(Freelance) Multichapter : Thunder (Chapter 1)

IMG_20140810_082149

(Freelancer) Chapter 1: Thunder

 

Author : Patelanina96

Poster by :@Baekhyyns

Title : Thunder

Cast : Yoona SNSD | Kai EXO-k

Other Cast : Baekhyun EXO-k | find by yourslef

Genre : Romance, Comedy, School life, Sad.

Rating : Teenager

Length : Chaptered

Discalaimer: Ini murni 100% imajinasi Author, No copas, No plagiarism, etc. All cast just god mine, parents and SM.

~Don’t forget to LIKE + COMMENT~

 

“PPRTH, apa?? SOPA??Yang benar saja ibu mau memasukanku ke tempat menyebalkan itu, sama saja ibu mengirimku ke neraka bu!”

Yoona memuntahkan seluruh rotinya di sembarang arah dan membuang pandangan ke deretan rak.

“Tapi nak, kau ini bagaimana.Sudah untung sekali pamanmu mau membiayaimu sekolah popular dan mahal, seharusnya kau bersyukur!”Ibu Yoona semakin mengomel-ngomel.

“Bun dengarkan aku.Aku muak, aku benci sekolah itu, bisakah ibu memasukanku ke SMA yang biasa-biasa saja? Seperti Juliard? Shindongshin?Shinhan? Atau yang lainnya asalkan jangan ‘SOPA’ bu, aku mohon…”

“Huft, nak… ibu mengerti… tapi kau sudah terikat kontak dengan sekolah itu dan mulai lusa, kau sudah harus jadi murid kelas 10 di SOPA dan itu membuat ibu bangga.”Ibu Yoona membelai perlahan pucuk kepala Yoona.

“bu…tidak bu, aku tidak mau…” tanpa basa-basi, ibu Yoona meninggalkan Yoona di dapur dengan tatapan heran. Kali ini Yoona tidak bisa bernapas lega karena ini ada hubungannya dengan traumanya Yoona. Dari ujung pintu dapur, munculah adiknya Yoona yang sudah melipat kedua tangannya ke dada, pertanda ia ingin bertanya-tanya kepada Yoona.

“Hey kau!Tidak bisakah kau sekali-kali menuruti perintah ibu, Yoong?” Baekhyun terlihat sinis namun cara bicaranya seperti ahjumma memarahi anaknya.

“Hey bocah! Diamlah kau! Kau baru kelas 9 saja bangga, apalagi kelas 10…haaah…kau ini mengganggu pikiranku saja, jangan mengomel-ngomel terus, nanti kau tampak seperti Ahjumma” Yoona meledek Baekhyun hingga Baekhyun tambah meledak-ledak celotehannya dan menghampiri Yoona dengan maksud ingin menendang bokong datar Yoona.

“Yak Yoong awas kau!!!” belum sampai Baekhyun menendang, dengan gesit tangan Yoona menangkap kaki Baekhyun dan mengunci leher Baekhyun lalu di telungkupkan di atas meja makan dan bersiap untuk memukul Baekhyun.

“Kyaaa!Apa yang kau lakukan kepadaku bocah tengik! Kurang ajar!”   /PUK\ “Aduh!”

“Tidak sopan!”   /PUK\ “aww! Akit Noona!!”

“Siapa yang mengajarimu begini, hah?!”   /PUK\   “Mian Noona!!”

“jangan beraninya melawan perempuan! Kau terlihat ‘cabe’(?)” /PUK\ “Ne, ampun Noona!!”

“Berjanji tidak mengulanginya lagi?”

“OK, AKU MENGERTI!” teriak Baekhyun, Yoona menyuruh Baekhyun pergi, tinggal ia sendirian duduk di atas meja.

“AAKHRGH…. Bagaimana ini? Aku kan tidak mau,,, bertemu mereka lagi di sekolah itu…” Yoona akhirnya turun dari meja makan dan segera ke kamar untuk tidur.

