bisa kasih penjelasan!/g. Jadi gini, aku kan baru masuk sklah. Aku sibuknya setengah mampus!! PR-PR sekolah itu numpuk bgt dan kegiatan luar sekolah banyak. Kalian tau kan kurikulum 2013 kaya mana?!! Aku benci banget pokoknya. Well, selain itu aku juga sibuk parah ngurusin daganganD’; beli ya di IG @jonginbreath /g *maapnumpangpromosi* aku sibuk ini itu. Aku jg gasempet ngelabjutin FF That girl ini. Kalian pasti blg “Kan ada waktu malem.” Iya aku emang ada waktu malam. Tp aku capenya setengah mampus. Mata bawaannya mau merem. Udah ga sanggupppp! Dan di FF ini aku yakin reader bakal comment “KEPENDEKAN FFNYA” yap! Bener emang kependekan. Aku sengaja buat pendek karna semakin panjang semakin lama postnya. Dan aku minta maaf lg… alurnya pasaran ya? Atau apa? Kalian tolong ngerti ya buat ff genre kaya gini ga gampang loh T.T apalagi aku yg sibuknya poooolll. Kasian kan? Kasian. Oh yaa, jgn lupa Comment yaa. Karena aku ga mungkin ga ngasih password disalah satu chapter FF ini. Buat Kritik dan saran, aku terima dengan senang hati. Ke ask.fm/ohsehungry ya kalo bisaa. Krna aku ga tentu cekin comment kalian satu satu:”D maaf kepanjangan!! See you at chapt 2 all:>

154 thoughts on “(Freelance) That Girl (Chapter 1)

  1. Nah sekarang aku udah baca chap 1 nya haha. Ga kalah keren. Apalagi ada quotes-quotesnya. Keep writing ya thor😀

  2. Iya aku ngerti perasaan author, kok *cup cup jangan cedih #PelukAuthorDeh
    Hidup emang terlalu berat, tapi tugas sekolah lebih berat 😆 sampe kadang Aisyah mulai lelah dengan semua ini…
    Tapi dengan adanya ff yg super ini, mood yang tadinya as bad as jongin kini menjadi as fckgood as aisyah putri. Maksud ane, ff nya bagus. Enak dibaca. Mudah dipahami. Gaya penulisannya keren. Aku sampe baper, masa-.-
    Seperti yang telah kita ketahui bersama, ff yang bagus adalah kebahagiaan seorang reader. Reader yang bahagia, pasti lebih tertarik untuk meninggalkan jejak(atau bahasa sundanya : COMMENT). Jadi maksud saya disini adalah, saya juga meninggalkan jejak bukan di sembarang ff. Tapi hanya ff yg menurut saya berpotensi untuk membuat saya senyum2 sendiri, tertawa gila sendiri, nangis sendiri, kesel sendiri #MaksudnyaBaper
    Tapi yah itulah. Intinya FF MU BAGUS, THOR!!! Two thumbs up. Aku suka karena aku suka😙
    So, keep writing ^ ^

  3. Tuhkan bner ff nya seruuuu..
    Tapi yoonanya ga main hati ?? Kan kasian sehunnya..
    Mudah2n d chap selanjutnya yoona udah mulai tertarik sama sehun..

  4. AKhirnya bakal gimana tuh? Tapi jujur aku gak suka sama yoona eonni.. Terlalu..
    Yasudah.. Ditunggu next nya ya.. Hwaiting!!

    Annyeong^^

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s