 

@ Yoona badroom in the bed, 03:30 AM

“Roooghkh rooghkh…” suara dengkuran Baekhyun yang berada di ranjang bawah membuat Yoona rishi hingga ia menutupi telinganya dengan bantal.

 

“Rooghkh…rooghkh..”

 

“Baekhyun, hentikan itu!aku juga ingin tidur nyenyak bodoh..” dengan nada setengah sadar Yoona masih bisa mengingatkan Baekhyun.

“Halah~ bilang saja kau juga ingin mendengkur, aku hapal gelagatmu. Dan kali ini aku yang tidak memberimu kesempatan untuk bernyenyak ria kroogkhk…roogkhk..” balas Baekhyun juga setengah sadar.

“Dasar bocah! Arkgh..Menyebalkan!”Yoona pun tak sanggup menelan pahitnya (?) dengkuran adik kandungnya, Im Baekhyun. Sehingga ia tidur di atas atap rumahnya.

“Yeah… di sini lebih baik. Tidak ada si bodoh dan aku bisa tidur mendengkur..” jerit Yoona. dan akhirnya Yoona tidur juga di atas atap rumahnya dan pastinya, mendengkur ria.

.

.

.

.

.

Laksana cahaya mulai menyusup setiap kaca-kaca transparan di perumahan apgeojung yang asri, hewan berjambul merah juga menyenandungkan alarm di pagi yang sejuk, nyanyian para kelompok burung yang bertengger di pohon-pohon menghiasi fajar ini.

Bukan berarti kenikmatan tadi bisa terus bertahan seiring berjalannya jam, menit, dan detik. Tetapi, sayangnya saat ini arlojinya berada di pukul 10:00 pagi.

“apa?! Yoona belum bangun?Dasar anak pemalas!” ibu Yoona pagi-pagi sudah mengomel tanpa jeda.

“Iya bu!Sekarang mungkin dia di atap!”Baekhyun semakin bersemangat mengompori ibunya agar memarahi Yoona.

“Astaga, anak gadisku tidur di atap lagi!Mau di taruh di mana mukaku!”

“Sudahlah bu, tenang saja. Aku bisa mengatasinya..”

“Baiklah. Kalau begitu, ibu serahkan padamu nak..”

“SIAP BU!!”Ia tersenyum sinis sembari berlari-lari kecil ke tangga atap.

Ketika sampai di sana, Baekhyun langsung menarik kaki Yoona agar turun ke tangga, ketika itu Yooa dalam keadaan setengah sadar.

“YAK! Yoong, ayo bangun! Sudah siang!”

“Mmmmnyemmm….. krooghkh…jangan ganggu, bodoh!”

“Kau ini anak Yeoja atau Namja?!”

“Aku Yeoja…..nyemnyem”

“Ayo bangun! Cepat Noona!!” Lama kelamaan Baekhyun rishi hingga ia mendapati sebuah ide.

 

*AHA*

 

“Sooman Ahjussi bilang kita boleh baca komik secara gratis di tokonya!Selama setahun!!”

Mata rusa gadis itu secepat kilat terbelak dan melakukan sedikit gerakan ulat bulu sebagai jalan pintas untuk berdiri (?).

“Kau serius?!”Death glare dari Yoona membuat Baekhyun langsung tersenyum kecut dan mengambil langkah seribu dari tempat itu.

“UWAAA!!”

“Dasar anak itu tukang bohong!!Awas kau Baekhyun!!”

Yoona menuruni tangga dengan bibir atas dan bawah mengerucut, ia terus menggerutu tentang SOPA.

.

.

.

.

.

“Jadi nak, kau jadi mendaftar ke SMA di jerman itu?”Kai menyeringai.“Tidak jadi yah, aku ingin masuk SOPA. Lagipula SooJung akan sekolah di sana.” Ayah Kai menautkan wajah kecewa seraya membaca koran.

“Padahal Ayah sudah menyiapkan 10 juta U$ Dollar untukmu jika kau mau sekolah di Jerman.”

“Tidak, terima kasih ayah, tapi aku..-“

“Mau mencari pacar baru selain Soojung kan?” ayah Kai langsung memotong ucapan Kai dan saat itu juga Kai tak berkutik bagaikan patung yang di lapisi milyaran semen.

“Aish… ayah, hehehehe tidak kok.Soojung pacarku satu-satunya di dunia ini.”

“Ayah dengar kau sedang banyak mendekati murid Sunha Girls High School ya? Kalau tidak salah namanya… Jessica Jung?” Ayah Kai agak berbisik seraya mengangkat satu alisnya.

“SHIT! Matilah aku, bisa-bisa ayah mengadukannya pada Jessica kalau aku sudah mempunyai Yeoja, Arkgh! Bagaimana ini?”kai merutuk di dalam hati.

“Aigoo! Ayah, aku hampir lupa! A-aku harus m-mengambil laundryku di Gangnam dulu Yah!”Ayah Kai kembali ketempat duduk posisi semula dengan senyum seperti sudah bisa membaca pikiran seseorang.

“Jadi..ya… aku harus pergi dulu yah, Chogiyo, Annyeong Appa!”

Dengan secepat Cheetah, Kai berlari ke garasi dan menaiki mobil dan pergi entah kemana.

“Damn! Aku tidak bisa mendiamkan Jessica, aku harus SMS dia.” Kai berkeringat dingin, ia menyetir dengan satu tangan itu membuat mobilnya berjalan agak ugal-ugalan.

.

.

.

.

.

“Yak! Bu, aku pergi ke took buku dulu! Mau baca komik terbaru Naruto hamper chapter ke 700 bu! Aku tidak boleh melewatkannya ya!” Ibu Yoona hanya menghela dan mengangguk-anggukan kepala saja karena sudah tahu kalau anak gadis tomboynya adalah pencinta Anime Naruto sejak masih menginjak di sekolah dasar hingga ia duduk di bangku sekolah menengah atas ini.

 

Tidak berubah sama sekali, Im Yoon Ah tetap Im Yoon Ah tahun yang lalu. Kurus, kekanak-kanakan.Keras kepala, pemalas, ceroboh, cantik, selalu tertawa bagaikan mulut buaya yang besar.Itu ciri-ciri khasnya.Membuat orang-orang di sekelilingnya mampu bertahan bersamanya.Dengan sikap tomboy yang mengubah karakter Yoona menjadi seorang Namja seusianya, adalah bukan kehendaknya.

Melainkan karena satu kejadian yang membuat Yoona Traumatic sehingga mengubahnya seperti sekarang.ada apa dengan 12 tahun yang lalu? Apakah Traumatic Yoona yang membuatnya memutuskan menjadi Yeoja tomboy?

Ia tau itu menjadi rahasia keluarga bahkan Baekhyun pun tak tahu. Hanya ibu, almarhum ayah Yoona, Tuhan, dan dirinya sendirilah yang tahu Traumatic yang membanting strir alur kehidupan Yoona dan keluarganya.

Apa ada hubungannya dengan SOPA dan para idol?Mengapa Yoona terikat kontrak dengan SOPA?Mengapa Yoona trauma?Mengapa Yoona membenci idol?

.

.

.

.

.

.

Yoona melanjutkan perjalanannya ke toko buku Sooman Ahjussi, yaitu toko buku ‘행복’ (Haengbok) : sejahtera.

Tlinining~ bunyi kerincingan di pintu toko itu membangunkan Sooman Ahjussi yang sedang tertidur.“Nak, komik naruto chapter 700 belum terbit, kau sudah ingin baca komik gratis, Hush! Pulang sana! Atau akan ku adukan pada ibumu!”

“Wowowow! Tenang Sooman-ssi! Aku hanya ingin baca komik yang segelnya sudah lepas kok.” Yoona memanyunkan bibirnya dan mengambil sebuah komik.

“Itu sama saja!!” Sooman Ahjussi pun mengambil dengan sinis komik yang di tangan Yoona, ia membuat gerakan ingin meninju ketika Sooman Ahjussi mulai menjauh dari tempat itu. Tiba-tiba, datanglah seorang pemuda tampan, berkulit putih susu, kurus, berponi coklat ke orange-orangean yang mengalihkan seluruh gadis yang ada di toko buku itu ‘Terkecuali Yoona’.

“AAA~ Dia tampan sekali! AAA~” teriak gadis yang mulai mengerubunginya, Sehun bagaikan gula yang di kerubungi semut. ada yang berfoto, minta tanda tangan, dan itu membuat Yoona risih hingga dia menutup telinga dengan kedua tangannya.

“Menyebalkan, bisa-bisa gendang telingaku pecah gara-gara mereka! Kenapa Namja jelek itu harus datang ke toko buku ini, aku pulang saja!” gerutu Yoona seraya berjalan ke pintu keluar.

Tiba-tiba, tersirat di pikirannya ingin mengerjai Sehun yang sudah menyisir hati para gadis-gadis hingga lemas.”KKKK, aku tahu apa yang harus ku lakukan sekarang.” Ia menggigit keras bibir bawahnya dan berjalan mendekat kerubungan itu.

 

BRUK

 

Yoona menubruk bahu kanan Sehun dengan kasar dan cepat-cepat Yoona kabur dari toko buku Sooman Ahjussi dan berlari sejauh mungkin.

“Arg, siapa yang menubrukku, hah?!” Sehun sedikit membentak gadis-gadis itu. Gadis-gadis itu memundurkan sedikit langkah mereka dan menunduk. “Mian Oppa, tadi aku melihat gadis itu lari keluar.”

“iya aku juga.”

Gadis-gadis itu terus menyuruh Sehun untuk mengejar Yoona, akhirnya Sehun berlari juga untuk menangkap Yoona.

“Hosh, Hosh, Hsoh, aku harus bersembunyi di mana?” Yoona akhirnya bersembunyi di balik tong sampah.

“Hosh, Hosh, di mana orang itu? SHIT! Dia menghilang, jika di tertangkap, awas saja!” Sehun pun pergi dari tempat itu dan tidak memperdulikan lagi siapa yang menabraknya.

 

BRUK

 

Tabrakan terjadi untuk kedua kalinya, walaupun ini sepenuhnya buka kesalahan Yoona. Seorang lelaki dengan pakaian yang terlihat mahal melekat di badannya menatap Yoona kesal. Seakan tak terjadi apapun sebelumnya, Yoona hanya berjalan pergi tanpa sedikitpun peduli.

 

Dan sialnya, tangannya di tahan sekarang.

 

“Kau, tanggung jawab dengan bajuku yang kotor gara-gara menubrukmu..”

.

.

.

.

.

TBC

Gimana? Gimana ceritanya? Gaje ya? Wajar gaje, bahasanya rada nyeleneh .____.

Harap beri komentar sebanyak-banyaknya sampe meleduk #emangkompor, terus kalau boleh cicipin dong ke Author like yang sebanyak-banyaknya, itu memotivasi untuk melanjutkan ke Chapter 2 segera.

PLEASE CHOGIYO RCL!

Ntar bonus kiss deh (?) #Readersmuntah #berjamaah.

Okay, see younext time in thunder Chap 2!! Can’t wait ya! #Maksa #Authorjadi-jadian

  • aku sayang YoongEXO.

2-2 aku sayang Admin, Author, Founder, Artworker, etc.

3-3 aku sayang Readers dan Bias.

1-2-3 aku sayang SOOMAN.

Salam love and peace all, Chu~ Chu~ Chu~

82 thoughts on “(Freelance) Multichapter : Thunder (Chapter 1)

Comment, please?

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s